cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
ADAPTASI MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP KERENTANAN FISIK PESISIR PULAU BINTAN Witasari, Yunia; Prasetyo, Singgih; ., Helfinalis
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.16

Abstract

Pulau Bintan sebagai salah satu pulau kecil yang secara geografis posisinya menghadap Laut Cina Selatan, sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologi dan oseanografi.  Selain itu, intensitas pelapukan di daratan Pulau Bintan yang tinggi karena cuaca dan iklim yang ekstrim telah terjadi sejak jutaan tahun menyebabkan perubahan topografi pesisir. Perubahan garis pantai yang dinamis juga kerap terjadi di daerah kepulauan yang terletak menghadap laut lepas atau samudera. Faktor kegiatan manusia yang makin meningkat juga tidak bias diabaikan, seperti penambangan bauksit, pasir laut, konversi dan alih fungsi lahan di daratan, semua hal tersebut akan berdampak terhadap tingkat kerentanan fisik wilayah pantai, dan imbasnya adalah kesejahteraan masyarakat pesisir.Kajian mengenai perubahan fisik wilayah pesisir khususnya kawasan wisata, aspek kimiawi pelapukan batuan, dan aspek biologi perairan,  sangat diperlukan untuk mengetahui seberapa besar dampak perubahan tersebut terhadap sosial ekonomi masyarakat  pesisir di Pulau Bintan.Aspek penelitian berdasarkan data meteorologi (curah hujan, suhu, angin), pasang surut, turbiditas, elevasi kawasan pantai, statistik demografi dan kronologi sedimentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi a) elevasi (ketinggian) kawasan pantai terhadap muka laut rata-rata menggunakan alat ukur theodolite; b) analisis anomali meteorologi (curah hujan, angin, suhu udara) hingga 30 tahun ke belakang dengan data dari BMKG; c) data pasang surut (hingga 10 tahun ke belakang) dari dishidros; d) data kekeruhan (turbiditas) menggunakan citra lansat secara temporal (hingga 30 tahun ke belakang); e) kimia unsur silikat, fosfat dan  nitrat untuk mengetahui dekomposisi  sedimen f) lapisan sedimen secara kronologis, g) data tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir (melalui wawancara dan data statistik dari aparat daerah).Analisis tingkat kerentanan pantai dan pesisir mengacu pada metode CVI (Coastal Vunerability Indeks) dan SIDIK (Sistem Informasi data indeks kerentanan) berdasarkan bobot dan skor variable yang ditetapkan oleh USGS dan disesuaikan dengan area kajian. Hasil dari pembobotan skor diperoleh bahwa skor kerentanan lingkungan fisik kawasan wisata tergolong kategori rendah-sedang.  Faktor rentannya lebih dipengaruhi oleh faktor geomorfologi dan sifat fisik sedimen, sedangkan faktor oseanografi hanya berpengaruh besar pada puncak peralihan musim.Kerentanan masyarakat pesisir tergolong rendah di kawasan wisata, namun di kawasan perikanan tergolong tinggi (skor 4), yaitu di desa Kawal dan Berakit. Tingginya kerentanan masyarakat pesisir di kawasan perikanan ini lebih dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya daripada faktor alam/iklim. Oleh karena itu, strategi adaptasi yang tepat adalah strategi akomodatif, dengan pertimbangan sumber daya alam masih mendukung dan berada di kawasan ekonomis, sehingga masyarakat tetap bisa beraktifitas dikawasan ini dengan lebih adaptif dalam memaksimalkan fungsi lahan. Kata Kunci : Kerentanan Lingkungan Fisik, kawasan wisata bahari, masyarakat pesisir,  perubahan iklim  
Spatiotemporal Analysis of Marine Debris Existence in Parangtritis Coastal Area, Yogyakarta, Indonesia Mardiatno, Djati; Wiratama, Herjuna
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.14

Abstract

This research is aimed to identify the marine debris types and their distribution based on morphological characteristic of the coastal area. It was conducted between Pantai Depok and Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Specifically, the morphological identification was carried out to characterize the morphology of the location under study and its relation to the distribution of existing marine debris. This research used survey method, accompanied by systematic sampling techniques. Perpendicular line transects created in 100 meters intervals, accompanied by a 1x1 meter grid for marine debris identification. Descriptive qualitative analysis was done to explain the spatial temporal aspect of marine debris existence. The results of the study were presented in a cross-section morphological description, analysis table, and a map showing the distribution of marine debris along with a description of the type of debris and its density. The results showed that the distribution of marine debris was spatially clustered on the west side, especially on the coast of Depok. This fact reveals that the distribution of marine debris will indirectly follow the coastal morphology, i.e. the amount of debris will increase if it approaches the river mouth. Temporally, the highest amount of marine debris was obtained in March and the lowest was obtained in July. Degradable marine debris is dominated by wood, while non-degradable is dominated by plastics and straws. The greatest amount of marine debris occured during the west season, which indicates that the supply of debris coming from the Opak River, located in the western part of the study area.
KERAGAMAN GENETIK IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch, 1790) TIPE LIAR DAN DOMESTIKASI MENGGUNAKAN METODE Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) ., Irmawati; Parawansa, Basse Siang; A.R Tassakka, Asmi Citra Malina; Baharuddin, Ma’rifa; Larekeng, Siti Halimah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.15

Abstract

Kegiatan pembesaran ikan kakap putih di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan yang menggunakan benih yang diproduksi dari balai perikanan di Sulawesi Selatan dan Ambon telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, benih yang dihasilkan dari kegiatan pembenihan tersebut memiliki kualitas yang masih rendah yang diduga karena keragaman genetik yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode Random Amplified Polymorphic DNA, RAPD untuk menganalisis variasi genetik ikan kakap putih tipe liar dari Bulungan Kalimantan Utara dan ikan hasil domestikasi dari panti pembenihan di Ambon yang dibesarkan di tambak rakyat di Desa Borongkalukua Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kakap putih tipe liar memiliki nilai heterozigositas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan kakap putih hasil domestikasi. Jarak genetik antar individu-individu di dalam populasi tipe liar lebih tinggi dibandingkan dengan jarak genetik individu-individu hasil domestikasi. Dendogram dan pohon filogenetik yang dibentuk berdasarkan evolutionary dissimilarity menunjukkan bahwa pada tingkat ketidakmiripan 10% ikan kakap putih tipe liar dari Bulungan Kalimantan Timur membentuk klaster yang terpisah dengan ikan kakap putih hasil domestikasi dari Ambon yang dipelihara di tambak Dusun Borongkalukua Kabupaten Maros. Keragaman genetik ikan hasil domestikasi lebih rendah dibandingkan ikan tipe liar dan menunjukkan pola evolusi yang pholyphyly Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa marka RAPD dapat digunakan untuk menganalisis perubahan keragaman genetik antara populasi ikan kakap putih tipe liar dan hasil domestikasi serta bermanfaat sebagai informasi dalam menyusun strategi pemanfaatan wild population sebagai sumber induk dan konservasi plasma nutfah ikan kakap putih.
Karakteristik Proximate dan Fisika Premium Fish Patties (Clarias sp.) dengan Formulasi Subtitusi Daging Ayam Potong (Gallus gallus domesticus) Kusuma, Bayu; Dayuti, Sri; Waluyo, Eko; Perdana, Angga Wira; Syihab Q.R.M., Ahmad Fahmi; Habibie, Intan Yusuf
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.11

Abstract

The use of catfish for premium fish patties products has a weakness in the low of gel strength. The substitution of catfish with chicken is expected to solve this problem. Three substitution formulations of catfish using chicken were carried out experimentally to determine the proximate variables and physics of premium fish patties. The results showed that the substitution of catfish using chicken in premium fish patties greatly affected the physical characteristic, especially texture. This is in contrast to the results that the substitution treatment does not affect the proximate and color characteristics.
IDENTIFIKASI KOMUNITAS DIATOM YANG BERASOSIASI PADA MAKROALGA PADINA SP. DI PERAIRAN PULAU PRAMUKA DAN SEMAK DAUN MELALUI PENDEKATAN METAGENOMIK Pambudi, Ardian Cahyo; Bachtiar, Eri; MS, Yuniarti; Prasetiya, Fiddy Semba
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.11

Abstract

Analisis diversitas diatom yang berasosiasi dengan makroalga dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi dalam kegiatan pengelolaan dan konservasi wilayah pesisir. Data yang dihasilkan juga berguna untuk membaca kualitas lingkungan dan bioprospeksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat diversitas komunitas diatom yang berasosiasi dengan Padina sp di Pulau Pramuka dan Semak Daun. Kedua pulau memiliki karakteristik yang berbeda, Pulau Pramuka yang berpenghuni dan terdapat berbagai macam aktivitas masyarakat, sedangkan Pulau Semak Daun tidak berpenghuni. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2019 – Mei 2020 di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Molekuler, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Proses Next Generation Sequencing (NGS) dilakukan oleh Novogene Co., Ltd di Singapura menggunakan primer Rbcl 646F – 998R dengan target amplicon 331 bp. Hasil penelitian didapatkan kelimpahan tertinggi pada ordo Bacillariales di semua stasiun (41 – 49%), disusul dengan ordo Fragilariales dan Naviculales.Nilai OTUs tertinggi terdapat pada stasiun 4 (508), disusul dengan stasiun 3 (500), 1 (481), dan 2 (471). Indeks Shannon dan Simpson berada di kisaran >5 dan 0 < D < 0.5, yang berarti di semua stasiun memiliki keanekaragaman yang tinggi dan memiliki dominansi yang rendah.
MANAJEMEN RISIKO PERIKANAN TANGKAP (STUDI KASUS DI TENGAH PANDEMI COVID-19) Nurhayati, Atikah; Pical, Venda; Erfani, Anthon; Hilyaa, Siti; Saloko, Satrijo; Made, Sutinah; Purnomo, Agus Heri
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.15

Abstract

The spread of the Coronavirus outbreak has had an impact on the fisheries sector. The spread of the Corona Virus has brought new challenges and risks in social life, including capture fisheries products. Disruption of supply chain between business actors and consumers due to restrictions on human mobility that were implemented to overcome the Covid-19 outbreak. This reserach aims to analyze the fisheries risk management case study in pandemic Covid-19. This research was conducted in April - September 2020. The data used are primary and secondary data. Primary data obtained by taking non-probability sampling techniques to 50 respondents of capture fisheries business actors, using health protocols. Secondary data were obtained using literature studies. The analytical tool used in this research is descriptive analysis. Based on the results of research, the risks received by capture fisheries business actors include the risk of the capture fisheries production process during the Covid-19 pandemic, the risk of collaborating with capture fisheries production during the Covid-19 pandemic, the risk of decision making during the Covid-19 pandemic, the risk of product market capture fisheries during a pandemic. Adaptation strategies should be done undertaken by fishery business actors by optimizing the function and role of fishery cooperatives, strengthening marine and fisheries financial institutions, strategies for adapting fisheries marketing through a warehouse receipt system.
OCEANOGRAPHIC VARIABILITY ANALYSIS USING GIS AND GAM FOR POTENTIAL FISHING ZONE MAPPING OF BIG EYE TUNA (Thunnus obesus) Semedi, Bambang; ., Hardoko; Agatha, Laily Septiani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.22

Abstract

Southern Waters of Java Island are 573 fisheries management zones, the Big Eye Tuna (Thunnus obesus) commodity is one of fish that has high economic value. There are oceanographic factors affect fish distribution of Big Eye Tuna (Thunnus obesus) such as sea surface temperature, chlorophyll-a, and depth. The data research of Big Eye Tuna fishing zone was obtained from PPSC with data description were year, month, day, number of trips, and number of fish caught around 2018-2019. Oceanographic data used from citra satellite Aqua MODIS for sea surface temperature and chlorophyll-a, and citra satellite ETOPO-1 for depth, by using GAM statistical analysis by looking at the lowest AIC value and the largest CDE value of 7 combined models of oceanographic parameters. The results obtained from statistical analysis using the GAM which was very influential in determining the potential zone for the fishing of Big Eye Tuna (Thunnus obesus) showed that a combination of sea surface temperature + chlorophyll - a + depth with an AIC value of 28840.02 and CDE of 11.1%, with the results Oceanographic parameters optimum sea surface temperature was 25 ° C- 30 ° C, for chlorophyll - a 0.08 - 0.30 mg / m3, and for an average depth of 3500m. The depth parameter had a less positive influence because the Cilacap fishermen used FADs for the fishing area of Big Eye Tuna. The distribution area of Big Eye Tuna (Thunnus obesus) in the Southern of Java Island is at latitude (-7.3 °) - (-14.83 °) and longitude 102 ° - 115.25 °.
PENGARUH SALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN, BIOMASSA DAN KLOROFIL-a DUNALIELLA SP. Fakhri, Muhammad; Ekawati, Arning Wilujeng
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.12

Abstract

Dunaliella sp. merupakan mikroalga hijau yang kaya beta karoten dan klorofil, bersifat euryhaline, dan telah banyak dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan udang. Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produktivas mikroalga adalah dengan melakukan optimasi kondisi lingkungan. Salinitas merupakan factor esensial yang mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan biokimia Dunaliella. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh salinitas yang berbeda dan menentukan salinitas terbaik untuk pertumbuhan, produksi biomassa, dan klorofil-a Dunaliella sp. salinitas yang berbeda yaitu 5 ppt, 15 ppt, 25 ppt, dan 35 ppt digunakan pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan, produksi biomassa, dan klorofil-a Dunaliella sp. (p<0,05). Salinitas terbaik untuk pertumbuhan, produksi biomassa dan klorofil-a Dunaliella sp. diperoleh pada salinitas 15 ppt yang menghasilkan konsentrasi sel maksimum sebesar 19,86 x 106 sel mL-1, biomassa 0,52 g l-1, dan klorofil-a 11,26 mg/l. Laju pertumbuhan yang tinggi berhubungan dengan biomassa dan kandungan klorofil-a Dunaliella sp. Dapat disimpulkan bahwa salinitas yang berbeda memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, produksi biomassa, dan klorofil-a Dunaliella sp. Disarankan menggunakan salinitas 15 ppt untuk menghasilkan pertumbuhan, produksi biomassa dan klorofil-a yang optimal.
EVALUASI STATUS GIZI PEREMPUAN PESISIR DESA REBO KABUPATEN BANGKA Pratiwi, Fika Dewi; Adibrata, Sudirman; Adi, Wahyu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.9

Abstract

Women have an important role in the coastal community's family. The nutritional status of adult women is one of the determinants of the birth of a qualified national generation. Nutritional status can be analyzed by the BMI value, which is influenced by internal and external factors. This study aimeed to analyze the nutritional status of adult women on the coast of Rebo Village, Bangka Regency and to analyze the factors affecting the nutritional status of adult women on the coast of Rebo Village, Bangka Regency related to socio-economic conditions (income level, education level, daily activities).  This field research was conducted in May-August 2020. The research sample was determined by purposive sampling, 120 female respondents who came from different hamlets in Rebo village. Collecting data on nutritional status and socio-economic conditions using a closed questionnaire. The BMI value showed that 72 adult women have ideal body weight, while 48 people were not ideal. The results of the chi-square analysis showed that the level of education and the level of activity have an influence on the BMI value of adult women, while the income level does not affect the BMI value. Further research can be carried out by examining the dietary consumption patterns and health status of adult women. The results obtained can be used as a basis for making policies or programs to improve the welfare of coastal families in Rebo village, which have an impact on the ability to access the variety and quality of daily food.
IDENTIFIKASI LARVA IKAN PADA DAERAH MANGROVE DI KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN Kurniawan B, Agus; Asriani, Asriani; Jufri, Ady
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.23

Abstract

Larva ikan merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan kelestarian sumberdaya hayati perikanan tawar dan perikanan laut. Stadia larva merupakan stadia yang penting bagi perkembangan, khususnya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis famili larva ikan, distribusi, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman dan dominansi larva ikan di ekosistem mangrove. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Ketiga jenis perlakuan tersebut adalah perbedaan umur mangrove yaitu: A. Stasiun I (umur mangrove >10 tahun), B. Stasiun II (umur mangrove 7 tahun), dan C. Stasiun III (umur mangrove 3 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva ikan yang tertangkap selama penelitian sebanyak 1.288 individu yang terdiri dari terdiri dari 7 famil yaitu Adrianichthyidae, Carangidae, Clupeidae, Engraulidae, Gerreidae, Gobiidae, dan Megalopidae. Larva ikan yang tertangkap memiliki sebaran yang berbeda-beda pada lokasi penelitian. Famili Gerreidae dan Gobiidae memiliki sebaran yang cukup luas, dimana dapat ditemukan di seluruh wilayah. Hasil analisis Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Keseragaman (e), dan Indeks Dominansi (D) larva ikan menunjukkan nilai yang berfluktuatif. Pada setiap wilayah nilai indeks keanekaragaman dari hasil analisis setiap wilayah menunjukkan keanekaragaman populasi yang rendah.