cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 616 Documents
PEMALI DALAM BUDAYA ETNIK DAYAK LUNDAYEH DI KOTA SAMARINDA: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA Rujina, Rujina; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i4.2858

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna tanda semiotika dalam pemali yang ada dalam masyarakat etnik Dayak Lundayeh yang berdomisili di Kota Samarinda. Penetilian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemali apa saja yang diketahui dan dilaksanakan oleh etnik Dayak Lundayeh yang berada di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur; (2)  mendeskripsikan makna tanda yang terkandung dalam pemali etnik Dayak Lundayeh yang berada di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa teks pemali yang diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat etnik Dayak Lundayeh di Kota Samarinda, sedangkan sumber data dalam penelitian ini, yaitu informan dari masyarakat etnik Dayak Lundayeh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, perekaman, dan pencatatan. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang melihat tanda dalam dua tingkat pemaknaan, yaitu pemknaan tingkat satu (denotasi) dan pemaknaan tingkat dua (konotasi). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna tanda pada pemaknaan tingkat kedua menjelma menjadi mitos. Dari 41 rumusan pemali yang diketahui dan 20 rumusan pemali dilaksanakan oleh masyarakat etnik Dayak Lundayeh di Kota Samarinda terdapat 2 pemali yang berkaitan dengan kesehatan, 14 pemali yang berkaitan dengan keselamatan, 1 pemali yang berkaitan dengan rezeki dan 3 pemali berkaitan dengan jodoh.This study discusses the meaning of the semiotic  sign in the pamali of  dayak Lundayeh ethnic community. This study aims to (1) find out pamali that are recognize and exerised by the Dayak Lundayeh ethnic community in Samarinda city; (2) describ the meaning of sign in the pamali of  the Dayak Lundayeh ethnic in Samarinda city. The research is a  field research using qualitative approaches with descriptive method. This data of this study were in the from of pamali  text that was known and conducted by the Dayak Lundayeh ethnic  community in Samarinda city, while the source of the data were informants from the Dayak Lundayeh. Data collection was done by interview, recording, and note taking techniques. Then, the data were analyzed using Roland Barthes  semiotic theory which sees the sign in two levels of meaning, namely first level meaning (dentations) and second level meaning (connotations). The results of this study indicatethat the meaning of the sign at the second level meaning  emerges to be myth. Of the 41 pamali known and conducted and 20  pamali is that conducted by the Dayak Lundayeh ethnic community in Samarinda city,  2 pamali were health  related, 14 pamali related to safety, 1 pamali  related with sustenance and 3 pamali With regards to soul mate.
GAYA BAHASA LIRIK LAGU DALAM ALBUM RUANG TUNGGU KARYA MOHAMMAD ISTIQAMAH DJAMAD Asriani, Nur; Mulawarman, Widyatmike Gede; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3469

Abstract

Gaya bahasa digunakan untuk mendeskripsikan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada lirik lagu dalam album Ruang Tunggu karya Mohammad Istiqamah Djamad. Lirik lagu merupakan karya tulis yang berisi kata-kata indah dalam setiap baitnya, lirik lagu yang menjadi daya tarik berupa permainan kata makna dan gaya bahasa. Permainan kata seperti gaya bahasa dan makna dengan tujuan untuk memperkuat nada yang disesuaikan dengan lirik lagu sehingga pendengar semakin terbawa dalam suasana irama lagu.
ILLOCUTIONARY ACTS PERFORMED BY THE MAIN CHARACTER IN THE MATRIX MOVIE Nainggolan, Olleta Vichi; Arifin, M. Bahri; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i3.3006

Abstract

ABSTRACTThe aims of this research were to find out the illocutionary acts performed by the main character in The Matrix movie and to identify the context underlying the illocutionary acts in the main character’s utterances. This research used Searle’s classification of illocutionary acts and Hasan and Halliday’s theory of context. There were 3 steps that applied on this research. The first was to select the utterances spoken by Neo as the main character in The Matrix movie which contain illocutionary acts and categorized them; then identified the context. The second step was to present the findings by using descriptive method. The last step was to draw the conclusion. There were four types of illocutionary acts found in the utterances spoken by Neo. The data were classified into representatives (24), directives (82), commissives (2), and expressives (5). However, the declaratives types of illocutionary acts were not found in the main character’s utterances because Neo had no power or authority to change the reality with his words in The Matrix movie. From the findings, directives were the dominant type of illocutionary acts in the main character’s utterances because he repeatedly expressed his utterances in direct way by questioning, ordering, begging and asking. The context of the utterances is described by identifying the field, tenor and mode of each utterance spoken by the main character in the movie.Key words: Speech Act, Illocutionary Acts, Utterance, Context
MAKNA BENDA SIMBOLIK DALAM KUMPULAN PUISI MAHNA HAURI KARYA HASAN ASPAHANI PENDEKATAN SEMIOTIK MICHAEL RIFFATERRE Marangga, Samsir
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i4.3191

Abstract

The poetry collection "Mahna Hauri" contains narrative poetry and uses two languages, Indonesian and English. This collection of poems has three subtitles, the first part contains "Beberapa Bait Rambut", the second part contains "Beberapa Helai Fabel", the third is about "Kita pun Bertukar Sebelah Sepatu". This division is useful for making it easier for the reader, in selecting subsections of titles contained in poetry books. The formulation of the problems in this research are (1) how are the heuristic, hermeneutic, and hypogram readings in the collection of Hasan Aspani's "Mahna Hauri" poetry? (2) what is the meaning of the symbolic objects contained in Hasan Aspani's collection of poetry "Mahna Hauri"? The objectives of this study were (1) to describe the heuristic, hermeneutic, and hypogram readings of Hasan Aspahani's poetry collection "Mahna Hauri". (2) to describe the meaning of symbolic objects contained in Hasan Aspahani's collection of poetry "Mahna Hauri". This type of research is literature study with a descriptive qualitative approach. The data used in this study were five poems in Hasan Aspani's book of poetry collection "Mahna Hauri". Meanwhile, the data source is Hasan Aspani's poetry collection book "Mahna Hauri". The data collection techniques used include: data reduction, description, drawing conclusions, and validation or verification. The data analysis technique used Michael Riffaterre's semiotic analysis. The results of the analysis of the meaning of the symbolic objects in the five poems contained in Hasan Aspahani's collection of poems "Mahna Hauri" can be concluded as follows: The poem "Bocah Berambut Basah" is a hypogram for the poem ":anak Desa Melihat Surga" by Nugroho Suksmanto. There are at least three meanings of symbolic objects found in the poem "Bocah Berambut Basah". 1) a child, in this poem, a child means innocence, has high curiosity, and is easy to imitate what he sees, 2) mirror, which means a symbol of view, 3) comb, comb means neatness.
PEMALI DALAM BUDAYA ETNIK BALI DI SAMARINDA: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA Kartika, Yuni; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i3.2857

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang makna tanda semiotika pemali pada masyarakat etnik Bali yang berdomisili di Samarinda. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk (1) mengetahui pemali apa yang diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat etnik Bali; (2) mendeskripsikan makna tanda yang terkandung dalam pemali etnik Bali. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa teks pemali yang diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat etnik Bali, sedangkan sumber data dalam penelitian ini, yaitu informan masyarakat etnik Bali. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, pererekaman, dan pencatatan. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang dapat dilihat dari makna denotatif atau makna nyata (sebenarnya) yang sesuai kamus adalah pemaknaan tingkat satu, dan makna konotatif atau makna kiasan adalah bentuk akibat yang akan menjadi tanda pemaknaan tingkat dua, dan akan menjadi mitos. Dalam penelitian ini dikumpulkan 23 pemali yang diketahui dan 16 pemali yang dilaksanakan, terkait data PL 1-6 berkaitan dengan kesehatan, data PL 7-14 berkaitan dengan keselamatan, data PL 15-16 berkaitan dengan rezeki. ABSTRACTThis study discusses the meaning of the sign Pamali in ethnic Balinese people residing in Samarinda. This study aims to (1) what pamali that are meognizer and proctecol the Bali ethnic community in samarinda city; (2) describ the meaning of sign contained in the pamali of Balinese ethnic. This research is a field research using qualitative approaches with descriptive methods. The data of this study were in the from of pamali text that were known and conducted by the Balinese ethnic community in Samarinda ciy, which the data source was the informant of ethnic Balinese. Data collection was done by interview, recording, and note taking techniques. Then, the data were analyzed using Roland Barthes semiotic theory which sees the sign in two levels of meaning, namely first level meaning (dennotation) and second level meaning (connotations) in this study collected 23 pamali know and 16 pamali conducted, including PL 1-6 data relating to health, PL 7-14 data relating to safety, PL 15-16 data relating to fortune.
TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL DIARY SANG MODEL KARYA NOVANKA RAJA Magdalena, Dhe Silva; Hudiyono, Yusak; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i1.3173

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan jenis tokoh dan teknik penokohan dalam novel Diary Sang Model karya Novanka Raja. Novel Diary Sang Model merupakan novel populer yang dibuat berdasarkan kisah nyata yang berisikan tentang kehidupan seorang model. Penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana jenis tokoh dalam novel Diary Sang Model karya Novanka Raja, dan bagaimana teknik penokohan dalam novel Diary Sang Model karya Novanka Raja. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran jenis tokoh dalam novel Diary Sang Model karya Novanka Raja, dan mendeskripsikan teknik penokohan dalam novel Diary Sang Model Karya Novanka Raja. Jenis penelitian yang digunakan berupa jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang memaparkan suatu masalah sesuai dengan permasalahan yang ada pada penelitian. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik membaca dan mencatat. Analisis data yang dilakukan dengan cara analisis secara langsung kemudian diklarifikasikan menurut kriteria atau pola tertentu dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka terdapat unsur instrinsik dalam novel yaitu tokoh dan penokohan. Tokoh merupakan pelaku rekaan yang memainkan peran dengan berbagai watak dan sifat yang dimilikinya yang ditampilkan dalam suatu karya naratif. Berikut penelitian jenis tokoh berdasarkan peran, yaitu tokoh utama, tokoh tambahan, dan berdasarkan wataknya adalah tokoh protagonis, tokoh antagonis, tokoh sederhana, tokoh bulat, tokoh statis dan tokoh berkembang. Penelitian penokohan tersebut terdiri dari teknik ekspositori/analitis (langsung), teknik dramatik (tidak langsung) yang terdiri dari teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar dan teknik pelukisan fisik.
FEMINISME LIBERAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Rizki, Anisa; Sulistyowati, Endang Dwi; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v5i1.3031

Abstract

Ketidakadilan yang dialami perempuan memunculkan sebuah gerakan feminisme. Perempuan berjuang mendapatkan kebebasan untuk setara dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perjuangan tokoh utama terbebas dari diskriminasi sistem patriarki dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini menggunakan kajian feminisme liberal abad 19 yang diusung oleh John Stuart Mill dan Harriet Taylor. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah frasa, klausa dan kalimat. Sumber data yaitu novel Bidadari Bermata Bening. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk perjuangan tokoh utama untuk bebas dari diskriminasi karena adanya sistem patriarki. Bentuk perjuangan tokoh utama berdasarkan feminisme liberal abad ke-19 John Stuart Mill dan Harriet Taylor terdiri dari, bentuk perjuangan tokoh utama dalam pendidikan, bentuk perjuangan tokoh utama melawan kawin paksa, bentuk perjuangan tokoh utama sebagai alat politik dan bentuk perjuangan tokoh utama dalam bekerja. 
EMOTION OF DOMINANCE DEPICTED BY AMY ELLIOT DUNNE OF "GONE GIRL" FILM Andina, Maisyara; Sili, Surya; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i3.2891

Abstract

ABSTRACTThe purposes of this research were to find the dominance emotion and the ideal characteristics for woman based on radical libertarian feminism perspectives in the character of Amy Elliot Dunne of Gone Girl film. This research was categorized as descriptive qualitative research and used content analysis approach. The researchers used Gone Girl (2012) film and its film script as the sources of data. The data were taken from the narrations, monologues and dialogues of Amy and other characters that indicating Amy’s dominance emotion and her characteristics and compared with the ideal characteristics for woman based on radical libertarian feminism perspectives using Marston D.I.S.C. theory and radical libertarian feminism theory. The findings reveal that Amy indeed posseses dominance emotion that makes her as an androgyny to overcome her bad experiences and her characteristics fulfill the ideal characteristics for woman according to radical libertarian feminists. The film showed that Amy presented a woman who no longer became the inferior group in the society and can be free in the male-ruled realm by having status, education, and money which are the purposes of radical libertarian feminism. However, the researchers came to the conclusion that she does not fit to be a role model of radical libertarian feminism as she originally created as a villain character of the film that she presented her bad behavior at some point through the film. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menenemukan emosi dominan dan karakteristik-karakteristik ideal untuk wanita berdasarkan pandangan para feminis radikal libertarian di dalam karakter Amy Elliot Dunne dari film Gone Girl. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan analisa konten. Peneliti menggunakan film Gone Girl (2012) dan naskah filmnya sebagai sumber dari data. Data didapat dari narasi, monolog dan dialog dari Amy dan karakter-karakter lain yang mengindikasikan emosi dominan dari Amy dan hubungan karakternya dengan karakter ideal wanita berdasarkan pandangan feminis radikal libertarian menggunakan teori D.I.S.C Marston dan teori feminis radikal libertarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amy benar memiliki emosi dominan  yang membuatnya sebagai seorang androgini, hal itu untuk melawan pengalaman-pengalaman buruknya, dan karakteristiknya tersebut membuatnya memenuhi kriteria ideal untuk wanita menurut feminis radikal libertarian. Film Gone Girl menampilkan Amy sebagai wanita yang bukan merupakan golongan inferior di masyarakat dan juga ia sebagai wanita yang merdeka di dalam dunia yang didominasi pria dengan memiliki status, berpendidikan, dan harta yang merupakan tujuan dari feminis radikal libertarian. Akan tetapi, peneliti mengambil kesimpulan bahwa karakter Amy tidak layak untuk dijadikan sebagai panutan yang mewakili feminis radikal libertarian dikarenakan Amy pada dasarnya diciptakan sebagai tokoh jahat dalam film yang menampilkan perilaku menyimpangnya  sampai pada poin tertentu di dalam film.   
SARTRE’S EXISTENTIALISM IN HERMANN HESSE’S DEMIAN: THE STORY OF EMIL SINCLAIR’S YOUTH NOVEL Mardiani, Lea; Natsir, M.; Nasrullah, Nasrullah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3208

Abstract

This study discussed about the phenomena in the society which human shown their existence and adapted on literary work. This study used Hermann Hesse’s work entitled Demian: The Story of Emil Sinclair’s Youth Novel. This study used Satre’s existentialism study on the ideas of finding the characteristic of Satre’s existentialism in hesse’s works. This study also used Gill and Kenan’s explanation to get through understanding of the main character acts, narrations, dialogs on the research itself. This study aims to examine the characteristic of Sartre’s existentialism in the novel and how the representation of existentialism in the main character. The researcher used qualitative-phenomenology theory to describe human experiences in a certain phenomenon. The results of this research that, there are three conception of Sartre’s existentialism found in main character, Emil Sinclair which is Abandoned by God, Despair and Anguish. Also the researcher concluded that the main character became atheist in the end of the story which he did not choose the two world represent of religion path and the rebellion path. He wants to lives among the society peacefully full of conscious and consideration.
FEMINISME LIBERAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Rizki, Anisa
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i3.3026

Abstract

Ketidakadilan yang dialami perempuan memunculkan sebuah gerakan feminisme. Perempuan berjuang mendapatkan kebebasan untuk setara dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perjuangan tokoh utama terbebas dari diskriminasi sistem patriarki dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini menggunakan kajian feminisme liberal abad 19 yang diusung oleh John Stuart Mill dan Harriet Taylor. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah frasa, klausa dan kalimat. Sumber data yaitu novel Bidadari Bermata Bening. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk perjuangan tokoh utama untuk bebas dari diskriminasi karena adanya sistem patriarki. Bentuk perjuangan tokoh utama berdasarkan feminisme liberal abad ke-19 John Stuart Mill dan Harriet Taylor terdiri dari, bentuk perjuangan tokoh utama dalam pendidikan, bentuk perjuangan tokoh utama melawan kawin paksa, bentuk perjuangan tokoh utama sebagai alat politik dan bentuk perjuangan tokoh utama dalam bekerja.