cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 23033800     EISSN : 2527049     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran is a peer-reviewed, open access journal that provides publication of articles in all areas of educational research. It aims to promote excellence through the dissemination of high-quality research findings and provide a platform for scientists and academicians all over the world to promote, share, and discuss various new issues and developments in different areas of educational research.
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
PENERJEMAHAN FRASA VERBA BAHASA INGGRIS DALAM BUKU SOCIOLINGUISTICS: GOALS, APPROACHES AND PROBLEMS KARYA ROGER T. BELL KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA BUKU SOSIOLINGUISTIK: SAJIAN, TUJUAN, PENDEKATAN DAN PROBLEM OLEH ABDUL SYUKUR IBRAHIM Djoko Susilo
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.168 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v6i1.708

Abstract

The research objectives are: firstly to describe verb phrase types used in ‘Sociolinguistics: Goals, Approaches and Problems’ of Roger T. Bell. Secondly, to describe the equivalent forms of English verb phrase in ‘Sociolinguistics: Goals, Approaches and Problems’ of Roger T. Bell and its translation in ‘Sosiolinguistik: Sajian, Tujuan, Pendekatan dan Problem’ by Abdul Syukur Ibrahim. Thirdly, it also describes the appropriateness of meaning of English verb phrase and its Indonesian equivalent forms in the two books mentioned before. This study used the qualitative descriptive method with purposive sampling. The categorization of data was taken from English verb phrase of Randolph Quirk’s et.al. The criterion of data selection was based on the research objections; proportion; and percentage of the total of English verb phrase of each type. The data consists of 52 English verb phrases in 52 sentences. This study used grammar approach in terms of its textual and contextual of verb phrase in the sentence both in English and in Indonesian. The study results showed that the use of English verb phrases have some variation as below: 25 % is perfective type; 5.77 % is progressive type; 38.46 %  is  passive; 9.61% is perfective progressive; 17.31 % is perfective passive; 3.85 % is progressive passive. The equivalent form of English verb phrase consists of two groups. There is not rank shift on the equivalent form of English verb phrase on one hand and there is rank shift on the other hand. In the former, 36.54 % of English verb phrase is translated into Indonesian verb phrase too. In the later, there are some rank shift variations. 1.92 % is English verb phrase level rank shift in Indonesian noun phrase; 48.08 % is English verb phrase shunt down into Indonesian verb; 9.61 %  is English verb phrase shunt up into Indonesian embedded clause; and 3.45 %  is ellipsis of English verb phrase into Indonesian equivalent. There are three groups of the meaning appropriateness in this study. For the first, 38.46 % of English verb phrase is appropriately translated into Indonesian equivalent. Secondly, 46.15 % English verb phrase is half appropriately translated into Indonesian equivalent. Thirdly, 15.39 % of English verb phrase is translated into Indonesian inappropriately cause of misinterpretation. From the two of the ellipsis of English verb phrase in Indonesian equivalent, 1.92 % is translated appropriately and 1.92 % is translated inappropriately due to misinterpretation. A translator should study the phenomena of non-passive of English verb phrase into Indonesian verb accurately so that the appropriateness of its meaning can be reached. In addition the translator has to study the meaning of verb + preposition structure accurately in Indonesia. This structure must be attended by students seriously because it is standard form in English but it is not in Indonesia. Thirdly, 1.72 % of English verb phrase is translated into Indonesian inappropriately cause of deviation and 15.39 % of English verb phrase is translated into Indonesian inappropriately cause of misinterpretation. Key Words: Translation, English Verb Phrase, Indonesian Verb Phrase
PENGARUH METODE BRAINSTORMING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF Fauzatul Ma’rufah Rohmanurmeta; Arni Gemilang Harsanti; Heny Kusuma Widyaningrum
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.294 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v4i2.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruhmetode Brainstorming terhadap motivasi dan hasil belajar pada pembelajaran tematik integratif bagi peserta didik kelas IV MIN Demangan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain pretest-posttest with nonequivalent groups . Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV MIN Demangan, Kota Madiun,  Propinsi Jawa Timur semester II tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dengan cara acak diambil dua kelas yang masing masing terdiri dari kelompok eksperimen  berjumlah 33peserta didik dan kelompok kontrol berjumlah 33 peserta didik. Pretest dan Posttest digunakan untuk mengukur motivasi dan hasil belajar peserta didik. Validitas dan reliabilitas instrumen dihitung dengan program SPSS 17.00 for windows. Analisis data menggunakan statistik uji independent t untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran yang meliputi metode brainstorming  pada kelas eksperimen dan metode konvensional pada kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan metode brainstorming  terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik MIN Demangan pada sub  tema kebersamaan dalam keberagaman. Terbukti dari hasil uji-t dengan signifikansi 0,000 pada kelompok eksperimen, artinya metode brainstorming  mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar sub tema kebersamaan dalam keberagaman peserta MIN Demangan.
STRATEGI BELAJAR SISWA PARTISIPAN KOMPETISI BAHASA INGGRIS Niken Reti Indriastuti
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.469 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v5i2.495

Abstract

Keikutsertaan siswa-siswa sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan atas di Kabupaten Ponorogo dalam berbagai kompetisi Bahasa Inggris dari tahun ke tahun cukup menggembirakan. Kemampuan mereka dalam menampilkan kecakapan berbahasa Inggris lewat lomba storytelling, speech, dan reading news rata-rata cukup bagus bahkan ada yang sangat bagus. Keberhasilan mereka tentu saja dipengaruhi olah banyak faktor dan salah satunya adalah strategi pembelajaran yang mereka gunakan dan yang dipakai oleh guru pembina  ketika melatih mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran bahasa siswa partisipan kompetisi Bahasa Inggris  dan guru pembina siswa tersebut ketika melakukan latihan. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan subyek sejumlah siswa dan guru SMP dan  SMA di Kabupaten Ponorogo yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi Bahasa Inggris. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi sedangkan analisa data menggunakan model Miles dan Huberman dengan langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil data yag diperoleh menunjukkan bahwa para siswa partisipan lomba bahasa Inggris di Ponorogo menerapkan seluruh jenis strategi baik direct maupun indirect strategi.Kata Kunci: strategi pembelajaran, kompetisi Inggris
A CONTRASTIVE ANALYSIS OF INTERROGATIVE SENTENCES IN ENGLISH AND INDONESIAN Mashlihatul umami
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.758 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v3i2.106

Abstract

The aim of this paper is to investigate the forms of questions in English and Indonesian in order to identify the similarities and differences between them. CA may look at linguistic structures in a twofold way: predictability power and wash back effect (Cheng, Watanabe Curtis, 2004). The former deals with foreseeing the areas of problems the English learners may commit and the latter refers to the effect of diagnostic value of CA on improvement of teaching processes. In this case, the researcher emphasizes her study in analyzing CA based on the first perspective; this study focuses on interrogative sentences which are in the form of questions which play an important role in learning English among Indonesian junior high school students. This study has found the differences and similarities between Indonesian and English. Recognizing this will contribute to the accuracy of English questions made by the students
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK RUTOSORO KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA FLORES NUSA TENGGARA TIMUR Efrida Ita
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.228 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v6i1.889

Abstract

This study aims to describe the learning management of early childhood education in Rutosoro kindergarten, namely 1) planning of learning, 2) implementation of learning, 3) assessment of learning. This study was qualitative study. This study was done in Rutosoro kindergarten. The study design was educational ethnography. The subjects of this study were the headmaster, teachers and students of Rutosoro kindergarten. The methods of data collection in this study were interview, observation and documentation. The data analysis in this study using the analysis of interactive model developed by Miles and Huberman namely data collection, data reduction, data display and conclusion. The result of study shows that 1) the planning of learning is made in the form of syllabus, the semester planning, weekly activities planning, daily activities planning. In making the learning planning the kindergarten teachers need to consider the level of children development, the children development aspects, the children’s needs, the children’s interest, and the children’s characteristics, 2) the implementation of learning in Rutosoro kindergarten begins with the welcoming of the children by the teachers, introduction (moving together, praying, presenting, questioning on themes and subthemes), core activities, eating and resting, closing. Implementation of learning using the methods adapted to the theme with the principle of playing while learning, and 3) the assessment of learning is done every time since the children come to the school till the children go back to home through the assignment, conversation, observation, performance, work, and portofolio.
LEVEL KOGNITIF SOAL PADA BUKU TEKS MATEMATIKA KURIKULUM 2013 KELAS VII UNTUK PENDIDIKAN MENENGAH Intan Sari Rufiana
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.348 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kognitif soal yang ada pada buku siswa kurikulum 2013 kelas VII SMP mata pelajaran matematika dalam rangka mengevaluasi implementasi kurikulum 2013 dari segi dokumen yang digunakan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian evaluatif dengan menggunakan pendekatan studi dokumentasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan dokumentasi, sebab penelitian ini ditujukan untuk menganalisis soal-soal yang ada pada sebuah dokumen kurikulum 2013, yaitu buku siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan identifikasi soal-soalyang ada di buku teks kurikulum 2013. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi yaitu dengan cara mengklasifikasikan soal-soal berdasarkan tingkat kognitif siswa, yaitu pemahaman, penyajian dan penafsiran, penalaran dan pembuktian.Hasil analisis terhadap soal-soal yang ada pada buku siswa kurikulum 2013 mata pelajaran matematika kelas VII menyimpulkan bahwa soal-soal yang ada pada buku siswa kurikulum 2013 kelas VII untuk mata pelajaran matematika sebagian besar adalah soal pemahaman yaitu sebanyak 68.01%. Proporsi soal penyajian dan penafsiran (23.67%)lebih besar dibandingkan soal penalaran dan pembuktian (1.45%). Prosentase yang kecil pada soal bentuk penalaran dan pembuktian menyebabkan siswa tidak terbiasa untuk menyelesaikan soal-soal dalam bentuk ini. Hal itu dapat berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bentuk ini. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi praktisi dan pemangku kepentingan pendidikan untuk dapat mengkoreksi pelaksanaan kurikulum 2013.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI DAN PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA (Eksperimen Pada Siswa SMA Islam Al-Ikhlas Kota Bekasi) nur rizkiyah
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.887 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v5i1.276

Abstract

ABSTRAKPendidikan sangat menentukan kualitas manusia. Sumber daya manusia yang unggul dapat membawa kemajuan Namun pembelajarn dikelas masih kurang optimal. Pendekatan pembelajaran yang tepat  perlu ditingkatkan  Penelitian ini memakai metode eksperimen . Uji Prasyarat data dengan menggunakan Uji Normalitas,Homogenitas dan Linieritas. Hasil uji normalitas sebesar untuk empat kelompok data masing-masing 0.259,0.400,0.499 dan 0.586 yang berarti Sig. 0.05 yang berarti berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil uji prasyarat Homogenitas metode pembelajaran untuk penguasaan konsep biologi sebesar 0.229,yang berarti Sig. 0.05,  dan data metode pembelajaran untuk perilaku hidup sehat sebesar 0.169,sehingga Sig 0.05 ,sehingga varians homogen. Hasil uji linirealitas  adalah 0,536 atau sig 0,05, sehingga disimpulkan persamaan regresi penguasaan konsep biologi atas perilaku hidup sehat pada pembelajaran metode eksperimen adalah linear.  0,215 atau sig 0,05, sehingga disimpulkan persamaan regresi penguasaan konsep biologi atas perilaku hidup sehat pada pembelajaran metode diskusi adalah linear.Subyek penelitian adalah siswa kelas X ,SMA Islam Al-Ikhlas Kota Bekasi sebanyak 40 orang. Hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat disimpulkan : (1).Terdapat pengaruh  yang signifikan  metode pembelajaran terhadap penguasaan konsep Biologi dan perilaku hidup sehat mahasiswa secara bersama-sama. (2). Terdapat pengaruh yang signifikan metode pembelajaran terhadap penguasaan konsep biologi. (3). Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata penguasaan konsep biologi dan perilaku hidup sehat antara kedua metode pembelajaran. Kata Kunci : Metode Pembelajaran, Penguasaan Konsep Biologi dan Perilaku                       Hidup Sehat
POLA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA (Sebuah studi di SDN 1 Polorejo) Hadi Cahyono
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.038 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v3i2.81

Abstract

Pada dasarnya pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan manusia, kelompok masyarakat, atau bangsa. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Tujuan penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pola pengembangan karakter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapola pengembangan SDN 1 Polorejo berupa pengembangan karakter melalui proses pembelajaran, manajemen, dan ekstrakurikuler siswa yang lebih inten dan teratur.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA DAN PERSEPSI TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN SEKOLAH, TERHADAP MOTIVASI BELAJAR Novi Nitya Santi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.123 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v3i1.139

Abstract

Motivasi belajar adalah suatu dorongan yang ada pada seseorang sehubungan dengan prestasi yaitu menguasai, memanipulasi dan mengatur lingkungan sosial maupun fisik, mengatasi rintangan dan memelihara kualitas belajar serta bersaing melalui usaha untuk melebihi perbuatannya yang lalu dan mengungguli perbuatan orang lain. persepsi terhadap pola asuh merupakan cara pandang anak terhadap pola asuh orang tua yang diterimanya.Persepsi terhadap lingkungan sekolah adalah cara pandang anak terhadap semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada didalam lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program pendidikan dan membantu siswa mengembangkan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar.Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 75 siswa. Dari hasil uji untuk kekuatan hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua dan persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah dengan motivasi belajar di dapat dalam tabel ANOVA terbaca nilai Fhitung = 37,471 sementara itu, dari nialai tabel statistic F dengan derajat bebas V1 = 3 dan V3 = 73 pada taraf signifikansi 0,05 kita peroleh nilai Ftabel = 2,72 jadi tampak bahwa Karena Fhitung Ftabel 37,47 2,72 artinya antara persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah, dengan motvasi belajar ada hubugan linier. nilai R2 = 0,613 artinya variabel persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah, dapat menerangkan variabilitas sebesar 61,3 % dari variabel motivasi belajar. Berdasarkan uraian diatas Ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah, dengan motivasi belajar.
THE FORMULATION OF INDICATOR IN TEACHER’S SYLLABUS ON SPEAKING SKILL Putu Ngurah Rusmawan
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.978 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v4i2.204

Abstract

KTSP (School Based Curriculum) is still widely applied in some school in Indonesia. Every school has given authority to make a syllabus. However, the teacher still gets difficulty to design syllabus. The teacher cannot identify the indicator from basic competence well. It meant that the teacher can not understand about the formulation of basic competence, so they can not identify indicator well. Finally, the can not developing the syllabus become lesson plan well. Teacher’s syllabus is a scenario when the teacher teaches their students in class. Teacher writes a syllabus for one semester, it is important for guidance of the teacher. In syllabus, teacher should interpret basic competence into systematic indicator. At least, syllabus consists of school identity, basic competence (KD), Sub KD, Sub-sub KD (it is written when basic competence consists more than one competence), indicator of competence, material, teaching and learning procedure, assessment, learning source, and media.This study related to the syllabus developed by the English teacher. The main data was a document made by the teacher. It would describe qualitatively. The researcher used the result of observation guidelines of ideal syllabus and table of operational KD and Indicator.Based on the result of the study, there are some points that can be known. (1) Most of the syllabus is not ideal. (2) Most of the syllabus is not used operational verb in KD and indicator. It means that most of the teachers are still difficult to identify KD and indicator. In conclusion, most of the teacher can not develop lesson plan well, because they can not identify indicator from basic competence well. If the teacher can not identify indicator from KD well, it can not make a systematic indicator. Systematic indicators determine about material, teaching and learning procedure, allocation of time, assessment, source and media. It means that an ideal syllabus, it can determine achievement of teaching learning in the class.

Page 4 of 43 | Total Record : 422