cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Studi Kualitatif Evaluasi Input Pelaksanaan Program Tripel Eliminasi di Kabupaten Batang Yulfiana, Yulfiana; Suryawati, Chriswardani; Sriatmi, Ayun
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.94829

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Batang tahun 2022 tinggi. Berbagai upaya dilakukan dalam mencegah kematian ibu hamil melalui ANC namun target belum tercapai dan aspek kualitas dalam pemberian pelayanan belum optimal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek input meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), Standar Operasional Prosedur (SOP), anggaran, alat dan bahan dalam program tripel eliminasi.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan variabel input yaitu SDM, SOP, anggaran, alat dan bahan dalam program tripel eliminasi. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada 8 informan utama dan 6 informan triangulasi. Informan utama dan triangulasi dipilih berdasarkan keterlibatan dalam program tripel eliminasi di 4 Puskesmas terpilih. Instrumen penelitian menggunakan panduan wawancara.Hasil: SDM program tripel eliminasi memiliki perbedaan komposisi dan jumlah di Puskesmas khususnya analis. Terdapat Puskesmas yang menjalankan ANC dengan SDM hanya Bidan saja. Beberapa Puskesmas hanya memiliki 1 analis dengan beban waktu kerja setiap hari. Ditemukan adanya perbedaan alur SOP dan SOP tidak terpasang di layanan. Beberapa Puskesmas tidak melakukan proses pemberian informed consent untuk tindakan pengambilan spesimen darah ke laborat. Anggaran, alat dan bahan dalam program sudah sesuai dengan perencanaan kebutuhan program.Kesimpulan: Pelaksanaan program tripel eliminasi di Batang memiliki input SDM dan SOP belum optimal sedangkan anggaran dan alat dan bahan sudah cukup baik.
Prevalensi dan Penyebab Gangguan Muskuloskeletal pada Pengayuh Sampan Hartono, Hartono; Simangunsong, Pahala Maringan Jubel; Manalu, Putranto; Pratama, Irza Haicha; Aulia, Yuli
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.94841

Abstract

Latar Belakang: Studi mengenai gangguan muskuloskeletal yang diakibatkan oleh aktivitas mendayung perahu atau sampan pada atlit atau nelayan telah banyak dilakukan. Namun, studi yang berfokus pada pendayung sampan untuk jasa transportasi masih terbatas. Aktivitas mendayung yang berat dapat mengakibatkan gangguan muskuloskeletal sehingga menurunkan kualitas hidup pekerja dan merusak kesehatan fisik dan mental mereka.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, durasi kerja dan masa kerja dengan gangguan muskuloskeletal pada pendayung sampan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan selama bulan Januari 2021. Sebanyak 30 orang disertakan dalam pengukuran dan pengumpulan data. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebanyak 12 pendayung sampan transportasi (40%) mengalami gangguan muskuloskeletal. Keluhan yang timbul pada pendayung adalah pada bagian punggung, pinggang, bahu, lengan atas, lengan bawah, paha, dan pergelangan kaki. Dari hasil uji Chi Square terlihat bahwa keseluruhan faktor risiko seperti usia (p value =0,044), durasi kerja (p value=0,025), dan masa kerja (p value=0,016) berpengaruh terhadap gangguan muskuloskeletal.Kesimpulan: Pendayung sampan berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal, sehingga perlu adanya penambahan jam istirahat dan melakukan peregangan otot.
Analisis Activity Based Costing pada Sectio Caesar Tanpa Penyulit Metode ERACS di RS XY Pati Purnaningrum, Tansya Sushan; Suryawati, Chriswardani; Suhartono, Suhartono
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.94879

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan minat masyarakat terhadap operasi caesar menyebabkan pelayanan perioperatif juga meningkat. Perawatan luka merupakan cara efektif untuk meningkatkan efektivitas klinis dari operasi caesar. Hal ini menjadikan metode Enhanced Recovery After Caesarian Surgery (ERASCS) adalah cara efektif untuk dikerjakann.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan unit cost operasi caesar konvensional dengan unit cost operasi caesar ERACS tanpa penyulit dengan metode activity based costing di kelas perawatan III Rumah Sakit (RS) XY Pati.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode rancangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang di peroleh dari sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan membuat kesimpulan.Hasil: Penghitungan unit cost menunjukkan adanya selisih biaya yang dikeluarkan RS untuk menyelenggarakan Operasi caesar tanpa komplikasi dan standar tarif INA CBGs. Plafon INA CBGs tidak dapat menutup pengeluaran RS dalam memberikan pelayanan sectio caesarea (SC) tanpa komplikasi. Analisis biaya dapat digunakan sebagai evaluasi pos mana yang perlu dilakukan cost efficiency, unit produksi mana yang berdaya jual tinggi sehingga perlu dikembangkan sebagai income generating, unit produksi mana yang berdaya jual rendah sehingga perlu dievaluasi.Kesimpulan: Analisis biaya diharapkan dapat menjadi trigger dalam menentukan arah kebijakan RS karena analisa biaya mampu menyajikan data dengan baik.
Scoping Review Sex Education untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini Listriyati, Linda; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.95236

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan seksual pada anak usia dini menjadi hal yang penting dilakukan pada saat ini, mengingat banyak terjadinya kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia dini.Tujuan: Review Article ini mencoba untuk mengeksplorasi metode-metode ataupun media yang efektif dalam memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini sebagai langkah preventif untuk mencegah kekerasan seksual.Metode: Metode Scoping Review digunakan untuk mengidentifikasi literatur yang relevan dari berbagai sumber terkait topik penelitian ini. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup identifikasi pertanyaan penelitian, pencarian artikel, seleksi, pemetaan data, dan penyusunan informasi. Dipilih 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa beberapa metode efektif dalam memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini meliputi penggunaan media aplikasi game, lembar kerja anak, lagu tradisional, buku bergambar, dan program pendidikan kesehatan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks pada usia dini dapat meningkatkan pemahaman anak tentang tubuh, perbedaan gender, keselamatan, dan perlindungan diri dari kekerasan seksual. Peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak usia dini.Kesimpulan: Pendidikan seks pada anak usia dini merupakan langkah penting dalam mencegah kekerasan seksual dan perlu diterapkan dengan berbagai metode yang sesuai dengan perkembangan anak.
Pemanfaatan Pooled Sera sebagai Bahan Kontrol Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan SGPT Bastian, Bastian; Ulva, Maria; Rahmadani, Inoy Rizky
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.95611

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya otomatisasi di bidang klinis laboratorium telah menjadi kebutuhan material quality control untuk memantau kinerja laboratorium. Parameter kendali mutu yang paling banyak dilakukan pemeriksaan adalah Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT). Bahan kontrol yang umum di laboratorium kimia klinis adalah serum kontrol komersial, namun bahan kontrol ini memiliki kelemahan yaitu harganya yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan kontrol yang dapat digunakan sebagai bahan kontrol buatan sendiri, yaitu pooled serum. Pooled serum merupakan kumpulan serum manusia yang mudah diperoleh dan diolah, serta tidak memerlukan biaya yang besar dalam produksinya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahan kontrol Pooled sera dapat dimanfaatkan sebagai bahan kontrol pemantapan mutu internal pemeriksaan SGPT.Metode: Penelitian ini menggunakan eksperimen murni yang dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2024 di Rumah Sakit Kayu Agung. Pengambilan data menggunakan dua perlakuan yaitu quality control komersial dan Pooled sera untuk pemeriksaan SGPT pada 30 sampel pasien. Data dianalisis  menggunakan aplikasi SPSS 26.0 uji T-Berpasangan.Hasil: Hasil penelitian menunjukan p<0,001, mean QC komersial (22,8 U/L) dan Pooled sera (9,8 U/L), nilai SD dan CV kurang dari 5% menyatakan kedua kontrol termasuk ketelitian sedang, serta dibuktikan dengan grafik levey jennings chart.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pemeriksaan SGPT pada QC komersial dan pooled sera.
Memetakan Garis Pertahanan Melawan Leptospirosis: Pendekatan Spasial untuk Meningkatkan Respons dan Pencegahan Subiakto, Yuli; Giyantolin, Giyantolin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 3 (2024): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.96779

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini menjadi perhatian serius di banyak negara, termasuk Indonesia, khususnya di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Demak memiliki topografi dan iklim yang mendukung pertumbuhan bakteri Leptospira, ditambah dengan pola perilaku yang dapat meningkatkan risiko paparan terhadap penyakit ini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan garis pertahanan dalam mencegah dan mengendalikan penyakit leptospirosis melalui pendekatan spasial.Metode: Penelitian ini menggunakan cross-sectional yang melibatkan analisis spasial terhadap data kasus leptospirosis yang dilaporkan di Kabupaten Demak dari tahun 2014-2023. Data yang dianalisis mencakup daerah spasial kasus dan informasi demografis terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis geospasial seperti peta choropleth, analisis hotspot, dan analisis klaster.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014, hanya sebagian kecamatan (57%) yang mengalami kejadian leptospirosis (35 kasus), namun pada 2018 semua kecamatan (100%) terdampak (112 kasus). Analisis spasial menunjukkan bahwa penyakit ini lebih sering terjadi di daerah utara dibandingkan daerah selatan Kabupaten Demak, terutama di daerah rendah atau dekat perairan.Kesimpulan: Penyebaran penyakit ini dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa wilayah utara lebih rentan. Melalui pendekatan spasial, intervensi kesehatan masyarakat yang tepat sasaran dapat diimplementasikan untuk mengurangi insiden leptospirosis dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit leptospirosis.
Peran dan Hambatan Orang Tua dalam Pengasuhan Anak Penderita Kanker: Systematic Scoping Review Chasanah, Naila; Pranoto, Yuli Kurniawati Sugiyo; Formen, Ali
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 3 (2024): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.97619

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan sebagai gambaran secara umum terfokus pada orang tua anak    usia dini terkait pentingnya peran orang tua dalam pengasuhan atau merawat anak penderita kanker.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep, populasi sasaran, dan hasil analisis yang menjadi perhatian untuk memperjelas fokus karakteristik studi dalam penelitian terdahulu yaitu pengalaman orang tua dalam memberikan pengasuhan terhadap anak penderita kanker.Metode: Pendekatan scoping review dengan bantuan fromework PICO, tahap seleksi selanjutnya menggunakan pendekatan PRISMA dengan menganalisis artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan tahun publikasi 2015 - 2024 dengan memperoleh hasil empat belas artikel yang dianalisis secara tematik. Pengumpulan data secara sekunder dengan sumber referensi secara online dari website Google Scholar, PubMed, ScienceDirect sebagai pencarian komprehensif.Hasil: Sumber data pencarian diperoleh berskala mendunia berasal dari berbagai negara berkembang seperti Indonesia (n = 7), Ethiopia (n = 2), Yordania (n = 1), India (n = 1), dan negara maju seperti Jerman (n = 1), Denmark (n = 1), Australia (n = 1). Hasil dari penelitian dikaji secara mendalam sesuai dengan tema dan sub tema yaitu hambatan, faktor dukungan, dampak perubahan, dan kriteria atau sikap.Kesimpulan: Intervensi atau tindakan dalam mengurangi kecemasan berlebihan dapat ditingkatkan dalam berkomunikasi dengan orang tua lain dan mengikuti pelatihan kesehatan mental.
Pemeriksaan Magnetic Resonance Urography (MRU) dengan Bahan Kontras Oral Seduhan Daun Kopi Arabica Kerinci Sudiyono, Sudiyono; Rasyid, Rasyid; Yosa, Yori Andra
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 3 (2024): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.97804

Abstract

Latar Belakang: Bahan aktif Gadolinium (Gd) biasa digunakan untuk mendapatkan hasil citra Magnetic Resonance Urography (MRU) yang optimal, namun pada penggunaan media kontras ini terdapat kontra indikasi terhadap pasien yang mengalami permasalahan pada ginjal. Unsur mineral logam Mangan (Mn) dan besi (Fe) dapat dijadikan sebagai alternatif bahan kontras Magnetic Resonance Imaging (MRI). Telah dilakukan uji laboratorium, Mangan (Mn) dan Besi (Fe) dapat diperoleh secara alami pada teh daun kopi Arabika Kerinci.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi seduhan teh daun kopi Arabika Kerinci sebagai bahan kontras oral pemeriksaan MRU.Metode: Penelitian eksperimental (kuantitatif-deskriptif) dengan jenis penelitian R&D dan pendekatan one group pretest-posttest only. Model penelitian menggunakan pengembangan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sampel yang dilibatkan merupakan volunteer dengan rentang usia 22-40 tahun sebanyak 10 orang.Hasil: Analisis pada data menunjukan adanya hasil yang signifikan pada SNR pelvis ginjal dengan nilai p=0,037 dan CNR antara pelvis ginjal dengan medula ginjal dengan nilai p=0,007. Sedangkan pada variabel lain tidak ditemukan perbedaan signifikan dengan nilai p>α (>0,05).Kesimpulan: Sediaan daun kopi Arabika Kerinci dalam bentuk seduhan teh memiliki potensi untuk dijadikan sebagai media kontras oral pada pemeriksaan MRU.
Pekerja Perempuan dengan Anemia, Implikasinya terhadap Health-related Absenteeism Lasiyo, Yumna Satyani; Ramdhan, Doni Hikmat
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 3 (2024): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.98153

Abstract

Latar Belakang: Pekerja perempuan menjadi kelompok rentan mengalami anemia karena beban gandanya. Anemia dipengaruhi oleh banyak faktor dan dapat berdampak luas baik pada individu, sosial ekonomi, dan produktivitas kerja. Absen di tempat kerja dapat menimbulkan penurunan produktivitas dan kerugian perusahaan baik hilangnya waktu kerja ataupun medical cost.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi anemia dan hubungan anemia dengan health-related absenteeism pada pekerja perempuan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional melibatkan 219 responden pekerja perempuan di PT.X . Data primer diperoleh dari kuesioner, sedangkan data sekunder dari hasil medical checkup tahun 2023. Data dianalisis dengan uji Chi-square dan regresi logistik berganda.Hasil: Prevalensi anemia pada pekerja perempuan di PT.X adalah 53,9%. Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan asupan protein (p<0.001), asupan zat besi (p<0.001), pola menstruasi (p<0.001), status gizi (p=0.051); dan shift kerja (p=0,017). Pola menstruasi (p<0.001; OR 3.156) menjadi faktor dominan yang mempengaruhi anemia pada pekerja perempuan di PT X. Terdapat hubungan antara anemia dan health-related absenteeism (p=0.035).Kesimpulan: Kejadian anemia pada pekerja perempuan di PT.X dipengaruhi berbagai faktor baik dari asupan dan non asupan. Perempuan dengan pola menstruasi heavyflow akan berisiko 3,15 kali mengalami anemia. Anemia memiliki hubungan signifikan dengan health-related absenteeism.
Pijat dan Kompres untuk Mengatasi Masalah Menyusui pada Ibu Postpartum: Scoping Review Prastita, Ni Putu Gita; Melani, Margareta; Putri, Ratu Tasya Dwiana; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 3 (2024): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.98194

Abstract

Latar   Belakang:     Menyusui merupakan aktivitas yang berjalan secara natural tetapi terkadang ibu menyusui mengalami keluhan yang menganggu proses menyusui. Masalah dalam menyusui seperti seperti kelelahan, nyeri, dan pembengkakan payudara; penelitian menunjukkan bahwa terapi non-farmakologi seperti kompres hangat, pijatan lembut, dan ekspresi payudara efektif meredakan gejala tersebut (Scime et al., 2023; Zakarija-Grkovic & Stewart, 2020).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi non-farmakologi, seperti pijat dan kompres, dalam mengatasi nyeri, pembengkakan, dan sumbatan ASI pada ibu postpartum.Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan literatur dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, mencakup artikel lima tahun terakhir (2019-2024) dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berjenis kuantitatif, dan full text. Sepuluh artikel (5 RCT, 5 quasi-eksperimental) memenuhi kriteria inklusi dan diteliti.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai teknik pijat payudara dan kompres, seperti lymphatic drainage, kinesio taping, dan kompres hangat, dan Aloe vera efektif dalam mengurangi nyeri, pembengkakan, dan sumbatan ASI pada ibu postpartum.Kesimpulan:    Pendekatan non-farmakologis (pijat & kompres) tidak hanya efektif tetapi juga aman dan dapat meningkatkan kenyamanan ibu menyusui tanpa risiko efek samping yang terkait dengan obat-obatan. Temuan ini mendukung penggunaan terapi non-farmakologi sebagai alternatif yang aman dan efektif untuk manajemen nyeri payudara pada ibu menyusui.Kata kunci: Pijat, Kompres payudara, Masalah Menyusui, postpartum ABSTRACTBackground: Breastfeeding is a natural activity, but nursing mothers sometimes experience issues that disrupt the process. Problems such as fatigue, pain, and breast engorgement can arise; research shows that non-pharmacological therapies like warm compresses, gentle massage, and breast expression effectively alleviate these symptoms (Scime et al., 2023; Zakarija-Grkovic & Stewart, 2020).Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of non-pharmacological therapies, such as massage and compresses, in addressing pain, swelling, and milk duct obstruction in postpartum mothers. Methods: This study used a scoping review method, gathering literature from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, including articles from the past five years (2019-2024) in Indonesian or English, quantitative studies, and full text. Ten articles (5 RCTs, 5 quasi-experimental) met the inclusion criteria and were analyzed.Results: The study found that various breast massage techniques and compresses, such as lymphatic drainage, kinesio taping, warm compresses, and Aloe vera, effectively reduced pain, swelling, and milk duct obstruction in postpartum mothers.Conclusion:Non-pharmacological approaches (massage & compresses) are not only effective but also safe and can enhance the comfort of nursing mothers without the risk of side effects associated with medications. These findings support the use of non-pharmacological therapies as a safe and effective alternative for managing breast pain in nursing mothers.Keywords: Massage, Breast Compress, Breastfeeding Problems, Postpartum

Filter by Year

2016 2026