cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Kebutuhan Material Dengan Metode Economic Order Quantity Pada Proyek Pembangunan Rusun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Anjani Mangoli; Ariestides K. T. Dundu; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56820

Abstract

Penelitian ini berfokus pada menganalisis kebutuhan material pada proyek bangunan gedung yaitu proyek rusun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara bertujuan untuk meminimumkan biaya-biaya yang timbul dalam persediaan material pada proyek gedung dengan menggunakan metode economic order quantity (EOQ). Metode yang digunakan untuk analisis data merupakan metode EOQ dengan memperhatikan biaya pesan,biaya simpan,biaya persediaan. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder berupa analisa harga satuan pekerjaan,rencana anggaran biaya,dan penjadwalan (time schedule).Dari hasil penelitian,biaya yang didapat setelah dihitung dengan menggunakan metode EOQ. Untuk Material Semen : Total biaya pesan (TOC) Rp 1,738,361; Total biaya simpan (TCC) Rp 1,738,364; Total Persediaan (TC) Rp 3,476,725. Untuk material besi : Total Biaya Pesan(TOC) Rp 1,197,077; Total Biaya Simpan (TCC) Rp 1,197,086; Total Biaya Persediaan (TC) Rp 2,394,162. Kata kunci: biaya pesan, biaya simpan, biaya persediaan, Economic Order Quantity
Analisis Kemacetan Lalu Lintas Di Jalan Raya Manado – Bitung, Kelurahan Girian Weru, Kota Bitung Jessica Siby; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56941

Abstract

Jalan Raya Manado – Bitung, Kelurahan Girian Weru, Kota Bitung, menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Bitung, terutama selama jam sibuk atau pada waktu puncak. Ini disebabkan oleh tata guna lahan yang merupakan area komersial yang padat akan kegiatan masyarakat umum. Area pendidikan, pasar tradisional, pertokoan, perkantoran ada disepajang jalan ini. Berdasarkan hasil analisis kinerja Jalan dengan menggunakan metode PKJI 2023 diperoleh nilai Volume lalu lintas (Q) sebesar 1538.8 smp/jam, nilai Kapasitas (C) sebesar 1713.6 smp/jam, nilai Derajat Kejenuhan (Dj) sebesar 0,897 smp/jam, nilai Kecepatan arus bebas (VB) sebesar 26,5608 km/jam, kecepatan tempuh) sebesar 24 km/jam, waktu tempuh sebesar 0,020833333 jam. Hal ini berarti tingkat kemacetan di Jalan Raya Manado – Bitung termasuk dalam kategori kemacetan yang tinggi dengan nilai Derajat Kejenuhannya yang sudah melebihi 0,8, dapat dilihat tingkat pelayanan di Jalan Raya Manado – Bitung adalah tingkat pelayanan E. Pada kondisi ini Arus tidak stabil, kecepatan kadang berhenti.. Untuk solusi mengatasi kemacetan yaitu pembuatan jembatan penyeberangan orang dan pelebaran geometrik jalan. Hasil analisis untuk solusi mengatasi kemacetan dengan pembuatan jembatan penyeberangan orang didapat kapasitas meningkat tingkat pelayanan menjadi C dan untuk hasil analisis solusi mengatasi kemacetan dengan melakukan peleberan jalan didapatkan tingkat pelayanan menjadi D. Dan untuk hasil simulasi SUMO didapatkan peningkatan kecepatan kendaraan menjadi 14.766 km/jam. Kata kunci: kemacetan, kinerja jalan, hambatan samping
Analisis Pasang Surut Di Kawasan Pantai Budo Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Indry S. Sepang; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56954

Abstract

Pantai Budo yang berada di kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu pantai yang dipergunakan sebagai sektor parawisata. Pada saat-saat tertentu faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini. Sementara itu, seiiring dengan perkembangan aktivitas wilayah pantai di pantai Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara sudah banyak di lakukan kegiatan, jika dibiarkan dapat menyebabkan gelombang laut terus menerus sehingga mengakibatkan erosi atau abrasi pada pantai tersebut. Setiap wilayah pantai pada kenyataannya memiliki kondisi pasang surut yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponen, tipe pasang surut, serta elevasi muka air laut yang terjadi di Pantai Budo Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dengan Metode Admiralty dan least square dimana data pasang surut yang digunakan ialah data pengukuran yang dilakukakan selama 15 hari, dan data pasang surut di dapat dari navigasi BMKG STAMAR BITUNG, lalu di lanjutkan perhitungan dengan menggunakan metode admiralty dan Least Square kemudian didapatkan nilai dari bilangan formzahl yang dilanjutkan dengan perhitungan menggunakan bantuan perangkat lunak microsoft excel sehingga diperoleh tipe pasang surut serta elevasi muka air laut. Kata kunci: pantai Budo, pasang surut, Metode Admiralty, Metode Least Square, bilangan Formzahl
Analisis Perbandingan Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Lakban Kecamatan Ratatotok Dan Pantai Matani Satu Kecamatan Tumpaan Starmon J. W. Supit; Jeffry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56960

Abstract

Pantai Lakban, Ratatotok, Minahasa Tenggara dan Pantai Matani Satu, Tumpaan, Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, merupakan kawasan area wisata, namun juga rentan terhadap dampak gelombang laut yang dapat mempengaruhi stabilitas garis pantai dan ekosistem pesisir. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian terdahulu untuk mengkaji lebih dalam tentang perbandingan transformasi gelombang berdasarkan pengaruh kedalaman laut. Data yang diperoleh dianalisis dan dibuat lima stasiun (STA) untuk memahami bagaimana perubahan kedalaman mempengaruhi proses refraksi, shoaling, dan gelombang pecah. menganalisis perbandingan pengaruh kedalaman terhadap transformasi gelombang linier di Pantai Lakban dan Pantai Matani Satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola refraksi, difraksi, dan refleksi gelombang akibat variasi kedalaman di kedua pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman memiliki pengaruh signifikan terhadap transformasi gelombang, terutama pada proses refraksi. Perbedaan morfologi dasar pantai juga berkontribusi terhadap perbedaan pola transformasi gelombang di kedua lokasi. Kata kunci: Pantai Lakban, Pantai Matani Satu, transformasi gelombang, gelombang pecah
Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Ruas Jalan Wolter Mongisidi Kota Bitung Claudia S. Tege; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56961

Abstract

Ruas Jalan Wolter Mongisidi kota Bitung merupakan kawasan jalan yang terkenal dengan kawasan pertokoan, pasar tradisional, kantor pemerintahan, sekolah sehingga menjadi jalan utama bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas. Peningkatan lalu lintas dan kepadatan penduduk di sekitar ruas jalan ini telah memunculkan hambatan samping yang berpotensi memengaruhi kinerja jalan. Penelitian ini mengambil data survey di lapangan berupa hambatan samping, volume lalu lintas, dan kecepatan kendaraan. Analisis kinerja lalu lintas berupa kapasitas ruas jalan, kecepatan arus bebas, derajat kejenuhan, kecepatan tempuh dan waktu tempuh. Kemudian kinerja ruas jalan disimulasikan dengan Simulation of Urban Mobility (SUMO). Parameter dari skenario eksisting yang terjadi, selanjutnya dibandingkan menggunakan program SUMO dengan kondisi tanpa hambatan samping. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan, volume lalu lintas tertinggi sebesar 971,2 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan (Dj) sebesar 0.49 di dapat LOS C yaitu kondisi arus lalu lintas stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan. Nilai kapasitas ruas jalan (C) sebesar 1965,6 smp/jam, dengan kecepatan arus bebas (VB) sebesar 31,9176 km/jam. Nilai kecepatan tempuh (VT) sebesar 27 km/jam dan waktu tempuh (WT) sebesar 6,67 detik. Pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas jalan sebesar 524,1/jam dikategorikan kelas hambatan samping tinggi.Hasil yang diperoleh menggunakan program SUMO dilakukan perbandingan kondisi hambatan samping tinggi dengan kondisi tanpa hambatan samping didapatkan pengaruh pada kinerja jalan sebesar 53% yang artinya telah terjadi penurunan sebesar 47% dari kapasitas yang seharusnya. Kata kunci: Hambatan Samping; Kinerja Ruas Jalan; Simulation of Urban Mobility.
Analisis Dinamis Chimney Beton Bertulang Akibat Variasi Percepatan Gempa Gabriella A. Kaligis; Reky S. Windah; Banu D. Handono
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.57031

Abstract

Perindustrian di Indonesia sedang berkembang dan bersaing dengan industri global, dibuktikan dengan adanya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Salah satunya PLTU Sulut-3 2x50 MW di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Chimney merupakan bagian penting dari PLTU. Struktur Chimney yaitu struktur kantilever yang memiliki ketinggian puluhan meter yang rentan terhadap gaya lateral seperti gempa. Di Indonesia sendiri terletak di pertemuan tiga lempeng besar dunia dan beberapa lempeng kecil sehingga sering mengalami gempa bumi berfrekuensi tinggi. Gempa bumi menyebabkan kerusakan dan kerugian yang besar pada bangunan. Penelitian ini difokuskan pada kekuatan struktur bangunan chimney pada PLTU Sulut-3 terhadap percepatan gempa yang akan diberikan. Tujuannya untuk mengetahui respons struktur terdapat gempa yang diambil dari rekaman gempa San Fernando 1971, Chi Chi Taiwan 1999, dan Kocaeli 1999. Metode yang digunakan yaitu time history analysis dengan bantuan program SAP2000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya geser dasar terbesar diperoleh dari percepatan gempa San Fernando dan selaras dengan hasil perpindahan terbesar yang diperoleh dari gempa yang sama. Perpindahan arah X dan Y berbeda nilai dikarenakan struktur chimney memiliki bukaan pada bagian bawah struktur dan dianggap struktur tidak simetris. Kata kunci: chimney, analisis riwayat waktu, analisis dinamik, gempa bumi, SAP2000
Analisis dan Desain Balok Beton Bertulang Menggunakan Tabel Berdasarkan SNI 2847:2019 Christina H. K. Mailangkay; Reky S. Windah; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.57041

Abstract

Perhitungan tulangan balok dengan menggunakan cara tabel dapat mempermudah dan mempercepat dalam mendesain tulangan lentur balok persegi beton bertulang. Dengan cara tabel dan mengacu pada SNI 2847:2019, maka dapat mendesain tulangan lentur pada balok dengan data nilai fc’ , fy, dan nilai dimensi penampang balok (b, h, d) apabila diketahui momen ultimatenya. Selain itu dengan cara tabel dapat juga dilakukan analisis untuk menentukan nilai momen ultimatenya apabila diketahui besaran tulangan tarik dan tulangan tekannya. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan menunjukan bahwa hasil perhitungan dengan menggunakan cara tabel hasilnya hampir sama dengan hasil dari perhitungan cara manual. Kata kunci: analisis, desain, tabel penulangan balok, tulangan tunggal, tulangan rangkap
Analisis Penerapan Smart Living Pada Perumahan Tamansari Metropolitan Kota Manado Frendi D. Lumintang; Jermias Tjakra; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.57095

Abstract

Peningkatan penduduk perkotaan secara signifikan membawa pengaruh besar pada pola hidup dan peradaban manusia. Peningkatan penduduk yang cepat ini memunculkan kebutuhan mendesak dan tantangan untuk menemukan strategi yang tepat dan cara-cara yang cerdas untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan kesejahteraan penduduk di Kota Manado. Beberapa kota besar di Indonesia sudah menerapkan konsep smart city, salah satunya yaitu Kota Manado. Implementasi kebijakan smart city di Kota Manado dilandaskan pada Peraturan Walikota Manado Nomor 10 Tahun 2018 tentang Manado smart city. Salah satu program smart city pemerintah Kota Manado pada dimensi smart living pembangunan dan pengembangan kawasan Kota Baru (Manado Aerocity), yang dimana perumahan Tamansari Metropolitan termasuk dalam pengembangan kawasan Kota Baru yang dikembangkan pemerintah Kota Manado bekerjasama dengan stakeholder terkait. Pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat konsep smart living (hunian cerdas) juga diamanatkan dalam Peraturan Menteri PUPR No. 27/PRT/M/2017 tentang Panduan Pembangunan Budaya Integritas di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Juga berdasarkan pada Visium PUPR tahun 2030 bidang Perumahan dan Permukiman, yaitu 100% Urban Smart Living (Hunian cerdas di wilayah perkotaan). Kata kunci: smart city, smart living, perumahan
Analisis Potensi Likuifaksi Pada Ruas Jalan Tol Manado-Bitung (Sta. 9+745) Vladimir Polii; Hendra Riogilang; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57262

Abstract

Likuifaksi adalah salah satu fenomena yang terjadi ketika daya dukung tanah yang menopang bangunan seketika hilang secara tiba-tiba akibat getaran yang muncul ketika gempa bumi. Peristiwa Likuifaksi akan menyebabkan kerugian yang sangat besar pada pekerjaan-pekerjaan infrastruktur, sehingga diperlukan analisa lebih lanjut untuk mengetahui bahaya likuifaksi dalam pekerjaan konstruksi dalam hal ini Jalan Tol Manado-Bitung menjadi lokasi penelitian potensi Likuifaksi dengan menggunakan nilai uji Standart Penetrasi (SPT). Analisis potensi likuifaksi bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan dterhadap Likuifaksi ditiap lapisan tanah di Ruas Jalan Tol Manado Bitung khususnya STA 9+745, dengan membandingkan nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR) yang adalah nilai tahanan tanah untuk menahan Likuifaksi dengan nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) yang merupakan ratio tegangan siklik yang terjadi pada tanah akibat gempa dan dapat menyebabkan Likuifaksi terjadi. Nilai faktor keamanan (FS) akan menjelaskan potensi terjadinya likuifaksi pada tiap lapisan tanah, jika nilai factor keamanan (FS) kurang dari satu maka tanah berpotensi terjadi likuifaksi, jika nilai faktor keamanan (FS) lebih besar dari satu maka tanah aman dari potensi likuifaksi. Analisa potensi Likuifaksi dilakukan dengan kontrol faktor keamanan (FS) terhadap gempa refrensi yaitu dengan Moment Magnitude (Mw) = 5, 5.5, 6, 6.5, 7, dan 7,5 Skala Richter. Kata kunci: likuifaksi, jalan tol Manado-Bitung, Standart Penetration Test (SPT)
Analisis Kualitas Air Di Sungai Panasen Akibat Lahan Persawahan Desa Panasen Kabupaten Minahasa Rahelga F. E. Rembet; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57270

Abstract

Desa Panasen memiliki luas wilayah 267 Ha, dengan 83 Ha (31,09%) digunakan untuk lahan persawahan yang mendukung aktivitas pertanian. Dilihat dari kondisi geografis Desa Panasen yang berdekatan dengan Sungai Panasen menyebabkan sungai ini sering digunakan sebagai tempat pembuangan limbah pertanian dan domestik. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan konsentrasi BOD dan COD di hilir sungai yang bermuara di Danau Tondano dibandingkan dengan di Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Peningkatan ini diduga disebabkan oleh limpasan limbah pertanian dari penggunaan pupuk dan pestisida, serta limbah domestik dari pemukiman yang tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, terjadi penurunan konsentrasi Total Fosfat di hilir sungai, yang dapat disebabkan oleh pengendapan fosfat dalam sedimen dasar sungai. Adapun strategi pengendalian pencemaran yang diusulkan meliputi identifikasi sumber pencemaran, pengembangan dan penerapan teknologi pengolahan limbah seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta peningkatan peran serta masyarakat dan koordinasi pemerintah. Dengan implementasi strategi-strategi ini, diharapkan kualitas air Sungai Panasen dapat ditingkatkan dan dilindungi secara efektif, mendukung kesehatan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kata kunci: kualitas air, pencemaran, pertanian, Sungai Panasen, DAS Danau Tondano