cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 2460674X     EISSN : 25497707     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) published by Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman and published in June and December. CaLLs welcome articles and research reports utilizing an interdisciplinary approach to the study of culture. The object materials of the study may include aspects of language/linguistics, literature, arts (music and traditional arts).
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
When local meets global: Exploring multiculturalism beyond code mixing in Indonesian food endorsements on social media Valiantien, Nita Maya; Setyowati, Ririn; Alamsyah, Alamsyah
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22573

Abstract

The use of code-mixing in social media has amassed significant attention as social media platforms have become prominent spaces for communication in recent years. This study aims to explore how code-mixing in Instagram captions serves as a reflection of multiculturalism in Indonesia. Through content analysis of posts from the Instagram account which focus on food reviews and endorsements, this research provides insights into the intersection of language, culture, and social media in a diverse, globalized context, The source of data is from Instagram account @sobatjajan.samarinda where the posts were manually reviewed, and captions that included food-related content and employed code-mixing were selected for analysis. The findings revealed 37 relevant captions, categorized into three main themes: (1) content promoting local food from the three major ethnic groups in Samarinda, (2) posts showcasing a broader diversity of Indonesian cuisine, and (3) content featuring foreign food influences. Through a linguistic analysis of these captions, the study illustrates how code-mixing not only serves as a promotional tool but also highlights the multicultural dynamics of the region, blending local and global influences in food culture.
REPRESENTASI MULTIKULTURALISME ANTAR ETNIS DI KOTA SAMARINDA MEWUJUDKAN HARMONISASI SOSIAL IBU KOTA NEGARA NUSANTARA Hanum, Irma Surayya; Nugroho, Bayu Aji; Gunawan, Sindy Alicia; Muttaqin, Khalifaturrahman
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 11, No 2 (2025): CaLLs, December 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i2.18980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi keragaman budaya pada masyarakat khususnya di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu dan untuk mengetahui hubungan antar etnis penduduk yang terjadi serta nilai-nilai yang berkembang dalam sudut pandang Multikulturalisme. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan pada masyarakat Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu yang dipilih secara proporsional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) representasi multikulturasime yang terjadi di kota Samarinda, khususnya di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu ditunjukkan dengan masyarakat yang terdiri dari beberapa etnis yang selalu mengedepankan dan mendalami makna harmoni serta kepedulian sosial yang tumbuh dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Capaian selanjutnya yaitu adanya sebuah implikasi didalamya, adanya perkembangan pola pikir masyarakat antar etnis di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu lebih menghargai keberagaman. (2) hubungan antar etnis sebagai penduduk di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu yang direfleksikan dari interaksi sosial dan proses sosial terjadi dalam beberapa bentuk dan nilai-nilai yang berkembang di dalamnya merupakan representasi multikulturalisme untuk mewujudkan harmonisasi sosial menjelang didirikannya Ibu Kota Negara Nusantara.
Metafora penyembuhan dalam mantra Sembur Meruo ritual Besambur masyarakat Paser Purwanti, Purwanti; Nasir, Muhammad Alim Akbar; Hamzah, Muhammad Qusairi
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22669

Abstract

Ritual besambur dalam masyarakat Paser merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang mengandalkan kata, bunyi, dan simbolisme budaya dalam proses penyembuhan bentuk pengobatan tradisional. Pengobatan ini mengandalkan matra sebagai medium penyembuhan spiritual. Dalam banyak tradisi lisan, mantra memiliki strutuktur linguistik khas, penuh dengan metafora, simbol, dan konotasi sakral. Kajian linguistik terhadap matra besambur dapat mengungkapkan: 1) Bagaimana bahasa membangun makna penyembuhan. 2) Bagaimana metafora digunakan untuk memahami penyakit dan proses penyembuhan. 3) Bagaimana hubungan makna mantra dan efektivitas ritual dalam konteks sosial budaya masyarakat Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semantik dan studi etnografi. Analisis semantik digunakan untuk mendekonstruksi makna bahasa dalam mantra ritual besambur terutama pada penggunaan metafora sebagai pola bahasa simbolik penyembuhan. Data diperoleh dari observasi partisipasif saat pelaksanaan ritual besambu, wawancara serta dokumentasi rekaman mantra. Pendekatan etnografi digunakan sebagai pemahaman holistic terhadap konteks sosial budaya masyarakat Paser, yang jadi landasan pemaknaan dan praktik ritual. 
Analisis makna ideasional, interpersonal, dan tekstual dalam cerpen Kalarahu Annisa, Luthf; Prasetyo, Chrisnatama Tangguh
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna ideasional, interpersonal, dan tekstual dari sebuah cerita rakyat Jawa yang berjudul Kalarahu. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu linguistik sistemik fungsional. Teknik yang digunakan yaitu teknik pustaka. Data dalam penelitian berupa klausa-klausa dalam cerpen Kalarahu. Data dianalisis berdasarkan makna ideasional, interpersonal, dan tekstual yang melibatkan proses, partisipan, dan sirkumstans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ideasional ditemukan bahwa dari 35 klausa, 21 (60%) klausa berbentuk klausa simpleks dan 14 (40%) berbentuk klausa kompleks. Dari 14 klausa kompleks hanya terdapat 3 (21%) klausa hipotaktik dan 11 (79%) lainnya merupakan klausa parataktik. Secara interpersonal, semua klausa yang terpilih dalam cerpen Kalarahu tergolong dalam klausa indikatif-deklaratif-proposisi-memberi informasi. Secara tekstual ditemukan 67 tema dalam teks cerita pendek Kalarahu dengan rincian: 17 (25,4%) tema topikal bermarkah, 33 (49,3%)  tema topikal tak bermarkah, 14 (20,9%) tema teksual, dan 3 (4,4%) tema interpersonal. Dari ketiga makna dapat diketahui bahwa teks cerpen Kalarahu merupakan teks non-ilmiah di mana penulis tidak memiliki keterkaitan dengan tokoh dalam teks. Penulis hanya bertindak sebagai pemberi informasi.
“You must try it”: A forensic linguistics analysis of online gambling promotions in social media comment sections Juanda, Mochammad Rizki; Sambodo, Unggul Putra; Suryatama, Kurniawan
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22636

Abstract

This study investigates the persuasive strategies employed in online gambling advertisements circulated through social media comment sections. Drawing on a dataset of 32 interactions from TikTok between 21 August and 23 September 2025, the analysis examines how language constructs trust, credibility, and manipulation. Each dataset entry includes a primary promotional comment, often framed as a testimonial of success, and at least one reply, ensuring dialogic interaction. Using a move analysis approach, the findings reveal systematic patterns of persuasion, including claims of winning, reinforcement from other users, and staged dialogue that collectively simulate authenticity. These patterned linguistic moves demonstrate that the comments are strategically orchestrated rather than spontaneous. The recurrence of testimonial chaining, where initial claims are echoed and validated by follow up comments, emerges as a key marker of deception. Engagement metrics such as likes and replies further amplify visibility, making these illicit promotions harder to detect or remove. This study highlights how forensic linguistic analysis can uncover the structural and interactive dimensions of deceptive discourse, offering insights into the mechanisms of online gambling promotion in Indonesia’s digital landscape
Us Against Them, Analisis Wacana Kritis Fairclough dalam Poster Suporter Indonesia di Laga Kualifikasi PD 2026 versus Bahrain Tristiawan, Diar Candra; Srimulyani, Nunuk Endah; Arimbi, Diah Ariani
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 11, No 2 (2025): CaLLs, December 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i2.20854

Abstract

Artikel ini membahas kritik terhadap federasi sepak bola (PSSI) dan pemerintah (Indonesia) oleh salah satu kelompok masyarakat. Melalui Analisis Wacana Kritis (AWK) menggunakan pendekatan Norman Fairclough artikel ini membedah tiga dimensi utama, yaitu teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana frasa Federation Destroyed Our Football, Government Destroyed Our Country yang ada di poster suporter Indonesia dan tersebar di media sosial mencerminkan relasi kekuasaan, ideologi, dan dinamika sosial-politik. 
POLA PENGGUNAAN BAHASA DALAM PEMBERITAAN IBU KOTA NUSANTARA DI MEDIA DARING DETIK.COM: ANALISIS WACANA KRITIS BERBASIS KORPUS Meka, Refbiagi Seis; Markhamah, Markhamah; Sabardila, Atiqa
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 12, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v12i1.20145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan bahasa dalam pemberitaan Ibu Kota Nusantara di media daring Detik.com menggunakan analisis wacana kritis berbasis korpus. Metode yang digunakan adalah Mix Method Sequential Explanatory yakni analisis kuantitatif dahulu menggunakan perangkat lunak AntConc dengan melihat frekuensi kata, kolokasi, dan konkordansinya kemudian dianalisis kualitatif menggunakan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough melalui analisis teks, dan praktik diskursif. Data penelitian yaitu berita terkait Ibu Kota Nusantara sebanyak 58 berita. Sumber data berasal dari media daring Detik.com pada Januari 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Octoparse. Hasil analisis terhadap 58 berita daring Detik.com tentang Ibu Kota Nusantara menunjukkan bahwa media berperan dalam mereproduksi wacana pembangunan yang hegemonik. Pola penggunaan bahasa dalam pemberitaan Detik.com mengenai Ibu Kota Nusantara didominasi oleh leksikon positif dan teknokratis yang berorientasi pada negara, tokoh politik, dan pembangunan fisik yang bersifat simbolik, serta mengabaikan suara masyarakat sipil. Analisis frekuensi, kolokasi, dan konkordansi mengungkapkan konstruksi wacana top-down yang membingkai Ibu Kota Nusantara sebagai proyek strategis yang progresif, modern, dan berorientasi masa depan, dengan minimnya suara masyarakat sipil dan partisipasi publik, memperlihatkan peran media dalam melegitimasi agenda kekuasaan dalam proyek Ibu Kota Nusantara.
Deconstructing Stigma and Agency of Female Sex Workers in Gangubai Kathiawadi : A Derridean Perspective Saragih, Evi Irawanti
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 12, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v12i1.25897

Abstract

 This study examines the deconstruction of stigma and agency of female sex workers in Gangubai Kathiawadi through Jacques Derrida’s deconstructive framework. Popular cinema often positions female sex workers within hierarchical moral binaries particularly moral/immoral that limit subjectivity and agency. Using a qualitative descriptive-analytical method, this research analyses key scenes, dialogues, and visual elements as discursive formations that construct and regulate meaning. The analysis shows that while the film reproduces stigma through moral discourses that normalize subordination and encourage internalized labelling, it also destabilizes these hierarchies by revealing narrative contradictions and moral hypocrisy. These tensions expose the structural reliance of social and political institutions on marginalized communities. Furthermore, the film reconstructs agency not as radical liberation, but as a gradual, relational, and strategic process involving critical awareness, counter-discourse, institutional negotiation, and advocacy for educational rights. Ultimately, agency is depicted as a context-bound socio-political practice operating within structural constraints, reframing marginalized women as political subjects capable of negotiating power and reconfiguring dominant discourses.
INDEXING IDENTITY THROUGH MEMES: A LINGUISTIC ETHNOGRAPHY OF MYDAYNESIA ON X Sani, Sitti Kamila Meutia; Setyowati, Reno; Toyyib, Cholillul Rochman
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 12, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v12i1.20927

Abstract

This study aims to examine how Indonesian K-pop fan communities, particularly Mydaynesia as the fanbase of Day6 in Indonesia, use memes as social practices to construct identity, express emotions, and position their fandom community within digital spaces. Grounded in a digital ethnography approach and framed by Silverstein’s theory of indexicality and Tusting’s concept of language as social practice, this research investigates meme practices within the Mydaynesia community on the X platform. Data were collected through one-month passive participant observation and analyzed thematically. The findings are categorized into five major themes: the use of Javanese language in fandom expression, local cultural parody, iconic Day6 song quotes, humor around military service, and delusional romance. The analysis reveals that memes are not merely a form of entertainment, but also serve as tools for building solidarity, voicing subtle critique, and shaping the community’s unique communicative style. These practices illustrate how language, humor, and local culture are combines to create shared meanings that can only be fully understood by members of the community. This study highlights the role of memes as a form of symbolic labor and communicative action that reflects values, emotions, and social bonds among members of digital Mydaynesia fandom.
AMERICAN POPULAR MUSIC AS RITUAL: EXPLORING THE MEANING OF RELIGION IN INTERACTIONS BETWEEN TAYLOR SWIFT AND SWIFTIES Hamidan, Ahdi Sakha
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 12, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v12i1.19802

Abstract

Music as a product of popular culture has a considerable influence on social life. Music is not only limited to entertainment but has become a form of cultural expression. This can be seen in the relationship between idols and fans that form certain patterns as seen in religious rituals. This article explores how popular music can function as a ritual that creates a special closeness through the interaction between Taylor Swift as an idol and Swifties as her fans. Through analysing the relationship between Taylor Swift and her fans during concerts, interactions on social media, and her music, this article shows how Swifties construct their collective identity and build a seemingly sacred relationship with Taylor Swift. Using a cultural approach, this research will look at the ways in which Swifties express and adopt Taylor Swift's music as part of a social ritual that includes their emotional side. Through this relationship, popular music can create its own space, and fans are not only seen as passive consumers, but they also play an active role in the formation of a strong identity and community.