cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 2460674X     EISSN : 25497707     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) published by Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman and published in June and December. CaLLs welcome articles and research reports utilizing an interdisciplinary approach to the study of culture. The object materials of the study may include aspects of language/linguistics, literature, arts (music and traditional arts).
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
THE ANALYSIS OF CHARACTERS’ PSYCHOLOGY IN SAMANTHA NOVEL BY RISA SARASWATI Alfadlilah, Muna
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.6322

Abstract

ABSTRAKKarya sastra adalah ungkapan lisan atau tulisan seorang pengarang berdasarkan pemikiran, argumentasi, dan pengalamannya. Salah satu karya sastra adalah novel. Novel ini memiliki dua kelompok. Mereka adalah fiksi dan non-fiksi. Pengarang novel menulis karya sastra apapun yang berhubungan dengan kehidupan, seperti faktor sosial, psikologis, dan budaya pengarang. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam kehidupan individu adalah aspek psikologis yang ditulis oleh pengarang. Ini memiliki tujuan untuk dinikmati oleh pembaca. Salah satunya adalah kehidupan keluarga yang memiliki korelasi kuat dengan kepribadian terutama aspek psikologis individu. Samantha adalah seorang tokoh dalam novel karangan Risa Saraswati. Ini adalah kisah hidup yang dialami oleh Samantha yang membuatnya sedih dan menderita secara psikologis oleh keluarganya. Penelitian deskriptif-kualitatif ini menggunakan sumber data penelitian berupa kutipan-kutipan dalam novel. Sumber data adalah novel dan referensi yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis model diagram alir dengan penyajian dan reduksi data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek kepribadian tokoh-tokoh dalam novel berdasarkan teori psikologi kepribadian Sigmund Freud. Hasilnya adalah id, ego, dan superego berdasarkan teori kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek kepribadian tokoh-tokoh dalam novel berdasarkan teori psikologi kepribadian Sigmund Freud. Hasilnya adalah id, ego, dan superego berdasarkan teori kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek kepribadian tokoh-tokoh dalam novel berdasarkan teori psikologi kepribadian Sigmund Freud. Hasilnya adalah id, ego, dan superego berdasarkan teori kepribadian Sigmund Freud.Kata kunci: sastra, psikologi, psikoanalisis Sigmund Freud
HABITUS MASYARAKAT KRAPYAK KIDUL KOTA PEKALONGAN TERKAIT TRADISI LOPIS RAKSASA Syarief, Divani Majidullah; Abiyyi, Ufairoh Shoofii; Amini, Umu Hana; Resmanti, Maiyang; Wirajaya, Asep Yudha
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.6289

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui habitus-habitus masyarakat Krapyak Kidul terkait tradisi lopis raksasa. Tradisi ini rutin dihelat setiap tahun pada tanggal 8 Syawal atau tujuh hari setelah Idulfitri di Krapyak Kidul, Kota Pekalongan. Penelitian tergolong deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Pierre Bourdieu. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap narasumber yang direkam dengan gawai untuk nantinya data-data yang dibutuhkan dalam penelitian diambil dengan teknik simak dan catat. Data yang terkumpul akan dibedah berdasarkan konsep habitus dalam strukturalisme genetik Pierre Bourdieu. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini antara lain: (1) Habitus persaudaraan, tradisi lopis raksasa memiliki semangat persaudaraan untuk merekatkan masyarakat; (2) Habitus kompak, tradisi lopis raksasa merupakan media untuk mengompakkan masyarakat yang heterogen; (3) Habitus religius, tradisi lopis raksasa tidak dapat dipisahkan dari nilai keagamaan; (4) Habitus berbagi, tradisi lopis raksasa mengajarkan untuk berbagi pada sesama; (5) Habitus gotong royong, pembuatan lopis raksasa melalui proses yang panjang dan dilakukan bersama-sama; (6) Habitus kerja keras, eksistensi tradisi lopis raksasa tidak lepas dari usaha dan kerja keras masyarakat dalam melestarikan tradisi ini; dan (7) Habitus berdagang, tradisi lopis raksasa mampu menaikkan perekonomian masyarakat dengan adanya kesempatan untuk berdagang.Kata kunci: tradisi, lopis raksasa, syawalan
PRESUPPOSITION ANALYSIS OF CHARACTER’S UTTERANCES IN CAMP ROCK MOVIE Melly, Melly; Ambalegin, Ambalegin
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.6365

Abstract

This descriptive qualitative research aimed to discover different types of presupposition occurred in the Camp Rock movie. To sort the data into categories according to the types of presupposition, the theory of Yule (1996) was applied. Existential presupposition, factive presupposition, lexical presupposition, structural presupposition, non-factive presupposition, and counterfactual presupposition are the six types of presupposition. Observational and non-participatory techniques were used to obtain the data. Additionally, the data was analyzed using the pragmatic identity technique and pragmatic competence-in-equalizing data. To get data from the source, a number of procedures are taken. The researchers started by downloading the movie’s script. The researchers next watched the movie on the internet while highlighting the utterances that had the occurrence of presupposition. The result of this research revealed that there were 15 utterances of presupposition in Camp Rock movie. There were existential presupposition with 4 data, factive presupposition with 1 data, lexical presupposition with 5 data, structural presupposition with 4 data, and counterfactual presupposition with 1 data. The most dominant presupposition type appeared in the movie was lexical presupposition, because most of the characters declared meanings which were customarily interpreted with presumptive statement and had another meaning was recognized.
ANALISIS PENGUASAAN SUFIKS MANDARIN “JIA, YUAN, SHI, SHOU, ZHE” PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN Iskatriati, Lidia; Thamrin, Lily; Suhardi, Suhardi
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.7044

Abstract

Sufiks adalah imbuhan yang diletakkan dibelakang akar kata atau kata dasar. Sufiks mandarin “Jia, Yuan, Shi, Shou, Zhe” merupakan imbuhan tanda kata benda yang menunjuk pada seseorang. Setiap kosa kata yang termasuk dalam imbuhan ini memiliki arti, namun tidak semua memiliki arti yang sama, sehingga tidak dapat digunakan bergantian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi penguasaan dan kesulitan Mahasiswa Angkatan 2018 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin FKIP UNTAN terhadap Sufiks Mandarin “Jia, Yuan, Shi, Shou, Zhe”. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data soal tes. Hasil penelitian menyatakan, bahwa penguasaan Mahasiswa pada Sufiks “Jia” lebih baik dari pada Sufiks “Yuan, Shi, Shou, Zhe”. Presentase jawaban benar pada Sufiks “Jia” mencapai 55,47%, sedangkan Sufiks “Yuan” 39,06%, Sufiks “shi”  47,66%, Sufiks “Shou” 39,84% dan Sufiks “Zhe” 38,28%. Dalam analisis kesulitan, penulis menyadari bahwa Mahasiswa kurang menguasai pada Sufiks “Jia” menunjuk orang yang termasuk dalam kelas tertentu, pada Sufiks “yuan” menunjuk orang yang terlibat dalam profesi atau pekerjaan tertentu, pada Sufiks “Shi” menunjukkan  panggilan nama yang baik untuk seseorang, pada Sufiks “Shou” menunjuk orang yang melakukan aktivitas dan tindakan tertentu, dan pada Sufiks “Zhe” menunjuk orang dengan sifat dan karakteristik tertentu
EXPRESSIVE SPEECH ACTS FOUND IN LOVE AT FIRST SWIPE WEB SERIES Ricca, Hery; Ambalegin, Ambalegin
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.6403

Abstract

This research aimed to find out the expressive speech acts uttered by the characters in Love at First Swipe web series. The data were taken from the related utterances found in the dialogues of the web series. The data were analyzed by using the expressive speech acts theorized by Searle (1979) & Ilie & Norrick (2018). This research applied the observational method and non-participatory technique by Sudaryanto (2015) for collecting the data. This research also applied the pragmatics equalizing method to analyze the data. As the results, there were 15 utterances of expressive speech acts found in the Love at First Swipe web series. However, there were only 2 types of expressive act not found in the utterances, they were deploring and condoling. The other expressive speech act types were found with 3 data of thanking, 2 data of apologizing, 1 data of congratulating, 8 data of complimenting, and 1 data of welcoming. Thus, the most common type of expressive speech act found in the Love at First Swipe web series was complimenting.
LAGU MADURA SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA (TINJAUAN WACANA KRITIS) Dzarna, Dzarna; Hima, Rofiatul; Rahmawati, Erdita Nur; Asmy, Eka Jabbar
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 2 (2022): CaLLs, December 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i2.7445

Abstract

Lagu menjadi sarana hiburan yang disukai banyak kalangan. Selain sebagai hiburan, lagu juga sebagai media untuk mengenalkan budaya di suatu daerah. Salah satunya adalah lagu Madura atau lagu yang menggunakan Bahasa Madura. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui budaya masyarakat Madura dalam lagu-lagu Madura yang mengarah pada pendidikan, pengajaran dan pembiasaan. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough yang terdiri dari tahap kebahasaan, praktik kewacanaan, dan pratek sosiokultural. Sumber data terdiri dari 3 lagu Madura yang bertema pendidikan, pengajaran dan pembiasaan. Sedangkan data yaitu diksi, frase dan lirik-lirik lagu Madura yang menggambarkan budaya masyarakat Madura. Proses analisis data dilakukan tiga tahap yaitu tahap deskripsi, tahap interpretasi, dan tahap eksplanasi. Masing-masing tahap yaitu mengarah pada teori yaitu teks kebahasaan yang fokus pada kosakata yang mengandung kata ideologi, praktik kewacanaan yang  fokus pada pelibat wacana yang mengarah pada peran masyarakat dan praktek sosiokultural yang mengarah pada konteks situasional. Hasil penelitian ini, pendidikan masyarakat Madura pada teks lagu mengarah pada pendidikan pesantren dan begitu menjunjung tinggi seorang guru atau kiyai. Pada pengajaran masyarakat Madura begitu patuh pada pengajaran yang diajarkan oleh kiyai, ustad, guru, dan tokoh agama. Sedangkan pembiasaan, budaya masyarakat Madura suka bergoyun atau bercanda tentang keinginan untuk berpoligami. Ketiga budaya diatas tercermin dalam lirik-lirik lagu Madura.
THE WOMAN STRUGGLE IN THE NOVEL JANE EYRE BY CHARLOTTE BRONTE AND ENTROK BY OKKY MADASARI: COMPARATIVE LITERATURE Sarah, Rima; Pramita, Agry
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 2 (2022): CaLLs, December 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i2.7693

Abstract

Culture and phenomena that exist in society can be known through novels. One of them is the phenomenon of women. This study discusses the woman struggle through two works of English and Indonesian literature, namely the novel Jane Eyre by Charlotte Bronte and the novel Entrok by Okky Madasari. These two novels tell about the life of the women character and their environment. This study uses the theory of feminist literary criticism to find feminist issues in the two novels that appear through the female characters. The method used is descriptive analysis using a qualitative approach. The data source is the novel Jane Eyre by Charlotte Bronte, published in 1847 by Smith, Elder & Co. in London, England, and Okky Madasari's novel Entrok published by Gramedia Pustaka Utama in 2010. The results of data analysis show that the female characters, namely Marni, Rahayu, and Jane Eyre have similarities in making efforts to equalize women through freedom of choice, education. , and work. However, there are also differences regarding the setting of place, time, and culture in the two novels.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA TEKS KARANGAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 MEDAN TAHUN AJARAN 2021/2022 Hasan, Jihan Septiani
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 2 (2022): CaLLs, December 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i2.7536

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kesalahan berbahasa bidang morfologi pada teks karangan yang dibuat sendiri oleh siswa SMP Negeri 4 Medan kelas IX tahun ajaran 2021/2022. Dalam dunia pendidikan, kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa sering terjadi. Jika kesalahan berbahasa tidak diminimalisirkan, maka tujuan kurikulum 2013 tidak dapat terwujud. Kebahasaan merupakan salah satu aspek yang terdapat pada setiap indikator mata pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013. Salah satu aspek kesalahan berbahasa yang sering ditemukan pada karangan siswa yaitu bidang morfologi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian yaitu 20 teks karangan siswa kelas IX SMP Negeri 4 Medan. Berdasarkan hasil temuan data peneliti yaitu adanya  kesalahan bidang morfologi yang terbagi menjadi 5 aspek, yaitu: kesalahan berbahasa bidang penulisan prefiks sebesar 11,1%, kesalahan penulisan bidang infiks 0% karena tidak terdapat kata yang termasuk infiks pada karangan siswa, kesalahan penulisan bidang sufiks sebesar 1,92%, kesalahan penulisan bidang konfiks sebesar 12,88%, kesalahan penulisan bidang reduplikasi sebesar 1,28%, dan kesalahan penulisan bidang pemajemukan sebesar 0% karena tidak ditemukan kesalahan pemajemukan. Dapat ditarik kesimpulan yaitu tingkat kemampuan siswa dalam mengimplementasikan kebahasaan bidang morfologi pada teks karangan yang mereka tulis sudah baik, karena hanya sebagian kecil nilai persentase kesalahan kebahasaan yang ditemukan.
MIGRASI SUBJEK MENOLAK REZIM PARTISI DAN DISSENSUS DALAM FILM HIDDEN FIGURES Saragih, Evi Irawanti
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 2 (2022): CaLLs, December 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i2.7232

Abstract

Hidden Figures is a movie based on true story about the struggle of 3 (three) intelligent women from black race on very first NASA’S space program in 1961. A practice of Policy that makes black race can’t get important position in American society caused them receive discrimination. Based on consciousness that people depart from the same knowledge encourage them to do something across their positions to achieve equality. This study aims to explain what the characters on Hidden figures movie do to resist practice of policy and dissensus that has been divided by the regime partition in order to achieve equality and also to know what kind of migration they have succeeded. The data in form of pictures, monologues or dialogues will be analyzed using theory of Political and Aesthetic Equality by Jacques Ranciere. The result of discussion shows that every character does the political actions and make them in better position in American society. Although racism, discrimination cannot be eliminated through their actions, they have opened avenue and opportunity for anyone who has the ability to get what they deserve regardless of race, ethnicity, religion, even gender. They are no longer hidden figures or trying to be hidden by the regime in power.
TIGER PARENTING’S POWER DOMINANCE IN “TWO KINDS” SHORT STORY: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Windianto, Cahya Pratama
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 2 (2022): CaLLs, December 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i2.7341

Abstract

This study aims to examine the short story entitled “Two Kinds”. The method used in this study is descriptive qualitative. In gathering the data, the writers applied close reading to determine the sentences which show the social wrong. In analyzing the data, the writers applied transitivity as the tool to analyze the sentences. After analyzing the data, the writers interpreted and related the sentences with social theories, which are tiger parenting and second generation Asian American. The results of this study show that the main character’s mother applied abusive methods as discussed in the tiger parenting explanation. The transitivity is used to prove that the parent, specifically the mother in the story, applies tiger parenting’s abusive system. The abusive system of the mother is realized through physical actions, mental affection, and verbal utterances to her daughter. The short story also contains the second generation of Asian American phenomena. As the second generation of Asian American, the main character rebels against the tiger parenting shown by her utterances towards her mother.

Page 11 of 22 | Total Record : 216