cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 509 Documents
Pengaruh Peforma Variasi Filter Gasifier Tipe Updraft dengan Bahan RDF Hambali, Imam; Hakim, Muhammad Izzuddin Abdul; Ferdinando, Rio; Suwandono, Purbo
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2890

Abstract

Saat ini, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. Setiap tahun, Indonesia menghasilkan 3,2 juta ton sampah plastik yang sebagian besar dibuang ke alam tanpa diolah terlebih dahulu. RDF (Refused Derived Fuel) adalah bahan bakar yang didapatkan dari berbagai macam sampah dengan campuran bahan organik dan anorganik dengan komposisi tertentu. Gasifikasi adalah proses mengubah bahan bakar fosil dan nonfosil (cair, gas atau padat) menjadi gas dan produk kimia yang berguna. Saat ini, gasifikasi bahan bakar fosil lebih umum dari pada bahan bakar nonfosil seperti biomassa untuk produksi gas sintetis. Filter yang akan digunakan menggunakan bahan organik yaitu serbuk kayu, tatal kayu, bonggol jagung dan zeolite. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi filter dengan menggunakan bonggol jagung, serutan kayu, serbuk kayu dan zeolit. Variabel terikat pada riset ini adalah hasil komposisi dari gas CH4, H2 dan CO. Filter gasifier menggunakan serbuk kayu dengan ukuran meshing (0,5 mm), serutan kayu (Panjang 3 cm tebal 1 mm), bonggol jagung (0,5 cm), Zeolite (0,5 mm). Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bonggol jagung adalah filter yang paling baik dimana mampu menghasilkan gas CO sebesar 150 ppm dan gas H2 sebesar 158 ppm.
Analisis Chassis Kendaraan Airport Rescue Fire And Fighting Crash Car Type 1 Kurniawati, Zulina; Ismail, KGS; Arnas, Yenni; Hilmanto, Millenias
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.2618

Abstract

The chassis is part of the vehicle and requires a strong structure and structure to withstand loads. This part also has the function of maintaining rigidity so that the vehicle does not bend. Damage that commonly appears in Chassis Crash Car X is cracks and corrosion. This study aims to analyze the presence of cracks and corrosion in the chassis of his ARFF crash car type 1 X vehicle at Juanda Surabaya International Airport. The researchers also examined the chassis of the ARFF crash car-analyzing another type of Type 1 vehicle, namely the ARFF crash car Type 1 Y and Z. This study uses qualitative research methods to determine the chassis characteristics of a Type 1 ARFF crash car in service at Juanda Surabaya International Airport. Data analysis using FEM using the Solidworks application determines the values of von Mises stress and chassis displacement versus load and uses calculations to determine the corrosion rate. From the analysis results, the von Mises stress value was close to the yield point value of the material used, the displacement value was the highest, and it had the shortest life. Apart from that, it can be concluded that one of the causes of cracking and corrosion is due to the use of double frames, thus the presence of air gaps as a cause of corrosion formation. Chassis merupakan salah satu bagian kendaraan yang harus memiliki susunan dan konstruksi kuat untuk menahan beban. Bagian ini juga memiliki fungsi untuk menjaga kendaraan agar tetap rigid dan tidak mengalami bending. Kerusakan yang umumnya dialami oleh chassis crash car X adalah crack dan korosi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap adanya crack dan korosi pada Chassis kendaraan ARFF Crash Car Tipe 1 X yang dimiliki Bandar Udara Internasional Juanda-Surabaya, di samping itu peneliti juga akan melakukan analisa Chassis kendaraan ARFF Crash Car Tipe 1 untuk jenis yang lain yaitu ARFF Crash Car Tipe 1 Y dan Z. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengetahui karakteristik dari chassis dari ARFF Crash Car Tipe 1 yang digunakan Bandar Udara Internasional Juanda-Surabaya. Pada proses analisa data menggunakan FEM dengan bantuan aplikasi solidworks untuk mengetahui nilai von mises stress dan displacement chassis terhadap beban dan menggunakan perhitungan untuk mengetahui laju korosi. Dari hasil analisa diperoleh hasil chassis merk X memiliki konstruksi yang paling kurang baik dibandingkan chassis Y dan Z, dikarenakan nilai Von mises stress mendekati nilai yield strength  material yang digunakan,  memiliki nilai Displacement yang paling besar dan umur yang paling pendek. Selain itu dapat disimpulkan bahwa salah satu penyebab adanya crack dan korosi karena penggunaan double frame, sehingga ada celah udara sebagai penyebab terbentuknya korosi.
Uji Kekerasan Terhadap Alumunium dan Baja Karbon Rendah Hasil Rendaman Media Konsentrasi Asam Klorida 3% MS, Firdaus; Bayin, Darmawi; Yuliani, Yuliani; Saud, Eddy; Prasetyo, Sugeng; Mukamal, M. Farda Insan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh perendaman media Asam klorida konsentrasi 3% terhadap kekerasan Alumunium dan Baja karbon. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah AISI 1018, aluminium 6061, asam klorida (HCl) 3 %, air. Uji kekerasan menggunakan Mesin Rockwell (HRC type C). Hasil uji kekerasan menunjukan baja karbon rendah lebih keras dibandingkan alumunium. Sebab kedua spesimen memiliki perbedaan struktur mikro dan kepadatannya. Dan juga hasil diatas menunjukan bahwa benda uji yang telah direndam dilarutan HCl tingkat kekerasannya berkurang sebab telah terjadi proses korosi dan pelunakan struktur mikronya.
Analisis Teoritis Perhitungan High Heating Value (HHV) Bio-Coal Berbahan Dasar Tandan Kosong Kelapa Sawit Khotimah, Nur; martin, Awaludin
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2698

Abstract

Oil palm empty fruit bunches can be used as a renewable energy source made into bio-coal through the torefaction process. The combustion value of oil palm empty fruit bunches is expressed in terms of heating value to indicate the amount of energy obtained. The heating value is also known as the heat value of the fuel, which is one of the important parameters for fuel quality. This study aims to calculate the high heating value of bio-coal theoretically and compare it with experimental results. High heating value is calculated based on the enthalpy of combustion (hC), which indicates the amount of energy released during the combustion process when the fuel is completely burned at a certain temperature and pressure. In other words, the heating value of the fuel is equal to the absolute value of the enthalpy of combustion of the fuel. The theoretical calculation results are different or smaller than the experimental data. Experimentally the high heating value with a sample weight of 0.25 kg, 0.5 kg and 1 kg is 20334 kJ/kg, 23578 kJ/kg, 26346 kJ/kg respectively, while the theoretical high heating value for sample weight 0.25 kg, 0.5 kg and 1 kg respectively amounted to 22053.60 kJ/kg, 22751.66 kJ/kg, 24147.69 kJ/kg. Variability in biomass composition such as chemical elements or components, moisture content, particle size, and volatile matter content can have a significant effect on combustion value
Rancang Bangun Alat Pencekam pada Universal Testing Machine untuk Pengujian Geser Material Komposit Sutrisno, Tito Arif; Febritasari, Rosadila; Kurniawan, Arif; Mahendra, Bima; Annisa, Deya Aulia; Wiraguna, Gede Eka; Siswanto, Heru Adi; Abrori, Nurul
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2849

Abstract

Pengujian geser dilakukan untuk mengetahui kekuatan geser suatu material baik material logam maupun komposit dengan cara mengukur tegangan geser maksimum yang dapat dipertahankan sebelum material pecah. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat alat pencekam spesimen komposit, yaitu jig and fixture di dalam mesin pengujian yaitu Universal Testing Machine (UTM). Penelitian ini dilakukan dengan cara memodifikasi Jig and fixture sesuai dengan karakteristik dari material komposit, kemudian dipabrikasi dan dilakukan uji coba menggunakan spesimen material komposit. Pembuatan jig and fixture dari material Baja ST42 melalui proses frais dan bubut. Komponen penyusun jig and fixture terdiri dari fixed grip, moving grip, adjustable jaw, base plat, rail, penopang poros, dan poros. Dimensi jig and fixture adalah panjang 157 mm, lebar 70 mm, dan tinggi 160 mm. Alat ini dipasangkan pada mesin UTM dan diuji coba menggunakan material komposit yang digerakkan dengan tenaga hidrolik. Spesifikasi material komposit adalah serat fiberglass dan resin polyester dengan standar ASTM D5379-98. Spesimen memiliki dimensi 76mm 20mm 12mm dan terdapat takik ditengah-tengah sebesar 900 dengan kedalaman 4 mm. Hasil pengujian dari alat ini adalah rata-rata nilai kekuatan geser tidak jauh berbeda dari 35,42 Mpa/mm2 dengan tingkat keyakinan 95%. Jig and fixture sudah sesuai dengan UTM dan setelah diuji coba tidak mengalami kendala sehingga layak digunakan.
Analisa Kinerja Reaktor Pirolysis Tanpa Menggunakan Bahan Bakar dalam Menghasilkan Bio-Arang Dan Asap Cair Rajabiah, Nurlaila; Ridhuan, Kemas; Mafrudin, Mafrudin; Saputra, Nugroho Adi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2978

Abstract

The combustion process of pyrolysis needs fuel as a heat source. The pyrolysis process can be performed without fuel, which reduces costs and increases process efficiency. The quantity of charcoal and liquid smoke, as well as the duration of the pyrolysis process, are the main objectives of this study. The research technique that uses rubber wood as a raw material and pyrolysis combustion in a reactor devoid of fuel or heat source. According to study findings, the yield of charcoal products was 33.0%, while that of liquid smoke was 7.3%. The pyrolysis combustion process lasted for 270 minutes, during which time the reactor's maximum raw material flame combustion temperature reached 447C. The results of the pyrolysis of charcoal have the following characteristics: 9.19% water content, 4.52% ash content, and 7475.87 cal/gr heat content. Burning pyrolysis without fuel can save three times as much biomass as burning pyrolysis with fuel.Keywords: Pyrolysis, Combustion, Biomass, Charcoal, Liquid smoke.
Analisis Pengaruh Kedalaman Pemakanan dan Variasi Pahat terhadap Kekasaran Permukaan dan Kekuatan Tarik Baja S45C pada Proses Bubut Mesin CNC Aripin, Aripin; Anjani, Ratna Dewi; Marno, Marno; Hariyanto, Stefhant
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3154

Abstract

Pada industri manufaktur, proses permesinan membutuhkan waktu yang cepat dan produk berkualitas tinggi. Mesin bubut CNC (Computer Numerical Control) digunakan untuk mencapai produksi skala besar. Mesin CNC memiliki banyak keunggulan, termasuk proses pemesinan modern yang menghasilkan kualitas yang baik dan dimensi yang presisi, serta pemotongan dan penyayatan bagian-bagian dengan menggunakan pahat insert. Kualitas hasil pemesinan yang baik, seperti hasil kekasaran permukaan, diperlukan untuk produksi volume tinggi. Kedalaman pemakanan adalah komponen penyebab kekasaran permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan variasi pahat sisipan karbida Tipe D, Tipe T dan Tipe V pada kedalaman pemakanan 0.5 mm, 0.75 mm dan 1 mm terhadap kekasaran permukaan yang dihasilkan dan kekuatan tariknya. Hasil penelitian ini diketahui kekasaran permukaan terendah terdapat pada proses pembubutan pahat sisipan karbida tipe D dengan kedalaman pemakanan 0,5 mm yaitu sebesar 2,590 µm, tegangan tariknya memperoleh hasil sebesar 796,27 MPa dan kekasaran permukaan tertinggi ada pada proses pembubutan pahat insert tipe V dengan kedalaman pemakanan 1 mm yaitu sebesar 11,252 µm, tegangan tariknya memperoleh hasil sebesar 702,29 MPa. Kualitas permukaan suatu bagian dipengaruhi oleh kedalaman pemakanan, permukaan yang kasar menyebabkan kekuatan tarik yang rendah dan permukaan yang halus menyebabkan kekuatan tarik yang tinggi.
Analisa Pengaruh Variasi Media Pendingin Pada Perlakuan Panas Terhadap Struktur Mikro Dan Nilai Kekerasan Fully Pearlitic Steel Muhyi, Abdul; Ramadhanty, Nabila; Pujiyulianto, Eko; Rajagukguk, Kardo; Paundra, Fajar
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin pada perlakuan panas terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro fully pearlitic stell. Proses penelitian dilakukan dengan pemotongan fully pearlitic stell dengan ukuran 10 x 10 x 10 mm, kemudian dilakukan proses perlakuan panas dengan temperatur 900℃, selanjutnya dilakukan proses pendinginan dengan berbeda media pendingin seperti: udara, di dalam oven, air, oli bekas, dan salah satu spesimen yang tidak dilakukan perlakuan apapun sebagai pembanding. Hasil pengujian struktur mikro rel tanpa perlakuan mengandung struktur perlit dan ferit, dengan nilai kekerasan yang didapat 392,64 HVN. Media pendingin udara memiliki fasa ferit dan perlit, dengan nilai kekerasan 335,92 HVN. Pendinginan di dalam oven struktur mikronya adalah sementit, perlit, austenit dengan nilai kekerasan yang diperoleh 287,67 HVN, merupakan nilai kekerasan terendah. Untuk media pendingin air struktur mikro yang terbentuk ferit, austenit, martensit, nilai kekerasannya 915,89 HVN. Untuk pendinginan oli bekas struktur mikronya martensit, austenit, ferit dengan nilai kekerasan 916,38 HVN, media pendingin oli bekas mendapatkan nilai kekekarasan tertinggi.Kata kunci: Perlakuan panas, baja karbon tinggi, kekerasan, struktur mikro.
Pemesinan Paduan Ti-6Al-4V ELI Ibrahim, Gusri Akhyar; Saputra, endra
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2829

Abstract

Titanium alloy material Ti-6Al-4V ELI (Extra Low Interstitial) is a type of alloy that has very similar properties to Ti-6Al-4V (Grade 5) alloy, which is the most widely used material, but only differs in terms of properties. his tenacity. Ti-6Al-4V ELI has higher ductility and better fracture toughness. In addition, this material also has a good ability to work at high temperatures without losing its main properties. The main properties of this material are corrosion toughness at high temperatures and excellent weight to strength ratio. Referring to these advantages, the alloy material of the Ti-6Al-4V ELI type has been developed in many fields including the field of planting materials in the medical field, the aircraft industry, applications in the field of military weapons, the manufacture of racing vehicle components and also high pressure vessels for storing materials. low-temperature (cryogenic) liquid nitrogen [16].. During the machining process of titanium alloy, many things become obstacles because this material is a material that is difficult to machine. This is because the titanium alloy has high hardness, there is often a reaction between the cutting tool and the workpiece material during the cutting process, and there is an accumulation of high temperatures in the cutting area. Factors cutting speed and feed rate are the two dominant factors on the formation of cutting tool wear, both wear on the face or crater side. Damage to the cutting tool is also followed by damage to the surface of the workpiece being machined or the surface quality of the workpiece. The dominant wear that occurs in the rib face area is wear due to adhesion, notch wear, while wear in the crater area is diffusion that occurs during the machining process. Meanwhile, the cutting temperature has a direct impact on the surface quality of the workpiece being machined. The factor of high cutting speed with low feed rate is a combination of factors that provide good cutting force. Meanwhile, insert type cutting tools that have a hard coating, such as TiN, TiAlN and TiCrN play a significant role in the formation of tool wear. Likewise, hard coated tools provide better performance compared to uncoated insert tools. Machining with the Minimum Quantity Lubrication (MQL) method gives better results compared to dry machining and machining using flooded cooling.Keywords: machining, Ti-6Al-4V ELI, cutting tool, materials.
Analisa Kehilangan Panas Secara Konveksi Pada Saluran Steam (Pipa) Dari Turbin Ke BPV (Back Pressure Vessel) Pada PKS (Pabrik Kelapa Sawit) Kapasitas 45 Ton/Jam Studi Kasus Turangie Palm Oil Mill PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk Sinuraya, Robi Alisyahbana; ., Zulham Effendi; ., Siti Aisyah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2922

Abstract

Pabrik kelapa sawit (PKS) adalah fasilitas produksi yang memproses tandan buah kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO), yang merupakan minyak mentah kelapa sawit. Proses pengolahan tandan buah kelapa sawit menjadi CPO membutuhkan sejumlah besar energi untuk menggerakkan mesin dan peralatan di berbagai stasiun di dalam pabrik kelapa sawit. Energi yang digunakan dalam PKS berasal dari dua sumber utama, yaitu boiler dan generator set (genset). Uap, yang dihasilkan oleh boiler, digunakan sebagai penggerak turbin untuk menghasilkan energi listrik di dalam pabrik kelapa sawit. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi dalam penggunaan energi potensial uap ini adalah sifatnya yang rentan kehilangan panas. Banyak upaya telah dilakukan untuk mengurangi kehilangan energi panas, seperti mengisolasi saluran pipa uap, menganalisis isolasi pipa uap untuk mengurangi kerugian panas, serta memeriksa kerusakan isolasi uap yang dapat menyebabkan kerugian energi panas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kerugian energi panas akibat konveksi pada pipa saluran uap dari turbin menuju BPV (back pressure vessel) di PKS. Penelitian ini berjudul " Analisa Kehilangan Panas Secara Konveksi Pada Saluran Steam (Pipa) Dari Turbin Ke BPV (Back Pressure Vessel) Pada PKS (Pabrik Kelapa Sawit) Kapasitas 45 Ton/Jam Studi Kasus Turangie Palm Oil Mill PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk."