cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Estetika Adegan Bondres Wayang Tantri oleh Dalang I Wayan Wija Wicaksandita, I Dewa Ketut; Sariada, I Ketut; Santosa, Hendra
PANGGUNG Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i1.1146

Abstract

ABSTRACTBebondresan is a scene that is raised in order to entertain the audience. The scene of the bonding on theTantri puppet play Bhagawan Kundala Nangun Yadnya by Dalang Wija was brought up with a varietyof creativity that no other Dalang had ever done. This gave rise to appreciation in the form of applausefrom the audience who indicated the fulfillment of the wonderful taste of the aesthetic values that emerged.The main purpose of this research is to find out the aesthetics of the bebondresan scene. The researchmethod in the form of observation, interviews and documentation is the source of data acquisition by theauthor, which is then reduced and analyzed using instrumental aesthetic theory and aesthetic theoriesof aesthetics. The results of this study later found that the form of the bondres scene was formed visuallyin the form of three puppet Bondres namely, men holding drums, sexy women and agile old women,the structure consisted of three two-dimensional leather puppets, a drum and tambourine combinedthrough puppet play patterns, musical instruments and vocal wayang dialogues. The aesthetics of theBondres scene lies in, (1) ‘interrelations’, namely wholeness which is seen from the interrelationship,integration and harmony in the elements forming the scene; (2) ‘complexity’ that is interwoven betweenthe elements in the structure that are staged through complex playing patterns; (3) ‘prominence’ whichis the presentation of the results of the achievement of creativity by Dalang Wija which is seen from thecharacteristics of the artwork, the background of the mastermind’s abilities and his motivation.Keywords: Bondres Scene, Wayang Tantri, I Wayan WijaABSTRAKAdegan bondres merupakan sebuah adegan yang dimunculkan dengan tujuan untukmenghibur penonton. Adegan bondres pada wayang Tantri lakon Bhagawan Kundala NangunYadnya oleh Dalang Wija dimunculkan dengan beragam kreativitas yang tidak pernahdilakuakn Dalang lain. Hal ini memunculkan apresiasi berupa tepuk tangan dari penoton yangmengindikasikan terpenuhinya rasa nikmat indah atas nilai estetis yang muncul. Tujuan utamapenelitian ini ialah untuk mengetahui estetika dari adegan bebondresan. Metode penelitianberupa observasi, wawancara dan dokumentasi menjadi sumber perolehan data oleh penulisyang selanjunya direduksi dan dianlisis menggunakan teori estetika instrumental dan teoriestetika sifat estetis. Hasil penelitian ini selajutnya menemukan bahwa wujud adegan bondresini terbentuk secara visual berupa tiga wayang bondres yaitu, pria memegang kendang, wanitasexy dan wanita tua lincah, strukturnya terdiri atas tiga buah wayang kulit dua dimensi, sebuahkendang dan tamborin yang dikombinasi melalui pola bermain wayang, alat musik dan vokaldialog wayang. Estetika adegan bondres ini terletak pada, (1) ‘keterkaitan’ yaitu keutuhan yangdilihat dari keterkaitan, keterpaduan dan harmoni pada elemen-elemen pembentuk adegan;(2) ‘kerumitan’ yang terjalin di antara elemen-elemen pada struktur yang dipentaskan melaluipola bermain yang kompleks; (3) ‘penonjolan’ yaitu presentasi hasil pencapaian kreativitasoleh Dalang Wija yang dilihat dari ciri-ciri karya seni, latar belakang kemampuan dalang danmotivasinya.Kata Kunci: Adegan Bondres, Wayang Tantri, I Wayan Wija
Makna Visual dalam Ilustrasi Naskah Sajarah Banten Ramadina, Savitri Putri
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1161

Abstract

Sajarah Banten merujuk pada kumpulan naskah tentang Kesultanan Banten yang dibuat sekitar abad ke-17 hingga abad ke-19. Dari total 29 naskah yang bertahan dan sudah diteliti, hanya ada satu naskah yang memiliki ilustrasi. Visualisasinya tidak menyertakan gambaran mahluk hidup dan hanya terdiri dari benda mati seperti kapal, furniture, bangunan, dan bendera. Meskipun demikian, komposisi obyek-obyek tersebut menandakan peristiwa dan aktivitas tertentu yang ada dalam narasi naskah.Penelitian ini bermaksud untuk menelaah bagaimana visualisasi dan komposisi obyek tanpa penggambaran karakter digunakan untuk mengilustrasikan cerita dalam naskah Sajarah Banten. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan semiotika visual C.S. Peirce untuk memahami bagaimana makna visual pada obyek digunakan untuk menandai aktivitas tertentu.   Kata kunci: Banten, ilustrasi, naskah, semiotika, visual.
Kearifan Lokal Hajat Laut Budaya Maritim Pangandaran Heriyawati, Yanti; Herdiani, Een; Dimyati, Ipit Saefidier
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1169

Abstract

ABSTRACTHajat Laut (sea celebration) as a tradition of Pangandaran coastal community has been changing as thechanging of the people’s social structure. Pangandaran, a regency which is famous of sea tourism object,still maintains the ritual of Hajat Laut containing local wisdom. This writing is aimed at analyzinghow Hajat Laut as a primordial cultural heritage of nautical community adapts with the social economydevelopment of the people. Mircea Eliade’s view is applied to trace the old views containing local wisdom.Meanwhile, Thomas Kuhn’s proposition bridges the discussion on paradigm dynamics toward theevents of Hajat Laut. in addition to literature study, the data are obtained through observation basedon characteristics of qualitative research. The result shows that Hajat Laut as the heritage of primordialsociety passes through an interpretation process from each of the generations. The anomaly existingin the process of paradigm debates place Hajat Laut in the presence and position adjusting to the livedevelopment need of Pangandaran society as a tourism city. At the same time, the economic, social, andreligious needs are fulfilled by keep maintaining the local wisdom of the culture.Keywords: local wisdom, hajat laut, coastal, PangandaranABSTRAKHajat Laut sebagai tradisi masyarakat pesisir Pangandaran telah mengalami perubahandengan perubahan struktur sosial masyarakatnya. Pangandaran sebagai kabupaten yangterkenal dengan objek wisata laut ini masih menyimpan ritual Hajat Laut yang bermuatankearifan lokal. Tulisan ini bertujuan mengkaji bagaimana Hajat Laut sebagai warisan budayaprimordial masyarakat laut mengalami proses adaptasi dengan perkembangan sosial ekonomimasyarakatnya. Pemikiran Mircea Eliade digunakan untuk menelusuri jejak-jejak pemikiranlama yang bermuatan kearifan lokal. Sementara pandangan Thomas Kuhn menjembatani dalampembahasan dinamika paradigma terhadap peristiwa Hajat Laut. Selain studi pustaka, datadatapenelitian dikumpulkan melalui observasi berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif.Hasil kajian menunjukkan bahwa, Hajat Laut sebagai warisan masyarakat primordial melewatiproses interpretasi dari setiap generasinya. Anomali yang terjadi dalam proses perdebatanparadigma menempatkan Hajat Laut kini hadir dan mengalir sesuai dengan perkembangankebutuhan hidup masyarakat Pangandaran, sebagai kota wisata. Secara bersamaan pemenuhankebutuhan ekonomi, sosial, dan religi terpenuhi dengan tetap mempertahankan nilai-nilaikearifan lokal budayanya.Kata Kunci: kearifan lokal, hajat laut, pesisir, Pangandaran
Industri Kreatif Unggulan Produk Kriya Pandan Mendukung Kawasan Ekowisata Pangandaran, Jawa Barat Hendriyana, Husen; Putra, I Nyoman Darma; Sunarya, Yan Yan
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1202

Abstract

ABSTRACTPangandaran is known as one of many famous tourist destinations in West Java Province that possesspotential beautiful natural marine resources. This coastal area which streches 91 km and has sloping steeprocky beaches. Grows overabundant pandan (pandanus tectorius) plants, however conditions are verydamaged and there is no concern for good governance from the local government. This research aims toproduce eminent products of craft in supporting tourism by increasing the natural resources potentialand the local craftsmen resources from the surrounding areal environment. This article is result of appliedresearch in a type of practice-led research with a focus on the creative industries of craft products thatsupport tourism through the eco-design and eco-tourism approach. This research uses design-thinkingmethod, with Participation Action Research (PAR) approach and the Hexa Helix system. The result is aeminent product prototypes and start up business of craft art creative industries that support eco-designand eco-tourism park.Keywords: Creative Industry, Pangandaran Area, Pandan-based Craft, EcotourismABSTRAKPangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Jawa Barat yang memilikipotensi alam laut yang indah. Wilayah pantai membentang sepanjang 91 km terdiri dari kawasanpantai pasir yang landai dan pantai berbatu curam. Di wilayah Pangandaran banyak ditumbuhitanaman pandan (pandanus tectorius), namun kondisinya sangat rusak dan tidak ada kepeduliaantata kelola yang baik dari pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produkprodukseni kriya unggulan daerah untuk menunjang pariwisata dengan mengangkat potensisumber daya alam dan sumber daya perajin dari lingkungan masyarakat setempat. Artikel inimerupakan salah satu hasil penelitian terapan jenis practice-led research dengan fokus industrikreatif produk seni kriya yang mendukung pariwisata melalui pendekatan eco-design dan ecotourism.Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan ParticipationAction Research (PAR) dan sistem Hexa Helix. Hasil dari penelitaian ini berupa prototipe produkunggulan dan terwujudnya start up-start up bisnis industri kreatif seni kriya pendukungekowisata berbasis kawasan.Kata Kunci: Industi Kreatif, Kawasan Pangandaran, Kriya Pandan, Ekowisata
Problematika Film Alih Media: Dari Transformasi Hingga Kontroversi Saidi, Acep Iwan; Puspitasari, Dyah Gayatri
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1203

Abstract

ABSTRACTThis article contains a study of film adaptation from a literature media (novel) into audio-visual media(film). This research is a case study of Perempuan Berkalung Sorban film by Hanung Bramantyo, whichwas adapted from a novel with the same title that was written by Abidah el-Khalieqy. By combining a textanalysis method from Thomas Leittch, Mathew T. Jones’ film adaptation theory and the result of interviewto confirm the text analysis, this research produced some interesting findings. The research verified thatthe adaptation’s process does not merely focus on technical issue in media adaptation (from novel tofilm), but also focuses on another aspects that will involve the audience i.e. a fact that text and dialoguebecome references that will be appreciated by audience. As a result, there were excessive distortions anddeviations on the text that were created by the film maker caused a bias interpretation. Audiences nolonger interpreted the film as a visual text objectively. Instead, they would think about certain prejudiceagainst the film maker. In film adaptation, certain tendencies of film maker are easy to be predicted byaudience. This fact has caused film adaptation becomes controversial easily.Keywords: Media Adaptation, Transformation, Opposition, ControversyABSTRAKArtikel ini berisi kajian tentang alih media, yakni dari media verbal sastra (novel) kemedia visualfilm. Kajian ini berupa studi kasus terhadap film Perempuan Berkalung Sorban karya HanungBramantyo, yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama karya Abidah el-Khalieqy.Dengan menggunakan metode gabungan, yakni analisis teks yang berdasar pada teori adaptasifilm dari Thomas Leittch, Mathew T. Jones, dan wawancara tertulis untuk mengkonfirmasianalisis teks tadi, kajian ini menemukan hal menarik, yakni alih media bukan sekedar persoalanteknis pemindahan media, melainkan juga pemindahan yang menimbulkan efek-efek tertentubagi penonton. Apresiasi penonton dilandasi kesadaran bahwa terdapat teks lain yang menjadirujukan film bersangkutan. Akibatnya, distorsi dan deviasi yang terlalu jauh yang dilakukansutradara atas teks sumber berpotensi mengakibatkan bias pemahaman. Penonton tidak lagimemaknai film sebagai teks visual secara objektif, tetapi juga dibarengi praduga-pradugatertentu terhadap sutradara. Pada genre film alih media, tendensi tertentu dari sutradara mudahdibaca penonton. Fakta ini mengakibatkan film sangat rentan menimbulkan kontroversi.Kata Kunci: alih media, transformasi, oposisi, kontroversi
Ngabandungan Banda Indung Interpretasi Kepercayaan Masyarakat Sunda Rancakalong melalui Seni Visual Maulina, Rini; Sabana, Setiawan; Damayanti, Nuning Yanti; Muhtadin, Teddi
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1204

Abstract

ABSTRACTIndung (mother) in Sundanese culture is not only meaningful as a mother who gives birth, but has a broadmeaning and contains motherhood. Sundanese people have a tradition of appreciating the indung, seenfrom the mention of the indung in Paribasa, Babasan, Carita Pantun, and mythology. The maternal natureof Sunan Ambu, Dayang Sumbi and Nyi Sri Pohaci, was placed in the highest position as a glorificationof the indung. The results of the study showed that the philosophy contained in the traditional ceremonyof Ngalaksa in Rancakalong, Sumedang, contains the meaning of broad indung, interpreted into the formof visual artwork “Ngabandungan Banda Indung”, based on the problem of interpretation the meaningof the mother in visual artwork has been limited to mothers who give birth. Using the Art Based Researchmethod, the creation of research-based artwork. Aimed at interpretation of the wider meaning of the landin the form of the depiction of the banda indung (mother’s wealth) such as rice plants, honje, Kawung,Kalapa, jagong, with the depiction of batik, using glass painting techniques.Keywords: Art Based Research, Banda Indung, Nyi Sri Pohaci, Rancakalong, Visual ArtABSTRAKIndung (ibu) dalam budaya Sunda tidak hanya bermakna sebagai ibu yang melahirkan, tapimemiliki makna yang luas dan mengandung sifat keibuan. Masyarakat Sunda memiliki tradisilebih menghargai indung, terlihat dari penyebutan indung pada paribasa, babasan, carita pantun,dan mitologi. Sifat keibuan terdapat pada Sunan Ambu, Dayang Sumbi, dan Nyi Sri Pohaci,ditempatkan pada posisi tertinggi sebagai pemuliaan indung. Hasil penelitian menunjukkanfalsafah yang terkandung dalam upacara adat Ngalaksa di Rancakalong, Sumedang,mengandung makna indung yang luas, diinterpretasikan ke dalam bentuk karya seni visualNgabandungan Banda Indung, berdasarkan permasalahan interpretasi terhadap makna ibu dalamkarya seni visual selama ini terbatas pada ibu yang melahirkan. Menggunakan metode ArtBased Research, penciptaan karya seni berbasis penelitian. Bertujuan sebagai interpretasi maknaindung yang lebih luas berupa penggambaran banda indung (kekayaan Ibu) seperti tanamanpadi, honje, kawung, kalapa, jagong, dengan penggambaran batik, menggunakan teknik lukiskaca.Kata Kunci: Art Based Research, Banda Indung, Nyi Sri Pohaci, Rancakalong, Seni Visual.
Gastronomi dalam Cerita Rakyat Ainu Jepang Sari, Ida Ayu Laksmita; Putra, I Nyoman Darma; Yuliani Giri, Ni Luh Kade
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1205

Abstract

ABSTRACTThis article analyzes the gastronomic aspects of the Ainu folklore in Japan. Gastronomic aspects examinedinclude how Ainu folklore narrates how they collect and cook food materials, how they consume, andwhat cultural values are attached to both the process of food production and consumption. The studyapplied library research and the object of analysis were selectively chosen from Ainu Mukashi Banashi’sbook: Hitotsubu no Satchiporo (2012), an anthology of Ainu folklore edited by Kayano Shigeru. Thestories chosen analyzed by the literary anthropology theory. The results show that the Ainu folklorecontains narratives about how people collect food, cook, and consume them. The study of the gastronomicnarratives of Ainu folklore presents a novelty that folklore not only contains a moral message for characterformation but is also a medium for preserving and continuing food and culinary culture across time andgenerations.Keywords: Ainu folktale, literary gastronomy, traditional food of Ainu JapanABSTRAKArtikel ini menganalisis aspek gastronomi dari cerita rakyat Ainu Jepang. Aspek gastronomiyang dikaji meliputi bagaimana cerita rakyat Ainu menceritakan cara mereka mengumpulkandan memasak bahan makanan, bagaimana mereka mengonsumsi, dan nilai-nilai budaya apayang melekat pada proses produksi dan konsumsi makanan. Penelitian dilakukan dengan risetperpustakaan dan objek kajian dipilih secara selektif dari buku Ainu Mukashi Banashi: Hitotsubuno Satchiporo (2012), sebuah antologi cerita rakyat Ainu dengan editor Kayano Shigeru. Datadianalisis dengan teori antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyatAinu mengandung narasi tentang cara masyarakat mengumpulkan bahan makanan, memasak,dan mengkonsumsinya. Studi tentang narasi gastronomi cerita rakyat Ainu menyajikan halbaru bahwa cerita rakyat tidak saja mengandung pesan moral untuk pembentukan karaktertetapi juga menjadi media untuk melestarikan dan meneruskan budaya makanan dan kulinerlintas waktu dan generasi.Kata Kunci: cerita rakyat Ainu, gastronomi sastra, makanan tradisional Ainu Jepang
Nilai-Nilai Pendidikan Tata Busana dan Rias Srimpi Pandhelori dalam Perspektif Hermeneutik Nuryani, Wenti; Sayuti, Suminto A; Siswoyo, Dwi
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1206

Abstract

ABSTRACTThis research was a descriptive qualitative research using a hermeneutic approach and was aimed atrevealing the meaning of traditional symbols contained in Yogyakarta-style Srimpi Pandhelori dancecostumes and makeup. The symbols in Srimpi Pandhelori costumes and makeup are the media thattransform noble characters. It is closely related to the character building based on local genious. Therefore,this research is aimed at describing the symbols found in Srimpi Pandhelori dance as an absorptionelement of the noble character values. Every instrument in costumes and makeup represents local wisdomwhich is designed to be a medium of noble character education. The main data collection technique ofthe research was direct observation of Srimpi dance performances strengthened by records. The datawere validated by using credibility techniques by doing 1). observation perseverance, 2). triangulationof methods and sources, 3). peer discussion, and 4). adequacy of references. The data analysis used inthis research was a dialectical hermeneutics approach i.e. the approach where interpretation proceduresto obtain meaning uses elements of analysis from Madisson called a normative method consisting ofcoherence, comprehensiveness, contextuality, penetration, and appropriateness. The results show thateach instrument in costumes and make up of Srimpi Pandhelori dance pattern contains symbols. Thesesymbols contain educational values, namely: the value of self-control education, the value of educationabout accuracy, the value of Godhead education.Keywords: values, Srimpi Pandhelori, hermeneuticABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatanhermeneutik, bertujuan untuk mencari makna dari simbol-simbol tradisi dalam rias dan busanatari srimpi Pandhelori gaya Yogyakarta. Simbol-simbol dalam rias dan busana tari srimpi Pandhelorimerupakan media mentransformasikan budi pekerti luhur. Hal tersebut berkaitan erat denganpembagunan karakter yang didasarkan pada local genious. Oleh sebab itu dalam penelitian inimencoba menguraikan simbol-simbol dalam tari Srimpi Pandhelori sebagai unsur serapan nilainilaibudi pekerti luhur. Setiap insrumen dalam rias busana merupakan representasi kearifanlokal yang dimaksudkna menjadi media pendidikan budi pekerti luhur. Teknik pengumpulandata yang utama adalah pengamatan secara langsung pertunjukan tari Srimpi yang diperkuatdengan rekaman. Untuk keabsahan datanya menggunakan teknik kredibilitas yang dilakukandengan cara: 1). ketekunan pengamatan, 2). trianggulasi metode dan sumber, 3). diskusi sejawat,4). kecukupan referensi. Sementara analisis datanya menggunakan pendekatan hermeneutikadialektis, dimana prosedur penafsiran dalam rangka memperoleh makna menggunakan unsurunsuranalisis dari Madisson yang disebutnya sebagai metode normatif, terdiri dari coherence,comprehensiveness, contextuality, penetration, appropriateness. Hasil penelitian menunjukan setiapinstrumen dalam rias dan busana dalam tari Srimpi Pandhelori merupakan simbol. Dalamsimbol tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan yaitu: nilai pendidikan pengendalian diri,nilai pendidikan tentang kecermatan, nilai pendidikan Ketuhanan.Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan, Srimpi Pandhelori, hermeneutik
Makna Simbolik dan Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Seni Pakemplung di Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur Pramanik, Niknik Dewi; Dienaputra, Reiza D.; Guna, Bucky Wibawa Karya; Adji, Muhamad
PANGGUNG Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i1.1273

Abstract

ABSTRACT This study describes the art of Pakemplung in Kampung Tegal Bungur, Wanasari Village, Naringgul District, Cianjur Regency. This art is very rare and almost extinct. This study aims to explore the history of Pakemplung art, forms of performance, essence, symbols, functions, and to identify and collect Pakemplung art documents. The method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results of research, Pakemplung art is used as a medium to get closer to God and a medium for interaction between players and spectators. As a whole, Pakemplung's art contains religious, compact, mutual cooperation, responsibility, observant, thoroughness, courage, beauty, neatness, authority, and servitude.Keywords: Pakemplung art, essence, symbols, functions ABSTRAKPenelitian ini tentang kesenian pakemplung di Kampung Tegal Bungur Desa Wanasari Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur. Pakemplung adalah kesenian yang hanya terdapat di Kampung Tegal Bungur dan merupakan kesenian yang langka, bahkan tengah menuju pada kepunahan. Penelitian ini bertujuan menguak sejarah, bentuk pertunjukan, makna, simbol, dan fungsi pakemplung, serta mengidentifikasi dan mengumpulkan dokumentasinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Sumber data yang digunakan berupa sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, dan dianalisis dengan kualitatif model interaktif. Adapun yang menjadi objek penelitian ini yaitu budaya kesenian pakemplung dengan subjek penelitian dari empat narasumber yang dipilih dengan menggunakan teknik snowball. Berdasarkan hasil penelitian maka dihasilkan seni Pakemplung sebagai media untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan tempat untuk melakukan proses interaksi antara pemain dengan penonton. Pakemplung secara keseluruhan mengandung makna religius, kekompakan, gotong royong, tanggungjawab, kejelian, ketelitian, keberanian, keindahan, kerapian, kewibawaan, dan penghambaan. Kata kunci: seni pakemplung, esensi, simbol, fungsi
Inovasi Angklung Gubrag di Desa Kemuning Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Hudaepah, Hudaepah; Murwaningrum, Dyah
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1366

Abstract

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak kebudayaan dalam setiap daerahnya.Kebudayaan ini berkembang dalam setiap masyarakatnya sebagai kekayaan nasional. Dikalangan masyarakat Sunda, keberadaan angklung tradisional terkait erat dengan mitos NyaiSri Pohaci atau Dewi Sri sebagai lambang dewi padi. Pada awalnya, angklung tradisionaldigunakan oleh orang- orang desa sebagai bagian dari ritual kepada Dewi Sri. Acara ritual,tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.Angklung Gubrag Putra Kemuning merupakan kesenian tradisional yang ada di kabupatenTangerang, seiring perkembangan zaman bentuk pertunjukannya mengalami inovasi yangbisa diterima oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif denganpendekatan etnografi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancaramendalam, mengkaji beberapa buku-buku, jurnal dan hasil penelitian yang berhubungandengan Angklung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya inovasi pada angklunggubrag ini untuk melindungi dan melestarikan budaya tradisional dari kepunahan, karenabentuk pertunjukannya ini sudah berubah fungsinya dari ritual menjadi tontonan hiburanmasyarakat.Kata Kunci: Angklung, Inovasi, Pelestararian budaya

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional More Issue