cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 509 Documents
MODEL ALAT PENGERING IKAN BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN SENSOR SUHU LM35 UNTUK PEMBUAT IKAN ASIN DI KOTA KUPANG SURBAKTI, JOI Alfreddi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2847

Abstract

The coastal area of Kupang City dries salted fish in the usual way, namely by using roofless drying areas in the form of racks or boards arranged around fishermen's houses. However, this method has a weakness: the drying process takes longer, namely 1 day to dry anchovies and 2 days to dry flying fish. If the weather is cloudy and rainy, drying time may take 3-5 days. The operating principle of this Arduino Uno-based automatic salted fish dryer is to use a heating element as the heat source for the dryer and a fan as a control for air circulation, followed by an LM35 temperature sensor to determine the temperature. Inside the dryer there is a 162 LCD screen that displays the drying value, temperature, menu, and drying time, then program the Arduino Uno as a microcontroller to operate the system. The design of this tool measures 40 cm high, 35 cm wide, and 45 cm long. It is equipped with 2 baking trays for drying fish, each tray can only accommodate 1/4 kg of fish. The test results from the entire research were carried out by drying two types of salted fish, namely flying fish and anchovies weighing 1/2 kg and 1/4 kg. The test results showed that drying flying fish took 2-3 hours and drying anchovies took 1- 2 hours
Studi Kecepatan Pembakaran Laminar dan Tinggi Api Premix Avgas 100 LL dengan Variasi Ekuivalen Rasio Nasrullah, Muhammad Nur Cahyo Hidayat; Kustanto, Muh Nurkoyim; Darsin, Mahros; Ilminnafik, Nasrul; Syuhri, Skriptyan Noor Hidayatullah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2952

Abstract

Aviation gasoline atau yang umum disebut dengan avgas merupakan bahan bakar bagi pesawat dengan mesin piston. Pesawat tipe ini pada umumnya banyak digunakan untuk pelatihan terbang hingga untuk penyemprotan tanaman. Banyak peneliti yang telah membahas mengenai bahan bakar ini. Namun, masih belum ditemukan mengenai pengujian kecepatan pembakaran (SL) dan tinggi api laminar premix menggunakan metode bunsen burner. Oleh karena itu penelitian ini membahas mengenai studi kecepatan pembakaran laminar dan tinggi api premix avgas 100 LL dengan memvariasikan ekuivalen rasio dari 0,8; 1,0 dan 1,2. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kecepatan pembakaran tertinggi didapatkan pada ekuivalen rasio 1,0 yakni 49,31 cm/detik. Namun pada pengujian tinggi api, ekuivalen rasio 1,0 menghasilkan nilai tingi api terendah yakni 6,303 mm. Hal ini disebabkan karena nilai maksimum kecepatan pembakaran umumnya tercapai pada rasio stoikiometrik, yang menandakan saat bahan bakar dan udara dicampur dalam proporsi yang tepat untuk pembakaran sempurna. Dengan pembakaran campuran bahan bakar-udara yang mendekati stokiometri ini maka menyebabkan nilai tinggi api semakin rendah. Fenomena ini terjadi karena tinggi api terkait erat dengan konsumsi penuh uap bahan bakar, Sehingga, tinggi api mencapai titik akhir ketika semua bahan bakar yang menguap telah terbakar habis.
Pembuatan bambu sebagai bahan micro partikel munandar, megara; Karel, Aditya; Sukma, Hendrawan; Anggit, Vector
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3145

Abstract

Bambu merupakan bahan organik yang tumbuh dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan penguat dan penghasil energi. Penelitian tersebut bertujuan untuk membuat mikropartikel bambu yang nantinya dapat digunakan sebagai material komposit atau penghasil energi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mikropartikel bambu dengan metode top-down. Metode top-down merupakan suatu proses perubahan material dari besar menjadi kecil dengan beberapa tahapan proses. Mikropartikel bambu merupakan bahan pembuatan mikrokomposit dan pemanen energi. Mikropartikel bambu memiliki sifat ramah lingkungan, ukuran morfologi, dan kesenjangan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu berukuran 10μm mengalami perubahan struktur selulosa. Bambu berukuran mikro memiliki sifat kristal.
The Effect of Chisel Sharpening and Without Chisel Sharpening on the Surface Roughness of the Piston Waste Casting Material Betan, Agustinus Deka
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2545

Abstract

This research begins with the casting process of motorcycle piston waste and then continues with the turning process on conventional lathes. The purpose of this machining process is to identify the quality of the surface roughness of the turned casting product. The surface roughness quality of the turning product to be applied must show high precision and not experience significant surface defects. To get the surface quality, there are many machining variables that need to be considered, one of which is the use of lathe chisels. The turning tool becomes an important component during the turning process to form various forms of products produced through the mediation of rotary motion and tool motion resulting in large and small friction. This friction that occurs will depend on the sharpness of the chisel itself. The problem studied is the use of sharpened and non-sharpened chisels in terms of product surface roughness during the turning process. In addition, this study will vary the variable thickness of the feed which varies 0.2 mm, 0.4 mm, 0.6 mm, 0.8 mm to be a factor in finding out the quality of turning products. While the spindle rotation of the lathe used is 240 rpm, 350 rpm, 430 rpm. From the experiments on turning the casting product, it was found that the lowest surface roughness quality was obtained with the N6 sharpened chisel of 1.13 mm while the N6 unsharpened chisel was 1.19 mm.Keywords: lathe chisel, casting, piston waste, turning, surface roughness value.
Pengujian Dan Analisis Air Fuel Rasio Terhadap Unjuk Kerja Engine Test Rig Berbahan Bakar E50 Qadri, Al; Paloboran, Merthen; H. Latang, Haruna
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2818

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium yang menggunakan mesin uji tipe TV-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan emisi gas buang motor empat langkah berbahan bakar E50 pada berbagai variasi AFR (air fuel rasio). Variasi AFR yang di gunakan dalam penelitian ini adalah AFR 10/1, 12/1, dan 14/1. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pengujian pada putaran mesin 1.500 dan 1.800 rpm untuk setiap AFR. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif berupa tabel dan grafik untuk menyajikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BHP, BMEP, , SFC mengalami peningkatan pada rpm 1500 dan AFR 12/1 menggunakan bahan bakar E50. Pada kondisi tersebut diperoleh BHP sebesar 0,91 kw, BMEP sebesar 1.09 bar, sebesar 9.81%, dan SFC sebesar 0,83 kg/kwh. Pada kondisi yang sama yaitu AFR 12/1 diperoleh emisi CO dan CO2 untuk E50 adalah 0,053% dan 3,390% sedangkan untuk pertalite masing-masing adalah 0,083% dan 4,023%. Sementara itu untuk emisi HC bahan bakar E50 pada AFR 12/1 adalah 81,667 ppm yang menunjukkan trend yang sedikit lebih tinggi dari pertalite yaitu 40,000 ppm pada kondisi standar.
Pengaruh Jenis Elektroda Pada Sambungan Las Plat Baja Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Surono, Bambang; wahyudi, tri cahyo; Nugroho, Eko; Santoso, Sakti
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2912

Abstract

Pengelasan bukan sekedar tentang memanaskan dua bagian logam samapai mencair untuk disambung dan membiarkannya membeku kembali,akan tetapi membuat lasan yang utuh dengan cara memberikan memberikan bahan tambah atau elektroda saat dipanaskan sehingga memiliki kekuatan seperti yang diinginkan. Merode penelitian meliputi pembentukan, pengelasan dengan Jenis elektroda E6013, E7016 dan E7018 dengan bahan plat baja karbon rendah menggunakan kampuh V-Groove pada Posisi pengelasan bawah tangan (1G) dengan ukuran spesimen ASTM A36 yang nantinya akan dilakukan pengujian tarik dan struktur mikro Berdasarkan hasil pehitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengujian tarik dari hasil pengelasan dengan jenis elektroda E6013, E7016, dan E7018 pada sambungan plat baja ASTM A36 mendapatkan hasil pada variasi elektroda E6013 nilai kekuatan tariknnya yaitu 536,9 Mpa, elektroda E7016 nilai kekuatan tariknnya yaitu 564,76 Mpa, dan elektroda E7018 nilai rata-rata kekuatan tariknnya yaitu 398,87 Mpa Berdasarkan hasil dari pengujian struktur mikro, dengan variasi elektroda E6013, E7016, dan E7018 didapat cacat struktur mikro hasil pengelasan dipengaruhi oleh jenis variasi elektroda yang digunakan serta kwalitas proses pengelasan yang dilakukan.
PENGARUH SUMBER ARUS LISTRIK TERHADAP NILAI TINGKAT SUARA KLAKSON BERDASARKAN STANDAR PENGUJIAN UN ECE R28 PART II Basyari, Aziz; Alva, Sagir
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3080

Abstract

The growth of motorized vehicles in Indonesia reached 4.1% with a total number of vehicles of 136,137,451. Vehicle units operated on the highway will cause an increase in noise on the highway caused by the operation of vehicle horns. The Indonesian government has regulated horn noise quality standards through Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012. Indonesia has agreed to the Asean Mutual Recognation Agreement (MRA) for automotive product standards in the Asean region referring to UN ECE where for horn testing it refers to the UN ECE R28 Part II standard. From testing the horn at durations of 1, 5, 10 and 15 seconds using a battery and an idle engine, there was no significant difference in the resulting horn sound level. This research aims to ensure the source of electric current when testing the horn so that the test can run more effectively and efficiently by establishing in the operational standards the UN ECE R 28 Part II test procedure using a battery only
Pengaruh Variasi Waktu Celup Terhadap Ketebalan Lapisan Dan Pantulan Cahaya Pada Proses Elektroplating Tembaga Yuwono, Yuwono; Asroni, Asroni; Wahyudi, Tri Cahyo; Surono, Bambang
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3319

Abstract

Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan logam lain di dalam suatu larutan elektrolit dengan pembiasan arus listrik. Pelapisan metode elektroplating dapat menghasilkan permukaan yang memiliki karakteristik sesuai dengan logam pelapis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu pelapisan terhadap hasil pantul cahaya dan ketebalan lapisan pada plat baja karbon rendah dengan panjang 70 mm, lebar 35 mm dan tebal 3 mm. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan variasi waktu pencelupan 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Kondisi pelapisan menggunakan tembaga sebagai logam pelapis (anoda) dengan dua buah anoda yang berada di sisi kanan dan sisi kiri katoda, pada jarak antara anoda-katoda  5 cm. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan variasi waktu pencelupan elektroplating tembaga yang dilakukan, nilai pantulan cahaya dan ketebalan lapisannya meningkat, yaitu pada waktu pelapisan 5 menit mendapat ketebalan lapisan 0,27 mm dan nilai pantulan cahaya 14,2 lux. Pada waktu pelapisan 10 menit mendapat ketebalan lapisan 0,77 mm dan nilai pantulan cahaya 19,5 lux. Pada waktu pelapisan 15 menit mendapat ketebalan lapisan tertinggi 0,99 mm dan nilai pantulan cahaya tertinggi 25,1 lux
Pengaruh Pembersihan Combustion Chamber Deposit terhadap Emisi CO dan HC Wahyu, Mujahid; Hendarti, Devina Rosa; Rahmad, Hadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2264

Abstract

Pembersihan Combustion Chamber Deposits (CCD) atau kerak ruang bakar mesin tanpa adanya repetisi (pengulangan), belum mampu menghasilkan pembersihan yang optimal yang terukur dari hasil pengujian kinerja mesin. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh pembersihan kerak karbon ruang bakar terhadap emisi gas buang CO dan HC pada gasoline indirect injection engine; 2) Mengetahui berapa kali repetisi (pengulangan) pada proses pembersihan kerak karbon ruang bakar yang menghasilkan nilai emisi gas CO dan HC yang paling rendah; dan 3) Mengetahui berapa jeda waktu repetisi (pengulangan) pada proses pembersihan kerak karbon ruang bakar yang menghasilkan nilai emisi gas CO dan HC yang paling rendah. Metode penelitian adalah eksperimen meliputi: Pengadaan dan persiapan alat serta bahan; proses perlakukan dan pengujian; ananlisis data; dan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pembersihan deposit karbon dari ruang bakar mesin telah mampu menurunkan kadar emisi gas CO dan HC secara konstan dalam berbagai putaran mesin; Repetisi (pengulangan) tidak begitu berpengaruh pada hasil penurunan kadar emisi gas CO dan HC; 3)Penjedaan waktu berpengaruh pada hasil penurunan kadar emisi gas CO dan HC. Nilai paling baik diperoleh dengan data repetisi dan penjedaan selama 20 menit.
Pengaruh Variasi Urutan Lapisan terhadap Sifat Akustik dan Termal Komposit Ramah Lingkungan berpenguat Serat Ampas Tebu dan Getah Pinus Pratiwi, Putri; Perdana, Mastariyanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi urutan lapisan terhadap sifat akustik dan termal komposit ramah lingkungan. Pada penelitian ini, serat tebu digunakan sebagai bahan penguat dan getah pinus sebagai bahan perekat. Serat tebu dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu serat besar (diameter sekitar 0,37-0,32 mm) dan serat kecil (diameter sekitar 0,12-0,17 mm). Komposit dicetak dengan perbandingan fraksi volume serat tebu dan getah pinus sebesar 70%:30%, ketebalan 0,5 cm. Papan komposit serat tebu berdimeter berbeda tadi disusun dengan urutan diameter serat tebu besar besar (b-b), besar kecil (b-k), kecil besar (k-b) dan kecil kecil (k-k). Sifat akustik dan termal terbatas pada uji koefisien penyerapan suara, impedansi akustik dan konduktivitas termal. Pengukuran sifat akustik dilakukan dengan menggunakan metode Tabung Impedansi satu mikrofon. Sementara, pengukuran sifat termal menggunakan apparatus konduktivitas termal. Hasil pengujian menyatakan semua variasi lapisan mengasilkan komposit dengan kemampuan penyerapan bunyi dan insulasi panas yang baik. Komposit dengan variasi lapisan berdiameter kecil-kecil memiliki kemampuan penyerapan bunyi dan insulasi panas yang lebih baik dibandingkan dengan variasi urutan lainnya. Sementara, untuk komposit dengan susunan layer b-k dan k-b, kemampuan penyerapan bunyi dan insulasi panasnya tidak jauh berbeda.