JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) adalah jurnal olahraga yang berlandasakan pendidikan. Memberikan informasi dalam berbagai lingkup isu-isu pendidikan jasmani, rekreasi dan olahraga. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) diharapkan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas publikasi ilmiah berdasarkan persfektif teori-teori dan terbarukan di Indonesia.
Articles
310 Documents
The Effect of Motor Ability Level on Taekwondo Kick Learning Outcome through Reciprocal Teaching Style
Juniar, Dicky Tri
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.489 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.14044
The purpose of this research was to determine the effect of reciprocal teaching style and high motor ability on the results of dolyo chagi kicks. The method used in this research was the experimental method. The sampling technique used was simple random (random assignment) technique. The result of this research is that there was a significant influence of reciprocal teaching style for students who have high motor ability on dolyo chagi kick learning outcomes (thit.=12,77 ttab. 3,63). The implication of this research for students is that the students have a better accomplishment in studying Taekwondo when they are supported by a high motor ability. For a lecturer or a teacher, it can be a consideration in choosing a teaching style that is suitable for the characteristics of the students.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya mengajar resiprokal dan motor ability tinggi terhadap hasil tendangan dolyo chagi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Pengambilan sampel yang digunakan adalah acak sederhana (random assignment). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan gaya mengajar resiprokal untuk mahasiswa yang memiliki motor ability tinggi terhadap hasil belajar tendangan dolyo chagi (thit.=12,77 ttab. 3,63). Implikasi dari penelitian ini bagi mahasiswa adalah mahasiswa akan semakin berprestasi dalam belajar Taekwondo apabila ditunjang dengan motor ability yang tinggi dan bagi dosen atau guru adalah menjadi pertimbangan dalam memilih gaya mengajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.Â
The Effect of Teaching Table Tennis Using Self-Regulated Learning Model on Self-Esteem
Budiana, Dian;
Budiman, Didin;
Budiman, Teguh Illahi Widyanto
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (870.141 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.16253
This study aims to determine whether the self-regulated learning model in table tennis learning can develop self-esteem. This research method uses experiments. The design of this study uses Posttest Only Control Group Design. The population in this study were 80 students of the PGSD Penjas Study Program in the first semester. The sample of this study amounted to 40 people with the taking technique simply random sampling. The instrument used to measure self-esteem uses the Rosenberg instrument self-esteem scale. Data analysis techniques used the independent t-test with SPSS 24 software. Based on the results of the study, the model of self-regulated learning in table tennis game learning influences the self-esteem of FPOK UPI PGSD Penjas study program students in first semester. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model self-regulated learning dalam pembelajaran permainan tenis meja dapat mengembangkan self-esteem. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PGSD Penjas semester pertama yang berjumlah 80 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur self-esteem menggunakan instrument self-esteem scale. Teknik analisis data menggunakan uji independent t-test dengan software SPSS 24. Berdasarkan hasil penelitian dan penghitungan bahwa model self-regulated learning dalam pembelajaran permainan tenis meja berpengaruh terhadap self-esteem mahasiswa program studi PGSD Penjas FPOK UPI
Physical Education Learning Motivation: A Gender Analysis
Lutfi Nur;
Adang Suherman;
Herman Subarjah;
Dian Budiana
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (43.122 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.13790
The purpose of this study was to find out the motivation of learning physical education based on gender. This study used a descriptive comparative method. The subjects in this study were 50 students in VII grade consisting of 30 male students and 22 female students. The instrument used by researchers was a physical education learning motivation questionnaire for junior high school students developed by Nur, Suherman, and Subarjah that contains 29 approved items with a validity value 0.518 and reliability value 0.906. The data analysis used an independent sample t test to analyze the motivation differences between male students and female students. The results of the study showed that the male students' physical education learning motivation was higher than female students in junior high school level. This finding is expected to be an assessment of the relevant parties in order to foster motivation to improve student learning outcomes. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat motivasi belajar pendidikan jasmani berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII dengan jumlah 52 orang siswa, terdiri dari 30 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah angket motivasi belajar pendidikan jasmani untuk siswa SMP yang terdiri dari 29 item pernyataan dengan nilai validitas 0,518 dan reliabilitas 0,906. Analisis data yang digunakan adalah independent sample t test untuk menguji perbandingan motivasi siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar pendidikan jasmani siswa laki-laki lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan di jenjang SMP. Adanya temuan ini diharapkan menjadi evaluasi bagi pihak-pihak terkait dalam rangka menumbuhkan motivasi guna peningkatan hasil belajar siswa.
Vo2max Measurement Using Bleep Test with Infrared Sensor
Rusdiana, Agus;
Imanudin, Iman;
Syahid, Angga Muhamad;
Wibowo, Ricky
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (910.68 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.16015
The purpose of this study was to develop a measuring device to measure maximal aerobic capacity by using digital bleep test with infrared sensor and motion analysis system software to obtain a more accurate, precise, and efficient assessment result in conducting the test. The method used in the study was R D (Research and Development) method. This research was conducted in collaboration with a team of experts of various specific fields so that the development of this simple prototype could create a validated product before mass production is conducted. The result of this study will create a digital-based measuring instrument that has been valid through validity test. Conducting a study that develops a product could prevent error and human error during the test. Therefore, a more efficient process and a more accurate result can be obtained compared to manual testing.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur Maximal aerobic capacity melalui  bleep test berbasis digital dengan menggunakan sensor infrared dan software motion analysis system supaya mendapatkan hasil penilaian yang lebih tepat, akurat dan efesiensi pengerjaan dalam melakukan tes. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode RD (research and Development), bekerjasama dengan tim pakar atau ahli dalam berbagai bidang tertentu supaya dalam pengembangan prototype sederhana ini yang dapat menciptakan suatu produk yang dapat divalidasi sebelum diproduksi secara massal. Hasil dari penelitian ini akan menciptakan suatu alat ukur berbasis digital yang sudah dilakukan uji validitasnya dengan hasil dinyatakan VALID. Dengan adanya penelitian yang mengembangkan suatu produk dapat menghindari kesalahan atau Human error dalam pengerjaan tes ,mendapatkan hasil yang akurat di bandingkan tes secara manual dan pengerjaan lebih efesien.
The Effects of Personalized System for Instruction Learning Model on Vocational School Students’ Motivation
Ginanjar, Agi
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.072 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.13218
This study aims to determine the differences of student learning motivation using the    model of learning personalized system for instruction and student learning motivation using direct instruction learning model. It used experimental research method with the randomized posttest control group design, data collecting technique of student motivation using questionnaire and for hypothesis testing using independent-samples t-test. Participants in this study were 94 vocational school students’ with a sample of 48 students, for the determination of samples using Taro Yamane formula and sampling using simple random sampling. The result of research stated that there are differences of students' learning motivation using personalized system for instruction learning model and student learning motivation using direct instruction learning model. Increasing motivation in learning physical education can use the PSI learning model. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran personalized system for instruction (PSI) dan motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran direct instruction (DI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan the randomized postest-only control group design, teknik pengumpulan data motivasi belajar siswa menggunakan angket dan untuk pengujian hipotesis menggunakan independent-samples t-test. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan sebanyak 94 orang dengan sampel sebanyak 48 orang, untuk penentuan sampel menggunakan rumus Taro Yamane dan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan perbedaan motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran PSI dan motivasi belajar siswa menggunakan   model pembelajaran DI. Peningkatan motivasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani dapat menggunakan model pembelajaran PSI. Â
The Indonesian National Sports Games (PON): Expectations and Reality
Ma'mun, Amung
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.736 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.15049
This paper describes an empirical study about the expectation and reality of the Indonesian NationalSportsGames (PON) aftertheregulationaboutnationalsportsystemcameintoforce in 2005. To describe the achievement and issues associated with the objectives of PON, analyses of report documents of the 2008, 2012, and 2016 PON were carried out. In addition, interviews with athletes and officials from several contingents and focus group discussions with experts were also conducted. In terms of maintaining the unity and integrity of the nation, PON could be deemed to meet the expectations but some modifications should be made to the idealism, management, andsport contents to improve the development system of national sport. However, organizing PON as a talent scout effort is no longer valid due to some issues associated with recruitment system, match and sport categorization system, and event time selection. Even so, PON is still needed to stimulate sport development in regional level. There should be a new policy in order for PON to achieve all of its goals.
The Association between Body Mass Index and Physical Fitness in Adolescents
Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon;
Dzihan Khilmi Ayu Firdausi
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (789.347 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.13758
The lifestyle and dietary habit of the modern society can lead to overweight and obesity. Overweight and obesity are now beginning to worry. This study was aimed at providing a description of the condition of Body Mass Index (BMI) and physical fitness among adolescents in Bangka Belitung Islands in 2017 and how BMI and physical fitness are associated. 105 adolescents were participated in this study, consisting of 90 male and 15 female adolescents. Participants were at age ± 18 years in the year when the study was conducted. Anthropometry test was conducted to identify participants' BMI. Performance tests were conducted to identify the components of health related to physical fitness. The performance test included vertical jump (leg power), sprint 60 meter (speed), push-up (strength and endurance of arm muscle), sit-up (strength and endurance of abdominal muscles), and run / walk for 1000/1200 meters (cardiorespiratory endurance). BMI has a significant correlation with the strength and endurance of arm muscle . BMI has a significant correlation with leg power. BMI correlates significantly with speed. CRE is only significantly correlated with abdominal muscle strength and endurance. Overweight and obesity can be prevented through the provision of a program of physical activity. AbstrakGaya hidup dan pola makan masyarakat modern saat ini dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas dan kelebihan berat badan pada saat ini mulai mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kebugaran jasmani remaja di Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2017 dan bagaimana keterkaitan antara IMT dan kebugaran jamani. Pertisipan pada pnelitian ini adalah 105 remaja yang terdiri dari 90 remaja laki-laki dan 15 remaja perempuan dengan usia rata-ratae ± 18 tahun. Tes antropometri dilakukan untuk mengidentifikasi IMT. Sedangkan tes performa dilakukan untuk mengidentifikasi komponen-komponen kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan. Tes performa yang diberikan adalah lompat vertikal (power tungkai), lari cepat 60 meter (kecepatan), push-up (daya tahan kekuatan lengan), sit-up (daya tahan kekuatan otot perut), dan berlari / berjalan jarak 1000/1200 meter (daya tahan kardiorespirasi). IMT memiliki korelasi yang signifikan dengan daya tahan kekuatan otot lengan. IMT memiliki korelasi yang signifikan dengan power tungkai. IMT berkorelasi secara signifikan dengan kecepatan. CRE hanya berkorelasi signifikan terhadap data tahan kekuatan perut. Kegemukan dan obesitas dapat dicegah melalui pemberian program aktivitas fisik yang tepat.
Dewan Redaksi dan Daftra Isi Jurnal
JPJO, Dewan Redaksi
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 2 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.21 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v3i2.16980
Perbedaan Model Teaching Personal Social Responsibility (TPSR) dan Cooperative Learning Untuk Mengembangkan Toleransi dan Tanggun Jawab Siswa
Dupri Dupri;
Alfi Candra;
Novia Nazirun
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.379 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.10576
This research was motivated by the decline of the students’ responsibility and tolerance at school. This condition is characterized by the high rate of juvenile delinquency, brawls among students, and the influence of technology that decreases the students’ interaction with their surroundings, community, and other students at school. This study revealed the differences between TPSR model and cooperative learning models in increasing students' responsibility and tolerance in physical education learning. The difference was found on students in the urban and rural area. The method used in this study was Quasi Experimental study with the pretest post-test two treatment design. The population of this study were 192 students. The sampling technique used Cluster Random Sampling technique so that the sample of this study were 128 students. The two different treatment models namely the TPSR models and cooperative learning models were conducted. The instrument used was a responsibility and tolerance questionnaire analyzed by multivariate analysis (Manova). The results of this study found that cooperative learning model is better in developing responsibilities, while the Teaching Personal Social Responsibility (TPSR) model is better for developing students' tolerance in physical education learning. Both of these models can be used in physical education learning to build character and active learning process. AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi atas dasar sudah menurunnya sikap tanggung jawab dan toleransi siswa disekolah, kondisi ini ditandai oleh tingginya angka kenakalan remaja, tawuran antar siswa dan lebih lagi pengaruh teknologi yang begitu kuat membuat siswa jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan sesama siswa disekolah. Penelitian ini mengungkapkan perbedaan Model TPSR dengan model kooperatif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab dan toleransi siswa dalam pembelajaran penjas serta juga dibedakan antara siswa di daerah dengan siswa yang sekolah dikota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain the pretest post-test two treatment design. Populasi penelitian ini berjumlah 192, untuk memperoleh sampel pada penelitian ini teknik pengambilan sampel mengunakan teknik Cluster Random Sampling sehingga diperolah sampel penelitian ini berjumlah 128. Perlakuannya pada dua model yang berbeda yaitu model TPSR dan model kooperatif. Instrument yang digunakan adalah angket tanggung jawab dan toleransi, analisis dengan multivarian (MANOVA). Hasil penlitian ini menemukan bahwa Model kooperatif lebih mampu mengembangkan tanggung jawab sedangkan model TPSR dalam sikap toleransi siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani. Kedua model ini bisa dijadikan sebagai model pembelajaran pendidikan jasmani yang menanamkan karakter dan keaktifan dalam menjalankan proses belajar.
The Profile of Dietary Patterns and Physical Activity in Preventing Metabolic Syndrome
Khairani, Astrid Feinisa;
Nurhasanah, Nurhasanah;
Rahman, Putri Halleyana A;
Septrina, Rani;
Nurhayati, Titing;
Luftimas, Dimas Erlangga;
Usman, Hermin Aminah;
Bashari, Muhammad Hasan;
Laraswita, Sarah;
Labibah, Salma Nur;
Nadiah, Zahra;
Apriliani, Ardhia Rizki;
Nugraha, Marwan Agung;
Khafifah, Dinda Salsa;
Anjani, Gebby Reviana;
Meinarni, Retno;
Mustika, Rika;
Ramdhani, Muhammad Farid
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.058 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v4i1.15069
Indonesia merupakan negara yang mengalami kenaikan kejadian obesitas, hipertensi dan diabetes setiap tahunnya. Keadaan ini membuat meningkatnya prevalensi sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu hipertensi, hiperglikemia, hiperkolesterolemia, hipertrigliserida dan peningkatan ukuran lingkar perut. Asupan energi dan pola makan yang berlebihan, peningkatan kejadian obesitas, aktivitas fisik sedentari dan riwayat risiko penyakit menjadi faktor resiko sejumlah kondisi penyebab terjadinya sindom metabolik. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu daerah pesisir pantai di Provinsi Jawa Barat yang secara demografis dimungkinkan tingginya konsumsi garam yang dapat memicu hipertensi. Pola makan dan aktivitas fisik yang tidak baik bagi kesehatan serta rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran tentang bahaya sindrom metabolik memengaruhi jumlah kejadian sindrom metabolik. Pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya preventif melalui pengisian kuisioner untuk mengetahui pola makan dan aktivitas fisik masyarakat kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran serta pengukuran lingkar perut untuk mengetahui prevalensi resiko terjadinya sindrom metabolik. Dari 544 responden rata-rata berusia 30 tahun, 129 orang mempunyai lingkar perut yang tidak normal, 47% mengkonsumsi manis setiap hari 32% mengkonsumsi asin setiap hari dan 56% tidak olahraga setiap hari.