cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Moral Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 25274821     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Moral Kemasyarakatan is published by the Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Study Program of Universitas Kanjuruhan Malang and Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) of East Java, which includes the results of research on character, moral action and actions that have positive values ​​in all areas of community life. The purpose of the Moral Society's journal is to provide a forum for exchange of ideas, principles and processes regarding the behavior and actions of human actions that cover all areas of life in society. Frequency of issue per year as much as 2 times in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Korelasi Pelepasan Moral dan Cyberbullying pada Remaja di Madrasah Aliyah Negeri di Sleman Ru'iya, Sutipyo; Sutrisno; Suyadi; Kistoro, Hanif Cahyo Adi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2022): Volume 7, Nomor 2 - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v7i2.7430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cyberbullying dan pelepasan moral pada remaja siswa Madrasah Aliyah Negeri se Sleman Yogyakarta dan hubungan pelepasan moral dengan cyberbullying. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional, dengan subyek penelitian berupa sampel sebanyak 152 orang siswa. Alat pengumpulan data berupa skala cyberbullying dan pelepsan moral, yang dikumpulkan melalui google form. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi  Spearman's rho. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebagian besar siswa Madrasah Aliyah Negeri telah melakukan pelepasan moral dan cyberbullying. Hasil analisis korelasi antara pelepsan moral dan cyberbullying diperoleh nilai 0,322 dengan nilai signifikansi 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang rendah dan signifikan anara kedua variabel yang diteliti. Namun demikian, pelepsan moral dan cyberbullying harus menjadi perhatian penting bagi insan pendidik khususnya, karena cyberbullying dapat menjadi penyebab perilaku-periaku negatif yang lain dan lebih besar. Oleh karena itu, perlu adanya penangan khusus pencegahan cyberbullying agar perilaku ini menjadi berkurang bahkan tidak terjadi pada siswa Madrasah Aliyah Negeri.
Pembentukan Karakter Warga Negara Pada Masyarakat Kampung Salapan Melalui Tradisi Ngabungbang Sabela, Audy Yohana; Amelia, Tina; Jupitasari, Sarah; Saylendra, Nadya Putri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2022): Volume 7, Nomor 2 - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v7i2.7440

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanaroses pembentukan karakter warga negara di Kampung Salapan melalui nilai-nilai tradisi Ngabungbang. Tradisi ngabungbang merupakan tradisi yang dilakukan oleh Masyarakat Sunda untuk mensucikan diri guna meningkatkan kualitas kehidupan individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Kampung Salapan yang terletak di Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Subyek penelitian ini yaitu Kepala Desa Gempol, Sejarawan Karawang dan warga Kampung Salapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ngabungbang dilakukan oleh masyarakat Kampung Salapan pada setiap Jumat malam dan dapat dihadiri oleh warga dari kampung lain. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan doa, dzikir dan pemberian petuah oleh tetua kampung sehingga nilai yang terdapat pada Tradisi Ngabungbang seperti religius, toleransi, jujur, disiplin, komunikatif dan peduli sosial dapat membantu pembentukan karakter bangsa warga negara. Rekomendasi penelitian ini yaitu nilai-nilai tradisi lokal perlu dijaga kelestariannya sebagai upaya pengembangan masyarakat terutama pada pengembangan karakter warga negara.
Penguatan Civic Culture Berbasis Nilai Kearifan Lokal Melalui Eksistensi Pencak Silat Sebagai Kebudayaan Daerah Juwandi, Ronni
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2022): Volume 7, Nomor 2 - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v7i2.7444

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai yang terdapat dalam pencak silat jurus baku kaserangan sebagai civic culture di Kabupaten Serang. Penulisan ini dilakukan di tiga sekolah yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang yaitu di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pabuaran, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Ciruas, dan Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Hikmah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penulisan ditemukan adanya nilai-nilai budaya yang mengarah pada perkembangan karakter yang dapat terbentuk dalam proses pembelajaran silat baku kaserangan. Nilai-nilai tersebut diantaranya nilai teori, nilai ekonomi, nilai agama, nilai seni, nilai kuasa dan nilai solidaritas. Adapun karakter yang terdapat dalam silat jurus baku kaserangan adalah religius, disiplin, kerja keras, mandiri, komunikasi/bersahabat, cinta tanah air, tanggung jawab dan menghargai prestasi. Dalam perkembangannya terdapat kendala yang ditemukan yaitu keterbatasan perlengkapan musik pencak silat, keterbatasan pelatih silat kaserangan disekolah dan belum adanya pelatihan bagi pemusik atau “Nayaga”. Kemudian dari kendala tersebut, pemerintah mengupayakan pengembangan pencak silat melalui media pengembangan ekstrakurikuler sekolah dan kegiatan Festival.
Tingkat Kompetensi Kewarganegaraan Ekologis Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Pertama Sarbaini; Fahlevi, Reja
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2022): Volume 7, Nomor 2 - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v7i2.7674

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekosistem sungai di Banjarmasin. Peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam perspektif Kewarganegaraan Lingkungan perlu dioptimalkan. Namun belum diketahui dan  belum ada penelitian terhadap tingkat dan dimensi kewarganegaraan lingkungan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, khususnya terhadap guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kriteria dan kategori Tingkat Kewarganegaraan Lingkungan berdasarkan kategori dari Karetekin. Temuan penelitian menunjukkan tingkat kewarganegaraan lingkungan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara keseluruhan berada pada level sedang, terutama dalam indikator sikap warga negara lingkungan yakni menggunakan lebih banyak sumber daya alam daripada yang kita butuhkan, tidak mengancam kesehatan dan kesejahteraan orang di masa depan berada dalam tingkat yang sangat rendah. Tingkat Kewarganegaraan lingkungan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan belum mencapai tingkat yang memuaskan, karena masih masih berada pada tingkat sedang dan rendah. Rekomendasi dalam penelitian ini perlu penguatan dan penegakkan nilai-nilai ekologis melalui sistem pendidikan yang secara konsisten memperkuat nilai-nilai ekologis. dan memungkinkan perilaku pro-lingkungan dan pada gilirannya memberikan penguatan untuk nilai-nilai ekologis. 
Peran Orang Tua Terhadap Moral Menyimpang Remaja Akibat Fenomena Chip dalam Game Higgs Domino Tyas, Annisa Dwi Ayuning; Adi, Panggih Nur
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.7911

Abstract

Game Higgs Domino adalah salah satu game online yang sedang marak dikalangan remaja terutama remaja di dusun Sukamulia Utara, Desa Pondokbatu. Game ini menjadi sangat populer karena daya tariknya yang mampu membuat para remaja kecanduan memainkannya tanpa memperdulikan sebab yang terjadi akibat game tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam menyikapi fenomena akibat game higgs domino. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang didapatkan melalui hasil wawancara semi terstruktur secara mendalam berdasarkan pedoman wawancara. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan menentukan kriteria informan terlebih dahulu. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapat temuan perilaku moral menyimpang pada remaja di dusun Sukamulia Utara seperti malas dan tidak pernah mengerjakan tugas sekolah sampai berhutang. Dampak tersebut muncul diakibatkan dari fenomena game higgs domino. Melihat hal tersebut, para orang tua tentunya menyikapinya dengan upaya-upaya yang dapat mencegah atau meminimalisir penyimpangan moral  tersebut serta turut berperan aktif dalam mendidik, mengarahkan, dan menasehati anak/remaja mengenai fenomena yang terjadi akibat Game Higgs Domino.
Peran Sekolah dalam Mengatasi Terjadinya Tindak Bullying di Kalangan Pelajar-Santri Nasution, Tasya Hariska; Adi, Panggih Nur
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 1 (2023): Volume 8, Nomor 1 - Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i1.7913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan upaya yang dilakukan pihak sekolah Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Daarul Muhsinin untuk mengatasi tindak bullying. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif untuk memperoleh informasi mengenai faktor yang menjadi sebab munculnya tindakan bullying, dan upaya yang dilakukan sekolah dalam mengatasi tindak bullying yang dialami kalangan pelajar-santri di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Daarul Muhsinin. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Responden penelitian yaitu kepala sekolah, wali kelas, guru kesiswaan, pelajar-santri yang terlibat tindak bullying, dan pembina Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Daarul Muhsinin. Hasil penelitian ini menemukan mengenai faktor penyebab bullying di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Daarul Muhsinin yaitu: faktor fisik, faktor senioritas, faktor teman sebaya, faktor lingkungan. Bentuk upaya sekolah dalam mengatasi tindakan bullying yang telah didapatkan melalui peroses penelitian yaitu: sosialisasi, peraturan dan sanksi, komunikasi antar guru, orang tua dan peserta didik dalam mengatasi tindak bullying. Adanya kerjasama untuk mengubah tingkah laku dengan penalaran nilai moral yang baik sesuai dengan arahan dan bantuan baik pihak sekolah maupun orang tua.
Pemanfaatan Live Worksheet sebagai E-LKPD Pendidikan Pancasila materi Kolaborasi Antar Budaya di Indonesia Ma'arif, Mahmuda; Nissa, Desti Fitria; Aulia, Syifa Siti; Immaniar, Desi Nurul
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 1 (2023): Volume 8, Nomor 1 - Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i1.8255

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali kreativitas guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila Materi Kolaborasi Antar Budaya di Indonesia melalui pemanfaatan Live Worksheet. Ruang lingkup penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pemanfaatan live worksheet yang dikembangkan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Suboh Situbondo. Metode penelitian  menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggali secara alamiah proses pemanfaatan live worksheet dalam pembelajaran. Keabsahan data menggunakan triangulasi untuk membandingkan antara hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Live worksheet berfungsi sebagai alat bantu penugasan peserta didik. Live worksheet sebagai bentuk E-LKPD menjadi alat evaluasi yang tepat untuk melihat bagaimana peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi kolaborasi antar budaya di Indonesia. Dibuktikan dengan data melihat adanya perbedaan hasil nilai belajar peserta didik kelas X E pada pre test dengan jumlah 10 peserta didik yang tuntas, dengan presentasi 31% dan pada penilaian post test E-LKPD berbasis live worksheet dengan 22 peserta didik yang tuntas dengan presentase 68%. Kesimpulannya E-LKPD dengan live worksheet materi kolaborasi antar budaya di Indonesia dengan hasil belajar yang baik dan meningkat serta mudah digunakan.
Degradasi Moral Siswa-Siswi Dalam Penerapan Nilai Pancasila Ditinjau Dari Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter Revalina, Atiqah; Moeis, Isnarmi; Indrawadi, Junaidi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 1 (2023): Volume 8, Nomor 1 - Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i1.8278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk degradasi moral siswa-siswi dalam penerapan nilai pancasila, factor penyebab degradasi moral, implikasi degradasi moral. Subjek penelitian adalah siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 30 Muaro Jambi. Aspek yang diamati yaitu sikap siswa-siswi terkait dengan penerapan nilai pancasila. Metodologi yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang didapat yaitu bentuk degradasi moral siswa-siswi dalam penerapan nilai pancasila yang paling signifikan adalah, penurunan nilai agama, penurunan nilai kemanusiaan, serta penurunan nilai persatuan. Hasil penelitian juga menunjukkan beberapa faktor penyebab degradasi moral siswa-siswi yakni lemahnya pengetahuan dan paham nilai-nilai Pancasila oleh siswa-siswi, kelalaian orangtua dalam mendidik anak, dan pengaruh gadjet atau media social. Implikasi dari degradasi moral siswa-siswi dalam penerapan nilai pancasila yakni tidak mengindikasikan hubungan manusia dengan tuhan, tidak mengindikasikan karakter peduli social terhadap hubungan hidup sesama manusia, tidak mengindikasikam karakter patriotisme dan kebersamaan, tidak mengindikasikan karakter demokratis dan tidak mengindikasikan nilai keadilan bagi semua pihak tanpa pandang bulu. Maka kesimpulan yang didapatkan yaitu adanya degradasi moral siswa-siswi dalam penerapan nilai pancasila ditinjau dari makna dan hakikat pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai Upaya Menguatkan Karakter Peserta Didik Ulandari, Sukma; Rapita, Desinta Dwi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.8309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai upaya menguatkan karakter peserta didik meliputi desain; pengelolaan; pengolahan asesmen dan pelaporan hasil; evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif di Sekolah Menengah Kejuruan Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang tahun 2022. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik interaktif meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) desain P5 terdiri dari membentuk tim, mengidentifikasi kesiapan sekolah, menentukan dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila yang ingin dikuatkan, menentukan tema, merencanakan waktu, alur, asesmen, dan membuat modul; 2) pengelolaan P5 meliputi provokasi dan kontekstualisasi, aksi P5, serta perayaan hasil belajar; 3) pengolahan asesmen dan pelaporan hasil P5 meliputi mengoleksi, mengolah hasil asesmen, dan penyusunan rapor proyek; 4) evaluasi dan tindak lanjut P5 berupa penguatan karakter serta melanjutkan kebiasaan yang baik dengan program Mari Beraksi. Melalui aksi P5 dapat menguatkan dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik terutama beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, berkebhinekaan global, bernalar kritis dan kreatif.
Penerapan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Project Citizen untuk Penguatan Karakter Gotong Royong Abih Gumelar; Maftuh, Bunyamin; Hakam, Kama Abdul; Budimansyah, Dasim
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 1 (2023): Volume 8, Nomor 1 - Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i1.8318

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penerapan model pembelajaran dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) hal tersebut ditunjukkan dengan munculnya permasalahan yakni proses pembelajaran yang berlangsung menakutkan dan mencemaskan. Hal tersebut membuat peserta didik tidak senang, membosankan, tertekan, kaku, menegangkan, serta menjenuhkan, sehingga belum sepenuhnya mampu membina dan menguatkan  karakter gotong royong. Bertolak dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran serta analisis dari penerapan model pembelajaran PKn melalui Project Citizen dalam membangun karakter gotong royong. Subjek penelitiannya Mahasiswa/i yang telah belajar Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) PKn semester ganjil 2022 di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik  pengumpulan  data menggunakan observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menemukan, bahwa (1) penerapan Project Citizen dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan lebih unggul dan efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional; (2) mahasiswa/i memperoleh pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan mampu meningkatkan karakter gotong royong, walaupun masih ada beberapa yang belum; serta (3) model Project Citizen termasuk dalam paradigma Effective Citizen Model (Model Pendidikan Umum).

Page 9 of 23 | Total Record : 224