cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
POLYGLOT
ISSN : 1907 6134     EISSN : 2549 1466     DOI : -
Core Subject : Education,
Started in 2006, Polyglot is a scientific journal of language, literature, culture, and education published biannually by the Faculty of Education at the Teachers College, Universitas Pelita Harapan. The journal aims to disseminate articles of research, literature study, reviews, or school practice experiences.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
UPAYA MENGEMBANGKAN PROFIL KOMPETENSI PESERTA DIDIK DI ERA SOCIETY 5.0 DALAM PERSPEKTIF ILMU PENGETAHUAN SOSIAL [EFFORTS TO DEVELOP STUDENT COMPETENCY PROFILES IN THE SOCIETY 5.0 ERA FOR SOCIAL STUDIES EDUCATION] Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto; I Wayan Lasmawan; I Putu Suharta; I Gede Ratnaya
Polyglot Vol 19, No 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v19i2.6311

Abstract

AbstractThe emergence of the Society 5.0 era opens opportunities as well as increasingly complex challenges for the existence and progress of education to support communication and information technology in the learning process which is expected to produce students who are adaptive to the social changes around them. However, the lack of students' competence regarding access to learning and technology remains an educational challenge in this era. The purpose of this article is to identify and develop competency profiles of students in the Society 5.0 era for social studies education. The research method used is qualitative with a literature review approach that is relevant to the competency profile of students in terms of character, citizenship, critical thinking, creative thinking, collaboration, and communication. The analysis results show that the six competencies are effectively implemented in schools by educators through concrete efforts to improve the quality of learning models, provide space for developing student competencies, and consistently make efforts to strengthen students' character, values, and ethics.Bahasa Indonesia AbstrakMunculnya era Society 5.0 membuka peluang sekaligus tantangan yang semakin kompleks bagi eksistensi dan kemajuan dunia pendidikan dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran yang diharapkan mampu mencetak peserta didik yang adaptif terhadap perubahan sosial di sekitar tempat tinggalnya. Namun, minimnya kompetensi peserta didik terhadap akses pembelajaran dan teknologi masih menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di era tersebut. Tujuan penulisan artikel ini untuk melakukan identifikasi dan mengembangkan profil kompetensi peserta didik di era Society 5.0 dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian literatur yang relevan dengan profil kompetensi peserta didik dalam hal karakter, kewarganegaraan, berpikir kritis, berpikir kreatif, kolaborasi, dan komunikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam kompetensi tersebut efektif diimplementasikan di sekolah oleh pendidik melalui upaya konkret peningkatan kualitas model pembelajaran, penyediaan ruang pengembangan kompetensi peserta didik, serta secara konsisten melakukan upaya penguatan karakter, nilai, dan etika peserta didik.
KEPEMIMPINAN DIGITAL MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI ALPHA [FUTURE DIGITAL LEADERSHIP THROUGH CHARACTER EDUCATION FOR THE ALPHA GENERATION] Lastiar Roselyna Sitompul; Muhammad Japar; Moch Sukardjo; M.Helmi Azhar; Luthpi Saepuloh
Polyglot Vol 19, No 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v19i2.6465

Abstract

AbstractThe Alpha generation is a unique generation, born in the era of digital technology. From an early age, they have been in contact with information technology. Based on previous research, this generation spends a lot of time in front of screens and is fluent in using technological tools. There is a negative impact of using technology when it is not accompanied by character education. As they are the future generation of leaders, teachers and parents must take an approach based on the characteristics of the Alpha generation in parenting and teaching to develop leadership character. This research aims to examine the characteristics of the Alpha generation, character education for the Alpha generation, and parenting styles that are effective in preparing to be the digital leaders. The research method is a literature study. The results of the literature study show that the Alpha generation has great potential as digital leaders in a digital environment and character education in schools and parental care must adapt to the characteristics of the Alpha generation by providing examples, mentoring, and good relationships.Bahasa Indonesia AbstrakGenerasi Alpha adalah generasi unik, lahir di era teknologi digital. Sejak usia dini, telah bersentuhan dengan teknologi informasi. Berdasarkan penelitian terdahulu generasi ini banyak menggunakan waktu di depan layar dan fasih dalam penggunaan alat-alat teknologi. Terdapat dampak negatif dari penggunaan teknologi yang tidak disertai dengan pendidikan karakter. Sebagai generasi pemimpin di masa depan, guru dan orang tua harus mempunyai pendekatan berdasarkan karakteritik generasi alpha dalam pola asuh dan pengajaran untuk mengembangkan karakter kepemimpinan. Penelitian bertujuan mengkaji karakteristik generasi Alpha, bagaimana pendidikan karakter untuk generasi Alpha dan pola asuh orang tua yang efektif dalam mempersiapkan kepemimpinan digital generasi Alpha. Metode penelitian adalah metode kepustakaan, melalui penelurusan literatur terpercaya. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan generasi Alpha mempunyai potensi besar sebagai pemimpin digital melalui lingkungan digital yang telah dikuasai, pendidikan karakter di sekolah dan asuhan orang tua harus menyesuaikan dengan karakteristik generasi Alpha, dengan memberikan keteladanan, pendampingan, serta relasi yang baik.
PENGARUH INTRINSIC MOTIVATION, PERCEIVED AUTONOMY SUPPORT, DAN JOB CRAFTING TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR DI TK-SD XYZ TANGERANG SELATAN [THE IMPACT OF INTRINSIC MOTIVATION, PERCEIVED AUTONOMY SUPPORT, AND JOB CRAFTING TOWARD INNOVATIVE WORK BEHAVIOR IN TK-SD XYZ SOUTH TANGERANG] Margaretha M.B., Junita; Sudibjo, Niko
Polyglot Vol 20, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i1.6550

Abstract

The world of education is very dynamic. Teachers, as the frontliners of education, are expected to keep up with the times. 21st century skills are believed to be essential to be integrated and implemented for the success of students and teachers. One of the 21st century skills taken as the basis of this research is innovation. Innovative work behavior is a continuous process that starts with seeking opportunities for ideas to solve problems encountered, then developing those ideas in new or alternative ways so that they can be accepted in the organization and implemented to provide benefits to both performance and the organization. This study aims to see the effect of intrinsic motivation, perceived autonomy support, and job crafting on innovative work behavior in XYZ Early Childhood Years and Elementary School, South Tangerang. Data were obtained from 80 Early Childhood Years and Elementary School teachers by using online questionnaires. This research is quantitative research using the path analysis through SEM-PLS method. The results of this study indicate that intrinsic motivation, perceived autonomy support, and job crafting have positive effect on innovative work behavior.Bahasa Indonesia AbstrakDunia pendidikan sangatlah dinamis. Sebagai pelaksana dan ujung tombak pada dunia pendidikan, guru diharapkan untuk dapat mengikuti perkembangan zaman. Keterampilan abad 21 diyakini penting untuk diintegrasikan dan diimplementasikan bagi kesuksesan para siswa dan guru. Salah satu keterampilan abad 21 yang diambil sebagai dasar penelitian ini adalah inovasi. Innovative work behavior adalah suatu perilaku yang berkelanjutan, yang dimulai dari pencarian peluang ide untuk memecahkan masalah yang dihadapi, lalu dikembangkan dengan cara-cara baru atau alternatif sehingga dapat diterima dalam organisasi dan diimplementasikan untuk memberikan keuntungan atau manfaat kepada kinerja maupun organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh intrinsic motivation, perceived autonomy support, dan job crafting terhadap innovative work behavior di TK-SD XYZ Tangerang Selatan. Data diperoleh dari 80 guru di TK-SD tersebut dengan cara penyebaran kuesioner secara daring. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis jalur melalui metode SEM-PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intrinsic motivation, perceived autonomy support, dan job crafting berpengaruh positif terhadap innovative work behavior.          
ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI BRAND EXPERIENCE SEKOLAH SWASTA: STUDI EMPIRIS PERILAKU SISWA SMA XYZ DI MEDIA SOSIAL [ANTECEDENTS AND CONSEQUENCES OF PRIVATE SCHOOL BRAND EXPERIENCE: AN EMPIRICAL STUDY OF XYZ HIGH SCHOOL STUDENTS' BEHAVIOR ON SOCIAL MEDIA] Suwu, Selvi Esther; Antonio, Ferdi
Polyglot Vol 20, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i1.6568

Abstract

Technology, especially the internet, is becoming the main platform and source of learning, so students understand more about the internet and social media and this can be an experience they feel so that it is likely to be expressed on social media. Schools can see opportunities to be able to attract consumer attention with the existence of experience stories about their schools (Brand Experience) on social media through the behavior of students who write them. The purpose of this study is to examine the influence of private school Brand Experience antecedents and their consequences on the behavior of XYZ High School students on social media. The research methodology is quantitative with 196 XYZ school respondents in South Tangerang, the data obtained is processed with SMART PLS ver 3. The results obtained are evidence of the influence of antecedents, namely positive Brand Identification on Brand Experience, resulting in consequences of student behavior that tells good things and promotions about XYZ schools (Advocacy Intention and EWOM) on social media. Bahasa Indonesia Abstrak Pandemi covid 19 membuat pembelajaran di sekolah yang biasa secara tatap muka menjadi online, sehingga untuk melakukannya memerlukan pengetahuan tentang teknologi dan mengakibatkan adanya penyesuaian bagi siswa juga sekolah. Teknologi terutama internet menjadi platform dan sumber utama pembelajaran, jadi siswa tambah mengerti tentang internet dan media sosial dan hal ini bisa jadi pengalaman yang mereka rasakan sehingga kemungkinan dituangkan di media sosial. Sekolah dapat melihat peluang untuk dapat menarik perhatian konsumen dengan adanya cerita pengalaman  mengenai sekolahnya (Brand Experience) di media sosial melalui perilaku siswa yang menuliskannya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengkaji pengaruh anteseden Brand Experience sekolah swasta dan konsekuensinya pada perilaku siswa SMA XYZ di media sosial. Metodologi penelitian ialah kuantitatif dengan 196 responden sekolah XYZ di Tangerang Selatan, data yang diperoleh diolah dengan SMART PLS ver 3. Hasil yang didapatkan adalah adanya bukti pengaruh anteseden yaitu Brand Identification yang positif terhadap Brand Experience sehingga menghasilkan konsekuensi perilaku siswa yang menceritakan hal baik dan promosi tentang sekolah XYZ (Advocacy Intention dan EWOM) di media sosial.
PENGARUH PEMBERIAN VIDEO ORANG POLYGLOT TERHADAP MOTIVASI MAHASISWA UNTUK MEMPELAJARI BAHASA ASING [THE INFLUENCE OF POLYGLOT VIDEOS ON THE MOTIVATION OF PSYCHOLOGY STUDENTS AT PADJADJARAN UNIVERSITY TO LEARN FOREIGN LANGUAGES] Prameswari, Shafa Utari; Faiza, Marsa Kamilia; Kurniawan, Mettika Settha; Nindita, Aisyiyah; Jatnika, Ratna
Polyglot Vol 20, No 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.6456

Abstract

AbstractGlobalization encourages global citizens to interact internationally, therefore people are required to master more than one language in order to facilitate communication. Foreign language skills and motivation for learning foreign languages among students in Indonesia are still low. Previous research has shown that video media based learning can increase learning motivation. This study aims to determine the effect of providing videos of polyglots on the students' motivation to learn foreign languages. This research was conducted by testing data of 77 respondents from the 2021 and 2022 batches, which were obtained through a simple random sampling technique. Motivation was measured using the FLLMQ-6 Factor 3 instrument. The Wilcoxon signed ranks test revealed a significant difference in students' motivation to learn a foreign language before and after viewing the polyglot video, T=1758,Z=5,874,p<0,05. The final results show that providing videos of polyglots has an effect on increasing students' motivation to learn foreign languages.Bahasa Indonesia AbstrakGlobalisasi mendorong masyarakat global untuk berinteraksi, sehingga masyarakat tersebut dituntut untuk bisa menguasai lebih dari satu bahasa agar mempermudah komunikasi. Kemampuan berbahasa asing dan motivasi dalam mempelajari bahasa asing pada mahasiswa masih rendah.  Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa media video dapat  meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh pemberian video orang polyglot terhadap motivasi mahasiswa untuk mempelajari bahasa asing. Penelitian ini dilakukan dengan menguji data 77 responden dari angkatan 2021 dan 2022 yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Motivasi diukur menggunakan instrumen FLLMQ-6 Faktor 3. Hasil uji wilcoxon  signed ranks menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan motivasi mahasiswa dalam mempelajari bahasa asing antara sebelum dan sesudah pemberian video orang poyiglot, T=1758, Z=5,874, p<0,05. Hasil akhir menunjukkan bahwa pemberian video orang polyglot berpengaruh terhadap peningkatan motivasi mahasiswa dalam mempelajari bahasa asing.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA SISWA KELAS XI AKL 1 SMKN 2 MAGELANG [IMPLEMENTATION OF THE GROUP INVESTIGATION LEARNING MODEL TO IMPROVE TEAMWORK SKILLS OF GRADE 11 ACCOUNTING AND FINANCE STUDENTS AT SMKN 2 MAGELANG] Nurmalitasari, Kharisma; Wibawa, Eka Ary
Polyglot Vol 20, No 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.7600

Abstract

AbstractThis study aims to determine whether the application of the Group Investigation model can increase student’s teamwork skills in elements of business economics at SMKN 2 Magelang. This research is motivated by the importance of teamwork skills in vocational high school in preparation for work as the main outcome. The research was Classroom Action Research that was performed within 2 cycles used. The subjects of this study were 35 students of class XI AKL 1 of SMKN 2 Magelang. This research instrument uses an observation sheet that contains 5 indicators of teamwork including positive interdependence, face-to-face interaction, personal responsibility, interpersonal relationships, and group processing. The research used qualitative descriptive analysis techniques. Cycle I showed that the average student’s teamwork skills are 74,14%. Student’s teamwork skills increased by 10,07% in cycle II to 84,21%. The results showed an increase in student’s teamwork skills using Group Investigation model.Bahasa Indonesia AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kerja sama siswa pada elemen ekonomi bisnis melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation di SMKN 2 Magelang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan kerja sama pada siswa SMK untuk persiapan menuju dunia kerja sebagai luaran utama. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimana dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI AKL 1 yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini menggunakan lembar observasi yang memuat 5 indikator kerja sama yakni saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, tanggung jawab individu, hubungan interpersonal, dan proses kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Siklus I menunjukkan kemampuan kerja sama siswa sebesar 74,14%. Kemampuan kerja sama siswa meningkat sebesar 10,07% pada siklus II menjadi 84,21%%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kerja sama siswa menggunakan model Group Investigation .
EVALUATION OF THE CREATIVITY ACTIVITY SERVICE (CAS) PROGRAM AT A PRIVATE INTERNATIONAL BACCALAUREATE SCHOOL USING STAKE’S EVALUATION MODEL Sibarani, Debora Pratiwi
Polyglot Vol 20, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i1.6611

Abstract

Creativity Action Service (CAS) is one of the Diploma Program requirements in the International Baccalaureate (IB) curriculum for students in grade 11 and 12. Through this CAS program, students are expected to grow in awareness of their own strengths and potential, learn to overcome the challenges from new activities they have initiated and planned, work collaboratively, show persistence and commitment to be involved in global issues. Periodic evaluation of the program in IB curriculum schools is necessary to investigate the quality of the program and its components which can be used for assessment and decision making towards the improvement and/or accountability of the program. The evaluation result also contributes to increased organizational and social values not only for the school itself, but also for the community affected by this program. This evaluation research uses a descriptive qualitative method by implementing the Countenance Stake evaluation model that emphasizes descriptions and judgments to see the objective conditions at the antecedent (context), transaction (process), and outcome (result) stages. Data collection was carried out through documentation studies, interviews with CAS coordinators, teachers as CAS advisors, students, as well as observing the program implementation. The evaluation results were analyzed and categorized as best practices, challenges, and support systems which in the end became suggestions for improvements in short-term, medium-term, and long-term implementation strategies for the school.Bahasa Indonesia AbstrakBerkenaan dengan fakta bahwa pembelajaran penulisan Bahasa Inggris sering dianggap sebagai aktivitas individual, budaya menulis kolaboratif memegang sebuah peranan penting untuk meningkatkan motivasi menulis pelajar Bahasa Inggris di seluruh dunia yang dapat membawa mereka menjadi penulis optimis, inovatif, dan cakap. Studi pustaka skala kecil ini diperuntukan secara mendalam untuk menyelidiki apakah budaya menulis kolaboratif dapat tumbuh dengan dukungan Google Docs. Oleh karena itu, peneliti dengan sangat kritis meninjau hasil penelitian yang telah dihasilkan oleh 20 penelitian menulis kolaboratif dan Google Docs dengan bantuan dari analisis tematik. Metode analisis tematik diterapkan untuk memastikan kredibilitas, kepercayaan, dan keandalan dari setiap hasil penelitian yang telah dikelompokan secara spesifik. Untuk menghasilan hasil penelitian yang relevan dan kontekstual, peneliti memilih penelitian menulis kolaboratif dan Google Docs dari tahun 2019 hingga 2023. Berkenaan dengan hasil penelitian yang telah didapat, instruktur menulis Bahasa Inggris di seluruh dunia disarankan untuk menggabungkan penerapan strategi menulis kolaboratif dengan Google Docs agar secara terus menerus mentransformasi pelajar Bahasa Inggris menjadi penulis seumur hidup yang lebih kolaboratif, tangguh, dan ulet.
PENDEKATAN TRANSFORMATIVE LEARNING DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU [TRANSFORMATIVE LEARNING APPROACH IN TEACHER PROFESSIONAL DEVELOPMENT] Lo, Sarinah
Polyglot Vol 20, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i1.7680

Abstract

Studies indicate that many teachers who have gone through Teacher Professional Development programs demonstrate no deep change in their educational perspectives and practices. Using a systematic literature review and critical reflection lens, this study aims to provide an alternative for better teacher professional development efficacy. Based on the transformative learning framework, I propose four areas of change that include: the attitude of learning, the approach to learning, the content of learning, and the climate of learning.Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian menunjukkan bahwa banyak guru yang mengikuti program pengembangan profesional tidak memberikan perubahan yang mendalam di dalam perspektif dan praktik pendidikan mereka. Menggunakan studi literatur yang sistematik dan refleksi kritis, penelitian ini bertujuan menawarkan alternatif pengembangan professional guru yang lebih baik. Berdasakan kerangka transformative learning, penulis menggusulkan empat area perubahan yang mencakup: sikap belajar, pendekatan pembelajaran, isi pembelajaran, dan iklim pembelajaran. 
OPTIMIZING SCAFFOLDING TO IMPROVE STUDENTS' WRITING ANALYTICAL EXPOSITION IN AN EFL CLASSROOM CONTEXT [MENGOPTIMALKAN SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI ANALITIS SISWA DALAM KONTEKS KELAS EFL] Nurlatifah, Lala; Yusuf, Fazri Nur
Polyglot Vol 20, No 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.8139

Abstract

Abstract The preliminary study of the present research showed that students faced problems in writing English analytical exposition text. Framed in classroom action research, this study aims to investigate how using scaffolding as a strategy in teaching writing can improve students' writing in analytical exposition text. This qualitative study employed document analysis and interviews to answer the research questions. The participants of this study were 26 EFL students in a senior high school in Bandung, and six students participated in interview sessions. The result indicated that the scaffolding process implemented in two action research cycles improved students' skills in writing analytical exposition text in all aspects of writing: content, organization, grammar, vocabulary, and mechanics. Besides, students also showed a positive perception toward implementing scaffolding through various activities in the classroom. This study recommends that scaffolding writing be applied using multiple online tools in more diverse educational settings since the rapid progress of information technology enables learners to acquire knowledge and improve skills online.  Bahasa Indonesia Abstrak Studi pendahuluan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menghadapi masalah dalam menulis teks eksposisi analitis menggunakan bahasa Inggris. Dibingkai dalam penelitian tindakan kelas, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana penggunaan scaffolding sebagai strategi dalam pengajaran menulis dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam teks eksposisi analitis. Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis dokumen dan wawancara untuk menjawab pertanyaan penelitian. Partisipan dari penelitian ini adalah 26 siswa EFL di sebuah sekolah menengah atas di Bandung, dan enam siswa berpartisipasi dalam sesi wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses scaffolding yang diterapkan dalam dua siklus penelitian tindakan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi analitis di semua aspek penulisan: konten, organisasi, tata bahasa, kosakata, dan mekanik. Selain itu, siswa juga menunjukkan persepsi yang positif terhadap penerapan scaffolding melalui berbagai kegiatan di kelas. Penelitian ini merekomendasikan agar penulisan scaffolding dapat diterapkan dengan menggunakan berbagai alat online dalam lingkungan pendidikan yang beragam karena kemajuan teknologi informasi yang pesat memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan keterampilan online.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MASA PANDEMI COVID-19 (SEBUAH STUDI KASUS PEMBELAJARAN DARING DI SDK PENABUR KOTA MODERN KOTA TANGERANG) [IMPLEMENTATION OF PRINCIPALS' STRATEGIC MANAGEMENT IN IMPROVING TEACHER PERFORMANCE DURING THE COVID-19 PANDEMIC (A CASE STUDY OF ONLINE LEARNING AT SDK PENABUR KOTA MODERN, TANGERANG] Murwanto, Marthynus Agung; Hardiman, Fransisco Budi
Polyglot Vol 20, No 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.5180

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic has impacted all aspects of life. The impact can be categorized as a crisis. Changes that occurred in the education sector as a result of this crisis changed the system and patterns of learning. Learning in the era of the COVID-19 pandemic is carried out by distance learning or online. This study aims to obtain information about the principal's managerial strategy in improving teacher performance, especially in dealing with changes in the way of learning that occur, the implementation and evaluation of the principal's managerial strategy in online learning activities in times of crisis. This research uses a qualitative approach with a case study method. For data collection, researchers used interviews, document studies and observation. The results of the study are 4 principal management which includes: planning, implementation, supervision, organization and the seven principles carried out by school principals in dealing with changes in the implementation of learning in schools due to the crisis, including: 1) calm, 2) confident, 3) communication, 4) cooperation, 5) community, 6) concern, 7) financial ability in dealing with crises at school. By implementing the management strategy of the principal, the teacher's performance can be improved. The approach taken by the principal in overcoming the crisis can help improve performance so that services to students and parents can be provided to the maximum. Bahasa Indonesia AbstrakPandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan. Dampak yang ditimbulkan dapat dikategorikan dengan krisis. Perubahan yang terjadi pada ranah pendidikan akibat krisis ini mengubah sistem dan pola pembelajaran. Pembelajaran pada era pandemi Covid-19 dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh atau online. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang manajemen strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru khususnya dalam menghadapi perubahan cara pembelajaran yang terjadi, implementasi serta evaluasi manajemen strategi Kepala Sekolah pada kegiatan pembelajaran daring di masa krisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara, studi dokumen dan observasi. Hasil penelitian yaitu 4 manajemen Kepala Sekolah yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengorganisasian serta tujuh prinsip yang dilakukan kepala sekolah dalam menghadapi perubahan pelaksanaan pembelajaran di sekolah akibat krisis yang terjadi antara lain: 1) tenang, 2) percaya diri, 3) komunikasi, 4) kerjasama, 5) komunitas, 6) kepedulian, 7) kemampuan finansial dalam menghadapi krisis di sekolahan. Dengan menjalankan strategi manajemen dari Kepala Sekolah akhirnya kinerja guru dapat ditingkatkan. Pendekatan yang dilakukan Kepala Sekolah dalam mengatasi krisis dapat membantu meningkatkan kinerja sehingga pelayanan terhadap peserta didik dan orang tua dapat diberikan dengan maksimal.