cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI BERWAWASAN POTENSI LOKAL MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI TUMBUHAN LUMUT DAN PAKU Fitri - Wijarini; Sajidan - -; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i2.9738

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat produk, mengetahui kelayakan, dan mengetahui efektivitasmultimedia interaktif berbasis inkuiri berwawasan potensi lokal menggunakan macromedia flash pada materitumbuhan lumut dan paku. Penelitian ini menggunakan model pengembangan R&D Borg and Gall yangmeliputi tahap: research and information collection, planning, develop preliminary form of product, expertjudgement, revisi produk, preliminary field testing, dan uji coba lapangan. Uji coba lapangan dilakukan dalamseting eksperimen yang melibatkan 3 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster randomsampling terdiri dari satu kelas. Kelas kontrol (X.3) belajar menggunakan model konvensional, kelas Media(X.4) belajar menggunakan media yang telah dikembangkan, dan kelas Agregasi (X.5) belajar denganmenggunakan model, modul, dan media yang telah dikembangkan. Teknik pengumpulan data menggunakanmetode tes untuk data prestasi belajar kognitif, angket dan lembar observasi untuk prestasi belajar afektif danprestasi belajar psikomotor. Hasil penialaian media oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi adalah 97.83,87.96, dan 93.6. Penggunaan multimedia interaktif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, sehinggaefektif digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS Stevie Christiyoda; Sri Widoretno; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9510

Abstract

Penelitian dan pengembangan bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem ekskresi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menghitung efektivitas modul berbasis kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem ekskresi dengan modul sekolah dalam hal berpikir kritis. Metode penelitian dan pengembangan modul menggunakan prosedur Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa  modul berbasis kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem ekskresi untuk meningkatkan berpikir kritis dikembangkan sesuai dengan aspek kemampuan pemecahan masalah dan aspek berpikir kritis yang divisualisasikan pada tujuan, materi, kegiatan dan soal evaluasi; dan  modul berbasis kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem ekskresi efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan dengan hasil uji anacova untuk perbedaan hasil antara modul berbasis kemampuan pemecahan masalah modul standar pada materi sistem ekskresi adalah FTabel (0,05:2) = 2,37 < FHitung  = 4,16.
PENERAPAN MODEL SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY MELALUI EKSPERIMEN LAPANGAN DAN EKSPERIMEN LABORATORIUM DITINJAU DARI SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DAN KREATIVITAS VERBAL SISWA Ahmad Makmur Santoso; Sajidan Sajidan; Suciati Sudarisman
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9770

Abstract

eksperimen lapangan dan laboratorium, antara siswa yang memiliki sikap peduli lingkungan dan kreativitasverbal kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar biologi siswa, serta interaksinya. Penelitian inimenggunakan metode true experiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1Petanahan Tahun Pelajaran 2012/2013, sebanyak 4 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak denganteknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas yaitu kelas X4 dan X7. Kelas X4 diberi pembelajaran denganmetode eksperimen lapangan dan kelas X7 dengan metode eksperimen laboratorium. Teknik pengumpulan datamenggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif, psikomotor dan kreativitas verbalsiswa, metode angket untuk mendapatkan data sikap peduli lingkungan, prestasi belajar afektif serta metodeobservasi untuk memperoleh data afektif, dan psikomotorik. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tigajalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil uji hipotesis data hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa: 1) ada pengaruh penggunaan metode eksperimen lapangan dan eksperimen laboratorium terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 2) ada pengaruh sikap peduli lingkungan terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 3) ada pengaruh kreativitas verbal terhadap prestasi belajarkognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 4) ada interaksi antara metode dan sikap peduli lingkungan terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 5) tidak ada interaksi antara metode dan kreativitasterhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, 6) ada interaksi antara sikap pedulilingkungan dengan kreativitas verbal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 7) tidak adainteraksi antara metode, sikap peduli lingkungan, dengan kreativitas verbal terhadap prestasi belajar kognitif,afektif, dan psikomotorik siswa.Kata Kunci: Science Technology Society, Eksperimen Lapangan, Eksperimen Laboratorium, Sikap PeduliLingkungan, Kreativitas Verbal
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DIINTEGRASIKAN DENGAN PREDICT – OBSERVE – EXPLAIN (POE) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN INFERENSI SISWA Dwi Wahyuni; Suciati Sudarisman; Sugiyarto Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9544

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model PBL, POE dan integrasi model PBL-POE terhadap prestasi belajar ditinjau dari kreativitas dan kemampuan inferensi.                Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 3x2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Bojonegoro Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling, masing-masing terdiri dari 32 siswa. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model PBL, kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan model POE dan kelas eksperimen III diberi perlakuan menggunakan integrasi model PBL-POE. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk hasil belajar kognitif, angket untuk  hasil belajar afektif, psikomotor, kreativitas dan kemampuan inferensi. Uji hipotesis penelitian menggunakan Anova tiga jalan sel tidak sama dengan bantuan software SPSS 18.                         Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) ada pengaruh integrasi model PBL-POE terhadap prestasi belajar baik aspek kognitif, afektif, psikomotor; (2) ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; (3) tidak ada pengaruh kemampuan inferensi terhadap prestasi belajar siswa; (4) tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran dengan kreativitas kategori tinggi rendah terhadap prestasi belajar siswa; (5) ada pengaruh interaksi model pembelajaran dengan kemampuan inferensi kategori tinggi rendah terhadap prestasi belajar siswa; (6) ada pengaruh interaksi antara kreativitas dan kemampuan inferensi terhadap prestasi belajar siswa; (7) tidak ada pengaruh integrasi model PBL-POE dengan kreativitas siswa dan kemampuan inferensi terhadap prestasi belajar siswa.
PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER DAN MODEL KERJA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN GAYA BELAJAR Suci Rahayu; Sugiyarto Sugiyarto; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual menggunakansimulasi komputer dan model kerja, kemampuan berpikir kritis dan gaya belajar terhadap prestasi belajar.Penelitian ini merupakan penelitan kuasi eksperimen, dilaksanakan pada bulan Maret 2012 – Januari 2013.Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampelpenelitian ada 4 kelas terbagi dua kelompok yang diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas VIII Adan VIII H menggunakan media simulasi komputer dan kelas VIII B dan VIII C menggunakan media modelkerja. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar kognitif,angket untuk gaya belajar, prestasi afektif, prestasi psikomotor, dan lembar observasi untuk prestasi belajarafektif dan psikomotor. Hipotesis diuji menggunakan anava tiga jalan, uji lanjut Anava uji Scheffe’, desainfaktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) pembelajaran IPA melalui pendekatankontekstual menggunakan media simulasi komputer dan model kerja berpengaruh terhadap prestasi belajarkognitif, afektif, dan psikomotor; 2) kemampuan berpikir kritis berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif,afektif, dan psikomotor; 3) gaya belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;4) tidak ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media dan kemampuan berpikir kritis terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 5) ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media dangaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 6) tidak ada pengaruh yang signifikandari interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif,dan psikomotor; 7) tidak ada pengaruh yang signifikan dari interaksi antara media, kemampuan berpikir kritis,dan gaya belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.Kata Kunci: simulasi komputer, model kerja, kemampuan berpikir kritis, gaya belajar, prestasi belajar.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN ARIAS UNTUK MEMBERDAYAKAN MOTIVASI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM Dyah Erlina Sulistyaningrum; Puguh Karyanto; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem; (2) Mengetahui kelayakan penggunaan modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem; (3) Mengetahui efektivitas penggunaan modul berbasis model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang merujuk pada Borg dan Gall. Rancangan modul dikembangkan menjadi modul Draft 1. Modul Draft 1 divalidasi oleh validator ahli dan praktisi berdasarkan kelayakan isi, bahasa, penyajian, kegrafikan, basis model pembelajaran ARIAS, berpikir kritis dan motivasi belajar siswa kemudian dilakukan uji coba lapangan kecil pada 10 siswa SMA N Kebakkramat. Setelah merevisi modul berdasar saran dan masukan pada uji skala kecil maka direvisi menjadi modul draft II. Modul draft II kemudian diuji utama pada 15 siswa SMA N Kebakkramat. Berdasar saran dan masukan uji lapangan modul draft II direvisi mnenjadi modul draft III. Modul draft III diuji coba sesungguhnya pada 36 siswa kelas X-8 SMA N Kebakkramat. Keefektifan modul terhadap hasil belajar, motivasi dan berpikir kritis siswa dianalisis menggunakan gain score dinormalisasikan untuk pretest-postest kelas uji coba sesungguhnya. Setelah modul direvisi menjadi produk akhir, dilakukan persebaran untuk pengembangan modul lebih luas. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1)Modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem dikembangkan dengan merujuk pada penelitian pengembangan (Research and Development) yang merujuk pada Borg dan Gall; (2) Kualitas modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem yang dikembangkan termasuk kategori sangat baik untuk kelayakan isi, penyajian, kegrafikan, dan sintaks model pembelajaran ARIAS serta menunjukkan kategori baik untuk kelayakan motivasi dan berpikir kritis berdasarkan validator ahli dan praktisi; (3) Modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem efektif memberdayakan motivasi belajar siswa dengan hasil N-gain score sebesar 0,51 dan efektif memberdayakan berpikir kritis siswa dengan hasil N-gain score sebesar 0,60 dengan kategori sedang.
PEMBELAJARAN FISIKA PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN METODE PROYEK DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP/ MTs KELAS VIII PADA MATERI CAHAYA Indica Yona Okyranida; Suparmi Suparmi; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penggunaan model Problem Based Learning (PBL), metode eksperimen, metode proyek, kemampuan berpikir abstrak dan kreatif  terhadap hasil  belajar. Desain penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Madiun kelas VIII tahun  pelajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIII A dan VIII B. Kelas VIII A diberi pembelajaran dengan Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen, sedangkan VIII B diberi pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) dengan metode proyek. Data hasil belajar kognitif, kemampuan berpikir abstrak dan  kemampuan berpikir kreatif  diambil menggunakan instrumen tes,  sedangkan data hasil belajar afektif dan  psikomotor menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis variansi anava tiga jalan dan dilanjutkan dengan uji Compare Means. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tidak terdapat pengaruh pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek terhadap hasil belajar; 2) terdapat pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, namun tidak terdapat pengaruh terhadap hasil belajar afektif; 3) terdapat pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, namun tidak terdapat pengaruh terhadap hasil belajar afektif; 4) tidak terdapat interaksi pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) mengunakan metode eksperimen dan proyek dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar; 5) tidak terdapat interaksi pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek dengan kemampuan berpikir kreatif  terhadap hasil belajar; 6) tidak terdapat interaksi kemampuan berpikir abstrak  dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar; 7) tidak terdapat interaksi pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek, kemampuan berpikir abstrak, dan  kreatif terhadap hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY LESSON TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS Izzatin Kamala; Baskoro Adi Prayitno; Suciati Sudarisman
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) prosedur pengembangan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 2)  karakteristik modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 3) kelayakan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 4) efektivitas modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan terhadap literasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan hasil modifikasi model penelitian pengembangan dari Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Validasi desain produk dilakukan oleh ahli materi, ahli pendidikan, ahli media pembelajaran, ahli bahasa dan praktisi guru IPA. Subyek uji coba lapangan adalah 35 siswa kelas VII-B, subyek uji lapangan adalah 35 siswa yang diambil secara acak dari dua kelas yaitu VIIA dan VIIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengembangan IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson mengadaptasi kerangka modul dari Depdiknas 2008 yang terdiri dari bagian pembuka, inti dan bagian penutup.  Prosedur pengembangan menggunakan Borg & Gall yang telah dimodifikasi yang terdiri dari: penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan penelitian, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, revisi hasil uji coba lapangan, uji lapangan, revisi produk akhir dan diseminasi; 2) Modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan mempunyai karakteristik model keterpaduan webbed, basis modul Inquiry Lesson, dan sesuai dengan Kurikulum 2013; 3) kelayakan modul sangat baik dengan penilaian ahli materi 88%, ahli pendidikan 100%, ahli media pembelajaran 83%, ahli bahasa 82%, praktisi 93%; 4) penerapan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson pada kelas uji coba lapangan dan uji lapangan  secara signifikan dapat meningkatkan literasi sains siswa dengan rata-rata N-gain masing-masing sebesar 0,5 dan 0,62 pada kategori sedang. Uji korelasi gain literasi sains pada uji coba lapangan dengan uji lapangan memperoleh nilai korelasi sebesar 0,957 artinya hubungan korelasi literasi sains pada uji coba lapangan dan uji lapangan sangat kuat. Nilai p-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi sains siswa ketika siswa menggunakan modul pada uji coba lapangan dengan uji lapangan.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI USAHA DAN ENERGI DI SMA/MA Ulfatun Handayani; Mohammad Masykuri; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul Fisika berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi usaha dan energi di SMA/MA; (2) kelayakan modul Fisika berbasis PBL pada materi usaha dan energi di SMA/MA; (3) modul fisika berbasis PBL efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi usaha dan energi di SMA/MA. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan bahasa, serta uji coba (terbatas dan  kelompok besar) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada Guru Fisika. Pengumpulan data penelitian pada tahap define menggunakan angket analisis kebutuhan guru dan siswa. Sedangkan tahap design menggunakan analisis KI dan KD untuk menentukan desain awal modul. Kemudian  tahap develop menggunakan angket validasi ahli (ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru, dan teman sejawat), dan pada tahap disseminate menggunakan angket penyebaran. Hasil penelitian pada tahap define yaitu analisis kebutuhan siswa > 80% dan analisis kebutuhan guru sebesar 100%. Pada tahap design didapatkan data kualitatif berupa analisis silabus, KI, dan KD. Sedangkan pada tahap develop menunjukkan hasil validasi ahli materi, media, bahasa, sebesar 93,75%, 98,82%, 71,43% dengan kategori “sangat baik”. Kemudian hasil dari guru fisika dan teman sejawat sebesar 82,23%, dan 87,65% dengan kategori “sangat baik”. Untuk tahap disseminate didapatkan hasil sebesar 82,23% dengan kategori “sangat baik”. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berbasis PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran PBL, yaitu merumuskan masalah, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan kesimpulan; (2) modul dikategorikan layak oleh (ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru, dan teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,78 > cut off  85,12. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada guru fisika yang mengkategorikan modul sangat baik; (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan hasil perhitungan N-Gain yang menunjukkan nilai 0,43 dengan kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA KEJU UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VII Koniawan Fajar Rahmanto; Mohammad Masykuri; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju; (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju; (3) keefektivan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju, terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall yang terdiri dari 10 tahapan, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi hasil uji coba awal, (6) uji lapangan utama, (7) revisi hasil uji lapangan utama, (8) uji lapangan operasional, (9) revisi produk akhir, dan (10) penyebaran produk. Prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall dengan 10 tahapan tersebut dimodifikasi pada jumlah subjek ujicoba. Validasi produk dilakukan oleh 2 ahli materi, 2 ahli penyajian, 1 ahli bahasa, 1 ahli media, 2 ahli pe ndidikan, 1 praktisi guru IPA, dan 2 teman sejawat. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Prambanan dengan subyek ujicoba awal terdiri dari 6 siswa kelas VII dan 1 guru IPA, subjek ujicoba lapangan utama 18 siswa kelas VII dan 2 guru IPA, serta subjek ujicoba lapangan operasional ada 32 siswa kelas VII F dan 1 guru IPA. Uji efektivitas kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan desain non-equivalent control group, yang di analisis menggunakan software SPSS dengan jenis uji Mann Whitney Test untuk keterampilan proses dan sikap, sedangkan kognitif menggunakan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik modul yang dikembangkan memiliki keterpaduan konten IPA tipe connected dengan adanya tahapan inkuiri terbimbing pada modul yang menyajikan fenomena IPA dalam kehidupan sehari- hari; (2) modul layak digunakan ditinjau dari aspek isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan, dengan perolehan skor modul siswa 3,76 (sangat baik) dan skor modul guru adalah 3,75 (sangat baik); (3) modul efektif meningkatkan keterampilan proses sains (sig. 0,000), hasil belajar sikap (sig. 0,000), dan hasil belajar kognitif (sig. 0,000). Besarnya peningkatan dilihat dari gain keterampilan proses sains 0,65 (sedang), gain sikap 0,65 (sedang), dan gain kognitif 0,35 (sedang). Jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada kelas eksperimen 18 siswa (56,25%), sedangkan pada kelas kontrol tidak ada yang mencapai nilai KKM.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue