cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Pattern of Adolescents Happines in Islamic Boarding Schools: Examine The Role of Self Acceptance and Prosocial Behavior Muhamad Ulul Albab; Amherstia Pasca Rina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p336-347

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-acceptance and prosocial behavior with happiness in adolescents at the Assalafi Al Fithrah Islamic boarding school Surabaya. This study used quantitative research with a total of 150 subjects. The sampling technique in this study is a random sampling technique. The research sample included in this study was adolescents aged 12-18 years who lived in the one of Islamic boarding school in Surabaya with 73 male and 77 female subject. Based on the calculation of the results of the analysis using Multiple Linear Regression Analysis, a correlation score of 0.772 was obtained with a significance of p = 0.000 (p < 0.05) which means that there is a relationship between self- acceptance  and  prosocial  behavior  with  happiness.  Meanwhile,  a correlation score of 0.507  was obtained  with  a  significance  of 0.000  (p<0.05)  which  means  that  there  is  a  positive relationship between self-acceptance and  happiness. The correlation score of prosocial behavior with happiness was 0.487 with a significance of 0.000 (p<0.05). As a result, the higher the self-acceptance and prosocial behavior possessed by adolescents, the higher the level of happiness they feel. The effective contribution in this study was 0.487, which means  that  self-acceptance  and  prosocial  behavior  have  an  influence  of  48.7%  on happiness. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  hubungan  penerimaan diri dan perilaku prososial dengan kebahagiaan pada remaja di pondok pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jumlah 150 subyek. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah teknik random sampling. Sampel penelitian yang diturut sertakan dalam penelitian ini yaitu remaja berusia 12 – 18 tahun yang tinggal di dalam lingkungan pondok pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Berdasarkan perhitungan hasil analisis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda diperoleh skor korelasi sebesar 0.772 dengan signifikansi p=0.000 (p<0.05) yang artinya ada hubungan antara penerimaan diri dan perilaku prososial dengan kebahagiaan. Sementara  itu  diperoleh  skor  sebesar  0.507  dengan  signifikansi  0.000  (p<0.05)  yang artinya terdapat hubungan posistif antara penerimaan diri dan kebahagiaan. Skor korelasi perilaku prososial dengan kebahagiaan sebesar 0.487 dengan signifikansi 0.000 (p<0.05). Hasilnya, semakin tinggi penerimaan diri dan perilaku prososial yang di miliki oleh remaja maka  akan  semakin  tinggi  pula  tingkat  kebahagiaan  yang  di  rasakannya.  Sumbangan efektif dalam penelitian ini    sebesar  0.487  yang  artinya penerimaan diri dan perilaku prososial memiliki pengaruh sebesar 48,7% terhadap kebahagiaan.
Psychological Well Being in Athletes Disabilities Ajeng Hayyu Sujalmo; Suryanto Suryanto
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p279-289

Abstract

This study aims to determine the psychological well being of athletes with disabilities. Disabilities are individuals who have physical, mental, sensory and intellectual limitations. Sports media can help people with disabilities to develop and explore hidden potentials and talents, so that with sports media people with disabilities can have achievements. Individuals are said to have psychological well being if they have six dimensions, namely self-acceptance, positive relationships with others, autonomy, mastery of the environment, goals in life and personal growth. This study uses a qualitative approach using the intrinsic case study method. Data mining techniques used were documentation and semi-structured interviews and analyzed using theory driven thematic analysis. Participants were 2 disabled athletes. The results showed that all participants, numbering two people, had good psychological well-being, were able to accept their current situation, had independence, had life goals to achieve, were able to form warm relationships with others, were able to control their environment and were able to develop their talents and abilities. personal. The results of this study will be useful as a reference for coaches with disabilities and athletes with disabilities to find out how athletes who have psychological well being are described in life. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui psychological well being pada atlet difabel. Difabel merupakan individu yang memiliki keterbatasan fisik, mental, keterbatasan sensorik dan intelektual. Media olahraga dapat membantu difabel untuk mengambangkan, dan mengeksplorasi potensi serta bakat yang terpendam, sehingga dengan media olahraga para difabel bisa memiliki prestasi. Individu dikatakan memiliki psychological well being jika memiliki enam dimensi yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan sesama, autonomi, penguasaan lingkungan, tujuan dalam hidup dan pertumbuhan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus intrinsik. Teknik penggalian data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik theory driven. Partisipan berjumlah 2 orang atlet difabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh partisipan yang berjumlah dua orang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik, dapat menerima keadaan dirinya sekarang, memiliki kemandirian, memiliki tujuan hidup yang akan dicapai, mampu membentuk hubungan yang hangat dengan orang lain, mampu mengontrol lingkungan dan mampu mengembangkan bakat serta kemampuan pribadi. Hasil penelitian ini akan bermanfaat sebagai referensi bagi pelatih difabel dan atlet difabel untuk mengetahui bagaimana gambaran atlet yang memiliki psychological well being dalam kehidupan.
Influence of Religiosity Toward Materialism on Housewife Vika Riftiani Sabiila; Ima Fitri Sholichah; Prianggi Amelasasih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p290-299

Abstract

The purpose of this study was to prove the influence of religiosity on materialism in housewives. The population of this study was 183 housewives from 4 areas with different characteristics in Gresik Regency, namely urban, rural, industrial and santri areas. The sample determination was carried out using propotionate stratified random sampling technique, with a total sample of 126 people.   The materialism scale adopted from Richins and Dawson (1992) and the religiosity scale adopted from Glock and Stark (1968), have been tested by Lutfia & Hidayat (2020). Each of these scales obtained a Cronbach Alpha value greater than 0.70, so that this research instrument can be said to be reliable. Data collection was carried out using a questionnaire with a Likert instrument, and processed with simple linear regression analysis. The test results show that the level of religiosity of housewives has a significant negative effect on the level of materialism, with a coefficient of determination of 11.3%.  This means that high religiosity will reduce materialism. The majority of respondents rated their level of religiosity as moderate and their level of materialism as low. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya pengaruh religiusitas terhadap materialisme pada ibu rumah tangga. Populasi penelitian ini sebanyak 183 orang ibu rumah tangga dari 4 wilayah dengan karakteristik berbeda di Kabupaten Gresik, yakni wilayah perkotaan, pedesaan, industri dan santri. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik propotionate stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 126 orang. Skala materialisme yang diadopsi dari Richins dan Dawson (1992) dan skala religiusitas diadopsi dari Glock dan Stark (1968), telah diuji coba oleh Lutfia & Hidayat (2020). Masing-masing skala tersebut didapatkan nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70 maka instrumen penelitian ini dapat dikatakan handal (reliabel). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan instrumen likert, dan diolah dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas ibu rumah tangga memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat materialisme, dengan koefisien determinasi sebesar 11,3%.  Hal ini berarti religiusitas yang tinggi akan dapat menurunkan materialisme. Mayoritas responden menilai tingkat religiusitas mereka sedang dan tingkat materialisme rendah.
The Relationship between Self-Efficacy and Academic Procrastination in the Undergraduate Nursing Student Program at the University of Jember Azizah, Nuha Aliyah Nur; Purwandari, Retno; Nur, Kholid Rosyidi Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n01.p1-15

Abstract

Abstract Background: Academic procrastination or delays in the academic field are caused by low self- efficacy wich results in a person’s inability to complete assignments. Objective: The purpose of this study was to investigate the connection between nursing students' academic procrastination and self-efficacy. Method: This study utilized observational scientific plan with a cross sectional methodology. The proportionate stratified random sampling method was used for each class to select the 229 students who participated in this study as respondents.Questionnaire General Self Efficacy Scale (GSES) was used to measure self-efficacy, while Procrastination Assessment Student Scale (PASS) to measure academic procrastination in students. With a significance level of 0.05, the spearman-rank correlation test was used to analyze the data. Results : The findings revealed a p-value of 0,073. This demonstrates that nursing students at Jember University have no significant relationship between academic procrastination and self-efficacy. Conclusion : Further research is needed on other factors that can lead to academic procrastination behavior such as peers, the environment, and differences in views on assignments   Abstrak Latar Balakang :Prokrastinasi akademik atau keterlambatan dalam bidang akademik disebabkan oleh rendahnya self efficacy yang mengakibatkan ketidakmampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara prokrastinasi akademik mahasiswa keperawatan dan self-efficacy. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan ilmiah observasional dengan metodologi cross sectional. Metode proportional stratified random sampling digunakan untuk setiap kelas untuk memilih 229 siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai responden. Kuesioner General Self Efficacy Scale (GSES) digunakan untuk mengukur self-efficacy, sedangkan Procrastination Assessment Student Scale (PASS) untuk mengukur penundaan akademik pada siswa. Dengan tingkat signifikansi 0,05, uji korelasi rank spearman digunakan untuk menganalisis data. Hasil : Temuan mengungkapkan p-nilai 0,073. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan di Universitas Jember tidak memiliki hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan efikasi diri. Simpulan : Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor lain yang dapat menyebabkan perilaku prokrastinasi akademik seperti teman sebaya, lingkungan, dan perbedaan pandangan terhadap tugas.
The Role of Tourism Awareness on the Innovative Work Behavior of Tlangoh Beach UMKM Actors Astuti, Jayaning Sila; Rosyidah, Rezkiyah; Arnani, Ni Putu Rizky
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n01.p61-73

Abstract

Abstract Background: Tourism-related UMKM (Micro, Small and Medium Enterprises) have the potential to stimulate local economies. UMKM with innovative ideas for tourist attractions can be of benefit to both individuals and the community. Thus, tourism awareness is the key factor in promoting innovative work behavior among UMKM actors. Objective: This study aims to investigate the impact of tourism awareness on innovative work behavior. Method: This study employs a causality quantitative approach with the population of the study consisting of UMKM actors in the beach tourism of Tlangoh, Bangkalan. The sampling technique employed is saturated sampling. The instruments used were the tourism awareness scale and the innovative work behavior scale. Results: The findings suggest a strong relationship between tourism and innovative work behavior among UMKM actors at Tlangoh Beach. The tourism awareness variable contributed 39.5% to innovative work behavior, while the remaining 60.5% was influenced by other factors.  Conclusion: The study reveals that the UMKM actors need to cultivate and implement tourism awareness on innovative work practices to maintain their business growth and sustainability in the future.   Abstrak Latar Belakang: UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang berhubungan dengan pariwisata mempunyai potensi untuk merangsang perekonomian daerah. UMKM dengan ide inovasi tempat wisata dapat memberikan manfaat baik bagi individu maupun masyarakat. Dengan demikian, kesadaran pariwisata menjadi faktor kunci dalam mendorong perilaku kerja inovatif di kalangan pelaku UMKM. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kesadaran pariwisata terhadap perilaku kerja inovatif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan populasi penelitian terdiri dari para pelaku UMKM wisata pantai Tlangoh, Bangkalan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala kesadaran wisata dan skala perilaku kerja inovatif. Hasil: Temuan menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pariwisata dan perilaku kerja inovatif di kalangan pelaku UMKM di Pantai Tlangoh. Variabel kesadaran berwisata memberikan kontribusi sebesar 39,5% terhadap perilaku kerja inovatif, sedangkan sisanya sebesar 60,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Simpulan: Penelitian mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM perlu menumbuhkan dan menerapkan kesadaran pariwisata terhadap praktik kerja inovatif untuk mempertahankan pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka di masa depan.
Importance of Happiness and Meaningfulness of Work in Increasing Work Engagement of Millennial Generation in the Digital Age: Systematic Literatur Review Kusumawati, Elza; Matulessy, Andik; Rini, Rr. Amanda Pasca; Muhid, Abdul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n01.p16-31

Abstract

Abstract Background: The mixing of 3 generations (x, millennial / y and z) in the world of work raises differences in the picture of work ethos and attachment. The company has a strategy of creating superior employees. Millennial employees show a desire to be appreciated, maximize work time and prioritize mental health, so that employees can still work in happy conditions and not depressed. Objective: This research shows the importance of happiness and work meaning felt by millennial employees to increase work engagement to the global competition. Method: Systematic literature review by identifying, assessing, and synthesizing literature search results through Google Scholar, Scopus, Research Gate, and Garuda. Results: 12 literature studies show that the work attachment of millennial generation employees is at a moderate level and is still below the work attachment of previous generations. Conclusion: Companies can provide work comfort and opportunities to be actively involved in work so that a sense of meaning arises for the work done to increase employee engagement in the company.   Abstrak Latar Belakang: Percampuran 3 golongan generasi (x, milenial/y dan z) di dunia kerja menunculkan perbedaan gambaran etos dan keterikatan kerja. Perusahaan memiliki strategi menciptakan karyawan unggul. Karyawan milenial menunjukkan keinginan untuk dihargai, memaksimalkan waktu kerja dan mengutamakan kesehatan mental, sehingga karyawan tetap bisa bekerja dalam kondisi bahagia dan tidak tertekan. Tujuan: Penelitian ini mengetahui pentingnya kebahagiaan dan kebermaknaan kerja yang dirasakan oleh karyawan milenial terhadap peningkatan keterikatan kerja pada persaingan global. Metode: yang digunakan adalah Systematic literatur review dengan mengidentifikasi, menilai dan menyintesiskan hasil penelusuran kepustakaan melalui google scholar, Scopus, research gate dan garuda. Hasil: 12 studi kepustakaan menunjukkan bahwa keterikatan kerja yang dimiliki para karyawan generasi milenial berada di taraf sedang dan masih di bawah keterikatan kerja yang  dimiliki para generasi sebelumnya. Simpulan: Perusahaan dapat memberikan kenyamanan kerja dan kesempatan untuk terlibat aktif dalam bekerja sehingga muncul rasa bermakna atas pekerjaan yang dilakukan sehingga dapat meningkatkan keterikatan kerja karyawan di perusahaan.
Managing Academic Stress: Case Study of High School Students and Strategies in Biology Learning Qisthi, Naufalia; Juniarti, Mia Angrianan; Hamdiyati, Yanti; Rahmat, Adi; Winarno, Nanang
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n01.p32-47

Abstract

Abstract Background: Stress is a phenomenon that is often ignored in society because it is related to mental health. Academic stress is a subjective response to high academic demands and changes in the school environment. Objectve: These findings highlight the need for educational institutions to consider lesson timing to manage students' academic stress. Method: The research method used is quantitative descriptive. In data analysis, 40 students from one class were taken as samples using purposive sampling technique. The sample determined by the researcher was public and private high school students without gender restrictions. Result: The variable biology lesson hours has a significant correlation with students' academic stress levels, while gender does not have a significant correlation. The Kruskal Wallis test showed little difference in stress levels between biology lessons held in the morning or afternoon. Conclusion: Using the SEL approach can help educational institutions create learning environments that are more adaptive and responsive to students' needs in dealing with academic stress.   Abstrak Latar Belakang: Stres merupakan fenomena yang sering diabaikan dalam masyarakat karena terkait dengan kesehatan mental. Stres akademik merupakan respons subjektif terhadap tuntutan akademik yang tinggi dan perubahan lingkungan sekolah. Tujuan: Temuan ini menyoroti perlunya institusi pendidikan mempertimbangkan pengaturan waktu pelajaran untuk mengelola stres akademik siswa. Method: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengeksplorasi tingkat stres akademik siswa Sekolah Menengah Atas pada pelajaran biologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Dalam analisis data, 40 siswa dari satu kelas diambil sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang ditentukan oleh peneliti yaitu siswa SMA negeri dan swasta tanpa batasan jumlah gender. Hasil: Variabel jam pelajaran biologi memiliki korelasi signifikan dengan tingkat stres akademik siswa, sedangkan gender tidak memiliki korelasi signifikan. Uji Kruskal Wallis menunjukkan sedikit perbedaan dalam tingkat stres antara pelajaran biologi yang diadakan pada jam pagi atau siang. Simpulan: Penggunaan pendekatan SEL dapat membantu institusi pendidikan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa dalam menghadapi stres akademik.
Psychological Well Being and Family Supportive Supervision Behaviors with Work Life Balance in Working Women Sari, Rini Eka; Nugroho, Andhi Dwi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n01.p48-60

Abstract

Abstract Background: Women working is no longer a rare thing because of the era progresses. For a woman, it is very important to balance her life at work and at home because a balanced work life allows working women to maximize their potential, considering the importance of work life balance for working women. Objective: This research aims to determine work life balance in working women in terms of psychological well-being and family supportive supervision behavior. Method: The data collection method in this research uses three scales, namely the Work life balance scake, Psychological well being scale, and Family support supervision behaviors scale. Data analysis this research uses regression analysis. Results: The results show that psychological well being and family supportive supervision behaviors influence work life balance in women who work either together or separately for the two psychological well being and family supportive variables. Conclusion: The work life balance felt by working women occurs when working women feel psychological well being and family supportive supervision behaviors in the work and family environment.   Abstrak Latar Belakang: Perempuan bekerja bukan lagi hal yang langka seiring dengan kemajuan jaman. Bagi seorang perempuan, sangat penting untuk menyeimbangkan kehidupannya di tempat kerja dan di rumah karena kehidupan kerja yang seimbang memungkinkan perempuan bekerja untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya, mengingat pentingnya keseimbangan kehidupan kerja bagi perempuan bekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan kehidupan kerja pada wanita bekerja ditinjau dari kesejahteraan psikologis dan perilaku supervisi suportif keluarga. Metode: Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala Work life balance, skala Psychological wellbeing, dan skala Family support supervision behaviors. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kesejahteraan psikologis dan pengawasan suportif keluarga berpengaruh terhadap keseimbangan kehidupan kerja pada wanita yang bekerja baik secara bersama-sama maupun terpisah untuk kedua variabel kesejahteraan psikologis dan dukungan keluarga. Simpulan: Keseimbangan kehidupan kerja yang dirasakan wanita bekerja terjadi ketika wanita bekerja merasakan kesejahteraan psikologis dan perilaku pengawasan yang suportif dari keluarga di lingkungan kerja dan keluarga.
Mindset and Resilience: A Correlational Study in Senior High School 12th Grade Students Putri, Nawangsari Indah Kusuma; Priyatama, Aditya Nanda
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n02.p117-125

Abstract

Background: Senior high school students in the last academic year face increasingly high academic and social pressures. This increasing adversity level must be followed by high adaptation competence. Students must have the endurance to adapt positively in facing difficult situations, called resilience. Mindset influences students' responses and ways of facing challenges or adversities. However, few studies have explored the relationship between mindset and resilience. Objective: Aim to examine the correlation between mindset and resilience in 12th grade students in SMAN 5 Surakarta. Method: This study was conducted with 196 students from 12th grade in SMAN 5 Surakarta, obtained through simple random sampling in October 2023. Resilience was measured using the Resilience Scale (r=0.902) and mindset was measured using the Mindset Scale (r=0.801). To analyze the data, the assumption tests, Pearson’s correlation, descriptive statistics, and Independent Sample t-test were used. Results: Out of the total data from 196 students, only 190 students met the criteria to continue. The data obtained was proven to have a normal distribution and a linear correlation. Then, the finding of Pearson’s correlation was shown that mindset and resilience have a significant positive relationship (r=0.372; p<0.05). The relationship that occurs is relatively low and mindset determines resilience by 13.8% (r²=0.138). The findings also revealed that male students have higher resilience than female students (Mdifference= 3.478; p<0.05). Conclusion: The results of this study imply that the more students have a growth mindset, the higher their resilience. Abstrak Latar Belakang: Siswa yang berada dalam tahun terakhir di SMA menghadapi tuntutan akademik dan sosial yang semakin tinggi. Tantangan yang semakin meningkat ini harus diikuti oleh kompetensi adaptasi yang tinggi. Siswa harus memiliki daya tahan untuk beradaptasi secara positif dalam menghadapi situasi sulit atau disebut resiliensi. Mindset mampu memengaruhi respons dan cara siswa dalam menghadapi tantangan ataupun kesulitan. Namun, penelitian tentang korelasi antara mindset dengan resiliensi masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara mindset dengan resiliensi pada siswa kelas XII SMAN 5 Surakarta. Metode: Penelitian ini melibatkan 190 siswa kelas XII SMAN 5 Surakarta yang diperoleh melalui simple random sampling pada Oktober 2023. Resiliensi diukur menggunakan Skala Resiliensi (r=0.902) dan mindset diukur dengan Skala Mindset (r=0.801). Analisis data dilakukan dengan uji asumsi dasar, korelasi Pearson, statistik deskriptif, dan Independent Sample t-test. Hasil: Dari 196 data terkumpul, hanya 190 data yang bisa dilanjutkan untuk dianalisis. Data terbukti memenuhi syarat normalitas dan linearitas. Berdasarkan uji korelasi product moment Pearson, dibuktikan bahwa mindset dan resiliensi memiliki hubungan positif yang signifikan (r=0.372; p<0.05). Hubungan yang terjadi tergolong rendah dan mindset menentukan resiliensi sebesar 13.8% (r²=0.138). Hasil penelitian juga menemukan bahwa siswa laki-laki memiliki resiliensi yang lebih tinggi daripada siswa perempuan (Mdifference= 3.478; p<0.05). Kesimpulan: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin siswa memiliki growth mindset, semakin tinggi resiliensi siswa.
The Influence of Altruism and Work Engagement on Millennial Worker Job Satisfaction Muchtadin, Muchtadin
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n02.p126-135

Abstract

Background: The millennial generation has the characteristic that they do not feel tied to their work. The lack of work engagement of the millennial generation can cause them to be less satisfied with their jobs. Meanwhile, employee job satisfaction is important for every company because it can have an impact on individual and organizational performance. Objective: This research aims to determine the influence of altruism and work engagement on job satisfaction of the millennial generation. Method: Respondents were 100 millennial workers born between 1981 and 1996. The research instrument is an online questionnaire using a Likert scale with five answer choices. Partial Least Square Structural Equation Modeling was chosen as the data analysis method. Results: Altruism and work engagement each have a significant positive effect on job satisfaction. Conclusion: This research contributes to efforts to increase job satisfaction of the millennial generation through factors such as altruism and work engagement. Further research can be limited to certain industries or sectors to see the consistency of research results.AbstrakLatar Belakang: Generasi milenial memiliki karakteristik yaitu tidak merasa terikat dengan pekerjaanya. Kurangnya keterikatan kerja dari generasi milenial dapat menyebabkan mereka kurang puas dengan pekerjaanya. Sementara itu kepuasan kerja karyawan penting untuk dimiliki setiap perusahaan karena dapat berdampak terhadap kinerja  individu maupun organisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh altruism dan work engagement terhadap kepuasan kerja generasi milenial. Metode: Responden ialah 100 pekerja milenial yang lahir antara tahun 1981 sampai 1996.  Metode pengambilan sampel dipilih secara convenience sampling dan termasuk ke dalam kategori non probability sampling. Data diperoleh melalui googleform dengan yang disebar melalui whatsapp, linkedin, dan facebook. PLS SEM dipilih sebagai metode analisis data. Hasil: Altruism dan work engagement masing-masing berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan: Penelitian ini berkontribusi bagi upaya meningkatkan kepuasan kerja generasi milenial melalui faktor-faktor seperti altruism dan work engagement. Penelitian selanjutnya dapat dibatasi pada industri atau sektor tertentu guna melihat konsistensi hasil penelitian.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue