cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Respon Kreatif Perajin Pandan dalam Mendukung Lingkungan, Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat, dan Pelestarian Sumber Daya Alam Hendriyana, Husen; Putra, I Nyoman Darma; Rinestu, Tyas; Sunarya, Yan Yan
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1673

Abstract

Pangandaran Jawa Barat adalah daerah pantai pasir dan bukit berbatu membentang sepanjang 91 km yang separohnya, 44,85 km, ditumbuhi tanaman pandan (pandanus tectorius). Potensi kekayaan alam itu menginspirasi tumbuhnya pekerjaan baru dari mayoritas penduduk Pangandaran petani padi, kelapa, gula kelapa, serta nelayan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji respons individu dan kelompok masyarakat terhadap budaya kreatif untuk membuat produk kreatif berbasis material pandan. Uraian difokuskan pada respon psikologis individu dan atau kelompok terhadap sumber daya lingkungan, respons psikologis terhadap sumber daya lingkungan dalam membentuk hubungan antar-kelompok, dan menggambarkan pemahaman kelompok perajin terhadap pengetahuan dan keterampilan desain yang memperhatikan kelestarian sumber daya lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan Participation Action Research (PAR), eco-design, eco-friendly product, environmental design melalui sinergisitas unsur-unsur pengampu kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kesadaran kreatif baru bagi masyarakat Pangandaraan untuk membuat produk kriya berbasis pandan yang tidak saja bernilai ekonomi tetapi dapat mendukung program masyarakat mengurangi sampah plastik. Lewat berbagai produk olahan berbasis pandan seperti eco-friendly shopping bag (tas belanja ramah lingkungan), proses dan karya kreatif mereka pelan-pelan juga menimbulkan kesadaran baru untuk menjaga sumber daya pandan agar bisa menyediakan bahan baku secara berkelanjutan.     Kata Kunci:  pandanus tectorius; perajin pandan Pangandaraan Jawa Barat; produk ramah lingkungan, sampah plastik
Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara Sundari, Emmy; Dienaputra, Reiza D; Nugraha, Awaludin; Yuliawati, Susi
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1679

Abstract

Subjek penelitian ini adalah upacara adat Bapelas. Objek pembahasannya tentang pembacaansimbol-simbol kekuasaan di upacara adat Bapelas. Pembacaan simbol dilakukan dalam bentukreduplikasi dan pengamatan langsung struktur pelaksanaan upacara adat Bapelas. Pengkajianini dilakukan melalui pengumpulan data-data secara empiris, bersifat induktif, menggunakanmetode kualitatif dan analisis interpretatif. Reduplikasi upacara adat Bapelas merupakanpengulangan upacara ritual-sakral warisan leluhur secara turun-temurun dari tahun ke tahun.Upacara adat Bapelas menyimpan banyak simbol-simbol yang mencerminkan kekuasaansultan sebagai pemegang kekuasaan di Kerajaan Kutai. Namun sultan sendiri tidak memegangkekuasaan dan wewenang di masa pemerintahan Republik Indonesia. Kekuasaan dalampenelitian ini, hanya sebatas kekuasaan sultan sebagai pemegang kekuasaan adat di kerajaan.Kekuasaan dan wewenang hanya sebagai simbol legitimasi atau pengakuan bahwa KerajaanKutai Kartanegara sampai saat ini masih berdiri. Pemerintah Indonesia menjadikan Kerajaanini sebagai warisan budaya (kearifan lokal) dan pariwisata bagi kemajuan ekonomi, sosial, danpolitik Kutai Kartanegara .Kata Kunci: Bapelas, simbol, kekuasaan.
Problematika Teater Pakeliran sebagai Konsep Garap dalam Seni Pewayangan Putra, I Gusti Made Darma
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1714

Abstract

Konsep teater pakeliran dalam penciptaan karya seni eksperimental oleh mahasiswa pedalanganISI Denpasar semakin populer dan sering digunakan. Di balik popularitasnya, budaya praktekdalam aplikasinya sering mengesampingkan proses berkonsep sebagai pondasi awal garap karyaseni yang dapat dipertanggung jawabkan. Model penelitan kualitatif dengan analisis deskriptifanalitik ini, menggunakan teori bentuk seni, kritik seni, dan teori nilai guna menganalisis pokokbahasan: 1) Konsep teater pakeliran dalam pertunjukan wayang, 2) Problematika konsep teaterpakeliran, 3) Potensi konsep teater pakeliran sebagai nilai. Penulis mengemukakan bahwa:1) Sebagai sebuah bentuk bermakna ‘teater’ dan ‘pakeliran’ masing-masing mewakili cabangilmu yaitu ‘drama’ yang identik dengan unsur teatrikal, serta ‘pewayangan’ dikenal denganpementasan boneka pipih dibalik kelir. 2) Perlunya pemetaan dan formulasi dalam konsepteater pakeliran yang mampu menjadi solusi problematika yang kerap terjadi. 3) Formulasiteater pakeliran sebagai sebuah konsep berfikir dan metode mengajar dengan aplikasi teoritisdan praktis demi penilaian estetik kelembagaan dan sosial.Kata kunci: teater pakeliran, problematika, pewayangan
Simbolisme Katak dalam Upacara Meminta Hujan Babangkongan di Desa Surawangi Kabupaten Majalengka Hidayat, Lina Marliana
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1715

Abstract

Upacara Babangkongan dilaksanakan masyarakat Desa Surawangi Kabupaten Majalengkapada musim halodo (hujan tidak turun-turun). Masyarakat desa Surawangi percaya bahwadengan melaksanakan upacara Babangkongan, hujan akan turun. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan teori simbolisme dari Mircea Eliade yang menekankannilai eksistensial simbolisme, di mana simbol selalu mengarahkan pada suatu situasi manusiaterlibat di dalamnya, juga selalu menjaga hubungan dengan sumber kehidupan yangmelingkunginya. Ketika sawah kekurangan air, mereka melakukan upacara meminta hujanBabangkongan. Upacara dilakukan malam hari dari rumah Kuwu (kepala desa). Diawali denganupacara berdoa bersama yang dipimpin seorang kokolot (tetua desa), kemudian aktor yangberperan sebagai Bangkong (katak) menaiki usungan lalu diarak keliling Desa mengambilalur melawan arah jarum jam yang disebut Ider Naga. Pada saat keliling itu para pengusungmenirukan suara katak yang bersahut-sahutan, beberapa penduduk sudah menunggu arakarakansambil mengguyurkan air dari ember dan wadah lainnya kepada aktor yang berperansebagai Bangkong. Upacara Babangkongan berakhir kembali ketitik berangkat di rumah Kuwu(kepala desa). Kemudian di adakan upacara penutup, upacara Babangkongan selesai. Peniruansuara katak dan penghadiran aktor yang berperan sebagai katak merupakan bentuk simbolismeKatak yang erat hubungannya dengan mendatangkan hujan.Hujan untuk kesuburan sawah.Kata kunci: Babangkongan, katak, simbolisme katak
Wisata Religi Berbasis Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Kampung Dukuh Rohaeni, Ai Juju; Emilda, Nia
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1716

Abstract

Wisata religi merupakan aktivitas perjalanan atau kunjungan yang dilakukan untuk menambahwawasan keagamaan. Salah satu wisata religi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesiaadalah ziarah. Ziarah dilakukan sebagai penghormatan kepada yang dianggap mempunyaikelebihan ilmu, terutama ilmu agama, menjadi panutan, atau mengabdikan dirinya untukbangsa dan negara selama hidupnya. Ziarah juga dilakukan ke situs atau tempat yang dianggapsakral. Kampung Adat Dukuh banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat keunikan jugamelaksanakan ziarah ke Makom Syekh Abdul Jalil, orang yang pertama menemukan danmemberi nama kampung Dukuh dan juga ulama yang ikut menyebarkan agama Islam diJawa Barat. Wisata religi ini ternyata tidak hanya berdampak pada bertambahnya wawasankeagamaan dan keilmuan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pemberdayaan ekonomimasyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif. Hasil penelitian menggambarkan secara komprehensif tentang aktifitas wisatareligi serta dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Adat DukuhKecamatan Cikelet Kabupaten Garut.Kata Kunci: Wisata Religi, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat kampungAdat Dukuh
Kriya di Pulau Bali: Ketakson, Kerajinan, dan Kitsch Sunarya, I Ketut
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1728

Abstract

Kriya merupakan akar seni rupa di Indonesia. Di Bali kriya ketakson terwujud karena  fungsi utamanya sebagai simbol Sang Suci, dan menjadi batu loncatan bertemu dengan-Nya. Ia bersifat sakral, dihormati serta dikeramatkan oleh masyarakat. Sejalan konsep ajeg Bali, guna mengantisipasi keberlanjutan kebudayaan Bali, maka keluar keputusan penggolongan sifat budaya (kriya) Bali menjadi 3 (tiga), yakni; wali, bebali, dan balih-balihan. Penggolongan ini mempertegas kembali perbedaan kriya yang berfungsi untuk kebutuhan agama dan kriya untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. Artikel ini merupakan kajian yang mempertegas kembali kriya sakral dan profan yang pantas disuguhkan untuk wisatawan. Memperjelas perbedaan dan keberadaan kriya ketakson, kerajinan, serta kitsch di Bali. Mengingat Pulau Bali merupakan pulau yang terbuka yang mempunyai visi Bali Lestari.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK BERBASIS ETNIS SIMALUNGUN DALAM APLIKASI WEBSITE Widiastuti, Uyuni
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1741

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Seni Musik Berbasis Etnis Simalungun Dalam Aplikasi Website. Permasalahan pada penelitin ini adalah belum tersedianya materi pembelajaran Seni Budaya di SMK khususnya musik tradisional Sumatera Utara, oleh sebab itu maka tuujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menyusun materi seni musik berbasis etnis Simalungun dalam bentuk dokumen; (2) mengunggah materi seni musik berbasis etnis Simalungun dalam bentuk audio visual ke dalam aplikasi website. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpul data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian merumuskan bahwa materi yang disusun untuk pembelajaran seni musik adalah pembelajaran sulim simalungun dalam bentuk audio visual. Video Pembelajaran Sulim Simalungun yang dihasilkan pada penelitian ini menguraikan tentang teknik dalam memainkan sulim Simalungun secara bertahap, baik teknik memainkan sulim secara umum maupun teknik yang khas dalam memainkan sulim Simalungun. Selanjutnya dengan VCD pembelajaran sulim Simalungun diunggah pada website dengan blog https://pembelajaransulimsimalungun.blogspot.com/, sehingga digunakan pembelajaran Seni Musik.
Ucing Corona: Modifikasi Permainan Tradisional pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru Harini, Yostiani Noor Asmi; Zenab, Ai Siti
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.1751

Abstract

Pada era pandemi covid, permainan Ucing-ucingan tidak lagi dimainkan padahal permainan tersebut memiliki fungsi penting bagi perkembangan motorik, kognitif, bahasa, dan afektif anak. Tujuan artikel ini menawarkan permainan Ucing Corona yang merupakan modifikasi dari permainan Ucing-ucingan yang cocok dimainkan pada era adaptasi kebiasaan baru. Ucing Corona dikembangkan melalui perspektif ilmu folklor dan transformasi. Ucing Corona diciptakan melalui tahapan identifikasi pola permainan, identifikasi irisan permainan, dan transformasi permainan yang disesuaikan dengan kebutuhan adaptasi kebiasaan baru. Hasil penelitian ini menghasilkan struktur permainan Ucing Corona dan fungsinya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif permainan yang sesuai dengan kebutuhan adaptasi kebiasaan baru.Kata kunci: adaptasi kebiasaan baru, folklor, modifikasi, Ucing Corona. 
Pelestarian Budaya Jawa: Inovasi dalam Bentuk Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari Widyastitieningrum, Sri Rochana; Herdiani, Een
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.1752

Abstract

Artikel ini membahas tentang inovasi bentuk pertunjukan wayang orang sriwedari di Surakarta. Inovasi pertunjukan wayang orang dilakukan agar tetap bertahan pada masa pandemi covid-19 yang dihadapi masyarakat. Inovasi sebagai hasil kreativitas dari para seniman muda pemain wayang orang sriwedari berupaya menghasilkan pertunjukan wayang orang yang menarik dan padat serta dapat diapresiasi masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan pendekatan etnokoreologi dan dramaturgi. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi bentuk pertunjukan wayang orang dilakukan dengan cara menggarap aspek-aspek bentuk pertunjukan yang meliputi garap lakon atau cerita, alur dramatik, garap adegan, garap tokohtokoh, garap gerak tari, garap karawitan tari, tata rias, tata busana, tata panggung, tata cahaya, dan tata suara. Inovasi dilakukan oleh sutradara, pemain, pengrawit, dan pendukung lainnya. Inovasi dilakukan dengan mengutamakan capaian nilai estetik. Inovasi menghasilkan bentuk pertunjukan wayang orang lebih padat, atraktif, dinamis, dan menarik, serta durasi waktu pertunjukan semakin singkat, yaitu 2 jam. Hal itu berpengaruh pada pertunjukan wayang orang sriwedari bersifat kekinian dan eksis, serta diapresiasi oleh masyarakat luas, terutama Surakarta. Kata kunci: inovasi, pertunjukan, wayang orang, Sriwedari.
MAKHLUK MITOLOGI MENGHALAU PANDEMI: KAJIAN SEMIOTIKA BUKU ILUSTRASI MINNA NO AMABIE Sari, Ida Ayu Laksmita
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1758

Abstract

Penelitian ini menganalisis ilustrasi makhluk mitologi yang dipercaya oleh masyarakat Jepang dapat menghalau pandemi. Mahkluk mitologi yang bernama amabie ini merupakan warisan dalam sistem kepercayaan Jepang sejak dulu, namun menjadi trending topik sosial media terutama di twitter di tengah-tengah merebaknya pandemi Covid-19. Data diambil dari buku Ilustrasi Minna no Amabie (Amabie Kita Semua) memuat 87 karya yang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 1) ilustrasi dari komikus terkenal, 2) ilustrasi berbentuk patung dan kerajinan lainnya, dan 3) ilustrasi gambar atau lukisan. Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomena kepopuleran amabie di tengah pandemi serta alasan di balik pembuatan karya ilustrasi tersebut. Data dianalisis dengan teori semiotika dan resepsi. Hasil analisis mengungkapkan bahwa sebagian besar pembuat karya ingin menyampaikan pesan bahwa amabie adalah simbol kekuatan agar masyarakat bersama-sama memerangi pandemi Covid-19 dan berharap pandemi ini dapat segera berakhir.  Kata kunci: amabie, ilustrasi, pandemi Covid-19

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision More Issue