cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII dalam Materi Gerak Benda Rahayu, Windarti; Sarwanto, Sarwanto; Oetomo, Dwi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.93718

Abstract

Keterampilan dalam berpikir kritis adalah suatu hal yang krusial bagi peserta didik untuk mendukung ketercapaian dalam berjalannya pembelajaran, terkhusus pada pembelajaran IPA. Hal tersebut dikarenakan IPA merupakan materi belajar yang kompleks, tidak hanya, konsep, fakta, prinsip, dan hukum atau teori, tetapi meliputi proses rasa ingin tahu untuk menciptakan suatu penemuan. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengukur tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam materi gerak benda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini merupakan peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 26 Surakarta yang berjumlah 28 orang. Teknik dalam hal menentukan subjek pada penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berdasarkan hasil tes keterampilan berpikir kritis, dokumentasi, dan wawancara. Uji validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori dari Miles dan Huberman yang terdiri dari pertama reduksi data, kemudian penyajian data, dan setelah itu penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil dari analisis keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII dalam materi gerak benda adalah 57% dengan kategori keterampilan berpikir kritis cukup. Secara rinci dijabarkan yaitu aspek memberikan penjelasan sederhana dengan kategori tinggi sebesar 32%, aspek strategi dan taktik dengan kategori rendah sebesar 53%, aspek memberikan penjelasan lebih lanjut dengan kategori cukup sebesar 75%, aspek membangun keterampilan dasar dengan kategori rendah sebesar 53%, dan aspek menyimpulkan dengan kategori cukup sebesar 64%.Critical thinking skills is needed by students in supporting the achievement of the learning process, especially learning science. This is because science learning is a complex learning, not only facts, concepts, principles, and laws or theories, but includes a process of curiosity to create an invention. This research purposes to analyze level of critical thingking skills of eighth grade in the material motion of objects. That research used  descriptive  qualitative methods. The subjects in this research is students at eighth grades in SMPN 26 Surakarta, with a total 28 students. Technique in this research for the taking of the subject is purposive sampling. Data from this study using critical thinking skills tests, and then interviews, the last documentation of test result. The validation of data for this research used technical triangulation. Analyze data used the theory of Miles and Huberman technique which is consisted reduction of data, presentation, and conclusions. Based on this study was found that the results of the analysis of critical thinking skills of eighth grades students in the motion of objects in the subject of motion were 57% in the category of sufficient critical thinking skills. In detail, the indicators elementary clarification with a high category of 32%, indicators of strategy and tactics with a low category of 53%, indicators advanced clarification with a sufficient category of 75%, indicators of basic support with a low category of 53%, and indicators inference with sufficient categories of 64%.
Implementasi Media Pembelajaran Solar System Augmented Reality View (SoLAR View) pada Pembelajaran IPA Materi Sistem Tata Surya Terhadap Pemahaman Konsep Lara Sati; Dede Trie Kurniawan; Yusuf Tri Herlambang
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.86472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon guru dan peserta didik mengenai media pembelajaran Solar System Augmented Reality View (SoLAR View) pada materi sistem tata surya dan untuk mengetahui bagaimana media pembelajaran Solar System Augmented Reality View (SoLAR View) ini dapat melatih pemahaman konsep pada materi system tata surya. Metode penelitian yang digunakan adalah weak experimental designs atau eksperimen lemah, dengan desain penelitian the one group pretest-posttest design. Sasaran penelitian pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VI di SDN Cinunuk 03 yeng berjumlah 37 orang. Dari temuan pada hasil dan pembahasan, menyatakan bahwa media pembelajaran Solar System Augmented Reality View (SoLAR View) cukup efektif untuk digunakan dalam melatih pemahaman konsep, hal ini dapat dilihat dari peningkatatan yang ada pada hasil pretest dan postest serta hasil dari angket respon peserta didik dan guru yang mendapatkan hasil sangat baik. Melalui penelitian ini diketahui bahwa media pembelajaran memberikan pengaruh dalam keberhasilan pembelajaran termasuk dalam melatih pemahaman konsep.This research aims to determine the responses of teachers and students regarding the Solar System Augmented Reality View (SoLAR View) learning media on solar system material and to find out how the Solar System Augmented Reality View (SoLAR View) learning media can train understanding of concepts in system material. solar system. The research method used is weak experimental designs or weak experiments, with a research design of the one group pretest-posttest design. The research targets in this study were 37 class VI students at SDN Cinunuk 03. From the findings in the results and discussion, it is stated that the learning media Solar System Augmented Reality View (SoLAR View) is quite effective for use in training understanding of concepts, this can be seen from the improvement in the pretest and posttest results as well as the results of the student response questionnaire and teachers who get excellent results. Through this research, it is known that learning media has an influence on the success of learning, including training in understanding concepts.
Kajian Etnosains Proses Pembuatan Gula Merah Dawan sebagai Pendukung Materi Pembelajaran IPA SMP Sapitri, Kadek Raditya Yuli; Sarini, Putri; Selamet, Kompyang
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.86990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kajian etnosains proses pembuatan gula merah Dawan sebagai pendukung pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnosains dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tekning sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan sowball sampling yang diperoleh sebanyak 6 subjek penelitian diantaranya 3 orang produsen gula merah Dawan, dan 3 orang guru IPA SMP Negeri 1 Dawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi daya, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan gula merah Dawan berupa alat jalikan, beruk, wajan, panged, pengeledokan, pencetakan kau-kau, saringan, dan keraras, serta bahan yang digunakan meliputi air nira kelapa, larutan lau, serta kayu jati dan pelepah tumbuhan kelapa sebagai kayu bakar. Proses pembuatan gula merah Dawan dibagi menjadi beberapa tahapan, diantaranya ngirisin, nyaringin, mumpunin, ngeledok, pencetakan, dan pencetakan. Hasil kajian sains ilmiah dari proses pembuatan gula merah Dawan relevan dan dapat didukung oleh beberapa materi dalam pembelajaran IPA SMP, diantaranya klasifikasi makhluk hidup, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana, kalor dan perpindahan, sekaligus membedakan isolator dan konduktor kalor, pencemaran udara, mengenal larutan asam basa berdasarkan karakteristiknya, sistem gerak pada manusia, pesawat sederhana, dan sistem perkembangbiakan pada tumbuhan.This research aims to explain and discribe an ethnoscience study of the process of making Dawan brown sugar as a support for junior high school science learning material. This research uses an ethnoscience approach with a descriptive qualitative research type. The sampling technique used was purposive sampling and snowball sampling. There were 6 research subjects, including 3 Dawan brown sugar producers and 3 scince teachers at SMP Negeri 1 Dawan. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and questionnaires. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the tools and materials used in the process of making Dawan brown sugar are in the form of tools, namely jalikan, beruk, pan, panged, pengeledokan, kau-kau molding, klakat, sieve, and keraras, and the materials used include coconut juice, lau solution, as well as teak wood and coconut fronds as firewood. The process of making Dawan brown sugar is divided into several stages, including slicing, nyaringin, mumpunin, ngeledok, molding, and packaging. The results of scientific studies of process of making Dawan brown sugar are relevant and can be supported by several materials in junior high school science learning, including the classification of living things, distinguishing between physical and chemical changes and separating simple mixtures, heat and transfer, as well as distinguishing insulators and heat conductors, air pollution, recoginze acid-base solutions based on their characteristics, movement system in humans, simple machines, and reproductive system in plants.
Pengaruh Model PjBL-STEM Menggunakan Algodoo terhadap Pembelajaran IPA dalam Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Berpikir Kreatif Eri Ardiyansah; Rinto Rinto; Nurwanti Fatnah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.91876

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan fokus utama untuk mengetahui pengaruh model PjBL-STEM menggunakan Algodoo terhadap pembelajaran IPA. Penelitian ini menerapkan metode quasieksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Populasi yang dipilih yaitu peserta didik Semester 2 Kelas IX di SMPN 2 Mundu Tahun 2023/2024. Sampel penelitian ini melibatkan 20 peserta didik dari kelas IX D dan IX E. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes essay dan angket respon peserta didik. Metode pengolahan data menggunakan uji prasyarat, uji independent sample t-test dan uji NGain. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pretest dan posttest pada kelas eksperimen dari 36. 8 poin menjadi 73 poin dengan skor N-Gain sebesar 0. 57 poin termasuk golongan sedang. Sedangkan berdasarkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif setiap peserta didik mengalami peningkatan pada seluruh indikator, dengan rata-rata skor pretest sebesar 32 poin dan 38. 38 poin serta rata-rata skor posttest sebesar 72. 8 poin dan 73. 63 poin. Masing-masing N-Gainnya adalah 0. 60 poin dan 0. 55 poin termasuk golongan sedang. Peserta didik menunjukkan respon sangat positif pada model PjBL-STEM menggunakan Algodoo dengan skor rata – rata pada setiap aspek sebesar 84. 13%. Aspek menarik memperoleh rata-rata skor sebesar 88. 75%, aspek ketercapaian tujuan pembelajaran sebesar 83. 33% dan aspek kemudahan sebesar 80. 31%.This research was carried out with the main focus to determine the influence of the PjBL-STEM model using Algodoo on science learning. This study applies a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The selected population is class IX Semester 2 students at SMPN 2 Mundu in 2023/2024. The sample of this study involved 20 students from classes IX D and IX E. Data collection techniques were carried out through essay tests and student response questionnaires. The data processing method uses prerequisite test, independent sample t-test and N-Gain test. Overall, the results of the study showed an increase in the average pretest and posttest scores in the experimental class from 36. 8 points to 73 points with an N-Gain score of 0. 57 points, included in the medium category. Meanwhile, based on critical thinking skills and creative thinking skills, each student experienced an improvement in all indicators, with an average pretest score of 32 points and 38. 38 points and an average posttest score of 72. 8 points and 73. 63 points. The N-Gain is 0. 60 points and 0. 55 points, respectively, and is included in the medium category. Students showed a very positive response to the PjBL-STEM model using Algodoo with an average score of 84. 13% in each aspect. The interesting aspect obtained an average score of 88. 75%, the aspect of achieving learning objectives was 83. 33% and the aspect of convenience was 80. 31%.
Meta-Analisis Keefektifan Pemanfaatan Media Animasi Powtoon Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kusuma, Ni Nyoman Ayu Haryani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.82689

Abstract

Meta-analisis ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media animasi powtoon terhadap hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran, terutama berbasis internet dan komputer, menjadi penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar-mengajar. Keberhasilan ini tergantung pada kemampuan guru dalam memanfaatkan media sebagai sumber pembelajaran. Pemanfaatan media berbasis komputer diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan belajar peserta didik, sekaligus memberikan peluang bagi peran guru sebagai fasilitator, mediator, motivator, supervisor, dan evaluator. Penggunaan media animasi powtoon dalam pembelajaran inovatif memungkinkan penyesuaian dengan kebutuhan, memungkinkan guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang kreatif dan menarik, yang dapat dipresentasikan dalam format video. Penerapan aplikasi OpenMEE digunakan untuk melakukan analisis data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran pada Google Scholar atau Google Cendikia, serta refseek. Jurnal yang digunakan berdasarkan 10 tahun terakhir atau dari 2013 - 2023. Dari hasil pencarian, ditemukan sebanyak 30 artikel, dan dari jumlah tersebut dipilih 6 artikel yang dianggap relevan dan telah diterbitkan dalam jurnal online. Hasil meta-analisis ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media animasi powtoon memiliki dampak pada pencapaian hasil belajar peserta didik dengan effect size sebesar 1.435 kriteria tinggi dengan p value <0.001 dan standar deviasi error sebesar 0.348. Hasil ini dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi praktisi pendidikan, pengembang kurikulum, dan peneliti di bidang pembelajaran dengan menggunakan media animasi powtoon.The meta-analysis aims to examine the effectiveness of using powtoon animated media on students' learning outcomes. It emphasizes the importance of computer-based learning media in supporting the teaching and learning process, which relies on teachers' ability to utilize media as a learning resource. The use of computer-assisted media is expected to increase students' learning interest and enable teachers to play various roles. The analysis employed quantitative data analysis techniques using the OpenMEE application. Data collection was done through searches on Google Scholar, Google Cendikia, and refseek. The journals used were from the last 10 years (2013-2023). Out of 30 articles found, 6 relevant ones published in online journals were selected. The meta-analysis indicates that the use of Powtoon animated media has a significant impact on students' learning outcomes, with a high effect size of 1.435, a p-value of <0.001, and a standard deviation error of 0.348. The results can provide valuable recommendations for educational practitioners, curriculum developers, and researchers in the field of learning using powtoon animated media.
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Berbasis STEM Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP pada Pembelajaran IPA Octavia, Ellis; Sukarmin, Sukarmin; Sari, Meida Wulan
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.78747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran creative problem solving berbasis STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design dengan desain posttest-only control group design. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 18 Surakarta menggunakan teknik probability sampling dengan jenis teknik cluster random sampling. Sampel yang didapatkan yaitu sebanyak dua kelas dengan jumlah 46 siswa yang terbagi atas kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes (soal berpikir kritis) dan observasi (lembar observasi keterlaksanaan sintaks). Teknik validitas yang digunakan meliputi validitas isi terhadap instrumen penelitian dan pembelajaran dengan skala likert. Uji validitas soal uraian berpikir kritis menggunakan rumus product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha cronbach yang terdapat pada SPSS versi 22. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rubrik penskoran lembar observasi serta uji prasyarat dan hipotesis. Hasil penelitian ini yaitu  model pembelajaran creative problem solving berbasis STEM berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan hasil uji t pihak kanan thitung 3,408 > ttabel 1,671. Penelitian ini dapat digunakan oleh guru sebagai referensi model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA khususnya pada aspek analyze.This study aims to determine the effect of STEM-based creative problem solving learning model on students' critical thinking skills in science learning. This type of research is a quasi-experimental design with a posttest-only control group design. This research was conducted at SMP Negeri 18 Surakarta using probability sampling techniques with cluster random sampling techniques. The samples obtained were two classes with a total of 46 students divided into experimental and control classes. Data collection techniques used include tests (critical thinking questions) and observations (syntax implementation observation sheets). Validity techniques used include content validity of research and learning instruments with a Likert scale. The validity test of critical thinking essay questions uses the product moment formula and the reliability test uses the alpha cronbach formula found in SPSS version 22. The data obtained were analyzed using the observation sheet scoring rubric and prerequisite and hypothesis tests. The results of this study are that the STEM-based creative problem solving learning model has a positive effect on students' critical thinking skills with the results of the right-hand t test t count 3.408> t table 1.671. This research can be used by teachers as a reference for learning models that can develop students' critical thinking skills in science learning, especially in the analysis aspect.
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Berbasis E-LKPD Pendekatan TPACK Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah dan Kreativitas Siswa IPA SMP Zahra Yonisa Meidina; Novi Ratna Dewi; Prasetyo Listiaji
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.86573

Abstract

Model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran berfokus pada mengajarkan keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbasis E-LKPD dengan pendekatan TPACK terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan meningkatkan kreativitas mereka dalam mata pelajaran IPA di SMP. Metode penelitian melibatkan review literatur dari jurnal internasional menggunakan perangkat lunak Publish or Perish, diikuti dengan analisis mendalam terhadap artikel yang ditemukan. Hasil studi menunjukkan bahwa menerapkan Model Pembelajaran CPS berbasis E-LKPD dengan pendekatan TPACK secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan juga kreativitas mereka dalam mata pelajaran IPA di SMP. Implikasi dari temuan ini memberikan saran kepada guru dan pihak terkait dalam pendidikan untuk mempertimbangkan penggunaan model pembelajaran inovatif guna meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah dalam konteks mata pelajaran IPA.The Creative Problem Solving (CPS) model in learning focuses on teaching problem solving and creative thinking skills. This research aims to explore the effect of implementing the E-LKPD-based Creative Problem Solving (CPS) Learning Model with the TPACK approach on students' ability to solve problems and increase their creativity in science subjects in junior high school. The research method involves a literature review from international journals using Publish or Perish software, followed by an in-depth analysis of the articles found. The study results show that implementing the E-LKPD-based CPS Learning Model with the TPACK approach significantly increases students' ability to solve problems and also their creativity in science subjects in junior high school. The implications of these findings provide suggestions for teachers and related parties in education to consider using innovative learning models to improve students' skills and creativity in solving problems in the context of science subjects.
Kajian Literatur Penggunaan Multimedia untuk Mengatasi Miskonsepsi Materi Kimia di Sekolah Menengah Atas sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa Nursilawati, Nursilawati; Sinaga, Hilga Natasya; Yulianti, Lita; Rahman, Karisa Apriyani; Rahmadani, Agung
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.88063

Abstract

Miskonsepsi materi kimia di Sekolah Menengah Atas seringkali terjadi di setiap sekolah, salah satu penyebab miskonsepsi tersebut adalah kurangnya pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan. Kajian literatur ini bertujuan untuk memberikan pandangan mengenai penggunaan multimedia dalam mengatasi miskonsepsi pada materi kimia sebagai upaya peningkatan pemahaman siswa. Metode yang digunakan pada penulisan kajian literatur ini adalah metode narrative literature review (NLR) dengan mengumpulkan data berupa artikel terkait miskonsepsi materi kimia yang diterbitkan dalam kurun waktu 2016-2023. Beberapa studi menunjukkan efektivitas multimedia dalam mereduksi miskonsepsi serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia. Berdasarkan hasil kajian literatur tersebut menunjukkan bahwa miskonsepsi masih menjadi subjek penelitian saat ini dan masalah miskonsepsi kimia masih sering terjadi pada siswa Sekolah Menengah Atas. Penggunaan multimedia sebagai media pembelajaran di Sekolah Menengah Atas telah terbukti sangat efektif untuk mengatasi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa tentang materi kimia.Misconceptions of chemistry materials in high school often occur in every school, one of the causes of these misconceptions is the lack of student understanding of the material being taught. This literature review aims to provide insight into the use of multimedia in overcoming misconceptions in chemistry as an effort to improve student understanding. The method used in writing this literature review is the narrative literature review (NLR) method by collecting data in the form of articles related to chemical misconceptions published in the period 2016-2023. Several studies have shown the effectiveness of multimedia in reducing misconceptions and improving students' understanding of chemical concepts. Based on the results of the literature review, it shows that misconceptions are still the subject of current research and the problem of chemical misconceptions is still common among high school students. The use of multimedia as a learning medium in high school has been proven to be very effective in overcoming misconceptions and improving students' understanding of chemical materials.
Efektivitas Model Project-Based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran Biologi Rakhesa Izzah Taqiya; Nahl Mifga Shaumi; Navynda Fiza Al Zenyta; Meidy Annisa Fitri; Ade Suryanda
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.82038

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan metode tinjauan literatur untuk menyelidiki efektivitas Model Project-Based Learning (PjBL) dalam konteks pembelajaran biologi. Penelitian ini difokuskan pada dampak PjBL terhadap prestasi akademis, keterampilan kognitif, pemikiran kritis, pemikiran kreatif, dan motivasi siswa. Hasil analisis menunjukkan dampak positif PjBL pada pencapaian belajar biologi, meningkatkan keterampilan kognitif, pemikiran kritis, dan kreatif. Ditemukan bahwa model PjBL efektif dalam mengatasi gaya belajar yang beragam, terutama yang bersifat visual, auditori, dan kinestetik. Meskipun berhasil meningkatkan pencapaian belajar, munculnya tantangan seperti batasan waktu kemungkinan dapat terjadi. Meskipun demikian, PjBL diakui sebagai pendekatan yang menjanjikan, mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. PjBL mendorong kemandirian siswa, meningkatkan kemampuan komunikasi, pemahaman materi, pemecahan masalah, dan manajemen informasi. Meski dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan waktu dan pemahaman guru yang dapat mempengaruhi efektivitasnya. PjBL juga terbukti memiliki pengaruh positif pada kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa. Dengan melibatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, PjBL mendorong eksplorasi, penemuan, dan ekspresi pengetahuan, memberikan dorongan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran biologi. Meskipun diterapkan secara efektif, tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru dan dukungan sarana perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi PjBL dalam meningkatkan pembelajaran biologi. Keterlibatan dan keseriusan guru dalam memahami model pembelajaran ini menjadi kunci keberhasilannya.This study utilizes a literature review method to investigate the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model in the context of biology education. The research focuses on the impact of PjBL on academic achievement, cognitive skills, critical thinking, creative thinking, and student motivation. The analysis results indicate a positive impact of PjBL on biology learning outcomes, enhancing cognitive skills, critical thinking, and creativity. It is found that PjBL is effective in addressing diverse learning styles, especially visual, auditory, and kinesthetic preferences. Despite successfully improving learning outcomes, challenges such as time constraints may arise. Nevertheless, PjBL is recognized as a promising approach, capable of enhancing student motivation and academic performance. PjBL promotes student independence, improving communication skills, understanding of materials, problem-solving, and information management. Despite facing challenges such as time constraints and teacher understanding that may affect its effectiveness, PjBL has proven to have a positive influence on student’s creative and critical thinking abilities. By involving students as the focal point of learning, PjBL encourages exploration, discovery, and expression of knowledge, providing a stimulus to develop creative thinking skills in biology education. While implemented effectively, challenges such as teacher understanding and support infrastructure need to be addressed to maximize the potential of PjBL in enhancing biology education. Teacher involvement and commitment to understanding this instructional model are key to its success.
Penerapan Literasi Sains Pada Materi Zat Aditif untuk Meningkatkan Kesadaran Halal Siswa Terhadap Makanan Kemasan Fajarwati, Lusy; Windayani, Neneng; Nuryantini, Ade Yeti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.82758

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan literasi sains pada materi zat aditif dalam upaya meningkatkan kesadaran halal siswa terhadap makanan kemasan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest kelompok tunggal, di mana data dikumpulkan melalui soal tes pilihan ganda dan kuesioner untuk mengukur tingkat literasi sains dan kesadaran halal siswa sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara literasi sains dan peningkatan kesadaran halal. Dalam pembelajaran zat aditif, literasi sains diterapkan untuk membantu siswa memahami konsep dan konteks zat aditif dalam makanan kemasan. Proses ini tidak hanya memberikan pengetahuan faktual, tetapi juga membantu siswa dalam berpikir kritis dan analitis, memungkinkan mereka untuk memahami, mengevaluasi, dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang mereka peroleh. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan skor kesadaran halal siswa setelah penerapan literasi sains, membuktikan efektivitas metode ini dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya memilih makanan kemasan yang halal. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting untuk pendidikan sains, salah satunya mendorong sekolah untuk lebih meningkatkan literasi sains siswa dalam rangka meningkatkan kesadaran halal dalam mengonsumsi makanan kemasan.This article discusses the application of science literacy on additives in an effort to increase students' halal awareness of packaged food. This study shows a positive correlation between science literacy and increased halal awareness. In learning additives, science literacy is applied to help students understand the concepts and context of additives in packaged foods. This process not only provides factual knowledge, but also assists students in critical and analytical thinking, enabling them to understand, evaluate and make informed decisions. The results of this study showed an increase in students' halal awareness scores after the application of science literacy, proving the effectiveness of this method in increasing students' awareness of the importance of choosing halal packaged food. The results of this study have important implications for science education, one of which encourages schools to further improve students' science literacy in order to increase halal awareness in consuming packaged food.