cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metodik Didaktik
ISSN : 19076967     EISSN : 25285653     DOI : https://doi.org/10.17509
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
The Elementary Students' Skills In Predicting And Understanding Concept Using Predict-Observe-Explain (Poe) Strategy In Zoom-Meeting Learning Putri, Sheryl Mutiara; Sopandi, Wahyu; Sujana, Atep; Sukardi, Rendi Restiana
Metodik Didaktik Vol 17, No 1 (2021): Metodik Didaktik Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v17i1.31782

Abstract

As an impact of the Covid-19 pandemic, learning is now carried out online. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the Predict-observe-explain (POE) strategy in improving elementary students' skills in predicting and understanding the science concept assisted by zoom meeting. This study used a pre-experimental method with a one-group interpretation-posttest design.  The subjects of this study consisted of 20 students of grade V (five) odd semester of a private elementary school in city of Bandung. Research instrument in the form of pretest, posttest, and predicting skills were given to students using a two-level diagnostic test. Data collection is done using google form. The results showed that the predict-observe-explain (POE) strategy, through demonstration video  assisted by zoom meeting could help students improve their predicting skills and conceptual understanding.
Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis Penalaran pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Leonard, Leonard
Metodik Didaktik : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 16, No 2 (2021): Metodik Didaktik Januari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v16i2.27513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran matematika kelas V sekolah dasar berbasis penalaran. Desain pembelajaran yang dibuat ini guna memfasilitasi proses pembelajaran matematika untuk siswa kelas V sekolah dasar. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada Model Pengembangan Instruksional (MPI) Atwi Suparman. Langkah-langkah yang digunakan adalah analisis kebutuhan, menentukan TIU, analisis instruksional, identifikasi perilaku atau karakteristik awal, perumusan TIK, alat peniaian, strategi pembelajaran, mengembangkan bahan instruksional, dan melakukan evaluasi formatif. Setelah melalui langkah-langkah tersebut terbentuklah satu buah bahan ajar dalam bentuk buku. Buku tersebut terdiri dari 5 bab yang terdiri dari materi operasi hitung pecahan, kecepatan debit, skala, bangun ruang, pengumpulan dan penyajian data. Didalam buku tersebut terdapat materi, contoh soal, latihan soal yang memuat konsep, soal yang dapat melatih penalaran siswa, aktivitas motorik maupun tim work, dan uji kompetensi. Dengan adanya bahan ajar yang telah dibuat ini diharapkan dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Selain itu mampu membantu pengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran matematika kelas V SD.
PENGEMBANGAN KURIKULUM AKADEMIK SDIT MIFTAHUL ULUM SUBANG BERDASARKAN TEORI PRAGMATISME DEWEY Zulfa, Fitria; Irawan, Irawan
Metodik Didaktik Vol 17, No 1 (2021): Metodik Didaktik Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v17i1.32200

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan perspektif teori pragmatisme Dewey terhadap pengembangan kurikulum di SDIT Miftahul Ulum Subang. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan. Kemudian analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif teori pragmatisme yang dikembangkan oleh John Dewey, pengembangan kurikulum SDIT Miftahul Ulum dipandang sebagai kegiatan merumuskan serangkaian acuan operasional yang dapat memberikan manfaat praktis bagi penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Berdasarkan temuan yang diperoleh, struktur kurikulum yang telah berhasil dirumuskan sebagai bagian dari aspek pengembangan kurikulum berdasarkan teori pragmatisme Dewey terlihat masih konseptual dan belum sepenuhnya bersifat praktis yang secara signifikan bermanfaat bagi acuan pembelajaran di sekolah.
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DITINJAU DARI TAHAP PENGEMBANGAN DI SD MUHAMMADIYAH Putri, Ragil Dian Purnama; Maryani, Ika
Metodik Didaktik : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 16, No 2 (2021): Metodik Didaktik Januari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v16i2.21732

Abstract

This study aims to determine the activities of the development phase of GLS in SD Muhammadiyah Sumbermulyo and its supporting and inhibiting factors. This type of research uses a descriptive qualitative approach. The subjects of the research are the school principal, class I, IV, and V teachers, librarians and class I, IV, and V. Students while the objects are all things related to the development phase of GLS in SD Muhammadiyah Sumbermulyo. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. In testing the validity of the data using source triangulation and technique triangulation. The results showed that the implementation of the GLS program had been carried out since 3 years. The literacy program of the development phase includes the activities of the Qur'an, 15-minute reading activities, the literacy activities of the development stage, the use of libraries and reading angles, and the selection of literacy children. Supporting factors are school community awareness of the importance of literacy activities, adherence to GLS guidelines from the government and the Republic of Indonesia Minister of Education's Regulation No. 23 of 2015 on the Development of Characteristics, literacy activities held by schools, collaboration of school libraries with other libraries, and parents' support. The inhibiting factors are discipline in literacy that has not been implemented by all students, some teachers are not maximized in literacy culture, low student interest in literacy activities, and lack of time for literacy activities in low classes.
ANALISIS KESALAHAN MEMAHAMI DAN MENULIS BACAAN PROSEDURAL DALAM MENGGAMBAR BANGUN GEOMETRI SISWA KELAS III SD NEGERI MANYARAN 02 SEMARANG Mujayanah, Siti Mujayanah; Saputro, Bagus Ardi; Budiman, M.Arief
Metodik Didaktik : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 16, No 2 (2021): Metodik Didaktik Januari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v16i2.27062

Abstract

Penelitian ini membahas untuk memahami kesalahan yang dilakukan siswa yang memahami dan menulis bacaan prosedural dalam menggambar bangun geometri. Hasil penelitian membuktikan siswa mengalami kesalahan dalam memahami konsep jajar genjang sehingga kompilasi menggambar jajar genjang tidak sempurna. Ukuran panjang dan lebar. Siswa tidak menyelesaikan ujian langkah-langkah menggambar dan bahkan tidak menggambar langkah persiapan. Siswa tidak sesuai dalam menentukan langkah atau cara menyelesaikan soal agar terjawab dengan benar.
Meningkatkan Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Melalui Bimbingan Berkelanjutan Idris, Darpi
Metodik Didaktik Vol 17, No 1 (2021): Metodik Didaktik Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v17i1.32614

Abstract

This school action research was motivated by the weakness of the principal's ability to manage the school. This can be seen from the results of monitoring carried out, it has not shown a significant increase in competence. Efforts were made to overcome these weaknesses, researchers used continuous guidance techniques.The purpose of school action research is to increase school management activities, understanding the concept of school management and increase skills in planning, implementing, evaluating, and following up on school programs.This action research was conducted in 2 cycles, each of which contained main activities, namely planning, implementing, observing and reflecting. The number of research subjects was 10 (ten) people, namely all school principals who were under the research's guidance.The results of the actions carried out in two cycles turned out to be an increase in school management activities, an understanding of the concept of school management and an increase in skills in planning, implementing, evaluating, and following up on school programs. The conclusion of this study is that continuous guidance can improve the managerial ability of school principals.Penelitian Tindakan Sekolah ini dilatar belakangi oleh lemahnya kemampuan kepala sekolah dalam memanajemen sekolah. Hal ini terlihat dari hasil monitoring yang dilakukan, belum menampakan adanya peningkatan kompetensi yang signifikan Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, peneliti menggunakan teknik bimbingan berkelanjutan.Adapun tujuan penelitian tindakan sekolah adalah untuk meningkatkan aktifitas pengelolaan sekolah, pemahaman konsep manajemen sekolah serta peningkatan keterampilan dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, serta melakukan tindak lanjut dari program-program sekolah.Penelitian tindakan ini dilakukan dengan 2 siklus, masing-masing siklus terdapat kegiatan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Jumlah subyek penelitian sebanyak 10 (sepuluh) orang yaitu semua kepala sekolah yang berada pada binaan peneliti.Hasil tindakan yang dilakukan pada dua siklus ternyata terdapat peningkatan aktifitas pengelolaan sekolah, pemahaman konsep manajemen sekolah serta peningkatan keterampilan dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, serta melakukan tindak lanjut dari program-program sekolah. Kesimpulan penelitian ini adalah Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kemampuan manajerial kepala sekolah.
GURU-GURU SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN BAHASA DAWAN SEBAGAI BAHASA PENGANTAR PEMBELAJARAN DI KELAS Banamtuan, Maglon Ferdinand; Ege, Sary
Metodik Didaktik : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 16, No 2 (2021): Metodik Didaktik Januari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v16i2.28521

Abstract

Tujuan yang dicapai pada penelitian ini adalah: untuk mengetahui guru-guru Sekolah Dasar Inpres Oebobo dalam menggunakan bahasa Dawan sebagai bahasa pengantar pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yakni dapat menguraikan atau menceritakan kondisi atau kenyataan yang terjadi dilokasi penelitian.Maka hasil yang diperoleh pada penelitian adalah 1). Bahasa daerah dawan adalah bahasa yang dapat dipakai sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran, karena dapat membantu dalam proses pembelajaran di kelas; 2). Bahasa dawan sebagai bahasa pengantar di kelas maka tujuan pembelajaran atau hasil belajar dapat tercapai karena anak mampu memahami pembelajaran tersebut; dan 2). Penggunaan bahas dawan sebagai bahasa pengantar di kelas sangat berdampak baik bagi hasil belajar siswa dikarenakan siswa mengerti akan maksud pembelajaran yang disampaikan.
CHILD COMIC DEVELOPMENT WITH THE THEMES OF PREVENTION COVID-19: VALIDATION ANALYSIS Munjiatun, Munjiatun; Guslinda, Guslinda; Kurniaman, Otang; Noviana, Eddy; Ramadhan, Muhammad
Metodik Didaktik : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 16, No 2 (2021): Metodik Didaktik Januari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v16i2.29633

Abstract

The purpose of this study is to describe the feasibility of making children's comics with the theme of preventing covid 19. This research is a research and development study. This research method is a research aimed at producing certain products and testing the effectiveness of these products. The method used by researchers this time is the model developed by Thiagarajan, namely the Four-D model. The Four-D development model consists of 4 main stages, namely: define, design, develop and disseminate (Sugiyono, 2015). The results of this study are seen from the results of the validation of the material with a value of 86% in the proper category, while the results of the validation of the media experts with the results of the assessment of 87.08% with the conclusion of this study that this comic media is suitable for children to use and read.
AKTUALISASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR SEBAGAI RUANG KONTRIBUSI MAHASISWA TERHADAP PENDIDIKAN DASAR DI INDONESIA Meilia, Amajida Triska; Erlangga, Gery
Metodik Didaktik Vol 17, No 2 (2022): Metodik Didaktik Januari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v17i2.42453

Abstract

Students as "Agent of Change" in improving Human Resources by contributing and innovating in common to help the community. The Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) program is a Merdeka-Belajar concept-based program that provides a space for students to develop and contribute, particularly on educational issues. The Covid-19 pandemic has caused "Learning Loss," which has had a huge impact on basic education. Thus, the Kampus Mengajar is one of the MBKM activities that give students the opportunity to contribute to assisting the problems that occur in basic education. In concerning the current problems, the purpose of writing this research article is to examine the actualization of the Kampus Mengajar program as a place for students' contributions towards basic education in Indonesia. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. In data collection techniques, the authors use documentation techniques in the form of literature such as books and related articles. This study showed that the Kampus Mengajar program has provided a contribution space for students as a realization of the meaning of "Agent of Change" so that the Kampus Mengajar activities can have a positive impact on all elements involved, especially in the school environment.Mahasiswa sebagai agent of change dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan berkontribusi dan berinovasi bersama membantu masyarakat. Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) merupakan program, dari konsep Merdeka-Belajar yang memberikan ruang mahasiswa untuk mengembangkan diri serta berkontribusi, khususnya dalam permasalahan pendidikan. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan Learning loss, yang sangat berdampak di Pendidikan Dasar. Dengan demikian, kampus mengajar merupakan salah satu kegiatan dari MBKM yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk berkontribusi membantu permasalahan yang terjadi di pendidikan dasar. Berkaitan dari permasalahan yang ada, maka tujuan dari penulisan artikel ilmiah ini yaitu mengkaji aktualisasi dari program kampus mengajar sebagai ruang kontribusi mahasiswa terhadap pendidikan dasar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam teknik pengumpulan data, penulis menggunakan teknik dokumentasi berupa literatur-literatur seperti buku dan artikel yang berkaitan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program Kampus Mengajar telah memberikan ruang kontribusi untuk mahasiswa sebagai realisasi dari makna agent of change sehingga kegiatan Kampus Mengajar dapat memberikan dampak positif bagi seluruh elemen yang terlibat khususnya pada sekitar lingkungan sekolah. 
Model Pembelajaran Digital di Era 4.0 Bagi Guru Sekolah Dasar Kasmad, Mamad; Iskandar, Sofyan; Ruswan, Acep; Nikawanti, Gia
Metodik Didaktik Vol 17, No 2 (2022): Metodik Didaktik Januari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v17i2.30178

Abstract

Perkembangan dunia digital menuntut guru untuk lebih kreatif, inovatif dalam pembelajaran di sekolah, Adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui : 1.model-model pembelajaran yang diterapkan di Sekolah Dasar, 2. peranan Pembelajaran digital untuk anak Sekolah Dasar, 3. apa saja kendala – kendala dalam pembelajaran digital untuk anak Sekolah Dasar. 4. faktor yang mempengaruhi kinerja guru dalam pembelajaran untuk anak Sekolah Dasar, 5.  upaya perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan pembelajaran digital, 6. model pembelajaran digital untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah Dasar. Adapun tempat penelitian dilakukan di SDNegeri 1,2,3 dan SD LabSchool UPI Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan  Model Concurrent Triangulation Strategy yang didasarkan pada pertimbangan bahwa model ini dilakukan dalam waktu yang bersamaan dimana data dikumpulkan secara kuantitif dan kualitatif secara bersama-sama. Hasil penelitian didapat  bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja guru dalam pembelajaran untuk anak Sekolah Dasar sebesar 64.6%, melalui yang pertama, kemampuan yang dikuasai guru dalam pembelajaran digital, guru dituntut untuk bisa mengkondisikan peserta didiknya dalam proses pembelajaran, yang kedua adalah komunikasi guru dituntut untuk komunikatif dan inovatif selama proses pembelajaran, dan yang ketiga adalah kompetensi yang dimiliki guru diantaranya peningkatan mutu dalam pembelajaran digital dan model pembelajaran digital untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui peningkatan kinerja guru didukung oleh kemampuan, komunikasi, kompetensi dalam segi media/ aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran digital, fasilitas yang dimiliki untuk mendukung pembelajaran digital, media /aplikasi pembelajaran digital, media atau aplikasi yang tepat untuk mata pelajaran teori, media atau aplikasi yang tepat untuk mata pelajaran praktek, sehingga hasilnya dievaluasi dan dianalisis dalam peningkatan mutu pembelajaran.Kata Kunci: Model Pembelajaran Digital 4.0, Guru Sekolah Dasar

Page 10 of 15 | Total Record : 147