cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Studi Kasus Dampak Pengaruh Gadget Terhadap Komunikasi Dalam Keluarga Yulianti Yulianti; Tiara Dila Safitri; Daniel Ade K.; Muhammad Rai Farhan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11207

Abstract

One of the negative impacts of increasing gadget users for mankind is the impact of gadgets on household communication patterns. Therefore, this study aims to find out what are the influences of gadgets on communication in the family using qualitative methods, namely by using interviews and observations. The results of this study show the influence of the use of gadgets in communication in the family is the deterioration of communication and relationships in the family, loss of empathy and concern for the outside environment and children feel foreign and parents lose their roles. The influence of the use of gadgets in family communication can occur due to excessive use of gadgets so that it can have a negative impact on parent-child communication in the family. The intensity of direct communication between parents and children becomes reduced because they are too engrossed in using gadgets, interaction and communication with the outside environment is also lacking which makes it difficult for children to empathize and care and parents who are addicted to gadgets will be more negligent with responsibilities at home so as to make children feel foreign because of lack of affection. From this study, it is hoped that future research can examine more deeply the influence of gadgets that can be caused by family communication and can make this research a reference in knowing what are the effects of gagdet on family communication. _____________________________________________________________ Salah satu pengaruh negatif meningkatnya pengguna gadget bagi umat manusia adalah pengaruh gadget terhadap pola komunikasi rumah tangga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pengaruh yang ditimbulkan gadget terhadap komunikasi dalam keluarga dengan menggunakan metode kualititatif, yaitu dengan menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh dari penggunaan gadget dalam komunikasi dalam keluarga adalah memburuknya komunikasi dan hubungan dalam keluarga, hilangnya rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan luar dan anak merasa asing serta orang tua kehilangan perannya. Pengaruh penggunaan gadget dalam komunikasi keluarga dapat terjadi dikarenakan penggunaan gadget yang berlebihan sehingga dapat berdampak negatif pada komunikasi orangtua-anak dalam keluarga. Intensitas komunikasi langsung antara orang tua dan anak menjadi berkurang karena terlalu asyik menggunakan gadget, interaksi dan komunikasi dengan lingkungan luar juga kurang yang menimbulkan anak susah berempati dan peduli, orang tua yang kecanduan gadget akan semakin lalai dengan tanggung jawab dirumah sehingga membuat anak merasa asing karna kurang kasih sayang. Dari penelitian ini diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam pengaruh gadget yang dapat ditimbulkan terhadap komunikasi keluarga dan bisa menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengetahui apa saja pengaruh gagdet terhadap komunikasi keluarga.
Hubungan Antara Situasi Akademik Dengan Self-Regulated Learning Pada Mahasiswa Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Rahmad Yazidsyah; Ade Chita Putri Harahap
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11583

Abstract

This study aims to find out the relationship between the academic situation and the self-regulated learning of Islamic Education Counseling Guidance students. Self-regulated learning includes a person's expertise in effectively managing one's own learning experiences in various ways to achieve the best learning outcomes. In this study the research method used is descriptive quantitative research method. The subjects in this study were active students in semester 5 of 2020 who were enrolled in the Islamic Education Counseling Guidance Study Program, State Islamic University of North Sumatra. Sample data collection was carried out randomly (random sampling) with a total sample of 132 people. Research data was collected using a questionnaire or questionnaire from two variables, namely the academic situation variable and the self-regulated learning variable using a Likert scale. The collected data were analyzed using a Simple Linear Regression test. From the results of the research that has been done, it is found that the R value of 0.517 indicates the magnitude of the correlation coefficient, so that it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the academic situation and self-regulated learning. For subsequent research, it is hoped that it can develop related to how to increase students' understanding of self-regulated learning. ____________________________________________________________ Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara situasi akademik dengan self-regulated learning mahasiswa Bimbingan Konseling Pendidikan Islam. Self-regulated learning termasuk keahlian seseorang secara efektif untuk mengelola pengalaman belajar diri sendiri dengan berbagai cara untuk meraih hasil belajar yang terbaik. Dalam penelitian ini metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek pada  penelitian ini adalah mahasiswa aktif semester 5 stambuk 2020 yang terdaftar di Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Pengambilan data sampel dilakukan secara acak (random sampling) dengan total sampel 132 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket atau kuesioner dari dua variabel yaitu variabel situasi akademik dan variabel self-regulated learning menggunakan skala likert.  Data yang dikumpulkan dianalisis menggunkan uji Regresi Linear Sederhana. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di dapatkan bahwa nilai R sebesar 0,517 menunjukkan besarnya koefisien korelasi, sehingga bisa simpulkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara situasi akademik dengan self-regulated learning. Untuk penelitian berikutnya diharapkan agar dapat mengembangkan terkait bagaimana meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai self-regulated learning.
School Counselor's Understanding of Professional Counselor Ethics and Competence at SMA Negeri 10 Medan Anggi Dwi Noperlis; Yeni Karneli; Rezki Hariko
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11051

Abstract

Professional ethics and competence of professional guidance and counseling counselors is a very important part of his life and work as a guidance and counseling teacher (counselor). The purpose of this research is to find out about the understanding of school counselors about the ethics and competence of professional counselors. This research method is a qualitative phenomenology in which to get accurate information directly to the counseling teacher by conducting observations and interviews. the objects in this study were 2 (two) counseling guidance teachers. the result of his research is that school counselors must have ethics and competence as the foundation of their profession. Professional counselors need to have a strong desire and determination to help others and have the positive attitude to see their clients as people with different values, religious teachings, cultures, and backgrounds. Counselors must have full responsibility, self-control and emotional stability, and be fully aware of differences in values, religions, cultures and beliefs. _____________________________________________________________ Etika profesi dan kompetensi konselor bimbingan dan konseling profesional merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan dan pekerjaannya sebagai seorang guru bimbingan dan konseling (konselor). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pemahaman konselor sekolah tentang etika dan kompetensi konselor profesional. Metode penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi dimana untuk mendapatkan informasi yang akurat langsung kepada guru bimbingan konseling dengan melakukan observasi dan wawancara. objek dalam penelitian ini adalah 2 (dua) orang guru bimbingan konseling. hasil penelitiannya adalah konselor sekolah harus memiliki etika dan kompetensi sebagai landasan profesinya. Konselor profesional perlu memiliki keinginan dan tekad yang kuat untuk membantu orang lain dan memiliki sifat positif untuk melihat kliennya sebagai orang yang berbeda nilai, ajaran agama, budaya, dan latar belakang. Konselor harus memiliki tanggung jawab penuh, pengendalian diri dan kestabilan emosi, serta menyadari sepenuhnya perbedaan nilai, agama, budaya dan kepercayaan. 
Korelasi Self-efficacy dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Sosiologi Fadli Padila Putra; Eva Latipah; Yayan Suryana
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11237

Abstract

The purpose of this study was to determine the correlation between self-efficacy and academic procrastination in college students. The hypothesis put forward is that there is a negative correlation between self-efficacy and student academic procrastination, with the assumption that the stronger the self-efficacy, the smaller the student's academic procrastination. Conversely, the lower the student's self-efficacy, the greater the student's academic procrastination. This research is a correlational study with a sample of 31 people. Purposive sampling is used in the sampling technique. Questionnaires were used to collect data, data processing using the SPSS 21 application was carried out to find the correlation of the two variables. This study obtained Sig. (2-tailed) with a value of 0.000 <0.05 between self-efficacy and academic procrastination, which indicates that there is a significant relationship between self-efficacy and academic procrastination. The Pearson Correlation value between self-efficacy and academic procrastination is -0.611, indicating that there is a strong relationship between self-efficacy and academic procrastination and has a negative sign, which means that the higher the self-efficacy score, the lower the academic procrastination score, or conversely, the lower the self-score efficacy, the higher the value of academic procrastination. ____________________________________________________________ Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hipotesis yang diajukan adalah adanya korelasi negatif antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik mahasiswa, dengan asumsi semakin kuat self-efficacy maka semakin kecil prokrastinasi akademik mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah self-efficacy mahasiswa, maka semakin besar prokrastinasi akademik mahasiswa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan jumlah sampel 31 orang. Purposive sampling digunakan dalam teknik pengambilan sampel. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data,  pengolahan data dengan menggunakan aplikasi SPSS 21 dilakukan untuk mencari korelasi kedua variabel. Studi ini memperoleh Sig. (2-tailed) dengan nilai 0,000 < 0,05 antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik, yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel self-efficacy dengan prokrastinasi akademik. Nilai Pearson Correlation antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik adalah -0,611, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik dan bertanda negatif, yang mengandung makna semakin tinggi skor self-efficacy maka semakin rendah skor prokrastinasi akademik, atau sebaliknya semakin rendah skor self-efficacy maka semakin tinggi nilai prokrastinasi akademik. 
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing Terhadap Motivasi Belajar Siswa Fika Dwi Mulia; K. A. Rahman; Dinny Rahmayanty
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11586

Abstract

Learning motivation has a big role in learning success, basically not every student has high learning motivation. Giving motivation can be tried by Guidance and Counseling Teachers and directions with methods such as lectures, classical education, to the application of exclusive assistance. One of the Guidance and Counseling services that can be applied in increasing student learning motivation is group guidance services using role playing techniques. The purpose of this research is to reveal how much the success of students' learning motivation can be increased through role playing technique group guidance services. The methodology used in this research is quantitative with an experimental approach. Instruments or data collection tools used in the form of questionnaires and analyzed using percentage calculations, normality test, homogeneity test, and t test. The results showed that in general, students' learning motivation increased after being given treatment, which can be seen from the results of the posttest, which is in the very high category with an average result of 93. The value of Ttable with Sig. (2-tailed) 0.05, which is 2.160. ____________________________________________________________ Motivasi belajar mempunyai peranan besar dalam keberhasilan belajar, pada dasarnya tidak setiap siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi. Pemberian motivas bisa dicoba oleh Guru Bimbingan dan Konseling serta pengarahan dengan metode seperti ceramah, edukasi klasikal, hingga penerapan pendampingan eksklusif. Salah satu layanan Bimbingan dan Konseling yang bisa diterapkan dalam peningkatan motivasi belajar siswa merupakan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik role playing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkapkan seberapa besar keberhasilan motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok teknik role playing. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Instrumen atau alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan dianalisis menggunakan perhitungan persentase, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t.  Hasil penelitian menunjukkan secara umum motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberikan treatment yang mana terlihat dari hasil posttest yaitu berada pada kategori sangat tinggi dengan hasil rata-rata 93, hasil penelitian juga menunjukkan  hasil hipotesis diketahui Thitung yaitu sebesar 5.792. Adapun nilai dari Ttabel dengan nilai Sig. (2- tailed) 0,05 yaitu sebesar 2,160. 
Analisis Kesulitan Belajar Siswa dan Upaya Mengatasinya (Studi Kasus Di MTs. Nurul Ilmi Salimpat) Wilda Irsyad; Varizki Syaf Putra; Fadhilla Yusri; Linda Yarni
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11074

Abstract

Learning difficulty is a problem that causes a student not to be able to follow the learning process as well as other students in general. This is caused by certain factors so that he is late and cannot even achieve the learning goals properly as expected. Teachers have an important role in helping students overcome learning difficulties. The purpose of this study was to determine the learning difficulties experienced by students, influencing factors, and efforts that can be made to overcome student learning difficulties at MTS. Nurul Ilmi Salimpat. This research method uses a qualitative descriptive using an observation approach. The results of research conducted at MTS. Nurul Ilmi Salimpat show that efforts to overcome learning difficulties can be started from the subject teacher by 1) The teacher must choose the right learning method, so that students are not bored and bored with the material presented. 2) Use a fun strategy (edutainment strategy) to increase the harmonious atmosphere in the classroom environment and increase student concentration 3) Use a variety of media both from print and electronic media 4) Provide motivation to students, then the efforts of the guidance and counseling teacher with way through direct intervention to students. The last effort from the school principal is to supervise directly.   _____________________________________________________________ Kesulitan belajar merupakan sebuah permasalahan yang menyebabkan seorang siswa tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik seperti siswa lain pada umumnya. Hal Ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu sehingga ia terlambat bahkan tidak dapat mencapai tujuan belajar dengan  baik sesuai yang diharapkan. Guru memiliki peran penting dalam hal membantu siswa mengatasi kesulitan belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa, faktor yang mempengaruhi, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa di MTS. Nurul Ilmi Salimpat. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengunakan pendekatan observasi. Hasil penelitian yang dilakukan di MTS. Nurul Ilmi Salimpat menunjukkan bahwa upaya mengatasi kesulitan belajar bisa dimulai dari guru mata pelajaran dengan cara 1) Guru harus memilih metode pembelajaran secara tepat, sehingga siswa tidak bosan dan jenuh terhadap materi yang disampaikan. 2) Menggunakan strategi yang menyenangkan (strategi edutainment) untuk meningkatkan suasana harmonis dalam lingkungan kelas serta meningkatkan konsentrasi siswa 3) Menggunakan media yang beragam baik yang bersumber dari media cetak dan elektronik 4) Memberikan motivasi kepada siswa, kemudian upaya dari guru bimbingan dan konseling dengan cara melalui intervensi langsung kepada siswa. Terakhir upaya dari kepala sekolah dengan melakukan supervisi secara langsung. 
Implementasi Problem-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Widya Novi Angga Dewi; Dwi Septiana Sari
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11458

Abstract

In the learning process, lecturers must equip prospective graduates with various skills, such as the ability to think creatively which is much needed in the world of work as well as being an added value for prospective graduates. Besides that, it also forms prospective graduates who have a low level of procrastination. This study aims to find out the implementation of problem based learning on students' creative thinking skills and academic procrastination. This research is a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The subjects of this study were 47 semester 1 students of the Ivet University Counseling Guidance study program. The data collection instruments used were creative thinking ability tests, academic procrastination questionnaires, and learning implementation observation sheets. Data analysis used statistical t test (partial) through the SPSS 21.0 program. Based on data analysis, a significance value of less than 0.025 (Sig < 0.025) was obtained so that Ho was rejected. Therefore, it can be concluded that there is an increase in creative thinking ability and a significant decrease in academic procrastination ability between before and after learning using the problem based learning model. _____________________________________________________________ Pada proses pembelajaan, dosen harus membekali calon lulusan dengan berbagai keterampilan, seperti kemampuan berpikir kreatif yang sangat dibutuhkan di dunia kerja serta menjadi nilai tambah bagi calon lulusan. Selain itu juga membentuk calon lulusan yang memiliki tingkat prokrastinasi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui implementasi problem based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif dan prokrastinasi akademik mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini yaitu 47 mahasiswa semester 1 program studi Bimbingan Konseling Universitas Ivet. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yakni tes kemampuan berpikir kreatif, angket kuesioner prokrastinasi akademik, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data menggunakan statistic uji t (parsial) melalui program SPSS 21.0. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,025 (Sig < 0,025) sehingga Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kreatif serta penurunan kemampuan prokrastinasi akademik yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model problem based learning. 
Keefektifan Konseling Kelompok Realitas Dengan Teknik WDEP Untuk Meningkatkan Academic Hardiness Siswa SMK Farmasi Banjarmasin Laili Azkia Nurrahmah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.7976

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of reality group counseling to improve academic hardiness in students. The research method used in this study used the Quasi Experiment method through Nonrandomized Pre-Test Post-Test Control Group Design with a population of 71 students with a sampling technique using purposive sampling which resulted in 8 students having an indication of low academic hardiness. This study used a different T test, namely the paired sample t-test (the average difference of two paired samples) as a data analysis technique and the independent sample t-test (the average difference of two unpaired samples) in the SPSS 21 program. The results of the paired sample t-test obtained a significance of 0.026 <0.05. This means that there is a significant increase in academic hardiness in the experimental class. In the independent sample t-test test, it obtained a significance result of 0.003 <0.05 and the comparison value of the two methods had a difference of 41.25 from the results of the posttest average value of the experimental class of 137.25 and the posttest average value of the control class of 96 From this analysis it can be interpreted that there has been an increase in academic hardiness in class X students of the Banjarmasin Pharmacy Vocational School.____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan konseling kelompok realitas untuk meningkatkan academic hardiness pada siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen melalui Nonrandomized Pre-Test Post-Test Control Group Design dengan populasi berjumlah 71 siswa dengan teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling yang menghasilkan 8 orang siswa yang memiliki indikasi academic hardiness rendah. Penelitian ini menggunakan uji beda T yaitu uji paired sample  t-test (perbedaan rata-rata dua sampel yang berpasangan) sebagai teknik analisis data dan uji independent sample  t-test (perbedan rata rata dua sampel yang tidak berpasangan) pada program SPSS 21. Adapun hasil uji paired sample  t-test memperoleh hasil signifikansi sebanyak 0,026 < 0,05. Maknanya terjadi kenaikan  academic hardiness yang signifikan terhadap kelas eksperimen. Pada uji independent sample t-test mendapatkan hasil signifikansi sebanyak 0,003 < 0,05 serta nilai perbandingan kedua metode memiliki selisih sebesar 41,25 dari hasil nilai  rata-rata posttest kelas eksperimen sebanyak 137,25 dan nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 96. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan terjadi peningkatan academic hardiness pada siswa kelas X SMK Banjarmasin. 
Hubungan Antara Self-Regulated Learning Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Dirga Assafi’i; Arman Bin Anuar; Nur Saqinah Galugu; Abdul Kadir
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11618

Abstract

This research aims to ascertain the association between self-regulated learning and student academic procrastination in class XI SMAN 11 Luwu Utara in light of the phenomenon of students spending a lot of time exclusively on entertainment things rather than academic problems. This research employs a sample of 50 class IX students who specialize in science and social studies and who completed authentic and trustworthy questionnaires. It is quantitative in nature and is of the correlational kind. With the aid of SPSS 26.0 for Windows, two types of analysis—descriptive and inferential—were used to analyze the data. The study's findings indicate a significant negative linear relationship between the variables self-regulated learning (X) and academic procrastination (Y), with a large relationship between the two of -47.5%, which indicates that there is a negative relationship between the two in class XI students of SMAN 11 Luwu Utara at a moderate level and the remaining 34.9% is the remaining variable. Students' ability to learn independently decreases when academic procrastinating behavior increases, and vice versa. The next research can therefore test the effectiveness of interventions aimed at enhancing Self-Regulated Learning and reducing students' academic procrastination.._____________________________________________________________ Sepanjang sepuluh tahun kebelakangan ini, telah didapati banyak siswa menghabiskan lebih banyak waktu untuk hiburan daripada bidang akademik sehingga  objektif kajian ini adalah untuk menentukan hubungan antara self-regulated learning dan prokrastinasi akademik siswa pada kelas XI SMAN 11 Luwu Utara Penyelidikan ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Sampelnya terdiri daripada 50 pelajar peminat IPA dan IPS dari kelas IX, yang mengisi angket yang telah valid dan realiabel. Analisis deksriptif dan inferensial berbantuan termasuk dalam SPSS 26.0 untuk Windows digunakan pada peneliitanini. Hasil kajian menunjukkan bahawa variabel Self-Regulated Learning (X) dan Prokrastinasi Akademik (Y) mempunyai hubungan linear negatif secara signifikan, dengan besar hubungan Self-Regulated Learning terhadap prokrastinasi akademik sebesar -47,5 %. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup negatif antara prokrastinasi akademik dengan Self-Regulated Learning pada siswa kelas XI SMAN 11 Luwu Utara. Sisanya sebesar 34,9% disebabkan oleh hubungan dengan variabel di luar penelitian, sehingga semakin banyak perilaku prokrastinasi akademik yang dilakukan, maka Self-Regulated Learning siswa akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan Self-Regulated Learning dan mengurangi prokrastinasi akademik siswa. 
Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Dan Numerasi Siswa Kelas IV SD Al-Washliyah Percut Medan M Fauzi Hasibuan; Asbi Asbi; Sri Ngayomi Yudha Wastuti; Sri Listiana Izar
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11168

Abstract

This study aims to determine the Effectiveness of Classical Guidance in Improving Students' Literacy and Numeracy in Learning in Grade IV SD Al-Washliyah Percut. The method used was an experimental type of pre-experimental through a quantitative approach, the researchers used 18 students as samples in this study. The results of this study indicate that there is an increase in students' literacy and numeracy abilities after being given Classical Guidance. It can be concluded that Classical Guidance is effective for increasing students' Literacy and Numeracy Ability in learning. In the Wilcoxon test, it is known that the Sig (2-tailed) value is 0.000 <0.05 indicating a significant difference between the pre-test and post-test, this indicates that there is an influence on the difference in the treatment given during the pre-test and post-test. Significantly from pretest to posttest there was a change in students, namely an increase in literacy and numeracy skills after receiving the Classical Guidance Service treatment. Students gain relatively high final abilities compared to initial abilities. In other words, the Classical Guidance Service is effective in improving students' literacy and numeracy skills in learning. It is recommended that future researchers develop more skills in providing guidance and counseling services in elementary schools and adapt them to the needs of elementary school students. ____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Bimbingan Klasikal dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Dalam Belajar di Kelas IV SD Al-Washliyah Percut. Metode yang digunakan adalah ekperimen dengan jenis pre-eksperimental melalui pendekatan kuantitatif, peneliti menggunakan 18 siswa sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa setelah diberikan Bimbingan Bimbingan Klasikal, maka dapat disimpulkan bahwa Bimbingan Bimbingan Klasikal efektif untuk meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi siswa dalam belajar. Pada uji wilcoxon diketahui nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dengan post- test, ini menunjukkan terdapat pengaruh terhadap perbedaan perlakuan yang diberikan pada saat pre-test dan post-test. Secara signifikan dari pretest ke posttest terjadi perubahan pada siswayaitu peningkatan kemampuan literasi dan numerasi setelah mendapatkan perlakuan Layanan Bimbingan Klasikal. Siswa memperoleh kemampuan akhir yang relatif tinggi dibandingkan dengan kemampuan awal. Demikian dengan kata lain Layanan Bimbingan Klasikal efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dalam belajar. Direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya diharapkan lebih mengembangkan keterampilan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.