cover
Contact Name
abdul basit
Contact Email
basit.umt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalnyimak@gmail.com
Editorial Address
Jl.Mayjen Sutoyo No.2 Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15111 Indonesia.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak: Journal of Communication
ISSN : 25803803     EISSN : 25803832     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/nyimak
Nyimak: Communication Journal to encourage research in communication studies. The focus of this journal are: Public Relations, Advertising, Broadcast, Political Communication, Cross-cultural Communication, Business Communication, and Organizational Communication
Articles 141 Documents
Governor of East Kalimantan Political Leadership Opinion in Responding to Covid-19 Policies Iman Surya; Sanny Nofrima; Niken Nurmiyati; Herdin Arie Saputra
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 2 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3574.898 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.4773

Abstract

This study aims to develop an understanding of opinion leadership in improving communication about digital media to encourage deeper engagement and share information on various digital platforms in identifying opinion leadership. Novelty in this study is the response to the opinion leaders of the East Kalimantan Governor’s political discourse in the Covid-19 response policy. This research uses qualitative research. Data was collected using primary data in the form of in-depth interviews with the people of East Kalimantan and supported by secondary data in the form of fifteen online media and the official website of the East Kalimantan government. Data analysis using Nvivo 12 Plus software to get more professional results. The results of this study are that the Covid-19 management policy received positive and negative responses from the people of East Kalimantan, each showing a figure of 21.43 per cent and 78.57 per cent. This study concludes that there is no harmony between the opinions of political leadership in the media and the implementation of existing policies in the community. The opinion of the leadership of the Governor of East Kalimantan can play a central role in disseminating broad and fascinating ideas based on ideas classified into five different types, each based on knowledge, education, expertise, innovation, media presence.Keywords: Covid-19, east Kalimantan, policy, opinion leadership, response ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman tentang kepemimpinan opini dalam meningkatkan komunikasi tentang media digital sehingga mendorong keterlibatan yang lebih dalam, untuk berbagi informasi di berbagai platform digital dalam identifikasi kepemimpinan opini. Novelty dalam penelitian ini yaitu respon kepemimpinan opini wacana politik Gubernur Kalimantan Timur dalam kebijakan penanggulangan Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa wawancara-mendalam (in-depth interview) dengan masyarakat Kalimantan Timur. Didukung oleh data sekunder berupa lima belas media online dan web resmi pemerintah Kalimantan Timur. Analisis data menggunakan software Nvivo 12 Plus, agar mendapatkan hasil yang lebih profesional. Hasil penelitian ini yaitu dalam kebijakan pengelolaan Covid-19 mendapatkan respon positif dan negatif dari masyarakat Kalimantan Timur, masing-masing menunjukkan angka sebesar 21,43 persen, dan 78,57 persen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu belum ada keselarasan antara opini kepemimpinan politik dalam media dengan implementasi kebijakan yang ada di tengah masyarakat. Opini kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur dapat berperan sentral dalam penyebaran ide yang luas, dan sangat menarik berdasarkan gagasan yang telah diklasifikasikan dalam lima jenis yang berbeda, masing-masing berdasarkan pengetahuan, edukasi, keahlian, inovasi, kehadiran dalam media. Kata Kunci: Covid-19, Kalimantan Timur, kebijakan, opini kepemimpinan, respon
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Regulation and Communication Factors towards Farmer Independence Anna Gustina Zainal; Toni Wijaya; Selly Oktarina; Eko Wahyono; Pairulsyah Pairulsyah
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 1 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3446.743 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i1.2871

Abstract

This study aims to determine: (1) the level of understanding of farmers about government regulations related to KUR funds in the Agriculture sector, (2) communication patterns and behavior as well as the use of farmer media types associated with KUR management in the agricultural sector (3) the relationship between communication patterns and behavior and the use of sector is aimed at educating farmers’ independence in managing their farming so that the food security program continuously improving. This research was designed as a descriptive correlational approach using the survey method. The research targets are farmer groups participating in the KUR program in the Agriculture sector covering five sub Districts, namely: Gading Rejo, Kotaa Agung, Gisting, Talang Padang, and Semaka, in Tanggamus District. Based on the results of the research, it is known that the understanding of farmers about the procedure for applying for KUR in the agricultural sector, rights and obligations and sanctions for violations, and management of KUR funds in the agricultural sector that they get on average are in the quite good category. Besides, there are significant differences in communication patterns and behavior as well as the use of types of media, causing farmers to understand different KUR programs in the Agriculture sector. Especially in the factor of communication patterns, communication behavior, and the use of the type of media that farmers choose. The relationship between communication patterns, individual farmer characteristics, behavior, communication, and the use of media types is quite varied.Keywords: Agriculture sector, communication patterns, farmer, regulation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat pemahaman petani tentang peraturan pemerintah terkait dana KUR di sektor Pertanian, (2) pola dan perilaku komunikasi serta penggunaan jenis media petani yang terkait dengan pengelolaan KUR di bidang pertanian. sektor (3) keterkaitan antara pola komunikasi dan perilaku dengan pemanfaatan sektor bertujuan untuk mendidik kemandirian petani dalam mengelola usahataninya sehingga program ketahanan pangan terus meningkat. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan deskriptif korelasional dengan menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah kelompok tani peserta program KUR bidang Pertanian yang meliputi lima kecamatan, yaitu: Gading Rejo, Kota Agung, Gisting, Talang Padang, dan Semaka, di Kabupaten Tanggamus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemahaman petani tentang tata cara pengajuan KUR di sektor pertanian, hak dan kewajiban serta sanksi atas pelanggaran, dan pengelolaan dana KUR di sektor pertanian yang mereka dapatkan rata-rata. termasuk dalam kategori cukup baik. Selain itu terdapat perbedaan pola komunikasi dan perilaku serta penggunaan jenis media yang sangat berbeda sehingga menyebabkan petani memahami berbagai program KUR di sektor Pertanian. Terutama pada faktor pola komunikasi, perilaku komunikasi, dan penggunaan jenis media yang dipilih petani. Hubungan antara pola komunikasi, karakteristik individu petani, perilaku, komunikasi, dan penggunaan jenis media cukup bervariasi.Kata Kunci: Sektor pertanian, pola komunikasi, petani, regulasi 
Mediamorphosis of Radio Broadcasting on a Drive-in Concert Event during Pandemic Era Vincent Atmadja; Alfred Pieter Menayang; Rustono Farady Marta; Yohanes Nugroho Widiyanto
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 2 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.943 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.4806

Abstract

Radio listeners in Indonesia amounted to 11.1 million in 2019, which is the highest number in the last 4 (four) years. Radio is one of the broadcasting communication media that is still very effective for entertainment purposes, accurate information, news, advertising, and also educational purposes. Intensified by the existence of radio streaming applications, there has been the development of loyal listeners due to its easier access. The fact that  radio broadcasting media is still popular for advertising purposes, PT. Berlian Entertainment then decided to cooperate with Mahaka Radio Integra in marketing and conducting a drive-in concert event. This study aims to analyze the role of Mahaka Radio Integra Broadcasting in marketing and organizing a drive-in concert named after “Danamon New Life Experience”. The paradigm in this study is a constructivist paradigm with sociocultural traditions and qualitative approaches. The method used in compiling this study is Gamson and Modigliani’s Framing Analysis with research theory based on Marshall McLuhan’s Technological Determinism. From various news headlines displayed by online media such as Beritasatu, Kompas.com, JakartaPost, and Tribunews, it can be concluded that the drive-in concert event is the first event which applied health protocols while watching behind the wheel of the car, and enjoying the music. The convergence between online and offline media is one of the innovations for this drive-in concert itself, and this convergence is part of Mediamorphosis. Music lovers who miss watching musical concerts because of the pandemic can enjoy the concert by utilizing the online FM radio signal presented in their cars and can also see the live performance of the musicians behind their wheels.Keywords: Radio broadcasting role, drive-in concert event, convergence, framing analysis, technological determinism, mediamorphosis ABSTRAKJumlah pendengar radio di Indonesia mencapai 11,1 juta pada tahun 2019, yang merupakan jumlah tertinggi dalam 4 (empat) tahun terakhir. Radio merupakan salah satu media komunikasi penyiaran yang masih sangat efektif untuk tujuan hiburan, mendengarkan informasi akurat, berita, iklan dan juga tujuan pendidikan. Ditambah lagi dengan adanya aplikasi streaming radio yang memudahkan pendengar setia untuk terus mengikuti siarannya. Efektivitas periklanan dengan menggunakan media penyiaran radio dilihat oleh PT. Berlian Entertainment yang kemudian memutuskan untuk bekerjasama dengan Mahaka Radio Integra dalam memasarkan Event Drive-in concert yang akan diadakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran broadcasting Mahaka Radio Integra dalam memasarkan Event Drive-in concert yang diselenggarakan oleh PT. Berlian Entertainment dalam “Danamon New Life Experience”. Paradigma dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis dengan tradisi sosiokultural dan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Framing Gamson dan Modigliani dengan teori penelitian berdasarkan Technological Determinism Marshall McLuhan. Dari berbagai headline berita yang ditampilkan oleh media online seperti Beritasatu, Kompas.com, JakartaPost, dan Tribunews dapat disimpulkan bahwa pemberitaan yang diberikan mengenai acara konser drive-in ini merupakan acara pertama yang dilakukan Berlian Entertainment bersama Mahaka Radio Integra dengan menerapkan protokol kesehatan, menonton di belakang kemudi, dan suguhan musik. Konvergensi antara media daring dan luring menjadi salah satu inovasi bagi drive-in concert ini sendiri, dan hal ini menjadi salah satu bagian dari Mediamorfosis. Pecinta yang rindu menonton konser musik dapat menikmati konser tersebut dengan memanfaatkan sinyal radio FM secara daring yang dihadirkan di mobil masing-masing dan juga dapat melihat musisi yang bermain musik menggunakan sound system secara luring.Kata Kunci: Peran penyiaran radio, konvergensi event drive-in concert, analisis framing, technological determinism,mediamorfosis 
The 2019 Indonesian Presidential Election: Propaganda in Post-Truth Era Akhirul Aminulloh; Myrtati Dyah Artaria; Yuyun Wahyu Izzati Surya; Kamil Zajaczkowski
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 1 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.428 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i1.3882

Abstract

Presidential elections often are colored by propaganda and post-truth politics in its campaign to influence public opinion. This study aimed to identify the way and forms of propaganda and post-truth communicate political messages from the 2019 presidential election in Indonesia through political communication on social media. This research employed a mixed-methods approach that combines quantitative and qualitative methods. The quantitative data were obtained from Twitter with social network analysis (SNA) from December 2018 to March 2019. Meanwhile, the qualitative data were obtained from literature searches and expert interviews. The results of this analysis indicated that presidential candidate Jokowi was widely rumored to be a liar, claimant of success, weak leader, communist, pro-China, and anti-Islam. There were also many rumors that referred to presidential candidate Prabowo as a pro caliphate, human rights violator, person with a questionable religion, bad-tempered person, inexperienced leader, and hoax spreader. These negative issues constitute propaganda in the form of stories, rumors, and myths that were manipulated to influence public opinion on social media. Some parts of society believed them based on emotional belief instead of on rationally observed facts. We conclude that even when it involves many people in a big nation, propaganda can be manipulated to influence public opinion.Keywords: Propaganda, post-truth, social media, political communication, presidential election ABSTRAKPemilihan presiden sering kali diwarnai oleh propaganda dan politik pasca-kebenaran dalam kampanyenya untuk memengaruhi opini publik. Kami mempelajari kasus pemilihan presiden di Indonesia tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana bentuk-bentuk propaganda dan post-truth mengkomunikasikan pesan politik melalui komunikasi politik di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari media sosial Twitter dengan analisis jejaring sosial (SNA) dari Desember 2018 hingga Maret 2019. Data kualitatif diperoleh dari penelusuran literatur dan wawancara ahli. Hasil analisis menunjukkan bahwa capres Jokowi banyak diisukan sebagai pembohong, klaim keberhasilan, pemimpin lemah, komunis, pro-China, dan anti-Islam. Banyak rumor yang menyebut calon presiden Prabowo sebagai pro khilafah, pelanggar HAM, orang yang agamanya dipertanyakan, pemarah, pemimpin yang tidak berpengalaman, dan penyebar hoax. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa isu-isu negatif tersebut merupakan propaganda berupa cerita, rumor, dan mitos yang dimanipulasi untuk memengaruhi opini publik di media sosial. Sebagian masyarakat percaya bahwa propaganda ini sebagai kebenaran karena didasarkan pada keyakinan emosional, bukan fakta yang diamati secara rasional. Kami menyimpulkan bahwa meskipun melibatkan banyak orang di negara besar, propaganda dapat dimanipulasi untuk memengaruhi opini publik.Kata Kunci: Propaganda, post-truth, media sosial, komunikasi politik, pemilihan presiden
Transformation of Radio Technology in The Digital Age ismandianto ismandianto; Suyanto Suyanto; Khasna Latifah; Muchid Muchid
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.712 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.5547

Abstract

Radio transformation is a step to maintain existence. Innovation and adjustment to the rapid development of new media and exacerbated by the Covid-19 virus pandemic requires radio to transform into the digital era. This article aims to see the existence of RRI in transforming radio media in the digital era and Covid-19. The change of radio to the digital era is a demand in facing the challenges of progress and growth of information. This research uses descriptive qualitative method. The results show that the segmentation of radio listeners in the small category is caused by listeners who prefer and seek social media information. RRI’s strategy to uphold its existence in the digital era is to update technology and cooperation. The transformation carried out during the Covid-19 response period gave rise to an increased character for the information that was broadcast.Keywords: Transformation, technology, digital, Covid-19 ABSTRAKTransformasi radio menjadi langkah untuk mempertahankan eksistensi. Inovasi dan penyesuaian dengan perkembangan  media baru yang pesat serta diperparah dengan pandemi virus Covid-19 mengaharuskan radio melakukan transformasi ke era digital. Artikel  ini bertujuan untuk melihat eksistensi RRI dalam melakukan transformasi media radio di era digital dan Covid-19. Perubahan radio ke era digital merupakan tuntutan dalam menghadapi tantangan kemajuan dan pertumbuhan informasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa segmentasi pendengar radio kategori kecil diakibatkan faktor pendengar yang lebih menyukai dan mencari mencari informasi sosial media. Strategi RRI menegakkan eksistensi di era digital, adalah memperbeharui teknologi dan kerjasama. Traspormasi yang dilakukan selama masa penanggulangan Covid-19 memunculkan karakter yang meningkat terhadap informasi yang disiarkan.Kata Kunci: Transformasi, teknologi, digital, Covid-19
Social Media Skill in Public Relations and Customer Service for Employers Arifah Hidayati; Elfitra Desy Surya; Abdul Samad Arief; Achmad Daengs GS; Jose Marco G. Reyes
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.295 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.4977

Abstract

Public relation is an important part of marketing activities that involves assessing or perceiving the general public’s attitudes and views, as well as general and specific consumers (segments), toward a company’s or product’s activities and brand policies, and then carrying out the necessary activities to create a positive image. This goal can be achieved by using suitable media to complete customer satisfaction so that skills in utilizing social media are the main thing that public relations must do. This study aims to determine the ability to use social media by entrepreneurs such as university graduates when they start working. This study uses a quantitative approach with a survey method. The population in this study is Indonesian entrepreneurs. A survey of 396 entrepreneurs was chosen as the method. The findings show that public relations and customer service are the most sought-after social media skills among university graduates, ahead of knowledge of social media content creation, strategy development, and analytics.Keywords: Social media skill, public relations, customer service, employersABSTRAKHumas adalah bagian penting dari kegiatan pemasaran yang melibatkan penilaian atau persepsi sikap dan pandangan masyarakat umum, serta konsumen (segmen) umum dan khusus, terhadap kegiatan perusahaan atau produk dan kebijakan merek, dan kemudian melakukan kegiatan yang diperlukan untuk menciptakan citra positif. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan menggunakan media yang sesuai untuk melengkapi kepuasan pelanggan sehingga keterampilan dalam memanfaatkan media sosial menjadi hal utama yang harus dilakukan oleh humas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penggunaan media sosial oleh para pengusaha seperti lulusan universitas ketika mereka mulai bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha Indonesia. Sebuah survei terhadap 396 pengusaha dipilih sebagai metode. Temuan menunjukkan bahwa hubungan masyarakat dan layanan pelanggan adalah keterampilan media sosial yang paling dicari di kalangan lulusan universitas, di atas pengetahuan tentang pembuatan konten media sosial, pengembangan strategi, dan analitik.Kata Kunci: Keterampilan media sosial, hubungan masyarakat, pelayanan pelanggan, pengusaha 
Public Service Domain: Exploration Study on The Role of Public Relations in Indonesia Sugeng Suharto; Prasetyono Hendriarto; Firdaus Yuni Dharta; Marulam MT Simarmata; Mateo Jose A. Vidal
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.623 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.4978

Abstract

Public relations (PR) professionals used to rely mainly on newspapers, radio, and television for their campaigns before digitization. However, since the invention of the internet, public relations has been converted into digital PR. In this circumstance, public relations must adapt and migrate from traditional to digital media. This exploratory study examines public relations in Indonesia by conducting a survey and understanding the role of public relations that Indonesian public relations practitioners usually practice. Through the lens of systems theory, this study aims to investigate how 1) Public Relations is organized by Indonesian professionals, 2) The role of Public Relations in Indonesia, 3) Understanding and Professional Public Relations in Indonesia. This study uses a quantitative approach with survey methods related to Indonesian public relations practitioners. The data for this study were obtained using Qualtrics. According to the findings, Indonesian professionals who organize public relations participate in public relations activities with input, throughput, and output methods. In Indonesia, the job of public relations is linked to digital clippings that are crucial for an institution or institution and hosting corporate events as a tactic to improve the image. Meanwhile, in Indonesia, the definition and profession of public relations can impact how the job is conducted, and the country currently lacks a comprehensive public relations education program.Keywords: Public service domain, role of public relations, Indonesia ABSTRAKPara profesional hubungan masyarakat (PR) biasanya mengandalkan surat kabar, radio, dan televisi untuk kampanye mereka sebelum digitalisasi. Namun, sejak penemuan internet, PR telah diubah menjadi PR digital. Dalam keadaan ini, humas harus beradaptasi dan bermigrasi dari media tradisional ke media digital. Studi eksploratif ini mengkaji humas di Indonesia dengan melakukan survei dan memahami peran humas yang biasa dipraktikkan oleh praktisi humas Indonesia. Melalui lensa teori sistem, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana 1) Humas diselenggarakan oleh profesional Indonesia, 2) Peran Humas di Indonesia, 3) Pengertian dan Profesional Humas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terkait dengan praktisi humas Indonesia. Data untuk penelitian ini diperoleh dengan menggunakan Qualtrics. Berdasarkan temuan, profesional Indonesia yang menyelenggarakan humas berpartisipasi dalam kegiatan humas dengan metode input, throughput, dan output. Di Indonesia, pekerjaan humas terkait dengan kliping digital yang sangat penting bagi sebuah institusi atau institusi dan menyelenggarakan acara perusahaan sebagai taktik untuk meningkatkan citra. Sementara itu, di Indonesia, definisi dan profesi humas dapat berdampak pada bagaimana pekerjaan itu dilakukan, dan negara saat ini masih kekurangan program pendidikan humas yang komprehensif.Kata Kunci: Domain layanan public, peran humas, Indonesia
Evaluating Communication Patterns of Women Legislative Successors of Karawang in 2019 Election Mayasari Mayasari; Nani Darmayanti; Yanti Tayo; Zainal Abidin; Kusrin Kusrin
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.539 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.5373

Abstract

IIn the dynamics of general elections, the discussion of women legislative candidates has always been an interesting topic because the proportion of 30% of women candidates’ minimum requirement is always difficult to fulfill by any political party. The difficulty of women legislative candidates penetrating parliamentary seats is a problem that must be resolved. Therefore, it is necessary to conduct qualitative research to formulate how the communication patterns carried out by women politicians in the Karawang Regency, who have succeeded in penetrating parliamentary seats through case study techniques during the research. The communication pattern that marks the women’s success in election contestation can be a guide or reference when other women party politicians enter politics and advance to become legislature members. This research is limited to women members of the legislature who come from the Golkar Party. The results showed that the success of women members of the Regional Legislative Assembly (DPRD) from the Golkar party in occupying seats in the DPRD was partly due to the communication patterns they succeeded in establishing. They build vertical, horizontal, formal, and informal communication patterns that apply more social and cultural approaches. The uniqueness is when social media is used as a tool for political campaigns today, the communication strategy developed by those women legislative candidates of the Golkar party does not take advantage of social media. This is because the targeted constituents are people in remote areas, so the communication pattern through a direct face-to-face approach is much more impactful than social media.Keywords: Women DPRD members of Karawang Regency, political communication patterns, 2019 general election ABSTRAKDalam dinamika pemilihan umum (pemilu) pembahasan mengenai calon anggota legislatif perempuan selalu menjadi topik yang menarik karena adanya proporsi 30% caleg perempuan yang selalu sulit dipenuhi oleh setiap partai politik. Sulitnya calon anggota legislatif perempuan menembus kursi parlemen merupakan masalah yang harus dicarikan solusinya. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif untuk merumuskan bagaimana pola komunikasi yang telah dilakukan oleh para politisi perempuan di Kabupaten Karawang yang telah berhasil menembus kursi parlemen dengan studi kasus sebagai teknik penelitian. Pola komunikasi yang menandai keberhasilan kaum perempuan dalam kontestasi pemilu ini dapat menjadi pedoman ataupun acuan ketika pihak lain yang juga perempuan akan terjun ke dunia politik dan akan maju menjadi anggota legislatif. Penelitian ini dibatasi hanya pada anggota legislatif perempuan yang berasal dari Partai Golkar. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa keberhasilan para anggota DPRD perempuan dari Partai Golkar dalam menduduki kursi di DPRD salah satunya disebabkan oleh pola komunikasi yang berhasil mereka bangun. Adapun pola komunikasi yang mereka bangun tersebut adalah pola komunikasi vertikal, horizontal, formal, informal yang lebih cenderung menerapkan pendekatan sosial dan budaya. Saat media sosial dijadikan alat kampanye politik dewasa ini, strategi komunikasi yang dibangun para calon anggota legislatif perempuan di Kabupaten Karawang yang berasal dari Partai Golkar ini tidak memanfaatkan media sosial. Hal ini disebabkan konstituen yang menjadi sasarannya adalah masyarakat pelosok yang belum memiliki pemahaman awam terhadap teknologi sehingga pola komunikasi melalui tatap mula langsung jauh lebih berdampak dibandingkan dengan penggunaan media sosial.Kata Kunci: Anggota DPRD perempuan Kabupaten Karawang, pola komunikasi politik, Pemilu 2019
Social Media Optimization Strategy for Local Fashion Brand Development Tuti Widiastuti; Adrian Arditiar; Akbar Fauzan Rambe; Eartha Annafi Rasjiddin
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2060.014 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.5118

Abstract

The development of communication, technology, and the economy in Indonesia encourages the development of promotional activities itself, the birth of various platforms to carry out promotional activities makes competition in business more stringent. Manufacturers are trying to attract the hearts of consumers. Based on this phenomenon, marketing media is needed to be able to reach a wider target market. One of the marketing media that is currently being used is through social media. The purpose of this study is to measure the effect of Instagram ads and celebrity endorsements have on buying interest in local brands. The research uses a quantitative approach with a survey method. Data was collected by distributing questionnaires to respondents.Keywords: Social media optimization, instagram ads, celebrity endorsements, buying interest, local fashion brands ABSTRAKPerkembangan komunikasi, teknologi, dan ekonomi di Indonesia mendorong perkembangan kegiatan promosi itu sendiri, lahirnya berbagai platform untuk menjalankan kegiatan promosi membuat persaingan dalam berbisnis menjadi lebih ketat. Para produsen berusaha untuk menarik hati konsumennya. Berdasarkan fenomena tersebut, diperlukan media untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. Salah satu media pemasaran yang saat ini digunakan adalah melalui media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh instagram ads dan endorsement selebgram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden.Kata Kunci: Optimasi media sosial, instagram ads, endorsment selebgram, minat beli, brand fashion lokal.
Family Communication as a Prevention Effort Early Marriage in Pegantenan Village, Madura Nikmah Suryandari; Irya Nur Holifah
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.535 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.5069

Abstract

The purpose of this study is to find out family communication as an effort to prevent early marriage in Pegantenan Village Pamekasan Madura. The study subjects were families in Pegantenan Village with children under the age of 20 who were unmarried. This research was qualitative. Data collection methods used observations and interviews and documentation. Informants were selected using the purposive sampling method. Data analysis used data reduction, data presentation, and data verification (conclusions). Data validity examination technique used triangulation techniques. The results showed that families in Pegantenan Village of Pegantenan District of Pamekasan Regency used 2 (two) models of family communication, namely consensual family communication, which often emphasizes communication, and is protective because decision making is dominated by parents. The conclusion of this study showed that economic, cultural, and lack of awareness about reproduction were the main factors of early marriage in Pegantenan Madura Village.Keywords: Family communication, early marriage, Pegantenan village, Madura ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi keluarga sebagai upaya pencegahan pernikahan dini di Desa Pegantenan Pamekasan Madura. Subjek penelitian adalah keluarga di Desa Pegantenan dengan anak di bawah usia 20 tahun yang belum menikah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data (kesimpulan). Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga di Desa Pegantenan Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan menggunakan 2 (dua) model komunikasi keluarga, yaitu komunikasi keluarga konsensual, yang menekankan seringnya terjalin komunikasi, dan protektif karena pengambilan keputusan didominasi oleh orang tua. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa factor ekonomi, budaya, dan kurangnya kesadaran tentang reproduksi menjadi factor utama terjadinya pernikahan dini di Desa Pegantenan Madura.Kata Kunci: Komunikasi keluarga, pernikahan dini, Desa Pegantenan; Madura

Page 8 of 15 | Total Record : 141