cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Indikator Input Sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat di Kota Surabaya Rustam, Muh Zul Azhri; Riestiyowati, Maya Ayu
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.79073

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi merupakan salah satu tujuan dari ke 17 goals yang ingin dicapai dari Sustainable Development Goals (SDGs) Kesehatan Indonesia. Survailans gizi merupakan kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap masalah gizi masyarakat dan indikator pembinaan gizi.Tujuan: Mengevaluasi sistem elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) pada indikator input yakni petugas, pembiayaan, Standard Operating Procedure (SOP), formulir dan laporan surveilans, dan komputerMetode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional descriptive. Sample dalam penelitian ini adalah petugas surveilans gizi di 22 puskesmas Kota Surabaya.Hasil: Indikator petugas meliputi rata-rata berusia 32 tahun, <60% telah mengikuti beberapa pelatihan, serta >80% memiliki rangkap jabatan sehingga hal-hal ini dapat menghambat pelaporan dan pencatatan permasalahan gizi. Aspek pembiayaan dalam operasional surveilans gizi masih bersumber dari APBD. Beberapa SOP dan pedoman di puskesmas tidak tersedia seperti renstra di bidang Gizi, Formulir SDIDTK, dan KSPS.Kesimpulan: Indikator man ditemukan bahwa petugas seharusnya dibekali dengan pemberian pelatihan surveilans gizi berbasis IT, sedangkan untuk indikator material perlu diputuskan oleh stakeholder dalam membuat regulasi terkait monev khususnya pada kelengkapan laporan di beberapa puskesmas yang masih belum lengkap.
Desain, Pengembangan, dan Evaluasi Aplikasi Pengkajian Asupan Makan ‘Rekasku’ (Rekaman Asupanku) Kusumastuty, Inggita; Handayani, Dian; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.80014

Abstract

Latar Belakang: Ahli gizi melakukan pengkajian asupan makan dalam pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Pelaksanan secara manual telah terbukti memakan waktu yang menghasilkan data yang terfragmentasi dan tidak lengkap, sehingga penggunaan teknologi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan dalam pengembangan instrumen pengkajian asupan makan.Tujuan: Mendeskripsikan desain, pengembangan, dan evaluasi dari instrumen pengkajian asupan makan 24 hour recall “Rekasku” berbasis android.Metode: Metode yang digunakan dalam pengembangan instrumen adalah Participatory Action Research (PAR). Rancangan penelitian untuk mengevaluasi instrumen adalah Quasy Experimental dengan pendekatan pre and posttest Design. Responden penelitian adalah 30 ahli gizi. Pengukuran dilakukan untuk menilai efisiensi dan efektivitas aplikasi Rekasku menggunakan skala 1 hingga 4. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi waktu pengkajian asupan yang dibutuhkan oleh aplikasi Rekasku dan metode 24 hour recall secara manual.Hasil: Nilai rata-rata pengukuran efisiensi adalah 3,5 ± 0,3 dan efektifitas adalah 3,2 ± 0,3. Hasil analisis uji beda antara pelaksaaan manual dan Rekasku menunjukkan perbedaan secara signifikan (p<0.05, wilcoxon).Kesimpulan: Aplikasi Rekasku efisien dan efektif untuk digunakan sebagai instrumen pengkajian asupan makan.
Efektifitas Yoga dan Hipnoterapi terhadap Tekanan Darah pada Wanita Usia Subur (WUS) Penderita Hipertensi Juniartati, Erni; Fittarsih, Niya; Ernawati, Ernawati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.80055

Abstract

Latar   Belakang: Hipertensi seringkali dikenal dengan “The Silent Killer” karena sering tanpa keluhan, serta mampu menyebabkan kematian. Hipertensi dengan tidak adanya penanganan mampu mendatangkan kerusakan target organ dan komplikasi. Salah satu penanganan untuk penderita hipertensi yaitu dengan terapi yoga dan hipnoterapi.Tujuan: Memberikan penjelasan akan dampak yang diberikan oleh yoga dan hipnoterapi terhadap tekanan darah untuk penderita hipertensi grade I.Metode: Riset ini menggunakan eksperimen semu/quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group. Ada dua kelompok yang dipilih dengan non-random yakni kelompok kontrol serta kelompok intervensi. Sampel berjumlah 32 orang penderita hipertensi kategori prahipertensi dan hipertensi ringan.Hasil: Uji statistik menunjukkan tekanan darah sistolik dan diastolic mengalami pengurangan yang lebih besar di kelompok intervensi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (berturut-turut 19,75±6,485 vs 14,00±8,326 dan 16,75 mmHg vs 12,50 mmHg).Kesimpulan: Latihan yoga dan hipnoterapi efektif dalam melakukan penurunan pada tekanan darah sistolik jug diastolik. 
Analisis Efektivitas Apron 0.35 mmPb dalam Melindungi Pekerja Radiasi pada Pemeriksaan Radiografi Irsal, Muhammad; Sutoro, Shinta Gunawati; Widiatmoko, Mahfud Edy; Tarigan, Asumsie; Winarno, Guntur; Prananto, Legia
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.80499

Abstract

Latar Belakang: Quality Control (QC) pada apron wajib dilakukan satu tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan pada pekerja radiasi sebelum melakukan prosedur pemeriksaan radiologi sehingga penerimaan dosis radiasi tidak melebihi 20 mSv/ tahun.Tujuan: Menganalisis efektivitas penggunaan apron 0.35 mmPb untuk melindungi pekerja radiasi pada pemeriksaan radiografi.Metode: Penelitian ini dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Prosedur yang dilakukan pada penelitian adalah dengan simulasi apabila pekerja menerima paparan radiasi primer dan sekunder pada jarak 100 cm dengan rentang faktor eksposi 45-100kVp. Apron yang digunakan berbahan timbal (Pb) dengan ketebalan 0.35 mmPb dan, untuk pekerja radiasi, diganti dengan menggunakan pantom anthorophomorpic. Penggunaan luas lapangan sesuai kondisi klinis yaitu 18 cm x 24 cm, 43 cm x 35 cm, dan kemudian dilakukan analisis efektivitas apron Pb terhadap perubahan faktor eksposi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan apron 0.35 mmPb pada rentang tegangan tabung 45-100kVp untuk kedua penggunaan luas lapangan memiliki nilai persentasi yang sama 99.9-93%.Kesimpulan: Peningkatan tegangan tabung menyebabkan terjadinya penurunan atenuasi apron Pb.
Implementasi Aplikasi Deteksi Dini Suspek Tuberkulosis Berbasis mHealth di antara Kontak Serumah: Tinjauan Sistematik Pramono, Joko Sapto; Hendriani, Dwi; Ardyanti, Dian; Chifdillah, Nino Adib
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.83119

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB)  menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.  Kesulitan dalam penemuan kasus adalah pelacakan di antara kontak serumah dan kontak erat. Pengembangan teknologi informasi kesehatan berupa mobile health (mHealth) sangat membantu dalam melakukan deteksi dini  suspek tuberkulosis menjadi lebih komprehensif, lebih cepat, lebih efisien, dan lebih murah.Tujuan: Mensintesis bukti tentang implementasi aplikasi deteksi dini tuberkulosis berbasis mHealth di antara kontak serumah.Metode: Penulis menggunakan model PRISMA sebagai metode pencarian artikel jurnal pada database Google Scholar, ProQuest, EBSCO, dan ScienceDirect,  serta sumber lainnya. Hasil: Penulis menemukan sebanyak 533 artikel, dan 21 artikel diantaranya memenuhi kriteria untuk dibahas lebih lanjut. Sebagian besar penelitian berorientasi pada identifikasi kasus, kontrol pengobatan dan pelaporan, dengan desain penelitian descriptive qualitative, mathematical model, cross-sectional, experimental,    retrospective cohort, case study, prospective randomized controlled, exploratory, research and development.  Kesimpulan: Implementasi mHealth sangat efektif diterapkan pada masyarakat yang berisiko tertular TB, dapat mempercepat identifikasi kasus TB, pengobatan dan mengontrol kepatuhan pengobatan. Diperlukan pengembangan aplikasi secara mandiri sehingga mampu mendeteksi dini oleh kelompok risiko.     
Pengaruh Eccentric Exercise terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional pada Kondisi Achilles Tendinopathy: Tinjauan Kritis Hidayati, Asri Lutfika; Rahman, Farid
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.83855

Abstract

Latar   Belakang: Achilles tendinopathy (AT) merupakan cidera yang sering terjadi dengan prevalensi kejadian pada atlet diperkirakan sebesar 6,2-9,5% dan pada non atlet sebesar 11,83 tiap 100 pasien per hari. Salah satu latihan yang dapat dilakukan setelah mengalami achilles tendinopathy adalah eccentric exercise atau disebut juga the alfredson protocol.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eccentric exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada kondisi achilles tendinopathyMetode: Metode ini menggunakan desain critical review dengan mengidentifikasi berdasarkan kata kunci, kemudian melakukan review artikel dengan syarat inklusi artikel menggunakan metode Randomized Controlled Trial (RCT) dan dianalisis menggunakan PICO. Terdapat sepuluh artikel yang didapatkan dari basis pencarian data primer seperti pada Biomedic Database (PubMed), Physiotherapy Evidence Database (PEDro), Science Direct, NCBI, Jane Biosemantics, dan Portal Garuda (Garba Rujukan Digital). Appraisal dilakukan dengan merujuk pada hasil PEDro scale. Review ini menggunakan artikel dengan periode waktu dari 2012‒2022.Hasil: Hasil dari tinjauan sepuluh artikel didapatkan bahwa pada kondisi AT terdapat peningkatan kemampuan fungsional berdasarkan Victorian Institute of Sport Assessment Achilles Tendinopathy Questionnaire (VISA-A) setelah diberikan eccentric exercise.Kesimpulan: Eccentric exercise memiliki pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada kondisi achilles tendinopathy
Efektivitas Alat Extraoral Suction Unit pada Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut Prayoga, Benidiktus Tulung; Winarno, Agustinus; Rinastiti, Margareta; Sari, Dian Permata; Yulianto, Heribertus Dedy Kusuma; Hendrartini, Julita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.86573

Abstract

Latar   Belakang: Petugas layanan kesehatan gigi dan mulut rentan terpapar infeksi berbagai penyakit dari pasien. Rongga mulut penuh dengan bakteri. Droplets dan aerosol dari cairan mulut pasien dapat menjadi media penularan penyakit. Extraoral suction unit (EOSU) dibutuhkan untuk membantu mengendalikan sebaran aerosol selama layanan kesehatan gigi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan unjuk kerja extra oral suction unit lokal dengan produk komersial sebagai pembanding.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berupa alat penyedot aerosol hasil rancangan tim peneliti Universitas Gadjah Mada Merk D yang dibandingkan dengan dua produk komersial dari luar negeri Merk A dan B, satu alat produk dalam negeri Merk C. EOSU diuji di klinik gigi dengan prosedur serupa layanan sesungguhnya. Pengujian yang dilakukan adalah mengukur kapasitas hisap, tingkat kebisingan, sebaran aerosol dan angka kuman.Hasil: Extraoral suction unit produk buatan luar negeri (Merk A) menunjukkan unjuk kerja yang paling baik karena sebaran aerosol di sekitar lokasi kerja paling sedikit. Produk Merk D mempunyai unjuk kerja di bawah produk Merk A namun masih lebih baik dibanding produk buatan luar negeri lainnya (Merk B) dan produk dalam negeri lain (Merk C)Kesimpulan: Extraoral suction unit lokal mempunyai kapasitas serupa dengan produk komersial dan menjanjikan untuk diproduksi massal.
Penilian Risiko Paparan Debu Silika Terhadap Pekerja di Industri Pengolahan Bijih Mineral Putro, Edi Karyono; Kusnadi, Saskia Nur Fadhilah; Susanto, Arif; Zannah, Miftahul; Mahalisa, Rizky; Manuel, Anthony Andorful
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.87667

Abstract

Latar   Belakang: Proses industri bijih mineral menghasilkan debu silika yang berbahaya bagi kesehatan pekerja. Komposisinya bersifat karsinogenik dan dapat melebihi Nilai Ambang Batas (NAB).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko paparan debu silika terhadap tiga jenis sistem rotasi kerja di industri pengolahan bijih mineral. Metode: Metode yang digunakan adalah metodologi kuantitatif Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan menghitung nilai Excess Cancer Risk (ECR) sesuai dengan kondisi jalur paparan, agen risiko, serta sistem rotasi kerja. Analisis dilakukan pada paparan debu silika tahun 2020 dan 2021. Pengambilan sampel debu silika dilakukan dengan pengukuran yang ditetapkan oleh OSHA-ID142.Hasil: Konsentrasi debu silika pada proses industri bijih mineral melebihi NAB. Pada tahun 2020,paparan debu silika berkisar antara 0.41-2.99 μg/m3, tetapi menurun pada 2021 menjadi 0.05-1.16 μg/m3. Baik pada tahun 2020 maupun 2021, perhitungan ECR berada dalam rentang aman yang ditetapkan oleh United States of Environmental Protection Agency (US EPA). Hasil perhitungan ECR di bawah 10-4 untuk ketiga sistem rotasi kerja di semua lokasi pengukuran.Kesimpulan: Konsentrasi debu silika di atas NAB tetapi evaluasi ARKL menunjukkan adanya risiko karsinogenik terhadap tiga jenis rotasi kerja yang berada di bawah batas aman, sehingga hal ini tidak membahayakan pekerja. Industri bijih mineral perlu terus meningkatkan pengendalian debu untuk mengurangi konsentrasi debu silika di bawah NAB.
High Intensity Interval Training (HIIT) dalam Meningkatkan Daya Tahan dan Mencegah Cedera pada Pemain Bulu Tangkis Setiawan, Cahyo; Jannah, Suci Muqodimatul; Kurniawan, Muhammad Dwi; Nurhayati, Shahad Erma
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88362

Abstract

Latar Belakang: High-Intensity Interval Training (HIIT) merupakan latihan terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah cedera. Latihan tersebut adalah latihan kardiovaskular yang menggabungkan latihan intensitas tinggi dalam dosis tertentu. Selain melakukan gerakan raket yang kompleks, pemain bulutangkis membutuhkan koordinasi motorik yang tinggi, stamina kardiovaskular, kelincahan, kekuatan, kecepatan dan ketepatan. Pemain bulutangkis juga rentan mengalami cedera.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian High-Intensity Interval Training untuk meningkatkan daya tahan dan mencegah cedera pada pemain bulutangkis.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group study. Terdapat 15 pemain bulutangkis berusia antara 18 hingga 25 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Paired t-test dilakukan untuk mengevaluasi efek pelatihan dan dianalisis menggunakan SPSS.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p<0,05) dalam daya tahan atletik setelah HIIT dengan peningkatan 2,8% dalam kinerja ketahanan mereka. Ada juga efek yang signifikan (p<0,005) dalam pencegahan risiko cedera dengan rata-rata sebesar 1,1%.Kesimpulan: Program Latihan HIIT dapat memberikan efek yang signifikan dalam meningkatkan komponen fisik, terutama daya tahan, dan mencegah cedera.
Penerapan Healthcare Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) pada Implementasi Rekam Medis Elektronik Yudianti, Ellya -; Arini, Merita -
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88541

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) terbukti meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Namun, penerapannya belum mencapai target yang diharapkan, berisiko terhadap kepuasan dan keselamatan pasien, bahkan terancam gagal. Rumah sakit harus mengelola berbagai risiko pada penerapan RME untuk mencapai tujuannya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko-risiko penerapan RME, serta menyusun strategi pengendaliannya.        Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan menerapkan Healthcare Failure Mode and Effect Analysis di sebuah rumah sakit swasta, melalui Consensus Decision-Making Group.Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi 51 risiko penerapan RME, dengan 49 di antaranya yang diproses dan dikelompokkan menjadi 5 tema, yaitu kebijakan penggunaan RME, subjek RME, kualitas sistem RME, infrastruktur, dan komunikasi. Penilaian risiko bervariasi dari risiko rendah sampai sangat tinggi. Perhatian petugas masih berfokus pada kelengkapan data dan sistem yang berjalan, tetapi keamanan data belum menjadi perhatian. Penelitian ini merumuskan 16 rencana pengendalian risiko dengan 3 prioritas yang direkomendasikan, yaitu menyusun kebijakan dan pedoman implementasi RME, pelatihan secara hands-on kepada dokter, dan pembaruan sistem RME berkala serta menyusun co-creation tentang penambahan fitur sistem RME.                   Kesimpulan: Penerapan RME tidak terlepas dari risiko kegagalan. HFMEA mampu memotret hal ini dengan menggali potensi kesalahan. Diperlukan uji coba implementasi rekomendasi strategi perbaikan untuk mencegah kegagalan. 

Filter by Year

2016 2026