cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Aspek Flora untuk Penyebutan Standar Kecantikan dalam Bahasa Sunda Sandi Setiawan; Nunuy Nurjanah; Retty Isnendes; Denny Adrian Nurhuda
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4671

Abstract

The purpose of this research is to reveal the direct meaning or conceptual meaning and figurative meaning or associative meaning. The method used in this research is analytical descriptive method with data collection techniques by literature review, namely looking for the data needed and then recording it so that there are six data used which are sourced from several libraries namely “Kamus Bahasa Sunda R.A. Danadibrata”, “Kamus Idiom Sunda-Indonesia”, and “Peperenian Urang Sunda”. The data used were Ngadaun seureuh, Bitis Jaksi Sajantung, Mucuk Eurih, Lambey Jeruk Sapasi, Pipi Kadu Sapasi and Héjo Carulang. The analysis technique starts from collecting data, reducing the initial data and analyzing the data used in this study. The result of this study is to reveal that the conceptual meaning does not show the standard of beauty in Sundanese language but refers to the plant used as a simile, but the standard of beauty can be found when looking by means of associative meaning or figurative meaning that is continuous with the referred flora. The beauty is borrowed from the form or nature of the flora used in the idiom.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna langsung atau makna konseptual dan makna kiasan atau makna asosiatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif analitis dengan teknik pengumpulan data dengan tinjauan pustaka yakni mencari data yang dibutuhkan lalu mencatatnya sehingga terdapat enam data yang digunakan yang bersumber dari beberapa pustaka yakni “Kamus Bahasa Sunda R.A. Danadibrata”, “Kamus Idiom Sunda-Indonesia”, dan “Peperenian Urang Sunda”. Data yang digunakan adalah Ngadaun seureuh, Bitis Jaksi Sajantung, Mucuk Eurih, Lambey Jeruk Sapasi, Pipi Kadu Sapasi dan Héjo Carulang. Teknik analisis dimulai dari pengumpulan data, mereduksi data awal dan menganalisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkap bahwa makna konseptual tidak menunjukan standar kecantikan dalam bahasa Sunda melainkan merujuk pada tanaman yang digunakan sebagai perumpamaan, namun standar kecantikan tersebut dapat ditemukan apabila melihat dengan cara makna asosiatif atau makna kiasan yang berkesinambungan dengan flora yang dirujuk. Kecantikan tersebut dipinjam dari bentuk atau sifat flora yang digunakan dalam idiom tersebut.
Optimalisasi Pembelajaran Berbasis Proyek: Penggunaan Aplikasi Sipebi dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia Mohammad Siddiq; Nuryani Nuryani; Mahmudah Fitriyah; Syihaabul Hudaa; Winci Firdaus; Luo Ying
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.5919

Abstract

The limited time in learning activities and the lack of student understanding in writing make this output-based learning often experience obstacles. One of the most common obstacles is the non-achievement of learner output targets. The purpose of writing this article is to present how the Sipebi application can support outcome-based learning activities in Indonesian language courses. The research method used by researchers is mixed method, which is a combination of qualitative and quantitative. The research stages carried out began with the introduction of the Indonesian language course, providing RPS, teaching, practice, evaluation, and solutions provided by the teacher. The results in this learning activity were found that students were able to use the Sipebi application in learning activities. In addition, students get publications in digital newspapers which are the initial purpose of publication. AbstrakKeterbatasan waktu di dalam kegiatan pembelajaran dan kurangnya pemahaman mahasiswa dalam penulisan membuat pembelajaran berbasis luaran sering mengalami kendala. Salah satu kendala yang paling sering terjadi yaitu tidak tercapainya target luaran pemelajar. Tujuan penulisan artikel ini untuk menyajikan bagaimana aplikasi Sipebi mampu mendukung kegiatan pembelajaran berbasis luaran dalam mata kuliah Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti menggunakan mixed method, yaitu gabungan antara kualitatif dengan kuantitatif. Tahapan penelitian yang dilakukan dimulai dengan tahap pengenalan mata kuliah Bahasa Indonesia, pemberian RPS, pengajaran, praktik, evaluasi, dan solusi yang diberikan pengajar. Hasil dalam kegiatan pembelajaran ini didapatkan bahwa mahasiswa mampu menggunakan aplikasi Sipebi dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, mahasiswa mendapatkan publikasi di koran digital yang menjadi tujuan awal publikasinya.
Ketransitifan dalam Status Facebook: Perspektif Linguistik Fungsional Sistemik Sugerman Sugerman; Anang Santoso; Sumadi Sumadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.5497

Abstract

This study aims to describe the phenomenon of transitivity in Facebook statuses from a functional systemic linguistic perspective by Halliday. The research is of document study nature with a Functional Systemic Linguistics approach. Data was obtained through observation techniques, documentation techniques, and referential matching techniques derived from secondary data, namely Facebook statuses. The findings of this research indicate that clauses whose occurrences dominate over other clauses, such as material processes dominating over verbal, mental, behavioural, and relational processes. Furthermore, clauses that consistently appear in text production processes, such as phenomena, which have dominant occurrences compared to actors, goals, sensers, attributes, and scopes. Additionally, circumstances that dominate over other circumstances in the text include cause, which tends to dominate over matter, role, location, extent, and manner. The implications of this study impact the readers' understanding of the transitivity phenomenon in social media and enrich the literature for the development of discourse courses, critical discourse studies, and linguistics in general. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena ketransitifan dalam status Facebook: perspektif linguistik fungsional sistemik Halliday. Jenis penelitian studi dokumen dengan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik. Data diperoleh melalui teknik observasi, teknik dokumentasi, dan teknik padan referensial yang bersumber dari data sekunder yaitu status Facebook. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa klausa yang kemunculannya mendominasi klausa lain seperti proses material yang mendominasi proses verbal, proses mental, proses perilaku, dan proses relasional. Klausa selanjutnya yang selalu muncul dalam proses pemroduksian teks seperti phenomenon yang kemunculannya dominan dibandingkan dengan actor, goal, senser, attribute, dan scope. Kemudian, sirkumtans yang mendominasi sirkumtans lain dalam teks, yaitu cause yang cenderung mendominasi matter, role, location, extent, dan manner. Implikasi penelitian ini berdampak kepada pemahaman pembaca terhadap fenomena ketransitifan dalam media sosial serta memperkaya literatur untuk pengembangan mata kuliah wacana, studi wacana kritis, dan linguistik secara umum. 
Kosakata Ideologi dalam Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024: Analisis Praktik Kreativitas Bahasa Pauline Dewi Juliani Setyaningsih; Benedictus Sudiyana; Dewi Kusumaningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.5267

Abstract

Each election participant uses a large selection of vocabulary to represent the ideology he adheres to in political campaigns. Vocabulary in political campaigns is expressed through campaign props (APK), one of which is in the form of print media. The vocabulary expressions in the campaign props reflect the creativity of the language. The purpose of this study is to describe aspects of vocabulary related to language creativity based on experiential value, relational value, and expressive value from the point of view of us and them ideology. This research is qualitative research. Data in the form of vocabulary containing certain ideologies related to language creativity in the APK for the 2024 election in Surakarta City, Sukoharjo Regency, Karanganyar Regency, Boyolali Regency, and Wonogiri Regency of Central Java province. Data collection using documentation techniques through mobile phone cameras. Data processing uses library techniques, reading techniques, and recording techniques. This study used Van Dijk's ideological box model. The results of research on vocabulary aspects show the existence of experiential value, relational value, and expressive value that utilizes the creativity of language in the form of rhyme, rhythm, alliteration, acronyms, abbreviations, antonyms, synonyms, mixed codes, repetition, metaphor, and hyperbole. Such vocabulary expressions reflect ideological boxes that emphasize the positive on us and the negative on them. AbstrakSetiap peserta pemilu menggunakan banyak pilihan kosakata untuk merepresentasikan ideologi yang dianutnya dalam kampanye politik. Kosakata dalam kampanye politik diekspresikan melalui alat peraga kampanye (APK), salah satunya berbentuk media cetak. Ekspresi kosakata dalam alat peraga kampanye mencerminkan kreativitas bahasa. Tujuan riset ini mendeskripsikan aspek kosakata yang berkaitan dengan kreativitas bahasa berdasarkan nilai pengalaman, nilai relasional, dan nilai ekspresif dari sudut pandang ideologi us and them. Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif. Data berupa kosakata yang mengandung ideologi tertentu yang berkaitan dengan kreativitas bahasa dalam APK pemilu tahun 2024 di Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Wonogiri provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi melalui kamera telepon seluler. Pengolahan data menggunakan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan model kotak ideologi Van dijk. Hasil penelitian aspek kosakata menunjukkan adanya nilai pengalaman, nilai relasional, dan nilai ekspresional yang memanfaatkan kreativitas bahasa bentuk rima, irama, aliterasi, akronim, singkatan, antonim, sinonim, campur kode, repetisi, metafora, dan hiperbola. Ekspresi kosakata tersebut mencerminkan kotak ideologi yang menekankan hal positif pada kita dan negatif pada mereka.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Desain Student Active Learning Kombinasi Synchronous dan Asynchronous Yeti Heryati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4187

Abstract

The purpose of this research is to create an online learning design based on student active learning to improve students' speaking skills. The type of research used is Research & Development (R&D) method development research in the field of education. The stages carried out are limited to the stages of information gathering, planning, and making initial products. This learning is designed based on the foundational study and literature data about online learning, student active learning, and speaking. The result of the research is an online learning design. The online learning is done by combining synchronous and asynchronous with zoom meeting, google meeting, mentimeter, mindmup, and jamboard applications. The stages go through five stages, namely ICARE, namely Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extention. Learning activities that support speaking skills include four activities, namely telling pictures, compiling concept maps, creating scenarios, and role playing. AbstrakTujuan penelitian ini membuat desain pembelajaran daring berbasis student active learning untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan metode Research & Development (R&D) dalam bidang pendidikan. Tahap yang dilakukan dibatasi pada tahap pengumpulan informasi, perencanaan, dan pembuatan produk awal. Pembelajaran ini dirancang berdasarkan studi pendaluhuan dan data literatur tentang pembelajaran daring, student active learning, dan berbicara. Hasil penelitian didapatkan sebuah desain pembelajaran daring. Pembelajaran daring tersebut dilakukan dengan cara kombinasi synchronous dan asynchronous dengan aplikasi zoom meeting, google meeting, mentimeter, mindmup, dan jamboard. Tahapannya melalui lima tahap, yakni ICARE, yakni Introduction (mengenalkan), Connection (menghubungkan), Application (menerapkan), Reflection (merefleksikan), dan Extention (mengembangkan). Kegiatan pembelajaran yang mendukung keterampilan berbicara meliputi empat kegiatan yakni menceritakan gambar, menyusun peta konsep, membuat skenario, dan bermain peran.
Studi Ketahanan Bahasa Mandobo Atas [AAX] dan Mandobo Bawah [BWP] Andreas Tricahyadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6547

Abstract

The Upper Mandobo [aax] and Lower Mandobo [bwp] languages, as minority languages, are vulnerable to extinct, especially if the government does not concern to promote the learning and use of the languages. On the other hand, Indonesian Language and South Papuan Malay are becoming stronger, because these languages are taught in schools and used in the daily life and economic transaction. Therefore, this paper would like to research the language vitality of Upper Mandobo and Lower Mandobo, that is exposed to those condition. The research method used Participatory Approach Method, with Wheel of Vitality as the survey tool, combined with EGIDS (Expanded Graded Intergenerational Disruption Scale). The data collection technique used purposive sampling and the analysis technique used qualitative approach. The research result, we found the vitality is decreasing to EGIDS 6b (endangered) for Upper Mandobo and EGIDS 7 (shifting) for Lower Mandobo. Follow up recommendations are language development for Upper Mandobo and language documentation for Lower Mandobo AbstrakBahasa Mandobo Atas [aax] dan Mandobo Bawah [bwp], sebagai bahasa minoritas, memiliki kerentanan untuk punah, terlebih tanpa adanya perhatian dari pemerintah untuk mempromosikan pembelajaran dan penggunannya. Sebaliknya, Bahasa Indonesia dan Melayu Papua Selatan menjadi makin kuat, sebab bahasa tersebut diajarkan di sekolah dan digunakan sehari-hari dan dalam transaksi ekonomi. Paper ini ditujukan untuk mengkaji kembali ketahanan bahasa Mandobo Atas dan Mandobo Bawah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan partisipatoris, dengan alat survei roda ketahanan bahasa yang dipadukan dengan EGIDS (Expanded Graded Intergenerational Disruption Scale). Teknik pengumpulan data menggunakan purpossive sampling dan teknik analisis menggunakan pendekatan kualitatif. Dari analisis hasil temuan, diperoleh bahwa terdapat penurunan ketahanan bahasa menjadi EGIDS 6b untuk Mandobo Atas dan EGIDS 7 untuk Mandobo Bawah. Rekomendasi untuk menindaklanjuti pemeliharaan bahasa tersebut adalah pengembangan bahasa untuk Mandobo Atas dan dokumentasi bahasa untuk Mandobo Bawah.
Verb Structure and Grammatical Encoding in the Spontaneous Speech of Indonesian Speakers with Broca’s Aphasia Harwintha Yuhria Anjarningsih; Kharisma Ulinnuha; Myrna Laksman-Huntley
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4749

Abstract

This study aimed to obtain the characteristics of verb structure in the speech of Indonesian speakers with Broca’s aphasia and their relation to the Argument Structure Complexity Hypothesis (ASCH) and grammatical encoding. There are three questions, namely the interrelationships of verbs and syntactic functions, interrelationship of verbs and semantic functions, and the contribution to the ASCH and grammatical coding. Eight participants took part, divided into four with aphasia and four Non-Brain Damaged (NBD) participants as controls. The research used an experimental research method. The instruments were five images adapting Cookie Theft (an instrument used in an aphasia test in various languages) and 3 instructions to tell about daily activities. The results showed that participants with aphasia tended to use verbs in simpler structures than controls. Therefore, this study supports the ASCH about the argument simplification and tendency of grammatical coding problems, important as coming from Indonesian, an Austronesian language. Clinical implications are discussed. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik struktur verba dalam tuturan spontan penutur Bahasa Indonesia dengan afasia Broca dan hubungannya dengan Argument Structure Complexity Hypothesis (ASCH) dan pengkodean gramatikal. Ada tiga pertanyaan penelitian, yaitu keterkaitan verba dan fungsi sintaksis, keterkaitan verba dan fungsi semantik, dan kontribusi terhadap ASCH dan pengkodean gramatikal. Delapan peserta ikut serta, dibagi menjadi empat dengan afasia dan empat peserta tanpa gangguan syaraf (Non-Brain Damaged: NBD) sebagai kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Instrumen yang digunakan adalah lima buah gambar yang mengadaptasi Cookie Theft (instrumen dalam tes afasia lintas bahasa) serta tiga buah instruksi untuk bercerita tentang kegiatan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan afasia cenderung menggunakan verba dalam struktur yang lebih sederhana daripada peserta NBD. Oleh karena itu, penelitian ini mendukung ASCH tentang penyederhanaan argumen dan kecenderungan terjadinya masalah pengkodean gramatikal. Dukungan ini penting karena datang dari Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa rumpun Austronesia. Implikasi klinis juga disarankan.
Mengungkap Ideologi Humanisme melalui Analisis Transitivitas Pada Pidato Aksi Bela Palestina Anies Baswedan Al Furqan Al Furqan; Nurrahmah Nurrahmah; Wulanda Wulanda; Wirduna Wirduna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.7018

Abstract

This research aims to examine the representation of humanism ideology in Anies Baswedan's speech at the Palestine Solidarity Action using a transitivity analysis approach in systemic functional linguistics. The research data consists of the speech text delivered by Anies Baswedan on November 5, 2023. Data collection was conducted using recording and note-taking techniques. The speech text was transcribed to ensure data accuracy. The analysis is conducted by identifying types of transitivity processes and interpreting the meanings and ideologies contained within them. The results of the research indicate that Anies Baswedan's speech is dominated by material processes, which construct the Palestine Solidarity Action as a tangible movement and concrete participation. Mental processes are used to build solidarity and empathy, while relational processes affirm ideological principles such as independence as a fundamental right. Verbal processes represent efforts to voice the movement's aspirations and demand justice, while behavioral and existential processes construct the audience as witnesses and active participants. Transitivity analysis reveals the manifestation of humanism ideology, emphasizing respect for human dignity, opposition to oppression, and a call to uphold justice for the Palestinian people. This research contributes to the understanding of language use in representing ideology within the context of social movements in Indonesia. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi ideologi humanisme dalam pidato Anies Baswedan pada Aksi Bela Palestina dengan menggunakan pendekatan analisis transitivitas dalam linguistik sistemik fungsional. Data penelitian berupa teks pidato yang disampaikan oleh Anies Baswedan pada tanggal 5 November 2023. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi jenis-jenis proses transitivitas dan menginterpretasikan makna serta ideologi yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Anies Baswedan didominasi oleh proses material yang mengonstruksikan gerakan Aksi Bela Palestina sebagai aksi nyata dan partisipasi konkret. Proses mental digunakan untuk membangun solidaritas dan empati, sementara proses relasional menegaskan prinsip-prinsip ideologis seperti kemerdekaan sebagai hak asasi. Proses verbal merepresentasikan upaya menyuarakan aspirasi gerakan dan menuntut keadilan, sedangkan proses behavioral dan eksistensial mengonstruksikan audiens sebagai saksi dan partisipan nyata. Analisis transitivitas mengungkapkan manifestasi ideologi humanisme yang menekankan penghargaan terhadap martabat manusia, penentangan penindasan, dan seruan untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang penggunaan bahasa untuk merepresentasikan ideologi dalam konteks gerakan sosial di Indonesia.
Analisis Kontrastif Pasangan Kalimat Transitif-Intransitif Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang Puspa Mirani Kadir; Inu Isnaeni Sidiq; Cece Sobarna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.6207

Abstract

In Japanese, the pairs of transitive- intransitive verbs are known as jidoushi/tadoushi (abbreviated as jita). There are approximately 1,256 or 22.6% of the total Japanese verbs inventory. This research aims to affirm Kageyama's (1998) formulation concerning the lexical concept structure (LCS) in transitive-intransitive paired verbs, jidoushi-tadoushi (hereinafter referred to as jita). Through this conceptual structure, jita can be contrastively compared with verbs in Indonesian language, revealing clear similarities and differences, both structurally and semantically. The theories used in this study include Hayatsu's (1995) theory, which reveals the structure and meaning of transitive-intransitive paired verbs; and Kaeyama’s (1998) theory, which proposes the lexical conceptual structure 'Lexical Conceptual Structure' (LCS) providing clarity in classifying Japanese verbs that can form stative/dynamic, possessive/processive, reflexive/non-reflexive, and unintentional/intentional verb pairs. Meanwhile, the transitive-intransitive theory in Indonesian language adopts the theories of Kridalaksana (2005) and Wijana (2021). The data was taken from Japanese sentences in Yoshimoto Banana's novel 'Kitchin' (2005) along with the novel translated into Indonesian, and supplemented by Asahi Shinbun newspaper for vocabulary that is not found in the novel. The research results show that, in Japanese, the transitive verbs form the intransitive verbs; while in Indonesian; intransitive verbs typically derive from transitive verbs. It is proven from the analyzed data, revealing that the semantic functions of possessiveness and intentionality, as well as the meaning of unintentional and intentional actions, associated with transitive verbs affixed with me(N)+kan and intransitive verbs affixed with ber-, closely align with the meanings of jita verb pairs in the Japanese. AbstrakVerba bahasa Jepang memiliki pasangan transitif-intransitif atau yang  biasa dikenal dengan jidoushi/tadoushi (jita) itu ada sekitar 1256 buah atau 22,6% dari keseluruhan verbanya. Tujuan penelitian ini merupakan penegasan rumusan Kageyama (1998) terhadap struktur konsep leksikal (LCS)  pada verba berpasangan transitif-intransitif  jidoushi-tadoushi (selanjutnya disingkat jita). Dengan struktur konsep ini jita dapat diperbandingkan secara kontrastif dengan verba dalam bahasa Indonesia sehingga muncul persamaan dan perbedaan yang jelas, baik secara struktur maupun semantik. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Hayatsu (1995) yang mengungkapkan struktur dan makna transitif-intransitif verba berpasangan dan  struktur konseptual leksikal ‘Lexical Conceptual Structure’ (LCS) ancangan Kageyama (1998) yang memberikan ketegasan dalam pengelompokan verba berpasangan bahasa Jepang yang dapat membentuk verba statif/dinamis, posesif/prosesif, refleksif/nonreflektif, dan ketidaksengajaan/kesengajaan. Sementara itu, teori transitif-intransitif dalam bahasa Indonesia digunakan teori dari Kridalaksana (2005); Wijana (2021). Teknik pengumpulan data dengan cara menelaah kalimat bahasa Jepang yang terdapat dalam novel ‘Kitchin ‘ karya Yoshimoto Banana (2005) berikut terjemahannya disertai koran Asahi Shinbun untuk kosa-kata yang tidak ada dalam novel tersebut. Hasil penelitian ini pada hal yang khusus terjadi dalam bahasa Jepang adalah adanya proses terbentuknya verba transitif yang berasal dari verba intransitif, sedangkan dalam bahasa Indonesia verba intransitif umumnya terjadi dari transitif. Hal ini terungkap dari data yang telah dianalisis bahwa fungsi semantik possesive dan intentional serta makna  kesengajaan/tidak (unintentional and intentional) yang dimiliki verba transitif yang berafiks me(N)+kan dan verba intransitif berafiks ber-, sangat bersesuaian dengan makna verba berpasangan jita dalam bahasa Jepang.
Pengaruh Model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) dan Motivasi Belajar Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Siswa As-syfa Rumaisya Fadil; Syahrul Ramadhan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.6830

Abstract

Research into the impact of the RADEC model on expository text writing proficiency is crucial as it presents a comprehensive methodology linked to various steps, from reading to creating content. This study is expected to provide an understanding of the extent to which the RADEC model can be an answer to address writing proficiency issues. The objectives of this research are (1) to understand the effect of RADEC model and conventional model on exposition text writing proficiency; (2) to understand the effect of RADEC learning model on exposition text writing proficiency of students with high learning drive; (3) to understand the effect of RADEC model on writing proficiency of students with low drive; and (4) to understand the relationship between RADEC model and learning drive in influencing exposition text writing proficiency. This research applied experimental technique with quantitative methodology and the type was quasi experiment, and used 2x2 factorial design. The sample was taken by purposive sampling technique and obtained Class X E6 and X E5 as samples in this study. The results of hypothetical investigation and research show some significant results. First, there is an effect of proficiency in writing exposition texts for students taught using the RADEC model and proficiency in writing exposition texts for students taught using the conventional model.  Secondly, there is an effect of proficiency in writing exposition text for high learning motivation students taught using RADEC model and proficiency in writing exposition text for high learning motivation students taught using conventional model. Third, there is an effect of proficiency in writing exposition text for low learning motivation students taught with RADEC model and proficiency in writing exposition text for low learning motivation students taught with conventional model. Fourth, there is no interaction between RADEC learning model and learning motivation on the exposition text writing proficiency of Adabiah Padang high school grade X students because the FAB/Fcount is 1.81. Ftable at the significance level (α = 0.05) with dk for numerator = 1 (dbAB) and dk for denominator = 36 (n-ab) is 4.15. AbstrakPenelitian dampak model RADEC pada kemahiran menulis teks eksposisi krusial karena menyajikan metodologi komprehensif yang terkait dengan berbagai langkah, mulai dari membaca hingga membuat konten. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang sejauh mana model RADEC dapat menjadi jawaban untuk mengatasi masalah kemahiran menulis. Tujuan dari riset ini, yaitu (1) memahami pengaruh model RADEC dan model konvensional terhadap kemahiran menulis teks eksposisi; (2) memahami pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap kemahiran menulis teks eksposisi murid yang berdorongan belajar tinggi; (3) memahami pengaruh model RADEC terhadap kemahiran menulis murid yang penguasaan dorongan rendah; dan (4) memahami hubungan model RADEC dengan dorongan belajar dalam memengaruhi kemahiran menulis teks eksposisi. Penelitian ini menerapkan teknik eksperimen dengan metodologi kuantitatif dan jenisnya adalah eksperimen semu (quasi experiment), serta menggunakan desain factorial 2x2. Sampel diambil dengan metode purposive sampling dan mendapatkan Kelas X E6 dan X E5 sebagai sampel. Hasil penyelidikan hipotesis dan penelitian menunjukkan beberapa hasil yang signifikan. Pertama, terdapat pengaruh kemahiran menulis teks eksposisi siswa yang diajar menggunakan model RADEC dan kemahiran menulis teks eksposisi yang diajar dengan menggunakan model konvensional.  Kedua, terdapat pengaruh kemahiran menulis teks eksposisi untuk siswa berdorongan belajar tinggi yang diajarkan dengan menggunakan model RADEC dan kemahiran menulis teks eksposisi untuk siswa yang berdorongan belajar tinggi yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional. Ketiga, terdapat pengaruh kemahiran menulis teks eksposisi untuk siswa berdorongan belajar rendah yang diajarkan dengan model RADEC dan kemahiran menulis teks eksposisi untuk siswa berdorongan belajar rendah yang diajarkan dengan model konvensional. Keempat, tidak terjadi interaksi antara model pembelajaran RADEC dengan dorongan belajar terhadap kemahiran menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA Adabiah Padang karena diperoleh FAB/ Fhitung sebesar 1,81. Ftabel pada taraf signifikansi (α = 0,05) dengan dk untuk pembilang = 1 (dbAB) dan dk untuk penyebut = 36 (n-ab) adalah 4,15.