cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
PENGARUH MASSA ADSORBEN ZEOLIT, ARANG AKTIF SEKAM PADI, DAN ARANG AKTIF JERAMI PADI TERHADAP EFISIENSI PENURUNAN KONSENTRASI ION TIMBAL (Pb2+) Desriyanti, Desriyanti; Akbari, Tauny; Fitriyah, Fitriyah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20606

Abstract

Kadar ion timbal Pb2+ yang terdapat pada limbah cair dapat berpengaruh terhadap lingkungan yang akan menimbulkan sifat racun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh massa adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi terhadap efisiensi penurunan konsentrasi ion timbal (Pb2+) pada larutan sampel Pb konsentrasi 5 mg/L. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan 3 perlakuan adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi yaitu (0,5 gram, 1,0 gram, dan 1,5 gram) dengan uji adsorpsi pada kecepatan pengadukan 250 rpm selama 60 menit. Hasil penelitian diperoleh bahwa efisiensi penurunan konsentrasi ion timbal (Pb2+) paling tinggi dicapai oleh media adsorben zeolit (massa 1,5 gram) sebesar 90% (0,48 mg/L), media adsorben arang aktif sekam padi (massa 1,5 gram) sebesar 87% (0,64 mg/L), dan media adsorben arang aktif jerami padi (massa 1,5 gram) sebesar 85% (0,73 mg/L). Penambahan massa adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi berpengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi ion timbal (Pb2+). Efisiensi penurunan ion timbal (Pb2+) oleh media adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi berada pada kisaran 85% - 90% namun belum memenuhi syarat baku mutu berdasarkan PERMENLH No 5 Tahun 2014 yaitu 0,1 mg/L.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN INDUSTRI PENGECORAN LOGAM DENGAN METODE COST BENEFIT ANALYSIS Widiana, Dika Rahayu; Nisa, Intan Zahrotun; Nugroho, Agung; Disrinama, Am Maisarah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20602

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan pengecoran logam di Jawa Timur tidak memenuhi peraturan perundangan pada beberapa aspek. Ketidaksesuaian tersebut diantaranya adalah kondisi tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 yang tidak sesuai maupun tidak adanya pengangkutan yang terjadwal sehingga menyebabkan TPS mengalami overload. Untuk meminimalisir ketidaksesuaian ini maka direncanakan alternatif pengelolaan yaitu perbaikan TPS dan melakukan penjadwalan pengangkutan limbah B3 tanpa perbaikan TPS. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif pengelolaan limbah B3 yang layak tetapi juga paling mudah untuk diterapkan. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan observasi dan wawancara. Untuk pemilihan alternatif pengelolaan limbah B3 yang layak digunakan metode Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh alternatif pengelolaan limbah B3 yang paling layak adalah memperbaiki TPS serta melakukan penjadwalan pengangkutan limbah B3. Hal ini dibuktikan dengan nilai NPV yang positif dan nilai BCR yang lebih dari satu.
KEMAMPUAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG UNTUK MENDEGRADASI KADAR TPH TANAH TERCEMAR OLI Suprayitno, Didik; Mondiana, Yani Quarta
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20603

Abstract

Berkembangnya industri otomotif dewasa ini menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya adalah pencemaran tanah yang diakibatkan oleh oli bekas. Oli yang digunakan sebagai pelumas mesin merupakan salah satu hasil dari olahan minyak bumi yang tersusun dari campuran senyawa hidrokarbon 90% dan komponen non hidrokarbon 10%. Limbah oli bekas yang terbuang ke tanah akan diserap oleh tanah sehingga menyebabkan turunnya kemampuan tanah dalam menyerap air, menghambat produktivitas tanah serta dapat merubah struktur dan fungsi tanah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pencemaran tanah adalah dengan bioremediasi. Bioremediasi dengan menambahkan MOL bonggol pisang diharapkan mampu untuk mengurangi kadar TPH pada tanah yang tercemar limbah oli bekas. MOL bonggol pisang banyak mengandung bahan organik dan juga mengandung unsur hara yang sangat tinggi yang dapat digunakan oleh mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan MOL bonggol pisang dalam mendegradasi kadar TPH pada tanah yang tercemar limbah oli bekas. Penelitian ini mengguanakan metode ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar N, P, K dalam MOL bonggol pisang sangat tinggi, sehingga dengan melakukan penambahan MOL bonggol pisang mampu menurunkan kadar TPH pada tanah tercemar limbah oli bekas. Kadar TPH awal mempunyai konsentrasi sebesar 34,09%, setelah dilakukan penambahan MOL bonggol pisang kadar TPH berkurang menjadi 12,34%.
ANALISIS INTENSITAS BISING SERTA POLA SEBARAN TINGKAT KEBISINGAN DI SEKITAR BUNDARAN WARU MENGGUNAKAN SURFER Abdilllah, Hanif Yusuf Rahman; Yusrianti, Yusrianti; Nilandita, Widya
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20604

Abstract

Bundaran Waru, merupakan jalan kolektor sekunder di Kota Surabaya yang sering mengalami kemacetan, terutama di persimpangan yang padat dari berbagai arah jalan, dikenal sebagai salah satu zona lalu lintas yang padat. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 menyatakan bahwa tingkat ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kebisingan lalu lintas termasuk dalam klasifikasi polusi suara. Dengan menggunakan perangkat lunak Surfer, penelitian ini mencoba untuk mengetahui pola dan intensitas sebaran kebisingan di sekitar Bundaran Waru dari 20 titik dalam radius 500 meter. Metodologi yang digunakan untuk pengukuran kebisingan sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan, dan pengukuran dilakukan pada hari Senin dan Jumat untuk merefleksikan hari kerja dan hari Minggu untuk merefleksikan hari libur. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di sekitar Bundaran Waru melampaui Baku Mutu (55 dB) dan (70 dB) yang telah ditetapkan, yaitu berkisar antara 66,15 hingga 87,89 dBA. Pola distribusi kebisingan menunjukkan tingkat tertinggi di titik 18 untuk hari Senin dan Jumat dan titik 6 untuk hari Minggu, sementara tingkat terendah secara konsisten tercatat di titik 17 di ketiga hari tersebut.
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN DI LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN FLY OVER KOTA BANDUNG Wardani, Eka; Salsabella, Abelda
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20598

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kebisingan pada rencana pembangunan fly over Kota Bandung. Pengukuran kebisingan dilakukan di sembilan titik yang berada pada area Kecamatan Cicendo dan Andir dengan rencana panjang fly over 550 meter dan lebar 11,5 meter. Metode pengumpulan data meliputi data primer yaitu observasi lapangan, dokumentasi kondisi eksisting dengan mengukur tingkat kebisingan. Data sekunder yaitu deskripsi kegiatan dan peta lokasi. Pengolahan dan Analisis data mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Hasil penelitian pengukuran tingkat kebisingan di titik 1 sebesar 80,60 dBA, titik 2 sebesar 80,98 dBA, titik 3 sebesar 80,27 dBA untuk peruntukan perdagangan dan jasa sebesar 70 dB(A) dan titik 4 sebesar 77,45 dBA, titik 5 sebesar 77,96 dBA, titik 6 sebesar 77,93 dBA, titik 7 sebesar 78,77 dBA, titik 8 sebesar 75,75 dBA dan titik 9 sebesar 79,08 dBA untuk peruntukan perumahan dan pemukiman sebesar 55 dB(A). Kesimpulan penelitian ini bahwa tingkat kebisingan di rencana pembangunan Fly Over Kota Bandung melebihi baku mutu.
ANALISIS PENGARUH MOLASES DAN LAPISAN TANAH SEBAGAI CO-FACTOR TERHADAP OPTIMASI PENGOMPOSAN LIMBAH NANAS (ANANAS COMOSUS) Viareco, Hariestya; Bemis, Restina; Puspitasari, Ratih Dyah; Pratiwi, Nurul; Adriansyah, Endi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20605

Abstract

Peningkatan produksi nanas sebagai komoditas di Desa Tangkit Baru sejalan dengan meningkatnya limbah nanas yang dihasilkan. Mengubah limbah nanas menjadi pupuk kompos merupakan solusi yang tepat untuk masyarakat Desa Tangkit Baru. Namun, mengingat karakteristik limbah nanas yang cenderung asam, diperlukan upaya lebih lanjut dalam proses pengomposannya. Penelitian ini menggunakan larutan molases dan lapisan tanah sebagai co-factor untuk mengoptimalkan proses pengomposan limbah nanas. Penggunaan larutan molases terbukti dapat meningkatkan unsur hara dalam kompos, terutama C-organik yang mencapai 54%, sedangkan lapisan tanah membantu mempertahankan kadar air dan mempercepat proses pengomposan. Proses pengomposan limbah nanas berlangsung selama 13 hari untuk mencapai kompos yang matang dengan parameter pH, suhu, dan kelembaban yang optimal. Larutan molases dan lapisan tanah memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi pengomposan limbah nanas, menghasilkan kompos berkualitas tinggi. Namun, pemilihan co-factor perlu diperhatikan dengan rasio yang tepat agar kualitas kompos dapat maksimal dengan proses yang lebih efisien.
UJI EFISIENSI FILTER PARTIKULAT MATTER BERBAHAN SERBUK KAYU UNTUK MENGURANGI EMISI FINE PARTICLE ASAP ROKOK Destrianingtyas, Aulia Safitri; Hurnah, Hurnah; Fajriah, Baiq Nurul; Wahana, Lidia; Budianto, Arif; Rahayu, Susi; Anggriani, Ni Ketut
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20601

Abstract

Partikulat yang dikeluarkan oleh asap rokok diketahui berkontribusi terhadap polusi udara dan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi konsentrasi asap rokok di udara. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan filter partikulat yang terbuat dari serbuk kayu dengan tepung terigu sebagai perekat filternya. Variasi filter yang digunakan pada penelitian ini adalah filter yang dijemur langsung di bawah sinar matahari dan menggunakan pengering rambut. Filter ini ditandai dengan nilai efisiensinya dalam mengurangi emisi asap rokok. Efisiensi filter dalam mereduksi partikel ditentukan dengan membandingkan asap rokok sebelum dan sesudah penambahan filter. Hasil penelitian menunjukkan nilai efisiensi filter dalam mereduksi partikel asap rokok adalah sekitar 95,24%. Nilai efisiensi yang dihasilkan dari variasi perlakuan filter yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan.
ANALISIS KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR SUNGAI RETOK KABUPATEN KUBU RAYA Yudita, Arthika; Akbar, Aji Ali; Saziati, Ochih
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20664

Abstract

Sungai Retok memiliki peran penting untuk aktivitas masyarakat di sekitarnya. Daerah sekitar Sungai Retok merupakan pemukiman penduduk, perkebunan, dan perindustrian, sehingga berpotensi untuk tercemar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber pencemar, menilai tingkat pencemaran sungai dengan Indeks Pencemaran (IP), dan merekomendasi metode pengendalian. Mengacu pada baku mutu air kelas II sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Kualitas air sungai retok di Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya menunjukan bahwa hasil penelitian parameter BOD melebihi baku mutu dengan nilai BOD 3,6 mg/L - 4,57 mg/L titik tertinggi pada titik ke 4, parameter Nitrogen Amoniak juga melebihi baku mutu dengan nilai Nitrogen Amoniak 0,48 mg/L – 0,58 mg/L titik tertinggi terdapat di titik ke 1 dengan sumber pencemar pemukiman penduduk dan adanya industri sarang wallet, kayu, serta pasir. Secara keseluruhan status mutu sungai Retok menunjukan bahwa termasuk sungai dalam kategori tercemar ringan dengan nilai Indeks Pencemaran (IP) berkisar antara 2,152 - 2,442. Strategi pengendalian pencemaran sungai Retok yang tercemar ringan dapat dilakukan dengan mengurangi beban pencemaran dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan yang lebih baik melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, serta perlunya pemantauan kualitas air sungai secara berkala.
ANALISIS KUANTITAS DAN KUALITAS AIR HUJAN UNTUK CADANGAN AIR BERSIH PADA SEKOLAH BERASRAMA Fadhil, Muhammad Zaini; Annisa, Nova
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20669

Abstract

Sistem sekolah berasrama tidak hanya melaksanakan kegiatan belajar, namun juga kegiatan sehari- hari seperti mandi, mencuci, dan lainnya. Banyaknya siswa pada satu tempat dan adanya kegiatan sehari membuat kebutuhan air bersih menjadi tinggi. Sekolah berasrama yang hanya menggunakan PDAM sebagai penyedia air bersih akan mengalami kendala jika terjadi gangguan distribusi air. Berdasarkan itu, diperlukan sumber cadangan air bersih yang bisa didapatkan dari pemanfaatan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas dan kualitas air hujan pada sekolah berasrama sebagai sumber penyediaan untuk cadangan air bersih. Penelitian ini dilakukan di SMAN Banua Kalsel yang merupakan sekolah berasrama. Metode analisis kuantitas air hujan menggunakan analisis hidrologi terhadap curah hujan harian maksimum untuk mengetahui volume suplai maksimum air hujan. Analisis kualitas air hujan dilakukan pada parameter TDS, pH, dan e. coli. Pengujian sampel air hujan di SMAN Banua Kalsel terhadap parameter tersebut dibandingkan dengan baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil analisis kuantitas air hujan yaitu volume suplai maksimum dapat mencapai 973,4 m3. Kualitas air hujan yaitu parameter TDS yaitu <51 mg/L, pH 7,41, dan e. coli 140 CFU/100mL. Parameter yang belum memenuhi baku mutu adalah e. coli.
PERENCANAAN TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA (TPS) DAN SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH DENGAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Firdausy, Muhammad Abrar; Prayoga, Muhammad Iqbal
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20672

Abstract

Hulu Sungai Tengah dihadapkan pada permasalahan sampah yang belum ditangani secara optimal. Pelayanan persampahan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah hanya mencapai 54%. Perencanaan TPS akan dimulai tahun 2024 hingga 2033 dengan total 92 TPS jenis kontainer dengan volume 6 m3, berdasarkan proyeksi jumlah penduduk dan proyeki timbulan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Terdapat 3 jenis skenario pilihan sistem pengangkutan sampah yaitu sistem Hauled Container System (HCS), Stationary Container System (SCS), dan campuran (HCS dan SCS). Dari ketiga skenario tersebut dianalisis jarak, waktu, dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Sementara Sistem Informasi Geografis digunakan untuk menentukan jalur pengangkutan sampah. Sistem pengangkutan sampah yang direkomendasi pada tahun 2024 hingga 2033 adalah HCS dengan jarak tempuh total 11.980.220 km, untuk pengangkutan diperlukan waktu total 386.327 jam, dan biaya perencanaan total yang dibutuhkan ialah Rp. 96.217.961.033.

Page 1 of 1 | Total Record : 10