cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
ISSN : 23386649     EISSN : 24775177     DOI : -
JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) dengan ISSN 2477-5177 (media online) dan 2338-6649 (media cetak), adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dibidang inovasi teknologi terapan dengan cakupan: Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Teknik Telekomunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Rancang Bangun Biometric Starting System Berbasis Microcontroller ATmega328P Untuk Operator Alat Berat Dozer D3K Caterpillar Halim, Abdul
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i1.826

Abstract

AbstractHeavy equipment industry ia an employment sector with potentially high rate of accidents, which might occur due to the operator's own fault, where he or she does not have competence in operating such an equipment. This operator's fault accident ranks number two after that of the mechanic's accident rate, which is the focus of this research. In line with the latest digital electronical development, companies have been able to solve problems confronted with operators, one of which is through the application of biometric authorization device, which has been expected to be able to reduce the rate in the industrial accidents in heavy equipment rental. This device works by requiring authorization of the operator without inserting the manually inserted Ignition key to the machine, but the operator' fingerprint that has been authorized into the system to operate such a machine. This, in turn, Will be able to reduce risks of getting an accident among operators. Fingerprint has Ita function to recognize the operator's identity as well as password to the electronical Ignition key to the machine that not everybody can get acceses to operating the machine to start it up. Design of this electronically controled device is to produce biometrically engine start-up relpacing the currently recognize Ignition switch to crank and switch off the engine using microcontrolled ATmega328P sytem.  Results of the study gained from the tests based on the standard operating procedures show based on the standard Operating procedures show a 100% success without any obstacles Keywords : biometric, starting system, mokrokontroller, fingerprint  AbstrakIndustri  alat berat merupakan lapangan pekerjaan yang dimana memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, banyak kecelakaan kerja terjadi dikarenakan kesalahan  operator alat berat itu sendiri, baik itu karena operator  tersebut tidak memiliki kompetensi keahlian dalam mengoperasikan kendaraan alat berat tersebut, sehingga operator alat berat menjadi  pekerjaan dengan tingkat kecelakaan tertinggi kedua setelah mekanik, itulah yg menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Seiring dengan perkembangan teknologi elektronika digital dewasa ini, maka persoalan-persoalan yang dihadapi mampu untuk dipecahkan dan disolusikan yang dialami perusahaan terhadap para operator dilapangan, salah satunya adalah biometric authorization, yang diharapkan dapat mengurangi  tingkat kecelakaan kerja didunia industri rental alat berat yang  pekerjaannya memerlukan proses otorisasi para operatornya, dimana yang biasanya autorisasi tersebut biasanya menggunakan kunci kontak akan diganti dengan sidik jari (fingerprint). hanya operator yang telah terotorisasilah yang dapat masuk kedalam sistem tersebut untuk mengoperasikan unit.  Sehingga diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan kerja dikalangan operator. Fingerprint berfungsi sebagai identitas operator dan password sebagai kunci elektroniknya. Dengan menggunakan fingerprint seseorang tak akan mudah mengoperasikan unit dengan sembarangan karena hanya sang operator yang sudah terotorisasi yang bisa starting engine. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk merancang dan membuat biometric starting engine otomatis menggantikan fungsi key star switch yang selama ini digunakan untuk cranking engine dan turn off the engine dengan kendali akses menggunakan fingerprint dan password berbasis mikrokontroler ATmega328P.      Hasil yang diperoleh dari pengujian berdasarkan SOP yang telah dibuat berhasil 100% tanpa ada problem. Kata kunci :  biometric, starting system, microcontroller, fingerprint
Studi Eksperimental Kuat Lentur Baja Ringan Profil C Sebagai Komponen Rangka Atap Yudi Pranoto
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i1.768

Abstract

Cold frame is one of the alternatives to address the problem of the durability of the wood, but cold frame has a number of drawbacks, namely the high gravity, not easy in the manufacture of large span and require extra supervision strictly in its implementation and to make it. The purpose of this study is to analyze how big the power supple of profile C75.75.0,75 mild steel from three different products. Expect in this research, profile C-steel light can be used as a replacement of the roof frame of timber and concrete without overriding the power of the light steel profile C. From the results obtained as a result of the strong bending light steel C profile of each product. Powerful bending light steel profile C75.75.0,75 product Chi-Chi with span 1 m produced deflection of 14.7833 mm, the maximum load amounted to 86.8000 Kg and elastic tension of 1.0914 Kg/mm2, whereas in the span of 1.5 m with the same products and specifications the resulting deflection of 52.9533 mm, the maximum load of 80.0000 Kg and elastic tension of 1.0508 Kg/mm2. Powerful bending light steel profile C75.75.0,75 1 m span Truss with products generated deflection of 20.7600 mm, the maximum load amounted to 151.3333 Kg and elastic tension of 1.9512 Kg/mm2, whereas in the span of 1.5 m with the same products and specifications the resulting deflection of 43.6767 mm, the maximum load amounted to 126.3333 Kg and elastic tension of 1.4567 Kg/mm2. Powerful bending light steel profile C75.75.0 .75 product Kaso with span 1 m produced deflection of 21.0133 mm, the maximum load amounted to 164.0000 Kg and elastic tension of 2.1129 Kg/mm2, whereas in the span of 1.5 m with the same products and specifications the resulting deflection of maximum load 43.3333 mm amounted to 110.3333 Kg and elastic tension of 1.4379 Kg/mm2.
Analisis Kuat Geser Tanah Lempung menggunakan Kapur dan Petrasoil Indrayani Indrayani .
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i1.807

Abstract

Several studies have added lime, fly ash, or gypsum to clay soils to increase the shear strength of relatively low clay soils. The addition of lime and petrasoil as solvents in water was carried out in this study, where petrsoil is often used in Indonesian road construction works. This study aims to obtain the effect of adding lime and petrasoil to the shear strength of clay. The tests consists of the index properties, seive analysis, atterberg limits, soil compaction, and shear strength testing, based on SNI and ASTM. Mixed variations consist of 6, namely: (i) soil + petrasoil; (ii) soil + 10% lime + petrasoil; (iii) soil + 15% lime + petrasoil; (iv) soil + 20% lime + petrasoil; (v) soil + 10% lime + water; (vi) soil + water; all variations without ripening. The test results showed an increase in the value of soil cohesion in the addition of petrasoil and lime variations of 20%, amounting to 50.94. While the angle of shear of the soil increased with the addition of lime at a variation of 10% both with water and with petrasoil, which amounted to 35.10. This shows an increase in soil shear strength with the addition of petrasoil and lime to the soil.
RANCANG BANGUN DC – DC CONVERTER BERBASIS MICROCONTROLLER STM32F4 DAN MATLAB/SIMULINK Hilmansyah Hilmansyah; Restu Mukti Utomo
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i1.777

Abstract

DC – DC converter banyak diplikasikan pada renewable energy, sel surya, sistem pengecasan baterai dan mobil listrik. Salah satu metode pada DC – DC converter adalah buck converter. Pada buck converter, tegangan keluaran lebih kecil dari tengangan masukkannya. Pada paper ini, buck converter didesain menggunakan microcontroller STM32F4 berbasis MATLAB/Simulink, TLP521 sebagai pengaman rangkaian daya buck converter dan rangkaian kendali STM32F4, IGBT FGH75T65UPD sebagai komponen switching, dan IR 2111 yang berfungsi sebagai gate driver untuk IGBT. Penanaman program STM32F4 dari MATLAB/Simulink menggunakan waijung blockset. Tegangan masukan pada buck converter didesain sebesar 35 V dengan tegangan keluaran sebesar 3,5 V sampai dengan 31,5 V dengan frekuensi switching pada IGBT maksimum sebesar 100 kHz. Data pada hasil eksperimen menunjukkan bahwa perubahan pada duty cycle akan berpengaruh pada tegangan keluaran, arus keluaran dan effisiensi dari buck converter.
Pengaruh Sudut Kemiringan Ruang Masak dan Penggunaan Lensa Fresnel terhadap Performa Kompor Surya Tipe Kotak Risse Entikaria Rachmanita
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i1.806

Abstract

Performance test on box solar cooker with variations in the inclination angle of the cook room and variations of the cook room cover have been carried out. The variations angle of the cook room are 10°, 20° and 30° while the cook room cover uses 2 variations namely glass and a combination of fresnel glass. The size of the solar cooker is 60 x 60 x 40 cm with a thickness of 0.9 cm. The test was conducted in the car park behind the Engineering Building Politeknik Negeri Jember at 10:00 to 14:00 with recording every 10 minutes. The highest average solar cooker efficiency was found in solar cooker 4 with a cooking room tilt angle of 30° and using a fresnel glass combination cook room cover, the efficiency is 6.7% on the first day of testing. The highest average cooking power was also found in solar cooker 4 of 24.7 W on the second day of testing. The highest water suhue was found in solar cooker 4 at 90°C on the third day of testing. 
MODIFIKASI CYLINDER HEAD DAN INJEKSI GAS HHO TERHADAP PERFORMA MESIN 4 LANGKAH 1 SILINDER Indah Puspitasari
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i1.753

Abstract

Kendaraan yang high performance dan irit bahan bakar dapat dihasilkan dari memodifikasi mesin. Tujuan penelitian adalah memodifikasi intake dan exhaust cylinder head  menggunakan bahan bakar pertalite dengan penambahan gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen), kemudian menganalisa pengaruhnya terhadap performa mesin. Dengan memperbesar diameter intake dan exhaust menjadi 28.35 mm dari ukuran standar 26 mm (intake) dan 26.5 mm (exhaust). Kemudian menambahkan dimple pada intake dengan jarak berdempetan (variasi 1) dan berjarak 1 mm (variasi 2). Pengujian performa dilakukan dengan dynotest. Berdasarkan pengujian, variasi 1 memiliki performa lebih baik dibanding standar. Daya maksimum standar yaitu 18.2 hp putaran 6690 rpm, daya terendah yaitu 7.8 hp putaran 10.000 rpm. Daya maksimum variasi 1 yaitu 18.9 hp putaran 7175 rpm, daya terendah yaitu 9.4 hp putaran 6240 rpm. Torsi maksimum standar yaitu 19.24 N.m putaran 6671 rpm, torsi terendah yaitu 5.49 N.m putaran 10000 rpm. Torsi maksimum variasi 1 yaitu 18.8 putaran 7133 rpm, torsi terendah yaitu 17.38 N.m putaran 10000 rpm. Dari hasil penelitian diketahui bahwa mesin modifikasi memiliki kestabilan performa lebih baik dibandingkan mesin standar, disebabkan bahan bakar yang terendap pada dimple namun performa puncak mesin modifikasi tidak lebih baik dari mesin standar dikarenakan suplai bahan bakar yang sama dari karburator.
Implementasi Framework Cobit 5 Fokus Domain (MEA) dalam Evaluasi Tata Kelola Teknologi Informasi Pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Riau hadi asnal; Prilly Maya Gita
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i1.815

Abstract

Dinas Komunikasi informatika dan Statistik Provinsi Riau khususnya pada bidang layanan e-government perlu dilakukan kajian untuk  mengetahui apakah penggunaan teknologi informasi sudah mencapai target yang diinginkan dan juga dapat meminimalisir resiko yang terjadi. Dalam pelaksanaan tata kelola teknologi informasi tersebut membutuhkan monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk memantau  jalannya proses evaluasi tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis data, wawancara dan kuisioner. COBIT 5 merupakan suatu framework yang memiliki beragam kebutuhan yang dibutuhkan oleh manajemen dengan tetap memperhatikan resiko yang mungkin hadir dan digunakan untuk mengetahui tingkat kematangan tata kelola teknologi informasi. Dengan menggunakan  domain monitor, evaluate and assess (MEA) atau yang berfokus pada pengawasan, penilaian dan kepatuhan regulasi dari keseluruhan sistem TI yang dijalankan oleh Dinas Komunikasi informatika dan Statistik Provinsi Riau tetap terjaga dengan baik. 
KENYAMANAN TERMAL ADAPTIF MAHASISWA DI UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA Zulfiana, Indah Sari
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 9, No 1 (2021): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v9i1.952

Abstract

To get good quality learning, a comfortable study room is needed both visually, audally and thermally. Thermal comfort is greatly influenced by the climatic conditions of a region. In areas with high daily air temperature, high humidity and low air velocity, it is difficult to produce thermal comfort with natural air conditioning. Jayapura City is one of the cities in Indonesia with daily air temperature and high humidity and low air velocity. Therefore, adaptive processes are needed to achieve thermal comfort in spaces, including study rooms. Each human's adaptive thermal comfort is different according to local climatic conditions. The purpose of this study was to determine the adaptive thermal comfort of students in naturally ventilated classrooms at the Jayapura University of Science and Technology (USTJ) in the city of Jayapura, Papua, namely students 'neutrality, acceptance and thermal preferences, as well as students' adaptive behavior in achieving thermal comfort. This research was conducted in one of USTJ's classrooms in Jayapura, Papua. Four environmental parameters were measured, namely temperature, humidity, wind speed, and mean radiant temperature (MRT). The data were obtained through filling out a questionnaire to 100 USTJ students during the space measurement. Thermal neutrality data were analyzed using regression analysis using SPSS software, while thermal acceptance and preference and adaptive behavior were analyzed based on the results of the questionnaire answers. The results showed that USTJ students' thermal neutrality was at 29.°C Ta or 29.55°C Top. all students can accept the thermal conditions of the room, but 59% of students choose to want the room to be cooler due to their thermal preferences. The adaptive behavior that is carried out is turning on the fan, picking up objects to be used as a fan, leaving the room and drinking more often.
Soft Starting dengan Redaman Arus Starting Pada Motor BLDC Ony Asrarul Qudsi; Eka Prasetyono; Indra Ferdiansyah; Syechu Dwitya Nugraha; Era Purwanto
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 2 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i2.934

Abstract

Jurnal ini menyajikan desain rinci dan implementasi teknik pengaturan akselerasi pada motor BLDC untuk soft starting dengan redaman arus. Pada umumnya, arus sangat tinggi saat motor melakukan akselerasi terlebih lagi pada kondisi pengawalan (starting). Hal ini dapat menyebabkan penggunaan energi menjadi tidak efisien. Pada penelitian diusulkan sebuah desain pengaturan akselerasi motor BLDC dengan metode six-step PWM yang akan mengendalikan inverter tiga fasa. Sensor hall effect digunakan sebagai sinyal masukan untuk mikrokontroler dan digunakan untuk mengatur sinyal luaran PWM untuk proses swtching/pensaklaran pada mosfet. Pada penelitian ini digunakan mikrokontroler STM32F407. Pengujian telah dilakukan dengan dua kondisi yaitu tanpa pembatasan arus dan dengan pembatasan arus dengan set point 250 rpm. Hasil menunjukkan pada kondisi tanpa pembatasan arus, waktu akselerasi cukup cepat dengan arus starting 44A, sedangkan ketika pada kondisi dengan pembatasan arus sebesar 22A, waktu akselerasi lebih lambat 2 detik namun rata-rata arus starting 22A.
ANALISIS PENGARUH JARAK GADING TERHADAP KEKUATANN MEMANJANG KAPAL FERRY RO-RO 5000 GT Amalia Ika Wulandari
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 8, No 2 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v8i2.871

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan kapal adalah jarak gading. Perkembangan konstruksi tidak lagi mengatur jarak gading, sehingga para perancang kapal merencanakan jarak gading optimal dengan batasan tegangan maksimum pada pelat menurut aturan klasifikasi. Momen batas struktur kapal harus sama dengan atau lebih besar dari 1.2 kali momen lentur vertikal (sagging dan hogging), sehingga momen total kapal dapat dihitung berdasarkan aturan BKI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak gading terhadap kekuatan memanjang kapal dan mengetahui jarak gading optimal. Metode yang digunakan yakni FEM (Finite Element Method) dengan variasi jarak gading pada kapal ferry ro-ro. Hasil penelitian didapatkan kekuatan batas untuk jarak gading 700 mm pada kondisi hogging berada pada momen sebesar 1.88x1012 Nmm dan pada kondisi sagging sebesar -1.33x1012 Nmm. Kekuatan batas untuk jarak gading 800 mm pada kondisi hogging berada pada momen sebesar 1.87x1012 Nmm dan pada kondisi sagging sebesar -1.33x1012 Nmm. Kekuatan batas untuk jarak gading 900 mm pada kondisi hogging berada pada momen sebesar 1.85x1012 Nmm dan pada kondisi sagging sebesar -1.32x1012 Nmm. Kekuatan batas untuk jarak gading 1000 mm pada kondisi hogging berada pada momen sebesar 1.79x1012 Nmm dan pada kondisi sagging sebesar -1.32x1012 Nmm. Jarak gading optimal berada pada variasi jarak gading 700 mm dengan momen batas pada kondisi hogging sebesar 1.88x1012 Nmm dan pada kondisi sagging sebesar -1.33x1012 Nmm.