cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Brigjen H. Hasan Basry Street, Mail Box 87 Building of Physics Education Study Program, Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : 25499955     EISSN : 25499963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika publishes articles from research in the field of physics education, which have not been published elsewhere. This Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika is periodically published by the Physics Education Study Program, Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat in collaboration with Physical Society of Indonesia (PSI) published three times a year in February, June, and October. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika publishes articles about the results of research in the field of physics education including: Learning models , Learning methods, Learning media , Assessment, Teaching materials Curriculum
Arjuna Subject : -
Articles 307 Documents
Efektivitas E-Learning Materi Persamaan Bessel Menggunakan Schoology pada Fisika Matematika untuk Melatih Karakter Mahasiswa Imas Ratna Ermawati; Desti Setianingrum; Maurina Maurina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i2.2860

Abstract

Kemajuan zaman yakni dari segi teknologi memiliki peranan penting dalam mendukung pembelajaran. Fokus dari penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas E-learning Schoology pada materi persamaan Bessel untuk melatih karakter mahasiswa. Penelitian ini merupakan bagian dari Research and Development dengan model Allessi & Trolyb (Planning, Design, Development). Subjek uji coba adalah 25 mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UHAMKA semester IV yang dipilih secara purposive samlpling. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi yang digunakan untuk mengetahui hasil kegiatan dengan pembelajaran E-Learning melalui media Schoology. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan Kelayakan penggunaan E-learning Schoology ditinjau dengan menggunakan angket untuk mengukur karakter mahasiswa pada pengumpulan tugas. Kelayakan penggunaan Schoology dengan nilai rata-rata 71% dengan kriteria baik saat menggunakan E-learning Schoology ditunjukkan dengan nilai rata-rata keseluruhan untuk 6 prinsip karakter pengguna tingkat tinggi dengan rata-rata kejujuran 8,58, disiplin rata-rata 9, 08, materi iklan rata-rata 9,33, rata-rata 8,76 dan tanggung jawab rata-rata 7,37. Rata-rata keseluruhan karakter adalah 8,60 (baik).  Simpulannya adalah bahwa E-learning melalui media Schoology layak untuk melatih karakter dalam belajar mahasiswa semester IV pada materi persamaan Bessel.The progress of the times in terms of technology has an important role in supporting learning. The focus of this research is describes the effectiveness of e-learning Schoology on the Bessel equation material to train student character. This research is part of the Research and Development by Alessi & Trolyb (Planning, Design, Development) model. The test subjects were 25 Physics Education FKIP UHAMKA semester IV students selected by purposive sampling. The data collection technique is through observation used to find out the results of activities with E-Learning learning through Schoology media. This research and development resulted in the feasibility of using E-learning Schoology reviewed by using a questionnaire to measure students' character in collecting assignments. The feasibility of using Schoology with an average value of 71% with good criteria when using E-learning Schoology is indicated by the overall average score for six high-level user character principles with an average honesty of 8.58, discipline an average of 9.08, creative average 9.33, average 8.76 and average responsibility 7.37. The overall average of the characters is 8.60, with a good category. This research concludes that E-learning through Schoology is feasible to train character in fourth-semester student learning on the Bessel equation material.
Pengembangan Bahan Ajar Fisika Menggunakan Model POGIL dengan Strategi ARCS untuk Melatih Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Ghaida n; Zainuddin Zainuddin; Abdul Salam M
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i2.3292

Abstract

Permasalahan rendahnya keterampilan proses sains (KPS) peserta didik dikarenakan belum diterapkannya pembelajaran aktif berbasis metode ilmiah sehingga peserta didik jarang dilatihkan penyelidikan ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan bahan ajar fisika menggunakan model POGIL dipadukan dengan strategi ARCS untuk melatihkan KPS peserta didik. Kelayakan di lihat dari validitas, kepratisan, dan efektivitasnya. Metode pengembangan dilakukan dengan mengacu pada desain pengembangan ADDIE. Uji coba dilakukan menggunakan variabel subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI MIPA 1 di SMAN 5 Banjarmasin sebanyak 31 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validitas bahan ajar, lembar keterlaksanaan RPP, tes hasil belajar dan penilaian keterampilan proses sains. Teknik analisis data adalah: (1) Uji validitas secara deskriptif; (2) uji kepraktisan secara deskriptif; (3) uji efektifitas menggunakan  uji N gain,  Hasil temuan menyatakan bahwa bahan ajar termasuk kategori valid, praktis dan efektif karena: (1) validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), materi ajar, dan Tes Hasil Belajar (THB) berkategori sangat valid (2) kepraktisan RPP berkategori sangat praktis, (3) keefektifan dinilai berdasarkan THB dan KPS dinyatakan efektif dan terampil. Diperoleh simpulan bahwa bahan ajar fisika pada materi fluida statis menggunakan model POGIL dengan strategi ARCS termasuk layak untuk melatihkan keterampilan proses sains peserta didik. Dengan demikian, bahan ajar ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk membantu  guru dalam melatih keterampilan proses sains siswa. The problem of students' low science process skills due to the lack of active learning based on inquiry has not been implemented, so students are rarely trained in scientific inquiry. This study aims to produce physics teaching materials using the POGIL model combined with an appropriate ARCS strategy to train students' science process skills. The development method is carried out regarding the ADDIE development design. The trial was conducted using a variable research subject: students of class XI MIPA 1 at SMAN 5 Banjarmasin as many as 31 students. The research instrument used was the validity sheet of the teaching materials, the lesson plan implementation sheet, the learning outcome test, and the science process skills assessment. The findings state that teaching materials are categorized as valid, practical, and effective because: (1) the validity of the lesson plan, student's worksheet, teaching materials, and learning outcome test is very valid (2) the practicality of the lesson plan is very practical, (3) the effectiveness is assessed based on learning outcome test and science process skills stated effective and skilled, as well as differences in learning motivation of students significantly before and after teaching. It was concluded that physics teaching materials on static fluid materials using the POGIL model with the ARCS strategy were considered appropriate for training students' science process skills. Thus, this teaching material can be used as an alternative to assist teachers in training students' science process skills.
E-Module Pada Materi Suhu, Pemuaian, dan Kalor: Valid dan Praktis Ujang Supriyadi; Leni Marlina; Ida Sriyanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i2.3787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-module pada materi suhu, pemuaian, dan kalor yang valid dan praktis. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Alessi dan Trollip yang terdiri dari tiga tahapan, pengembangan dengan model Alessi and Trollip, dengan tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap desain, dan tahap pengembangan. E-Module pada materi suhu, pemuaian, dan kalor dikembangkan dengan menggunakan program Flip PDF Professional. Setelah melalui tahap perencanaan dan tahap desain, selanjutnya pada tahap pengembangan peneliti melakukan uji Alpha dan uji Beta. Uji Alpha dilakukan untuk mengetahui tingkat kevalidan e-module dengan melibatkan tiga orang ahli untuk mereview dan menilai aspek isi (konten), aspek kebahasaan, serta aspek dasain dan fitur dari e-module yang dikembangkan. Sedangkan uji Beta dilakukan untuk mengetahui tingkat kepraktisan e-module dengan melibatkan enam orang siswa dengan kemampuan kognitif yang berbeda untuk mereview dan menilai aspek kelayakan isi (konten), aspek penyajian, aspek dasain dan fitur, beserta aspek manfaat dari e-module yang dikembangkan. Berdasarkan hasil uji Alpha yang dilakukan oleh tiga orang ahli diperoleh rerata hasil penilaian masing-masing sebesar 4,90; 4,75; dan 4,51; sedangkan melalui uji Beta yang dilakukan oleh enam orang siswa diperoleh rerata hasil penilaian masing-masing sebasar 4,97; 4,78; 4,60; 4,65; 4,81; dan 4,78. Berdasarkan hasil uji Alpha dan uji Beta tersebut maka e-module pada materi suhu, pemuaian, dan kalor yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis. E-Module pada materi suhu, pemuaian, dan kalor yang telah dikembangkan dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru sebagai sarana pembelajaran di sekolah serta sebagai sarana belajar mandiri oleh siswa dirumah.  This study aims to develop an e-module on the material of temperature, expansion, and heat that is valid and practical. The methodology of development used in this research is the development model consisting of three stages: the planning stage, the design stage, and the development stage. E-Module was developed using the Flip PDF Professional program on the material of temperature, expansion, and heat. After going through the planning and design stages, the researcher conducted Alpha and Beta tests on the development stage. The Alpha test was conducted to determine the level of validity of the e-module by involving three experts to review and assess the aspects of the content, the linguistic, and the design and features of the developed e-module. Meanwhile, the Beta test was conducted to determine the level of practicality of the e-module by involving six students with different cognitive abilities to review and assess the eligibility of the content, the aspects of presentation, the design, the features, and the benefits of the developed e-module as well. Based on the Alpha test results conducted by three experts, each obtained an average result of 4.90, 4.75, and 4.51. However, the Beta test results were conducted by six students, each obtained an average result of 4.97, 4.78, 4.60, 4.65, 4.81, and 4.78. In conclusion, the Alpha and Beta test results show that the developed e-module on the material of temperature, expansion, and heat is declared to be very valid and very practical. So, e-module has been developed to benefit students and teachers as a learning tool at school and as a means of independent learning by students at home. 
Perbedaan Hasil Belajar menggunakan Model Pembelajaran Guided Inquiry dan Guided Discovery di Kelas XI MIPA SMAN 6 Banjarmasin Annge Rani Liono; M Arifuddin; Andi Ichsan Mahardika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i2.3291

Abstract

Model pembelajaran yang digunakan di sekolah adalah model pembelajaran guided discovery namun hasil belajar yang diperoleh peserta didik masih rendah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar yang signifikan menggunakan model pembelajaran guided inquiry dan guided discovery di kelas XI MIPA SMAN 6 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian randomized pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sebelum sampel diambil terlebih dahulu melakukan pengujian normalitas dan homogenitas pada hasil ulangan harian. Berdasarkan teknik tersebut diperoleh sampel, yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen. Data penelitian diperoleh dari tes hasil belajar dalam bentuk soal uraian, yaitu pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Nilai rata-rata posttest yang diperoleh kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang lebih kecil dari pada taraf signifikansi a = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan menggunakan model pembelajaran guided inquiry dan guided discovery di kelas XI MIPA SMAN 6 Banjarmasin. Dengan demikian model guided inquiry dapat direkomendasikan untuk digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. This research based on the low student learning outcomes seen from the results of daily tests. The study aims to determine whether or not there are significant differences in learning outcomes using the guided inquiry learning model and guided discovery in the XI MIPA class of SMAN 6 Banjarmasin. This research is experimental research with a randomized pretest-posttest design research design. The sample was taken by using the random cluster sampling technique. Before the samples were taken, they first tested the normality and homogeneity of the daily test results. Based on this technique, samples were obtained, namely class XI MIPA 1 as the control class and XI MIPA 2 as the experimental class. The research data were obtained from learning outcomes tests in description questions, namely pretest and posttest. Data were analyzed using an independent sample t-test. The average value of the posttest obtained by the experimental class is higher than the average value of the control class. Statistical test results show that the significance value is smaller than the significance level = 0.05. This shows significant differences in learning outcomes using guided inquiry and guided discovery learning models in class XI MIPA SMAN 6 Banjarmasin. Thus the guided inquiry model can be recommended to be used as an alternative to improve student learning outcomes. 
Analisis Motivasi Belajar Siswa Tingkat SMA dalam Pembelajaran Fisika secara Online Sella Melinda; Andik Purwanto; Desy Hanisa Putri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i3.4052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh analisis motivasi belajar fisika siswa SMA dalam pembelajaran online selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian meliputi semua siswa jurusan matematika dan pengetahuan alam (MIPA) di salah satu SMA Negeri di kabupaten Seluma, provinsi Bengkulu yakni terdiri dari  9 kelas dimana jumlah siswa seluruhnya 315 orang. Adapun sampel penelitian meliputi sebagian besar siswa kelas XI jurusan MIPA yang terdiri dari  3 kelas berjumlah 97 siswa. Teknik pengambilan sampel ini yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data  ialah dengan observasi dan penyebaran angket motivasi belajar secara online. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif, yakni menghitung mean dan standar deviasi dari skor angket, menginterpretasikan tingkatan motivasi belajar, menentukan persentase motivasi belajar secara keseluruhan dan tiap indikator, kemudian membandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil obsevasi. Hasilnya menunjukan bahwa sebagian besar siswa (64,95 %)  yang terdiri dari  63 siswa memiliki motivasi belajar  fisika kategori sedang dalam pembelajaran fisika secara online. Terdapat 20 siswa mempunyai motivasi belajar tinggi (20,62 %), dan sisanya  14 siswa (14,43 %) yang memiliki motivasi belajar rendah. Selain itu, hasil analisis setiap indikator yang diukur,  sebagian besar menunjukan motivasi kategori sedang. Informasi yang didapatkan dari riset ini berupa analisis motivasi belajar fisika selama pembelajaran online yang dapat menjadi evaluasi dan  bahan pertimbangan bagi pendidik dalam menentukan kebijakan-kebijakan  dalam pelaksanaan  pembelajaran online supaya hasil belajar  yang dicapai tinggi. Riset ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian bagi para peneliti selanjutnya dalam  menganalisis motivasi belajar fisika  siswa selama pembelajaran online. This study analyses high school students' motivation to learn physics in online learning during the Covid-19 pandemic. This research uses a descriptive research method. The research population includes all mathematics and sciences subjects (MIPA) in one of the public high schools in Seluma district, Bengkulu province, consisting of 9 classes where the total number of students is 315 people. The research sample that represents the population includes most of the students of class XI majoring in Mathematics and Sciences (MIPA), who are collected in 3 classes with a total of 97 students. This sampling technique is by using the purposive sampling technique. Data collection techniques are by observing during learning and distributing online learning motivation questionnaires. The data analysis technique uses quantitative and qualitative descriptive, which considers the questionnaire scores, interprets the level of motivation, determines the overall learning motivation and each indicator, then compares the results obtained with the results of observations. The results show that most of the students (64.95%), consisting of 63 students, are motivated to learn physics in the moderate category in learning physics online. There are 20 students with high learning motivation (20.62 %), and the remaining 14 students (14.43%) have low learning motivation. In addition, the results of the analysis of each measured indicator most show moderate category motivation. The information obtained from this study is in the form of motivation to learn physics in online learning, which can assist educators in determining policies in the implementation of learning so that the learning outcomes are high. This research is expected to be used as study material for further researchers in analyzing students' motivation to learn physics during online learning.
Pembelajaran Blended Learning Berbasis Edmodo Dalam Peningkatan Kemampuan Literasi Sains Utama Alan Deta; Putri Zulaiha Ria Agustina; Ermia Fadilata Khoir; Arika Arika; Nadi Suprapto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i3.3300

Abstract

Dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, perkembangan pembelajaran beserta praktiknya harus disesuaikan. Adapun solusi yang dapat digunakan yaitu dengan blended learning atau pembelajaran terpadu. Dengan Blended Learning peserta didik dapat dengan fleksibel membagi waktu dalam menyelesaikan tugas, selain itu pemahaman konten materi peserta didik menjadi lebih mudah. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan literasi sains peserta didik pada materi fluida statis. Jenis dari penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Sampel dalam penelitian adalah peserta didik SMAN 1 Cerme, Gresik sejumlah 50 peserta didik dengan penentuan sampelnya dilakukan menggunakan teknik sampel nonprobabilitas dengan jenis purposive sampling. Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan yaitu berupa soal literasi sains dalam bentuk pretest-posttest dan angket respon peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, tes dan angket. Untuk teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data dihasilkan dalam penelitian adalah terdapat peningkatan kemampuan literasi peserta didik sebesar 0,49 dengan kategori efektif. Peserta didik memiliki respon positif terhadap pembelajaran Blended Learning berbasis Edmodo yang dapat dilihat dari nilai n-gain. Blanded Learning berbasis Edmodo dapat dipilih sebagai model pembelajaran alternatif, khususnya di era new normal. When facing the era of the industrial revolution 4.0, the development of learning and best practice must be adjusted. The solution that can be used is blended learning or integrated learning. Through Blended Learning, students can flexibly divide their time in completing assignments, in addition to making it easier for students to understand the content of the material. The purpose of this research is to analyze students' scientific literacy skills on static fluid material. This type of research is an experimental research with a non-equivalent control group design. The sample in this study were students of SMAN 1 Cerme, Gresik with a total of 50 students with the determination of the sample using a non-probability sampling technique with the type of purposive sampling. In this study, the instrument used was in the form of scientific literacy questions in the form of pretest-posttest and student response questionnaires. Data collection techniques in this study used the method of observation, tests and questionnaires. The data analysis technique used is a quantitative descriptive technique. Based on the analysis of the data generated in the study, there is an increase in students' literacy ability by 0.49 with the effective category. Students have a positive response to Edmodo-based Blended Learning, which can be seen from the value of n-gain. Edmodo-based Blended Learning can be chosen as an alternative learning model, especially in the new normal era.
Pengembangan Buku Ajar Listrik Magnet Berbasis CORE dan Bermuatan Ayat-Ayat Al-Qur’an Lutfiyanti Fitriah; Irma Rahmawati; Muhammad Fauzan Pribakti; Al Zakaria Al Zakaria
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i3.2970

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskipsikan kelayakan buku ajar berbasis model pembelajaran CORE dan bermuatan ayat-ayat Al-Qur’an yang dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan melatih karakter religius mahasiswa calon guru fisika. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model 4D. Subjek ujicoba penelitian ini adalah mahasiswa calon guru fisika berjumlah 14 orang yang sedang mempelajari topik listrik pada mata kuliah Listrik Magnet di tahun akademik 2020/2021. Data diperoleh melalui lembar validasi, inventori evaluasi diri, lembar observasi, dan soal tes. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar memiliki validitas yang sangat baik dengan nilai rata-rata 89,31%; efektif meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa dengan nilai N-gain sebesar 0,56 dalam kategori medium; dan effect size sebesar 3,09 dalam kategori berpengaruh kuat. Selain itu, buku ajar juga mampu menjadikan mahasiswa memiliki karakter religius dengan sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 4,66. Dengan demikian, buku ajar yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan melatih karakter religius pada mata kuliah Listrik Magnet.The research aims to describe the feasibility of a developed textbook based on the CORE learning model containing Al-Qur’an verses to improve student cognitive learning outcomes and train prospective physics teachers to do religious behaviour. The research used to research and development with the development model of 4D. The subjects of this research were 14 students of the 2020/2021 academic year who learned electricity topics in the Electricity and Magnetism course. The data were obtained through a validation sheet, self-evaluation inventory sheet, observation sheet, and test. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The result of the research showed that textbook validity was very well with an average score of 89.31%, students’ cognitive learning outcomes improved with an N-Gain score of 0.56 in the medium category, and an effect size score of 3.09 in the strong effect category. Then, the textbook made students have religious characters very well, with an average score of 4.66. This research concludes that the textbook could improve cognitive learning outcomes and train religious characters in Electricity and Magnetism course. 
Implementasi Kurikulum Terpadu Model Integrated Berbasis STEM menggunakan Flipped Classroom untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Zavira Utami Ramadita; Abdurrahman Abdurrahman; Agus Suyatna
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i3.3739

Abstract

Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh implementasi kurikulum terpadu model integrated berbasis STEM menggunakan flipped classroom dalam  meningkatkan penguasaan konsep peserta didik. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, maka kelas sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII I SMP Al-Kautsar Bandar Lampung tahun ajaran 2020/2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu Pre-eksperimental dengan jenis One-Group­-Pretest-Posttest. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar tes soal pilihan ganda. Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan STEM mampu meningkatkan penguasaan konsep siswa hal ini terlihat dari nilai rata-rata nilai posttest siswa lebih unggul daripada nilai rata-rata pretest, yaitu 84,29 > 66.79.  Berdasarkan hasil data penelitian menunjukkan nilai rata-rata N-gain, yaitu sebesar 0,503 yang berkatagori sedang, dan nilai signifikasi pada uji Paired Sample T-test sebesar 0,000 artinya bahwa implementasi kurikulum terpadu model integrated berbasis STEM mampu meningkatkan penguasaan konsep siswa pada materi global warming. Melalui pendekatan STEM yang diterapkan pada materi global warming peserta didik membentuk sikap kreatifitas, meningkatkan pemahaman materi, dan menggiring peserta didik untuk lebih menyadari pentingnya menjaga lingkungan. The purpose o this study is to find out the effect of implementing a STEM-based integrated model curriculum using a flipped classroom in increasing students' mastery of concepts. The sample in this study were 7th grade I students of Al-Kautsar Bandar Lampung Junior High School in the academic year 2020/2021. The research design used in the research is Pre-experimental with the type One-Group¬-Pretest-Posttest. The instrument in this study used a multiple-choice test sheet. Learning by applying the STEM approach can increase students' mastery of concepts; this can be seen from the average posttest value, which is greater than the pretest score, which is 84.29 > 66.79. Based on the research data results, the average N-gain is 0.503 medium-category. The significance value of the Paired Sample T-test is 0.000, meaning that implementing the STEM-based integrated curriculum can improve students' mastery of concepts in global warming material. Through the STEM approach applied to global warming material, students form a creative attitude, enhance understanding of the material, and better realise the importance of maintaining the environment. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Connected Materi Konsep Cahaya Sugeng Wibowo; Amiruddin Hatibe; I Komang Werdhiana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i3.3369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA terpadu tipe connected materi konsep cahaya, serta mendeskripsikan kelayakannya yang ditinjau dari: 1) validitas perangkat pembelajaran materi konsep cahaya; 2) respons siswa terhadap perangkat; dan 3) hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan metode R&D model Kemp serta analisis fenomenologis. Hasil yang diperoleh berupa: 1) kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Buku Bacaan Siswa, Lembar Kerja Siswa, dan Tes hasil Belajar adalah berkategori baik; 2) respon siswa terhadap perangkat pembelajaran terpadu  tipe connected baik; 3) produk hasil pengembangan perangkat yang dikembangkan berdampak signifikan terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Poso. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA terpadu tipe connected materi konsep cahaya layak untuk digunakan. Produk pengembangan ini dapat dimanfaatkan menjadi salah satu alternatif pada pembelajaran materi konsep cahaya.
Pengembangan modul pembelajaran IPA SMP berbasis literasi sains pada materi sistem tata surya Muhammad Novaldy Nur Dwinanda Wahab; Maya Istyadji; Rizky Febriyani Putri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i3.3675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas modul pembelajaran IPA SMP berbasis literasi sains pada materi sistem tata surya berdasarkan penilaian para validator. Modul pembelajaran dikembangkan dengan model pengembangan 4D. Tetapi, pada penelitian ini hanya sampai pada tahap validasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi modul pembelajaran berbasis literasi sains, yang telah di validasi oleh lima orang validator. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis validitas isi menurut Aiken’s V. sedangka kriteria valid yang digunakan berdasarkan tabel Aiken’s V adalah nilai indeks V yang didapat minimal berjumlah 0.87. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan data hasil validasi menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis literasi sains memiliki tingkat validitas yang sangat baik ditinjau dari lima aspek: 1) kelengkapan penyajian buku memperoleh skor 0.96 kriteria sangat valid, 2) kelayakan isi memperoleh skor 0.90 kriteria sangat valid, 3) teknik penyajian memperoleh skor 0.98 kriteria sangat valid, 4) bahasa memperoleh skor 0.93 kriteria sangat valid, dan 5) literasi sains memperoleh skor 0.84 juga dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan modul pembelajaran IPA SMP berbasis literasi sains pada materi sistem tata surya yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan valid pada kelima aspek tersebut. Peneliti berkeyakinan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan ini dapat memfasilitasi guru dalam proses pembelajaran dan diharapkan dengan modul pembelajaran yang dikembangkan ini peserta didik juga dapat memahami dan menguasai pembelajaran IPA terpadu dengan lebih mudah.

Page 9 of 31 | Total Record : 307