cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS NUMBERED TEAM IN GUIDED DISCOVERY (NTGD) PADA MATERI STRUKTUR TUMBUHAN DAN PEMANFAATANNYA DALAM TEKNOLOGI DI SMPN 4 KARANGANYAR Endang Purwanti; Sajidan Sajidan; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9644

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul berbasis model pembelajaran NTGD; (2) kelayakan modul berbasis model pembelajaran NTGD; (3) keefektifan modul berbasis model pembelajaran NTGD pada materi Struktur Tumbuhan dan Pemanfaatannya dalam Teknologi di SMPN 4 Karanganyar. Penelitian pengembangan menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Borg & Gall (1989) yang dimodifikasi meliputi 9 tahapan yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, yang didasarkan pada pemetaan 8 Standar Nasional Pendidikan, kuesioner guru dan siswa, analisis buku siswa, serta analisis ujian nasional; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk awal; (4) uji coba produk awal; (5) revisi produk awal; (6) uji coba terbatas; (7) revisi produk kedua; (8) uji lapangan operasional; (9) revisi produk akhir. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) modul berbasis model pembelajaran NTGD dengan karakteristik: menggunakan pendekatan saintifik, cakupan kompetensi lulusan meliputi dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 2) hasil uji kelayakan modul berbasis model pembelajaran NTGD berdasarkan penilaian ahli materi memperoleh 100 (sangat baik), ahli perangkat pembelajaran 100 (sangat baik), praktisi pendidikan 89 (baik); 3) keefektifan modul berbasis model pembelajaran NTGD ditunjukkan dengan hasil belajar. Hasil belajar sikap pada kelas modul lebih baik dibanding kelas existing learning, rerata nilai sikap gotong royong kelas modul 93,00, kelas existing learning 74,87; rerata nilai sikap disiplin kelas modul 95,34 kelas existing learning 81,00; rerata nilai sikap teliti kelas modul 92,04 kelas existing learning 78,00; rerata nilai sikap tanggungjawab kelas modul 88,32 kelas existing learning 77,00; dan rerata nilai sikap inovatif kelas modul 85,00 kelas existing learning 75,00. Rerata hasil belajar pengetahuan kelas modul 82,12, di atas KKM (75), kelas existing learning 64,75. Rerata nilai keterampilan kelas modul 99,23 kelas existing learning 79,38. Kesimpulan penelitian ini adalah modul berbasis model pembelajaran NTGD layak untuk diimplementasikan di sekolah, dan meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODEL DISCOVERY LEARNING USING SURVEY PADA MATERI FUNGI SMA KELAS X MIPA Rini Setyowati; Sajidan Sajidan; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31792

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu untuk mengetahui : 1) Karakteristik  model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo Ngawi, 2) Kelayakan model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo, 3) Kefektifan model Discovery Learning Using Survey terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri I Jogorogo. Penelitian ini menggunakan metode Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg &Gall yang telah dimodifikasi. Kelayakan model divalidasi oleh ahli model,  ahli materi, dan guru biologi (praktisi). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIA dengan rincian 23 research and information collection, 15 siswa untuk tahap main field testing dan 57 siswa untuk tahap operasional field testing. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan : 1) Karakteristik model Discovery Learning Using Survey dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari model yaitu adanya sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, peran siswa, peran guru, dampak instruksional, dan dampak pengiring, 2) hasil pengembangan model Discovery Learning Using Survey layak untuk diterapkan pada materi fungi. Kelayakan model Discovery Learning Using Survey berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori sangat baik pada produk pengembangan dan layak digunakan di SMA Negeri I Jogorogo, 3) model Discovery Learning Using Survey sangat efektif serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari rerata hasil belajar antara kelas baseline dengan kelas uji coba dengan penggunaan model Discovery Learning Using Survey lebih baik dibandingkan dengan kelas baseline yang menggunakan model ceramah bervariasi.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS POEI (PREDIKSI, OBSERVASI, EKSPERIMEN, INTERPRETASI) PADA MATERI SISTEM INDRA KELAS XI SMA NEGERI 3 PONOROGO Adhin Setyo Winarko; Widha - Sunarno; Mohammad - Masykuri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui prosedur pengembangan sekaligus menghasilkan produk modul elektronik berbasis POEI pada materi sistem indra di kelas XI SMA Negeri 3 Ponorogo; (2) mengetahui kelayakan modul elektronik berbasis POEI pada materi sistem indra di kelas XI SMA Negeri 3 Ponorogo; (3) mengetahui efektivitas keterterapan modul elektronik berbasis POEI pada materi sistem indra terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri 3 Ponorogo.Rancangan penelitian yang digunakan mengacu kepada rancangan penelitian pengembangan modifikasi dari model pengembangan 4D dari Thiagarajan.   Prosedur yang dimaksud meliputi 4 tahap yaitu:  (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (develop), (4) penyebaran (disseminate) tahap uji coba dan revisi produk. Uji coba dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu tahap pertama review dengan ahli modul dan media pembelajaran, ahli perangkat pembelajaran, serta ahli isi/materi; tahap kedua dilakukan dengan uji coba praktisi, tahap ketiga uji coba produk kelompok kecil terhadap 15 siswa, tahap terakhir dengan uji coba lapangan dalam setting eksperimen terhadap 31 siswa.                 Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan modul elektronik berbasis POEI telah dilaksanakan melalui prosedur pengembangan  yang meliputi 4 tahap utama. (2) perolehan rata-rata ahli  adalah 3,70 dalam skala empat, nilai tersebut termasuk kategori “sangat baik”. Penilaian oleh praktisi  rata-rata adalah 3,50 dalam tabel skala empat, nilai tersebut termasuk kategori “sangat baik”. Rata-rata hasil uji coba skala kecil adalah 3,57 dalam tabel skala empat, nilai tersebut termasuk kategori “sangat baik”. Hasil uji t antar kelas menunjukkan nilai signifikansi 0,02, lebih kecil dari 0,05 (0,02<0,05) yang berarti antara kedua kelas mempunyai perbedaan yang signifikan. Kelas yang menggunakan modul elektronik berbasis POEI rata-rata postest lebih tinggi daripada tanpa menggunakan modul elektronik. Ini menunjukkan bahwa penggunaan modul elektronik berbasis POEI terbukti efektif terhadap hasil belajar kognitif siswa dan dikategorikan sangat baik sehingga layak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Biologi materi Sistem Indra.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DISERTAI DIAGRAM POHON PADA MATERI FOTOSINTESIS KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAWOO Afrida Husniati; Suciati Suciati; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis; 2) kelayakan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis; 3) keefektifan penggunaan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis kelas VIII untuk meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.Metode penelitian yang digunakan mengacu kepada metode penelitian pengembangan modifikasi Borg dan Gall (1983) menjadi 9 tahap, yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk awal; (4) uji coba lapangan awal; 5) revisi; 6) uji coba lapangan utama; 7) revisi; 8) uji lapangan operasional; 9) revisi produk akhir.  Penelitian pengembangan meliputi uji coba lapangan awal, yaitu validator ahli berjumlah 3 orang, subyek uji coba lapangan utama sejumlah 22 siswa dan 2 orang praktisi ahli, subyek uji  lapangan operasional 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sawoo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes (wawancara, angket, observasi). Uji lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Data hasil belajar dianalisis dengan Paired sample t-test untuk mengetahui hasil pretest dan posttest dan dihitung menggunakan N-gain score. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis meliputi: belajar mandiri sesuai dengan kemampuan siswa, melatih kemampuan memecahkan masalah dengan pembelajaran sesuai sintaks PBL, mengaitkan konsep relevan dengan diagram pohon, integrasi PBL dengan diagram pohon meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 2) kelayakan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis berdasarkan penilaian ahli termasuk kategori sangat baik (84,76%); 3) keefektifan modul berbasis PBL disertai diagram pohon ditunjukkan melalui N-gain score termasuk kategori sedang (0,41) dengan hasil belajar siswa setelah diberikan modul pembelajaran dengan nilai aspek kognitif termasuk kategori baik (79,91), aspek psikomotorik temasuk kategori sangat baik (85), aspek afektif termasuk kategori sangat baik (91).
ANALISIS RESPON BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN TAKSONOMI SOLO MATERI SUHU DAN KALOR Nidya Desyana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon belajar siswa berdasarkan taksonomi SOLO pada materi suhu dan kalor di SMA Negeri 3 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu kelas X MIA-1 yang berjumlah 32 siswa. Respon belajar siswa dianalisis menggunakan taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcomes) yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan abstrak diperluas. Hasil penelitian menunjukkan respon belajar siswa pada level unistruktural sebesar 87,35% dengan kategori baik sekali, level multistruktural sebesar 88% dengan kategori baik sekali, level relasional sebesar 64,10% dengan kategori cukup, dan level abstrak diperluas sebesar 73,4% dengan kategori baik.This study aims to analyze student learning responses based on the SOLO taxonomy on temperature and heat material at SMA Negeri 3 Samarinda. The type of research used is descriptive research. The research subjects were determined by purposive sampling technique, namely class X MIA-1, totaling 32 students. Student learning responses were analyzed using the SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) taxonomy which is divided into 5 parts, namely prestructural, unistructural, multistructural, relational, and expanded abstract. The results showed that student learning responses at the unistructural level were 87.35% in the very good category, the multistructural level was 88% in the very good category, the relational level was 64.10% in the moderate category, and the abstract level was expanded to 73.4% with good category. 
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN CTL MELALUI METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KEMAMPUAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR DAN SIKAP ILMIAH Sungkono - -; Widha - Sunarno; Sukarmin - -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i2.9730

Abstract

(CTL) melalui metode proyek dan metode eksperimen, kemampuan menggunakan alat ukur dan sikapilmiah terhadap prestasi belajar fisika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasipenelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Klaten Tahun Pelajaran 2012/2013.Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 4 kelas. Data dikumpulkan denganmetode tes untuk prestasi belajar kognitif dan kemampuan menggunakan alat, sedangkan angket untuksikap ilmiah dan prestasi belajar psikomotor siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis anava2x2x2. Hasil pada penelitian ini adalah: 1) ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara yang belajardengan pendekatan CTL melalui metode proyek dan metode eksperimen tetapi tidak perbedaan padaprestasi psikomotor, 2) ada perbedaan prestasi belajar kognitif maupun psikomotor antarakemampuan menggunakan alat ukur tinggi dan rendah, 3) ada perbedaan prestasi belajar kognitifmaupun psikomotor antara sikap ilmiah tinggi dan rendah, 4) interaksi antara pendekatan CTL dengankemampuan menggunakan alat ukur tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar kognitifmaupun psikomotor, 5) interaksi antara pendekatan CTL dengan sikap ilmiah tidak memberikanpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif maupun psikomotor, 6) interaksi antara kemampuanmenggunakan alat ukur dengan sikap ilmiah tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi kognitif,tetapi memberikan pengaruh terhadap prestasi psikomotor, 7) interaksi antara pendekatan CTL,kemampuan menggunakan alat ukur, dan sikap ilmiah tidak memberikan pengaruh terhadap prestasibelajar kognitif maupun psikomotor.
PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMBUATAN ETANOL SKALA LABORATORIUM SMK KIMIA INDUSTRI Dina Ika Muliawati; Sulistyo Saputro; Sentot Budi Raharjo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9502

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah 1) Mengembangkan Handout Kimia berbasis Team Assisted Individualization (TAI), 2) Mengetahui kelayakan Handout Kimia berbasis TAI berdasarkan validasi ahli, 3) Mengetahui efektivitas Handout Kimia berbasis TAI untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian dan pengembangan handout menggunakan model prosedur Borg & Gall yang telah direduksi menjadi sembilan tahapan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: (1) hasil setiap langkah pengembangan handout kimia berbasis TAI berdasarankan saran dari para ahli dan telah diujicobakan kepada calon pengguna, (2) Kelayakan handout berbasis TAI pada materi Pembuatan Etanol Skala Laboratorium menurut para ahli berkualifikasi baik, praktisi pendidikan diperoleh CV ≥ 0,87 yang menunjukkan handout layak digunakan; rata-rata angket respon siswa dan guru diperoleh penilaian dengan kategori “sangat baik” (3) Handout kimia berbasis TAI efektif meningkatkan hasil belajar pengetahuan dan sikap siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN ARGUMENTASI SISWA SMP PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Dwi Siti Hartinah Eny Ambarawati; Muslim Muslim; Hernani Hernani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v10i1.29780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan argumentasi siswa SMP terkait materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP yang berlokasi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada 29 orang siswa kelas VII sebagai sampel yang telah dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yaitu tes berbentuk uraian (essay) sebanyak 6 butir soal yang disusun berdasarkan indikator kemampuan argumentasi (claim, data, warrant, backing). Instrumen yang digunakan divalidasi oleh tiga validator yaitu dua dosen ahli dan satu guru bidang studi IPA. Jawaban siswa dianalisis berdasarkan komponen argumentasi yang terkandung didalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,10% siswa menuliskan claim, 54,02% siswa menuliskan data, 48,85% siswa menuliskan warrant, dan 45,40% siswa dapat menuliskan backing. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mampu menuliskan claim namun mulai mengalami kesulitan untuk mengemukakan data, warrant, dan backing. Persentase kemampuan awal siswa dalam berargumentasi tersebut dapat dijadikan sebagai acuan bagi guru sehingga kedepannya dapat menentukan desain atau kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep tetapi juga dapat membangun atau melatih kemampuan argumentasi siswa.This study aims to determine the argumentation ability of junior high school students related to environmental pollution. This study uses a descriptive research method with a quantitative approach. The research was carried out in one of the junior high schools located in Lembang, West Bandung Regency on 29 seventh grade students as a sample that had been selected using random sampling technique. The research instrument is a test in the form of a description (essay) of 6 questions which are arranged based on indicators of argumentation ability (claim, data, warrant, backing). The instrument used was validated by three validators, namely two expert lecturers and one science teacher. Students' answers were analyzed based on the argumentative components contained therein. The results showed that 93.10% of students wrote claims, 54.02% of students wrote down data, 48.85% of students wrote warrants, and 45.40% of students could write backings. Overall, it can be concluded that most of the students are able to write claims but are starting to have difficulty presenting data, warrants, and backings. The percentage of students' initial ability to argue can be used as a reference for teachers so that in the future they can determine designs or learning activities that not only focus on understanding concepts but can also build or train students' argumentation skills
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENDEKATAN STARTER EKSPERIMEN (PSE) MELALUI INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KREATIVITAS SISWA Dwijono Dwijono; Widha Sunarno; Sugiyarto Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i02.9762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran biologi dengan pendekatan starter eksperimen melalui inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi, pengaruh keterampilan proses sains dan kreativitas serta interaksi diantara ketiganya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan bulan September 2012 – Oktober 2012. Populasi adalah semua siswa kelas XII IPA SMAN 2 Madiun. Sampel penelitian diambil dengan metode cluster random sampling terdiri dari 2 kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk prestasi belajar kognitif dan kreativitas verbal serta metode angket untuk mengukur keterampilan proses sains serta metode observasi untuk data prestasi belajar afektif dan psikomotor. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 menggunakan software SPSS versi 16 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pada penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor pada siswa yang belajar dengan pendekatan starter eksperimen melalui inkuiri termbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi (2) ada perbedaan antara siswa yang memiliki keterampilan proses sains tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor (3) ada perbedaan antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor (4) tidak terdapat interaksi terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor antara pembelajaran model inkuiri dengan keterampilan proses sains (5) terdapat interaksi prestasi kognitif dan tidak ada interaksi prestasi afektif dan psikomotor terhadap penggunaan model pembelajaran inkuiri dengan kreativitas siswa (6) terdapat interalsi antara keterampilan proses sains dengan kreativitas siswa terhadap prestasi afektif dan psikomotor (7) tidak ada interaksi antara model pembelajaran inkuiri, keterampilan proses sains dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa. Kata Kunci : Pendekatan Starter Eksperimen, inkuiri, keterampilan proses sains, kreativitas verbal.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMP/MTs BERORIENTASI PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI TEKANAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA Rachma Indah Kurnia; Mohammad Masykuri; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9536

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang memadainya bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik PBL pada mata pelajaran IPA Problem Solving di SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis sehingga menyebabkan belum adanya peningkatan kemampuan problem solving siswa secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan Modul fisika berorientasi PBL dengan materi tekanan yang valid; (2) mengetahui keefektifan modul untuk menunjang proses pembelajaran PBL dan keefektifan modul untuk meningkatkan kemampuan problem solving siswa. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan (R & D) dengan menggunakan model pengembangan bahan ajar 4-D. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis tahun pelajaran 2013-2014 yang terdiri dari 6 kelas parallel yang diambil secara acak, terdiri dari 1 kelas kontrol yaitu kelas VIII B dan 1 kelas eksperimen yaitu kelas VIIIA. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan 1) Modul Fisika berorientasi Problem Based Learning dengan materi pokok Tekanan telah valid; 2) modul dinyatakan efektif dalam menunjang proses pembelajaran karena kelas yang menggunakan modul; ketuntasan belajar siswa tercapai, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran memenuhi kriteria efektif, aktivitas siswa dalam kelas eksperimen memenuhi kriteria aktif, dan respon siswa terhadap pembelajaran di kelas adalah positif. Modul dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Hasil Uji statistik memperoleh signifikansi sebesar 0,003 yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan Problem Solving yang signifikan pada kelas yang menggunakan modul Fisika berorientasi PBL dibandingkan kelas yang tidak menggunakan modul.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue