cover
Contact Name
Ari Septian
Contact Email
ariseptian@unsur.ac.id
Phone
+628121428312
Journal Mail Official
ariseptian@unsur.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Suryakancana Jalan Dr. Muwardi Komplek Pasir Gede Raya Cianjur 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
PRISMA
ISSN : 20893604     EISSN : 26144611     DOI : https://doi.org/10.35194/jp.v9i2
Core Subject : Education, Social,
This journal focuses on mathematics education and disciplined inquiry into the teaching and learning of mathematics. The scope of the journal are: Mathematics Learning Model, Media Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Mathematics Teaching, Ethnomatics in Mathematics Learning, Design Didactical in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023): PRISMA" : 21 Documents clear
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Materi Trigonometri Tipe AKM Simarmata, Evan Dari Kristianto; Roza, Yenita; Hutapea, Nahor Murani
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3271

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan literasi numerasi siswa yang masih dalam kategori rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kesalahan siswa dalam penyelesaian soal trigonometri tipe Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Metode pada penelitian ini adalah metode kualitiatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan subjek siswa kelas 11 SMA. Data dikumpulkan melalui teknik tes. Tes terdiri dari 4 soal trigonometri tipe AKM yang sudah divalidasi dan reliabel. Data hasil pengujian (tes) dianalisis menggunakan analisis data kualitatif. Jawaban siswa dianalisis berdasarkan jenis kesalahan Newmann’s Error Analysis (NEA), yaitu kesalahan: (1) membaca, (2) memahami, (3) transformasi, (4) kemampuan memproses dan (5) penulisan jawaban akhir. Data diolah dengan menghitung persentase jenis kesalahan siswa terhadap setiap jenis kesalahan pada NEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa melakukan kesalahan membaca. Pada jenis kesalahan memahami, ditemukan kesalahan sebesar 18%. Pada jenis kesalahan transformasi, ditemukan kesalahan sebesar 36%. Pada kesalahan memproses (keterampilan memproses), ditemukan kesalahan sebesar 44%. Pada penulisan jawaban akhir, ditemukan kesalahan sebesar 47%. Kesalahan memahami terjadi karena siswa belum memahami konsep jarak. Kesalahan transformasi diakibatkan ketidakmampuan menuliskan model matematis dari soal. Kesalahan memproses terjadi karena siswa mengabaikan sebagian informasi dalam soal. Kesalahan penulisan jawaban akhir terjadi karena kesalahan perhitungan. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa adalah kesalahan memahami, transformasi, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMA Kelas X ditinjau dari Gender Laily, Epriliana Nur; Adirakasiwi, Alpha Galih; Nur, Iyan Rosita Dewi
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3473

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis dalam menyelesaikan soal cerita materi aritmatika sosial berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA Kelas X di salah satu sekolah yang berada di Kabupaten Sukabumi. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling, subjek penelitian dipilih berdasarkan gender dan hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep matematis, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu penjodohan pola dan eksplanasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis berdasarkan gender terdapat perbedaan. Siswa perempuan telah mampu menuntaskan setiap indikator kemampuan pemahaman konsep matematis karena cenderung mampu memahami soal serta mampu memberikan informasi dan mampu menyusun rencana penyelesaian soal, sedangkan siswa laki-laki hanya mampu menuntaskan dua dari empat indikator yang digunakan karena cenderung mampu memahami soal akan tetapi kurang teliti dan kurang mampu menjelaskan lebih rinci dalam menentukan metode penyelesaian soal.
Pengembangan Tes Diagnostik Matematika Kurikulum Merdeka Triyono, Triyono; Masrukan, Masrukan; Mulyono, Mulyono
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan tes diagnostik pada kurikulum merdeka pada mata pelajaran Matematika yang layak bagi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Depelovement. Prosedur pengembangan menggunakan lima tahap yaitu: tahap awal, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kayen - Pati sebanyak 32 siswa. Objek penelitian ini adalah kelayakan tes diagnostik materi bilangan bulat. Sedangkan Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif dan kuantitatif untuk menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil Penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa pengembangan tes diagnostik sangat layak dan efektif  diterapkan pada kurikulum merdeka mata pelajaran matematika kelas VII SMP Negeri 1 Kayen - Pati. Terbukti dari hasil validasi konten atau materi   rata- rata nilai 3,25 dalam kategori sangat layak, dari validasi ahli bahwa keterampilan proses diperoleh nilai rata-rata 3,3 dalam kategori sangat layak, kemudian validasi ahli produk  diperoleh nilai rata-rata 4,0 dalam kategori sangat layak.
Keterampilan Berpikir Kritis Matematis Berbasis Budaya Melayu Deli Melalui Model Problem Based Learning Nur Rahmi Rizqi; Rizqi, Nur Rahmi; Saragih, Sahat; Napitupulu, E. Elvis; Maharani, Israq
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3259

Abstract

Penelitian memiliki tujuan mengetahui ada pengaruh keterampilan berpikir kritis matematis berbasis Budaya Melayu Deli menggunakan model problem based learning . Metodenya adalah eksperimen semu (quasi experiment). Populasinya ialah peserta didik kelas XI IPA. Penelitian ini dilangsungkan di Kabupaten Serdang Bedagai di suatu SMA dengan sampel penelitian peserta didik kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3. Bentuk penelitian ialah bentuk only posttest control group design dengan materi persamaan garis singggung lingkaran. Berdasarkan hasil uji normalitas kelas control senilai 0,109 dan kelas eksperimen senilai 0,080 sehingga dikatakan normal. Taraf signifikan pengujian uji homogenitas lebih besar dari 0,05 terlihat hasil dari homogenitas sebesar 0,81 sehingga dinyatakan homogen. Dilihat uji hipotesis taraf signifikan < 0,05 terlihat bahwa hasil dari t post-test pada taraf signifikan senilai 0,000 maka Ha punditerima dan ditolaknya H0 berarti terdapat pengaruh antara keterampilan berpikir kritis matematis berbasis Budaya Melayu Deli terhadap model problem based learning.
Penerapan Model SFAE dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Saqdiah, Halima Tus; Imswatama, Aritsya; Balkist, Pujia Siti
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3365

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan komunikasi matematis siwa dalam menyelesaikan soal antara yang menggunakan model Student Facilitator and Explaining dengan pendekatan contextual Teaching and Learning, model Student Facilitator and Explaining, dan model konvensional. Metode penelitian yang digunakan Quasi Experimental dengan desaian penelitian Pretest-posttest Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Kesehatan Harapan Bunda sebanyak 132 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling, sampel yang digunakan berjumlah 88 siswa yang terbagi dalam tiga kelas yaitu X Keperawatan 1, X Keperawatan 2, X Keperawatan 3. Pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan komunikasi matematis siswa. Instrument yang digunakan sebanyak empat butir soal kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi trigonometri, lembar observasi dan dikumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan model pembelajaran student facilitator and explaining dengan pendekatan contextual teaching and learning lebih baik daripada model pembelajaran konvensional dan model pembelejaran student facilitator and explaining learning lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa Roziaturizkoh, Fira; Mulyanti, Yanti; Setiani, Ana
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3393

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Palabuhanratu pada bulan Mei tahun 2023. penelitian ini mempergunakan metode eksperimen kelompok kontrol post-test only. Populasi yang digunakan pada penelitian yang dilaksanakan ini terdiri dari seluruh siswa kelas VII yang terdaftar di SMP Negeri 1 Palabuhanratu. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode random sampling, dan ditentukan bahwa yang akan menjadi sampel penelitian adalah kelas VII-K kelas eksperimen yang berjumlah 29 siswa, sedangkan kelas kontrol kelas VII-I berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test, dimana data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes. Dalam analisis data, maka ada beberapa analisis data yang digunakan, yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis nol (H0) ditolak yang Ha diterima, artinya pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan representasi matematis siswa.
Analisis Proses Jawaban Siswa Ditinjau dari Kemampuan Komunikasi Matematis Rahim, Rani; Saragih, Sahat; Napitupulu, E. Elvis
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran dan untuk menganalisis masing-masing jawaban berdasarkan tingkat kemampuannya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan komunikasi matematis. Subjek pada penelitian ini adalah siswa/i kelas X SMA Negeri 1 Pariangan Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah memberikan soal tes komunikasi matematis siswa untuk mengumpulkan informasi dari hasil tes tersebut. Tes komunikasi matematis siswa yang diberikan sebanyak 4 soal tes. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat 4 indikator kemampuan komunikasi matematis yang dikembangkan dan menjadi acuan analisis jawaban siswa yaitu (1) menuliskan situasi atau ide-ide matematika ke dalam gambar (drawing), (2) menuliskan ide matematika ke dalam model matematika, (3) menjelaskan secara tertulis gambar ke dalam ide matematika, dan (4) menjelaskan prosedur penyelesaian. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa siswa yang memiliki kemampuan tinggi sebanyak 7 orang (19,44%), siswa yang memiliki kemampuan sedang sebanyak 10 orang (27,78%), dan siswa yang memiliki kemampuan rendah sebanyak 19 orang (52,78%). Sedangkan hasil análisis dapat disimpulkan bahwa jawaban siswa ditinjau dari indikator kemampuan komunikasi matematis siswa. 
Penilaian Dinamis pada Kemampuan Berpikir Kritis Situngkir, Friska Ledina; Saragih, Sahat; Napitupulu, E. Elvis
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3263

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kesulitan yang dialami siswa dalam memecahkan masalah berpikir kritis matematis. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan adalah metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 dengan jumlah siswa 36 orang yang telah mempelajari persamaan linear dua variabel.  Siswa memerlukan bantuan dalam memecahkan masalah instrument dalam keterampilan berpikir kritis, baik dalam bentuk penilaian dinamis maupun dalam bentuk kategori deskriptif. Siswa membutuhkan waktu lebih lama untuk menafsirkan dan mengungkapkan informasi dalam pertanyaan berpikir kritis dan mengungkapkannya secara tertulis. Siswa dapat menyajikan informasi ketika mereka mulai berpikir tentang masalah dan solusi yang akan disajikan. Hasil penelitian ini adalah siswa mengembangkan pemahaman keterampilan berpikir kritis yang lebih banyak karena banyak siswa dalam penelitian ini yang sangat tidak terbiasa dengan pertanyaan berpikir kritis sehingga banyak dari mereka yang kurang memahami masalah berpikir kritis. Penilaian dinamis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini mungkin menunjukkan bahwa penggunaan penilaian dinamis dalam konteks pendidikan atau pelatihan dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik atau individu yang menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penilaian dinamis memungkinkan untuk lebih baik menilai perkembangan kemampuan berpikir kritis seiring waktu, daripada penilaian dinamis yang hanya memberikan gambaran pada satu titik waktu tertentu. Penelitian ini mungkin menyiratkan bahwa diperlukan instrumen penilaian yang lebih baik dan lebih relevan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, terutama dalam konteks penilaian dinamis. Dampak pada pembelajaran penilaian dinamis pada proses pembelajaran dan hasil akhir. Penelitian ini bisa menunjukkan bahwa penggunaan penilaian dinamis memiliki potensi untuk meningkatkan pembelajaran dan pencapaian siswa atau individu. Diperlukan penelitian lebih lanjut termasuk eksplorasi lebih lanjut terhadap metode penilaian dinamis, studi lebih mendalam mengenai pengaruhnya pada kemampuan berpikir kritis, dan evaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan penilaian dinamis.
Penerapan Model ICARE Berbasis Media Powtoon untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Rahmi, Dini Fauziyanti; Satrio, Muhammad Tusaldi Juniani; Azmy, Dara Septia; Septian, Ari
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matemasis siswa yang menggunakan penerapan model ICARE berbasis media Powtoon. Metode penelitiannya adalah Quasi-Experimental. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent Comporison Group Design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X di salah satu SMA Negeri 1 Mande Cianjur tahun pelajaran 2022/2023. Dari populasi tersebut diambil dua kelas sebagai sampel yaitu kelas X-7 dan X- 8, dipilih dengan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran ICARE berbasis powtoon dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran ICARE. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan angket. Materi yang digunakan adalah SPLTV. Analisis data dilakukan terhadap rerata indeks gain antara kedua kelas sampel dengan menggunakan kesamaan dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berfikir kritis matemasis siswa yang menggunakan penerapan model ICARE berbasis media Powtoon lebih baik daripada sebelum pembelajaran menggunakan penerapan model ICARE berbasis media Powtoon.
The Influence of the Application of Discovery Learning and Problem Based Learning Models on Mathematical Creative Thinking Abilities Viewed from the Self-Directed Learning of SMK Athikah, Athikah; Kamid, Kamid; Haryanto, Haryanto
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3385

Abstract

Mathematical creativity is still lacking in Revany Indra Putra Vocational School in Jambi City when it comes to solving mathematical puzzles. The purpose of this study is to ascertain the following: 1. How students' mathematical creative thinking abilities are affected when Discovery Learning, Problem Based Learning, and Direct Instruction models are applied; 2. How students' mathematical abilities are affected when they self-directed learn; and 3. How students' mathematical creative thinking abilities are impacted when learning models are applied and self-directed learning occurs. With an experimental group and a control group, this study is quasi-experimental in nature. Using the Simple Random Sampling method, samples were drawn at random. Mathematical creative thinking ability test questions, self-directed learning questionnaires, and observation sheets for learning models are the tools employed. Two-way ANOVA analysis was used to assess the data from this study. First hypothesis findings were 0.017 <0.05, second hypothesis results were 0.019 <0.05, and third hypothesis results were 0.000 <0.05. The following conclusions can be drawn: 1. The use of Discovery Learning, Problem Based Learning, and Direct Instruction models has an impact on students' mathematical creative thinking abilities; 2. Learning independence has an impact on students' mathematical creative thinking abilities; and 3. There is an interaction between the use of model learning and students' self-directed learning with regard to their capacity for mathematical creativity.

Page 1 of 3 | Total Record : 21