cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Project Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Pada Masa Pandemi Hindun Hindun; Ahmad Bahtiar; Maryelliwati Maryelliwati; Elvi Susanti; Aniek Irawati; Muhammad Jabl An Nur
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4695

Abstract

Learning during the pandemic is changing from face-to-face to distance learning (PJJ). The system changes learning, including Indonesian language in universities, which has an impact on students and lecturers. For this reason, in addition to being supported by adequate infrastructure, PJJ must use an appropriate model so that learning is effective so that learning objectives are achieved. During the pandemic, Indonesian language learning at the Universtas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran  Jakarta used the project based learning model. With this model, not only learning becomes effective but also increases student creativity so that they can produce various products in the form of writings in scientific publications and various mass media articles. Each student is not only able to write one article but two or three articles during the lesson. This model is expected to continue to be used and developed so that Indonesian language learning becomes interesting and of high quality. AbstrakPembelajaran selama pandemi mengubah dari tatap muka langsung menjadi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Perubahan tersebut mengubah sistem pembelajaran termasuk bahasa Indonesia di perguruan tinggi yang berdampak pada mahasiswa dan dosen. Tujuan penelitian ini adalah membuat pembelajaran menjadi lebih efektif sebab kreativitas mahasiswa didorong untuk menghasilkan berbagai produk tulisan yang bisa dipublikasikan di media massa. Melalui PJJ selama pandemi, maka project based learning menjadi model yang tepat dalam melakukan metode penelitian di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa bisa mempublikasikan produk tulisannya berupa artikel selama pembelajaran. Dengan demikian, ketersediaan infrastruktur pada perguruan tinggi ini dapat mewujudkan pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi menjadi lebih berkualitas.
Korespondensi Fonemis dalam Bahasa Sunda Dialek Bandung, Ciamis, dan Karawang Deni Abdul Ghoni; Nunuy Nurjanah; Retty Isnendes
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4663

Abstract

The purpose of this research is to see the similarity of Bandung, Karawang, and Ciamis dialects. The Bandung dialect was chosen as a lulugu or standard language, the Karawang dialect as a region that may have been influenced by the Betawi Malay language, and the Ciamis dialect as one of the historical centers of the Sunda kingdom during the Galuh period in 1371-1475 AD. The method used in this research is descriptive qualitative method with the data collection technique used is phenomenological document technique. Document techniques sourced from notes, books, and research data that has been done to strengthen interview data. While the phenomenological technique in question is the inventory of glosses that are determined in reality in the field. So that 6 glosses are obtained to be studied, and become 6 sets of phonemic correspondence from the 3 dialects that have been selected. The analysis shows that there are 9 phonemic correspondences with details: /l~h/, /u~a/, /s~Ø/, /a~Ø/, /b~w/, /g~k/, /au~ɔ/, /k~Ø/, /r~Ø/. From the 9 correspondences, 3 language groups were formed, namely DB, DK+DC as group 1; DB, DC+DK as group 2; and DK, DC+DB as group 3. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat kelompok dialek Bandung, Karawang, dan Ciamis. Dipilihnya dialek Bandung sebagai bahasa lulugu atau standar, dialek Karawang sebagai wilayah yang kemungkinan terpengaruhi oleh bahasa Melayu Betawi, dan dialek Ciamis sebagai salah satu  pusat sejarah kerajaan Sunda pada masa Galuh tahun 1371–1475 M. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumen fenomenologis. Teknik dokumen yang bersumber dari catatan, buku, serta data penelitian yang pernah dilakukan untuk menguatkan data wawancara. Sedangkan teknik fenomenologis yang dimaksud adalah penginventarisasian glos yang ditentukan secara nyata di lapangan. Sehingga didapatkan 6 glos yang akan diteliti, dan menjadi 6 perangkat korespondensi fonemis dari 3 dialek yang telah dipilih. Hasil analisis menunjukkan adanya 9 korespondensi fonemis dengan rincian: /l~h/, /u~a/, /s~Ø/, /a~Ø/, /b~w/, /g~k/, /au~ɔ/, /k~Ø/, /r~Ø/. Dari 9 korespondensi tersebut, terbentuk 3 kelompok bahasa, yaitu DB, DK+DC sebagai kelompok 1; DB, DC+DK sebagai kelompok 2; dan DK, DC+DB sebagai kelompok 3.
Struktur Diksi dalam Penamaan Rumah Makan Pedas di Malang Raya Cicik Tri Jayanti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6034

Abstract

Potential consumers' interest in food is not only through taste but also the uniqueness of the place of origin or restaurant. One form of uniqueness is the naming of the restaurant. The use of word choices (diction) in naming restaurants varies, especially the use of spicy elements. In 2022, 246 restaurants in Malang will label place names and dishes with spicy taglines and their derivatives. Therefore, this research aims to analyze (1) the general structure of naming spicy restaurants in Malang Raya; (2) the specific structure of naming spicy restaurants in Malang Raya; and (3) spicy associations. Qualitative descriptions were used as a design framework in this research. The research data is in linguistic units in the names of spicy restaurants in Greater Malang. Data is in the form of words and sentences. There are seven procedures carried out for this research, including providing core data with five analysis steps: direct observation, textualization, developing analysis columns, segmentation, thematization, propositionalization, and data reduction stages. The following five steps include the process of (1) elaborating, (2) interpreting, (3) summarizing, (4) concluding, and (5) drawing suggestions. Based on these steps, the results were found: (1) the general structure of naming spicy restaurants in Malang, the most common and widely used, is the cooking element (essential ingredients) and the spicy element or spicy identity; (2) the unique structure for naming spicy restaurants in Malang Raya consists of product name, mention of restaurant identity, cuisine (essential ingredients), place (address), processing method, spicy elements, owner's name, spicy identity and additional information; (3) The choice of words (diction) in the spicy identity element uses references, namely creatures, body elements, humans, animals and objects, traits, verbs and circumstances or adverbs. AbstrakKetertarikan calon konsumen terhadap makanan tidak hanya melalui rasa, namun juga keunikan dari tempat asal atau rumah makan tersebut. Salah satu bentuk keunikan tersebut adalah penamaan rumah makan. Penggunaan pilihan kata (diksi) dalam penamaan rumah makan memiliki ragam yang bervariasi, terlebih pada penggunaan unsur pedas dalam penamaan rumah makan. Tahun 2022, tercatat 246 rumah makan di kota Malang yang melabeli nama tempat dan olahan dengan tagline pedas dan turunannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis (1) struktur umum penamaan rumah makan pedas di Malang Raya; (2) struktur khusus penamaan rumah makan pedas di Malang Raya; dan (3) asosiasi pedas. Deskripsi kualitatif digunakan sebagai kerangka desain dalam riset ini.  Data penelitian berupa satuan kebahasaan pada nama-nama rumah makan pedas di Malang raya. Data berupa kata dan kalimat. Terdapat tujuh prosedur yang dilakukan untuk penelitian ini meliputi penyediaan data inti dengan lima langkah analisisnya, yakni pengamatan langsung, tekstualisasi, mengembangkan kolom analisis, memberikan segmentasi, tematisasi, proposisionalisasi, serta tahapan reduksi data. Lima Langkah berikutnya mencakup proses (1) penguaraian, (2) penafsiran, (3) perangkuman, (4) penyimpulan, dan (5) penarikan saran. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, ditemukan hasil: (1) struktur umum penamaan rumah makan pedas di Malang raya paling umum dan banyak digunakan adalah unsur masakan (bahan dasar) dan unsur pedas atau asosiasi pedas; (2) struktur khusus penamaan rumah makan pedas di Malang Raya terdiri dari nama produk, penyebutan identitas rumah makan, masakan (bahan dasar), tempat (alamat), cara mengolah, unsur pedas, nama pemilik, asosiasi pedas dan keterangan tambahan; (3) Pemilihan kata (diksi) di dalam unsur asosiasi pedas menggunakan acuan, yaitu Makhluk, unsur tubuh, manusia, hewan,  dan benda, sifat, kata kerja, dan keadaan atau adverbia.   
ROCKY GERUNG POLITICS OBSERVER IN CRITICIZING THE GOVERNMENT ON THE YOUTUBE CHANNEL Khairur Rizki; Agustina Agustina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.7196

Abstract

This research was motivated by the delivery of criticism towards the government which is considered less polite by some circles. The purpose of this study is to explain the politeness in the language of RG political observers when criticizing the government. This type of research is qualitative research. The method used in this research is descriptive method. The main instrument is the researcher himself. The data of this research is in the form of speeches by political observers of the RG which contain criticism of the government. The data source for this research is the RG YouTube channel. The data collection technique used is the observation and note taking technique. The data validation technique used in this study is triangulation. Technical data analysis is carried out by analyzing data according to the theoretical studies used to answer research questions that have been formulated. The research results show that. First, GM political observers in criticizing the government tend to use speech acts of direct criticism, although they sometimes use indirect criticism. Second, in criticizing RG, the dominant uses the maxim of praise, then agreement, and wisdom. However, RG tends to violate the politeness principles, especially the maxims of praise. This is because the criticism given tends to be direct without paying attention to the face of the speech partner or being criticized by RG.
Campur Kode dan Dekontruksi Pembelajaran Melalui Adaptasi Bahasa Buku Babad Tanah Sunda Babad Cirebon Uswati, Tati Sri; Herawati, Lilik; Mujtaba, Sultan Tirta
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8161

Abstract

This study aims to describe the types and functions of code mixing found in the text Babad Tanah Sunda Babad Cirebon and deconstruct learning through the effectiveness of sentences resulting from language adaptation of students' work. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques use document analysis and literature study techniques. Data analysis in this study uses the technique of language analysis and distribution. The results of the study indicate that there are types of inner code mixing, outer code mixing, and hybrid code mixing, then based on their functions, there are intralingual functions (lexical function, grammatical function, phonological function) and extralingual functions (social, psychological, stylistic functions). In the study of errors in the effectiveness of sentences resulting from language adaptation, there are errors in the form of: (1) the use of two words with the same meaning in a sentence; (2) the use of excessive words that disrupt the sentence structure; (3) the use of chaotic affixes; (4) unfinished sentences; (5) the use of words with non-standard structures and spellings; (6) inappropriate use of the words where and which; (7) inappropriate choice of words; (8) ambiguous sentences that can lead to misunderstanding; (9) unnecessary repetition of words. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi campur kode yang terdapat pada teks Babad Tanah Sunda Babad Cirebon dan dekontruksi pembelajaran melalui keefektifan kalimat hasil adaptasi bahasa karya mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dan studi kepustakaan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis bahasa padan dan agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis campur kode ke dalam (inner code mixing), campur kode ke luar (outer code mixing), dan campur kode campuran (hybrid code mixing), selanjutnya berdasarkan fungsinya, terdapat fungsi intralingual (fungsi leksikal, fungsi gramatikal, fungsi fonologis) dan fungsi ekstralingual (fungsi sosial, psikologis, stilistik). Pada kajian kesalahan keefektifan kalimat hasil adaptasi bahasa, terdapat kesalahan berupa: (1) penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat; (2) penggunaan kata berlebih yang mengganggu struktur kalimat; (3) penggunaan imbuhan yang kacau; (4) kalimat yang tidak selesai; (5) penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku; (6) penggunaan tidak tepat kata di mana dan yang mana; (7) pilihan kata yang tidak tepat; (8) kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti; (9) pengulangan kata yang tidak perlu.
The Use of Tps in EFL Classroom Activities to Reduce Situation Specific Speaking Anxiety in Delivering Ads Materials Hidayat, Cece; Gaffar, Muhammad Andriana; Mulyanto, Agus; Wahyudi, Mustadim; Ismaurah, Nenden
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7888

Abstract

The possible causes of situation-specific speaking anxiety include fear of making mistakes, lack of confidence, and anxiety about speaking in front of peers or the teacher. Teachers need to find effective strategies to help students reduce speaking anxiety. This study employed qualitative research with a case study method. The data was collected through observations, questionnaires, and interviews. The participants were 18 students from the 10th grade. Based on the research results, the Think-Pair-Share strategy can be used as one of the methods to reduce situation-specific speaking anxiety. The use of this strategy as a teaching method has helped students reduce their anxiety and therefore improve their speaking ability. Students' responses showed that this strategy can: (1) Increase self-confidence, (2) Reduce anxiety, (3) Improve oral communication skills, (4) Provide enjoyable activities, and (5) Increase students' motivation to speak English in class.
Analisis Bahasa Sindiran dalam Debat: Studi Kasus Debat Pertama Capres Indonesia Tahun 2024 Adinda, Rizka; Mariyadi, Mariyadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.7455

Abstract

Sarcasm is a way of conveying meaning or messages through humorous or figurative insinuations and harsh criticism, including during the Indonesia’s 2024 presidential debate. Therefore, this study aims to reveal the application and meaning of sarcasm in the first 2024 presidential debate. The study adopts a descriptive qualitative research design. The data in this study are sourced from video recordings of the first 2024 presidential debate on YouTube. This study utilizes data in the form of words, phrases, clauses, sentences, and discourse containing sarcasm obtained through the note-taking technique. The collected data were then analyzed based on the data analysis technique guidelines of Miles and Huberman (1994) to identify the forms of language style through the analysis process with the following stages; 1) data collection on the aspects of sarcasm, 2) data reduction by sorting the data to be analyzed, 3) presenting data in tables, and 4) drawing conclusions/verification from the analysis as findings. The results of this study found that there are styles of sarcasm, namely innuendo, irony, and cynicism, by looking at the meaning in the words of the 2024 presidential debate speakers. The styles of innuendo and irony are the most dominant types of sarcasm that appear in the results of this study. Abstrak Sindiran menjadi suatu cara dalam menyampaikan makna atau pesan dengan menyindir baik secara lucu atau kias dan kritik pedas termasuk saat debat Capres Indonesia 2024. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaplikasian dan makna sindiran pada debat pertama Capres 2024. Penelitian mengadopsi jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini bersumber dari rekaman video debat pertama Capres 2024 pada kanal YouTube. Penelitian ini memanfaatkan data berupa kata, frasa, klausa, kalimat dan wacana yang terkandung sindiran melalui teknik simak catat. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis berdasarkan panduan teknik analisis data model Miles dan Huberman (1994) untuk menemukan bentuk-bentuk gaya bahasa melalui proses analisis dengan tingkatan; 1) pengumpulan data berupa aspek sindiran, 2) reduksi data dengan memilah data yang akan dianalisis, 3) penyajian data dalam tabel, dan 4) penarikan kesimpulan/verifikasi dari analisis sebagai hasil temuan. Hasil penelitian ini menemukan terdapat gaya bahasa sindiran yaitu gaya bahasa sindiran innuendo, ironi, dan sinisme dengan melihat makna dalam kata-kata penutur debat Capres 2024. Gaya bahasa sindiran innuendo dan ironi merupakan jenis sindiran yang paling dominan muncul dalam hasil penelitian.
Kajian Morfologi Pada Buku Saku "Tujuh Hari Pertama di Indonesia" Edisi Sea Games 2018 Idayanti, Zulfi; Suleman, Muh. Asharif; Nugraheni, Aninditya Sri
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.6891

Abstract

The pocket book "The First Seven Days in Indonesia Your First-Seven Days In Indonesia" published by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2018 has an important position for students, apprentices or foreign nationals who are learning the Indonesian language and are going to Indonesia within the framework of the Sea Games 2018. This study aims to describe phonemic changes in word formation in the study of morphology that includes morphophonemic processes. The research was conducted using a qualitative descriptive approach. The source of data for this research is the pocket book "First Seven Days in Indonesia, Your First-Seven Days In Indonesia". The data contained in this book can be found in the form of vocabulary or conversation in 10 contents. The data is classified with the help of the MAXQDA 24 application to mark the morphophonemic vocabulary. The data was analyzed based on the morphophonemic process described in the Language Morphology Teaching Book compiled by Ahmad Nurefendi Fradana in the 2018 UMSIDA PRESS edition. The process involves the classification of words based on the process of adding phonems and phonem loss. The results of the study found 89 words that include morphophonemics based on the morphofonemic principles in Indonesian language described in the Language Morphology Teaching Book compiled by Ahmad Nurefendi Fradana. Abstrak Buku saku "Tujuh Hari Pertama di Indonesia/Your First-Seven Days in Indonesia" yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2018 berperan penting sebagai referensi praktis bagi mahasiswa, pembelajar, dan warga negara asing yang mempelajari bahasa Indonesia, khususnya dalam rangka SEA Games 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem dalam pembentukan kata berdasarkan kajian morfologi, khususnya proses morfofonemik. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain analisis dokumen. Sumber data berasal dari kosakata dan percakapan dalam sepuluh konten buku saku tersebut. Peneliti mengklasifikasikan data menggunakan perangkat lunak MAXQDA 24 untuk menandai kata-kata yang mengandung unsur morfofonemik. Selanjutnya, analisis dilakukan berdasarkan teori morfofonemik yang dikemukakan oleh Ahmad Nurefendi Fradana dalam Buku Ajar Morfologi Bahasa (UMSIDA Press, 2018). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 89 kosakata yang mengalami proses morfofonemik, baik berupa penambahan fonem (afiksasi) maupun pelesapan fonem (elisi). Temuan ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran dalam buku tersebut telah merepresentasikan fenomena kebahasaan yang autentik dan relevan untuk pengajaran BIPA. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan dan penyusunan materi ajar berbasis pendekatan morfologis-fonologis untuk meningkatkan pemahaman pembelajar asing terhadap struktur dan dinamika bahasa Indonesia.
Lullabying in Javanese Caregiver-Infant Interaction: A Discursive-Integrative Pragmatic Approach Rahardi, R. Kunjana; Firdaus, Winci
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8384

Abstract

The objective of this research was to depict pragmatic functions of lullabying within the Javanese cultural context, examining how linguistic practices in early infant caregiving facilitate emotional bonding, cultural transmission, and behavioral socialization. Utilizing a qualitative, discursive-integrative pragmatic framework, the research employs multimodal discourse analysis on verbal lullabies collected from digital social media platforms, notably TikTok. Data were collected using the observation method combined with the note-taking technique. Subsequently, the data were analyzed through the application of a contextual analysis method. The results of the analysis reveal five pragmatic functions of lullabying in Javanese caregiving practices. These five functions are as follows: (1) shooting songs using metaphorical language to convey protection and comfort; (2) onomatopoeic refrains that leverage rhythmic repetition to capture attention and induce calm; (3) ludic and culturally embedded references connecting infants to Javanese heritage; (4) vernacular intimacy that subtly guides behavior through affectionate, colloquial speech; and (5) playful nonsense lullabies infused with domestic referentiality to create soothing yet engaging interactions. These findings reveal lullabying as a complex pragmatic performance deeply rooted in Javanese values such as humility, social harmony, and compassion, serving not only as a means of soothing but also as a culturally specific mechanism for early moral and social education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan fungsi-fungsi pragmatik dari aktivitas meninabobokan dalam konteks budaya Jawa, dengan menelaah bagaimana praktik kebahasaan dalam pengasuhan bayi pada tahap awal berperan dalam membangun ikatan emosional, mentransmisikan nilai budaya, serta melakukan sosialisasi perilaku. Dengan menggunakan kerangka pragmatik kualitatif berorientasi diskursif-integratif, penelitian ini menerapkan analisis wacana multimodal terhadap lagu-lagu nina bobo yang dikumpulkan dari media sosial digital, khususnya TikTok. Data dikumpulkan melalui metode observasi yang dipadukan dengan teknik pencatatan. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode analisis kontekstual. Hasil analisis mengungkap lima fungsi pragmatik dari aktivitas meninabobokan dalam praktik pengasuhan Jawa. Kelima fungsi tersebut adalah: (1) lagu penenang yang menggunakan bahasa metaforis untuk menyampaikan perlindungan dan kenyamanan; (2) refrein onomatope yang memanfaatkan pengulangan ritmis untuk menarik perhatian dan menimbulkan ketenangan; (3) unsur ludik dan rujukan budaya yang menghubungkan bayi dengan warisan Jawa; (4) keintiman vernakular yang secara halus membimbing perilaku melalui tuturan penuh kasih dan bersifat kolokial; dan (5) lagu nina bobo bernuansa “nonsense” yang dipadukan dengan referensialitas domestik untuk menciptakan interaksi yang menenangkan sekaligus menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas meninabobokan merupakan sebuah performa pragmatik yang kompleks dan berakar kuat pada nilai-nilai Jawa seperti kerendahan hati, harmoni sosial, dan kasih sayang, yang tidak hanya berfungsi untuk menenangkan, tetapi juga sebagai mekanisme khas budaya dalam pendidikan moral dan sosial pada tahap awal kehidupan.
Finding Opportunity in a Crisis: The Analysis of Climate Change Representation on Teenager Activist’s Speeches Mansyur, Siti Awaliyah; Gunawan, Wawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.7607

Abstract

The study aims to reveal the ideology and representation of climate change in the speeches of youth activist Greta Thunberg using eco-critical discourse analysis from an ecolinguistic perspective. Data were collected from Thunberg's speeches and analysed through detailed discourse analysis techniques to uncover themes and ideological constructs. Results show that climate change is portrayed as a human-caused crisis requiring systemic and regulatory changes. The identified ideology, termed imaginative green radicalism, frames climate change as an opportunity for collective action rather than a burden. According to Stibbe's ecolinguistics’ criteria, this discourse qualifies as beneficial discourse and should be promoted widely in society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ideologi dan representasi perubahan iklim dalam pidato aktivis remaja Greta Thunberg dengan menggunakan analisis wacana eko-kritis dari perspektif ekolingusitik. Data dikumpulkan dari pidato Thunberg dan dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk mengidentifikasi tema dan konstruksi ideologi. Hasil menunjukkan bahwa perubahan iklim direpresentasikan sebagai krisis yang disebabkan oleh tindakan manusia yang memerlukan perubahan sistem dan regulasi. Ideologi yang ditemukan, disebut sebagai imaginative green radicalism, memandang perubahan iklim sebagai kesempatan untuk bekerja sama secara kolektif, bukan sebagai beban. Berdasarkan kriteria ekolingusitik Stibbe, wacana ini dikategorikan sebagai wacana menguntungkan (beneficial discourse) yang perlu dipromosikan secara luas di masyarakat.