cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam STAI NU PACITAN Telah Masuk Jurnal DOAJ Internasional. E-journal ini merupakan versi online dari edisi cetak Transformasi yang diterbitkan oleh LP3M STAI NU PACITAN Jawa Timur Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Hak dan Kewajiban Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam Imam Fakih
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak dan kewajiban anak merupakan salah satu aspek yang mendapatkan perhatian dalam rana pendidikan islam. Hal ini dikarenakan anak merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa dan masyarakat di masa yang akan datang. Selain itu masih banyak ditemukan tidak terpenuhinya hak-hak anak darisegi pendidikannya. Islam sendiri sangat memberikan perhatian akan hak-hak anak, dimana Islam memandang bahwa anak adalah amanah dari Allah yang harus dijaga oleh orang tua, sehingga Islam menjamin hak hidup pada anak, hak penyusuan anak selama dua tahun, hak pengasuhan anak sampai mumayyiz, tercukupinya nafkah anak, hak pendidikan dan kesehatan anak serta menjamin keamanan pada anak. Selain mengatur hak anak, Islam juga mengatur kewajiban seorang anak seperti kewajiban dalam bidang pendidikan serta dalam bidang sosial dan negara.
Manajemen Perubahan SMK di Kabupaten Pacitan Luqman Hadi
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is intended to describe the management of change by the principal as a manager in quality improvement change. Research conducted using qualitative with ethnographic design. Data analysis includes: domain analysis, taxonomic analysis, and compound analysis. The results of the analysis show that change management in the planning, organizing, mobilizing, controlling, and evaluating processes is the main task / responsibility of the school principal's deputy in the transportation team. The strategy used is empirical rational and the division of power with the policy being carried out is the development of teacher professionalism. Values that are believed to be the success of change are the discipline of teacher and student, teacher and student motivation, teacher and student commitment, and academic culture that improves.
Pesantren Pendidikan Prioritas: Upaya Mencegagah Radialisme Melalui Pendidikan Multikulturalisme di Pesantren Ali Mufron
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penilaian terhadap pondok pesantren yang akhir-akhir ini mendapatkan stigma yang negatif bahwa pesantren sebagai sarang teroris. Padahal pesantren merupakan salah satu sub model pendidikan dengan ciri khasnya yang sudah terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap praktik keberagaman dalam berbangsa dan bernegara. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu kepustakaan, dengan melalui data primer pembacaan buku-buku mutakhir. Kajian ini dengan melibatkan teman sejawat yaitu dosen-dosen manajemen pendidikan Islam dari berbagai kampus, dengan langkah-langkah: pengujian naskah melalui diskusi, kritik, saran, perbaikan, dan finalisasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pondok pesantren sebagai salah satu sub dari pendidikan di Indonesia terbukti telah berhasil mewujudkan Islam yang sejuk dan damai sebagaimana yang diajarkan Rasulnya.
Peluang dan Tantangan Bank Syariah di Era Industri 4.0 Rifqy Tazkiyyaturrohmah; Endang Sriani
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays the industrial world is entering a new era called Industrial Revolution 4.0. The implementation of the fourth generation industry must be followed by the establishment of a healthy and sustainable ecosystem in order that it might be effective and able to drive all sectors, particularly economic and business sectors in Indonesia. The phenomenon of fintech is the delivery of product and financial services through the technological platform and innovative business model. In the Industrial Revolution 4.0, creative economic actors and Sharia financial institution should be able to think creatively and optimally to face all the challenges and opportunities created from this era. This research is a qualitative study using a descriptive approach, with the intention of interpreting phenomena that occur and is carried out by involving various existing methods. The results of this study, that there are several opportunities and challenges faced by Islamic banks in Indonesia in facing the 4.0 industrial revolution in the scope of financial technology (fintech). The main challenge facing sharia banks in facing the industrial revolution4.0 is how to develop products and services to spur productivity and competitiveness in the economic and business industries. As for the opportunities owned by Islamic banking to develop products and services to deal with industry 4.0, namely, firstly qualified human resources, secondly technological sophistication, thirdly products needed by the community in the face of the industrial revolution 4.0.
Strategi Memperkokoh Jantung Pendidikan Islam Mohammad Nurul Huda
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inti dari cita-cita pendidikan, terutama pendidikan agama Islam adalah terbentuknya manusia yang beriman, cerdas, kreatif, dan memiliki keluhuran budhi. Tugas utama pendidikan adalah upaya secara sadar untuk mengantarkan manusia pada cita-cita tersebut, Jika upaya pendidikan mengalami kegagalan dalam mengantarkan manusia kearah cita-cita manusiawi yang bersandar pada nilai-nilai ke-Tuhanan, maka yang akan terjadi adalah tumbuhnya prilaku-prilaku negatif dan destruktif, seperti kekerasan, radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme, juga ketidakpedulian sosial, yang semuanya itu mengakibatkan penderitaan semesta..Untuk mencapai tujuaan pendidikan khususnya Islam maka perlunya adanya lembaga pendidikan yang menjadi wadalah dalam menuntut ilmu islam. Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren merupakan jantung pendidikan Islam terutama di Indonesia. Eksistensi Pondok Pesantren yang harus selalu dijaga dan diperkokoh dengan nilai-nilai-nilai yang telah terdapadat dalam pesantren yaitu nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan kebebasan berpikir terkait keilmuan. Tidak hanya nilai-nilainya yang dijagai tetapi hal yang harus diperkokoh adalah manjemen yang baik dengan analisa kekurangan, kekuatan, kesempatan dan ancaman (SWOT) bagi sebuah lembaga pendidikan Islam.
Kerukunan Masyarakat Multikultural Menurut Potret Pendidikan Agama Islam Syamsudin Syamsudin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.245 KB)

Abstract

Islam telah menganjurkan dan mengajarkan manusia untuk bekerja sama dan tolong- menolong dengan sesama manusia dalam hal kebaikan. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan umat islam dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa adanya satir atau batasan ras, bangsa, dan agama. Namun proses tersebut dalam realitanya mengalami banyak kendala, seperti fundalisme, radikalisme dan terorisme. Sikap islam yang menjadi semboyan sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin sangatlah humanis dan relevan, tidak menjadikan jaminan hal yang profan sebagai keyakinan yang dimiliki penganutnya, akan tetapi juga tidak meninggalkan nilai-nilai universal sebagai pesan agama untuk menjaga kedamaian antar umat sesama manusia, dengan menumbuhkan toleransi, membangun solidaritas, menegakkan demokrasi dan menghindari fanatisme dalam beragama. Maka pendidikan islam yang memiliki yang berwawasan kerukunan adalah pendidikan yang mampu menjadikan perbedaannya sebagai alat untuk semakin menjadi pribadi yang taat dan tidak keluar dari fitrahnya, yaitu dengan mengajarkan bagaimana caranya hidup ditengah hiruk pikuk pluralisme bangsanya, agar mereka mampu hidup baik dalam internal kelompoknya maupun eksternal kelompok lain, dapat hidup damai dengan lingkungannya, memaknai perbedaan yang secara bijaksana dan  tepat.  Hal ini terlihat dalap konsep  yaitu;1) berpijak pada konsep fitrah, 2) bersifat moderat, 3) humanis, 4) insklusif dalam beragama, 5) meyakini kemajmukan adalah sunnatullah dan kebenaran bersifat prifat dan universal, 6) mampu hidup berdampingan secara damai dan bekerjasama dengan pemeluk agama lain 7) tumbuh sikap sportif dalam bersosialisasi dan hidup bersama kelompok  lain,8) mengelola perbedaan secara etis dan berkompetisi secara sehat 9) jauh dari presepsi yang sempit yang diwujudkan dengan komunikasi yang sehat berdasarkan pengamatan dan pengertian terhadap perbedaan yang ada.
Fungsi Virtual Learning dalam Sistem Pembelajaran Muhammad Syuhada Subir
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virtual lerning merupakan salah satu komponen yang sangat esensial dalam proses pembelajaran di era globalisasi seperti saat ini. Proses pembelajaran dengan vitual learning merupakan bentuk penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan, sekaligus sebagai bentuk transformasi proses belajar-mengajar dari konvensional ke bentuk digital melalui teknologi informasi. Diterapkannya sistem pembelajaran tersebut dalam proses belajar mengajar dimaksudkan untuk mempermudah peserta didik dalam berinteraksi dengan materi pelajaran, mempermudah peserta didik untuk mengakses informasi- informasi yang berhubungan dengan pendidikan, sosial dan budaya serta bahan ajar atau soal-soal yang dibutuhkan oleh peserta didik. Selain itu memudahkan bagi guru untuk menempatkan bahan ajar dan soal-soal atau tugas-tigas yang harus di pelajari dan di kerjakan oleh siswa.
Pendidikan Akhlak Perspektif al-Imam Al-Ghazali Abdulloh Sadjad
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan mempunyai pengertian yang tidak hanya terbatas pada pendidikan formal yang kebanyakan dipahami oleh masyarakat, oleh sebab itu pendidikan adalah salah satu hal yang diwajibkan oleh agama maupun negara. Pendidikan mempunyai dua pengertian, yakni pengertian pendidikan dalam arti umum dan pendidikan dalam arti khusus. Pendidikan dalam arti khusus adalah bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya, sedangkan pendidikan dalam arti umum adalah suatu proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian manusia, yang mencakup kognitif, psikomotor dan afektif dalam rangka mencapai kepribadian individu yang lebih baik. Akhlak dapat diartikan sebagai budi pekerti, watak, tabiat. Dalam bahasa sehari-hari ditemukan pula istilah etika ataupun moral, yang diartikan sama dengan akhlak, walaupun sebenarnya yang sama antara istilah-istilah tersebut adalah pembahasannya, yaitu tentang baik dan buruk. Budi pekerti merupakan perpaduan dari hasil ratio dan rasa yang bermanifestasi pada karsa dan tingkah laku manusia. Konsep pendidikan akhlak menurut Al- Ghazali yaitu meningkatkan kualitas moral serta mengatasi degradasi moral atau degradasi akhlak manusia yang semakin hari semakin menurun. Dengan adanya konsep pendidikan akhlak di era globalisasi ini, diharapkan mampu menjadi motivasi terkhusus dalam lembaga pendidikan, dan umumnya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Konsep yang berlandaskan al-Qur’an dan al-Hadits harus muncul sebagai kekuatan moral dan memberikan stimulus, sehingga menumbuhkan pemahaman agama yang dinamis dan kreatif bukannya pasif. Konsep pendidikan akhlak harus diberdayakan agar dapat memberikan respon terhadap globalisasi.
Layanan Bimbingan Pribadi Sosial dalam Meningkatkan Komunikasi Antar Pribadi Siswa Tita Maela Margawati
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan pribadi sosial nerupakan upaya memberikan bantuan kepada individu yang berhubungan dengan masalah pribadi sosial dalam dirinya termasuk didalamnya pergaulan sosial untuk mensejahterakan hidupnya. Layanan bimbingan merupakan bantuan yang dapat diberikan kepada individu atau sekumpulan individu untuk mencegah atau mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan potensi yang dimiliki sehingga dapat mencapai perkembangan yang optimal, mampu merencanakan masa depan yang lebih baik serta mampu melakukan penyesuaian diri dengan lingkunganKomunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara dua orang atau lebih secara tatap muka yang memungkinkan pesertanya menangkap reaksi orang lain baik secara verbal maupun non verbal. Individu yang mampu melakukan komunikasi antar pribadi akan mudah bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya dan sebaliknya individu yang kesulitan melakukan komunikasi antar pribadi dengan lingkungannya akan cenderung menyendiri dan tidak mampu bersosialisasi dengan lingkungan. Komunikasi antar pribadi memiliki arti yang sangat penting yaitu, membantu perkembangan intelektual dan sosial kita, selain itu juga untuk mendapatkan pengetahuan dari yang tidak tahu menjadi tahu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui apakah layanan bimbingan pribadi sosial mampu meningkatkan komunikasi interpersonal. Design penelitian ini adalah Pre- Eksperimental Design dengan model One-Group Pretest-Posttest Design. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Likert, wawancara dan observasi. Hasil t-test dilakukan dengan SPSS versi 16 yaitu dengan taraf kesalahan α = 0.05, dengan kriteria Ho ditolak jika output Asymp. Sig. (2-tailed)<α = 0.05, dan jika sebaliknya Ho diterima. (Sugiyono, 2010:379). Dan berdasarkan hasil uji tersebut diperoleh nilai t-test sebesar 0,00, yang mana kurang dari 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan pribadi sosial dapat meningkatkan komunikasi interpersonal siswa.
Strategi Pengelolaan Kelas Berbasis Motivasi Siti Khurota A'yunin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi sangat berpengaruh terhadap perubahan energi, baik dari perkataan maupun perbuatan. Dengan adanya motivasi akan timbul suatu perubahan yang berfungsi sebagai pengarah dan penggerak. Pengajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang ada pada siswa. Pengajaran yang bermotivasi menuntut kreativitas imajinasi guru untuk berusaha secara bersungguh- sunguh mencari cara-cara yang relevan dan sesuai guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa. Salah satu strategi dalam pengelolaan kelas yaitu guru menerapkan strategi pengajaran motivasi. Pengajaran motivasi dilaksanakan untuk mendorong timbulnya suatu perbuatan atau mendorong, membangkitkan kemauan baik dari dalam atau dari luar seseorang untuk belajar. Guru dapat menerapkan pengelolaan kelas dengan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswanya, yaitu dengan memberi angka, pujian, hadiah, kerja kelompok, persaingan, tujuan dan level of aspiration, sarkasme, penilaian, karyawisata, film pendidikan, atau belajar melalui radio/you tobe. Strategi tersebut diterapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Page 7 of 13 | Total Record : 121