cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Pengaruh Dukungan Orang Tua dan Motivasi Berprestasi Terhadap Prestasi Akademik Siswa Afifudin Afifudin; Yoto Yoto
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.13146

Abstract

Various factors can influence students' academic achievement, such as mental problems, motivation, parental role or support, and so on. This research was carried out with the aim of empirically testing the influence of parental support and achievement motivation on students' academic achievement in Islamic boarding school-based vocational high schools. The research was conducted at Darut Tauhid Bangil Pasuruan Vocational School, East Java. The population was all class XII students at Darut Tauhid Vocational School who lived in the boarding school, and the Saturated Sampling method was used. Data collection techniques include questionnaires and documentation. The research results show that motivation has a significant positive effect on student academic achievement, and parental support has a significant positive effect on student academic achievement. Motivation and parental support simultaneously influence students' academic achievement in Islamic boarding school-based vocational schools with an influence of 53.7%. Based on these results, we recommend that further research be conducted in public schools, where students can freely take tutoring or study guidance, so that future researchers can use other variables, such as the influence of tutoring or study guidance, friends in the surrounding environment and so on._____________________________________________________________Berbagai faktor dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa seperti masalah mental, motivasi, peran atau dukungan orangtua, dan lain sebagainya. Penelitian ini dilakuan dengan tujuan untuk menguji secara empiris pengaruh dukungan orang tua dan motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik siswa di sekolah menengah kejuruan berbasis pondok pesantren. Penelitian dilakukan di SMKS Darut Tauhid Bangil Pasuruan, Jawa Timur. Populasi adalah seluruh siswa kelas XII SMK Darut Tauhid yang tingal di pondok, dan digunakan metode Sampling Jenuh. Teknik pegumpulan data yaitu angket, dan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi akademik siswa, dan dukungan orangtua berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi akademik siswa. Motivasi dan dukungan orangtua secara simultan berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa di SMK berbasis pondok pesantren dengan pengaruh sebesar  53,7 %. Berdasarkan hasil ini, kami merekomendasikan agar penelitian selanjutnya dapat dilakukan di sekolah umum, dimana para siswa dapat secara bebas mengkuti les atau bimbingan belajar, sehingga peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel lainnya, seperti pengaruh les atau bimbingan belajar, teman di lingkungan sekitar dan lain sebagainya.
Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Restrukturisasi Kognitif Terhadap Kecemasan Karir Siswa Kelas XI SMK Madinatul Ulum Yurike Kinanthy Karamoy; Marta Letisia; Fakhruddin Mutakin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.12599

Abstract

This study aims to examine the effect of cognitive resolution technique group counseling on the career anxiety of class XI students at Madinatul Ulum Vocational School. This research is quasi-experimental. The respondents studied were 16 out of 60 students taken using a systematic sampling method. The data collection method used in this research is the questionnaire and documentary method. The instrument used in this research is a career anxiety scale questionnaire which contains 29 questions. Data analysis used the Wilxocon Signed Rank Test and the Mann Whitney Test with the help of the SPSS version 26 application. The results of this study stated that there was an influence of cognitive adjustment technique group counseling on the career anxiety of class XI students at Madinatul Ulum Vocational School. It was found that there was a difference in the average post-test score for career anxiety in the experimental group and the control group. It is recommended for future researchers to consider the individual factors of each respondent such as activeness, student seriousness, and consider every aspect of each indicator in order to obtain appropriate and optimal results._____________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konseling kelompok teknik restrukturisasi kognitif terhadap kecemasan karir siswa kelas XI SMK Madinatul Ulum. Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimental. Responden yang diteliti sebanyak 16 dari 60 siswa yang diambil dengan menggunakan metode sampling sistematis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan dokumenter, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket skala kecemasan karir yang berisi 29 butir soal. Analisa data menggunakan Uji Wilxocon Signed Rank Test dan Uji Mann Whitney dengan  bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh konseling kelompok teknik restrukturisasi kognitif terhadap kecemasan karier siswa kelas XI SMK Madinatul Ulum. Ditemukan adanya perbedaan rata-rata nilai post-test kecemasan karir pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan faktor individual dari masing-masing responden seperti faktor keaktifan, keseriusan siswa, dan mempertimbangkan setiap aspek dari masing-masing indikator agar mendapatkan hasil yang sesuai dan lebih maksimal lagi.
Hubungan Kebiasaan Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Dio Herlingga; Abd. Basith; Kamaruddin Kamaruddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.13343

Abstract

The purpose of this study is 1) to describe students' study habits in the viii class. 2) to describe the lessons of students in the eighth grade. 3) to find out the relationship between study habits and student achievement in classroom viii. This method of research is a correlation with a quantitative approach. The research population is the entire eighth graders, SMPN 19 singkawang. The sampling technique in this study is a tedium sampling technique. The sample in this study includes all viii-b and viii-c students at SMPN 19 singkawang with the number of 58 students. The data-gathering technique in this study based on student study habits and the corresponding value documentation of all the classes in viii-b and viii-c classes. The data analysis technique used is the spearman rank correlation. Research indicates that, 1) high rating student learning habits are based on a student's value percentage percentage average of 69. 2) moderate student learning performance with an average of 62. 3) there is no link between student study habits and student achievement of.756, with 0.10 correlation and 1% coefficient determinations._____________________________________________________________Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan kebiasaan belajar siswa pada kelas VIII (2) mendeskripsikan pembelajaran siswa kelas VIII, dan (3) untuk mengetahui hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa di kelas viii. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 19 Singkawang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik tedium sampling. Sampel dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas VIII-B dan VIII-C SMPN 19 Singkawang yang berjumlah 58 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan kebiasaan belajar siswa dan dokumentasi nilai yang sesuai seluruh kelas pada kelas viii-b dan viii-c. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi rank spearman. Penelitian menunjukkan bahwa, 1) kebiasaan belajar siswa yang dinilai tinggi didasarkan pada persentase nilai rata-rata siswa sebesar 69. 2) prestasi belajar siswa yang sedang dengan rata-rata 62. 3) tidak terdapat hubungan antara kebiasaan belajar siswa dengan prestasi belajar siswa. 756, dengan korelasi 0,10 dan koefisien determinasi 1%.
Bagaimana Kesadaran Karier di Sekolah Menengah Pertama? Wahyu Nila Irdasari; Caraka Putra Bhakti
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.11795

Abstract

Success in a career is certainly the dream of every student and parent. However, behind career success, career maturity is needed so that students have career awareness within themselves. This article aims to describe the level of career awareness of students in class VIII junior high school. Career awareness is one part of the career maturity that students should have in their first year of entering school, starting from jobs, paths as well as career considerations and stereotypes that can hinder future careers. This article applies a quantitative survey method by collecting data from 128 junior high school (SMP) students. This data was collected by distributing a career awareness scale to students. The results show that as many as 79% of students have a low level of career awareness. The reasons why students have career awareness include being unrealistic in choosing a career, the influence of friends their age, and economic factors. Of course, counseling guidance services are needed to help alleviate career awareness problems, apart from that, interesting and joyful learning methods are also needed in the hope that students can develop career awareness. These methods include experiential learning, problem based learning, and training, the application of which is adapted to needs and Permendikbud No 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.___________________________________________________________Kesuksesan dalam karier tentunya menjadi dambaan setiap peserta didik dan orang tua. Akan tetapi dibalik kesuksesan karier tersebut diperlukan kematangan karier agar peserta didik memiliki kesadaran karier dalam dirinya. Artikel ini bertujuan mendiskripsikan tingkat kesadaran karier peserta didik di Sekolah Menengah Pertama kelas VIII. Kesadaran karier menjadi salah satu bagian kematangan karier yang hendaknya dimiliki peserta didik di tahun awal mereka masuk sekolah mulai dari pekerjaan, jalur serta pertimbangan karier dan stereotip yang dapat menghambat karier kedepannya. Artikel ini menerapkan metode pendekatan kuantitatif metode survey dengan mengumpulkan data dari 128 peserta ddik Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan menyebarkan skala kesadaran karier kepada peserta didik. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 79% peserta didik mempunyai tingkat kesadaran karier yang rendah. Penyebab peserta didik memiliki kesadaran karier diantaranya tidak realistis dalam memilih karier, pengaruh teman seusianya, dan faktor ekonomi. Tentunya layanan bimbingan konseling diperlukan untuk membantu mengentaskan masalah kesadaran karier, selain itu juga diperlukan metode yang menarik serta joyful learning dengan harapan peserta didik dapat mengembangkan kesadaran kariernya. Metode tersebut diantaranya experiential learning, problem based learning, dan pelatihan yang dalam penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan Permendikbud No 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Persepsi Siswa SMPN 10 Kota Serang Terhadap Perilaku Pacaran Di Kalangan Remaja Gilang Ramadan; Faiza Ni’mah Fillah; Amaini Rahmah; Maharani Lilhawaditsi; Aisah Aisah; Mohamad Rizqi Mubarok
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.12918

Abstract

The phenomenon of dating among teenagers is familiar, even it is also a trend for young people today. The purpose of this research is to obtain a description of students' perceptions of dating behavior at SMP Negeri 10 Serang City. This research uses a qualitative method of phenomenology type. The data collection used structured interviews. The results showed that students' perceptions of dating behavior were (1) Dating is a self-encouragement, as a support system, and encouragement to go to school. (2) The positive impact of dating, can tell about the problems we experience. While the negative impact can fall into precocious things. (3) By dating students can reduce loneliness. There are two factors driving dating behavior, among others: environmental factors and the need for affection. Efforts made by bk teachers are making rules prohibited from dating, providing services about the dangers of dating and making commitments not to repeat the same mistakes. For further researchers, it is necessary to provide guidance and counseling services with the aim of providing understanding and prevention of the prohibition of dating in junior high school adolescents and the impact that will later be obtained. In its application, it is necessary to adjust the techniques and media of guidance and counseling services so that the provision of services can be in accordance with the needs of students.___________________________________________________________________Fenomena pacaran di kalangan remaja sudah tidak asing didengar, bahkan hal tersebut juga menjadi trend anak muda saat ini. Tujuan dari disusunnya penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi tentang persepsi siswa tentang perilaku pacaran di SMP Negeri 10 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis fenomenologi. Adapun pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang perilaku pacaran adalah (1) Pacaran merupakan penyemangat diri, sebagai support system, dan penyemangat ke sekolah. (2) Dampak positif pacaran, bisa bercerita tentang masalah yang kita alami. Sedangkan dampak negatifnya bisa terjerumus ke dalam hal-hal dewasa sebelum waktunya. (3) Dengan pacaran siswa dapat mengurangi rasa kesepian. Terdapat dua faktor pendorong perilaku pacaran antara lain: faktor lingkungan dan faktor kebutuhan kasih sayang. Upaya yang dilakukan guru bk adalah membuat peraturan dilarang pacaran, pemberian layanan tentang bahaya pacaran dan membuat komitmen tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan pemberian layanan bimbingan dan konseling dengan tujuan memberikan pemahaman dan pencegahan tentang larangan berpacaran pada remaja tingkat SMP beserta dampak yang nantinya akan  diperoleh. Pada penerapannya perlu menyesuaikan teknik dan media layanan bimbingan dan konseling agar pemberiaan layanan dapat sesuai dengan kebutuhan siswa.
Konseling Kelompok Self-Management Untuk Mereduksi Hubungan Parasosial Farhan Faturachman; Ahman Ahman; Anne Hafina Hadiwinata
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.12876

Abstract

This research was motivated by several findings of problems in schools related to parasocial relationship behavior. Based on findings from various sources and observations, it turns out that this behavior has a big influence on students' social interactions at school. The aim of this research is to help students reduce parasocial relationship behavior by using self-management techniques. This research uses a quantitative approach with the Single Subject Research (SSR) method and uses an A-B-A reversal design. Respondents numbered 600 people who were class XI students at SMA Negeri Sumedang. The instrument used is a parasocial relationship scale with 24 items. The results of data collection show that there are 4 students who have a tendency to behave in parasocial relationships. So the four students were used as research subjects using self-management group counseling. Based on the results of the analysis that has been carried out, it shows that group counseling with self-management techniques has an effect in reducing the tendency for parasocial relationship behavior._____________________________________________________________Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa temuan permasalahan di sekolah yang berkaitan dengan perilaku hubungan parasosial. Berdasarkan temuan dari berbagai sumber dan observasi ternyata perilaku tersebut sangat berpengaruh terhadap interaksi sosial siswa disekolah. Tujuan penelitian ini untuk membantu siswa mengurangi perilaku hubungan parasosial dengan menggunakan teknik self management. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research (SSR) dan menggunakan desain reversal A-B-A. Responden berjumlah 600 orang yang merupakan siswa kelas XI SMA Negeri Sumedang. Instrumen yang digunakan merupakan skala hubungan parasosial (Parasocial relationship) yang berjumlah 24 item. Hasil pengumpulan data menunjukan bahwa terdapat 4 siswa yang memiliki kecenderungan perilaku hubungan parasosial. Sehingga empat siswa tersebut dijadikan sebagai subjek penelitian dengan menggunakan konseling kelompok self management. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik self management berpengaruh dalam menurunkan kecenderungan perilaku hubungan parasosial.
Pengembangan Self-Help Book Berbasis Teknik Symbolic Modeling Untuk Meningkatkan Perencanaan Karier Peserta Didik Nurul Alvi Novalinda; Evi Afiati; Raudah Zaimah Dalimunthe
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.13390

Abstract

This research aims to develop media in the form of self-help book technique based symbolic modeling. The book was developed with the aim of helping students improve their career planning, especially students at SMAN 1 Cilegon. Apart from that, the book consists of 10 chapters, each chapter can provide information related to how to improve career planning, what are the causes of career planning obstacles, how to recognize the direction of interests and talents, inspirational figures who can be used as rolemodel, etc. Methods use model development Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). This research uses quantitative and qualitative data obtained from research subjects who are media and materials experts, linguists, practitioner experts or guidance and counseling teachers, as well as class XI students. The results of this research prove that self-help books or self-help book got a percentage score of 84.28%, which means it is good and suitable for use without the need for revision. Conclusions from research into the development of media self-help book This is suitable to be used and utilized, especially by students, in improving their career planning. Future researchers are expected to be able to develop self-help book technique based symbolic modeling more broadly._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa buku bantuan diri atau self-help book berbasis teknik symbolic modeling. Buku tersebut dikembangkan dengan tujuan untuk membantu pserta didik dalam meningkatkan perencanaan kariernya khususnya pada peserta didik SMAN 1 Cilegon. Selain itu, buku tersebut terdiri dari 10 chapter yang dimana masing-masing chapter dapat memberikan informasi terkait bagaimana meningkatkan perencanaan karier, apa saja penyebab terhambatnya perencanaan karier, cara mengenali arah minat dan bakat, tokoh-tokoh inspiratif yang bisa dijadikan rolemodel, dll. Metode yang digunakan melalui tahapan penelitian yang menggunakan pengembangan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dan kualitatif yang didapatkan dari subjek penelitian ahli media dan materi, ahli bahasa, ahli praktisi atau guru bimbingan dan konseling, serta peserta didik kelas XI. Hasil Penelitian ini membuktikan bahwa buku bantuan diri atau self-help book mendapatkan nilai presentase sebesar 84,28% yang artinya baik dan layak untuk digunakan tanpa perlu adanya revisi. Kesimpulan dari penelitian pengembangan media buku bantuan diri atau self-help book ini layak untuk digunakan dan dimanfaatkan khususnya peserta didik dalam meningkatkan perencanaan kariernya. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan buku bantuan diri self-help book berbasis teknik symbolic modeling secara lebih luas.
Identifikasi Layanan Peminatan Dan Perencanaan Individual di LKSA AL-Amin Palangka Raya Ita Ristiawati; Desi Erawati; Arini Safitri
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.12250

Abstract

The teenage phase is a phase that is closely related to the development phase. One of the tasks of teenagers is a selecting a career. Many teenagers lack the ability to develop themselves according to their interests. Therefore, this reseacrh aims to identify the facilities provided by one of the LKSAs in  Palangka Raya City to students related to rubber guidance.Bu’s research informants are guidance and counseling teachers and 5 teenagers aged 14-15 years. This research uses descriptive qualitative reseacrh with data sampling techiques in this research using purposive sampling. Data collection uses interviews, observation and dokumentation. The results and research show that the service specifically regarding the development of interests has never been carried out and only provides classical guidance services. Even though it only directs through classical guidance, teenagers can use existing extracurricular activities can continue to the level of education according to their interests. Recommendations for futher research are expected to be able to add data and various sources and continue in providing service assistance to develop youth culture in LKSA Al-Amin Palangka Raya City.___________________________________________________________Fase remaja merupakan fase yang berkaitan erat dengan fase perkembangan. Adapun salah satu tugas remaja yaitu pemilihan karier, banyak remaja yang kurang memiliki kemampuan dalam mengembangkan karir sesuai minat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas yang diberikan oleh salah satu LKSA di Kota Palangka Raya kepada siswa-siswi terkait bimbingan karier. Informan penelitian ini adalah guru BK dan  remaja usia 14-15 tahun berjumlah 5 orang.  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa layanan secara khusus terkait pengembangan minat belum pernah dilakukan dan hanya memberikan layanan bimbingan klasikal. Meskipun hanya mengarahkan melalui bimbingan klasikal, minat remaja dapat tersalurkan melalui ekstrakurikuler yang ada serta dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan sesuai dengan minat. Adapun rekomendasi untuk penelitian selanjutnya diharapkan agar dapat menambah data dari berbagai sumber dan melanjutkan pada pemberian bantuan layanan untuk mengembangkan minat remaja di LKSA Al-Amin Kota Palangka Raya.
Analisis Latar Belakang Pendidikan Guru BK dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Raudah Zaimah Dalimunthe; Ahmad Wildan Hilmi; Nurul Rahmania; Siti Nurhalimah; Fitri Saqinah Ramadani; Sandrina Shafa Mulia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.12916

Abstract

This study aims to determine the implementation of guidance and counseling services based on the educational background of guidance and counseling service teachers in one of the junior high school in Serang City. This research method is a case study qualitative research used to answer questions on the phenomenon studied in depth to find out the patterns that arise in the phenomenon. The data analysis technique used in this research is narrative analysis technique. This research discusses the phenomenon of educational background in providing guidance and counseling services in school. The data in this study were obtained from interviews with four guidance and counseling teachers at school. The results show that there are differences in the implementation of guidance and counseling services based on the educational background of guidance and counseling teachers. Future researchers are expected to examine differences in the background of guidance and counseling service teachers in several school in order to get more information about the influence of the educational background of guidance and counseling service teachers on the implementation of guidance and counseling services. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling berdasarkan latar belakang pendidikan guru layanan bimbingan dan konseling di salah satu SMP di Kota Serang.  Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus digunakan untuk menjawab pertanyaan pada fenomena yang dikaji secara mendalam untuk mencari tahu pola-pola yang muncul pada fenomena tersebut. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis naratif. Penelitian ini membahas fenomena latar belakang pendidikan dalam memberikan layanan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Data pada penelitian ini diperoleh dari wawancara kepada empat guru bimbingan dan konseling di sekolah. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pelaksanaan layanan layanan bimbingan dan konseling berdasarkan latar belakang pendidikan guru bimbingan dan konseling. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti perbedaan latar belakang guru layanan bimbingan dan konseling di beberapa sekolah agar lebih banyak mendapatkan informasi mengenai pengaruh latar belakang pendidikan guru layanan bimbingan dan konseling terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
Menelisik Curiosity Dan Pengambilan Keputusan Mahasiswi Pengguna Kosmetik Pemutih Wajah Angeline Hosana Zefany Tarigan; Malinda Wijaya; Indra Prapto Nugroho; Yeni Anna Appulembang
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i2.12977

Abstract

The purpose of this study is to find out how curiosity with decision-making in student using facial whitening cosmetics.The hypothesis in this study is the existence of a relationship of curiosity with (1) vigilance. ( 2 ) hypervigilance, ( 3 ) buckpassing, (4) Procrastination in student using facial whitening cosmetics. The decision-making variable is measured using the standard scale mdmq (mann, et.al 1997), and the variable of curiosity was measured by developing a liquid model scale measurement based on the case theory, et.al (2004). Data analysis carried out using a technique which showed that gave pearson product with vigilance show curiosity value significantly by 0,000 ( p<0,05 ) of r = 0,315 which means having a positive relationship.Curiosity and the next hypervigilance showed significantly by 0,000 ( p<0,05 ) of r = -0,307 which means having a negative.The third dimension with buckpassing show curiosity value significantly by 0,000 ( p<0,05 ) of r = -0,311 which means having negative relationship.And the last dimension with procrastination show curiosity value significantly by 0,003 ( p<0,05 ) of r = -0,158 which means having negative relationship. _____________________________________________________________Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana curiosity dengan pengambilan keputusan pada mahasiswi pengguna kosmetik pemutih wajah. Hipotesis dalam penelitian ini ialah adanya hubungan curiosity dengan pengambilan keputusan (1) vigilance, (2) hypervigilance, (3) buckpassing, (4) procrastination) pada wanita pengguna kosmetik pemutih wajah. Variabel pengambilan keputusan diukur dengan menggunakan skala baku MDMQ (Mann, dkk, 1997) dan variabel curiosity diukur dengan mengembangkan alat ukur skala model likert berdasarkan teori Kashdan, dkk (2004). Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi pearson product moment yang menunjukan bahwa curiosity dengan vigilance menunjukan nilai signifikan sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai r = 0,315 yang berarti memiliki hubungan positif. Selanjutnya curiosity dan hypervigilance menunjukan nilai signifikan sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai r = -0,307 yang berarti memiliki hubungan negatif. Dimensi ketiga curiosity dengan buckpassing menunjukan nilai signifikan sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai r = -0,311 yang berarti memiliki hubungan negatif. Dan dimensi terakhir curiosity dengan procrastination menunjukan nilai signifikan sebesar 0,003 (p<0,05) dengan nilai r = -0,158 yang berarti memiliki hubungan negatif.