cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,146 Documents
Search results for , issue "Jurnal Ilmiah Indonesia" : 6,146 Documents clear
Peran Kementerian ATR/BPN Terhadap Pemberlakuan Sertipikat Elektronik Di Indonesia Djatu Dianti, Swanasti; Lukman, Arsin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56204

Abstract

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (selanjutntya disebut Kementerian ATR/BPN) merupakan salah satu instansi pemerintah di Indonesia yang sudah mengadaptasi kehadiran teknologi dalam pelaksanaan kegiatan pertanahan. Penelitian ini membaas mengenai kedudukan sertipikat elektronik sebagai alat bukti dalam hukum acara perdata di Indonesia dan Peran Badan Pertanahan Nasional terhadap pemberlakuan sertipikat elektronik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal dengan metode analitis data kualitatif dan data yang digunakan bersumber dari dari studi kepustakaan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sertipikat elektronik mempunyai kedudukan sebagai alat bukti yang sah dalam hukum acara perdata di Indonesia karena sertipikat elektronik yang menjadi bagian daripada informasi dan/atau dokumen elektronik merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia. Kementerian ATR/BPN berperan untuk membuat aturan hukum yang lebih komperhensif mengenai sertipikat elektronik, memberikan penyuluhan hukum secara berkala kepada masyarakat maupun lembaga peradilan, meningkatkan perlindungan terhadap data pribadi, mengadakan pelatihan atau pendidikan yang memadai terkait penggunaan teknologi informatika dan keamanan siber, serta meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai di setiap wilayan kantor pertanahan/BPN di Indonesia agar penerapan sertipikat elektronik dapat berjalan dengan baik.
Kekuatan Genggaman Tangan Sebagai Marker Klinis Keterbatasan Mobilitas Fahrurozi, R. Ifan Arief; Mulyana, Roza; Martini, Rose Dinda; Triansyah, Fandi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56211

Abstract

Adanya penurunan fungsi organ tubuh secara alamiah pada lansia menimbulkan berbagai gangguan fungsional tubuh seperti gangguan mobilitas mulai dari penurunan kecepatan berjalan, fungsi keseimbangan, kemampuan fungsional dan kemandirian dalam aktivitas kehidupan sehari – hari. Salah satu prediktor penting dari mobilitas adalah kekuatan otot. Kekuatan genggaman tangan digunakan sebagai indikator dalam evaluasi frailty dan sarkopenia yang terkait dengan berbagai luaran klinis negatif pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kekuatan genggaman tangan, massa otot, dan kinerja fisik pada individu lanjut usia. Terdapat korelasi yang signifikan antara pengukuran kekuatan genggaman tangan dengan keterbatasan mobilitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kekuatan genggaman tangan dapat digunakan sebagai alat skrining yang efektif dan marker klinis untuk mengidentifikasi lansia dengan risiko tinggi terhadap keterbatasan mobilitas sehingga dapat membantu dalam perencanaan intervensi dan pengelolaan lansia dengan frailty dan sarkopenia.
Representasi Budaya Patriarki Go Ah In dalam Episode 1 Serial “Agency” di Netflix Fitri, Aulia; Prathisara, Gibbran
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.56232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya patriarki dalam episode pertama serial drama Korea “Agency” dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori semiotika John Fiske. Fokus utama penelitian ini adalah karakter Go Ah-in, yang diperankan oleh Lee Bo-young sebagai simbol perjuangan wanita dalam sistem patriarki analisis, yaitu: Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi yang dapat membantu memahami bagaimana budaya patriarki disampaikan melalui teks media. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan adegan-adegan dalam serial yang mempresentasikan budaya patriarki, analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan lingkungan sekitar, ekspresi wajah, percakapan, hingga sinematografi yang digunakan dalam adegan-adegan dalam serial “Agency”. Pada level realitas drama ini menampilkan gestur, dialog, dan interaksi yang merefleksikan subordinasi wanita ditempat kerja yang didominasi oleh pria. Pada level representasi teknik naratif dan visual seperti sudut kamera, penempatan karakter, dan pencahayaan menegaskan isolasi serta perjuangan tokoh utama dalam menghadapi diskriminasi gender. Sementara itu, pada level ideologi, drama ini mengkritis norma-norma patriarki yang mengakar dalam masyarakat Korea Selatan khususnya dalam industri periklanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa episode pertama “Agency” secara efektif menggambarkan bagaimana budaya patriarki memengaruhi dinamika kekuasaan, hubungan interpersonal, dan ekspetasi sosial terhadap wanita. Go Ah-in dihadirkan sebagai karakter yang berusaha melampaui batasan-batasan gender sehingga menjadi simbol pemberontakkan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama ini tidak hanya merefleksikan realitas sosial tetapi juga mengajak penonton untuk mempertanyakan struktur patriarki yag masih kuat dalam masyarakat modern.
Pengaruh Pemberian Filtrat Fermentasi Nira Kelapa, Jaka, Ental Terhadap Tingkat Malondialdehide (MDA) Plasma Darah Mencit Yang Dipapar Asap Rokok Kurniawan, I Gusti Bagus Jordy Bhadrika; Ratnayantiin, I Gusti Ayu Dewi; Wiryawan, I Gusti Nyoman Sri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56272

Abstract

Stres oksidatif dan nitrosatif yang diinduksi oleh asap rokok memainkan peran penting dalam patogenesis penyakit seperti diabetes, kanker paru-paru, aterosklerosis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Minuman tradisional yang dihasilkan dari proses fermentasi nira kelapa, nira jaka, ataupun ental mengandung kadar antioksidan yang tinggi sehingga produk hasil fermentasi merupakan sumber antioksidan yang potensial untuk mencegah timbulnya stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian filtrat fermentasi nira kelapa, nira jaka/aren, dan filtrat fermentasi ental terhadap kadar Malondialdehyde (MDA) sebagai penanda stres oksidatif pada mencit yang dipapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 32 ekor mencit dibagi menjadi 8 kelompok untuk menguji efektivitas filtrat fermentasi dalam menurunkan kadar MDA. Paparan asap rokok secara signifikan meningkatkan kadar MDA pada mencit dibandingkan kontrol negatif. Pemberian filtrat fermentasi nira kelapa menunjukkan penurunan kadar MDA yang signifikan. Nira aren mampu menurunkan kadar MDA, meskipun efeknya lebih rendah dibandingkan nira kelapa. Filtrat fermentasi ental menunjukkan efek peningkatan kadar MDA dibandingkan pemberian nira kelapa dan nira aren.: Filtrat fermentasi nira kelapa paling efektif dalam menurunkan kadar MDA pada mencit, baik dengan atau tanpa paparan asap rokok dibandingkan dengan filtrat fermentasi nira aren dan filtrat fermentasi ental.
Climate Change Mitigation and Adaptation in National Development Policy Formulation in Indonesia Maulana, Akhmad Taufan; Andriansyah, Andriansyah; Muksin, Nani Nurani; Satispi, Evi; Samudra, Azhari Aziz; Oktariani, Andina
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56395

Abstract

The purpose of this study is (1) to describe the climate change mitigation and adaptation agenda in formulating national development policies. (2) To describe the climate change mitigation and adaptation agenda that is integrated into national development planning. The research method used is qualitative research with literature studies to collect data. The results of the study indicate that: (1) Indonesia has considered the climate change adaptation agenda in formulating national development policies, with the consideration that the adaptation agenda is more suitable and more feasible to be implemented in developing countries. to address the impacts of climate change at the national level.The Indonesian government has taken various measures to address the impacts of climate change. Many public policy documents have been published at the Central Level, through related Ministries/Institutions and Regional Governments.(2) The climate change adaptation agenda has been outlined in the APBN posture in the form of (a) a climate change budget in state revenues, (b) a climate change budget in central government transactions, (c) a climate change budget in distribution to regions and village funds, and (d) a climate change budget in financing
Analisis Retrofit Lampu Konvensional ke Lampu LED pada Gedung Perkantoran Z di Jakarta Selatan Tanaiyo, Muhammad Sukran; Qisthi, Aulia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56400

Abstract

Penggunaan lampu sebagai teknologi pencahayaan saat ini sudah menjadi kebutuhan di Gedung perkantoran. Penggunaan lampu di Gedung Perkantoran sebagai system pencahayaan menghabiskan energi terbesar kedua setelah sistem pendingin udara. Meskipun bukan pengguna energi terbesar namun penghematan energi pada system pencahayaan dapat memberikan dampak yang panjang untuk lingkungan yaitu mengurangi emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis retrofit dari penggunaan jenis lampu konvensional ke jenis lampu Light Emitting Diode (LED) untuk mengetahui saving energy, bill saving, dan saving carbon. Metode analisis yang digunakan adalah melakukan observasi lapangan untuk mengumpulkan data jumlah titik lampu beserta spesifikasinya yang digunakan di Gedung Perkantoran Z di Jakarta Selatan. Dari pengumpulan data diperoleh hasil yaitu dengan melakukan proses retrofit dari jenis lampu konvensional ke jenis lampu LED jumlah pemakaian energi pada sistem pencahayaan dapat menurun menjadi 262,80 kWh/hari atau 7.883,88 kWh/bulan atau 2.877.616,20 kWh/tahun. Menurunnya konsumsi listrik menyebabkan adanya penghematan energi sebesar 132,47 kWh/hari atau 3.974,16 kWh/bulan atau 1.450.568,40 kWh/tahun. Dan didapatkan Keuntungan secara finansial yaitu Rp 6.754.204,14/bulan atau Rp2.465.284.512,85/tahun. Selain keuntungan financial, proses retrofit juga berdampak bagi lingkungan, dengan adanya penghematan energi sebanyak 3.974,16 kWh/bulan atau 1.450.568,40 kWh/tahun. Maka, emisi karbon dari pemakaian energi akan berkurang sebanyak 181,307 ton CO2/tahun.
Erector Spinae Plane Block pada Operasi Payudara Dewi, Christina Angelia Maharani; Ryalino, Christopher
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56468

Abstract

Operasi payudara sering kali dikaitkan dengan nyeri post operasi yang memiliki intensitas dan durasi bervariasi, sehingga memerlukan intervensi perioperatif yang tepat untuk mengurangi nyeri dan efek samping terkait penggunaan opioid. Anestesi regional, khususnya Erector Spinae Plane Block (ESPB), menjadi pilihan yang lebih disukai karena efek opioid-sparing yang dimilikinya, yang mampu secara signifikan mengurangi nyeri post operasi akut dan risiko efek samping. ESPB, sebagai teknik blok regional yang relatif baru, telah menunjukkan kemampuan untuk memberikan anestesi multidermatomal unilateral dari T1 hingga L3 bila dilakukan pada T5. Penelitian ini menggarisbawahi kebaruan penerapan ESPB, termasuk efek analgesik yang lebih lama dibandingkan dengan teknik anestesi lainnya, pengurangan penggunaan opioid yang signifikan, dan cakupan anestesi multidermatomal yang lebih luas, menjadikannya pendekatan inovatif untuk manajemen nyeri post operasi payudara. Meskipun hasil uji coba sebelumnya mendukung keunggulan ESPB, penelitian lebih lanjut mengenai efikasi dan keamanannya tetap diperlukan untuk memastikan potensinya sebagai standar baru dalam anestesi regional operasi payudara.
Tatalaksana Anestesi Pada Pasien Dengan Severe Aortic Stenosis Dengan Tindakan Hemicolectomy Dextra Putu Diah Virayanti, Luh; Labobar, Otniel Adrians; Ryalino, Christopher; Agung Senapathi, Tjokorda Gede
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56469

Abstract

Pada pasien dengan gangguan katup jantung yang akan dilakukan operasi non kardiak memiliki beberapa potensi masalah selama operasi, sehingga diperlukan pemeriksaan, persiapan dan tatalaksana yang baik. Pasien dengan severe aortic stenosismemiliki permasalahan fixed cardiac output yang berarti cardiac output sangat ditentukan oleh laju jantung. Pemilihan modalitas anestesi sangat penting dilakukan untuk menjaga respons simpatis sehingga tidak terjadi takikardia ataupun bradikardia pada pasien dengan severe aortic stenosis. Pemilihan teknik anestesi, termasuk penghindaran neuroaxial anesthesia, serta penggunaan epidural untuk analgesi dan pemantauan yang cermat terhadap tekanan intratorakal saat ekstubasi. Pada pasien ini dilakukan anestesi umum dengan Midazolam, remifentanyl TCI Mode Minto target effect 3 – 4 mcg/ml, Rocuronium 30 mg IV, dan pemeliharaan dengan udara: O2: sevoflurane. Pemasangan epidural setinggi L2-L3, target tip T10, kateter masuk 6 cm di dalam ruang epidural, target dermatom T6-T10, target viscerotom T6-L2. Dilanjutkan dengan pemberian regimen Bupivacaine 0,0625% plain 10 ml sebagai agen analgesia. Selain itu dilakukan pemasangan akses vena sentral untuk mengetahui volume vena sentral, akses obat dan nutrisi parenteral paska operasi. Durante pasien stabil, dan dilakukan ekstubasi paska operasi dengan agen reversal berupa neostigmine dan sulfas atropine. Pasien dirawat diruang intensif paska operasi selama 2 hari.
Luaran Maternal dan Neonatal pada Kasus Solusio Plasenta: Studi Deskriptif di RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia, Tahun 2017-2024 Manurung, Esrani Rosmawati; Ernawati, Ernawati; Sampurna, Mahendra Tri Arif
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.56781

Abstract

Indonesia memiliki angka kematian ibu dan neonatal yang tinggi, dengan perdarahan obstetri, terutama solusio plasenta, sebagai salah satu penyebab utama. Tujuan penelitian untuk menganalisis luaran maternal dan neonatal pada kasus solusio plasenta di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, periode 1 Januari 2017–31 Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional ini menggunakan data sekunder dari rekam medis ibu dengan diagnosis solusio plasenta. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan kriteria inklusi berupa rekam medis lengkap dan diagnosis solusio plasenta yang terkonfirmasi. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukan dari 6.662 persalinan, terdapat 42 kasus solusio plasenta (0,63%). Rata-rata usia ibu adalah 31,0 ± 6,43 tahun, dengan kelompok usia terbanyak 25–29 tahun (35,7%) dan ≥35 tahun (31%). Sebagian besar ibu overweight atau obesitas (38,1%). Solusio plasenta paling sering terjadi pada ibu multigravida (69%). Komorbiditas yang sering ditemukan meliputi preeklampsia berat (31%) dan eklampsia (14,3%). Sebanyak 78,6% ibu melahirkan pada usia kehamilan preterm, dan 52,4% menjalani operasi sesar. Komplikasi maternal yang tercatat meliputi atonia uteri (33,3%), histerektomi (26,2%), anemia (85,7%) dan trombositopenia (52,4%), Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) (16,7%) dan sepsis (14,3%), serta acute kidney injury (AKI) (47,6%). Pada neonatus, sebanyak 88,1% memiliki skor APGAR <7 pada menit pertama dan kelima, 78,5% memiliki berat badan lahir rendah, dan 78,6% lahir mati. Solusio plasenta merupakan kondisi yang sangat berisiko, baik bagi ibu maupun bayi, dengan komplikasi signifikan seperti kelahiran prematur, persalinan sesar, dan tingginya angka neonatal yang lahir mati. Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini, pemantauan ketat, dan intervensi medis yang cepat untuk meningkatkan luaran maternal dan neonatal.
Laporan Kasus Pasien Penderita Ulkus Kornea Mutiara, Firdani; Anggraini, Irastri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.56782

Abstract

Ulkus kornea merupakan kondisi oftalmologis serius yang ditandai dengan kerusakan epitel kornea dan inflamasi stroma akibat trauma atau infeksi, yang dapat menyebabkan komplikasi berat hingga kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat. Kasus ini melaporkan seorang pria berusia 55 tahun yang datang ke Klinik Mata RSWN dengan keluhan mata kiri merah selama 10 hari, disertai nyeri, sensasi panas, pandangan buram, dan pelebaran lingkaran putih pada kornea setelah terkena daun pohon timun saat panen. Pasien sempat mencoba pengobatan alternatif, namun kondisi semakin memburuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pendekatan diagnostik dan terapi dalam penanganan ulkus kornea akibat trauma. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah analisis kasus berbasis pemeriksaan klinis menggunakan slit lamp, tes fluorescein, dan evaluasi ketajaman penglihatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kornea keruh, defek positif, hipopion positif, dan hasil tes fluorescein positif, dengan tajam penglihatan VOD 6/9 dan VOS 6/40. Diagnosis utama adalah ulkus kornea OS dengan diagnosis banding corpus alienum kornea dan keratitis non-ulcerative. Terapi yang diberikan meliputi antibiotik topikal dan oral, analgesik, serta suplemen untuk mendukung penyembuhan. Meskipun prognosis untuk kelangsungan hidup pasien baik, pemulihan fungsi penglihatan masih dipertimbangkan dengan tingkat keberhasilan yang tidak pasti. Kasus ini menekankan pentingnya diagnosis dini dan terapi berbasis bukti dalam pengelolaan ulkus kornea untuk mencegah komplikasi yang berpotensi mengancam penglihatan.

Filter by Year

2016 2026