cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Post-Truth Era: Ancaman Polarisasi Melalui Grup Whatsapp Keluarga Pinkan Pinardi; Ira Darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p60-78

Abstract

WhatsApp adalah aplikasi perpesanan yang memungkinkan pengguna berinteraksi melalui pesan teks, gambar, video, dan bahkan percakapan telepon antar individu maupun individu dengan kelompok. Grup Whatsapp keluarga adalah contoh nyata interaksi individu dengan kelompok yang nyata di masyarakat namun fungsi grup-grup Whatsapp telah beralih menjadi wadah untuk berbagi omong kosong, lelucon, dan bahkan hoax. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman subjek sebagai terdampak persebaran hoax melalui grup Whatsapp keluarga, bagaimana subjek menyikapi perdebatan didalam keluarganya, dan apa implikasinya terhadap dirinya sendiri maupun keluarganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek terdiri dari 8 orang yang ditentukan secara purposif dengan melihat dan mempertimbangkan seberapa aktif diskusi yang terbentuk pada grup Whatsapp keluarganya. Data dirangkum melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga tema dominan, yaitu pengalaman hoax dalam keluarga, perdebatan didalam keluarga, dan presepsi dan harapan terhadap keluarga yang diharapkan oleh subjek selaku penerima hoax. Secara umum penelitian ini menyimpulkan bahwa generasi muda cukup mampu dalam menyaring berita-berita mana yang benar atau hoax sedangkan orang tua lebih sering menerima informasi begitu saja tanpa diikuti dengan literasi yang mumpuni. Hal ini yang kemudian membuat grup Whatsapp keluarga malah menjadi sebuah tempat perdebatan antar dua kubu anggota keluarga. Terdapat keresahan jika terjadi perdebatan didalam keluarga subjek namun subjek juga menerima hal tersebut dan memberikan pengertian berupa literasi yang cukup terhadap anggota keluarga yang lain terkait berita-berita yang belum diketahui kebenarannya.
Optimisme Dan Kesejahteraan Subjektif Pada Pengangguran Dewasa Muda Riki Zalki; Amalia Juniarly
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p79-89

Abstract

Besarnya angka pengangguran di Indonesia saat ini masih menjadi sebuah problem ketenagakerjaan yang dihadapi. Ketidak seimbangan angka angkatan kerja dan jumlah lowongan kerja juga ikut menjadi faktor masih tingginya angka pengangguran di Indonesia. Akibat dari kondisi menganggur ini juga akan berdampak buruk pada kesejahteraan subjektif yang juga berdampak pada menurunnya optimisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan kesejahteraan subjektif pada pengangguran dewasa muda. Ada 3 hipotesis dalam penelitian ini, yaitu ada hubungan antara optimisme dengan: (1) pleasant affect; (2) unpleasant affect, dan (3) life satisfaction. Partisipan dalam penelitian ini adalah 200 pengangguran dewasa muda di Indonesia. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling purposive. Variabel kesejahteraan subjektif diukur dengan menggunakan skala kesejahteraan subjektif yang disusun oleh peneliti mengacu pada komponen yang dikemukakan oleh Diener, Suh, Lucas, dan Smith (1999). Untuk mengukur variabel optimisme digunakan skala optimisme yang disusun oleh peneliti mengacu pada dimensi yang dikemukakan oleh Seligman (2008). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi pearson product moment. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa optimisme dan pleasant affect dan life satisfaction menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Sementara antara optimisme dan unpleasant affect menunjukkan hubungan negatif yang signifikan. Dengan demikian seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.
Hubungan antara Kecemburuan Romantis dengan Kepuasan Hubungan pada Emerging Adult yang Berpacaran Ancilla Ghislaine Orsley; Erni Julianti Simanjuntak
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p90-104

Abstract

Kecemburuan umumnya dialami sebagian besar pasangan yang menjalin hubungan romantis. Kecemburuan dapat berfungsi sebagai sarana untuk mempertahankan cinta dan hubungan, beberapa orang mungkin juga menganggap kecemburuan sebagai ancaman bagi hubungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecemburuan romantis dengan kepuasan hubungan pada emerging adult yang sedang menjalani hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan bersifat korelasional. Responden penelitian ini berjumlah 150 emerging adult usia 18-25 tahun yang berpacaran. Instrumen penelitian ini adalah Multidimensional Jealousy Scale (MJS) oleh Pfeiffer & Wong (1989) untuk mengukur kecemburuan romantis dan Relationship Assessment Scale (RAS) oleh S.S. Hendrick (1988) untuk mengukur kepuasan hubungan romantis. Melalui teknik statistik Spearman correlation, ditemukan terdapat hubungan antara kecemburuan dengan kepuasan hubungan pada emerging adult yang berpacaran (r = -.338 p < .01), ditinjau dari dimensi kecemburuan romantis yaitu kognitif (r = -.363, p < .01) serta perilaku (r = -.258, p < .01) yang juga berkorelasi dengan kepuasan hubungan. Semakin tinggi kecemburuan emerging adult, semakin rendah kepuasan terhadap hubungan yang dijalaninya. Sedangkan dimensi emosi ditemukan tidak ada korelasi dengan kepuasan hubungan (r = .000, p > .01). Hasil temuan lain terkait dimensi kecemburuan serta kepuasan hubungan turut dibahas dalam penelitian ini.
Pentingkah Efikasi Diri dalam Mempertahankan Keterikatan Kerja Saat Terjadi Restrukturisasi? Yunita Christiana; P. Tommy Y.S. Suyasa; Raja Oloan Tumanggor
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p105-113

Abstract

Dampak dari pandemik COVID-19 menyebabkan banyak perusahaan harus melakukan perubahan terutama di elemen struktur organisasi. Perubahan tersebut menimbulkan tuntutan pekerjaan bagi karyawan. Tuntutan kerja merupakan karakteristik pekerjaan yang dapat menimbulkan ketegangan sehingga menjadi variabel yang menghambat peningkatan keterikatan kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan efikasi diri sebagai salah satu sumber daya agar karyawan dapat yakin dan mampu dalam mengatasi tantangan pekerjaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 181 partisipan yang merupakan karyawan di perusahaan swasta dari level staff hingga manajerial, memiliki banyak fungsi dan mengalami restrukturisasi.  Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan UWES-17, Job Demads-Resources Questionnaire dan General Self-efficacy. Teknik dalam penelitian ini menggunakan non-propability sampling dengan desain penelitian kuantitatif korelasional. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Moderated Regression. Hasil menunjukkan tuntutan kerja berperan negatif terhadap keterikatan kerja dan efikasi tidak signifikan memoderasi hubungan yang dibentuk. Artinya, pada karyawan dengan efikasi diri yang tinggi atau rendah tuntutan pekerjaan tetap berperan negatif terhadap keterikatan kerja. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya terkait work engagement dan personal resource pada perusahaan yang mengalami restrukturisasi.
Shopping to Release Stress? Understanding The Role of Coping Stress and Gender on Online Shopping Behavior in College Students During the COVID-19 Pandemic Wahyu Rahardjo; Kenes Pranandari; Dona Eka Putri; Nurul Qomariyah; Quroyzhin Kartika Rini; Inge Andriani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p114-123

Abstract

In the context of a pandemic, many people are still trying to fulfill their various needs by buying them online. However, the phenomenon of online shopping behavior in a pandemic is no longer a behavior to meet primary needs but is also thought to be carried out as a form of coping strategy to reduce perceived stress. The purpose of this study is to empirically measure to what extent coping stress can affect online shopping behavior by college students during a pandemic. This study uses the online shopping behavior scale owned by Haidery et al. (2020) and coping stress scale from Martinez-Lopez et al. (2016). This study involved 453 college students from grade 1 to grade 4 who lives in Jakarta Greater area. The main data analysis technique in this research is Anacova. The results showed that by considering gender, coping with stress significantly affected online shopping behavior in college students during the pandemic. Another finding in this research also reveals that female students tend to display online shopping behavior and use shopping as coping stress compared to male students.
Kesejahteraan Subjektif pada Lanjut Usia Terlantar Risna Khoirunnisa; Nurchayati Nurchayati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p124-140

Abstract

Penelantaran adalah salah satu masalah bagi lanjut usia yang tinggal di panti wreda. Kualitas hidup lansia di panti wreda berbeda dengan lansia yang tinggal bersama dengan keluarga. Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian psikologi kualitatif ini mengkaji kesejahteraan subjektif lansia terlantar. Data diambil melalui wawancara semi-terstruktur. Responden penelitian ini adalah tiga manula terlantar berusia di atas 60 tahun dan bermukim di UPTD Griya Werdha, Surabaya. Data dianalisis dengan analisis tematik, diuji keabsahannya dengan member checking dan ditriangulasi melalui significant others. Riset ini mengungkap enam tema utama. Pertama, di panti jompo para responden mengalami berbagai masalah penurunan kondisi fisik. Kedua, para manula ini punya relasi sosial negatif atau positif dengan keluarga, teman dan perawat. Ketiga, mereka memaknai hidup mereka dengan mengevaluasi masa lalu dan kondisi sekarang. Keempat, kepuasan hidup mereka dipengaruhi pula oleh prestasi dan aktivitas diri. Kelima, emosi-emosi mereka bersifat negatif dan positif. Keenam, para lansia ini menanggulangi masalah mereka dengan menerapkan strategi coping. Berdasarkan pengalaman pernikahan, kehidupan keluarga, dan juga capaian di masa lampau serta pengalaman hidup yang dijalani saat ini di panti, dapat disimpulkan bahwa ketiga responden lansia memiliki kesejahteraan subjektif cukup baik.
Eksplorasi Komitmen Karier Guru Olievia Prabandini Mulyana; Umi Anugerah Izzati; Meita Santi Budiani; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p141-152

Abstract

Komitmen karier mengacu pada sikap individu terhadap karier yang dimiliki, termasuk kesediaan dan antusiasme bekerja dalam kapasitas tertentu. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa komitmen karier mengarah ke kinerja yang lebih baik, mengurangi tingkat pergantian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi komitmen karier pada guru. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dan pengumpulan data dilakukan melalui skala komitmen karier. Responden penelitian merupakan 191 guru. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar skor komitmen karier guru termasuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi. Hasil analisis lebih lanjut bahwa terkait jenis kelamin menunjukkan bahwa guru perempuan memiliki skor komitmen karier yang lebih tinggi dibandingkan guru laki-laki. Berdasarkan masa kerja menunjukkan bahwa guru dengan masa kerja lebih dari 20 tahun memiliki skor komitmen karier yang lebih tinggi dibandingkan kelompok guru dengan masa kerja lebih dari sepuluh tahun dan kurang dari sepuluh tahun.
Confirmatory Factor Analysis: Skala Regulasi Emosi Pada Setting Olahraga di Indonesia (IERQ4S) Miftakhul Jannah; Ima Fitri Sholichah; Rachman Widohardhono
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p153-160

Abstract

Penelitian terdahulu menunjukkan adanya peningkatan minat dalam mempelajari regulasi emosi dalam olahraga. Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) merupakan skala dengan 10 item yang digunakan untuk mengukur dua proses untuk menilai strategi regulasi emosi individu yang terkait dengan reappraisal dan suppression. Penelitian ini dilakukan untuk menguji struktur faktor ERQ versi Bahasa Indonesia untuk setting olahraga yang disebut IERQ4S dalam sampel 1.145 atlet dengan rentang usia 18-40 tahun. Penelitian ini melibatkan penerjemah terdiri dari 2 orang dan 3 orang expert judgment. IERQ4S sebelum digunakan diberikan kepada 5 atlet untuk mengetahui pemahaman subjek. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur statistik Confirmatory Factor Analyses (CFA). Hasil penelitian menunjukkan nilai loadings factor skala IERQ4S lebih besar dari 0.50. Hal ini mendukung struktur IERQ4S terbukti valid dan menunjukkan model konstruk instrumen dengan kriteria yang baik. Hasil analisis reliabilitas IERQ4S menunjukkan nilai di atas .060 sehingga dapat dikatakan reliabel. IERQ4S yang telah dirancang terbukti menjadi alat ukur yang konsisten secara struktural sehingga dapat digunakan untuk instrumen pengumpul data pada atlet.
The Connection Between Work Motivation and Work Stress with Work Engagement for Bakti Timah Medika Employees Muchtadin Muchtadin; Zelvy Emmelya Sundary
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p161-173

Abstract

This research aims to determine the strength of the relationship between motivation and work stress with work involvement individually or simultaneously. The quantitative approach used in research. The sampling used is the saturated sample method. A total of 270 people filled out the questionnaire with a response rate of 17.21% of the total population. The data analysis method used quantitative descriptive analysis, simple correlation, and multiple correlation. Normality and linearity tests were used before hypothesis testing. The finding in this study is that work motivation is positively and strongly correlated with work engagement. Job stressor has a negative and weak correlation with work engagement. Motivation and work stress are simultaneously positively connected with work engagement. The company is expected to provide motivation, increase the benefits provided and provide freedom in managing work schedules and ways of working so that employees feel more comfortable with their work. Further researchers can use factors that mediate the link between job stress and job engagement to explain the weak relationship found in this study. The next researcher can compare work motivation, job stress and job involvement Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan motivasi dan juga stres bekerja dengan work engagement secara masing-masing maupun simultan. Pendekatan kuantitatif dipakai dalam penelitian. Pengambilan sampel yang dipakai ialah metode sampel jenuh. Sebanyak 270 orang yang mengisi kuesioner dengan tingkat respon 17,21% dari total populasi. Metode analisis data memakai analisis deskriptif kuantitatif, korelasi sederhana dan korelasi berganda. Uji normalitas dan linearitas dipakai sebelum pengujian hipotesis. Temuan dalam penelitian ini ialah motivasi kerja berkorelasi positif dan kuat dengan work engagement. Stres kerja berkorelasi negatif dan lemah dengan work engagement. Motivasi dan stres kerja secara berbarengan berkorelasi positif dengan work engagement. Pihak perusahaan diharapkan memberikan pelatihan motivasi, meningkatkan tunjangan yang diberikan serta memberikan kebebasan dalam mengatur jadwal kerja dan cara bekerja agar karyawan lebih merasa terikat dengan pekerjaannya. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan faktor yang memediasi hubungan antara stres kerja dengan work engagement guna menjelaskan lemahnya hubungan yang ditemukan dalam penelitian ini. Peneliti selanjutnya bisa juga membandingkan tingkat motivasi kerja, stres kerja dan work engagement pada karyawan yang memiliki posisi pekerjaan yang berbeda.
Determinants of Organizational Citizenship Behavior on the Influence of Personality Traits on Leadership Style of Public Sector Officials in Riau Province: A Gender Perspective Review Devi Alviani; Ririn Handayani; Hadiyati Hadiyati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p174-192

Abstract

This research aimed to find out the determination of organizational citizenship behavior on the relationship between personality traits and leadership styles. The sample in this research is 234 respondents from 1.080 population, filled by the leader of Riau province public sector. Quantitative method used in this research. This research used probability sampling technique, proportional stratified random sampling method, and the Krejcie and Morgan, 1970 formula. The verification analysis technique of this research was carried out with statistical tests of Structural Equation Modeling (SEM) and Analysis of Moment Structure (AMOS) as analysis tools. This research shows that: openness to experience has a positive and significant effect on leadership style; neuroticism has a positive and significant effect on leadership style; organizational citizenship behavior is a quasi-moderating between openness to experience and leadership style positively and significantly; and organizational citizenship behavior is a quasi-moderation on the between neuroticism and leadership style negative and significantly. Penelitian ini dilaksanakan pada Sektor Publik Provinsi Riau dengan tujuan mengetahui determinan organizational citizenship behavior pada hubungan personality traits dan gaya kepemimpinan pejabat. Kuantiitatif digunakan sebagai pendekatan pada penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling Probability, metode Proportionate Stratified Random Sampling dengan formula Krejcie and Morgan, 1970 dari 1.080 populasi menjadi 234 responden. Teknik analisa verifikatif penelitian ini dilakukan dengan uji statistic Structural Equational Modelling (SEM) dan Analysis of Moment Structure (AMOS) sebagai alat analisisnya. Hasil analisis membuktikan variabel openness to experience berpengaruh positif signifikan terhadap gaya kepemimpinan; variabel neuroticism berpengaruh positif signifikan terhadap gaya kepemimpinan; variabel organizational citizenship behavior merupakan quasi moderasi pada hubungan openness to experience dan gaya kepemimpinan secara positif signifikan; dan variabel organizational citizenship behavior merupakan quasi moderasi pada hubungan neuroticism dan gaya kepemimpinan secara negatif signifikan.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue