cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 616 Documents
TEKNIK PENCERITAAN DALAM KUMPULAN CERPEN HARGA DIRI KARYA SYAFRUDDIN PERNYATA TINJAUAN FORMALISME RUSIA Herawati Tarigan; Akhmad Murtadlo; Dahri Dahlan
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.3947

Abstract

Fokus penelitian ini menggunakan konsep Victor Shklovsky untuk mendeskripsikan teknik penceritaan yang digunakan pengarang dalam kumpulan cerpen yang berjudul Harga Diri. Teori Formalisme Rusia akan digunakan peneliti untuk memaparkan teknik penceritaan pengarang dan sarana retorika yang dipilih pengarang dalam memperlambat dan mengulur-ulur kisah dalam cerpen. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dan sumber data terdapat dalam tujuh kumpulan cerpen Harga Diri. Teknik penyediaan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian analisis menggunakan teori Formalisme Rusia pada kumpulan cerpen dapat menunjukan teknik-teknik yang digunakan pengarang dalam pengasingan cerita. Teknik yang digunakan adalah tekni penceritaan orang pertama, teknik penceritaan orang ketiga, teknik penceritaan orang campuran, teknik monolog interior, teknik pengamatan, teknik dialog dan teknik imbas kembali dan pengarang menggunakan gaya bahasa untuk memperindah peristiwa di dalam cerita  yaitu terdapat gaya bahasa hiperbola, majas sarkasme, majas perumpamaan, majas sinestesia, majas metafora, majas metonimia, majas personifikasi, dan majas antithesis. Pada akhir cerita, pengarang memanfaatkan suspence untuk menimbulkan efek kejutan atas kenyataan mengenai kehidupan tokoh.
SOCIAL CLASS REFLECTED ON TONY MONTANA IN BRIAN DE PALMA’S SCARFACE FILM (1983) Hafiezd, Rizki Chaidier; Natsir, M.; Muhajir, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3378

Abstract

This research analyze social class as the social phenomena, where social class became life purposes for someone to achieve to be prominent among the society, love and financially. Those phenomenon shows on a film called Scarface, that the researcher uses as the object of the research. From those movie social class portrayed as the most important things to their society life. This research purposed to understand social class on the main character of Scarface movie. This research uses descriptive qualitative method with sociological approach. Sociological approach that researcher uses, was Marx, and Max Weber concept of social class. Which the researcher use to look and identify the condition of the main character on Scarface. The researcher also uses seven tool of character assessment from Literary Element of Characterization from Francis Bacon to dig the reflection of social class on Tony Montana character in Scarface film. Conclusion of this research is The Scarface film, shows social class reflection of how an immigrant from communist Cuba reflected life of his social class and affects his social life in capitalist country The America.
CODE SWITCHING AND CODE MIXING ON CHINA RICH GIRLFRIEND NOVEL BY KEVIN KWAN Lisa Agustiyana Budi; Surya Sili; Chris Asanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.4045

Abstract

This research aimed to find the classification of code switching and code mixing types, and the identification of the reasons that indicated the characters performing code switching and code mixing in the novel entitled China Rich Girlfriend by Kevin Kwan. The researcher used qualitative and content analysis approach in analyzing and interpreting the data. The data source of this research was China Rich Girlfriend novel and data were generated from the dialogues and utterances by the characters which contained the practice of code switching and code mixing. Through the finding of the analysis, there were 87 practices of code switching which is divided into three types. Those are intra-sentential switching, inter-sentential switching and tag switching. And there were 60 practices of code mixing which is known as insertion, alternation and congruent lexicalization. The reasons of the characters performing code switching and code mixing are talking about particular topic, interjection, quoting somebody else, being emphatic about something and expressing group identity.
MASCULINITY IN JESMINDER BHAMRA AS THE MAIN CHARACTER OF BEND IT LIKE BECKHAM FILM Fitriani Fitriani; Satyawati Surya; Anjar Dwi Astuti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3454

Abstract

This study aimed to reveal the masculinity traits in Jesminder Bhamra of Bend It Like Beckham film based on Bem’s theory and to find out the characteristics of Jesminder Bhamra as portrayed in the film by using Reaske’s theory of characterization. This study used qualitative design with content analysis approach. The source of data in this study was Bend It Like Beckham film script, while the data consisted of dialogues, utterances, and scenes related to Jesminder Bhamra’s masculinity traits. From the total twenty indicators of masculinity traits, Jesminder Bhamra showed to have eight kinds of masculinity traits such as aggresive, ambitious, analytical, athletic, competitive, defends own belief, has leadership ability, and masculine. Jesminder Bhamra character was characterized through the five tools of characterization from the six tools in Reaske’s theory; they are appearance, aside and soliloquy, dialogues, hidden narration, and actions.
CLASS EXPLOITATION IN RON RASH’S SERENA NOVEL: A MARXIST CRITICISM Richi Paglinawan; Surya Sili; Fatimah Muhajir
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4220

Abstract

This research has examined the marxist feminist and patriarchy as the types and form of female issues based on research questions. By using qualitative method, this research uses qualitative research managed to find the issues that occur in this film about how capitalists and patriarchy create the issues toward women. This research tries to identify the types of woman issues contained in the film Suffragette. This film is directed by Sara Gavron. The Suffragette film was inspired by the true story of a group of women activists led by Emmeline Pankhurst, in fighting for women's rights to political and economic participation. Suffragette tells the story using the perspective of the character of Maud Watts, a laundry service worker who joined Pankhurst in raising the issue of women's rights to vote before Parliament; which allowed mainly for upper class men. This research shows the imbalance of political opportunity between the upper class and lower class the dominance of masculinity over female workers. The values of Marxist Feminism were seen through scenes when the character of Maud Watts  testifies before the court and in the Horse Race scene in which the Suffragette groups protest. The court scene shows opposition from women's labor groups, representing women to fight for equality between men and women.
PERJUANGAN TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN KAJIAN FEMINISME SOSIALIS Ita Rosita; Yusak Hudiyono; Irma Surayya Hanum
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3503

Abstract

Novel Ibuk menghadirkan tokoh perempuan yang tangguh dan berjuang untuk mendapatkan kesetaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan perjuangan tokoh utama perempuan dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan kajian feminisme sosialis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu untuk memperoleh informasi dan gambaran perjuangan tokoh perempuan dalam novel Ibuk berdasarkan teori feminisme sosialis. Teknik pengumpulan data yang diguunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca,simak, dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, selanjutnya data disajikan dalam bentuk kutipan kalimat yang mengandung unsur feminisme sosialis berdasarkan fakta cerita pada novel melalui alur, tokoh dan penokohan serta latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta cerita pada novel Ibuk karya Iwan Setyawan, terdiri atas tokoh dan penokohan, alur, dan latar. tokoh-tokoh yang berperan dalam novel ini mempunyai peranan tokoh utama dan tokoh tambahan. Latar secara umum berada di Kota Batu dan New York, dengan suasana kehidupan pedesaan dan perkotaan. Novel ini menggunakan alur maju. Perjuangan tokoh perempuan dalam menghadapi sistem kapitalis terdiri dari beban kerja dan bentuk perjuangan perempuan mendapatkan upah dan biaya untuk kehidupan serta pendidikan anak-ananya, sedangkan perjuangan perempuan menghadapi sistem patriarki dilihat dari kepemilikan pribadi yang dialami perempuan dan bentuk perjuangan agar anak-anaknya tidak hidup seperti dirinya.
MAKNA PEKATOQ DALAM TRADISI UMAN JENAI SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR) James, Ernny; Mursalim, Mursalim; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3952

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau? (2) Bagaimana fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau?. Tujuan penelitian adalah (1) mendeksripsikan makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau, (2) mendeksripsikan fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah kalimat hasil transkripsi dari wawancara dan rekaman terhadap narasumber dalam upacara uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu informan yang mengetahui atau mengerti betul tentang pekatoq dalam tradisi Uman Jenai. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni transkripsi, transliterasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis makna dan fungsi pekatoq dalam tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau adalah sebelum adanya tradisi Uman Jenai orang Dayak tidak tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, sehingga orang-orang dulu sering berkelahi mengambil hak orang lain bahkan sering membunuh satu sama lain. Hal itu terjadi karena tidak adanya aturan ataupun kepercayaan yang mengikat mereka. Sehingga diadakanlah tradisi Uman Jenai dimana semua aturan-aturan hidup bermasyarakat di buat oleh para leluhur pada saat itu dan aturan tersebut masih berlaku hingga sekarang bagi masyarakat suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Adapun fungsi dari Pekatoq terdiri atas empat, di antaranya: Sebagai sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, fungsi pendidikan, dan pengawas norma di dalam masyarakat.
THE PORTRAYAL OF PATRIARCHAL OPPRESSION TOWARDS DEJAH THORIS IN THE JOHN CARTER MOVIE BY ANDREW STANTON Rudiansyah, Rudiansyah; Surya, Satyawati; Fatimah, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3297

Abstract

Gender inequality between men and women are still having the same core problematic in the real life. This research is aimed to answer the questions about the portrayal of the patriarchal system in the John Carter movie and the influence of patriarchal system towards Dejah Thoris’ life in that movie. This research used two theories, namely Johnson’s Patriarchal theory and Young’s Oppression theory. The method that had been used by the researcher was the qualitative method. The result of this research shows that there are four kinds of patriarchal system. First, men dominate in politic sphere, military and domestic field. Second, men are identified as the leaders who have the ability to control and dominate women. Third, men regularly are involved in any situation and they always become the center of attention in society. Lastly, men character in the movie shows their obsession with control, it proved by their passion to controlling over in wide scale both in private and public sphere. Then, the fact about how Dejah Thoris is the victim of the oppressor that makes her life exploited, marginalized, less of power, forced by cultural imperialism, and treated violently. Despite, she resists to be silent and accept her path as an inferior person, however, she still be taken out and neglected.
ANALISIS JARGON VALENTINO SIMANJUNTAK PADA PERTANDINGAN SEPAK BOLA INDONESIA VS THAILAND AFF U16 CHAMPIONSHIP 2018: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK Adawiyah, Robiatul; Murtadlo, Akhmad; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3946

Abstract

Komentator sepak bola menggunakan jargon sebagai identitas diri. Selain itu, jargon juga digunakan sebagai sarana penuturan kata dengan lebih kreatif. Hal tersebut membantu mengedukasi masyarakat dan menambah kosakata baru. Penelitian ini mendeskripsikan tentang bentuk dan makna jargon yang digunakan Valentino Simanjuntak pada pertandingan sepak bola Indonesia vs Thailand AFF U 16 Championship 2018. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik penyediaan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan teori sosiolinguistik, satuan bahasa, dan makna untuk menemukan bentuk jargon, makna jargon, dan faktor yang memengaruhi penggunaan jargon Valentino Simanjuntak. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bentuk jargon yaitu (1) bentuk kata antara lain kata tunggal dan kata kompleks; (2) bentuk frase, antara lain frase nomina frase keterangan, frase verba, dan frase numeralia; (3) bentuk klausa, antara lain klausa verba klausa nomina; (4) bentuk kalimat, antara lain kalimat verba, kalimat nonverba, kalimat bebas, dan kalimat majemuk. Ada pula makna yang ditemukan yaitu; (1) makna denotatif, (2) makna konotatif, (3) makna asosiatif, (4) makna gramatikal, dan (5) makna peribahasa. Faktor yang memengaruhi penggunaan jargon Valentino Simanjuntak antara lain (1) faktor sosial, (2) faktor keinginan, dan (3) faktor situasi.
KARAKTERISTIK DIMENSIONAL TOKOH UTAMA MONOLOG RACUN TEMBAKAU JIM ADHI LIMAS DAN S. JAI: KAJIAN SASTRA BANDINGAN Herman, Herman; Mursalim, Mursalim; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Karakteristik dimensional tokoh utama dalam naskah drama monolog Racun Tembakau terjemahan Jim Adhi Limas 2) Karakteristik dimensional tokoh utama dalam naskah drama monolog Racun Tembakau saduran S. Jai 3) perbandingan karakteristik dimensional tokoh utama dalam naskah drama monolog Racun Tembakau terjemahan dan saduran. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan objektif menggunakan metode sastra bandingan, dengan memperoleh data berupa klasifikasi dialog karakteristik dimensional masing-masing tokoh. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat, data dianalisis menggunakan teknik analisis struktural objektif dan bandingan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) Karakteristik dimensional tokoh Ivan Ivanovich Nyukhin adalah fisiologis usia 35-65 tahun, laki-laki, cambang panjang, kumis klimis, sosiologis Achieved Status (atas kekayaan istri), dan pengajar, tidak bergelar akademik, suami dan ayah 6 anak perempuan, ceramah ilmiah, bangsa Rusia, psikologis melankoli, percaya diri, memendam perasaan, dan gugup, logis dan analitik. 2) Karakteristik dimensional: fisiologis usia 70 tahun, laki-laki, cambang panjang, kumis tipis, sosiologis Achieved Status (atas kekayaan istri), penulis karangan ilmiah, lulusan universitas, suami dan ayah 7 anak perempuan, ceramah ilmiah, pelatih teater, rapat dewan rakyat, komunitas ilmiah, dan LSM, berkebangsaan Indonesia, psikologis melankoli, sopan, sengsara, dan frustrasi, wawasan luas dan kemampuan menganalisa. 3) Persamaan karakteristik dimensional kedua tokoh yaitu dimensi fisiologis: jenis kelamin, dimensi sosiologis: status sosial, dimensi psikologis: temperamen. Perbedaan karakteristik dimensional kedua tokoh yakni dimensi fisiologis: usia dan keadaan tubuh, dimensi sosiologis: pekerjaan, pendidikan, kehidupan pribadi, aktivitas sosial, dan kebangsaan, dimensi psikologis: sikap dan perilaku serta IQ dan kecerdasan. The purposes of this research were to describe 1) Dimensional characteristics of the main characters in the monologue drama script “Racun Tembakau” translation Jim Adhi Limas 2) Dimensional characteristics of the main characters in the monologue drama script “Racun Tembakau” adaptation of S. Jai 3) comparison of the dimensional characteristics of the main characters in the monologue drama script “Racun Tembakau” translation and adaptation. This type of research uses an objective approach using the comparative literary method, by obtaining data in the form of a dialogue of the dimensional characteristics of each character. The data collection technique used is the technique of reading and recording, the data were analyzed using objective and comparative structural analysis techniques. The results of the study are as follows: 1) The dimensional characteristics of Ivan Ivanovich Nyukhin are physiologists aged 35-65 years old, male, long sideburns, mustache, hairline, sociological Achieved Status (on wife's wealth), and instructors, without academic title, husband and father 6 daughters, scientific lectures, Russian nationals, psychological melancholy, self-confidence, deep-seated feelings, and nervous, logical and analytic. 2) Dimensional characteristics: physiological age 70 years, male, long sideburns, thin mustache, sociological Achieved Status (on the wealth of the wife), scientific essay writers, university graduates, husband and father of 7 daughters, scientific lectures, theater trainers, meetings council of the people, scientific community, and NGOs, Indonesian nationals, psychological melancholy, polite, miserable, and frustrated, broad insight and analytical skills. 3) The equality of the two character's dimensional characteristics, namely the physiological dimension: gender, sociological dimension: social status, psychological dimension: temperament. Differences in the dimensions of the two characters are physiological dimensions: age and body state, sociological dimensions: work, education, personal life, social activities, and nationality, psychological dimensions: attitude and behavior as well as IQ and intelligence.