cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KONSELING GUSJIGANG
ISSN : 24601187     EISSN : 2503281x     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 351 Documents
MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS PERMENDIKBUD NOMOR 111 TAHUN 2014 Zamroni, Edris; Rahardjo, Susilo
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.081 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i1.256

Abstract

Manajemen bimbingan dan konseling adalah segala upaya atau cara yang digunakan untuk mendayagunakan secara optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga, dana, sarana-prasarana) dan sistem informasi berupa himpunan data bimbingan dan konseling untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 diterbitkan untuk menjadi acuan baru pelaksanaan tata kelola bimbingan dan konseling mulai dari planning, organizing, staffing, leading dan controlling.
UPAYA MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MENGGUNAKAN LATIHAN ASERTIF DI SMP NEGERI 1 BANJARBARU Sulistiyana, Sulistiyana
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.993 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.552

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas konselor dan siswa serta peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa di SMP Negeri 1 Banjarbaru. Sampel dalam penelitian diambil 4 orang siswa dari jumlah keseluruhan siswa yang berjumlah 34 orang pada kelas VII A. Alasan peneliti memilih hanya 4 orang karena dalam hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan konselor sekolah diketahui bahwa pada kelas VII A terdapat 4 orang siswa yang mengalami komunikasi interpersonalnya rendah dengan teman-teman di kelasnya sendiri ataupun di kelas lainnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Data dianalisis menggunakan analisis dengan teknik triangulasi, member check, audit trail dan expert opinion dengan digambung dengan metode analisis statistik. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa adanya peningkatan komunikasi interpersonal pada siswa yang menunjukan komunikasi interpersonalnya rendah. Peningkatan komunikasi interpersonal siswa adalah sebagai berikut: pada tahap awal pengambilan data siswa dari skor 36 meningkat menjadi 44 disiklus I, dan peningkatan disiklus II dari skor 44 meningkat menjadi 56. Hal tersebut menunjukan bahwa latihan asertif efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa.
THE IMPLEMENTATION OF GUIDANCE AND COUNSELLING IN SMA (SENIOR HIGH) GOVERNMENT SCHOOL IN PALANGKARAYA Fatchurahman, M; Bulkani, Bulkani; Supardi, Supardi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.186 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v3i1.877

Abstract

This study was conducted based on the data from the results of interviews and documentation in several government high schools Palangkaraya that there are limitations in the mastery of information technology, lack of infrastructure, limited budget, causing the lack of application of the instrument to be used as guidelines for the implementation of guidance and counseling, including the collection of data results service becomes not routinely performed. The purpose of this study is to investigate the implementation of guidance and counseling in SMA Govenrment School Palangkaraya. This research used descriptive research, by adapting the evaluation of the two models, namely models EPIC from Hammond and Countenance Model of Stake. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The assessment criteria is three categories; low, medium, and high. The results showed: (1) Components antecedents in the form of service characteristics as supporting the implementation of guidance and counseling in SMA Government School in Palangkaraya, categorized: Medium. (2) Components of transactions in the form of activity characteristic of services as the implementation of guidance and counseling in high schools in Palangkaraya, categorized: Low. (3) Components outcomes in the form of the results of activities in the implementation of guidance and counseling in high schools in Palangkaraya, in the form of benefits from the implementation of the guidance and counseling that marked the development of behavioral changes of students, categorized: High.
Pengembangan Rational Beliefs Untuk Menangani Siswa Yang Tawuran Di Sekolah Faozi, Charis; Iswati, Iswati; Sulistiyoningrum, Renny
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v4i1.2323

Abstract

Youth and solidarity are two very related things that we often encounter in a friendship relationship. A high sense of solidarity and not accompanied by emotional maturity in adolescents make one of the factors causing rampant brawling among teenagers recently. The existence of irrational beliefs that make adolescents interpret the sense of solidarity as an excuse to conduct brawl encourages authors to use the rational belief approach as one effort to minimize brawl behavior among adolescents. Rational beliefs help us to change the irrational beliefs that teenagers have become rational beliefs that of course can change the adolescent's perspective on the meaning of solidarity itself as a positive feeling in a friendship relationship not as an excuse for unhealthy behavior. It will also encourage a new and effective philosophy in the relationship of friendship that exists in a larger sphere.
PERSEPSI MAHASISWA ANGKATAN 2013/2014 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PERILAKU MENCONTEK FKIP UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA Perianto, Eko
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.657 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i2.404

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap perilaku mencontek mahasiswa angkatan 2014/2015 program studi bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling untuk menentukan sampel penelitian. Jumlah populasi yaitu 153 mahasiswa dan sampel yang diambil yaitu 31 mahasiswa. Teknik pengambilan data dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa angkatan 2014/2015 program studi bimbingan dan konseling terhadap perilaku mencontek diperoleh nilai 65,79 % Artinya mahasiswa berpandangan bahwa perilaku mencontek yang ditunjukkan dalam mengikuti ujian atau tes adalah baik. (6) Faktor penyebab perilaku mencontek pada mahasiswa di faktor A yaitu 35,48 %, faktor B yaitu 41,94 %, faktor C yaitu 0 % dan faktor L yaitu 22,58 %.
MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA MELALUI LAYANAN INFORMASI BERBANTUAN AUDIOVISUAL Aristiani, Rina
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.881 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.717

Abstract

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi seseorang untuk dapat mengembangkan potensinya. Jika seseorang memiliki bekal percaya diri yang baik, maka individu tersebut akan dapat mengembangkan potensinya dengan mantap. Namun jika seseorang memiliki percaya diri rendah, maka individu tersebut cenderung menutup diri, mudah frustasi ketika menghadapi kesulitan, canggung dalam menghadapi orang, dan sulit menerima realita dirinya. Memiliki percaya diri yang tinggi dalam diri siswa dapat membantu mencapai prestasi dan hasil belajar yang lebih baik lagi. Dengan begitu akan terjadi proses perubahan dalam diri siswa bukan hanya pada hasil belajar tetapi juga pada perilaku dan sikap siswa, yaitu keberanian, keaktifan, dan aktualisasi diri siswa saat proses belajar mengajar. Latar belakang penelitian adalah pelaksanaan layanan informasi masih belum optimal karena belum menggunakan media yang tepat.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN SERTA IMPLIKASINYA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR Saraswati, Dewi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.256 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v3i2.1115

Abstract

The purpose of this research is to know the steps and to improve student’s learning outcomes on science learning material style of fourth grade students of SD Negeri Ledok 07 by implementing ‘Problem Based Learning’ assisted by educational video. This type of research is a classroom action research that applies the ‘Problem Based Learning’ method with educational video with two cycles. Cycles I and II consist of three meetings. The subjects of the study were the fourth grade students. In first condition the average classical score is 81.4 with the total number of students who complete are 28 students and the number of students who is not complete are 7 students. In the first cycle of science learning outcomes increased to 81.6 and on the second cycle average student learning outcomes increased again to 87.6. Percentage mastery of student learning outcomes also increased. In cycle I the percentage of completeness reached 88.6% and in cycle II percentage of completeness reached 97.2%, thus it can be concluded that the PBL method with educational video can improve student learning outcomes SDN Ledok 07.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENCETAK GENERASI EMAS INDONESIA Gudnanto, Gudnanto
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.328 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i1.287

Abstract

Kegiatan pendidikan dan bimbingan telah dilakukan orang sejak ribuah tahun silam, metode dan teknik yang digunakan juga setiap saat disempurnakan, tetapi hingga saat ini kegiatan itu belum membuahkan hasil yang optimal; bahkan penyimpangan manusia dari fitrah semakin jauh. Kegagalan itu diduga berakar pada keterbatasan pengetahuan para ahli tentang esensi fitrah manusia dan model pengembangannya, akibatnya banyak kegiatan pendidikan dan bimbingan yang dilakukan hanya mendasarkan pada fakta-fakta empiris dan hasil pemikiran manusia. sementara informasi yang datang dari Dzat Yang Maha Menciptakan manusia kurang mendapat perhatian. Bertolak dari pemikiran di atas, maka dipandang perlu ada model Bimbingan dan Konseling Islami guna mengembangkan fitrah manusia, dengan harapan individu yang dibimbing bisa menjadi pribadi kaaffah, dan memperoleh kebahagiaan yang sejati di dunia dan akhirat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS BERBASIS MULTIKULTURAL Pratiwi, Ika Ari; Kanzunnudin, Mohammad; Rondli, Wawan Shokib
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.469 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan perencanaan model jigsaw pada pelajaran IPS berbasis multikultural di SD Kanisius Kudus, 2) menganalisis seberapa besar peningkatan hasil belajar IPS berbasis multikultural dengan menggunakan model jigsaw pada siswa kelas V SD Kanisius Kudus. Pelajaran IPS berbasis multikutural dikembangkan dengan metode mengajar yang mampu memfasilitasi siswa untuk melakukan klarifikasi dan dapat membantu siswa mengembangkan sikap toleransi, saling menghormati, kerjasama, saling mengakui dan menghargai kemajemukan menggunakan model pembelajaran jigsaw atau tutor sebaya. Penelitian Tindakan kelas dilaksanakan pada siswa kelas V di SD Kanisius Kudus, dengan subjek penelitian 40 siswa. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model jigsaw pada pelajaran IPS berbasis multikultural dapat meningkatkan hasil belajar ranah kognitif yaitu peningkatan hasil belajar siklus I 62,5% meningkat pada siklus II menjadi 85%. Peningkatan ranah afektif dari siklus I ke siklus II yaitu: a)memperhatikan penjelasan guru 77,5% meningkat menjadi 90%, b)tanggung jawab 70% meningkat menjadi 87,5%, c)aktif berdiskusi 62,5% meningkat menjadi 77,5%, d)berani berpendapat 70% meningkat menjadi 82,5%, e)menghargai pendapat 57,5% meningkat menjadi 75%, f)bekerjasama 55,5% meningkat menjadi 80%, dan g)mengakui hasil kerjasama 57,5% menjadi 85%.
AKSIOLOGI SPIRITUALITAS DALAM KONSELING Gudnanto, Gudnanto; Pravesti, Cindy Asli; Wahyuni, Fitri; Kiswantoro, Arista
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.694 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v3i1.1724

Abstract

Human beings are the highest in rank than other god creatures. Why is that?, of course the answer is because human beings have been given by the intellect and mind that can make men appear as a vicegerent on earth. Every human being has a belief in something that is considered supreme or sovereign. Confidence is what is called spiritual. Axiology is the branch of philosophy that studies the nature of value. Based on its main staple axiology can be divided into Ethics (philosophy of good bad human behavior) or moral philosophy and aesthetics or philosophy of magnificence. Many people feel has reached a goal or reach the pinnacle of success both career and matter, but felt something "hollow and empty". Generally, they realized that they had to climb the stairs wrong, even after they reach the top rung of his career. It turns out in the end, Money, Possessions, Honorary, and the notch is not a "thing" that they are looking for. Successful people are obviously people were very helpful both socially and economically for the company, but lost "Spiritual meaning" in itself. Such diseases suffered by many modern people, who are often called Spiritual Pathology or Spiritual illness. Axiology spirituality in Counseling is the help given by individuals (in this case the support is a counselor) to another individual (counselee) in order to find the values of ethics and aesthetics of the existence of happiness essentials (holy) is the happiness that comes from the Almighty (God).

Page 10 of 36 | Total Record : 351


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2024 Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2024 Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2023 Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2023 Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2022 Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2022 Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2021 Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2021 Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2020 Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2020 Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2019 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 More Issue