cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) Effectivity to Increase Positive Self Perception on Fatherless Adolescents Amherstia Pasca Rina; Herlan Pratikno; Muchammad Rizal; Ricky Alejandro Martin
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p193-205

Abstract

Adolescence is said to be an unusual and challenging transitional period. Various kinds of problems involving youth groups are increasing day by day. Fatherlessness, or the loss of the father's role, is one of the problems. These various problems cause adolescents to tend to have negative self-perceptions. Therefore, positive self-perception among adolescents needs to be improved. This study aims to determine the effectiveness of MBCT to increase positive self-perception in fatherless adolescents. Participants in this study consisted of six adolescents who experienced fatherlessness and would receive the MBCT intervention. The research instrument consisted of the self-perception scale, adapted from Robbins. The data analysis technique in this study used the Mann-Whitney U Test with the help of SPSS. The results of the hypothesis test obtained a score of z = -2.491 with a significance of p = 0.013. This means that there is a significant difference in increasing self-perception among fatherless adolescents. The results of the effect size test are known based on Rank-biserial totaling 0.861. This means that there is a great influence of Mindfulness-Based Cognitive Therapy on increasing positive self-perceptions in fatherless adolescents. Then adolescents, so it is concluded that Mindfulness-Based Cognitive Therapy is effective in increasing fatherless adolescents' self-perceptions. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan motivasi dan juga stres bekerja dengan work engagement secara masing-masing maupun simultan. Pendekatan kuantitatif dipakai dalam penelitian. Pengambilan sampel yang dipakai ialah metode sampel jenuh. Sebanyak 270 orang yang mengisi kuesioner dengan tingkat respon 17,21% dari total populasi. Metode analisis data memakai analisis deskriptif kuantitatif, korelasi sederhana dan korelasi berganda. Uji normalitas dan linearitas dipakai sebelum pengujian hipotesis. Temuan dalam penelitian ini ialah motivasi kerja berkorelasi positif dan kuat dengan work engagement. Stres kerja berkorelasi negatif dan lemah dengan work engagement. Motivasi dan stres kerja secara berbarengan berkorelasi positif dengan work engagement. Pihak perusahaan diharapkan memberikan pelatihan motivasi, meningkatkan tunjangan yang diberikan serta memberikan kebebasan dalam mengatur jadwal kerja dan cara bekerja agar karyawan lebih merasa terikat dengan pekerjaannya. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan faktor yang memediasi hubungan antara stres kerja dengan work engagement guna menjelaskan lemahnya hubungan yang ditemukan dalam penelitian ini. Peneliti selanjutnya bisa juga membandingkan tingkat motivasi kerja, stres kerja dan work engagement pada karyawan yang memiliki posisi pekerjaan yang berbeda.
Grit in College Students: Literature Review Riza Noviana Khoirunnisa; Nur Eva; Hetti Rahmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p237-251

Abstract

Grit is an important aspect of student academic performance. Various studies on grit have been conducted, but no one has examined individual differences in grit among college students. The purpose of this study is to determine individual differences related to grit in college students. The method used is a literature study on research articles published in reputable international journals. A search for reputable international journals in the 2018-2022 range used the Science Direct page, with the keywords grit, individual differences, and motivation. The search returned 10 articles that matched the criteria. The article was then analyzed using a literature review. The results of the study show that individual differences have a relationship with student grit. The implication of this research is to show that accommodating various individual differences in the learning process is very much needed by students. The persistence of effort and consistency of interest which are the dimensions of grit are also influenced by individual differences. Grit has a very important role for students in achieving the goals set. Grit merupakan salah satu aspek penting dalam performa akademik mahasiswa. Beragam kajian mengenai grit telah dilakukan, namun belum ada yang menelaah mengenai perbedaan individu dalam grit di kalangan mahasiswa. Tujuan studi ini untuk mengetahui perbedaan individu yang terkait dengan grit pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur pada artikel-artikel hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi. Penelusuran jurnal internasional bereputasi pada rentang tahun 2018-2022 menggunakan laman Science Direct, dengan kata kunci grit, perbedaan individu, dan motivasi. Penelusuran menghasilkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria. Artikel kemudian dianlisis menggunakan telaah literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa perbedaan individu memiliki hubungan dengan grit pada mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa mengakomodasi berbagai perbedaan individu dalam proses pembelajaran sangat diperlukan mahasiswa. Perseverance of effort dan consistency of interest yang merupakan dimensi dari grit juga dipengaruhi oleh perbedaan individu. Grit memiliki peran yang sangat penting bagi mahasiswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Can Self-Compassion Improve Adolescents Psychological Well-being? Lutfi Hidayati Fauziah; Miftakhul Izza Rofiqoh
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p226-236

Abstract

Individual always prioritizes the achievement of psychological well-being, as well as adolescents who live in Islamic boarding schools also have their own challenges in achieving it. Self compassion is a factor affecting psychological well-being. Self compassion offers a way for individuals to be able to have kindness with their self, mindfull into their life and a sense of common to other individuals, and will see an obstacle in life to be their best friend. The researchers’ aim was to examine the effect of self-compassion on the psychological well-being of adolescents. This study used quantitative research design, with 200 youth as subjects living at the Salaf Islamic Boarding School in Singosari. Data collection used random sampling, using the Ryff Psychological Well Being Scale (RPWBS) (α = 0.869), the Self Compassion Scale (SCS) (α = 0.721). The correlation test technique to see the effect of the variables is linear regression test to test the effect of the two variables. The results give show that self-compassion can have a positive effect on psychological wellbeing in adolescents. F count value > F table value (17.104 > 3.942), r value of 0.289 > r table 0.138,  the contribution made by Self-compassion to psychological well-being is 8.4%. These results show that both variables are positively and significantly related.The implication given to this research is that with the significant influence of self-compassion on psychological well-being in adolescents, it is important for adolescents to have good and optimal self-compassion so that they love and care for themselves, understand their own needs, have the strength to face all challenge, so that adolescents can have good psychological well-being that is able to grow, develop, achieve and work optimally.   Setiap individu selalu mengutamakan pencapaian Kesejahteraan psikologis (psychological well-being) dalam dirinya, begitupun remaja yang tinggal di Pondok Pesantren juga memiliki tantangan tersendiri dalam pencapaiannya. Self-compassion merupakan salah satu yang mampu mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Self- compassion menawarkan cara untuk individu agar mampu melampaui hambatan-hambatan dalam kehidupannya, dengan Self kindness, mindfullness dan a sense of common humanity individu akan memandang sebuah hambatan dalam hidup menjadi kawan terbaik mereka. Tujuan Peneliti ialah untuk menguji pengaruh Self- Compassion terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja. Penelitian ini menggunakan design penelitian kuantitatif, dengan subyek sebanyak 200 Remaja yang tinggal di Pondok Pesantren Salaf di Singosari. Pengambilan data menggunakan random sampling, dengan menggunakan skala Ryff Psychological Well Being Scale (RPWBS) (α = 0,869) dan Self Compassion Scale (SCS) (α = 0, 721).  Teknik Uji korelasi untuk melihat pengaruh variable ialah uji regresi linear  untuk menguji pengaruh kedua variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa self compassion mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada remaja. Nilai F hitung> nilai F tabel (17,104 > 3,942), nilai r  sebesar 0,289 > r tabel 0,138,  kontribusi yang diberikan oleh Self compassion terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 8,4 %. Hasil tersebut menunjukkan kedua variable berhubungan positif dan signifikan. Implikasi yang diberikan pada penelitian ini ialah dengan adanya pengaruh yang signifikan self compassion  terhadap  kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada remaja, maka pentingnya remaja memiliki self compassion yang baik dan optimal agar mencintai dan peduli akan dirinya, memahami kebutuhan diri, memiliki kekuatan menghadapi segala tantangan, sehingga remaja bisa memiliki kesejahteraan psikologis yang baik yang mampu tumbuh, berkembang, berprestasi dan berkarya dengan optimal.                            
Tobacco Use Disorder, Depression and Cognitive Function to Insomnia In Indonesia: An Analysis of The 2014 Indonesian Family Life Survey Data Muhammad A'inul Yaqin; Rizma Fithri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p206-225

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between tobacco use disorder, depression, cognitive function with insomnia in Indonesia: analysis of Indonesian family life survey 2014 data. This study used quantitative methods. This study uses documentation techniques as a data collection instrument, cross sectional data in 2014 which is data from the Indonesia Family Life Survey-5 (ILFS-5). The population in this study was 1965 early adults with male/female characteristics aged 18-40 years with sleep disorders and poor sleep quality. This study used the simple random sampling method as a sampling technique, so from the total population of 1965, 1642 early adults were used as samples. Data analysis of this study used multiple linear regression analysis. The conclusions in this study are: (1) smoking disorder does not have a significant relationship with insomnia in early adulthood with a value of r = -0.011 (p>0.05). (2) there is a positive and significant relationship between depression variables and insomnia with a value of r = 0.400 (p <0.05). (3) there is a negative and significant relationship between cognitive function variables with insomnia r = -0.051 (p<0.05). (4) tobacco use disorder, depression and cognitive function simultaneously or together with insomnia in early adulthood (p<0.05). This study shows the relationship between depression and cognitive function can have practical implications for the need to pay attention to activities that trigger depression and keep from unhealthy lifestyles such as smoking, consuming alcohol, and consuming excessive amounts of caffeine can affect sleep patterns. Especially for female subjects who have higher levels of depression than men. Tujuan penelitian ini a untuk mengetahui hubungan antara gangguan merokok, depresi, fungsi kognitif dengan insomnia di Indonesia: analisis data  indonesia family life survey 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi sebagai instrumen pengumpulan data, data cross sectional pada tahun 2014 yang merupakan data dari Indonesia Family Life Survey-5 (ILFS-5). Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 1965 orang dewasa awal dengan ciri-ciri laki-laki/perempuan berusia 18-40 tahun dengan gangguan tidur dan kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling sebagai teknik pengambilan sampel, maka dari jumlah populasi 1965 yang digunkan sebagai sampel sebanyak 1642 orang dewasa awal. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Kesimpulan pada penelitian ini adalah: (1) gangguan merokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan insomnia pada usia dewasa awal dengan nilai r = -0.011 (p>0.05). (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel depresi dengan insomnia  dengan nilai r = 0.400 (p<0.05). (3) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara variabel fungsi kognitif dengan insomnia  r = -0.051 (p<0.05). (4) gangguan merokok, depresi dan fungsi kognitif secara simultan atau bersama-sama dengan insomnia pada dewasa awal (p<0.05). Penelitian ini menunjukkan hubungan antara depresi dan fungsi kognitif dapat memiliki implikasi praktis mperlu diperhatikan aktivitas-aktivitas yang memicu depresi dan menjaga dari pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan mengonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan dapat memengaruhi pola tidur. Terutama bagi subjek perempuan yang memiliki tingkat depresi lebih tinggi daripada laki-laki.
Improving Emotional Regulation Through Role Awareness Training Among Youth Athletes Wafiq Alfina Oktafiani; Miftakhul Jannah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p252-261

Abstract

Creating outstanding athletes requires preparation from adolescence so that they can make long-term achievements. However, adolescent athletes are faced with two situations, namely puberty and dual roles that make their responsibilities heavier. This leads to disruption of emotional regulation which is important for adolescent athletes to have. One effort to improve emotional regulation in adolescent athletes is through role awareness training. This study aims to determine the effect of role awareness training on emotional regulation in adolescent athletes. This study uses a quantitative experimental method with a pretest-posttest control group design with the research subject, namely adolescent athletes who live in the training center of the National Potential Young Athletes Center (SLOMPN) as many as 24 people with an age range of 13-15 years old. Emotion regulation was measured using the IERQ4S instrument with a reliability value of .824.  The results of this study indicate a difference in the significance value in the experimental group which is 0.01 (0.01 <0.05). While in the control group, it is 0.05 (0.85>0.05). Increased emotion regulation through role awareness training is influenced by intrinsic and extrinsic factors. The results of this study provide advice to future researchers to examine other types of awareness training.   Pada proses mencetak atlet yang berprestasi diperlukan persiapan sejak remaja agar mereka dapat mencetak prestasi secara jangka panjang. Namun, atlet remaja dihadapkan pada dua situasi, yaitu pubertas dan peran ganda yang membuat tanggung jawab mereka menjadi lebih berat. Hal ini menimbulkan terganggunya regulasi emosi yang penting untuk dimiliki oleh atlet remaja. Salah satu upaya untuk meningkatkan regulasi emosi pada atlet remaja adalah melalui role awareness training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh role awareness training terhadap regulasi emosi pada atlet remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design dengan subjek penelitian yaitu atlet remaja yang menetap di training center Sentra Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) sebanyak 24 orang dengan rentang usia 13-15 tahun. Regulasi emosi diukur dengan menggunakan instrumen IERQ4S dengan nilai reliabilitas .824.  Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nilai signifikansi pada kelompok ekperimen yaitu 0.01 (0.01<0.05). Sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 0.05 (0.85>0.05). Peningkatan regulasi emosi melalui role awareness training dipengaruhi oleh adanya faktor intrinsik dan ekstrinsik. Hasil penelitian ini memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji terkait jenis awareness training yang lainnya.  
Loneliness in College Students: How is the Role of Adjustment and Social Support? Asiyah Khoirun Nisa; Sri Lestari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p322-335

Abstract

Loneliness is one of the problems experienced by students because of the lack of social support and not being matched by the ability to adapt to the social environment. The purpose of this study was to empirically test the role of adjustment and social support together in loneliness. Two hundred students aged 18-25 in Solo Raya participated in this survey. The participants get through incidental sampling techniques. The instruments used were the loneliness, self-adjustment, and social support scales. Data were analyzed using multiple linear regression. The results show that adjustment and social support together affect loneliness. Partially self-adjustment and social support have an equal effect on loneliness in college students. The results of this study imply that the availability of social support from the immediate environment can help students overcome loneliness among students. ABSTRAK Kesepian menjadi salah satu problem yang dialami mahasiswa karena minimnya dukungan sosial dan tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empiris peran penyesuaian diri dan dukungan sosial secara bersama-sama terhadap kesepian. Survei dilakukan kepada 200 mahasiswa usia 18-25 tahun di Solo Raya yang direkrut melalui teknik sampling incidental. Instrumen yang digunakan meliputi skala kesepian, skala penyesuaian diri, dan skala dukungan sosial. Analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan penyesuaian diri dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan signifikan terhadap kesepian. Secara parsial penyesuaian diri dan dukungan sosial memiliki pengaruh yang setara terhadap kesepian pada mahasiswa. Implikasi hasil penelitian ini adalah ketersediaan dukungan sosial dari lingkungan terdekat dapat membantu mahasiswa untuk mengatasi kesepian pada mahasiswa.
Grit, Student Academic Achievement and Factors Affecting It Ihan Martoyo; Lindawati Lindawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p262-269

Abstract

Grit has been shown to be a more influential predictor of success than mere cognitive ability. Research on Grit is still minimal in Indonesia and is often descriptive in nature and does not specifically target student academic achievement. This study aims to fill this gap to reveal the interaction between Grit and student academic achievement. In addition, several aspects of student life were also observed to see their influence on Grit, including length of study, the number of students’ work obligation hours, and the amount of social media/TV consumption. The research was conducted using the Grit Scale.  Purposive sampling was used to collect data from 763 students from the Faculty of Teacher College, Universitas Pelita Harapan, with an age range of 18-22 years from 3 years of class and 4 study programs. Correlation and regression results show that Grit is associated with student academic achievement (r=.14, p<.01), and can predict student academic achievement significantly (β=.14, p<.001). In addition, there was also an increase in Grit scores from the second, to the third, and the fourth-year students.  The amount of students’ work obligation was found to be a positive predictor of Grit, while the amount of social media/TV consumption was a negative predictor. The implications of this research and the factors that influence students’ Grit will be discussed further.   ABSTRAK  Gereget (inggris: Grit) telah ditunjukkan sebagai prediktor keberhasilan yang lebih berpengaruh daripada kemampuan kognitif semata. Namun demikian, penelitian tentang Gereget masih minim di Indonesia dan sering bersifat deskriptif dan tidak menyasar secara khusus ke prestasi akademis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengisi celah ini untuk mengungkap interaksi antara Gereget dan prestasi akademis mahasiswa. Sebagai tambahan, beberapa aspek kehidupan mahasiswa juga diamati pengaruhnya terhadap Gereget, termasuk lama studi, jumlah pemenuhan jam wajib kerja mahasiswa, dan jumlah konsumsi media sosial/TV. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Skala Gereget (Grit-Scale). Purposive sampling digunakan untuk mengambil data dari 763 mahasiswa Fakultas Pendidikan Guru, Universitas Pelita Harapan, dengan rentang umur 18-22 tahun yang berasal dari 3 tahun angkatan dan 4 program studi. Hasil korelasi dan regresi menunjukkan bahwa Gereget berhubungan dengan prestasi akademis mahasiswa (r=.14, p<.01), dan dapat memprediksi prestasi akademis mahasiswa secara signifikan (β=.14, p<.001). Selain itu, juga ditemukan peningkatan nilai Gereget dari mahasiswa tahun kedua, ke tahun ketiga dan keempat. Jumlah jam wajib kerja mahasiswa ditemukan sebagai prediktor positif terhadap Gereget, sedangkan jumlah konsumsi media sosial/TV adalah prediktor negatif. Implikasi penelitian ini dan faktor-faktor yang mempengaruhi Geregetnya mahasiswa akan didiskusikan lebih jauh.
Cognitive Behaviour Therapy to Reduce Communication Apprehension in Students Who Are Working on Thesis Khoirunnisa Khoirunnisa; Tri Kurniati Ambarini
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p270-280

Abstract

The complexity of writing a thesis causes difficulties or obstacles for students, which can result in the emergence of anxiety symptoms. This study aims to determine whether the Cognitive Behaviour Therapy (CBT) approach can reduce the level of communication apprehesion experienced by students who are working on a thesis. Study 1 used a quantitative experimental method with a non-control group design and study 2 used a qualitative method. The participants in this study were 5 students from one of the universities in Surabaya. The results of study 1 show that providing interventions in the form of group counseling with a CBT approach can reduce the level of communication apprehension experienced by students who are working on their thesis. The results of study 2 show that group members can change their cognitive distortions so that they have a more positive thought process. Group members are also able to apply CBT strategies that have been done together to reduce their communication anxiety so that it can increase the effectiveness of communication in preparing the thesis. ABSTRAK Kompleksitas penulisan skripsi menimbulkan kesulitan ataupun kendala bagi mahasiswa, yang dapat berakibat munculnya gejala-gejala kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) dapat menurunkan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Studi 1 menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan non control group design dan studi 2 menggunakan metode kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 5 orang mahasiswa dari salah satu universitas di Surabaya. Hasil studi 1 menunjukkan bahwa pemberian intervensi berupa konseling kelompok dengan pendekatan CBT dapat menurunkan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Hasil studi 2 menunjukkan bahwa anggota kelompok dapat mengubah distorsi kognitifnya sehingga memiliki proses berpikir yang lebih positif. Anggota kelompok pun mampu untuk menerapkan strategi-strategi CBT yang telah dilakukan bersama untuk menurunkan kecemasan komunikasinya sehingga dapat meningkatkan keefektifan komunikasi dalam penyusunan skripsi.
The Influence of Self-Control and the Intensity of Social Media Usage on Adolescent Sexual Behavior Nadaa Salsabiilaa; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis; Amherstia Pasca Rina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p311-321

Abstract

The purpose of this study was to determine the simultaneous and partial relationship between self-control and intensity of social media usage with sexual behavior in 110 adolescents. (103 girl and 7 men of SMK Class XI Accounting aged 16-18 years).  This research is a correlational quantitative study, using parametric analysis methods with multiple regression analysis techniques. The instruments used in this study are sexual behavior scale, self-control scale, and social media usage intensity scale. The results study show a significant directional relationship, partially self-control and sexual behavior show a significant negative relationship as well as the intensity of social media use and sexual behavior show an insignificant positive relationship. With this it can be concluded that high self-control and low intensity of social media use will lead to low sexual behavior, otherwise low self-control and high social media use lead to high sexual behavior. Sexual behavior is one of the problems that afflicts most adolescents in Indonesia, this behavior is related to genitals or intimate relationships aimed at attracting the attention of the opposite sex. Many factors affect adolescents both from internal factors, namely self-control and external factors, namely the intensity of social media use. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan secara simultan dan parsial antara kontrol diri dan intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku seksual pada 110 remaja SMK Kelas XI Akuntansi usia 16-18 tahun pengguna media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional, menggunakan metode analisis parametrik dengan teknik analisis regresi berganda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala perilaku seksual, skala kontrol diri, dan skala intensitas penggunaan media sosial. Hasil dari uji analisis regresi berganda secara simultan menunjukkan hubungan berarah yang signifikan, secara parsial kontrol diri dan perilaku seksual menunjukkan hubungan negatif yang signifikan begitupun dengan intensitas penggunaan media sosial dan perilaku seksual menunjukkan hubungan positif yang tidak signifikan. Dengan ini dapat disimpulkan adanya kontrol diri yang tinggi dan intensitas penggunaan media sosial yang rendah akan menimbulkan perilaku seksual yang rendah, sebaliknya kontrol diri yang rendah dan penggunaan media sosial yang tinggi menimbulkan perilaku seksual yang tinggi. Perilaku seksual salah satu masalah yang menimpa sebagian besar remaja di Indonesia, perilaku ini berkaitan dengan alat kelamin atau hubungan intim yang ditujukan untuk menarik perhatian lawan jenis. Banyak faktor yang mempengaruhi remaja baik dari faktor internal yaitu kontrol diri dan faktor eksternal yaitu intensitas penggunaan media sosial.
Maintaining Mental Health through the Role of Self-Compassion for Adolescents in Orphanages Akbar Nur Aziz; Azam Syukur Rahmatullah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p300-310

Abstract

The purpose of this study was to analyze the role of Self-Compassion on adolescent mental health in orphanages and analyze the causative factors and ways to overcome mental health disorders for adolescents in orphanages. The research method uses a mix method. Study 1 is quantitative data obtained from filling out questionnaires with a Likert scale with 43 samples aged 12-18 years. Quantitative data analysis using multiple linear regression.  Study 2 is qualitative data obtained by conducting interviews, observations at the orphanage Minggir area, Sleman Special Region of Yogyakarta. Qualitative data analysis uses reduction techniques, display and conclusion drawing, as well. The results showed that: Study 1, there was an effect of Self-Compassion of 21.9% on the mental health of orphanage adolescents. The other 78.1% are other influences such as parenting, environment, self-openness, education, and so on. Study 2, Factors causing mental health disorders of orphanage adolescents include the background of adolescents from families of victims of domestic violence, victims of pornographic action and parenting that is not optimal. The implication of this study is that to improve mental health, it is necessary to instill a consistent self-compassion attitude for orphanage adolescents. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Self-Compassion terhadap kesehatan mental remaja di panti asuhan dan menganalisis faktor penyebab serta cara menanggulangi gangguan kesehatan mental bagi remaja di panti asuhan. Metode penelitian menggunakan mix method. Study 1 yakni data kuantitatif diperoleh dari pengisian kuesioner dengan skala likert dengan 43 sampel usia 12-18 tahun. analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda.  Study 2 yakni data kualitatif diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi di panti asuhan daerah Minggir, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data kualitatif menggunakan teknik reduksi, display dan penarikan kesimpulan, serta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Study 1, terdapat pengaruh Self-Compassion sebesar 21.9% terhadap kesehatan mental remaja panti asuhan. 78.1% lainnya merupakan pengaruh lain seperti pola asuh, lingkungan, keterbukaan diri, pendidikan, dan sebagainya. Study 2, Faktor penyebab gangguan kesehatan mental remaja panti asuhan di antara lain ialah latar belakang remaja dari keluarga korban KDRT, korban porno aksi dan parenting yang tidak maksimal. Implikasi penelitian ini adalah guna meningkatkan kesehatan mental diperlukan penanaman sikap self-compassion yang konsisten bagi remaja panti asuhan.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue