cover
Contact Name
Nurhayati
Contact Email
nurhayati.sudirman@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jcie.piaud@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Kindergarten: Journal of Islamic Early Childhood Education
ISSN : 26210339     EISSN : 26210770     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan November, memuat artikel hasil Kajian Teori dan Praktik di bidang Pendidikan Anak Usia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
Efektivitas Meronce Daur Ulang Sampah Dalam Optimalisasi Kecerdasan Kinestetik dan Matematik Anak di TK Mawar Bantengan Muhammad Zainal Abidin; Maemonah Maemonah
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i1.12237

Abstract

Penelitian dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kinestetik dan matematik melalui kegiatan meronce daur ulang sampah yang ada disekolah. Penelitian ini dilakukan pada anak Kelompok B di TK Mawar Bantengan, Boyolali. Peneliti mengunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menerapkan dua siklur setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Maka hasil penelitian menunjukan pada pelaksanaan pra siklus yang mendapatkan nilai baik ada 7 anak atau mencapai 35%, nilai cukup ada 8 anak atau mencapai 40% dan yang kurang 5 anak atau mencapai 25%. Pada siklus I yang mendapatkan, nilai baik ada 11 anak atau mencapai 55%, nilai cukup ada 6 anak atau mencapai 30% dan yang kurang 3 anak mencapai 15%. Pada siklus II yang mendapatkan nilai baik ada 16 anak atau mencapai 80%, nilai cukup ada 4 anak atau mencapai 20%. Dapat disimpulkan kegiatan meronce menggunakan media plastik bekas dapat meningkatkan kemampuan kinestetik dan matematik.
KEGIATAN FINGER PAINTING DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Maya Mulianda Sari; Sariah Sariah; Heldanita Heldanita
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.10983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan finger painting dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini. Kegiatan finger painting merupakn salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak.  Pertayaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah kegiatan finger painting dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengambil objek penelitian dari buku-buku yang memperkuat teori bahwa kegiatan finger painting dapat mengembangkan motorik halus sehingga tujuan dari pembelajran mampu tercapai. Pengkajiannya yang bersumber dari buku-buku, jurnal, skripsi dan internet. Untuk memperoleh data dengan topik permasalahan tersebut penulis menggunakan penelitian studi kepustakaan (library research), yaitu suatu jenis penelitian yang pengkajiannya secara objektif, dan sumber datanya adalah buku-buku (literatur-literatur) seperti yang lazim digunakan dalam penelitian yang pengumpulan datanya melalui kajian kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu komponensial, tema kultural dan content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa alasan dipilihnya kegiatan finger painting sebagai bahan yang efektif dan efisien dalam pengajaran, khususnya untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak adalah sebagai berikut : (1) Finger painting dapat melatih motorik halus pada anak yang melibatkan otot-otot kecil dan kematangan syaraf, (2) Mengenal konsep warna primer (merah, kuning dan biru) dari warna warna yang terang kita dapat mengetahui kondisi emosional anak, kegembiraan dan kondisi-kondisi emosi mereka, (3) Mengenalkan konsep pencampuran warna primer, sehingga menjadi warna yang sekunder dan tersier, (4) Anak akan belajar kosakata baru, (5) Melatih imajinasi dan kreativitas anak, (6) Waktu berkualitas dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung, (7) Melatih kemampuan panca indera anak, seperti sentuhan, penglihatan, penciuman dan rasa, (8) Mengembangkan koordinasi tangan dan mata, (9) Mengandalkan estetika keindahan warna, (10) Mengekspresikan perasaan anak melalui lukisan. Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Disetiap fase anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Kata Kunci :  Anak Usia Dini, Finger Painting, Motorik Halus
Hubungan Penggunaan Media Kartu Huruf Dengan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Ayu Widi Astuti; Rizky Drupadi; Ulwan Syafrudin
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i1.11958

Abstract

Permasalahan yang ada yaitu guru tidak paham dan kreatif dalam memilih media pembelajaran yang akan digunakan untuk menstimulus kemampuan membaca permulaan anak usia dini. Pembelajaran yang dilakukan masih dengan cara mengeja dan memberikan contoh menggunakan papan tulis. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan media yang menarik untuk anak, salah satunya menggunakan media kartu huruf untuk mengenalkan membaca permulaan bagi anak usia dini. Dalam penelitian ini, membaca yang dimaksud yaitu kemampuan anak dalam mengenal huruf, mengucapkan bunyi huruf, dan melafalkan huruf dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media kartu huruf dengan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun.
Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Kesalehan tentang Menuntut Ilmu Pengetahuan dan Norma Sosial Bagi Anak Usia Dini dalam Syair Ibarat dan Khabar Qiyamat Karya Syeikh Abdurrahman Shiddiq Al-Banjari (SUATU KAJIAN MEMOTIVASI) ARBI YASIN; M. Arrafie Abduh; Abu Anwar; Djeprin E. Hulawa
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i1.12247

Abstract

Persoalan kesalehan merupakan persoalan besar, mendasar dan esensial, karena memperbincangkan mutu amalan, kualitas perilaku manusia beragama, sifat dan nilai-nilai agung keberagamaan, apalagi bila disampaikan oleh seorang ulama besar, mufti kerajaan, tokoh sufi tersohor, Tuan Guru yang kharismatik, yang dituangkannya dalam bentuk untaian kata-kata indah lewat media syair Melayu  berkelas, berisikan nasehat keberagamaan yang khas, nilai-nilai pendidikan kesalehan yang utama, petuah-petuah menuntut ilmu pengetahuan, pesan-pesan norma sosial yang ditujukan buat kalangan anak-anak usia belia,  maka bertambah-tambah lagi urgensi faedahnya. Olehkarena itu, tujuan utama penelitian ini difokuskan untuk mengetahui keberadaan ketokohan dan peran Tuan Guru Sapat dalam bidang Pendidikan kesalehan, serta mengkaji nilai-nilai pendidikan kesalehan tentang menuntut ilmu pengetahuan dan norma sosial di kalangan anak-anak usia dini yang terkandung dalam kitab syairnya. Kajian nilai-nilai pendidikan kesalehan yang sengaja dilakukan pada kitab syair tersebut merupakan penelitian kepustakaan, dimana data dikumpulkan dengan menggunakan strategi studi teks. Sedangkan untuk menganalisis data penulis memanfaatkan teknik analisis isi (content analysis). Dari hasil kajian dapat diketahui bahwa Syeikh Abdurrahman Shiddiq al-Banjari (SASA) bila ditinjau dari segi khazanah keintelektualitasnya, ketokohan dan perannya di dunia Pendidikan Islam memang diakui sebagai salah seorang ulama besar dan tangguh nusantara serta berpredikat sebagai ulama-penyair Asia Tenggara. Bila ditelaah pula dari segi nilai-nilai pendidikan kesalehan tentang menuntut ilmu pengetahuan, SASA menuqilkan bait-bait syair tentang pentingnya menuntut ilmu dunia-akhirat, akan tetapi menuntut ilmu ukhrawi dengan landasan akhirat lebih utama. Namun tatkala membicarakan kesalehan tentang norma sosial bagi anak-anak belia, beliau menuqilkan untaian bait-bait syair yang  menggambarkan nilai dan norma sosial harus berorientasi akhirat.  Ini sekaligus mengisyaratkan kesalehan ideal menurut SASA adalah kesalehan terpadu atau timbalbalik, akan tetapi berbasis ukhrawi atau keakhiratan.Kata Kunci: Nilai,  Pendidikan, Kesalehan, Ilmu Pengetahuan, Norma Sosial, Syair, Motivasi.
Manajemen Pemasaran Lembaga PAUD pada Masa Pandemi Covid-19 Nisaul Jannah; Nurhayati Nurhayati; Naimah Naimah
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i2.12906

Abstract

ABSTRAK. Orientasi dari pemasaran kelembagaan PAUD adalah sosialisasi progam dan pentingnya memberi layanan edukasi pada anak-anak sejak usia dini. PAUD dapat diumpamakan sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, yaitu memberikan layanan pendidikan yang sesuai untuk anak usia 0-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pemasaran yang diterapkan oleh Raudhatul Athfal Muhajirin Ujungbatu di masa pandemic covid-19. Subjek penelitian adalah wali murid di RA Muhajirin Ujungbatu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis data  secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Muhajirin Ujungbatu dalam pelaksanaan manajemen pemasarannya dilakukan dengan menyebar brosur, melalui pendidik dan tenaga kependidikannya langsung, dari tetangga, lewat telepon, radio, dan karena tinggal di lingkungan sekitar sekolah. Namun, pada massa pancemi covid-19 seperti ini, kegiatan manajemen pemasaran lebih banyak dilakukan di dunia maya. Dengan alasan karena untuk meminimalisir tertularnya virus corona dan tentunya lebih efektif dan efesien.Kata Kunci: manajemen pemasaran, lembaga RA, masa pandemi covid-19.ABSTRACT. The orientation of PAUD institutional marketing is the socialization of the program and the importance of providing educational services to children from an early age. PAUD can be likened to a company engaged in services, namely providing educational services that are suitable for children aged 0-6 years. The research aims to find out how the marketing management applied by Raudhatul Athfal Muhajirin Ujungbatu during the covid-19 pandemic like this. The reseach subjects were parents of childrens at RA Muhajirin Ujungbatu. The data collection techniqquesin this study were throught observation, questionnaires, distributing brochures, trough educators and educarion personel directly, from neighbros by telephone, radio, and because they lived in the neighborhood around the school. However, in the mass of the covid-19 epidemic like this.Marketing management activities out in cyberspace. The reason is because it is to minimize the transmission of the corona virus and of course it is more effective and efficient. interviews and documentation. This reseach is quantitative research using data analysis wich is done descriptively. The result show that RA Muhajirin Ujungbatu in the implementation of marketing management was carried out by Keyword: marketing management, RA institution, covid-19 pandemic.
Strategi Pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) pada Jenjang Taman Kanak-kanak di Masa Pandemi Covid-19 Aisyah Nurul Hurriyah Sani; Melvi Lesmana Alim; Naimah Naimah
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i2.12936

Abstract

ABSTRAK. Berdasarkan surat edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan pendidikan dalam masa tanggap darurat coronavirus disease untuk melindungi dan mencegah warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya memberi pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan dengan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR). Berkembangnya teknologi dan faktor globalisasi mendorong sekolah khususnya pendidikan anak usia dini untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Pembelajaran berlangsung secara daring atau menggunakan e-learning, namun beberapa anak didik masih membutuhkan pertemuan tatap muka untuk melengkapi proses belajar agar dapat tumbuh secara optimal. Penelitian ini membahas mengenai program kegiatan pendidikan anak usia dini di TK Masjid Syuhada Yogyakarta dengan penggunaan metode bleanded learning. Jenis penelitian menggunakan field research dengan pengumpulan data dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa program kegiatan yang dilakukan di TK Masjid Syuhada Yogyakarta menggunakan metode bleanded learning untuk meminimalisir kekurangan yang didapat dari sistem BDR, guru mendapatkan timbal balik atas pencapaian yang mereka lakukan dan peserta didik lebih termotivasi dalam kegiatan belajar. Kata Kunci:  BDR, anak usia dini, program pendidikan ABSTRACT. The development based on the Minister of Education and Culture circular number 4 of 2020 concerning the Implementation of Education in the Coronavirus Disease Emergency response period to protect and prevent education unit residents from the adverse effects of Covid-19, the Ministry of Education and Culture seeks to fulfill the rights of students to get educational services by implementing Belajar Dari Rumah (BDR). The development of technology and factors of globalization encourage schools, especially early childhood education to adapt to the changes that occur. Learning takes place online or using e-learning, but some students still need face-to-face meetings to complete the learning process in order to grow optimally. This study discusses the early childhood education activity program at the Syuhada Mosque Kindergarten Yogyakarta using the bleanded learning method. This type of research uses field research with data collection from observation, interviews and documentation. Data analysis in research is data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the program of activities carried out at the TK Masjid Syuhada Yogyakarta using bleanded learning minimizes the shortcomings obtained from the BDR system, teachers get feedback on their achievements and students are more motivated in learning activities.Keyword: BDR, early childhood, educational programs  
Strategi Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Media Kartu Bergambar bagi Anak Usia Dini dalam Bingkai Islam dan Perspektif Pakar Pendidikan Erfiani Ramadanti; Zuhairansyah Arifin
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i2.12245

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi peningkatan kemampuan membaca permulaan anak usia dini dalam bingkai Islam dan pandangan pakar pendidikan. Penelitian ini merupakan library research,  dengan mengambil objek penelitian dari buku-buku yang memperkuat teori bahwa media kartu bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan usia dini. Analisis data adalah analisis kualitatif, menggunakan sistematika grand concept yaitu model teori yang berangkat dari proposisi universal untuk melandasi semua konstruksi lebih lanjut. Penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini dalam bingkai Islam menekankan pentingnya menyampaikan kata atau ucapan-ucapan yang sesuai dengan akal pikiran anak sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman (H.R. Bukhari). Strategi peningkatan kemampuan membaca pada anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai metode yakni pendidik membawa suasana pembelajaran aktif dan menyenangkan; mendesain suasana belajar (rileks); ada musik; mengonsentrasikan berbagai pendekatan sesuai VAK (visual, audio visual, kinestetik); dan memperhatikan kondisi dan perbedaan individual anak di saat  mengadakan aktivitas membaca.Kata Kunci: membaca permulaan, Islam, pakar pendidikan   ABSTRACT. This study aims to determine strategies to improve early childhood reading skills within the framework of Islam and the views of educational experts. This research is a literature research (library research) by taking the object of research from books which reinforces the theory that picture card media can improve reading ability at an early age. Data analysis is a qualitative analysis using a systematic grand concept, which is a theoretical model that departs from universal propositions to underlie all further constructs. Research shows that: strategies to improve early reading skills in early childhood in an Islamic framework emphasize the importance of conveying words or utterances that are in accordance with the child's mind so as not to cause misunderstandings (H.R. Bukhari). Strategies to improve reading skills in early childhood can be carried out using various methods: Educators bring an atmosphere of active and fun learning; designing a learning atmosphere (relax); there is music; concentrate various approaches according to VAK (visual, audio visual, kinesthetic); and pay attention to the child's condition (individual differences) when carrying out reading activities. Keywords: beginning reading, Islam, education expert                                             
Tanggung Jawab Orang Tua terhadap Anak Usia Dini dalam Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Efendy Indra Bangsawan; Ridwan Ridwan; Yulia Oktarina
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i2.13284

Abstract

ABSTRAK. Orangtua sebagai pendidik pertama di rumah tangga. Peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah penting guna menciptakan lingkungan pendidikan yang baik, karena sejak lahir anak secara langsung mendapatkan stimulasi pendidikan dari orang tuanya dari alam kandungan hingga anak tersebut beranjak menjadi dewasa dan mandiri, maka tanggung jawab orang tua menjadi tolak ukur paling besar dalam memberikan layanan pendidikan pada anak usia dini. Harapannya, agar anak dapat menjadi insan mulia di masa depannya dan menjadi bermanfaat bagi manusia. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan bahwa tunjuk ajar Melayu dapat memberikan bimbingan kepada setiap orangtua dalam mendidik anak sesuai tuntunan fitarahnya manusiawi dan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif. Hasil penelitian menunjukan peran orangtua mendidik anak usia dini dalam tunjuk ajar Melayu mengandung nilai yang sarat dengan moral, spritual, dan sosial yang berguna bagi perkembangan anak usia dini dan masa depan. Tunjuk ajar Melayu dirancang untuk membimbing dan membina anak di masa modern seperti saat ini sehingga dapat memberikan petunjuk yang baik bagi para orangtua agar anak menjadi insan yang baik yang berkepribadian integral.Kata Kunci: tanggungjawab orangtua, tunjuk ajar MelayuABSTRACT.The role of parents in educating children is very important in order to create a good educational environment for children, because from birth the child directly gets educational stimulation from his parents from the womb until the child grows into an adult and independent. Parents as the firs educators in the household, then parent's responsibility towards early-aged children in the edition of teaching with efendy tenas works. The responsibility of parents is the biggest measure in providing educational services for early childhood. The hope is that children can become noble beings in the future. The purpose of this research is to explain that Malay teaching pointers can provide guidance to every parent in educating their children according to the guidance of humane and Islamic religion. This study uses descriptive qualitative methods. The results showed that the role of parents in educating early childhood in Malay teaching point contains moral, spiritual, and social values that are useful for early childhood development. Malay teaching pointers are designed to guide and foster children in modern times like today so that they can provide good instructions for parents so that children become good human beings in the future.Keyword: parental responsibility, point to teach Malay.
Keaktifan Belajar Mahasiswa melalui Konsep MIKiR pada Mata Kuliah Disain Pembelajaran PAUD di Era Pandemi Covid-19 Ani Oktarina; Naimah Naimah; Heldanita Heldanita
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i2.12890

Abstract

ABSTRAK. Mata kuliah disain pembelajaran PAUD yakni sebagai pembelajaran yang wajid dipelajari mahasiswa jurusan PAUD sebagai calon guru. Pentingnya mata kuliah disain pembelajaran PAUD diharapkan dapat berkontribusi memiliki wawasan social dan kepekaan social sehingga tercipta interaksii sosial yang bagus pada hidup bermasyarakat, dapat mengaplikasikan ilmu dengan baik. Idealnya pada mata kuliah yang diajarkan dapat menjadi gambaran skenario dari keaktifan belajar mahasiswa melalui istilah dari konsep MIKiR yang diterapkan dosen di kelas 4A sebagai suatu cara dalam menomorsatukan pembelajarankaktif (student-center) sehingga mahasiswa bisa berpikir kritiis, komunikatif, dan reflektif. Konsep penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengetahui secara mendalam tentang perjalanan hidup subjek yang diteliti dengan situasi apa adanya. Artikel ini memiliki tujuan mendeskrdisain pembelajaran dan pentingnya pembelajaran aktif, terutama pada mata kuliah Disain Pembelajaran PAUD;  meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa melalui konsep MIKiR. Hasil penelitian menunjukkan skenario dari keaktifan belajar mahasiswa melalui konsep MIKiR di era pandemi covid-19 adalah suatu cara yang digunakan dosen pengampu mata kuliah disain pembelajaran di kelas 4A dalam membangun pembelajaran aktif. Kata Kunci :  keaktifan belajar, konsep MIKiRABSTRACT. The PAUD learning design course is one of the compulsory subjects that students majoring in PAUD must study as prospective PAUD teachers. The importance of the PAUD learning design course is expected to contribute to having social insight and social sensitivity so as to create good social interaction in social life, and to be able to apply the knowledge gained well in the future. Ideally, the subjects taught by students can be a scenario description of student learning activeness through the term concept of thought applied by lecturers in class 4A as a way of promoting active learning, (student-center) so that students are able to think critically, communicatively, and reflective. The research method used is qualitative research with a phenomenological approach to find out in depth about the life journey of the subject under study with the situation as it is (natural). This article aims to: 1) describe the importance of active learning, especially in the PAUD Learning Design course; 2) increase student learning activeness through the concept of thinking. The results also show that the scenario of student learning activeness through the concept of thinking in the era of the Covid-19 pandemic is a method used by lecturers who teach learning design courses in class 4A in building active learning. Keyword : learning activeness, concept thinking
Pemanfaatan Bahan Bekas dengan Decoupage untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini pada Pembelajaran Online Karin Ariska
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i2.12481

Abstract

ABSTRAK. Perkembangan kreativitas anak usia dini membutuhkan keterampilan yang dapat mengeksplorasi berfikir kreatif. Beberapa cara yang dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini salah satunya adalah dengan memberi kebebasan peserta didik untuk menuangkan pikiran yang sesuai imajinasinya dengan menggunakan pemanfaatan bahan bekas melalui teknik decoupage. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan bahan bekas dengan decoupage untuk mengembangkan kreativitas, memberi arahan kepada peserta didik agar mengerti dan memahami cara dalam mengurangi populasi sampah di sekitar dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan daur ulang. Peneltian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur dengan cara memberi seperangkat instrumen penelitian kepada responden untuk dijawab berdasarkan jawaban yang telah tertera dalam pedoman wawancara. Pemanfaatan bahan bekas dengan decoupage dapat membuat peserta didik mempunyai motivasi untuk menuangkan imajinasi yang khas dalam mengerti dan membuat sebuah karya yang dipelajarinya. Maka pemanfaatan bahan bekas dengan decoupage pada penelitian ini adalah untuk mengembangkan kreativitas peserta didik.  Kata Kunci : Bahan bekas, decoupage, kreativitas.ABSTRACT. The development of early childhood creativity requires skills that can explore creative thinking, and there are several ways that can develop early childhood creativity, one of which is to give the freedom of learners to pour their minds that fit their imagination by using the use of used materials through decoupage techniques. This research aims to describe the use of used materials with decoupage to develop the creativity of learners and can give direction to learners to understand and understand how to reduce the population of waste that is around and can be used as recycled materials that can be used as new goods. This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. With data collection techniques using a structured interview method that is compiled by researchers by giving a set of research instruments in the form of questions to respondents to be answered based on answers that have been stated in the interview guidelines. Utilization of used materials with decoupage can make learners have the motivation to pour their distinctive imagination in understanding and making a work that he learned. So the utilization of used materials with decoupage in this study is to develop the creativity of learners. Keyword : Used materials, decoupage, creativity.

Page 6 of 15 | Total Record : 142