Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Articles
301 Documents
Difusi Inovasi dalam Teknologi Pendidikan
Nisrokha Nisrokha
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.369 KB)
Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses yang diatur dan disusun sedemikian rupa sesuai langkah-langkah tertentu sehingga dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan dan kompetensi dasar dapat dicapai secara efektif. Oleh karena itu, seorang guru yang profesional harus mampu menjadi inovator dan adaptor dari hasil inovasi agar siswa memiliki pengalaman belajar yang bermakna dan efektif. Teknologi difusi inovasi pembelajaran yang tepat dan efektif akan sangat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Teknologi pendidikan adalah studi dan praktik untuk membantu proses pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang andal. Konsep inovasi, difusi, dan difusi inovasi bukanlah hal baru. Keberanian untuk bertindak membuat sebuah inovasi tidak pernah berhenti meskipun hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Difusi dan inovasi dibutuhkan tidak hanya di bidang teknologi, tetapi di segala bidang termasuk pendidikan. Difusi pendidikan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan serta di setiap komponen sistem pendidikan.
Kritik Ideologi Ijtihād Tradsional
Taufiqur Rohman
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.192 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara kritis apakah secara historis ideologi ijtihād tradisional dapat dibuktikan kebenarannya atau sebaliknya tidak dapat dipertanggungjawabkan, kesimpulan kajian ini, antara lain: (1) ideologi ijtihād tradisional hanyalah sebatas “mengeluarkan hukum” (ikhrāj al-h̟ūkm) dari teks-teks al-Qur’ān dan al-Sunnah yang menyebabkan munculnya sikap taqlid, sehingga umat Islam cenderung meniru dan menerima begitu saja tanpa analisis kritis dan terjebak pada logika pengulangan serta pembenaran (logic of repetation and justification) sesuatu yang sudah ada sebelumnya. (2) wilayah ijtihād klasik sangat terbatas pada masalah praktis (‘Amaliyah: z̟anni) bukan dalam segala bidang (al-h̟ūkm al-‘ilm; qat̟’i), sehingga wilayah ijtihādnya sangatlah terbatas. Oleh karena itu kajian ini menawarkan untuk reformulasi ideologi ijtihād tradisional, dengan: (1) menjadikan ijtihād sebagai proses berfikir dalam menemukan hukum baru secara independen untuk segala bidang dan tidak terbatas pada masalah praktis (‘amaliyah: z̟anni), (2) perlu reformulasi syarat mujtahid yang sudah ditetapkan ulama’ klasik (3) ijtihād kolektif lebih dibutuhkan untuk era sekarang dibandingkan dengan ijtihād personal (fardi).
Konsep ‘Abd Allah dalam Perspektif Teologi Pendidikan
Kaspullah Kaspullah;
Suriadi Suriadi
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.323 KB)
Salah satu upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang mulia tersebut, proses pendidikan seharusnya diarahkan untuk pengembangan komponen-komponen abd Allah yang terdiri dari komponen materi dan immateri serta potensi-potensi yang dimilikinya agar menemukan jati dirinya yang sesungguhnya secara integral. Artinya, dalam proses pendidikan terutama yang menyangkut materi atau content kurikulum paling tidak harus memuat pengenalan serta pembinaan yang terfokus kepada khalik (baca: pendidikan agama). Pendidikan agama yang ideal seperti dimaksudkan adalah bukan hanya dalam kontek ritual urusan kalangan sendiri (individual affair) atau al ahwal al syakhsiyah (individual morality) semata, akan tetapi lebih komprehensip yaitu menyangkut kepedulian terhadap isu-isu umum dalam bentuk al-ahwal al ummah (publik morality). Sehingga dengan content kurikulum atau materi yang ideal tersebut akan terwujud ‘abd Allah seperti yang dikehendaki-Nya. Kemudian untuk menggapai harapan ideal seperti itu, dibutuhkan seorang tenaga pendidik profesional yang dapat mengembangkan seluruh potensi ketauhidan yang ada pada peserta didiknya (‘abd). Hal ini dikarenakan ketaatan kepada-Nya tidak datang serta merta, namun melalui proses bimbingan, pembinaan, dan pembiasaan bahkan mungkin latihan. Proses demikian itu tidak lain adalah proses pendidikan; proses pendidikan yang bersumber dari konsep Ilahiyah.
Metode Pendidikan dalam Pandangan As-Sunnah
Srifariyati Srifariyati
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.869 KB)
Metode Mengajar atau Metode Pendidikan adalah suatu teknik penyampaian materi pembelajaran kepada siswa. Hal ini bertujuan agar siswa dapat berkomunikasi dengan mudah, efektif dan dapat dicerna oleh anak dengan baik. Dengan metode ini diharapkan dapat berkembang berbagai aktivitas belajar siswa. metode memiliki fungsinya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Hadits sebagai sumber kedua ajaran Islam memuat sunnah (tradisi) Nabi berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuan dari Nabi Muhammad saw. Al Qur'an dan hadits sebagai pedoman untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan sumber utama kitab hadits. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Rasulullah sebagai muballigh dan mu'allim yang agung selalu memperhatikan orang yang diajak berbicara dan mengajar. Ia menggunakan metode-metode dalam mengajar yaitu: Nasehat atau ceramah, tanya jawab, mengambil i'tibar dari cerita, tasybih, perlawanan, musyawarah atau diskusi, memberi contoh, studi banding, menulis, menghafal, memfasilitasi, dan memberi.
Aktualisasi Dakwah Berbasis Integrasi-Interkoneksi Keilmuan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Zaen Musyirifin
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.813 KB)
Dakwah di era kekinian tidak cukup hanya dilakukan di tempat ibadah seperti mushola dan masjid saja, melainkan perlu dilakukan di kampus. Fakultas Dakwah dan Komunikasi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki Core Values Integrasi-Interkoneksi memiliki tanggungjawab untuk mengaktualisasikan dakwah berbasis Integrasi-Interkoneksi keilmuan. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan untuk mengetahui aktualisasi dakwah berbasis integrasi-interkoneksi keilmuan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Dari hasil analisis data diketahui bahwa dalam mengaktualisasikan keilmuan dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selain mengadakan kegiatan laboratorium-laboratorium juga diaktualisasikan dalam bentuk tulisan melalui beberapa jurnal yang dimiliki oleh masing-masing prodi. Selain itu, beberapa prodi juga melaksanakan konferensi tingkat internasional sebagai bentuk bagian dari pengembangan keilmuan dakwah.
Konsep Pendidikan Dakwah NU
Imam Mahasin Adli;
Puji Dwi Darmoko;
Mustofa Kamal
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.377 KB)
Seorang muslim wajib menyampaikan ajaran Islam kepada manusia, khususnya ulama yang memiliki kapasitas keilmuan. Namun, agar dakwah cepat menyebar luas, perlu dikemas konsep dakwah dalam bingkai organisasi sehingga dakwah berjalan secara terstruktur, seperti halnya kesuksesan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan dalam rangka menyebarkan ajaran Islam di Indonesia dalam wajah Islam rahmatan lil’alamin. Obyek material dalam kajian ini adalah konsep pendidikan dakwah yang dilakukan oleh NU dalam penyebaran ajaran agama Islam. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research, yang mencari dasar penelitian lewat literatur teks buku. Kajian ini diharapkan dapat mengetahui Konsep Pendidikan Dakwah menurut NU serta mengetahui relevansinya terhadap Gerakan dakwah NU di masyarakat. Hasilnya adalah konsep pendidikan dakwah yang dilakukan NU memiliki beberapa cara, diataranya yaitu pembentukan Badan Otonom (Banom) dan Lembaga serta membuat tingkatan kepengurusan dan fungsi pengurus. Sedangkan gerakan dakwah yang dilakukan oleh NU di Masyarakat memiliki beberapa bentuk, diantaranya melakukan kaderisasi dakwah lewat kegiatan di pesantren, masjid serta kegiatan yang dilakukan oleh Banom, sedangkan wujud dakwah NU di masyarakat yakni lewat pengajian yang diisi dengan berbagai paham Islam ahlu sunnah wal jama’ah dan lewat kerjasama dengan lembaga lain.
Isu-Isu Global dan Kesiapan Guru PAI Dalam Menghadapinya
Achmad Fauzi;
Mohammad Erihadiana;
Uus Ruswandi
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.251 KB)
Sebuah tantangan ketika manusia tidak mampu merespon berbagai krisis yang mereka hadapi di era globalisasi dengan segenap unsur di dalamnya, yang melahirkan berbagai paradigma baru dalam PAI melalui berbagai komponen pendidikan. Guru PAI dapat memberikan jawaban yang tepat atas berbagai tantangan sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan permasalahan global dan kesiapan Guru PAI untuk menghadapinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka. Guru PAI harus siap menghadapi era globalisasi yang mengangkat isu global. Namun demikian terdapat beberapa permasalahan yang terkadang dihadapi, di antara guru yang tidak ingin “melek” dengan era globalisasi, Guru PAI cenderung menggunakan pola-pola lama yang tertinggal dan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Guru PAI tidak mampu mengikuti tantangan globalisasi yang menuntut untuk terus berinovasi dan bergerak di bidang pendidikan. Di sinilah pentingnya kesadaran global yang meliputi ilmu pengetahuan global dan keterampilan global harus dimiliki oleh seorang guru PAI dalam mengimbangi arus globalisasi.
Aspek Semantis Tarkib Fi'l Muta'addi dan Charf Jarr dalam Al-Qur'an
Mohamad Jamaludin
Madaniyah Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.122 KB)
Penelitian ini membahas tentang susunan kalimat yang terdiri dari fi’l muta’addi yang disertai oleh charf jarr dalam Al-qurān atau sebalikya charf jarr yang terletak setelah verba transitif dan perihal aspek semantisnya dalam Al-qurān. Banyak ditemukan verba transitif dan charf jarr yang terdapat di dalam Al-qurān yang terdiri dari 30 juz atau sebanyak 114 surat, atau sejumlah 6236 ayat. Masalah dalam penelitian ini dibatasi hanya pada charf jarr yang terletak setelah verba transitif كتب, جعل,دخل ,جمع, سأل danدعا, sekaligus letak perubahan makna semantisnya, yaitu huruf على, إلى, من, في, بِ, dan اللام yang tersusun dalam kalimat setelah verba transitif. Adapun tujuan penelitian yang pasti dalam penelitian ini adalah menemukan implikasi semantis tarkib yang terdiri dari verba transitif dan charf jarr dalam memahami ayat-ayat Al-qurān. Juga menemukan implikasi semantis charf jarr yang didahului oleh verba transitif dalam struktur kalimat dalam Al-qurān untuk memahami ayat-ayat Al-qurān. Hasil penelitian tentang perilaku semantis verba transitif yang dibantu dengan charf jarr dalam Al-qurān secara teoritis dapat mendukung atau melengkapi teori-teori nahwu bahasa Arab khususnya dalam bab fi’l muta’addi dan charf jarr. Bagi para peneliti bahasa secara umum, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan khazanah ilmiah yang cukup berarti, khususnya mengenai karakteristik bahasa Arab yang digunakan dalam Al-qurān. Secara praktis hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh para pecinta bahasa dalam memahami teks-teks yang berbahasa Arab. Penelitian ini didasarkan pada teori linguistik struktural. Metode analisis yang digunakan adalah metode distribusional. Metode analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode semantik gramatikal (grammatical semantiq). Metode penyajian hasil analisis data dilakukan dengan cara informal, adalah perumusan dengan menggunakan kata-kata biasa walaupun dengan terminologi yang teknis sifatnya.
Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Gasing Ambung Kelapa
Dwi Haryanti;
Asrul Faruq
Madaniyah Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.971 KB)
Permasalahan pokok penelitian ini adalah tergerusnya permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak. Anak lebih suka memainkan gawai dengan fitur-fitur menarik, mulai dari permainan ataupun film. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penerapan permainan tradisional gasing ambung kelapa terhadap perkembangan fisik motorik anak usia dini. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan di PAUD Islam Terpadu Biruni Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahapan yaitu mereduksi data yang dianggap penting, selanjutnya menyajikan datayang telah dipilih sehingga dapat menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional gasing ambung kelapa dalam mengembangkan fisik motorik anak melalui tiga tahapan proses pembelajaran pertama ialah proses tahapan perencanaan, kedua, tahapan pelaksanaan, dan tahapan yang terakhir ialah tahapan evaluasi. Perkembangan fisik motorik anak setelah melaksanakan permainan tradisional gasing ambung kelapa adalah anak mampu melakukan kemampuan dalam melempar, anak mampu mengembangkan kemampuan meloncat dan berlari, serta anak dapat melatih ketepatan, mengkoordinasikan kemampuan tangan dan mata, dan mengembangkan kemampuan anak mengontrol gerakan tangan.
Peran Strategis Wanita Karier dalam Pendidikan Agama Anak
Arif Ismunandar;
Hafiedh Hasan;
Ayu Eka Putri
Madaniyah Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.854 KB)
Peran perempuan saat ini tidak lagi hanya menjaga anggota keluarga dan rumah akan tetapi juga mencari nafkah, membantu suami untuk mencukupi semua kebutuhan hidup sehari-hari serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga dengan menjadi pekerja perempuan atau disebut dengan wanita karier. Peran ibu sebagai wanita karier ini ternyata tidak sepi dari persoalan. Persoalan tersebut antara lain adalah tentang pengasuhan anak. Secara emosional anak lebih dekat kepada ibunya, ketimbang kepada ayahnya. Oleh sebab itu, ketergantungan anak terhadap ibu sebagai pengasuh, pendidik, serta yang mengawasi perkembangan anak banyak diletakkan pada ibu. Sementara ayah bekerja diluar rumah. Tulisan ini memaparkan tentang peran strategis wanita karier dalam pendidkan anak. Pemaparan tulisan ini didasarkan pada analisis dari data pustaka dengan model deskriptif. Dari hasil pembahasan dapat diperoleh kesimpulan bahwa wanita karier merupakan sebuah profesi, pentingya penanaman pandangan hidup keagamaan sejak masa kanak-kanak adalah tindakan yang tepat dilakukan oleh orang tua, karena masa kanak-kanak merupakan masa yang paling baik untuk perkembangan jiwa anak menuju kedewasaan melalui penanaman nilai-nilai keagamaan. Pada masa kanak-kanak tindakan orang tua yang terpenting adalah meresepkan dasar-dasar hidup beragama, seperti dengan membiasakan anak mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan orang tuanya, agar anaknya tertanam untuk mencintai kegiatan yang dilakukan orang tuanya.