cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,305 Documents
Manajemen Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Neliwati, Neliwati; Pohan, Hadi Lapian; Rambe, Faisal Fahmi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2408

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has changed the educational paradigm as a whole, including Islamic Religious Education (PAI). The digital era brings new opportunities as well as challenges that need to be overcome to maximize the potential of Islamic education. PAI curriculum management in the digital era requires appropriate strategies for integrating technology to increase the relevance and effectiveness of learning. The integration of technology in PAI curriculum management can increase interactivity and learning quality. Adequate technological infrastructure and solid digital skills are required from educators and students. Tailoring relevant content is key to delivering effective learning. Literature studies emphasize curriculum development that is responsive to technology, innovative learning methods, and technology-based evaluation. Policies that support the use of technology in PAI need to be improved to ensure safe and effective use. This research uses a qualitative approach to identify main themes in PAI curriculum management in the digital era, showing that ICT integration can strengthen the quality of PAI learning and prepare students to face global challenges in the digital era. Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah paradigma pendidikan secara menyeluruh, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Era digital membawa peluang baru sekaligus tantangan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi pendidikan Islam. Manajemen kurikulum PAI di era digital memerlukan strategi yang tepat untuk mengintegrasikan teknologi guna meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran. Integrasi teknologi dalam manajemen kurikulum PAI dapat meningkatkan interaktivitas dan kualitas pembelajaran. Diperlukan infrastruktur teknologi yang memadai serta keterampilan digital yang solid dari pendidik dan peserta didik. Penyesuaian konten yang relevan merupakan kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang efektif. Studi literatur menekankan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap teknologi, metode pembelajaran inovatif, dan evaluasi berbasis teknologi. Kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi dalam PAI perlu ditingkatkan untuk memastikan pemanfaatan yang aman dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam manajemen kurikulum PAI di era digital, menunjukkan bahwa integrasi TIK dapat memperkuat kualitas pembelajaran PAI dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dalam era digital.
Pengembangan E-Modul Berbasis Flip PDF Professional pada Materi Gaya dan Perubahan Energi Kelas IV SDN Sepatan 3 Kabupaten Tangerang Fadilah, Ahmad Arif; Latifah, Nur; Safitri, Agustini
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2409

Abstract

Research with the development of a Professional Flip Pdf based E-Module on Force and Energi Changes for Class IV SDN Sepatan 3 Tangerang Regency in this learning aims to produce a product in the science subject. This development uses the ADDIE model procedure with 5 stages, namely: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This development also went through a validation stage with material experts, namely by getting a percentage result of 86% with the criteria "Good", media experts with a percentage score of 89% "Very Good", class teachers with a percentage score of 80% "Good", and the results of the large group trial, namely one class with a total of 44 students, obtained a score of 4.44 and a percentage of 88.8% with the criteria "Very Good/Decent". This is also known from the results of the percentage of E-Module use at 88.8%. and the minimum completeness criteria (KKM) value in science learning in class IV is 75. So the conclusion from the development of E-modules in science learning when using professional flip pdf based E-modules on force and energi changes is that there is a percentage increase of 18 .4%. Based on these results, the Professional Flip Pdf Based E-module media product on Force and Energi Changes Class IV can be said to be Very Good/suitable for use.
Resiliensi Peserta Didik dalam Menghafalkan Materi Q.S. Al-Ma’idah (5): 3 dan Q.S. Al-Hujurat (49): 13 SDN Kauman Jepara Mardiyah, Nuzul Ainal; Saefudin, Ahmad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2413

Abstract

The number of students who are able to memorize well is only half the number of students in the class. This research aims to describe resilience and identify supporting and inhibiting factors for the resilience of class VI students at SDN Kauman Jepara in memorizing Q.S Al-Ma'idah (5): 3 and Q.S Al-Hujurat (49): 13. The results show the resilience of class VI students at SDN Kauman Jepara who have difficulty memorizing. Aspects include: 1) personal competence, high standards, and tenacity, 2) trust in others, tolerance of negative emotions, and resilience in facing stress, 3) positive acceptance of change and the ability to establish safe relationships with others, 4) self-control , and 5) spirituality. The resilience process memorizes, namely, person-focused models and the ecological definition of resilience. The supporting factors are the desire to get grades, the ability to read the Koran well, and family social support. Meanwhile, factors inhibiting students' resilience in memorizing are motivational factors, reading ability, friendship environment, family social support, and lack of time. Abstrak Jumlah peserta didik yang mampu menghafal dengan baik hanya setengah dari jumlah peserta didik di kelas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resiliensi dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat daya resilien peserta didik kelas VI SDN Kauman Jepara dalam menghafalkan Q.S Al-Ma'idah (5): 3 dan Q.S Al-Hujurat (49):13. Hasil menunjukkan resiliensi peserta didik kelas VI SDN Kauman Jepara kesulitan dalam menghafalakan. Aspeknya meliputi: 1) kompetensi personal, standar tinggi, dan keuletan, 2) kepercayaan pada orang lain, toleransi emosi negatif, dan ketahanan menghadapi stres, 3) penerimaan positif terhadap perubahan dan kemampuan menjalin hubungan yang aman dengan orang lain, 4) kontrol diri, dan 5) spiritualitas. Proses resiliensi menghafalkan yakni, person-focused models dan ecological definition of resilience. Faktor pendukungnya, yakni kemauan dapat nilai, kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik, dan dukungan sosial keluarga. Sedangkan faktor penghambat daya resiliensi peserta didik untuk menghafalkan, yakni faktor motivasi, kemampuan membaca, keadaan lingkungan pertemanan, dukungan sosial keluarga, dan kurangnya waktu
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Santri Prayitno, Asyhari Eko; Astutik, Anita Puji
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2414

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Penelitian ini bertujuan untuk menanalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap tingkat konsentrasi belajar santri. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Adapun lokasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin sehingga populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh santri-santriwati di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampel jenuh. Adapun analisis data yangsdigunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin.
Menjelajahi Dimensi Batin: Tasawuf dan Keterkaitannya dengan Ilmu Jiwa Agama Sudirman, Sudirman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 9 No. 3 (2022): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v9i3.2415

Abstract

Penelitian ini mengulas tentang keterkaitan antara tasawuf dan ilmu jiwa agama dalam konteks eksplorasi dimensi batin. Tasawuf, sebagai cabang mistik dalam Islam, mengeksplorasi aspek-aspek spiritual dan batiniah manusia melalui praktik keagamaan yang mendalam. Di sisi lain, ilmu jiwa agama mempelajari pengalaman spiritual dan transformasi diri melalui prisma agama-agama dunia. Studi ini mendiskusikan bagaimana tasawuf sebagai suatu disiplin spiritual menawarkan kerangka kerja untuk menjelajahi dimensi batin manusia melalui meditasi, zikir, dan praktik kontemplatif lainnya. Dalam konteks ini, tasawuf tidak hanya mengajarkan pengendalian diri dan pencapaian tujuan spiritual, tetapi juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap jiwa dan psikologi manusia. Keterkaitannya dengan ilmu jiwa agama menyoroti persamaan dalam tujuan mereka untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensi manusia dan hubungannya dengan yang Ilahi. Analisis ini juga mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep seperti transformasi diri, penyerahan diri (surrender), dan pencarian kebenaran universal menghubungkan tasawuf dengan kerangka kerja yang dipelajari dalam ilmu jiwa agama. Secara keseluruhan, pemahaman terhadap hubungan antara tasawuf dan ilmu jiwa agama menawarkan wawasan yang kaya akan kompleksitas dimensi batin manusia dalam konteks spiritualitas Islam dan perspektif komparatif dari berbagai tradisi keagamaan.
School Culture-Based Character Education: Implementation of Strengthening Religious Character in Islamic Primary Schools Cahyanto, Bagus
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.2417

Abstract

Character is an important part to be developed in educational practices at school. Elementary schools as the foundation for instilling values ??have a strategic role in strengthening the character of students. This research aims to reveal the practice of strengthening religious character based on school culture at MI Al Ma'arif 07 Singosari Malang. Researchers used a descriptive qualitative approach, where data collection was carried out through interviews, observation and documentation. Researchers used a descriptive qualitative approach in this research, where data collection was carried out through various methods to gain an in-depth understanding of the phenomenon under study. This approach was chosen to dig deeper into the processes and experiences experienced by the research subjects, as well as the context in which the school culture-based religious character strengthening program was implemented. Based on the research results, it shows that all elements in the school are able to collaborate well to create a strong religious character in students. Various religious programs are designed and implemented regularly to achieve this goal. Schools understand the importance of forming students' religious character from an early age as a foundation for future life. The findings in this research are that the practice of strengthening religious character based on school culture is carried out through various programs including congregational Dhuha prayers, congregational Dhuhur prayers, reciting Juz Ama before learning, reading surah yaasiin and tahlil on Fridays, reciting Rotibul Hadad, and literacy activities.
Pilar-pilar Kehidupan Beragama: Eksplorasi Perkembangan Jiwa pada Masa Anak-anak Sudirman, Sudirman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i1.2418

Abstract

This study explores the spiritual development of children within the context of the pillars of religious life. The primary focus of the research is to understand how factors such as beliefs, religious practices, and spiritual experiences influence the emotional, social, and psychological development of children. The research approach employs qualitative methods, conducting in-depth interviews with 30 children aged 6-12 years from various religious backgrounds. The findings indicate that pillars of religious life such as religious rituals, moral values, and spiritual experiences significantly contribute to shaping the identity and psychological well-being of children. Children growing up in environments rich in religious life tend to have a deeper understanding of social and emotional values, as well as better abilities in managing emotions and forming interpersonal relationships. These discoveries provide valuable insights into the crucial role of religious life in the spiritual development of children, as well as its implications for educational practices and psychological interventions during this developmental stage. The study also underscores the need for a sensitive approach to religious diversity within the contexts of education and psychological support for children.
Komparasi Sistematika dan Budaya Evaluasi Pembelajaran pada Lembaga Pendidikan Secara Komprehensif di Negara Finlandia dan Indonesia Rofi'ah, Fita Azkiyatur; Nihayatuzzain, Bhilkizz; Fathoni, Haris Dwi; Zuhriyah, Indah Aminatuz
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2423

Abstract

Abstract This research aims to compare the systematics and culture of learning evaluation in Finland and Indonesia. Learning evaluation in Indonesia focuses on the "Kurikulum Merdeka," which emphasizes a holistic approach, particularly in assessing student achievement and knowledge. In contrast, the evaluation systematics in Finland's national curriculum do not include a Minimum Competency Standard (KKM) or National Exams (UN). This research employs a literature review method, revealing significant differences between the evaluation systematics and cultures in Indonesia and Finland. In Finland, learning evaluation is formative and holistic, with a focus on students' continuous development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasi sistematika dan budaya evaluasi pembelajaran di negara Finlandia dan Indonesia. Evaluasi pembelajaran di Indonesia tertuju pada Kurikulum Merdeka yang lebih menguatkan pada pendekatan holistik terutama dalam penilaian prestasi dan ilmu pengetahuan siswa, sedangkan sistematika evaluasi pembelajaran dalam kurikulum nasional Finlandia yaitu tidak ada patokan KKM dan juga tidak adanya UN. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, sehingga diketahui sistematika dan budaya evaluasi pembelajaran di Indonesia dan Finlandia memiliki perbedaan yang signifikan di antaranya jika di Finlandia evaluasi pembelajaran mereka bersifat formatif dan holistik dengan fokus perkembangan berkelanjutan siswa.
Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Inovasi Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa MTs Al-Qur’aniyah Amin, Alfauzan; Suranda, Novalyo
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2427

Abstract

This research aims to analyze the use of the Canva application in improving the learning outcomes of Class IX students at MTS Al-Qur'aniyah. This research uses Mixed Methods research. Research Results: Canva is an online design program that provides various tools such as presentations, resumes, posters, pamphlets, brochures, graphics, infographics, banners, bookmarks, bulletins, and others. Proper use of Canva learning media will help in creating effective, efficient and interesting learning programs so that it can improve student learning outcomes. Based on the results of the questionnaire calculations obtained, before using the Canva application media in the form of power points, the results were 75%, as many as 30 students were not able to understand the material, 20% (standard) as many as 8 students were quite able to understand the material, and 5% as many as 2 participants students are able to understand the material, and 0 percent are very able to understand the material. After using the Canva application, the results were 80%, 32 students were very able to understand the material, 15%, 6 students were able to understand the material, and 5%, 2 students were quite able to understand the material, and 0 percent were not able to understand the material. This shows that the Canva application has a big influence on improving the learning outcomes of Class IX students at MTS Al-Qur'aniyah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Pemanfaatan Aplikasi Canva Dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IX di MTS Al-Qur’aniyah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Mixed Methods. Hasil Penelitian: Canva sebagai suatu program desain online yang menyediakan bermacam peralatan seperti presentasi, resume, poster, pamflet, brosur, grafik, infografis, spanduk, penanda buku, bulletin, dan lainnya. Penggunaan media pembelajaran canva secara tepat akan membantu dalam menciptakan program pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil perhitungan angket yang diperoleh, sebelum penggunaan media aplikasi canva berupa power point di dapatkan hasil sebesar 75% sebanyak 30 peserta didik Tidak Mampu memahami materi, 20% (standar) sebanyak 8 peserta didik Cukup Mampu memahami materi, dan 5% sebanyak 2 peserta didik Mampu memahami materi, dan 0 persen Sangat Mampu memahami materi. Setelah penggunaan aplikasi canva diperoleh hasil 80% sebanyak 32 peserta didik Sangat Mampu memahami materi, 15% sebanyak 6 peserta didik Mampu memahami materi, dan 5% sebanyak 2 peserta didik Cukup Mampu memahami materi, dan 0 persen Tidak Mampu memahami materi. Hal ini menunjukkan bahwa Aplikasi Canva sangat mempengaruhi peningkatan hasil belajar peserta didik Kelas IX di MTS Al-Qur’aniyah.
Analisis Inovasi Kurikulum Merdeka Berdiferensiasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Umum Nurlaili, Nurlaili; Suranda, Novalyo; Purwanto, Purwanto
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2429

Abstract

This research aims to determine the innovation of an independent, differentiated curriculum in Islamic religious education learning. This research uses a type of library research. The research results show that differentiated learning is a method or effort made by teachers to meet students' needs and expectations. Differentiated learning is an effort to adapt the learning process in the classroom to meet the individual learning needs of each student. Implementation of a differentiation-based independent curriculum in Islamic Religious Education learning in Public Schools (Elementary, Middle School, High School and College) includes: (1) Content differentiation, when teachers know several aspects of students' needs through mapping, educators can provide content different, to each student according to learning needs and profiles such as grouping students with learning styles in the form of audio, visual, audio visual and kinetic (motion), (2) Process Differentiation, in this learning process educators need to understand the learning needs of students/ students whether they are able to study independently, in groups, or require special treatment (special assistance) to understand the concept of the material by grouping students according to the students' readiness, abilities and interests and learning talents. (3) Product Differentiation. The products produced can be projects, presentations, designs, speeches, memorization, and religious practices. (4) Environmental differentiation, can use classroom facilities, outdoor (park), computer laboratory and prayer room. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi kurikulum merdeka berdiferensiasi dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah cara atau upaya yang dilakukan guru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan murid. Pembelajaran berdiferensiasi sebagai usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Implementasi kurikulum merdeka berbasis diferensiasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum (SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi) meliputi: (1) Diferensiasi konten Pada saat guru telah mengetahui beberapa aspek kebutuhan peserta didik melalui pemetaan, maka pendidik dapat memberikan konten yang berbeda, kepada setiap peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan profil belajar seperti pengelompokan peserta didik dengan gaya belajar berupa audio, visual, audio visual dan kinetik (gerak), (2) Diferensiasi Proses, Proses pembelajaran ini pendidik perlu memahami kebutuhan belajar peserta didik/mahasiswa apakah mereka mampu belajar secara mandiri, kelompok, atau membutuhkan perlakuan khusus (pendampingan khusus) untuk memahami konsep materi dengan mengelompokkan peserta didik sesuai pada kesiapan, kemampuan dan minat dan bakat belajar peserta didik. (3) Diferensiasi Produk, Produk yang dihasilkan dapat berupa projek, presentasi, desain, pidato, hafalan, dan praktek ibadah. (4) Diferensiasi Lingkungan dapat menggunakan fasilitas kelas, outdoor (taman), laboratorium komputer, dan Musholah.