cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Studi Deskriptif Student Engagement Pada Peserta Didik Kelas VII Jamain, Ririanti Rachmayanie; Putro, Hendro Yulius Suryo; Hidayanti, Nor
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.14743

Abstract

Student engagement in learning is very necessary to achieve student success in learning according to the competence and goals of learning and success in school life as seen in behavioral, emotional, and cognitive involvement. There are several problems at SMP Negeri 3 Banjarmasin in students who show student engagement who do not want to be directly involved in teaching and learning activities by leaving the classroom during study time, lack of participation in educational activities.This study aims to analyze the description of student engagement in students towards learning at SMP Negeri 3 Banjarmasin. This research approach uses a qualitative approach to the type of descriptive research. The research subjects amounted to two students through data collection in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis with steps is the Miles and Huberman technique. Based on the results of the study it can be concluded that students have student engagement which is characterized by a lack of attention to learning and no commitment as a student. Suggestions for school principals and subject teachers, as well as counseling teachers in order to improve students who are not committed to student engagement in learning._____________________________________________________________________Keterlibatan siswa dalam pembelajaran sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan siswa dalam belajar sesuai kompetensi dan tujuan pembelajaran serta keberhasilan dalam kehidupan sekolah yang terlihat pada keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif. Terdapat beberapa  permasalahan di SMP Negeri 3 Banjarmasin pada peserta didik yang menunjukkan student engagement yang tidak ingin terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar dengan cara keluar kelas saat waktu belajar, kurangnya partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, dan tidak tekun dalam belajar, serta mudah bosan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran keterlibatan siswa terhadap pembelajaran di SMP Negeri 3 Banjarmasin. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah dua orang siswa melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan langkah teknik Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa mempunyai student engagement yang ditandai dengan kurangnya perhatian terhadap pembelajaran dan tidak adanya komitmen sebagai siswa. Saran bagi kepala sekolah dan guru mata pelajaran, serta guru BK agar dapat memperbaiki siswa yang tidak berkomitmen terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Realita Terhadap Pengambilan Keputusan Karier Karamoy, Yurike Kinanthy; Isnaini, Maugfirotun; Budiono, Arifin Nur
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.14658

Abstract

An empirical study was conducted to determine the effects of the consortium's use of real-world karier on guidance group counseling. This research uses a quantitative approach in case of a pre-experiment using a model one group pre-test post-test design. The subjects under investigation are 52 students from SMP Plus Al-Amien Sabrang Ambulu's IX grade, who are divided into two study groups. Purposive sampling is a sample preparation technique that uses angket criteria based on interval kelas. The data collection method using angket is a kuisoner that is adjusted based on the indicator-indicator of the karier's decission. The results of the Wilcoxon hipotesis analysis indicate that there is a difference between the pre-test and post-test results with a significance level of 0.018 (Asymp.Sig.(2-tailed) < 0,05), meaning that (Ha) is true and (Ho) is false. A few factors that affect the development of karier stem from within and include bakat, minat, sifat kepribadian, and self-awareness. On the other hand, external factors include the impact of outside influences and schooling. However, this research does not reveal more depth regarding external factors originating from the surrounding community and social status such as parents' educational background, parents' income level, area of residence, and ethnicity in the area around where they live. So it is a suggestion for future researchers to study this matter more deeply._____________________________________________________________Sebuah studi empiris dilakukan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dalam  pengambilan keputusan karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berupa pre-eksperimen dengan model one group pre-test post-test design. Subjek yang diteliti adalah 52 siswa kelas IX SMP Plus Al-Amien Sabrang Ambulu dengan teknik pengambilan  sampel berupa purposive sampling yang menggunakan kriteria angket berdasarkan interval kelas. Hasil analisis hipotesis Wilcoxon menunjukkan bahwa ada ketidaksamaan antara hasil pre-test dan post-test dengan taraf signifikansi 0,018 (Asymp.Sig.( 2-tailed) < 0,05), artinya (Ha) benar dan (Ho) salah. Terdapat faktor internal dan eksternal yang bisa mempengaruhi dalam mengambil keputusan karier. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan karier berasal dari dalam dan termasuk bakat, minat, sifat kepribadian, dan kesadaran diri. Di sisi lain, faktor eksternal termasuk dampak pengaruh luar dan sekolah. Namun dalam penelitian ini tidak mengungkap lebih mendalam terkait faktor eksternal yang berasal dari masyarakat sekitar serta status sosial seperti latar belakang pendidikan orangtua, tinggi rendah pendapatan orangtua, daerah tempat tinggal, dan suku bangsa didaerah sekitar tempat tinggal. Sehingga menjadi saran bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mendalami hal tersebut.
Kajian Netnografi Diskursus Bimbingan Dan Konseling Pada Resolusi Tindak Perundungan di Lingkungan Pendidikan Sasongko, Yohanes Probo; Setyawan, Erwin; Rahmad, Teguh Hidayatul
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.15072

Abstract

Our nation is in the midst of an emergency regarding acts of bullying. The massive acts of bullying that are occurring at the moment, especially acts of degrading the dignity of others committed by students, from various levels of education, are very worrying. The aim of the research carried out is to explain and provide an understanding of the importance of the role of education, especially in educational institutions to provide moral education to students so that they can have good skills regarding bullying. The qualitative method presented to look at this social problem more closely with netnographic studies is a positive step to look at this social phenomenon more comprehensively. The theory used in educational psychology by John B Watson, a psychologist from the United States can emphasize the important contribution of education in paying attention to this problem. This research uses an analytical approach and interviews with victims of bullying, namely junior high school (SMP) students in East Jakarta. The role of all parties, including government, private sector, social groups and families, is an important part whose contribution cannot be separated. The presence of complete and sustainable synergy is very necessary for the reopening of further, broader research, by looking at and paying attention to various problems regarding bullying, from different points of view. ___________________________________________________________________Bangsa kami tengah darurat terhadap tindak perundungan.Tindak perundungan yang terjadi masif saat ini, khususnya perbuatan merendahkan martabat orang lain yang dilakukan oleh para peserta didik, dari berbagai jenjang pendidikan, kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ingin menguraikan dan memberikan pemahaman tentang pentingnya peran pendidikan, khususnya di lembaga pendidikan untuk memberikan edukasi moral kepada peserta didik agar mereka dapat memiliki kecakapan yang baik tentang tindakan perundungan. Metode kualitatif yang dihadirkan untuk melihat masalah sosial ini lebih dekat dengan studi netnografi menjadi langkah- langkah positip untuk melihat fenomena sosial ini secara lebih komprehensif. Teori yang dipakai dalam psikologi pendidikan karya John B Watson, seorang psikolog asal Amerika Serikat dapat menegaskan tentang kontribusi penting pendidikan dalam memperhatikan masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis dan wawancara terhadap korban perundungan yakni siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta Timur. Peran semua pihak, baik pemerintah, swasta, kelompok social dan keluarga menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan kontribusinya. Hadirnya sinergi yang utuh, dan berkelanjutan, sangat diperlukan untuk terbukanya kembali penelitian berikutnya yang lebih luas,  dengan melihat dan memperhatikan ragam masalah mengenai tindak perundungan tersebut, dari sudut pandang yang berbeda.
Studi Kasus Penerapan Konseling Individual Menggunakan Rational-Emotive Perilaku untuk Mengatasi Self-Injury Perserta Didik Aristia, Wina; Halida, Halida; Putri, Amallia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.14344

Abstract

The aim of this research is to find out and examine in depth self-injury in class VIII students at SMP Negeri 14 Pontianak. The case subjects in this research were two class VIII students who committed self-injury. This research uses a descriptive method with a qualitative approach in the form of a case study. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data analysis technique uses case study steps which include problem elimination, diagnosis, prognosis, treatment, evaluation and follow-up. In providing treatment to subjects in cases I and II, the researcher provided an individual counseling service model using Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) with emotional control card techniques and role playing. Based on research results, the factors that cause self-injury are internal factors such as psychology, and external factors such as family, environment and social media. There were visible changes in the subject of case I and the subject of case II after being given treatment five times. The changes seen in the subject of case I include being able to control his emotions, having feelings of self-worth, and not wanting to commit self-injury. Meanwhile, the changes seen in the subject of case II were being able to control emotions, wanting to get closer to friends, having feelings of worth in the subject of the case, and not wanting to commit acts of self-injury._____________________________________________________________Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam tentang self-injury pada perserta didik kelas VIII di SMP Negeri 14 Pontianak. Subjek kasus dalam penelitian ini adalah dua orang perserta didik kelas VIII yang melakukan self-injury. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan langkah-langkah studi kasus yang meliputi identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, evaluasi dan tindak lanjut. Dalam pemberian treatment pada subjek kasus I dan II peneliti memberikan model layanan konseling individual menggunakan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dengan teknik kartu kontrol emosi dan role playing. Berdasarkan hasil penelitian, faktor penyebab self-injury yaitu faktor internal seperti psikologis, dan faktor eksternal seperti keluarga, lingkungan, dan media sosial. Terdapat perubahan yang tampak pada subjek kasus I dan subjek kasus II Setelah diberikan treatment sebanyak lima kali pertemuan. Perubahan yang tampak pada subjek kasus I diantaranya adalah sudah bisa mengontrol emosinya, sudah adanya perasaan berharga dalam diri, dan tidak mau melakukan self-injury. Sedangkan perubahan yang tampak pada subjek kasus II adalah bisa mengontrol emosi, mau mendekatkan diri dengan teman, sudah adanya perasaan berharga dalam diri subjek kasus, dan tidak mau melakukan self-injury.
Penerapan Konseling Rasional-Emotif Perilaku pada Peserta Didik dengan Perilaku Agresif: Sebuah Studi Kasus Safitri, Yulia; Halida, Halida; Putri, Amallia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.14721

Abstract

The aim of this research is to examine in depth students who have aggressive behavior at Mts Negeri 2 Pontianak. The case subjects in this research were two students in grades VII and VIII who had symptoms of aggressive behavior at school. This research uses a descriptive method with a qualitative approach in the form of a case study. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis uses case study steps which include problem elimination, diagnosis, prognosis, treatment, evaluation and follow-up. In providing treatment, researchers used a counseling model to treat two students who had aggressive behavior, namely using the REB counseling model. Based on the research results, changes were seen in the subjects of cases I and II after being treated four times. Changes were seen in the subjects of cases I and II in terms of their cognitive, emotional and social behavior. In the cognitive aspect, the case subject understands and knows about the impact of aggressive behavior so that it can be a reminder to avoid aggressive behavior, from the emotional aspect, the case subject tries to control emotions to avoid aggressive behavior, and in the social behavioral aspect, the case subject has a better scope of friendship. from the previous. It is recommended for future researchers to use home visit data collection techniques so that the causal factors and results of providing assistance can be seen as a whole from the school environment and family environment. _____________________________________________________________Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam tentang peserta didik yang memiliki perilaku agresif di Mts Negeri 2 Pontianak. Subyek kasus dalam penelitian ini adalah dua orang siswa kelas VII dan VIII yang memiliki gejala perilaku agresif di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif berbentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan langkah studi kasus yang meliputi identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, evaluasi dan tindak lanjut. Dalam memberikan treatment, peneliti menggunakan model konseling untuk menangani dua peserta didik yang memiliki perilaku agresif, yaitu menggunakan model konseling REB. Berdasarkan hasil penelitian terlihat perubahan pada subyek kasus I dan II setelah diberikan perlakuan sebanyak empat kali pertemuan. Perubahan yang terlihat pada subyek kasus I dan II dari segi kognitif, emosi dan perilaku sosialnya. Pada aspek kognitif subyek kasus memahami dan mengetahui tentang dampak perilaku agresif sehingga bisa menjadi pengingat untuk menjauhi perilaku yang bersifat agresif, dari aspek emosi subyek kasus mencoba mengendalikan emosi agar terhindar dari perilaku agresif, dan aspek perilaku sosial subyek kasus memiliki ruang lingkup pertemanan yang lebih baik dari sebelumnya. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan teknik pengumpulan data home visit agar faktor penyebab dan hasil pemberian bantuan bisa terlihat secara menyeluruh dari lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Mahasiswa Sosiologi Melalui Efikasi Diri yang Baik Putra, Fadli Padila; Rahmawati, Riska; Hamdani, Deni
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.14076

Abstract

This study aims to find the relationship between self-efficacy and communication skills possessed by Sociology Study Program students. The hypothesis put forward in this study is that there is a positive relationship between self-efficacy and student communication skills, with the assumption that the stronger the self-efficacy, the stronger the student's communication skills and vice versa. The research method used is correlational quantitative. The sample in this study was 31 students and the population was students of the Sociology Study Program, Faculty of Social Sciences and Humanities. The results of the study found a relationship between self-efficacy and student communication skills with Sig. (2-tailed) = 0.000 and the Pearson correlation is 0.748. These results prove that there is a relationship between self-efficacy and student communication skills, and the relationship is positive. This implies that the higher the value of self-efficacy, the value of communication skills will also increase and vice versa. It is recommended that future researchers explore the level of self-efficacy and communication skills in more diverse populations._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara efikasi diri dengan keterampilan komunikasi yang dimiliki mahasiswa Prodi Sosiologi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dengan keterampilan komunsikasi mahasiswa, dengan asumsi semakin kuat efikasi diri maka semakin kuat kemampuan komunikasi mahasiswa dan sebaliknya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 mahasiswa dan populasinya adalah mahasiswa Program Studi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara efikasi diri dan kemampuan komunikasi mahasiswa dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 dan korelasi Pearson adalah 0,748. Hasil ini membuktikan bahwa ada hubungan antara efikasi diri dengan keterampilan komunikasi mahasiswa, dan hubungannya positif. Hal ini mengandung arti bahwa semakin tinggi nilai efikasi diri maka nilai keterampilan komunikasi juga akan meningkat begitu pula sebaliknya. Direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi tingkat efikasi diri dan keterampilan komunikasi pada populasi yang lebih beragam.
HALAMAN DEPAN JBKR Vol. 10 No. 1 TAHUN 2024 JBKR, Admin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Validasi Modul Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Siswa SMP Fitriani, Yulia; Gina, Fathana
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.14699

Abstract

Middle School students are among the teenagers who are at risk of emotional problems because of their emotional instability. This study tested the validity of an intervention, Emotion Regulation Training for Middle School Students. The validity of this intervention module is tested in three stages: 1) Validation Test by professional judgment, namely two psychologists who have permits to practice psychology from the Indonesian Psychologists Association using Aiken's content validation method; 2) Module Trial on subjects that meet the criteria located in SMP Negeri 7 Tambun Selatan; and 3) Module Manipulation Check. The validation test results in the Emotion Regulation Training Module for Middle School Students consisted of seven sessions: rapport building, psychoeducation about emotions, situation selection, situation modification, attention deployment, cognitive change, and response modulation. Based on the three stages of validation tests conducted, an Emotion Regulation Training Module for Middle School Students has been produced that is valid, appropriate, and follows the psychology code of ethics.___________________________________________________________________Siswa Sekolah Menengah Pertama termasuk dalam remaja yang rentan terhadap gangguan emosional karena pada saat ini kondisi emosional siswa belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas program intervensi, yaitu Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Siswa SMP. Pengujian validitas modul ini dilakukan melalui tuga tahap, yaitu Uji Validasi Oleh professional judgement yaitu dua orang psikolog yang memiliki ijin praktik psikologi dari Himpunan Psikolog Indonesia dengan menggunakan metode validasi isi Aiken’s, Tahap kedua dengan melakukan Uji Coba Modul terhadap subjek yang sesuai kriteria yang bertempat di SMP Negeri 7 Tambun Selatan, dan tahap ketiga adalah Cek Manipulasi Modul. Hasil dari uji validasi menghasilkan modul pelatihan regulasi emosi untuk siswa SMP yang terdiri dari tujuh sesi yaitu rapport building, psikoedukasi tentang emosi, situation selection, situation modification, attention deployment, cognitive change dan response modulation. Berdasar tiga tahap uji validasi yang telah dilakukan dihasilkan Modul Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Siswa SMP yang sudah valid, layak dan sesuai dengan kode etik psikologi.
Kecenderungan Mekanisme Pertahanan Diri Remaja dalam Situasi Konflik, Cemas, dan Frustrasi Syahril, Muhammad Fiqri; Ilfiandra, Ilfiandra; Alwi, Nurul Maulida
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.11302

Abstract

The aim of the research is to determine the self-defense mechanisms that are often and very rarely used by students at SMKN 1 Makassar when they are in situations of anxiety, conflict and frustration. The approach used is a quantitative approach. The population in the study was 60 students at SMKN 1 Makassar. The research instrument in this study used a psychological scale of adolescent self-defense mechanisms. The psychological scale consists of 10 statements which are divided into 7 indicators including Repression, Sublimation, Projection, Displacement, Rationalization, Reaction Formation, Regression. These forms of self-defense mechanisms are a concept from the psychoanalytic approach. Sigmund Freud explained that when individuals are in a situation of conflict, feelings of anxiety and frustration, to reduce this the individual uses self-defense mechanisms. The data analysis technique uses descriptive analysis. The results of the research show that the self-defense mechanism that is often used by students at SMKN 1 Makassar when they are in a state of conflict, anxiety and frustration is repression. Meanwhile, a form of self-defense mechanism that is rarely used is displacement._________________________________________________________________Tujuan penelitian untuk mengetahui mekanisme pertahanan diri yang sering dilakukan dan sangat jarang dilakukan oleh peserta didik di SMKN 1 Makassar ketika dalam situasi cemas, konflik, dan merasa frustrasi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian yaitu 60 peserta didik di SMKN 1 Makassar. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis mekanisme pertahanan diri remaja. Skala psikologis terdiri dari 10 pernyataan yang terbagi menjadi 7 indikator diantaranya Represi, Sublimasi, Proyeksi, Displacement, Rasionalisasi, Reaksi Formasi, Regresi. Bentuk-bentuk mekanisme pertahahan diri ini merupakan konsep dari pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud menjelaskan bahwa ketika individu berada dalam situasi konflik, perasaan cemas, dan frustrasi maka untuk mereduksi hal tersebut individu melakukan mekanisme pertahanan diri. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan diri yang sering dilakukan oleh peserta didik di SMKN 1 Makassar ketika berada dalam kondisi konflk, cemas, dan frustrasi ialah represi. Sementara bentuk mekanisme pertahanan diri yang jarang dilakukan yaitu displacement.
Kajian Literatur Sistematis: Pola Asuh Otoriter dan Keputusan Childfree Pada Perspektif Gen Z Dewi, Chandra; Kamilah, Rafah; Varoriz, Zanella; Siti, Auliyya; Mutiara, Zingga
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.17477

Abstract

Parental upbringing plays a crucial role in child development. Authoritarian parenting, which emphasizes power without compromise, often hurts children's social-emotional development, leading to trauma, low self-esteem, and difficulties in emotional regulation. This parenting style may also influence children to adopt certain lifestyles, including the decision to be childfree. This study examines the relationship between authoritarian parenting and childfree choice among Generation Z using a Systematic Literature Review approach. The results indicate that authoritarian parenting can shape children's views on family roles and reproduction. Other factors, such as education, career, and socio-cultural changes, also contribute to the childfree trend. In the last four years, the number of women choosing childfree increased by 8% in 2022, potentially affecting Indonesia's demographic structure. Therefore, parents have a significant responsibility to implement parenting styles that support healthy social-emotional development, fostering self-confident individuals with positive views on family roles. This trend suggests that Indonesia risks losing part of its population pyramid, which has traditionally been considered stable. For Muslims, societal perspectives are often influenced by Quranic teachings. A deep understanding of the Quran's views on parenting and childfree in Generation Z is important to explore. ____________________________________________________________Pola asuh orang tua memegang peran penting dalam perkembangan anak. Pola asuh otoriter, yang menekankan kekuasaan tanpa kompromi, sering berdampak negatif pada perkembangan sosial-emosional anak, seperti trauma, rendahnya percaya diri, dan kesulitan mengelola emosi. Pola asuh ini juga dapat memicu anak untuk memilih gaya hidup tertentu, termasuk Keputusan untuk Childfree. Penelitian ini mengkaji hubungan pola asuh otoriter dengan keputusan childfree pada generasi Z menggunakan metode Systematic Literature Review. Hasilnya menunjukkan bahwa pola asuh otoriter dapat memengaruhi pandangan anak terhadap peran keluarga dan reproduksi. Faktor lain seperti pendidikan, karier, dan perubahan sosial budaya juga berperan dalam tren childfree. Dalam empat tahun terakhir, jumlah perempuan yang memilih childfree meningkat hingga 8% pada 2022, yang berpotensi memengaruhi struktur demografi Indonesia. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan sosial-emosional sehat, guna membentuk individu percaya diri dengan pandangan positif terhadap peran keluarga. Trend ini menunjukkan bahwa Indonesia berisiko kehilangan sebagian generasi dalam piramida penduduk yang selama ini dianggap stabil. Bagi yang beragama Islam, perspektif masyarakat seringkali dipengaruhi oleh ajaran Al-Quran. Pemahaman mendalam terhadap pandangan Al-Quran tentang peran orang tua, childfree pada gen Z menjadi penting untuk dikaji.