cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Moral Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 25274821     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Moral Kemasyarakatan is published by the Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Study Program of Universitas Kanjuruhan Malang and Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) of East Java, which includes the results of research on character, moral action and actions that have positive values ​​in all areas of community life. The purpose of the Moral Society's journal is to provide a forum for exchange of ideas, principles and processes regarding the behavior and actions of human actions that cover all areas of life in society. Frequency of issue per year as much as 2 times in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Peran Kepedulian Guru dan Keyakinan Agama Peserta Didik untuk meningkatkan Self Efficacy Akademik Luis Baun, Aloysius; Hatmoko, Tomas Lastari; Laka, Laurensius
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.8537

Abstract

Peserta didik kerapkali menghadapi masalah selama tahap pertumbuhannya. Dampaknya mempengaruhi self-efficacy secara keseluruhan. Self-efficacy yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu self-efficacy akademik peserta didik. Self-efficacy akademik menjadi hal penting dalam keberhasilan siswa di sekolah. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi self-efficacy akademik tersebut.Tujuan penelitian untuk mengukur peran kepedulian guru, keyakinanan agama peserta didik dengan self-efficacy akademik peserta didik secara parsial maupun simultan. Peserta didik memiliki rasa percaya diri menyelesaikan aktivitas akademik dipengaruhi oleh kepedulian guru dan keyakinan agama. Pendidikan yang efektif menekankan pembelajaran sebagai proses personal. Peserta didik membangun pengetahuan dan pengalaman pribadi secara langsung kedua faktor tersebut di sekolah. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi berganda, menggunakan program Statistical Program for Social Science 26. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antar variabel secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,583 menunjukkan hubungan yang kuat antara ketiga variabel. Selain itu, peran kepedulian guru dan religiositas memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap self-efficacy akademik peserta didik.
Strategi Konservasi Nilai Kearifan Lokal di Era Modern oleh Masyarakat Adat Osing Kemiren Arifah, Kiki Ayu; Saputra, Meidi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.8519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi konservasi atau pelestarian yang digunakan dalam pewarisan nilai kearifan lokal kepada generasi Z di era modern serta mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung dari pelestarian tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Sumber data berupa: manusia, peristiwa dan dokumen dengan tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa (1) tahapan pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian; (4) serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan yang didapatkan peneliti, nilai kearifan lokal Masyarakat Adat Osing Kemiren di era modern ini masih tetap terjaga dan lestari. Hal ini di dukung oleh adanya minat masyarakat dengan diirngi kepercayaan serta adanya kepedulian dari pemerintah dan lembaga lain yang bersangkutan. Strategi pelestarian Masyarakat Adat Osing Kemiren dalam pewarisan nilai kearifan lokal yang masyarakat lakukan dengan partisipasi langsung dan secara lisan kepada generasi Z berkaitan dengan kearifan lokal tersebut, selain itu terdapat pelatihan yang dijalankan dan pembuatan desa wisata yang dikelola dengan pemanfaatan teknologi di era modern dengan berbasis sistem Community Based Tourism (CBT).
Fungsi Sosial Pagelaran Seni Reog Ponorogo Untuk Mempererat Kerukunan Masyarakat Amandha, Nabella; Suanto, Suanto; Nurdiyana, Nurdiyana
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.8895

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana fungsi sosial pagelaran seni reog ponorogo dalam mempererat kerukunan masyarakat. Seni Reog Ponorogo merupakan seni atau kebudayaan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di Desa Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa pagelaran seni Reog Ponorogo yang diselenggarakan  baik secara rutin maupun secara inseidental dapat menciptakan interaksi dalam masyarakat sehingga menciptakan dampak yang baik yaitu berupa komunikasi. Hasil dari komunikasi yang terjadi dalam masyarakat yang terjalin baik secara rutin maupun inseidental meningkatkan sikap toleransi antar masyarakat. Sikap toleransi tersebut antara lain penabuh gamelan atau seniman siap melayani atau mengiringi tarian penonton. selain itu juga gotong royong, gotong royong disini dimaksudkan seluruh warga yang terlibat turut bahu membahu mempersiapkan pagelaran sehingga dapat memperbaiki dan mempererat kerukunan. Rekomendasi penelitian ini yaitu kebudayaan lokal perlu dijaga agar tetap lestari sebagai hiburan dan pengembangan masyarakat.
Internalisasi Nilai-nilai Karakter Kearifan Lokal Tradisi Petik Laut 1 Suro Pantai Sipelot Agustina, Sherly; Syahri, Mohamad; Lutfiana, Rose Fitria
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.9074

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Tradisi Petik Laut 1 Suro di Pantai Sipelot Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi Penelitian dalam kajian ini yaitu Pantai Sipelot Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara kepada Kepala Desa Pujiharjo, Pengurus kegiatan Tradisi petik laut serta nelayan yang ikut serta dalam kegiatan petik laut dengan instrument penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Teknik analisis data yaitu, reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Makna Tradisi Petik Laut 1 Suro bagi masyarakat Desa Pujiharjo; (2) Ragam nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Petik Laut 1 Suro. Kesimpulan penelitian ini adalah Dalam tradisi petik laut di Pantai Sipelot Desa Pujiharjo, berupaya dalam membangun hubungan solidaritas serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat damai dan rukun. Nilai ragam kearifan lokal dalam yang terkandung dalam tradisi petik laut pantai sipelot yaitu nilai religious, nilai gotong royong, dan nilai sosial. Dalam prosesi tradisi petik laut diawali dengan pembuatan sesaji oleh sesepuh adat, dengan sesaji ditaruh dalam perahu kecil dengan berbagai jenis makanan serta sesaji lainnya untuk dilarungkan. Perahu kecil yang digunakan sebagai tempat sesaji disebut dengan gitik, perahu kecil yang dibuat seperti perahu nelayan tersebut dibuat oleh para masyarakat nelayan setempat. Perahu tersebut diisi dengan sesaji berbagai hasil bumi.
Penguatan Good Character Mahasiswa melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar Berbasis Metode Sariswara Pratomo, Wachid; Sapriya, Sapriya; Sundawa, Dadang; Fitriasari, Susan
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi untuk memperkuat karakter baik mahasiswa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sekolah dasar berbasis metode sariswara. Pendidikan kewarganegaraan membutuhkan metode yang menarik agar mahasiswa merasa senang dalam belajar, dengan demikian akan terbentuk karakter yang baik. Metode Sariswara sebagai salah satu metode khas Tamansiswa hasil karya Ki Hajar Dewantara dirasa cocok untuk dikembangkan di mata kuliah Pendidikan Kewarganegaran Sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif bertempat di program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Dengan narasumber kaprodi, dosen dan mahasiswa, dengan menggunakan teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode sariswara mahasiswa lebih mampu mengembangkan karakternya dalam pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan meliputi berbentuk aplikasi wiraga, wirasa, dan wirama berupa  video vlogger,drama musikalisasi, menari, pantomim serta project citizen. Dengan kegiatan ini, karakter baik mahasiswa lebih diperkuat terutama dalam karakter mandiri dan tanggung jawab dalam pembuatan video vlogger serta pemaparan esai budaya. Sedangkan dalam drama musikalisasi, menari, pantomime, project citizen berupa pewarta istimewa didapat menumbuhkan karakter menghargai prestasi, bersahabat, cinta tanah air dan semangat kebangsaan.
Eksistensi Budaya Badati di Maluku dalam Membangun Nilai Integrasi Bangsa pada Era Digital Salamor, Lisye
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Badati sebagai modal sosial dan model dalam membangun integrasi bangsa  pada masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Ambon. Asumsi dasar bahwa manusia sebagai mahkluk individu sekaligus sebagai makluk sosial, merupakan cikal bakal lahirnya budaya Badati. Namun hakikat keberadaan budaya Badati menjadi tantangan besar disebabkan pengaruh digitalisasi yang terus berkembang, liberalisme dengan karakteristik individu yang dominan. Model penelitian pengembangan yang dilakukan dengan studi pendahuluan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampel menggunakan purposive sampling. Dengan triangulasi data dikumpulkan dari berbagai narasumber dari kalangan budayawan, praktisi pendidikan yang memiliki ilmu linear dengan kajian penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data direduksi, disaji dan disimpulkan sesuai dengan masalah penelitian. Temuan, Badati sebagai bagian dari budaya yang berkembang pada masyarakat memiliki nilai positif sebagai modal sosial dalam menyatukan masyarakat di Pulau Ambon, dan budaya Badati juga menjadi model yang positif bagi generasi ke generasi dalam membangun hidup dalam kebersamaan. Kekuatan aspek religius memberikan kontribusi yang besar dalam keberadaan budaya Badati, sebab nilai-nilai keagamaan sesungguhnya menjadi bagian dari nilai Badati itu sendiri.
Peran Pendidikan Kebinekaan dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Damai Istianah, Anif; Darmawan, Cecep; Sundawa, Dadang; Fitriasari, Susan
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10192

Abstract

Pendidikan kebinekaan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan menciptakan sekolah yang damai dengan mengintegrasikan kebijaksanaan lokal dan materi PKn. Fokus utamanya adalah membangun perdamaian di lingkungan sekolah. Nilai-nilai kebinekaan dapat dimasukkan ke dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan untuk mencapai tujuan pendidikan kedamaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber yang berhubungan dengan pendidikan multikultural untuk perdamaian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan pendidikan kebinekaan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendidikan Kewarganegaraan berperan positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang damai dengan mempromosikan pemahaman lintas budaya dan mempersiapkan siswa untuk aktif dalam pembangunan masyarakat yang beradab. Pendidikan perdamaian adalah salah satu pendekatan pengembangan karakter yang bertujuan menumbuhkan budaya damai melalui tiga hal: (1) mengurangi kekerasan, (2) mendorong respons damai terhadap konflik, seperti berdialog, menghindari konfrontasi, dan menunjukkan toleransi, serta (3) mengajarkan pengendalian diri dan menahan diri. Lingkungan yang ideal bagi manusia adalah kedamaian. Inisiatif untuk memerangi bullying di sekolah dapat membangun program anti-bullying berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal, menciptakan kenyamanan bagi peserta didik untuk mewujudkan sekolah yang damai.
Cultural Diversity and Harmony of Tionghoa Good Character: Towards Unity with Incremental Change of Citizenship Nufus , Achmad Busrotun; Malihah, Elly; Darmawan, Cecep; Anggraeni, Leni; Budimansyah, Dasim; Sehadun, Fransiskus
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10212

Abstract

Indonesia, as a country with rich cultural diversity, shows a strong commitment to developing social dynamics to care for and maintain this diversity. This research explores the role of ethnic Tionghoa in their contribution to national diversity and unity. Through qualitative methods with an ethnographic approach and literature study, with a total of 30 ethnic Tionghoa informants, this research found that the values ​​of tolerance, respect for differences and mutual cooperation implemented by the Tionghoa community play an important role in maintaining social harmony in Indonesia. Research results have shown that Indonesian people, including ethnic Tionghoa, view cultural diversity as a wealth that enriches national identity and strengthens national unity. Ethnic Tionghoa actively participate in preserving and advancing their cultural traditions, as well as demonstrating the values ​​of tolerance, respect for differences and mutual cooperation in everyday life. These values ​​have proven effective in maintaining social harmony and overcoming potential inter-ethnic conflicts. In addition, the policy of incremental change in citizenship has helped integrate various ethnic groups, including ethnic Tionghoa, within an inclusive national framework, thereby strengthening national unity gradually and sustainably.
Pentingnya Kecerdasan Interpersonal Sebagai Basis Karakter Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Makassar Sakman, Sakman; Abdulkarim, Aim; Komalasari, Kokom; Masyitoh, Iim Sitti
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10220

Abstract

Kecerdasan interpersonal siswa merupakan basis dari karakter siswa yang berkaitan dengan perilaku sosial siswa, Kecerdasan interpersonal siswa adalah kemampuan siswa untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain dengan efektif, sedangkan perilaku sosial siswa mencakup perilaku individu dalam hubungannya dengan orang lain di lingkungan sosial seperti kemampuan untuk berinteraksi, berkomunikasi, bergaul, dan bekerja sama dengan teman sekelas dalam pemecahan permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecerdasan interpersonal siswa sebagai basis karakter siswa sekolah menengah pertama di kota Makassar. Penelitian ini dilakukan pada tiga sekolah menengah pertama di kota Makassar yaitu: 1) Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Makassar, 2) Sekolah Menengah Pertama Negeri 26 Makassar dan 3) Sekolah Menengah Pertama Negeri 31 Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket dengan jumlah responden sebanyak 162 siswa. Indikator kecerdasan interpersonal dalam penelitian ini terdiri dari: empati, komunikasi, kepemimpinan, kerjasama dan kesadaran sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal siswa sekolah menengah pertama di kota Makassar berada pada kategori baik sebanyak 19 %, kategori sedang 35%, kategori cukup sebanyak 46%. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan interpersonal siswa sekolah menengah pertama di kota Makassar perlu dilakukan.
Citizens in Hyperconnection: How to Civic Engagement Building through Character Education on Digital Platforms? Anggraeni, Leni; Wahyudin, Dinn; Azis, Abdul; Baeihaqi, Baeihaqi; Putra, Tarekh Febriana; Wadu, Ludovikus Bomans
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10225

Abstract

This study aims to investigate how to build civic engagement through character education on digital platforms. This research explores the influence of citizen attitudes and behaviors on digital platforms on the development of the characters of citizen awareness, participation and commitment. The method used is a quantitative approach. Data collection was conducted through a field survey using a validated and reliable questionnaire, designed according to quantitative research standards. The target population of this study were undergraduate students of Universitas Pendidikan Indonesia with a sample of 394 students selected through cluster sampling from 14 faculties, according to the Slovin formula. Data analysis used descriptive statistics, normality, and homogeneity tests. The results showed that in the attitude domain, citizens showed a good level of engagement, but their behavior showed a low level of engagement. Factors such as disinterest in sharing digital content related to character education, lack of skills in creating digital content, and infrequent preference to use social media are the main causes of this disparity. The implications of this study highlight the need for consistency in building commitment to civic action in citizen engagement in the digital era.

Page 11 of 23 | Total Record : 224