cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Moral Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 25274821     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Moral Kemasyarakatan is published by the Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Study Program of Universitas Kanjuruhan Malang and Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) of East Java, which includes the results of research on character, moral action and actions that have positive values ​​in all areas of community life. The purpose of the Moral Society's journal is to provide a forum for exchange of ideas, principles and processes regarding the behavior and actions of human actions that cover all areas of life in society. Frequency of issue per year as much as 2 times in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Peran Olahraga sebagai Media dalam Mempromosikan Nilai-Nilai Olimpiade di Training Center Padjajaran: Perspektif Etika Paramitha, Sandey Tantra; Ramadhan, Muhammad Gilang; Wahyudi, Agung
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran olahraga sebagai media dalam mempromosikan nilai-nilai Olimpiade (Olympism) dilihat dari aspek etika. Terutama pada generasi milenial saat ini yang notabene masih belum memahami mengenai nilai-nilai olimpiade dalam penerapannya dikehidupan sehari-hari yang bermanfaat khususnya pada perspektif etika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Sumber data berupa: manusia, peristiwa dan dokumen dengan tahapan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa terdiri dari empat tahapan yaitu (1) tahap pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian; serta (4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan yang didapatkan peneliti, bahwa aspek etika bisa didapatkan melalui olahraga yaitu dengan mempromosikan nilai-nilai olimpiade yang terdiri dari Friendship (persahabatan), Excellence (keunggulan), Respect (rasa hormat). Dari nilai-nilai olimpiade tersebut ditemukan bahwa olahraga menjadi media yang sangat penting dalam menanamkan etika bagi kaum muda khususnya dalam perkembangan kehidupan yang lebih baik. Disamping itu, dengan olahraga sebagai media tentunya menjadi hal yang sangat mudah diakses dalam penanaman etika. Kebaruan dalam penelitian ini bahwa pendidikan etika bisa diberikan melalui olahraga yang bernilai Olympism.
Profil Pelajar Pancasila pada Anak Usia Dini sebagai Wujud Pendidikan Karakter Hasni, Uswatul; Simaremare, Tohap Pandapotan; Taufika, Ryan; Amanda, Rizki Surya; Indryani, Indryani; Yantoro, Yantoro
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila diterapkan dalam lingkungan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Profil Pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru dari empat sekolah Pendidikan Anak Usia Dini di kecamatan Telanaipura yang sedang menerapkan kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman, sementara validitas data diuji melalui validitas internal, eksternal, reliabilitas, dan obyektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dimensi pada Profil Pelajar Pancasila secara umum telah diterapkan dalam proses pembelajaran. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti tahapan penyesuaian penerapan kurikulum merdeka di sekolah yang masih berlangsung, serta perlunya penyesuaian pemahaman guru terhadap proyek pelajar Pancasila ini. Di sisi lain, terdapat dukungan dari sejumlah sekolah penggerak dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia yang membantu sekolah untuk mengimplementasikan proyek pelajar Pancasila. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan materi ajar yang lebih baik pada penelitian selanjutnya, khususnya dalam konteks penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini.
Pembentukan Karakter Generasi Z Melalui Lembaga Pusat Karakter Sebagai Implementasi Profil Pelajar Pancasila Nugraha, Yogi; Sofyan, Fitri Silvia; Repelita, Tridays
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10231

Abstract

Perubahan cepat yang terjadi pada masyarakat modern dianggap perlu adanya benteng yang dapat melindungi karakter masyarakat dari pengaruh negatif. Pada masyarakat Indonesia diperlukan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etika dan moral dalam pengembangan karakter Generasi Z. Generasi Z, yang tumbuh di era digital dan globalisasi, dihadapkan pada berbagai tantangan yang mempengaruhi perkembangan karakter mereka. Adanya lembaga khusus yang dapat membina dan membentuk karakter anak di luar lingkungan keluarga inti. Penelitian ini hendak menggali dan menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta proses pengembangan karakter Generasi Z terutama melalui Lembaga pusat karakter di Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Karawang. Pendekatan penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode studi deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lembaga pusat karakter beroperasi di luar lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Karawang akan tetapi masih dalam satu naungan Yayasan yang sama. Dalam upayanya untuk mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila kepada siswa, pusat karater menyelenggarakan berbagai aktivitas rutin untuk membina siswa, termasuk kegiatan keagamaan, pengembangan minat dan bakat, persiapan memasuki dunia kerja, dan aktivitas lain yang efektif dalam membentuk karakter siswa.
Getteng dalam Paseng Pangaderreng Masyarakat Bugis sebagai Basis Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Sayidiman, Sayidiman; Manggau, Arifin; Ramli, Asia; Hermuttaqien, Bhakti Prima Findiga
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10232

Abstract

Penelitian ini didasari adanya problem moral di kalangan peserta didik yang mengindikasikan adanya krisis dalam sistem pendidikan kita. Solusi yang diusulkan adalah pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi nilai-nilai kearifan lokal Bugis, "Paseng Pangngaderreng, sebagai basis pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, analisis komponensial, analisis taksonomi dan analisis tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 rincian domain sebagai klausul utama dalam prinsip getteng dan memuat nilai moral utama yakni kejujuran dan integritas, terdapat 3 rincian domain sebagai bentuk pesan kepada pemimpin dengan nilai moral keutamaan kebijaksanaan, pengertian, empati, pengendalian diri dan pencarian kebenaran. Berdasarkan hasil analisis tema kultural ditemukan bahwa kehadiran getteng menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat bugis, nilai getteng dan Paseng Pangngaderreng tidak hanya memiliki relevansi budaya tetapi juga aplikatif dalam konteks kehidupan modern masyarakat Bugis, dan berdasarkan analisis taksonomi ditemukan bahwa nilai getteng diterapkan dalam dua konteks utama yakni kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan.
Urgensi Penerapan Praktik Etis: Efek Kepercayaan Konsumen dalam Mendukung Pertumbuhan Usaha Berkelanjutan Herman, Robertus Tang
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10234

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan praktik etis terhadap kepercayaan pelanggan serta bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan usaha berkelanjutan. Pertumbuhan bisnis digital dan penggunaan media sosial di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peluang besar untuk menjangkau konsumen lebih luas. Namun praktik tidak etis dapat merusak kepercayaan konsumen sehingga menghambat pertumbuhan bisnis. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi pengaruh penerapan praktik etis dalam bisnis serta rekomendasi praktik bagi UMKM untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen dalam mendorong keberlanjutan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepercayaan konsumen dengan keberlanjutan usaha. Adapun pengaruh kepercayaan konsumen terhadap keberlanjutan usaha adalah 0.161 yang menunjukan tingkat pengaruhnya sangat kecil. Sebaliknya, perilaku etis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan konsumen. Besarnya pengaruh perilaku etis terhadap kepercayaan konsumen adalah -0.29. Hal ini menunjukkan adanya sifat hubungannya negatif, artinya semakin tidak etis perilaku yang dipraktekkan oleh pelaku usaha dapat menurunkan kepercayaan konsumen. Hal yang dapat disimpulkan bahwa perilaku etis merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen demi keberlanjutan usaha di sektor UMKM.
Penguatan Kecerdasan Kewargaan untuk Mengembangkan Nilai Demokratis di Perguruan Tinggi Rahman, Ikman Nur; Budimansyah, Dasim; Suryadi, Karim; Sundawa, Dadang
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10237

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan sarana pendididkan demokrasi dimana nilai-nilai demokrasi diintegrasikan dalam pembelajaran agar warga negara memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali konsep kecerdasan kewargaan (civic intelligence) untuk memperluas konsep kompetensi warga negara yang telah digagas sebelumnya oleh Doughlas Schuler serta Winataputra dan Somantri. Melalui desain kualitatif, penelitian ini menyajikan analisis indikator kecerdasan kewargaan sehingga dapat secara efektif memposisikannya dalam pencapaian tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dalam menembangkan nilai demokratis. Penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dilakukan melalui focus discussion group dengan 13 pengajar Pendidikan Kewarganegaraan di 6 kampus yang tersebar di provinsi Banten.  Penelitian ini dilakukan dengan mempertanyakan konsepsi kecerdasan kewargaan sehingga didapatkan kerangka baik secara konseptual maupun operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 8 nilai-nilai demokratis yang dapat dikembangkan melalui kecerdasan kewargaan yaitu kebebasan berkelompok, kebebasan berpendapat, kebebasan berpartisipasi, kesamaan derajat, kepercayaan, taat terhadap hukum, toleransi dan saling menghormati
Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Suku Anak Dalam Jambi Simaremare, Tohap Pandapotan; Putra, Anggrawan Janur; Setiyadi, Bradley; Purba, Andiopenta; Yani, Dwi Fitri; Aswan, Dara Mutiara
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Profil Pelajar Pancasila dengan berlandaskan kearifan lokal Suku Anak Dalam (SAD) Jambi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini ialah para Tumenggung, Mengku dan masyarakat SAD Jambi. Untuk teknik  pengumpulan  data  yang digunakan  dalam penelitian  ini  yaitu  melalui  pengamatan (observasi), wawancara, studi literatur, dan studi dokumentasi kemudian dianalisis untuk menjelaskan Profil Pelajar Pancasila yang berbasis kearifan lokal SAD Jambi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keenam dimensi termasuk elemen kunci dari Profil Pelajar Pancasila telah terimplementasikan dengan baik melalui kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat SAD Jambi secara turun-temurun. Temuan ini menekankan pentingnya pengkajian kearifan lokal khususnya pada SAD Jambi sebagai salah satu wujud pelestarian. Profil Pelajar Pancasila ditetapkan oleh Kemendikbudristek diajarkan pada pendidikan formal saja. SAD Jambi, yang mayoritas anggotanya tidak mendapatkan akses ke pendidikan formal, tidak sepenuhnya memahami keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila tersebut. Namun, adat istiadat, kebiasaan, dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat SAD Jambi telah menerapkan setiap dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka secara turun-temurun. Penelitian ini dapat membantu mengintegrasikan kearifan lokal SAD ke dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal.
Persepsi tentang Kebinekaan Global Warga Negara: Penelitian pada Mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan Siti Aulia, Syifa; Marzuki; Suyato
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10255

Abstract

Dalam era globalisasi, kebinekaan menjadi isu yang mendesak di berbagai belahan dunia. Kebinekaan, mencakup keragaman etnis, budaya, agama, dan bahasa, memperkaya kehidupan sosial namun juga menimbulkan tantangan dalam menciptakan harmoni sosial. Pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam membentuk pandangan dan sikap mahasiswa terhadap kebinekaan global. Di Indonesia, negara dengan kekayaan budaya yang kaya, kebinekaan global menjadi aspek yang unik, menyoroti tantangan masyarakat multikultural. Studi ini fokus pada persepsi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan terhadap kebinekaan global, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pandangan mereka. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data, dengan hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mengakui pentingnya keberagaman global dan melihatnya dalam konteks kewarganegaraan. Mereka melihat penghormatan budaya dan musyawarah sebagai solusi untuk tantangan kebinekaan. Pengajaran yang tanggap budaya diperlukan dalam menanggapi keragaman etnis dan budaya di tingkat pendidikan tinggi, yang dapat meningkatkan prestasi siswa dan memperkuat keterhubungan global. Namun, tantangan dalam mengimplementasikan pendidikan kewarganegaraan global di Indonesia termasuk kurangnya keahlian guru, keterbatasan waktu dan anggaran, serta kurikulum yang padat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang persepsi mahasiswa terhadap kebinekaan global dan menyarankan strategi pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Model Pengembangan Materi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Karakter Demokratis: Pendidikan karakter demokratis Supriyono, Supriyono; Hakam, Kama Abdul; Maftuh, Bunyamin; Ruyadi, Yadi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Proyek Penguatan Profil Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diarahkan untuk pengembangan pembentukan karakter peserta didik. Karakter yang dibentuk melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yaitu karakter demokratis. Kenyataannya setelah peserta didik mendapatkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah, maka sikap dan perilakunya belum menunjukan sikap demokratis. Hal ini terlihat dari sikap dan perilaku peserta didik dalam menggunakan media sosial belum mampu menggunakan secara tepat guna. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan harus dipersiapkan secara baik melalui materi yang memberikan pengetahuan dan perubahan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Universitas Pendidikan Indonesia dengan sasaran mahasiswa yang mengontrak mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, pengajuan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan sebuah model pengembangan materi pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan karakter demokratis. Model pengembangan materi pendidikan kewarganegaraan digunakan untuk menghasilkan materi yang ideal dalam membentuk karakter demokratis. Model Pengembangan materi Pendidikan Kewarganegaraan ini belum pernah dirumuskan oleh peneliti sebelumnya sebagai upaya membentuk karakter demokratis mahasiswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Supervisi Nilai Keseriusan Guru dalam Menilai Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama Gultom, Norita; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Zannah, Fathul
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10259

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengukur supervisi nilai keseriusan untuk melihat kemampuan guru dalam menilai hasil belajar peserta didik. Subjek penelitian adalah guru wali kelas di Sekolah Menengah Pertama yang terdiri dari 8 orang guru. Objek penelitian adalah peningkatan kemampuan guru dalam melakukan kegiatan penilaian hasil belajar. Lokus penelitian berada di Sekolah Menengah Pertama Santa Maria Muara Teweh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan membaca data dengan cara membandingkan hasil dari sebelum dilakukan tindakan dan sesudah tindakan. Analisis data ini dilakukan pada saat tahapan refleksi. Temuan penelitian yaitu pelaksanaan supervisi kelas terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan penilaian hasil belajar. Guru menunjukkan nilai keseriusan dalam memahami dan melaksanakan kegiatan penilaian hasil belajar. Observasi memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan guru melaksanakan kegiatan penilaian hasil belajar dari siklus ke siklus. Pada siklus I nilai rata-rata capaian secara klasikal dari 42,82 dengan kategori kurang, meningkat menjadi 67,82 dengan kategori cukup serta pada siklus terakhir menjadi 86,11 dengan kategori baik, dan secara individual per guru dari 2 orang atau 33,33% pada siklus pertama meningkat menjadi 100% atau 6 orang guru pada siklus terakhir.