cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
Hubungan Konsentrasi Belajar dan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP pada Materi Pesawat Sederhana Yesi Agustin; Bakti Mulyani; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.80186

Abstract

Kompetensi abad 21 menuntut kemampuan dan keterampilan siswa, keterampilan yang saat ini diperlukan diantaranya adalah berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara konsentrasi belajar dan berpikir kreatif dengan hasil belajar secara parsial dan simultan. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Baki Sukoharjo Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII G dan VIII H. Pengumpulan data dengan teknik survei untuk konsentrasi belajar, berpikir kreatif dan hasil belajar afektif serta lembar tes untuk hasil belajar kognitif dan psikomotor. Analisis data menggunakan uji korelasi sederhana dan berganda dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsentrasi belajar dan berpikir kreatif dengan hasil belajar baik secara parsial atau simultan. Derajat hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen baik secara parsial atau simultan berdasarkan nilai koefisien korelasi hasilnya menunjukan bahwa hubungan yang terbentuk termasuk pada kategori hubungan yang sangat kuat. Hasil pembahasan pada penelitian ini mengandung implikasi agar siswa meningkatkan konsentrasi belajar dan kemampuan berpikir kreatif agar hasil belajar IPA yang didapatkan optimal.21st century competencies require students' abilities and skills, the skills currently needed include creative thinking. This research aims to determine whether or not there is a positive and significant relationship between learning concentration and creative thinking and partial and simultaneous learning outcomes. This research is a type of quantitative research with correlational methods. The population in this study were all students in class VIII of SMP Negeri 1 Baki Sukoharjo for the 2022/2023 academic year. The sampling technique is cluster random sampling. The sample for this research was students in grades VIII G and VIII H. Data were collected using survey techniques for learning concentration, creative thinking and affective learning outcomes as well as test sheets for cognitive and psychomotor learning outcomes. Data analysis used simple and multiple correlation tests with a significance level of 5%. Based on the research, it can be concluded that there is a positive and significant relationship between learning concentration and creative thinking and learning outcomes, either partially or simultaneously. The degree of relationship between the independent variable and the dependent variable, either partially or simultaneously, based on the correlation coefficient value, the results show that the relationship formed is included in the category of a very strong relationship. The results of the discussion in this research contain implications for students to increase their learning concentration and creative thinking skills so that the science learning results obtained are optimal.
Penerapan Model Pembelajaran POE-Ed (Predict, Observe, Explain, Extend) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Komunikasi Siswa SMP Afifah, Nidya ul; Ismawati, Riva; Singgih, Suwito
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.86651

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dibutuhkan untuk pemecahan masalah dan pemberian solusi dalam pembelajaran IPA. Tidak hanya itu, keterampilan komunikasi tertulis digunakan siswa untuk menyampaikan gagasannya. Hasil analisis soal essay keterampilan berpikir kritis di SMP N 1 Mertoyudan didapatkan nilai 58,007. Begitupun dengan keterampilan komunikasi tertulis yang masih kurang berkembang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penerapan model pembelajaran POE-Ed (Predict, Observe, Explain, dan Extend).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan model pembelajaran POE-Ed Ed (Predict, Observe, Explain, dan Extend) (2) peningkatan keterampilan komunikasi tertulis siswa setelah penerapan model pembelajaran POE-Ed Ed (Predict, Observe, Explain, dan Extend). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment dan menggunakan non equivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mertoyudan dengan sampel kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis dalam bentuk soal uraian. Hasil analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test yaitu 0,000 < 0,05 untuk keterampilan berpikir kritis dan 0,000 < 0,05 untuk keterampilan komunikasi tertulis. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi tertulis antara siswa yang menerapkan model pembelajaran POE-Ed (Predict, Observe, Explain, dan Extend) dengan yang tidak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran POE-Ed Ed (Predict, Observe, Explain, dan Extend) dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi tertulisCritical thinking skills are needed for problem solving and providing solutions in science learning. Not only that, written communication skills are used by students to convey their ideas. The results of the analysis of critical thinking skills essay questions at SMP N 1 Mertoyudan obtained a value of 58.007. Likewise, written communication skills are still underdeveloped. One of the efforts made to overcome these problems is the application of the POE-Ed (Predict, Observe, Explain, Extend) learning model.This study aims to determine (1) the improvement of students' critical thinking skills after the application of the POE-Ed (Predict, Observe, Explain, Extend) learning model (2) the improvement of students' written communication skills after the application of the POE-Ed (Predict, Observe, Explain, Extend) learning model. This research is a quantitative research with quasi experiment design and using non-equivalent control group design. This research was conducted at SMP Negeri 1 Mertoyudan with samples of class VII C as the experimental class and class VII D as the control class. The instrument used was a written test in the form of description questions. The results of the data analysis using the Independent Sample T-Test test were 0.000 < 0.05 for critical thinking skills and 0.000 < 0.05 for written communication skills. The results of the Independent Sample T-Test test showed that there were differences in the improvement of critical thinking skills and written communication between students who applied the POE-Ed (Predict, Observe, Explain, Extend) learning model and those who did not. The conclusion of this study is that the application of the POE-Ed (Predict, Observe, Explain, Extend) learning model can improve critical thinking and written communication skills.
Profil Pemetaan Keterampilan Argumentasi Ilmiah dan Keterampilan Komunikasi pada Pembelajaran IPA Syafira, Annisa; Yuliastrin, Adisti; Susilawati, Susilawati; Vebrianto, Rian
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.88424

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan profil keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan komunikasi pada pembelajaran IPA di SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan metode survey untuk melakukan pemetaan keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan komunikasi pada pembelajaran IPA dengan melibatkan 40 individu diantaranya siswa dan mahasiswa. Temuan yang diperoleh pada penelitian ini menunjukan pentingnya keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan komunikasi yang memberikan dampak positif bagi pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan media terutama media sosial yang saat ini sering dijadikan sumber informasi oleh khalayak terutama oleh kalangan siswa SMP/MTs. Melihat hasil penelitian tersebut, peneliti merekomendasikan perlunya guru IPA agar siswa dapat meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan komunikasi pada pembelajaran IPA di SMP/MTs.This research is intended to describe the profile of scientific argumentation skills and communication skills in science learning in junior high school. This research used a survey method to map scientific argumentation skills and communication skills in science learning by involving 40 individuals including students and college students. The findings obtained in this study show the importance of scientific argumentation skills and communication skills that have a positive impact on knowledge, understanding and skills in using the media, especially social media, which is currently often used as a source of information by the audience, especially by junior high school students. Seeing the results of the study, the researcher recommends the need for science teachers so that students can improve scientific argumentation skills and communication skills in science learning at junior high schools.
Pengaruh Penerapan Metode Simulasi dan Resitasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV Materi Pengaruh Gaya Terhadap Benda Tri Madani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.83464

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SD 24 sungai kakap yang beralamatkan di Jl pramuka parit W. Lijah, sungai rengas, Kec sungai kakap, kabupaten kubu raya, kalimantan barat, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan hasil peserta didik dengan menggunakan metode simulasi dan resitasi terhadap hasil belajar mata pelajaran pengaruh gaya terhadap benda. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diajarkan dengan menggunakan metode simulasi dan resitasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode Tes. Penerapan metode simulasi sangat cocok dipandukan dengan meteri pengaruh gaya terhadap benda dikelas IV SD/MI, dengan metode simulasi peserta didik menjadi lebih aktif ketika pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung, karena metode ini melibatkan peserta didik berperan aktif. Sedangkan dengan menggunakan metode resitasi peserta didik lebih cendrung bosan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.This research was conducted at SD 24 sungai kakap which is located at Jl pramuka parit W. Lijah, sungai rengas, Kec sungai kakap, kubu raya district, west Kalimantan, which aims to find out how the effect of applying the results of students by using the simulation and resitation method on the learning outcomes of the subject of the effect of force on objects. In this case the method used is a qualitative method. This study aims to determine how much influence is taught using simulation and resitation methods. The data collection techniques used are observation method and test method. The application of the simulation method is very suitable to be paired with the material of the effect of force on objects in class IV SD / MI, with the simulation method students become more active when the learning process is taking place, because this method involves students playing an active role. Meanwhile, by using the resitation method, students tend to be more bored in doing the tasks given by the teacher.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Model Problem Based Learning Melalui Internet Assisted Learning Di SMPN 40 Surabaya Anggraeni, Rizka
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.83009

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada materi pemuaian kelas VII SMP Negeri 40 Surabaya menggunakan model pembelajaran problem based learning melalui internet assisted learning. Jenis penelitian yang diterapkan termasuk penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitiannya peserta didik kelas VII-I yang berjumlah 28 orang. Terdapat empat tahap dalam penelitian, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Instrumen data diperoleh dari lembar tes dan non tes yang diberikan kepada peserta didik meliputi lembar pretest, posttest, profilling, wawancara, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains yang diterapkan berhasil meningkat dari skor n-gain 0,58 menjadi 0,86 dengan kategori tinggi. Adapun komponen keterampilan proses sains yang diujikan menurut Nur (2011) diantaranya menentukan rumusan masalah, menyusun hipotesis, menentukan variabel, mengumpulkan data, menganalisis, dan membuat kesimpulan yang masing-masing memperoleh nilai persentase secara berurutan 95%, 93%, 96%, 95%, 92%, dan 94% dengan kategori sangat tinggi.The objective of this research is to enhance science process skills on the topic of expansion for seventh-grade students at SMP Negeri 40 Surabaya using the problem-based learning model through internet-assisted learning. The type of research applied is classroom action research with the research subjects being 28 students from class VII-I. There are four stages in the research, namely planning, acting, observing, and reflecting. Data instruments were obtained from test and non-test sheets given to students, including pretest, posttest, profiling, interviews, and observations. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive methods. The results showed that the applied science process skills successfully increased from an n-gain score of 0.58 to 0.86 in the high category. The components of the science process skills tested, according to Nur (2011), include formulating problems, developing hypotheses, determining variables, collecting data, analyzing, and drawing conclusions, each of which obtained percentage scores of 95%, 93%, 96%, 95%, 92%, and 94% respectively, all in the very high category.
Culturally Responsive Teaching dalam Pembelajaran IPA: Analisis Soft Skills Peserta Didik SMPN 2 Lamongan Novia Putri Diana; Eko Hariyono; Teti Dwi Maharani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.86585

Abstract

Tantangan baru bagi pendidik dalam merancang pembelajaran IPA yang berpihak kepada peserta didik adalah terkait keberagaman suku dan budaya Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis soft skills peserta didik melalui penerapan pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) pada pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan reflektif jurnal. Pembelajaran ini terintegrasi dengan pendekatan CRT yang terdiri dari lima aspek meliputi content integration, facilitating knowledge construction, prejudice reduction, social justice, dan academic development. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – April 2024 di kelas VIII F SMPN 2 Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA melalui pendekatan CRT dapat membentuk dan mengembangkan soft skills peserta didik seperti bekerja sama, peduli lingkungan, berpikir kritis, empati komunikasi, toleransi, tanggung jawab, peduli sosial, kerja keras, kesadaran sosial dan budaya serta rasa ingin tahu. Hasil ini juga menunjukkan bahwa tantangan dalam penerapan pendekatan ini adalah pemahaman peserta didik, peran aktif guru dalam mengintegrasikan konsep budaya dalam pembelajaran IPA, serta cara adaptasi guru dan peserta didik menghadapi perubahan paradigma pendidikan. Pendekatan CRT lebih lanjut dapat dikembangkan dalam beberapa konsep IPA dengan prinsip pengembangan karakter. A new challenge for teachers in designing science learning that takes sides with students is Indonesia's ethnic and cultural diversity. This research aimed to analyze students' soft skills through the implementation of the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach to science lessons. The methodology applied is a qualitative method with the data collected through observation, interviews, and reflective journals. This learning is integrated with the CRT approach which the aspects are content integration, facilitating knowledge construction, prejudice reduction, social justice, and academic development. This research was conducted in February – April 2024 in class VIII F SMPN 2 Lamongan. The results showed that science lessons through the CRT approach can show and develop students' soft skills such as collaboration skills, environmental awareness, critical thinking, communication skills, tolerance, responsibility, social and cultural awareness, and curiosity. These results also showed that the challenges in this implementation approach are student understanding, a teacher's activity in integrating cultural concepts in science learning, as well as a teacher's and student's adaptation to different paradigms of education. The CRT approach then can be developed in several science lessons with the principles of character development.
Pengembangan Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Kelas XI SMAN 1 Bunta Nursetya, Kartini; Jamhari, Mohammad; Haerudin, Haerudin; Sudarti, Sudarti; Handayani, Rif'ati Dina
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.81294

Abstract

Laboratorium virtual merupakan suatu media berbasis komputer yang berisi simulasi kegiatan di laboratorium fisika. Guru sebagai fasilitator harus berfikir kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah ini, terutama di tengah pandemi COVID-19 saat ini, tentunya guru tidak bisa menghadirkan siswa di sekolah untuk melakukan praktikum. Maka dibutuhkan suatu media pembelajaran yang mengabungkan lebih dari 2 unsur media yang terdiri dari teks, grafis (gambar, foto, animasi) dan video secara terintegrasi, sehingga siswa masih tetap bisa melakukan praktikum walaupun dimasa pandemi. Penelitian ini adalah penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4-D terdiri atas 4 tahapan pengembangan, yaitu define (tahap pendefinisian), design (tahap perancangan), develop (tahap pengembangan), dan disseminate (tahap penyebarluasan) produk berupa Laboratorium Virtual pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Bunta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan laboratorium virtual dapat meningkatkan hasil belajar  siswa kelas XI IPA SMAN 1 Bunta. Terlihat dari ketuntasan klasikal pada siklus 1 adalah 20 % sementara pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 77%.A virtual laboratory is a computer-based medium that contains simulations of activities in a physics laboratory. Teachers as facilitators need to think creatively and innovatively to tackle this problem, especially in the midst of the current COVID-19 pandemic, of course teachers cannot bring students to school to do a practice. So we need a learning medium that combines more than two media elements consisting of text, graphics (pictures, photos, animations) and video in an integrated way, so that students can still do the practice even in pandemic times. This research is a Research and Development study with a 4-D development model consisting of 4 stages of development, namely define (defining stage), design (planning stage), develop (development stage), and disseminate (distribution stage) of virtual laboratory products in students of grade XI IPA SMAN 1 Bunta. This study is Class Action Research (PTK). Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the use of virtual laboratories can improve the learning outcomes of students of class XI IPA SMAN 1 Bunta. Seeing from the classical accuracy in cycle 1 is 20 percent while at cycle 2 it has increased to 77 percent.
Penerapan Model Pembelajaran Project-Based Learning pada Pembelajaran IPA: Tinjauan Literatur Sistematis Publikasi antara 2019-2024 Afifah, Umi Hanik Nur; Ismawati, Riva; Singgih, Suwito
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.86701

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam adalah cabang ilmu yang mencakup pengetahuan fisika, kimia, dan biologi yang diajarkan pada jenjang SMP. Namun, dalam pembelajaran siswa seringkali kesulitan mempelajari materi IPA karena konsep dan teorinya yang abstrak. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat mendukung transfer ilmu kepada siswa salah satunya dengan penerapan model project-based learning. Studi ini dilakukan dengan tujuan utama yaitu mengetahui apa saja yang telah diteliti terkait topik penerapan model project-based learning mulai dari tahun 2019 hingga 2024, dengan begitu akan diketahui hal-hal yang belum diteliti pada topik tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur review dari jurnal nasional biasa yang dan jurnal nasional terakreditasi. Proses pencarian jurnal dilakukan dengan bantuan software Publish or Perish yang dapat menyediakan referensi relevan yang terhubung dengan database Google Schoolar. Hasil analisis topik penerapan model project-based learning paling banyak diteliti pada jenjang SD sedangkan pada jenjang SMP masih belum banyak diterapkan. Topik penerapan model project-based learning yang diteliti paling banyak mengangkat materi pencemaran lingkungan dan juga paling banyak digunakan dalam mengukur hasil belajar. Berdasarkan kajian pustaka dan analisis ini, diharapkan dapat mempermudah peneliti yang tertarik menerapkan model project-based learning dalam konteks pembelajaran IPA. Analisis dan kajian pustaka ini diharapkan dapat membantu peneliti dalam menemukan referensi atau panduan yang tepat untuk merumuskan topik penelitian selanjutnya, khususnya dalam mengatasi permasalahan yang muncul dalam pembelajaran IPA.Natural Science is a branch of science that includes knowledge of physics, chemistry, and biology taught at the junior high school level. However, in learning, students often have difficulty learning science material because of its abstract concepts and theories. The use of appropriate learning models can support the transfer of knowledge to students, one of which is the application of project-based learning models. This study was conducted with the main objective of knowing what has been researched related to the topic of applying project-based learning models from 2019 to 2024, so that things that have not been researched on the topic will be known. The research was conducted using the literature review method from regular national journals and accredited national journals. The journal search process was carried out with the help of Publish or Perish software which can provide relevant references connected to the Google Schoolar database. The results of the analysis of the topic of the application of project-based learning model are mostly researched at the elementary level while at the junior high school level it is still not widely applied. The topic of project-based learning model application that was researched the most raised environmental pollution material and was also the most used in measuring learning outcomes. Based on this literature review and analysis, it is expected to facilitate researchers who are interested in applying project-based learning models in the context of science learning. This analysis and literature review are expected to help researchers find the right reference or guide to formulate further research topics, especially in overcoming problems that arise in science learning.
Analysis of Students' Competency in 4Cs in Science Learning at State Junior High School 1 Gubug Ayuningsih, Hilda; Hayat, M. Syaipul; Patonah, Siti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.89543

Abstract

Hasil pengamatan menunjukkan adanya permasalahan pada proses pembelajaran seperti kurangnya perhatian dan fokus siswa serta kecenderungan individualis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap kompetensi 4C siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian mini ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan di SMP N 1 Gubug dengan subjek penelitian sebanyak 27 siswa kelas VIII B. Instrumen yang digunakan berupa angket dan lembar observasi kompetensi 4C. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata kompetensi berpikir kritis memperoleh hasil sebesar 50,8% yang termasuk dalam kategori cukup. Pada keempat indikator kompetensi komunikasi memperoleh rata-rata sebesar 50,3% yang termasuk dalam kategori cukup. Kompetensi kolaborasi memperoleh rata-rata sebesar 61,28 yang termasuk dalam kategori cukup. Kompetensi berpikir kreatif pada keempat indikator memperoleh rata-rata sebesar 42,7% yang termasuk dalam kategori cukup. Beberapa faktor yang mempengaruhi perlunya kompetensi 4C antara lain kurangnya media pembelajaran interaktif. Rata-rata keempat kompetensi 4C berada pada kategori cukup.The observations indicate issues during the learning process, such as students' lack of attention and focus and individualistic tendencies. This study aims to conduct a more in-depth analysis of the 4Cs competencies of students. The research method used in this mini-research is the quantitative descriptive method. Data collection was conducted at SMP N 1 Gubug, and the research subjects were 27 students from class VIII B. The instruments used were questionnaires and observation sheets for 4Cs competencies. Based on the research results, the average critical thinking competency achieved a result of 50.8%, which falls into the sufficient category. Across the four indicators, communication competency averaged 50.3%, indicating a sufficient category. Collaboration competency received an average score of 61.28, also in the sufficient category. Creative thinking competency across the four indicators averaged 42.7%, which is sufficient. Several factors, including a lack of interactive learning media, influence the need for 4Cs competencies. The averages of all four 4Cs competencies are in the sufficient category.
Pengembangan Media Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Webbed Berbasis Wix Tema Garam Madura Imas Hari Iswanto; Ana Yuniasti Retno Wulandari; Eva Ari Wahyuni; Maria Chandra Sutarja; Dwi Bagus Rendy Astid Putera
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.85388

Abstract

Pembelajaran IPA yang dikaitkan dengan lingkungan sekitar siswa serta penyajian dalam bentuk website belum diterapkan secara maksimal. Siswa kurang bijak menggunakan gadget, media pembelajaran kurang variatif dan siswa kurang menyukai materi IPA karena dianggap sulit. Salah satu alternatif solusi atas permasalahan tersebut adalah mengembangkan media pembelajaran IPA terpadu berbasis wix tema garam Madura. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan, keterbacaan dan respons siswa terhadap media. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Larangan kelas VII-D dengan 3 siswa (uji perorangan), 12 siswa (uji kelompok kecil), dan kelas VII-B dengan 22 siswa (implementasi) pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data meliputi angket validasi ahli media, ahli materi, keterbacaan siswa, dan respons siswa. Hasil penelitian: skor rerata validitas dari ahli media 0,93 dan reliabilitas 89%, ahli materi diperoleh skor rerata validitas 0,94 dan reliabilitas 90%; keterbacaan memperoleh nilai rerata 79% (sangat baik); respons siswa dengan nilai rerata 74% (baik). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan layak digunakan dan mendapat respons positif dari siswa.Science learning that is linked to the environment around students and presented in the form of a website has not been implemented optimally. Students are not wise enough to use gadgets, learning media is less varied and students don't like science material because it is considered difficult. One alternative solution to this problem is to develop integrated science learning media based on Wix with Madura’s salt theme. The aim of the research is to determine the appropriateness, readability and students responses to the media. This research uses the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research was carried out at SMP Negeri 2 Larangan class VII-D with 3 students (test one to one), 12 students (test small group), and class VII-B with 22 students (implementation) in the even semester of the 2022/2023 academic year. Data collection techniques include validation questionnaires from media experts, material experts, student readability and student responses. Research results: the average validity score from media experts was 0.93 and reliability was 89%, material experts obtained an average validity score of 0.94 and reliability was 90%; readability obtained an average score of 79% (very good); student responses with an average score of 74% (good). Based on the research results, it can be concluded that the media developed is suitable for use and has received a positive response from students.