cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah Depresi Postpartum melalui Intervensi Self-Help Psychological Jannah, Syarifah Rauzatul; Asnuriyanti, Rini; Fithria, Fithria
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75933

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan depresi yang berisiko dan jika tidak ditangani dengan benar dapat berakibat buruk pada ibu dan anak. Hal tersebut memberikan pandangan tentang perlunya upaya untuk mencegah terjadinya depresi postpartum kepada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh intervensi self-help psychological terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan model kuasi eksperimental. Jumlah populasi penelitian adalah 155 ibu hamil pada wilayah kerja Puskesmas Darussalam di Kecamatan Aceh Besar pada tahun 2021. Jumlah sampel terpilih adalah 74 orang ibu hamil dengan 37 responden pada kelompok intervensi dan 37 responden pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner The Knowledge about Postpartum Depression Questionnaire (KPPD-Q) dan kuesioner Attitudes Toward Postpartum.Hasil: Intervensi self-help psychological berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum (p=0,000). Terdapat perbedaan yang signifikan dari sisi pengetahuan dan sikap antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi Self-help psychological (p=0,000).Kesimpulan: Intervensi self-help psychological dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum. Karakteristik responden berupa usia, tingkat pendidikan, dan usia kehamilan menjadi faktor pendorong peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut
Pengalaman Perawat dalam Melakukan Resusitasi Jantung Paru pada Pasien Covid-19 Aty, Yoany Maria Vianney B.; Blasius, Gadur; Herwanti, Elisabeth; Selasa, Pius; Gonsalves, Dominggos; Nuzula, Firdawsyi; Muhtar, Muhtar
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76178

Abstract

Latar Belakang: Tantangan perawat pada masa pandemi Covid-19 saat memberikan bantuan pasien yang mengalami henti jantung adalah penularan virus Covid-19. Perawat yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan menggunakan APD lengkap masih mungkin mengalami penularan virus yang bisa melalui droplet atau aerosol dari pasien yang terdapat di udara yang masuk melalui celah yang terbentuk tanpa sengaja oleh perawat saat bekerja.Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam  melakukan RJP pada pasien Covid-19 di ruang IGD, ICU, dan ICCU RSUD Prof. W. Z Johannes Kupang.Metode: Penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi. Indeepth interview dilakukan untuk menggali pengalaman perawat dalam melakukan RJP pada pasien Covid-19 yang mengalami henti jantung dan napas. Jumlah partisipan sebanyak 4 orang.Hasil: Penelitian menemukan 6 tema yakni keputusan melakukan RJP pasien, keterbatasan gerak dan mudah lelah, kesulitan memonitor kondisi pasien, cemas tertular Covid-19, rasa empati, dan kerja sama tim.Kesimpulan: Tindakan RJP pasien terkonfirmasi Covid-19 memerlukan keputusan yang tepat. Selama tindakan ini perawat mengalami kelelahan, sulit mengecek kondisi pasien karena APD yang digunakan. Perawat juga merasa takut tertular. Namun, rasa empati kepada pasien membuat perawat melakukan tindakan RJP ini dengan baik yang didukung oleh kerja sama tim yang baik.
Hubungan antara Jumlah Gigi dan Jumlah Oklusi Gigi Posterior dengan Kekuatan Genggaman Tangan pada Populasi Lansia di Yogyakarta Vega, Christia Aye Waindy; Nur’aini, Bekti; Priyono, Bambang; Widita, Elastria; Hanindriyo, Lisdrianto; Agustina, Dewi; Naritasari, Fimma; Widyaningrum, Rini; Rodestawati, Budi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76423

Abstract

Latar Belakang: Penurunan jumlah gigi dan oklusi gigi posterior dapat memengaruhi kemampuan mengunyah yang dapat berakibat pada berkurangnya asupan nutrisi. Hal ini dapat berdampak pada aktivitas otot, terutama masa dan kekuatan otot yang tercermin melalui kekuatan genggaman tangan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara jumlah gigi dan jumlah oklusi gigi posterior dengan kekuatan genggaman tangan populasi lansia di Yogyakarta.Metode: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 75 lansia berusia ≥60 tahun. Pemeriksaan rongga mulut dilakukan oleh empat dokter gigi terlatih. Pemeriksaan Indeks Masa Tubuh dan pemeriksaan fisik dilakukan oleh dua higienis gigi terlatih. Gigi dihitung dengan menjumlahkan gigi asli, jumlah oklusi gigi dihitung menggunakan Index Eichner’s. Indeks Masa Tubuh (IMT) dihitung dengan satuan kg/m2. Kekuatan genggaman tangan diukur menggunakan hand dynamometer dalam satuan kilogram. Tingkat aktivitas fisik dievaluasi menggunakan kuesioner terstandar IPAQ. Uji chi-square dan regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan antara jumlah gigi, jumlah oklusi gigi dan variabel covariat dengan kekuatan genggaman tangan.Hasil: Uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan kekuatan genggaman tangan antara subjek yang memiliki jumlah gigi ≥20 dan <20 serta antara subjek dengan ≥2 dan <2 zona oklusi gigi posterior. Faktor risiko penurunan kekuatan genggaman tangan adalah aktivitas fisik (OR= 6,342, p=0,010). Kesimpulan: Mempertahankan jumlah gigi ≥20 dan aktivitas fisik bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan oral dan sistemik.
Pengembangan Aplikasi Jagabunda Sebagai Pendampingan Ibu Hamil dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Kurniadi, Arif; Ernawati, Dyah; Mubarokah, Kismi; Setiono, Oki
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76549

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) masih menjadi permasalahan bahkan Indonesia menempati rangking tertinggi AKI di ASEAN.Tujuan: Mengembangkan model aplikasi pendampingan dan pemantauan ibu hamil untuk menekan AKI dan AKB dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.Metode: Research and development melalui pendekatan prototyping dengan pengujian whitebox dan blackbox. Subjek penelitian terdiri atas kader, programmer KIA, bidan, kepala puskesmas, dan Kasie KIA Dinas Kesehatan Kota Semarang dan ibu hamil. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan FGD kepada subyek sebagai materi dalam analisis kebutuhan, serta dilengkapi dengan studi dokumen. Data kuantitatif lewat kuesioner pengujian sistem dan penggunaan aplikasi.Hasil: Hasil evaluasi prototipe aplikasi Jagabunda mendapatkan skor rata-rata 4,8 pada aspek system usefulness. Kemudian, skor 5,3 diperoleh pada aspek information quality, 5,8 pada aspek interface quality, dan 5,2 yang terakhir pada aspek kepuasan pengguna secara umum. Aplikasi Jagabunda terbukti mampu digunakan sebagai media pendampingan serta warning system informasi kegawatan selama kehamilan terutama dengan risiko tinggi.Kesimpulan: Prototipe melewati uji whitebox dan blackbox dan dinyatakan membantu bumil berkonsultasi dengan bidan, Bidan bisa mendampingi dan pemantauan bumil terutama risiko tinggi, programmer dan kasie KIA terbantu dalam pemantauan program penurunan AKI dan AKB. 
Uji Tingkat Penerimaan Masyarakat terhadap Teknologi GAMA Rain Filter dengan Metode “UTAUT” dan Perbandingan Kualitas Air Hujan dengan Air Sumur Penduduk Maryono, Agus; Nugroho, Andri Prasetyo; Prasetyo, Agus; Sembada, Pratama Tirza Surya
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76934

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan air bersih di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat disebabkan peningkatan jumlah penduduk. Pemerintah DIY membantu penduduk sebanyak 59 instalasi pemanen air hujan GAMA RainfilterTujuan: Mengetahui faktor dominan pada penerimaan masyarakat (Behavioral Intention) terhadap bantuan alat GAMA Rainfilter dan menganalisis kualitas air hujan pada GAMA Rainfilter dibanding dengan air sumur penduduk.Metode: Penelitian crossectional dilakukan pada 59 intalasi GAMA Rainfilter dan masyarakat pengguna. Evaluasi tingkat penerimaan masyarakat terhadap GAMA Rainfilter menggunakan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang terdiri dari (Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, dan atau Facilitating Condition). Kualitas air hujan yang diuji di Laboratorium BTKLPP, Yogyakarta, dibandingkan dengan kualitas air sumur dari data DLHK Yogyakarta.Hasil: Effort Expectancy (kemudahan membuat, memasang, mengoperasikan, dan memelihara) berpengaruh mederat-dominan terhadap Behavior Intension (p = 0,005), sedangkan Performance Expectancy, Social Influence, and Facilitating Conditions tidak berpengaruh signifikan. Kualitas fisik, kimia, dan biologi air hujan secara umum pada 5 kabupaten di Provinsi DIY  lebih baik dibanding air sumur.Kesimpulan: Instalasi GAMA Rainfilter dapat diterima masyarakat karena faktor Effort Expectancy dan air hujan mempunyai kualitas fisika, kimia dan biologi lebih baik dari air sumur. Air hujan dapat dipakai sebagai alternatif air bersih dan air minum yang secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Hubungan Komunikasi Informasi Edukasi dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Jakenan Kabupaten Pati Prasetiyo, Bayu Arif; Arini, Merita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77051

Abstract

Latar   Belakang:     Total fertility rate (TFR) Indonesia mencapai 2,4,  lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata TFR Asia Tenggara (2,3). Pengguna KB aktif metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kabupaten Pati  masih rendah bila dibandingkan dengan provinsi dan nasional. Beragam faktor mempengaruhi keputusan pasangan usia subur (PUS) memutuskan menggunakan MKJP. Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) yang menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan menggunakan MKJP yang belum pernah diteliti di Kabupaten Pati.Tujuan:        Menganalisis hubungan KIE terhadap keputusan penggunaan MKJP di Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.Metode:        Desain penelitian adalah cross sectional. Jumlah sampel 151 dan diambil secara consecutive sampling dari wanita usia subur (WUS) yang merupakan anggota grup WhatsApp bersama kader-kader kesehatan Puskesmas Jakenan. Kuesioner yang telah divalidasi digunakan untuk pengambilan data secara online (Google Form). Data dianalisis menggunakan chi square.Hasil:        Hasil data survey dari 151 responden menunjukkan bahwa tingkat  KIE yang didapatkan beragam dan tidak merata. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) atau terdapat hubungan yang signifikan antara KIE dengan keputusan pemakaian MKJP. Selain itu, variabel KIE, jumlah anak, usia, dan pekerjaan secara parsial dan bersama-sama berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap keputusan pemakaian MKJP (p=0,001, R2 Nagelkerke=0,537).Kesimpulan: KIE yang berkualitas potensial meningkatkan keputusan pemakaian MKJP pada WUS di Kabupaten Pati.                                
Promosi Pelayanan Pengobatan Tradisional di Jawa Tengah: Siapakah Sasaran yang Tepat? Purwoko, Sidiq; Khairunnisa, Marizka; Hidayat, Taufiq; Susanti, Dian; Laksono, Agung Dwi; Suharmiati, Suharmiati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77089

Abstract

Latar Belakang: Kementerian kesehatan mendorong pemanfaatan pengobatan tradisional sebagai alternatif maupun komplemen pengobatan medis modern.Tujuan: Menganalisis sasaran promosi pelayanan pengobatan tradisional di Jawa Tengah.Metode: Metode ini menggunakan studi cross-sectional  yang menganalisis data Riset Kesehatan Dasar 2018. Populasi pada studi ini adalah orang dewasa (≥15 tahun) di Jawa Tengah. Peneliti menganalisis 63.118 sampel responden dari Riskesdas. Hasil: Mereka yang tinggal di pedesaan memiliki kemungkinan 0,943 kali dibanding tinggal di perkotaan (95% CI 0,911‒0,976), umur 46‒65 kemungkinan 1,137 kali lebih tinggi dibanding ≤25 untuk memanfaatkan (95% CI 1,058‒1,222), menikah memiliki kemungkinan 1,650 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,543‒1,765), janda/duda memiliki kemungkinan 1,579 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,443‒1,727) untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional. Seluruh tingkat pendidikan memiliki kemungkinan lebih baik dibanding SLTP ke bawah, dan seluruh jenis pekerjaan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak bekerja serta seluruh tingkat sosio-ekonomi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang paling miskin dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional.Kesimpulan: Ada enam karakteristik sasaran yang tepat untuk promosi pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional di Provinsi Jawa Tengah, yaitu tinggal di wilayah perdesaan, berumur muda, belum menikah, berpendidikan rendah, tidak bekerja, dan miskin.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Penurunan Keluhan Sindrom Premenstruasi pada Remaja Duhita, Fitra; Wulandari, Diah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77131

Abstract

Latar Belakang: Premenstrual syndrom (PMS) merupakan ketidaknyamanan yang dialami wanita usia produktif menjelang menstruasi akibat mekanisme hormonal yang seringkali mengganggu aktivitas dan produktifitas hariannya. Suplementasi susu kedelai yang mengandung fitoestrogen diharapkan dapat menyeimbangkan kadar hormon estrogen tubuh, sehingga dapat menurunkan ketidaknyamanan PMS.Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap penurunan keluhan PMS pada remaja.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment pre-post with control group design. Subyek penelitian ini adalah siswi SMAN 6 Yogyakarta kelas XI. Teknik pemilihan sampel adalah simple random sampling. Subyek penelitian terbagi atas kelompok perlakuan (mendapatkan suplementasi susu kedelai setiap hari selama fase luteal dalam 1 siklus) dan kelompok kontrol (mendapatkan susu kedelai 1 minggu sekali selama 1 siklus). Susu kedelai yang digunakan sebanyak 300 cc yang mengandung 49,7 mg/L flavonoid. PMS diukur menggunakan Menstrual Health Questionnaire (MHQ). Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji Anova (α=5%).Hasil: Kelompok perlakuan mengalami median penurunan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (median 7,00 vs 6,00) dengan analisis beda penurunan keluhan menstruasi antara kelompok kontrol dan perlakuan yang tidak bermakna (nilai p = 0,951).Kesimpulan: Suplementasi susu kedelai tidak berpengaruh terhadap penurunan keluhan PMS pada remaja.
Nilai Hounsfield Unit (HU) CT-Scan pada Lesi Paru-Paru Pasien Suspek COVID-19 Widiatmoko, Mahfud Edy; Ramadhanti, Shelsa
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.78738

Abstract

Latar Belakang: National Health Commission of China menyatakan bahwa Computed Tomography (CT) memiliki peranan penting dalam hal menegakkan diagnosis dan pemantauan prognosis pada pasien COVID-19 karena memiliki sensitivitas diagnostik tinggi sebesar 97,2% dan menjadi pelengkap dari pengujian RT-PCR. Gambaran CT thorax pada pasien dengan lesi paru-paru suspek COVID-19 terlihat nodul konsolidasi dan Ground Glass Opacities (GGO) di sebagian area. Sebaran nodul GGO pada COVID-19 diklasifikasikan dengan istilah CO-RADS. Karakteristik nodul lesi dapat dianalisis kepadatan jaringan dengan nilai Hounsfield Unit (HU).Tujuan: Mengetahui nilai Houndsfield Unit (HU) CT pada lesi paru-paru pasien suspek COVID-19 berdasarkan kategori CO-RADS.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross‑sectional berdasarkan data sekunder hasil rekonstruksi gambar pemeriksaan CT thorax dengan klinis suspek pneumonia COVID-19 tahun 2021 dan jumlah sampel 40 kasus.Hasil: Hasil rata-rata nilai HU pada kategori CO-RADS 4, 5, dan 6, berturut-turut, -203,00 HU, -168,97 HU), dan -133,57 HU). Berdasarkan uji statistik, nilai p < 0,05 yang artinya bahwa rata-rata nilai HU ketiga kategori CO-RADS berbeda secara signifikan.            Kesimpulan: Ada beda tingkatan klasifikasi CO-RADS 4-6, yaitu bahwa semakin tinggi tingkatan kategori CO-RADS, semakin tinggi pula nilai HU CT pada lesi paru-paru.
Kombinasi Perawatan Payudara dan Teknik Marmet untuk Meningkatkan Produksi ASI Eksklusif Enggar, Enggar; Irmawati, Irmawati; Pont, Anna Veronica
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.78896

Abstract

Latar Belakang:Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami paling bergizi yang diperlukan pertumbuhan bayi. Keberhasilan ibu menyusui dan pemberian ASI ekslusif selama 0-6 bulan dipengaruhi banyak faktor, diantaranya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI dan menyusui, perawatan payudara untuk membantu produksi ASI. Melakukan perawatan payudara dan teknik marmet adalah salah satu upaya melancarkan dan memperbanyak produksi ASI. Teknik ini prinsipnya mengosongkan ASI pada sinus lactiferus sehingga menghasilkan hormon prolaktin untuk merangsang alveoli mengeluarkan ASI.Tujuan: Penelitian bertujuan melihat pengaruh kombinasi perawatan payudara dan teknik marmet terhadap produksi ASI eksklusif.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design yaitu satu kelompok dilakukan observasi sebelum dan sesudah diberi perlakukan kombinasi perawatan payudara teknik marmet. Sampel 30 orang dengan purpossive sampling teknik analisis paired samples T-Test.Hasil: Produksi ASI sebelum diberikan perlakuaan kombinasi perawatan payudara dan teknik marmet dengan volume ASI ±34.67 ml dan sesudah diberikan perlakuan mengalami peningkatan dengan volume produksi ASI ±79.33 ml. Hasil analisis menunjukan p-value=0,000 sehingga secara signifikan ada pengaruh kombinasi perawatan payudara dan tehnik marmet terhadap produksi ASI dimana semua responden mengalami peningkatan volume ASI.Kesimpulan: Ada pengaruh kombinasi perawatan payudara dan teknik marmet terhadap produksi ASI eksklusif.Kata kunci: perawatan payudara; teknik marmet; produksi ASI.

Filter by Year

2016 2026