cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+6285643793653
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 26555433     EISSN : 2527449X     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/khi
Core Subject : Social,
Jurnal Khasanah Ilmu sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas. Situs Jurnal Khasanah Ilmu menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi di bidang Pariwisata, Perhotelan dan Budaya.
Articles 300 Documents
Kecakapan Berbahasa Inggris Serta Keterlibatan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Ekowisata Pancoh Murti, Andhyka; Kusuma, Andreas Dian Anggi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.15305

Abstract

Dinas Pariwisata Sleman terus berbenah dan mengembangkan didalam membuat Desa Wisata menjadi bagian dari daya tarik unggulan dengan mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. Desa Ekowisata Pancoh menjadi desa yang termasuk didalam kategori desa mandiri pada tahun 2022. Kegiatan pariwisata yang berbasis masyarakat (PBM) ini yang akan menjadi penyangga kedepannya bagi kemandirian sebuah desa. Setelah Pandemi, jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Desa Ekowisata Pancoh mulai menunjukkan peningkatan. Untuk menunjang kenyamanan wisatawan mancanegara, diperlukan adanya kegiatan pengarahan dan penyuluhan mengenai pentingnya layanan bagi wisatawan mancanegara dalam penggunaan bahasa Inggris lisan maupun tulisan disekitar area Desa Wisata. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif mix method yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara faktual pendekatan elemen-elemen sosial budaya termasuk bahasa pada pengembangan Desa Ekowisata Pancoh. Data yang diperoleh peneliti berasal dari pengisian lembar kuesioner yang disebarkan pada pengelola dan penduduk Desa Ekowisata Pancoh. Untuk data kualitatif didapat melalui wawancara dengan pengelola dan observasi langsung di desa tersebut. Hasil yang diperoleh dari pengisian kuesioner terkait kemampuan berbahasa Inggris masyarakat yaitu: masyarakat yang Sangat Tidak Setuju sebesar 20%, Tidak Setuju 46%, Setuju 26%, Sangat Setuju 8%. Sampel data didapatkan dari 50 informan dengan melibatkan pengelola dan masyarakat area Desa Ekowisata Pancoh dengan rentang usia sekitar 20 hingga 60 tahun. Data yang dihasilkan menunjukkan tingkat kecakapan Bahasa Inggris masyarakat masih tergolong kurang, terlebih pada bidang kosakata, ungkapan sehari-hari serta kemampuan menjelaskan. Sedangkan hasil wawancara dan observasi menunjukkan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan desa seperti gotong royong dan kerjasama antar warga sudah cukup baik, terutama dalam hal pengembangan sarana prasarana dan pelayanan terhadap wisatawan. Namun dalam hal menyumbangkan ide inovatif, evaluasi serta pengambilan keputusan masih perlu ditingkatkan demi terlaksananya konsep pariwisata berkelanjutan.
Budaya Sistem Organisasi Sosial dan Perannya dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Naga Soeswoyo, Dina Mayasari; Nurbaeti, Nurbaeti; Gunawijaya, Jajang
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.20019

Abstract

Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam tentang berbagai budaya leluhur yang memilki keunikan, dan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji budaya sistem organisasi sosial dan kaitannya dengan proses pengembangan pariwisata di Kampung Naga, Jawa Barat. Kajian ini menggunakan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka kepada Ketua adat, pemandu wisata, warga lokal, dan pengunjung di Kampung Naga. Data diolah secara kualitatif dengan melakukan triangulasi agar didapat data yang lebih berkualitas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran budaya sistem organisasi sosial di Kampung Naga dan cara pendekatan yang tepat berkaitan dengan proses pengembangan pariwisata khususnya di desa budaya atau desa adat. Jumlah informan dan waktu penelitian yang terbatas merupakan kekurangan dari penelitian ini.Kata kunci: Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam tentang berbagai budaya leluhur yang memilki keunikan, dan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji budaya sistem organisasi sosial dan kaitannya dengan proses pengembangan pariwisata di Kampung Naga, Jawa Barat. Kajian ini menggunakan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka kepada Ketua adat, pemandu wisata, warga lokal, dan pengunjung di Kampung Naga. Data diolah secara kualitatif dengan melakukan triangulasi agar didapat data yang lebih berkualitas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran budaya sistem organisasi sosial di Kampung Naga dan cara pendekatan yang tepat berkaitan dengan proses pengembangan pariwisata khususnya di desa budaya atau desa adat. Jumlah informan dan waktu penelitian yang terbatas merupakan kekurangan dari penelitian ini.Kata kunci: wisata budaya, warisan budaya, pengembangan pariwisata, sistem organisasi sosial, Kampung Naga
Marine Biodiversity as an Attraction to Tourist in Seribu Islands in DKI Jakarta Province Indonesia Mariati, Sri; Andri, Andri; Habibie, Fachrul Husain; Muhardiansyah, Doni; Mumin, Adhi Trirachmadi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.17710

Abstract

Pramuka Island is one of the islands in the Thousand Islands cluster. This island is included in the Panggang Island Village and is the administrative and government center of the Thousand Islands Administrative District. The purpose of this study is to identify the potential for diving tourism in the surrounding Pramuka Island. The research method used is a qualitative approach with a survey research design, direct observation methods, and interviews with dive guides who have had a career as dive guides on Pramuka Island for more than 20 years. The results of this study found that there were 30 natural tourist spots with marine biodiversity being the main attraction for diving tourism. We assessed the potential in 5 favorite spots, namely finding at a depth of 2-18 meters dominated by Acropora sp coral, Massive sp coral, Foliose, Fan coral (Gorgonian sea fan), and there are coral transplants at a depth of 2 meters). The types of fish found were Baraccudasp, yellow tail fish (casionida), Anemon fish (nemo), Damselfish, and Schooling anchovies), and Hawksbill Turtles. For 25 meters deep found Fish Shelter, Grouper Fish, Snapper Fish, and transparent shrimp. Marine diversity on Pramuka Island is a great potential for marine tourism, but sustainable and scientifically based management must be implemented to maintain the sustainability of marine resources and tourist attractions.
Disaster and Destination: Sustainable Tourism Governance in North Bandung Area Wulung, Shandra Rama Panji
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v16i1.21377

Abstract

Tourism contributes to sustainable development, but in its development, it is very vulnerable to disasters. In this study, disasters are categorized into natural and non-natural disasters. Collaboration between stakeholders is needed to reduce disaster risk as a form of sustainable tourism destination governance. This study aims to analyze sustainable tourism destination governance and their relation to disasters. This qualitative research was conducted in March-August 2022 in the North Bandung Area. Primary data was obtained through interviews and observations, while secondary data was obtained through policy documents, literature, and previous research. The data obtained were then carried out with content analysis, descriptive statistical analysis, and qualitative descriptive analysis. The results showed that the West Bandung Regency Tourism and Culture Office as a destination management organization in the North Bandung Area tended to have implemented sustainable tourism programs during the pandemic, especially in the promotion and crisis management subcategories.
Optimizing Inventory Management in Food & Beverage Department Hotel Annisa, Rosalina Nur; Suwandojo, Dodik Prakoso; Hikmawati, Meiana Maulida
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.16501

Abstract

The application of inventory management in the hotel's Food & Beverage (F&B) division is examined in this article. The F&B division struggles greatly to maintain ideal stock levels while assuring effective operations and lowering costs. The department uses a well-known inventory management model and seeks to balance the price of placing orders with the cost of maintaining inventory. The main ideas of Economic Order Quantity (EOQ) are covered in this article along with its advantages and some useful tips for using it in the F&B department. It is anticipated that the application of EOQ will improve inventory control, decrease stockouts and surplus inventory, and eventually increase profitability and customer satisfaction.Keywords: Food and beverage department, stock control, Economic Order Quantity (EOQ), inventory management, cost-cutting, and customer satisfaction.
Peran Pemandu Wisata Dalam Pengembangan Keberlanjutan Pariwisata Pasar Seni Ubud, Bali Sitohang, Lidya Lestari; Oktaviona, Eka Rahma; Fa’addihillah, Clarista Wahyu; Alfi, Wawan; Yuviansyah, Firdaus Adam; Hanifah, Devi Fitriyah
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i2.20441

Abstract

Kepuasan wisatawan dalam perjalanan wisata salah satunya dihasilkan oleh kualitas pelayanan melalui keterampilan pemandu wisata. Bali memiliki objek wisata menarik seperti Pasar Seni Ubud.Peran pemandu wisata atau tour guide dalam pengembangan objek wisatawan di Bali sangat penting. Studi ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris bagaimana peran pemandu wisata dalam pengembangan objek pariwisata di Pasar Seni Ubud, Bali. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Teknik pengumpulan data berupa teknik triangulasi meliputi wawancara, observasi, catatan lapangan, dan studi kepustakaan. Teknik pemilhan nara sumber berdasarkan accidental sampling.  Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis tema. Hasil penelitian menujukkan bahwa peran pemandu wisata dalam pengembangan pariwisata di Bali terlihat dari kualitas karakter dan keterampilan berbahasa asing pemandu wisata. Peran pemandu wisata secara umum adalah penghubung antara destinasi wisata dan wisatawan. Peran pemandu wisata dalam pengembangan keberlanjutan pasar seni Ubud, Bali adalalah sebagai komunikator, pihak/agen yang menampung aspirasi, dan jembatan antara pemerintah dan wisatawan Kata Kunci :  Pemandu Wisata, Peran Pemandu Wisata, Pengembangan Berkelanjutan Wisata
Pertunjukan Silek Lanyah sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Daya Tarik Wisata di Desa Wisata Kubu Gadang Padangpanjang Akbar, Taufik; Rahmadinata, Melisa Fitri; Hafid, Fauziah Sri Andria
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.16672

Abstract

Abstrak Desa Wisata Kubu Gadang merupakan lokasi wisata yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat lokal dengan memanfaatkan potensi alam, lingkungan dan kegiatan keseharian di desa tersebut sebagai bagian dari atraksi wisata. Keberadaan desa wisata ini adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat setempat. Atraksi wisata yang dihadirkan berupa kegiatan keseharian masyarakat yang dikemas menjadi sebuah paket wisata edukasi seperti bagaimana menanam padi, memandikan kerbau,  menangkap ikan di sawah. Adapun paket wisata yang berupa edukasi budaya yakni menikmati pertunjukan dan belajar gerakan seni bela diri silek lanyah. Silek lanyah ialah sebuah seni bela diri Minangkabau berupa gerakan silat yang dilaksanakan di dalam lanyah (lumpur).Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat dan menganalisis pertunjukan silek lanyah sebagai bagian dari seni budaya tradisi yang harus lestarikan, dan bagaimana  pengelolaan pertunjukan silek lanyah sebagai sebuah atraksi wisata dan menjadi paket wisata edukasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif, yakni menghimpun data dan melaporkan data kedalam deskripsi ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya pertunjukan silek lanyah sebagai sajian paket wisata di Desa Wisata Kubu Gadang, ternyata dapat menarik keingintahuan dan minat wisatawan yang datang untuk mengetahui tentang seni tradisi silek lanyah. Hal ini tentunya dapat menjadi sarana dalam mengenalkan, mempertahankan, melestarikan, silek lanyah baik sebagai sebuah seni yang harus diwariskan kepada generasi penerus maupun sebagai seni yang dapat dinikmati hingga dijadikan pengalaman atraksi oleh wisatawan yang datang menyaksikan dan terjun langsung menikmati paket wisata silek lanyah. Kubu Gadang Tourism Village is a tourist location formed and managed by the local community, by utilizing the potential of nature, the environment and daily activities in the village as part of tourist attractions. The existence of this tourist village is a form of integration between attractions, accommodations, and supporting facilities presented in a structure of local community life. In the Kubu Gadang Tourism Village, the tourist attractions presented are in the form of the daily activities of the community which are packaged into an educational tour package, such as how to plant rice, bathe buffalo, and catch fish in rice fields. The tour package is in the form of cultural education, namely enjoying performances and learning the movements of the silek lanyah martial arts. Silek lanyah is a Minangkabau martial art, in the form of silat movements carried out in lanyah (mud). The purpose of this research is to see and analyze silek lanyah performances as part of traditional cultural arts that must be preserved, and how to manage silek lanyah performances as tourist attractions and become educational tour packages. The research method used in this study is qualitative, namely collecting data and reporting data into scientific descriptions. The results showed that the silek lanyah performance as a tour package offered at the Kubu Gadang Tourism Village was able to attract the curiosity and interest of tourists who came to find out about the silek lanyah traditional art. This of course can be a means of introducing, maintaining, and preserving, silek lanyah both as an art that must be passed on to the next generation as well as an art that can be enjoyed until it becomes an attraction experience for tourists who come to witness and dive right in to enjoy silek lanyah tour packages.
Identitas Cina Benteng di Antara Cina Indonesia Lainnya dari Sisi Sosial dan Budaya Muhammad, Rival; Pauhrizi, Erik Muhammad; Warsana, Dedi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.15015

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan identitas Cina Benteng di antara orang-orang Cina di Indonesia pada umumnya. Mulai abad ke-16 Orang-orang Tiongkok/Cina mulai bermigrasi ke Indonesia dengan berbagai tujuan, mulai dari ekspedisi militer, mencari ilmu dan mencari rempah-rempah. Pengaruh kedatangan bangsa Cina ke Indonesia memberikan dampak yang cukup besar. Orang keturunan Cina bagi bangsa pribumi dipandang sebagai orang-orang yang mendominasi dalam sektor ekonomi. Etnis Tiongkok umumnya dipandang sebagai golongan kelas atas yang berperawakan putih dan sipit sehingga dominasi dalam bidang ekonomi ini selalu dikaitkan dengan berbagai peristiwa politik yang menciptakan sejarah rasisme di Indonesia. Penelitian  ini menampilkan sisi lain dari bangsa keturunan cina yang ada di Cina banteng sebagai antithesis dari pandangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menyoroti eksistensi Cina Benteng yang hasil akhirnya dijadikan film dokumenter dengan judul “Membelah Benteng”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan data didapatkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Cina Benteng: 1) secara fisik berbeda dengan orang Cina pada umumnya, 2) secara bahasa mereka tidak bisa berbahasa Cina, 3) dari faktor ekonomi mereka termasuk golongan menengah ke bawah. Implikasi penelitian ini sebagai data utama dalam pembuatan film dokumenter berjudul: Membelah Benteng.
Tourism Transformation In Canggu: Impacts On Socio-Cultural, Economic, And Environmental Dimensions With Sustainable Development Strategies Ramadhan, Shofyan Hadi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i2.20781

Abstract

The village of Canggu in Bali has undergone a significant transformation from a traditional agricultural village to a commercial tourist destination. This article assesses the impact of tourism growth in Canggu since 2010, focusing on cultural change, economic aspects, and environmental impacts. Although local economic growth occurs through increased visits and development of tourist infrastructure, negative impacts also appear, including the disappearance of agricultural culture, changes in the lifestyle of local communities, and a decline in the quality of the environment. The study uses the paradigm of variable analysis to evaluate impacts in the socio-cultural, economic, and environmental dimensions. Data collection methods using literature studies. It was found that the positive economic impact could be offset by efforts to preserve culture, sustainable environmental management, and public involvement in tourism decision-making. This article also presents negative impact management plans, including involving communities in tourism decisions, protecting subterranean irrigation systems, and raising environmental awareness. In conclusion, sustainable tourism development in Canggu Village requires synergies between government, local communities, and tourists. By involving various stakeholders and implementing impact management measures, it is expected that Canggu Village can retain its cultural identity, support local economic growth, and maintain environmental balance during the rapid growth of the tourism sector.
Potensi Makan Bajamba Sebagai Wisata Gastronomi Kampung Budaya Nagari Jawi-Jawi Sumatera Barat Pakasi, Deandra Ashtyn; Lemy, Diena M; Pramezwary, Amelda; Juliana, Juliana
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.13991

Abstract

Wisata Gastronomi memiliki peran penting dalam meningkatkan pengalaman pengunjung pariwisata, menjadi lebih dari sekadar makanan. Gastronomi Wisata memakai cakupan Gastronomi, yakni Cerita Makanan - yang berkaitan dengan cerita dibalik makanan, Penyajian Makan – berkaitan dengan bagaimana makanan sampai ke meja) dan Tata Cara Makan yang merupakan tata cara mengkonsumsi makanan dan minuman. Indonesia dengan keberagaman budayanya, juga memiliki tata cara makan yang terbentuk dari setiap daerahnya. Makan bajamba adalah salah satu contoh tradisi Sumatera Barat duduk bersama dalam satu ruangan, berkumpul dan makan bersama. Penelitian ini ditujukan untuk meninjau potensi gastronomi dari Bajamba dengan menggunakan metodelogi deskriptif kualitatif.  Hasil dari penelitian adalah Makan Bajamba memiliki potensi wisata gastronomi yang dapat dikembangkan dan dijadikan ikon wisata. Keyword : Wisata Gastronomi, Makan Bajamba THE POTENTIAL OF MAKAN BAJAMBA AS GASTRONOMIC TOURISM AT NAGARI JAWI-JAWI CULTURAL VILLAGE, WEST SUMATERA Abstract Gastronomic tourism has an important role in enhancing the visitor experience of tourism, becoming more than a food encounter. Gastronomy Tourism uses the scope of Gastronomy, namely Food Story - relating to the story behind food, Food Assessment - relating to how food gets to the table) and Table Manners which is the procedure for consuming food and drinks. Indonesia, with its cultural diversity, also has eating tradition that are formed from each region. Bajamba is an example of a tradition from the West Sumatra region, which entails gathering in a room and sharing food together.This study aimed to review the gastronomic potential of Bajamba by using a qualitative descriptive methodology. Result of this study shown that Makan Bajamba has the potential for gastronomic tourism that can be developed and made into a tourist icon. Kata kunci:  Gastronomy Tourism, Makan Bajamba

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024 Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023 Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2022 Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2018 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - Masret 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2012 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2010 More Issue