cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+6285643793653
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 26555433     EISSN : 2527449X     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/khi
Core Subject : Social,
Jurnal Khasanah Ilmu sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas. Situs Jurnal Khasanah Ilmu menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi di bidang Pariwisata, Perhotelan dan Budaya.
Articles 300 Documents
Integrasi Kuliner dalam Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata Kota Surakarta Pradapa, Sri yulianto Fajar; Hakim, Fathurrahman Nurul
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i2.23146

Abstract

Kota Surakarta, yang dikenal dengan sebutan Kota Solo, merupakan salah satu destinasi pariwisata budaya yang menarik di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi kuliner telah menjadi strategi yang semakin penting dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Surakarta. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki peran integrasi kuliner dalam meningkatkan daya tarik pariwisata kota tersebut.Melalui pendekatan gabungan antara analisis literatur dan studi kasus, artikel ini mengeksplorasi berbagai aspek integrasi kuliner dan dampaknya terhadap pariwisata Kota Surakarta. Data literatur dari berbagai sumber digunakan untuk memahami konsep integrasi kuliner dan tren pariwisata lokal. Selain itu, beberapa destinasi kuliner terkemuka di Kota Surakarta dipilih sebagai studi kasus, yang dianalisis melalui wawancara dengan pemilik usaha kuliner, pengelola pariwisata, dan wisatawan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kuliner memainkan peran penting dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Surakarta. Dengan menggabungkan elemen-elemen tradisional dan modern dalam menciptakan hidangan yang unik dan menarik, integrasi kuliner memberikan kontribusi besar terhadap pengalaman wisatawan, pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian warisan budaya, dan promosi pariwisata.Artikel ini juga menyajikan beberapa rekomendasi praktis untuk pengembangan pariwisata Kota Surakarta melalui integrasi kuliner. Ini termasuk meningkatkan kerjasama antara pemangku kepentingan pariwisata dan industri kuliner, menggalakkan inovasi dalam menu kuliner, dan meningkatkan promosi pariwisata kuliner.
Strategi Bertahan Hidup Pelaku Wisata Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19 Gusriza, Fondina; Taufiq, Muhammad Luqman; Yudhiasta, Sheidy
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.13951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bertahan hidup pelaku wisata Yogyakarta saat pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi industri pariwisata. Sebanyak 89% pekerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan. Hal ini menarik untuk diteliti untuk mengetahui komitmen keberlanjutan industri pariwisata di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan responden menggunakan random sampling yaitu pelaku wisata Yogyakarta yang difokuskan pada pekerja hotel, biro perjalanan dan pelaku UMKM dengan purposive sampling untuk informan dalam proses interview. Hasil penelitian sebagian besar pelaku wisata mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan yaitu 80-100%. Untuk bertahan hidup para pelaku wisata memilih pekerjaan lain, yaitu berdagang, pekerjaan tidak tetap, bertani/beternak, driver online, dan usaha jasa lainnya. Pelaku wisata juga melibatkan istri atau anggota keluarga lain untuk menambah penghasilan. Penghasilan mereka kadang cukup dan kadang tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pandemi yang belum bisa diprediksi sampai kapan, membuat pelaku wisata memikirkan strategi bertahan hidup kedepannya. Sebanyak 31% responden memilih menekuni usaha yang dijalankan sebagai strategi jangka pendek. Untuk rencana jangka panjang sebagian besar menyiapkan inovasi untuk peningkatan kualitas industri pariwisata. Hasil yang menarik dalam penelitian ini yaitu semua pelaku wisata di Yogyakarta tetap optimis pariwisata pulih dan tetap ingin bekerja di sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19.
Kontestasi Pemaknaan Ruwatan sebagai Alternatif Akikah (Studi Kasus di Desa Patrang Tengah Kabupaten Jember) Yusnita, Titis Rizka
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.20341

Abstract

Siasat lokal yang mencampuradukkan ruwatan sebagai alternatif akikah menimbulkan kontestasi pemaknaan bagi masyarakat dan tokoh keagamaan setempat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi latar belakang pelaksanaan ruwatan sebagai alternatif akikah dan bentuk tradisi ruwatan berdasarkan studi kasus yang terjadi di Desa Patrang Tengah, Kabupaten Jember.Data dalam penelitian ini berwujud hasil wawancara langsung terhadap dua tokoh agama (Islam) setempat. Data dianalisis berdasarkan teori budaya hibrid dan mimikri yang dikemukakan oleh Homi Bhabha. Tahap analisis data juga ditunjang dengan studi pustaka yang mengkaji hakikat ruwatan dan akikah dalamkelompok masyarakat tertentu. Tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal agar kontestasi pemaknaan ruwatan sebagai alternatif akikah yang terjadi di Desa Patrang Tengah dapat dijabarkan secara deskriptif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruwatan sebagai budaya lokal yang dijalankan oleh kalangan masyarakat tertentu mengalami kontestasi pemaknaan yang cukup kompleks. Hal ini tidak terlepas dari dinamika pemahaman masyarakat, masalah ekonomi, dan waktu yang terus berjalan. Tradisi ruwatan sebagai produk kebudayaan dipengaruhi oleh persepsi masyarakat dalam memilah sudut pandang dan menyikapi tradisi yang berjalan. Budaya yang hidup berdampingan dengan konteks keagamaan berpotensi mengalami pergesekan jika tidak disikapi dengan tepat. Oleh sebab itu, konsep hibridisasi budaya ruwatan dengan akikah dihadirkan sebagai upaya masyarakat untuk menyelaraskan kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi di kalangan tersebut.
Potensi Agrowisata Kopi Sebagai Daya Tarik Wisata Ekonomi Kreatif Desa Kalibogor Kendal Yulianto, Yulianto; Safari, Teti; Nurcahyo, R Jati
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.17093

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari dan meningkatkan pembangunan potensi wisata desa dalam Rangka Pengelolaan Dan Pengembangan Agrowisata Kopi Sebagai Daya Tarik Wisata Ekonomi Kreatif di Desa Kalibogor ,Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tingkat pengangguran di kabupaten ini cukup tinggi, setelah pasca pandemic Covid-19 Ini lebih besar dari tingkat pengangguran di Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan memetakan pariwisata potensi  Wisata Kopi di Desa Kalibogor berbasis kreatifitas ekonomi melalui kajian potensi wisata dan penyiapan kreativitas masyarakat. Kreatif ekonomi menyediakan keterampilan dan sumber alternatif pendapatan melalui pengeloolaan kopi di sekitar Desa Kaalibogor. Itu Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan informan dari Kepala Desa, Pendapmingan UMKM, Pemilik Kebun Kopi, karyawan Pembuat kopi dan petani., pengamatan langsung kelapangan, dokumen, dan melalui FGD (Focus Group Diskusi). Hasil penelitian para peneliti diaspek kekuatan internal berasal dari potensi untuk objek wisata kopi dan ekonomi kreatif. Sedangkan analisis eksternal merupakan kajian potensi pariwisata terhadap perekonomian masyarakat yaitu peluang wirausaha, peluang kerja, pariwisata faktor pendukung, dan perkembangan ekonomi khususnya dalam pengelolaan kopi Kelemahan ini terjadi pada level manusia sumber daya yang tidak memiliki pelatihan/keterampilan di bidang pengelolaan kopi dan kurangnya mempromosikan wisata koipi tersebut ke khalayak ramai.
Analisis Potensi Pengembangan Objek Wisata Guci Sebagai Wellness Tourism Anggraeni, Puput Dewi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v16i1.21392

Abstract

Potensi wisata daerah sangat perlu dikembangkan untuk kemajuan daerah tersebut, hal ini diperlukan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi daerah tersebut. Kabupaten Tegal adalah salah satu daerah yang mempunyai beragam objek wisata, seperti Objek Wisata Guci. Objek Wisata Guci berada di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Keunggulan dari Objek Wisata Guci adalah taman wisata air panas. Taman wisata ini memiliki pancuran-pancuran yang mengalirkan air panas dan dapat dipercaya bisa menyembuhkan atau dijadikan tempat terapi untuk berbagai penyakit kulit. Maka dari itu objek wisata Guci ini sangat berpotensi dijadikan wisata kesehatan di Kabupaten Tegal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi wisata kesehatan objek wisata Guci. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berdasarkan grand matrix strategy Objek Wisata Guci menunjukkan bahwa titik potong (0,55 : 0,75)  terletak pada kuadran 1, yakni potensi pengembangan Objek Wisata Guci sebagai wisata kesehatan sangat baik untuk terus dikembangkan dalam melanjutkan pengembangan. Strenght pada Obyek Wisata Guci adalah modal dasar operasi yang kekuatan semaksimal mungkin dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sehingga dapat mengantisipasi dan mengatasi ancaman yang mungkin akan terjadi.
Perkembangan Varian Surabi Makanan Lokal Khas Bandung Yang Menjadi Daya Tarik Budaya Risqienna, Naya Alia; Khofifah, Anisa Nur; Nabilah, Lulu Auliya
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.14776

Abstract

Makanan tradisional ialah sebuah makanan dan minuman yang memiliki ciri khas juga rasa yang telah diterima suatu masyarakat serta biasa dikonsumsi oleh masyarakat dalam suatu wilayah tertentu. Metode Deskriptif Kualitatif Naratif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini, mengatakan Surabi adalah contoh dari makanan tradisional di Indonesia dan Surabi Imut adalah bentuk perwujudan dari jenis daya tarik budaya. Surabi adalah salah satu jajanan pasar Indonesia yang digemari sejak didirikan pada tahun 1923. Bentuk Surabi serupa dengan pancake, akan tetapi ukurannya lebih mungil serta tebal. Tepung terigu atau tepung beras merupakan bahan utama yang digunakan dan di panggang memakai cetakan yang terbuat dari tanah liat dan tungku yang bersifat tradisional, disajikan dengan taburan manis, asin, pedas, dan kinca. Surabi Imut merupakan pelopor pertama Surabi dengan varian yang baru dan beragam rasa, hal ini menjadi bentuk “Daya Tarik Budaya”. “Daya Tarik budaya” merupakan sesuatu yang diincar atau dikunjungi oleh wisatawan akan keanekaragaman kekayaan alam, kekayaan budaya, keindahan, keunikan juga karya dari masyarakat setempat. Budaya adalah suatu seni, kepercayaan, pengetahuan, moralitas, ilmu pengetahuan, tradisi, keterampilan dan kegiatan lain yang diulangi dan didapat oleh masyarakat sebagai anggota diperoleh. Gastronomi ialah perpaduan beragam cara yang melibatkan hal-hal apapun mengenai makanan dan minuman.Penelitian ini sangat interdisipliner dan menanyakan, "How (bagaimana), Where (di mana), When (kapan), Why (mengapa). (Didin, Noor, & Rohendi, 2018)
Dinamika Asimilasi Etnis Nias di Minangkabau: Identitas Budaya, Interaksi Sosial, dan Tantangan dalam Konteks Multikulturalisme Wirdawati, Ayu
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i2.20854

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan di Kampung Nias Tabing, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat ini bertujuan untuk mendalami dinamika keberadaan etnis Nias di wilayah Minangkabau, yang merupakan salah satu contoh keberagaman etnik di Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah memahami bagaimana interaksi sosial antara etnis Nias dan masyarakat Minangkabau memengaruhi identitas budaya, pemeliharaan adat dan tradisi, agama, serta perkembangan sosial ekonomi etnis Nias. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Nias di Minangkabau telah mengalami proses asimilasi dari waktu ke waktu hingga memiliki transformasi budaya yang unik, di mana mereka mempertahankan warisan budaya asli Nias sambil berintegrasi dengan budaya lokal Minangkabau. Dan hal tersebut telah mengalami banyak proses penyesuaian dengan masyarakat setempat. Interaksi sosial antara kedua kelompok etnis ini saling memainkan peranan dalam proses adaptasi dan perubahan budaya. Pentingnya pemeliharaan identitas budaya Nias di tengah masyarakat Minangkabau tercermin dalam upaya mereka untuk melestarikan tradisi adat, agama, dan kebiasaan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi dan globalisasi, etnis Nias Padang mampu menjaga keberlanjutan warisan budaya mereka dengan kreativitas dan proses adaptasi yang panjang. Dengan memahami dinamika ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pluralitas budaya di Indonesia, sebagai tambahan referensi, sekaligus memberikan kontribusi bagi kebijakan yang mendukung keberagaman etnik dan pemeliharaan identitas budaya dalam masyarakat multikultural.Kata kunci: asimilasi, budaya, etnis nias, minangkabau 
Strategi Pemasaran Destinasi Berdasarkan Tourism Area Life Cycle (TALC) di Desa Wisata Kembang Kuning, Lombok Timur Ramadhani, Zaki Alif; Ghassani, Shabrina Amalia; Priscilia, Kiki
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.17101

Abstract

Desa Kembang Kuning sebagai salah satu desa wisata yang memiliki fokus dan keunggulan pada penyediaan homestay. Perkembangan Desa Kembang Kuning dapat diidentifikasi menggunakan teori Tourism Area Life Cycle (TALC). Supaya dapat terus berkembang dan bersaing, Desa Kembang Kuning dapat menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan fase- fase pada teori TALC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis posisi Desa Kembang Kuning berdasarkan teori TALC serta mengembangkan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan fase TALC. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari studi literatur, wawancara dengan 3 orang pengelola Desa Wisata Kembang Kuning, dan observasi lapangan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan TALC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kembang Kuning sedang berada pada fase development yang ditandai dengan mengingkatnya keterlibatan aktor, baik masyarakat, pemerintah, maupun investor yang didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana.Berdasarkan posisi Desa Wisata Kembang Kuning pada TALC, strategi pemasaran yang dilakukan ialah menawarkan harga yang kompetitif (cost leadership), menjual produk wisata yang berbeda (differentiation), dan fokus pada segmen tertentu. Desa Wisata Kembang Kuning perlu menyiapkan strategi pemasaran yang berbeda untuk menghadapi fase consolidation yang akan datang.
Dampak Pengembangan Objek Wisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar di Kecamatan XIII Koto Kampar Erlangga, Intan Aziizah; Eriyati, Eriyati; Zamaya, Yelly
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.16154

Abstract

 Penelitian ini di latar belakangi oleh pengembangan objek wisata yang berada di Kecamatan XIII Koto Kampar. Pengembangan objek wisata ini berdampak pada berkembangnya usaha baik produk maupun jasa yang di tawarkan oleh masyarakat sekitar. Peningkatan usaha tersebut berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengembangan objek wisata di Kecamatan XIII Koto Kampar terhadap kesejahteraan masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pelaku usaha dan jasa di sekitar objek wisata. Sampel yang digunakan untuk pengambilan data adalah simple random sampling berjumlah 30 orang masyarakat pelaku usaha dan jasa yang melakukan kegiatan usaha dan jasanya setiap hari di sekitar objek wisata. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan dampak pengembangan objek wisata terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya objek wisata memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat dan memberikan kesejahteraan masyarakat sekitar seperti meningkatnya pendapatan masyarakat yang bekerja di objek wisata, terbukanya lapangan pekerjaan, terbukanya usaha mikro kecil menengah, adanya penambahan sarana dan prasarana dari pemerintah, perizinan membuka objek wisata yang semakin dipermudah.
Kesediaan Membayar Wisatawan Untuk Pelestarian Wisata Santai Beach Di Desa Latuhalat Kota Ambon Talakua, Eygner Gerald
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i2.20778

Abstract

One of the important tourist destinations in Ambon is Santai Beach, which offers beautiful beaches and sea so that the local government has designated it as a tourist area unit for diving activities. Behind the superior tourism potential, the management of Santai Beach needs to be improved. The important thing that needs to be managed is the change in the 108.67 m coastline that occurred over 10 years due to abrasion, due to damage to coastal protection structures. This damage can be overcome by placing concrete cubes randomly around the coral edge. The amount of funds or costs incurred to repair coastal damage can be estimated by determining compensation for damage to the coastline at Santai Beach. Determining compensation for damage to natural resources and the environment is approached by consumer valuation. Tourists can contribute to helping preserve tourist areas by paying for services or products when visiting. This research aims to analyze the value of tourists' willingness to pay for the preservation of Santai Beach tourism. The research used a survey method on 55 tourist respondents. Direct interviews with questionnaires and observations produce primary data which is mainly analyzed using the contingent valuation method, namely a direct method of economic assessment through asking someone's willingness to pay. The research results show that tourists who are willing to pay for the preservation of Santai Beach tourism are 10 people/two weeks or 76 people/month. The value of tourists' willingness to pay is IDR 2,272.73/person/month or IDR 172,727/month.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024 Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023 Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2022 Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2018 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - Masret 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2012 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2010 More Issue