cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Studi Kerusakan Pantai Di Pantai Buloh Kecamatan Mandolang Minahasa Fiorico Kahiking; Tommy Jansen; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Pantai Buloh Tateli merupakan salah satu daerah yang digunakan sebagai tempat parawisata yang ada di Kabupaten Minahasa. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara di lokasi penelitian pantai Buloh, terjadi gelombang yang besar pada bulan-bulan tertentu yang mengakibatkan kerusakan didaerah pesisir pantai Buloh di tambah tempat santai untuk pengunjung yang sering terkena limpasan air laut (run off). Oleh sebab itu dalam penelitian ini perlu dilakukan pendekatan dan terori tentang kerusakan yang terjadi di Pantai Buloh Minahasa. Dalam penulisan penelitian ini bertujuan mencari salah satu faktor yang mempengaruhi kerusakan pantai. Dan salah satu masalah yang di dapat yaitu kerusakan pantai yang di akibatkan oleh Gelombang. Dalam penelitian ini peramalan gelombang di hitunng dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun terakhir dari WEB penyedia data (ECMWF) untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dari hasil perhitungan daerah pantai Buloh didominasi oleh gelombang dari arah barat dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Februari 2008 dengan tinggi gelombang H = 0.913 m dengan periode T = 4.099 detik. Nilai koefieien refraksi adalah 0.9785 dan nilai koefisien shoaling adalah 0.9668. Tinggi gelombang pecah yang didapat dari hasil perhitungan adalah 0.97 m pada kedalaman 1 m sampai 10 m. dan juga Pantai Buloh saat ini mengalami kerusakan lingkungan pantai yang tergolong “kurang diutamkan” (dengan nilai bobot 100) kecuali kerusakan Erosi/Abrasi & kerusakan bagunan pantai “Prioritas” (dengan nilai bobot 150). Kriteria paling dominan penyebab utama kerusakan di Pantai Buloh adalah kriteria erosi/abrasi, hal ini menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai yang cukup besar. Kata kunci - pantai Buloh, karakteristik gelombang, kerusakan pantai
Studi Kelayakan Penerapan Electronic Road Pricing (ERP) Pada Jalan Ahmad Yani Manado Affan R. Priyono; Semuel Y. R. Rompis; Lucia I. R. Lefrandt
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di kota Manado yang semakin meningkat di tiap tahunnya yang mengakibatkan meningkat pula perpindahan masyarakat untuk berkegiatan sehingga kemacetan sering terjadi. Salah satu jalan yang sering dilewati warga Manado dan sering terjadi kemacetan adalah jalan Ahmad Yani Manado. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satu cara yaitu dengan penerapan Transport Demand Management (TDM) berupa pemberlakuan sistem retribusi pengendalian lalu lintas atau Electronic Road Pricimg (ERP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai derajat kejenuhan, presentase perpindahan pengguna jalan ketika diterapkan ERP, dan kelayakan ekonomi pada jalan Ahmad Yani Manado. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode PKJI 2014. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu Senin (8 Agustus 2022), Jumat (12 Agustus 2022), dan Sabtu (13 Agustus 2022). Pada analisis tugas akhir ini diawali dengan melakukan survey volume kendaraan kemudian kecepatan serta waktu tempuh jalan yang ditinjau setelah itu mencari presentase perpindahan pengguna jalan terhadap berlakunya ERP. Lalu menganalisis kondisi sebelum adanya ERP (Without Project) dan sesudah adanya ERP (With Project). Setelah itu dilanjutkan dengan analisis kelayakan ekonomi dengan meninjau Biaya Operasional Kendaraan (BOK) metode jasa marga dan penghematan nilai waktu. Hasil analisa karakteristik lalu lintas Without Project dan With Project kondisi jalan Ahmad Yani Manado mengalami penurunan volume yang membuat derajat kejenuhan di jalan tersebut lebih baik dibanding kondisi Without Project. Sedangkan untuk analisis kelayakan dari segi ekonomi untuk tahun rencana selama 16 tahun menunjukan BCR sebesar 1,06 (BCR >1) dan NPV sebesar Rp.13.870.458.735 (NPV > 0) dan untuk IRR sebesar 3,26% dan Payback period selama 13 tahun 2 bulan 2 hari, sehingga penerapan Electronic Road Pricing pada jalan Ahmad yani Manado dapat dinyatakan layak dari aspek ekonomi dan menguntungkan bagi masyarakat. Kata kunci - jalan Ahmad Yani Manado, ERP, PKJI 2014, kelayakan ekonomi
Efektifitas Peningkatan Kontrol Simpang Tidak Bersinyal Menjadi Simpang Bersinyal (Studi Kasus: Persimpangan Jalan Ring Road dan Jalan Mangga) Adhirenta Massang; Semuel Y. R. Rompis; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan sebagai titik pertemuan dari beberapa lengan sering menjadi tempat kemacetan yang sering terjadi. Persimpangan jalan Ring Road dan jalan Mangga merupakan salah satu simpang tak bersinyal yang ada dikota Manado, untuk mengatasi konflik pada simpang tersebut diperlukan peningkatan kontrol dari simpang tanpa sinyal menjadi simpang dengan sinyal lampu lalu lintas sehingga dapat mengurangi konflik yang tidak diinginkan. Pengambilan data volume lalu lintas dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari Kamis, 26 Agustus 2021, Jumat, 27 Agustus 2021 dan Sabtu, 28 Agustus 2021 dari jam 07.00 - 20.00 Wita. Pengumpulan data terbagi atas dua yaitu data primer (geometrik jalan, volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, panjang antrian, dan jenis kendaraan) dan data sekunder (peta lokasi dan jumlah penduduk). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang tanpa sinyal lampu lalu lintas dan simpang dengan sinyal lalu lintas dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) dan perangkat lunak Simulation of Urban Mobility (SUMO). Berdasarkan hasil penelitian kondisi jam puncak pada hari Kamis, pukul 17.00 – 18.00 Wita. Simpang tersebut memiliki nilai kapasitas simpang (C) sebesar 3775,12 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,7952, tundaan simpang (D) sebesar 13,6070 det/smp dan peluang antrian (QP) yang terjadi adalah 25,51% - 50,73%. Hasil simulasi dengan menggunakan perangkat lunak SUMO pergerakan lalu lintas menunjukkan panjang antrian untuk Jalan Riang Road (Barat): 143 m, Jalan Mangga (Utara): 182,17 m, dan Jalan Ring Road (Timur): 239,83 m. Diperlukan penambahan lampu lalu lintas pada simpang untuk mengurangi panjang antrian, maka didapat hasil panjang antrian untuk jalan Ring Road (Barat): 113 m, jalan Mangga (Utara): 180,25 m, dan jalan Ring Road (Timur): 194,75 m. Kata kunci – simpang, kapasitas, tundaan, MKJI 1997, Simulation of Urban Mobility, lampu lalulintas
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pengecoran Pelat Lantai Pada Pembangunan Jembatan Boulevard II Andika; D. R. O. Walangitan; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan metode pelaksanaan pengerjaan konstruksi yaitu untuk menyusun cara-cara kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan suatu cara untuk memenuhi, menentukan sarana-sarana pekerjaan yang mendukung terlaksananya suatu pekerjaan misalnya: menetapkan, memilih peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang efektif dan efisien dalam biaya operasi. Dalam suatu pekerjaan sebuah proyek konstruksi akan selalu dimulai dengan 3 hal utama, yaitu perencanaan, penyusuanan jadwal dan pengendalian. Tahapan pekerjaan suatu bangunan mempunyai metode pelaksanaan konstruksi yang berbeda disetiap pekerjaannya. Dalam pelaksanaan pengerjaan plat lantai diperlukan suatu metode untuk menyelesaikan pengerjaan dilapangan. Khususnya pada saat menghadapi kendala-kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan metode pelaksanaan konstruksi yang sesuai dengan kondisi lapangan akan sangat membantu dalam proses penyelesaian proyek konstruksi. Penelitian ini mengetahui metode pelaksanaan konstruksi pada pekerjaan pengecoran plat lantai pembangunan jembatan boulevard II, dengan melakukan observasi langsung, wawancara dan pengambilan data sekunder berupa gambar rencana. Hasil dari penelitian ini didapatkan metode pelaksanaan pada pekerjaan pengecoran plat lantai pada Pembangunan Jembatan Boulevard II dengan menggunakan plat deck lebih efisien jika dibandingkan dengan metode lainnya. Serta untuk waktu pekerjaan menjadi lebih efisien, karena tidak perlu lagi pemasangan dan pembongkaran bekisting multipleks karena plat deck telah menggantikan fungsi bekisting dan mempermudah dalam pelaksanaan. Pengaruh plat deck terhadap Plat Lantai adalah menyalurkan beban yang diterima Plat Lantai ke balok girder. Plat deck juga berfungsi untuk menahan gaya tekan. Keuntungan menggunakan play wood ini adalah lebih efisien, juga praktis karena bisa langsung disesuaikan dengan kebutuhan, dan lebih murah dari bekisting kayu. Kata kunci – metode pelaksanaan, jembatan, plat lantai.
Studi Perbandingan Desain Fondasi Rakit Dengan Fondasi Tiang Bor Pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Toar John Lapian; Fabian J. Manoppo; Jack H. Ticoh
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan tinggi biasanya dibangun menggunakan fondasi dalam seperti: fondasi tiang dan fondasi sumuran. Fondasi merupakan bagian terbawah dari sebuah bangunan, dimana fondasi berfungsi untuk meneruskan beban-beban yang bekerja ke tanah di bawahnya. Gedung Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi merupakan salah satu infrastruktur penunjang pendidikan yang dibangun pada tahun 2019. Gedung Fakultas Hukum terdiri dari 12 lantai dengan ketinggian sekitar 60 meter, dibangun di atas fondasi tiang bor dengan diameter tiang sebesar 0,8m. Hasil studi dan analisis menunjukkan bahwa fondasi rakit tidak ada permasalahan pada daya dukung, daya dukung ijin netto yang didapat berdasarkan uji N-SPT dengan Metode Vesic dengan desain fondasi yang direncanakan 40 m x 21 m dan ketebalan fondasi rakit 2 m menghasilkan daya dukung ijin 559.89 kPa. Sedangkan beban yang akan dipikul sebesar 553.611 kPa, sehingga masih di bawah nilai kapasitas dukung ijin tanah. Analisis penurunan menggunakan program Plaxis 3D dan hasil yang terjadi relatif kecil, yaitu sebesar 0.01 m. Nilai tersebut masih tergolong aman karena tidak melebihi nilai penurunan maksimum. Untuk hasil analisis fondasi tiang bor dengan diameter tiang sebesar 0.8 m dan kedalaman fondasi sedalam 12 m, didapat nilai daya dukung sebesar 1802.78 kPa dengan besar penurunan yang terjadi 0.006 m. Bila dilihat dari hasil analisis, fondasi rakit masih bisa dijadikan sebagai alternatif. Karena fondasi rakit mampu untuk memikul beban yang ada dan juga besar penurunan yang terjadi masih lebih kurang dari pada nilai maksimum penurunan. Tetapi fondasi tiang bor merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan fondasi rakit, walaupun kedua fondasi mampu untuk memikul beban yang ada tetapi besar penurunan yang terjadi pada fondasi tiang bor lebih kecil dibandingkan penurunan yang terjadi pada fondasi rakit. Kata kunci – fondasi rakit, daya dukung tanah, penurunan, tiang bor
Analisis Proporsi Sumber Daya Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus Kota Manado) Leidy Magrid Rompas
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya produktif adalah untuk sumber daya manusia yang menghargai kerja sebagai suatu sikap pengabdian kepada Tuhan, berbudi luhur, cakap bekerja, terampil, percaya pada kemampuan diri dan mempunyai semangat kerja yang tinggi. Dalam suatu proyek konstruksi, penentuan besarnya proporsi biaya untuk sumber daya harus tepat. Mengingat bahwa alokasi biaya untuk sumberdaya proyek pada masa konstruksi adalah paling besar, sehingga apabila terdapat ketidaktepatan dalam perhitungan proporsi ini dapat mengakibatkan kerugian pada proyek. Selama ini para estimator menghitung biaya proyek berdasarkan pengalaman dilapangan sedangkan gambaran mengenai besarnya alokasi untuk sumberdaya belum ada. Untuk penelitian dengan judul Analisis Proporsi Sumber Daya Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus Kota Manado) bertujuan mengidentifikasi, menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan penentuan sumberdaya proyek dan memodelkan proporsi sumberdaya tersebut sehingga dapat digunakan sebagai suatu acuan. Adapun sumberdaya proyek terdiri dari sumber daya material(y1), sumberdaya manusia (y2), dan sumberdaya peralatan (y3) yang masing-masing ditentukan proporsinya berdasarkan jumlah biaya proyek total. Berdasarkan kajian, faktor yang memberikan pengaruh terhadap pembiayaan sumberdaya tersebut diantaranya nilai kontrak proyek (x1) dan durasi (x2). Tinjauan dibatasi pada proyek konstruksi di Kota Manado. Kata kunci – proporsi, konstruksi, proyek, sumber daya, model, material, manusia, peralatan, gedung, biaya
Dampak Contract Change Order Terhadap Jadwal Pekerjaan Pada Pembangunan RSUD Provinsi Sulawesi Utara Rayhan Aslah; Grace Y. Malingkas; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian proyek yang sesuai dengan waktu, anggaran dan mutu yang telah ditentukan. Realita di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan sebuah proyek tidak bisa dipastikan dapat terlaksana berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Salah satu bagian yang merupakan pokok dalam hal ini adalah manajemen waktu dan biaya. Di mana dalam beberapa kondisi proyek seringkali mengalami perubahan dalam segi desain, biaya dan juga waktu. Penilitian ini difokuskan pada topik Contract Change Order dan jadwal pekerjaan pada pembangunan Gedung bertingkat RSUD ODSK Prov. Sulut yang bertempat di jalan Beteshda, kota Manado. Banyaknya proyek yang dilakukan seperti sekarang ini khususnya di provinsi Sulawesi Utara dengan faktor kurang detailnya survey dan ketidak sesuaian dengan gambar rencana awal mengakibatkan terjadinya pekerjaan tambah kurang yang menimbulkan pengaruh yang sangat signifikan terhadap biaya, volume, waktu, produktifitas dan resiko yang lebih tinggi. Untuk itu perlu dilakukan peninjauan terhadap faktor apa saja yang mungkin terjadi dalam kegiatan setelah di lakukan CCO sehingga dapat meminimalisir kerugian antara dua belah pihak atau lebih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor dampak change order pada jadwal pekerjaan dan akibat yang terjadi terhadap waktu dan perubahan volume dan biaya. Kata kunci – Change Order, jadwal pekerjaan
Analisis Perhitungan Reduksi Karbon Dioksida (CO2) Dengan Rancangan Penanaman Pohon Bakau (Mangrove) Di Area Pesisir Sekitar Pelabuhan Pelelangan Ikan Kecamatan Tuminting Sampai Pesisir Pantai Molas Yudhawan Putra Pratama Ambat; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang; O. B. A. Sompie; Revo L. Inkiriwang; Tommy Jansen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pidato Presiden pada United Nations Climate Chance Conference United Kingdom 2 November 2021 mengatakan sektor kehutanan dan lahan Indonesia akan mencapai net karbon sink pada tahun 2023, rancangan wisata mangrove adalah salah satu usaha untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Penelitian ini menggabungkan rancangan dan juga analisis dari rancangan wisata mangrove, dilakukan pengukuran dan observasi untuk mendapatkan luas lahan, dan dapat mengestimasikan jumlah pohon dan berapa banyak serapan CO2 yang dihasilkan. Adapun kuisioner yang dilakukan untuk mengetahui tangkat pengetahuan dan dukungan masyarakat tentang rancangan mangrove ini. Hasil rancangan yang didapatkan adalah sebagai berikut, luas lahan rancangan 142.759 m2 atau 14,2 Ha, Jumlah pohon dibagi menjadi 2 jenis yaitu Soonerita Alba dan Rhizipora Stylosa, dengan masing masing jumlah 9.252 dan 7.896 ind. Estimasi serapan CO2 adalah 17.693 ton/ha dengan rata rata 1,06 ton/ha per pohon. Hasil kuisioner yang didapatkan adalah 50% diatas rata-rata, masyarakat mengetahui mangrove dan kepedulian masyarakat rancangan mangrove diatas 50%. Kata kunci – mangrove, Karbondioksida, Soonerita Alba, Rhizipora Stylosa
Rancangan Ide Dan Teknologi Konsep Hijau Untuk Strategi Penerapan Di Kabupaten Bolaang Moongondow Zalzabila C. Kiay Demak; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan menjadi hal yang sedang diperbincangkan akhir-akhir ini. Salah satu akibatnya yaitu adanya rencana pembangunan berorientasi pertumbuhan melainkan bukan ekologi, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, berkurangnya ketersediaan sumber daya alam serta bencana lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya penataan ruang yang terintegrasi dalam perwujudan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan. Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan kabupaten dengan wilayah terluas di Provinsi Sulawesi Utara, dan merupakan salah satu daerah yang mengalami pemekaran di Sulawesi Utara. Permasalahan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Bolaang Mongondow saat ini yaitu : belum adanya RTH kawasan perkotaan, pengelolaan sampah yang perlu ditingkatkan, banjir, genangan di pusat perkotaan, tanah longsor, dan masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam penanganan lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan kondisi eksisting Kabupaten Bolaang Mongondow, perhitungan melalui kualitatif dan kuantitaf Asian Green City Index, mengidentitifikasi dan mengetahui prioritas data melalui metode Matriks (Cross-Tabulasi), kemudian rancangan penerapan teknologi hijau yang terdapat dalam delapan atribut green city yaitu green planning and design, green open space, green buildings, green waste, green water, green energy, green transportation dan green community dan menggunakan metode overlay dalam melihat kompleksitas atau tabrakan data. Hasil dari penelitian ini berupa strategi penerapan konsep green city dalam meningkatkan kinerja Kabupaten Bolaang Mongondow menuju kota berkelanjutan. Kata kunci - Green City, Asian Green City Index (AGCI), strategi, teknologi hijau
Penerapan Metode EOQ Dan Metode Analisis ABC Pada Persediaan Material Proyek Konstruksi (Studi Kasus : Perumahan Puri Kelapa Gading Minahasa Utara) Fergita Tomigolung
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan material merupakan salah satu faktor penting dalam proyek. Masalah yang sering dihadapi yaitu pemesanan yang berlebihan dan yang kurang. Oleh karena itu harus dikendalikan dengan baik untuk mendapatkan tingkat persediaan yang optimum. Terdapat banyak metode yang bisa digunakan. Metode EOQ ( Economic Order Quantity ) dan Metode Analisis ABC (Always Better Control ) merupakan suatu teknik penyelesaian masalah persediaan. Material yang ditinjau disini yaitu semen, pasir dan kerikil, khususnya pada pekerjaan struktur. Adapun tahap-tahap perhitungan metode EOQ yaitu untuk mengetahui jumlah material yang harus dipesan, kapan pemesanan harus dilakukan agar mendapatkan biaya yang minimum. Sedangkan tahap perhitungan metode analisis ABC meninjau tahap pemesanan material dan total biaya pembelian material berdasarkan harga kontrak. Setelah diadakan perhitungan dengan metode EOQ, maka dapat diketahui dengan jelas jumlah material yang harus dipesan, waktu untuk melakukan pemesanan dan total biaya yang harus dikeluarkan. Jumlah pesanan yang ekonomis untuk semen 31 sak dengan total biaya persediaan Rp. 154.159,-. Jumlah pesanan yang ekonomis pasir 10m³ dengan total biaya persediaan Rp. 43.937,-. Jumlah pesanan yang ekonomis untuk kerikil 7m³ dengan total biaya persediaan Rp. 78.138,-. Perhitungan dengan analisis ABC dapat diketahui kelompok A : pemesanan tahap 1 dan 2, kelompok B : pemesanan tahap 3 dan kelompok C : pemesanan tahap 4 dan 5. Ketiga kelompok ini digunakan oleh semua material yang ditinjau. Kata kunci – Economic Order Quantity, analisis ABC, persediaan material