cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Desa Matani Satu Kecamatan Tumpaan Jonathan Sutrisno; M. Ihsan Jasin; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Matani Satu yang berada di Desa Matani Satu, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis terletak pada koordinat 1̊14'58.0"N 124̊36'46.3"E Pantai Matani Satu merupakan pantai yang terletak dakat pemukiman warga padat penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Hal ini tentunya dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat ketika terjadi gelombang dan pasang air laut yang tinggi. Ketika memasuki bulan November sampai februari kondisi gelombang air laut di pantai tersebut menjadi tinggi hal ini menyebabkan masuknya air laut pada pemukiman dan merusak pemukiman warga serta berpotensi merusak insfrastruktur. Sehubungan dengan kondisi pantai tersebut maka diperlukan data atau informasi untuk perencanaan bangunan pengaman pantai untuk mencegah dan menghentikan kerusakan yang ada. Perencanaan pengaman pantai harus direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data maka didapatkan perencanaan bangunan pengaman pantai jenis bangunan Revetment dengan tinggi mercu 5,1 m, lebar puncak 4,4 m, kemiringan bangunan 1: 4. Fungsi bangunan pengaman pantai untuk mencegah gelombang tinggi masuk ke pemukiman penduduk. Kata kunci: pantai Matani, abrasi, pengaman pantai, revetment
Manajemen Risiko Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Konstruksi Pada Pembangunan Gedung Ruang Pelayanan Khusus POLDA Sulawesi Utara Gilbert Y. Surundajang; Jantje B. Mangare; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Masalah umum mengenai K3 ini juga terjadi pada penyelenggaraan konstruksi. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja. Kerugian jiwa, material, uang dan waktu merupakan akibat-akibat yang tentu saja akan menghambat secara langsung pelaksanaan proyek konstruksi. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan yang terjadi pada kegiatan proyek pembangunan Gedung Ruang Pelayanan Khusus (RPK) POLDA Sulawesi Utara, Manado. Kata kunci: kesehatan dan keselamatan kerja, proyek konstruksi, manajemen risiko
Analisis Pengaruh Pencampuran Nanomaterial: Graphene Oxide Terhadap Kuat Tekan Beton Berly A. Kalembiro; Reky S. Windah; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan dalam pembangunan struktur bangunan. Dalam beberapa kasus, campuran beton memerlukan penggunaan bahan tambahan untuk meningkatkan kinerjanya, terutama dalam hal kuat tekan beton. Salah satu bahan tambahan yang menarik perhatian adalah graphene oxide, sebuah material baru yang ditemukan dalam dunia nanoteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan graphene oxide terhadap kekuatan beton melalui pengujian kuat tekan. Graphene oxide disintesis dari grafit menggunakan metode Liquid Phase Exfoliation (LPE), dan karakterisasi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dengan puncak absorbansi yang diperoleh pada panjang gelombang 224,70 nm. Pada tahap pengujian kuat tekan beton, dilakukan variasi presentase penambahan graphene oxide sebesar 0%, 0,05%, 0,1%, dan 0,2% dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan graphene oxide sebesar 0,1% dan 0,2% menghasilkan peningkatan kuat tekan beton sebesar 5,187% dan 10,136% dibandingkan dengan beton tanpa penambahan graphene oxide. Namun, pada presentase 0,05% terjadi penurunan kuat tekan sebesar 2,231% dari beton tanpa penambahan graphene oxide. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi positif dari penggunaan graphene oxide dalam meningkatkan kekuatan beton. Kata kunci: graphene oxide, kuat tekan, liquid phase exfoliation
Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Paerentek Kecamatan Lembean Timur Jendry M. O. Bernadus; Jeffry D. Mamoto; Nicolaas J. Tangkudung
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Parentek yang berada di Desa Parentek, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis terletak pada koordinat 1°08'02"N 125°01'07"E Pantai Parentek merupakan pantai yang terletak dakat pemukiman warga. Penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Hal ini tentunya dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat ketika terjadi gelombang dan pasang air laut yang tinggi. Pada saat saat tertrentu kondisi gelombang air laut di pantai tersebut menjadi tinggi hal ini menyebabkan masuknya air laut pada pemukiman dan merusak pemukiman serta mengganggu aktivitas warga. Sehubungan dengan kondisi yang ada di pantai tersebut, maka diperlukan data atau informasi untuk perencanaan pengaman pantai untuk mencegah dan menghentikan kerusakan yang ada. Perencanaan pengaman pantai harus direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang di dapatkan dari BMKG kota Bitung, dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, Pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data maka didapatkan perencanaan bangunan pengaman pantai jenis bangunan Revetment dengan tinggi mercu 4,9 m, lebar puncak 3,8 m, kemiringan bangunan 1:3. Fungsi bangunan pengaman pantai untuk mencegah gelombang tinggi masuk ke pemukiman penduduk. Kata kunci: pantai Parentek, gelombang, pengamanan pantai, revetment
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biofilter Anaerobik-Aerobik RSUD Provinsi Sulawesi Utara Kenny S. I. E. Tumewu; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermunculannya banyak rumah sakit baru di sulawesi utara, memberikan tanda tanya besar kepada masyarakat tentang dampak yang akan ditimbulkan dari limbah-limbah yang dihasilkan oleh setiap rumah sakit. RSUD Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu rumah sakit baru yang baru dan mulai beroperasi tanggal 1 April 2022. Limbah yang dihasilkan salah satu nya adalah limbah cair yang menarik untuk diteliti dan dipelajari untuk menghasilkan informasi yang membuat hati masyarakat tenang. Dengan teknologi yang memberikan kemudahan, IPAL RSUD Provinsi Sulawesi Utara menggunakan sistem biofilter Anaerobik-Aerobik. Sistem ini merupakan sistem yang dipakai dalam mendaur ulang limbah cair yang ada di IPAL RSUD Provinsi Sulawesi Utara, dan hasil akhirnya dapat dipakai kembali sebagai flush water. Hasil dari penelitian yang dilakukan di inlet & outlet IPAL RSUD Provinsi Sulawesi Utara dapat dikatakan dimana kinerja IPAL cukup memuaskan atau efisien, dilihat dari 7 parameter yang telah diukur sesuai dengan PERMEN LHK RI No.68 Tahun 2016, Potential Hydrogen (pH) mengalami penurunan dari 8,09 menjadi 8,06, kemudian Biologycal Oxygen Demand (BOD) yang mengalami penurunan dari 7 mg/l menjadi 5 mg/l, kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dari 12 mg/l masih sama 12 mg/l, kandungan Total Suspended Solid (TSS) turun dari 5 mg/l menjadi 3 mg/l, kandungan Minyak dan Lemak dari 2 mg/l menjadi <1 mg/l, kandungan Amoniak turun dari 1,63 mg/l menjadi 1,31 mg/l, dan kemudian Total Coliform yang turun dari >24200 mpn/100 ml menjadi 5790 mpn/100 ml. Semoga penelitian ini bisa bermanfaat bagi pihak RSUD Provinsi Sulawesi Utara dan bisa membantu meningkatkan kinerja IPAL agar bisa selalu bekerja dengan efektif dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, BOD, COD, TSS
Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Surabaya Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Renaldo W. Lumy; Jeffry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Surabaya, merupakan objek wisata Kabupaten Minahasa Utara yang yang sangat indah. Pantai ini mendapatkan perhatian dari banyak orang, sehingga banyak pengunjung/ wisatawan yang datang baik orang dewasa sampai anak-anak kecil. Namun demikian pada saat musim tertentu daerah ini cukup potensial mendapatkan gempuran gelombang dan pasang surut serta pada bulan-bulan tertentu terjadi gelombang dan pasang surut yang cukup besar/tinggi di daerah pantai tersebut, sehingga pada waktu tertentu terjadi penggerusan di tebing pantai, yang mengakibatkan terjadinya abrasi. Perencanaan pengaman pantai harus direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangkalan Utama TNI AL VIII Kairagi Berupa data angin, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis sehingga didapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data maka didapatkan perencanaan bangunan pengaman pantai Tipe (Hard) dengan jenis bangunan Revetment dengan lapis lindung Batu Alam yang dimodifikasi, Tinggi Mercu 4,87 m, Lebar Puncak 2,5 m, Kemiringan Pengaman 1:3, Lebar Toe Protection 5,46 m, serta Tinggi Toe Protection 1,67 m. Kata kunci: pantai Surabaya, gelombang, abrasi, pengamanan pantai, revetment
Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus: Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Veteran, Kota Bitung) Aditya Tarigan; Lucia I. R. Lefrandt; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang tak bersinyal merupakan perpotongan antara dua atau lebih ruas jalan yang dimana pada persimpangan tidak bersinyal akan terjadi konflik antar kendaraan yang melewati simpang tersebut. Simpang tak bersinyal Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Veteran kota Bitung merupakan salah satu persimpangan yang memiliki konflik. Simpang tersebut kerap kali menimbulkan masalah kemacetan karena terdapat banyak kendaraan yang sering melewati simpang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik simpang dan kinerja simpang tiga tak bersinyal menggunakan Metode PKJI 2014 dengan memperhitungkan derajat kejenuhan, tundaan, dan LOS dan simulasi menggunakan software PTV Vissim untuk meningkatan kinerja dari simpang tak bersinyal tersebut. Data lalu lintas diambil dari hasil survei lapangan selama tiga hari. Hasil yang didapatkan untuk volume lalu lintas tertinggi didapat pada hari senin 05 Desember 2022 pukul 07.00 - 08.00 dengan jumlah volume lalu lintas (Q) sebesar 2389,4 skr/jam, nilai kapasitas (C) sebesar 2519 skr/jam, nilai Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,95, nilai tundaan simpang (T) sebesar 17,10 detik/skr, nilai peluang antrian (PA) sebesar 36 % - 71 % dan tingkat pelayanan simpang (LOS) D. Hasil dari alternatif simulasi Vissim menunjukkan bahwa skenario penambahan lajur Jl Wolter Monginsidi arah Bitung merupakan alternatif yang paling efektif dari ketiga skenario yang dilakukan. Kata kunci: Simpang Tak Bersinyal, PKJI 2014, PTV Vissim
Evaluasi Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Gideon W. S. Lempoy; Arthur H. Thambas; Hans J. Tawas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Tanawangko yang berada di Desa Borgo, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa adalah salah satu pantai yang dipergunakan sebagai daerah pemukiman. Daerah pantai ini merupahkan salah satu Kawasan pemukiman yang berkembang di daerah pantai yang berada di Kabupaten Minahasa, namun kondisi pantai dengan gelombang yang cukup tinggi membuat beberapa kerusakan rumah warga walaupun sudah dibuatkan bangunan pengaman pantai. Bangunan pengaman pantai yang digunakan berjenis revetment. Hasil Penelitian meghasilkan hasil bahwa Rekapitulasi Arah, Tinggi dan Periode Gelombang dari Masing – Masing Fetch Berdasarkan Hindcasting Gelombang tahun 2017 – 2021 didapatkan bahwa arah barat laut paling tinggi dengan tinggi gelombang (H) : 0,4128 meter dan periode gelombang (T): 3,283. Dan dari perhitungan angkuta Sedimen,di dapatkan nilai angkutan sedimen Sejajar Pantai 10.852,302 dan nilai angkutan sedimen Tegak Lurus Pantai 2.621,200. Berdasarkan hasil penelitian yang ada merujuk ke tujuan,fungsi prinsip Bangunan Pengaman Pantai, Bangunan Pengaman Pantai yang cocok untuk Pantai Tanawangko adalah Tembok Laut (Seawall). Dengan Sudah adanya Bangunan Pengaman Pantai yang ada di Pantai Tanawangko (Seawall) dengan batu pecah sebagai pelindung. Dapat dinyatakan Efektif karena masih sesuai Dengan Tujuan,Fungsi Prinsip Bangunan Pengaman Pantai. Kata kunci: pantai Tanawangko, gelombang, pengamanan pantai, seawall
Strategi Implementasi Konsep Green Building Pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana Kabupaten Mimika Gabriela Mor Mor Naa; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim merupakan permasalahan lingkungan yang menjadi perbincangan dunia termasuk juga Indonesia. Masalah – masalah lingkungan tersebut disebabkan oleh adanya aktifitas seperti penebangan hutan, konsumsi energi yang cukup besar, penumpukan dan pembakaran sampah serta polusi transportasi. Namun disamping factor – factor tersebut ternyata bangunan juga merupakan factor yang menyumbang efek pemanasan global dengan porsi yang lebih besar. Melihat kondisi yang ada maka munculah konsep Green Building ini. Konsep Green Building merupakan konsep bangunan ramah lingkungan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana sudah menerapkan konsep Green Building serta untuk memberikan usulan implementasi Green Building pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana. Penilaian pada penelitian ini berdasarkan pada tolok ukur perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1. Penelitian ini mengkaji seluruh kategori pada perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1 yaitu kategori tepat guna lahan, kategori konservasi dan efisiensi energi, kategori konservasi air, kategori sumber dan siklus material, kategori kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, serta kategori manajemen lingkungan bangunan. Berdasarkan hasil penilaian pada bangunan Masjid Baitur Rahim, maka diperoleh total poin keseluruhan sebesar 81 poin dengan persentase sebesar 69,23% serta berhasil mendapatkan peringkat Platinum. Strategi implementasi yang diberikan pada bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana pada Kategori Tepat Guna Lahan yaitu penyediaan wallgarden, penggunaan atap green roof, penyediaan akses pejalan kaki untuk menghubungkan bangunan masjid dengan bangunan lain tanpa melalui public serta melakukan kampanye pengurangan penggunaan kendaraan bermotor. Pada Kategori Konservasi dan Efisiensi Energi yaitu perlu dilakukan komisioning secara berkala, penyediaan kWh meter untuk system tata udara dan system tata cahaya dan system beban lainnya, penyediaan display energi serta merencanakan penggunaan energi terbarukan sebagai sumber energi. Pada Kategori Konservasi Air yaitu mengganti penggunaan keran dengan menggunakan keran auto-stop. Pada Kategori Sumber dan Siklus Material yaitu menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis dan warna. Pada kategori Kesehatan dan Kenyamanan Dalam Ruang yaitu memasang sensor gas CO2. Pada Kategori Manajemen Lingkungan Bangunan yaitu mempekerjakan seorang greenship professional. Strategi implementasi ini diharapkan mampu menjadi usulan yang baik dalam rangka peningkatan penerapan bangunan hijau pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana. Kata kunci: bangunan hijau, masjid, green existing building
Analisa Dinamik Bangunan Bertingkat Yang Memiliki Ketidakberaturan Horisontal Berbentuk T Akibat Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Christoffel Tanauma; Reky S. Windah; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa yang terjadi dapat mengakibatkan deformasi pada struktur bangunan yang bisa menyebabkan suatu struktur mengalami kerusakan. Penggunaan struktur yang tidak beraturan dapat mempengaruhi kestabilan suatu struktur sehingga deformasinya akan lebih besar. Gedung dengan denah bentuk T adalah salah satu model struktur dengan ketidakberaturan horizontal. Struktur yang direncanakan adalah struktur gedung beton bertulang yang difungsikan sebagai gedung perkantoran yang berlokasi di Kota Manado, Sulawesi Utara. Analisis dilakukan pada gedung dengan 1 model denah tipikal beraturan dan 3 model denah tipikal berbentuk T dengan luas denah yang sama yaitu 1944m2. Untuk menganalisis struktur gedung tiap model digunakan metode analisis dinamik respons spektrum ragam sesuai dengan SNI 1726:2019. Gaya geser dasar hasil analisis dinamik respons spektrum ragam pada model D gedung berbentuk T dengan proyeksi sudut dalam arah Y sebesar 75% mengalami penurunan sebesar 708kN untuk arah X dibandingkan dengan model A gedung beraturan. Gedung berbentuk T yang kemudian dilakukan variasi peningkatan proyeksi sudut dalam pada arah Y menyebabkan peningkatan nilai simpangan arah X yang tegak lurus dari arah proyeksi sudut dalam dibandingkan dengan pemodelan beraturan model A dengan peningkatan simpangan yang mencapai 12,25% pada model D dengan proyeksi sudut dalam terbesar, yaitu 75%. Semakin besar proyeksi sudut dalam pada suatu bangunan, semakin besar pula simpangan yang terjadi. Kata kunci: bangunan bertingkat, ketidakberaturan, ETABS, analisa dinamik respons spektrum ragam