cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
neo.meld@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsolma@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal SOLMA
ISSN : 2252584x     EISSN : 26141531     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal SOLMA merupakan jurnal di bawah naungan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2614-1531 & P-ISSN: 2252-584x. Jurnal SOLMA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal SOLMA dikelola dan diterbitkan oleh LPPM UHAMKA.
Arjuna Subject : -
Articles 1,627 Documents
Pelatihan dan Pembuatan Lembar Kerja Siswa pada (Applet) Geogebra Online Windia Hadi; Isnaini Handayani
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1.5479

Abstract

Background: Matematika merupakan mata pelajaran yang selalu tidak disukai oleh sebagian besar siswa karena materinya abstrak dan juga rumit karena banyaknya rumus yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. Tugas seorang guru matematika adalah bagaimana membuat siswa menyukai matematika dan dengan mudah memahami materi yang telah diberikan kepada guru, pada saat pandemi Covid-19 sekolah belajar secara online, dimana siswa belajar di rumah menggunakan LMS yang ada. Guru matematika harus memiliki keterampilan dalam merancang bahan ajar dan LKS untuk proses belajar mengajar. Kegiatan pelatihan ini untuk membantu guru matematika dalam membuat bahan ajar dan membuat LKS siswa menggunakan GeoGebra secara online, dengan tujuan agar pengajar dapat membuat bahan ajar dan LKS dalam proses belajar mengajar. Metode: Pelatihan ini dilaksanakan pada Rabu, 12, dan 19 Agustus 2020. Dalam kegiatan pendampingan melibatkan 114 guru matematika se-Jakarta Timur dengan tiga narasumber, termasuk dua dosen dari FKIP Prof. DR. HAMKA dan salah satu dosen FIP, Universitas PGRI Semarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat antusias dalam pelatihan pembuatan bahan ajar dan lembar kerja siswa (applet) pada GeoGebra, selain itu guru sangat bersemangat dalam membuat bahan ajar walaupun guru belum pernah menggunakan GeoGebra sebelumnya di Saat belajar matematika di sekolah, kekurangannya adalah guru belum menguasai alat GeoGebra. Kesimpulan: Mereka membuatnya menantang untuk menggambar sesuai keinginan mereka.
Pelatihan Pemahaman Soal Matematika Bertipe Hots Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama di Jakarta Windia Hadi; Ayu Faradillah; Fitri Alyani; Hella Jusra
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1s (2021): Spesial Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1s.5489

Abstract

Faktor yang sangat berdampak dari pandemic covid-19 adalah pendidikan. Sampai saat ini, siswa masih belum bisa kesekolah bertatatapan langsung dengan guru ataupun teman, hal ini membuat kejenuhan yang mendalam bagi siswa yang setiap hari harus belajar secara online (daring). Dalam pembelajaran daring guru selalu memberika tugas kepada siswa sehingga menjadikan siswa frustasi dalam mengerjakannya, terlebih lagi tidak ada yang bisa diajak diskusi secara langsung seperti guru atau teman lainnya, hal ini membuat kami selaku tim pengabdian kepada masyarakat ingin menghibur siswa dan memberikan penjelasan dalam memahami soal HOTS, HOTS yang memiliki arti kemampuan tingkat tinggi, dimana soal HOTS yang diberikan kepada siswa adalah soal-soal yang tidak rutin dan tidak biasa dikerjakan oleh siswa, sehingga kami ingin memberikan triks dalam menyelesaikan soal HOTS. Pelatihan ini dilaksanakan 3 hari, dimana pada hari rabu, sabtu dan senin pada tanggal 19, 22 dan 24 Agustus 2020. Pelaksanaan hari pertama dilakukan pemberian pretes soal HOTS untuk siswa SMP Negeri 81 Jakarta, selanjutnya hari kedua yaitu pada tanggal 22 Agustus 2020 acara inti yaitu pembukaan sekaligus pembahasan tentang pemahaman soal matematika bertipe HOTS, ada 20 soal dalam pengerjaannya, dan 20 soal tersebut dibahas tuntas oleh anggota tim PKM. Acara ketiga yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2020 yaitu pemberian soal Postes kepada siswa SMP Negeri 81 Jakarta. Tujuan diberikan postes ini adalah tim PKM kami ingin mengukur sejauh mana pelatihan yang telah kami buat sebelumnya, sehingga ada peningkatan dari yang sebelum diberikan pelatihan sampai sesudah diberikan pelatihan
The Empowering Women through Diversification of ASUH Local Animal Food Products in Benteng Gajah Village: Pemberdayaan Perempuan Melalui Diversifikasi Produk Pangan Hewani Lokal Yang ASUH di Desa Benteng Gajah Hafsan Hafsan; Devi Armita; Ar. Syarif Hidayat; St. Aisyah Sijid; Hajrah; Zulkarnain; Irwan Misbach
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1.5491

Abstract

Background: Benteng Gajah adalah desa di kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia. Sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Perempuan di Desa Benteng Gajah umumnya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, sehingga nyaris tidak berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat secara umum. Metode: Teknik-teknik pengabdian tersebut terutama difokuskan pada upaya pelibatan komunitas dampingan serta mendorong partisipasi mereka secara maksimal. Tahapan dalam pendampingan pelatihan keterampilan membuat beberapa produk olahan pangan hewani khususnya daging broiler dengan memegang prinsip keamanan pangan yang dikemas dalam kegiatan “Pelatihan diversifikasi pangan hewani lokal yang ASUH”. Hasil: Hasil ternak yang dihasilkan umumnya dipasarkan langsung tanpa melalui pengolahan hasil panen. Padahal sebagai produsen bahan pangan hewani berupa daging dan telur, hasil-hasil ternak tersebut dapat didiversifikasi menjadi aneka olahan yang memiliki rasa, bentuk yang menarik dan bernilai gizi tinggi serta aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Kesimpulan: Kaum Perempuan di Desa Benteng Gajah menjadi berdaya serta mampu dalam meningkatkan kualitas pangan bagi keluarganya serta dapat meningkatkan perekonomian keluarganya.
The Role of the Parish COVID-19 Task Force Team in Fulfilling the Right to Worship at Santu Mikael Parish, Ruteng Diocese Fransiska Widyawati
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1.5494

Abstract

Background: Pandemik COVID-19 telah menyebabkan umat beragama kesulitan melaksanakan ibadah bersama di rumah-rumah ibadah. Masalah yang sama juga dialami umat Katolik di Paroki Santu Mikhael Kumba di Manggarai, Keuskupan Ruteng. Sejak 21 Maret sampai 12 Juni 2020, Paroki tidak melayani ibadah di Gereja. Akibatnya banyak umat mengalami kekosongan rohani. Namun sejak masa adaptasi normal pemerintah mengijinkan ibadah di rumah ibadah asalkan dijalankan sesuai protokol kesehatan. Untuk memastikan pelaksanaan ibadah dimana adaptasi baru berjalan baik, dibutuhkan tim yang membantu menyiapkan kebijakan pelaksanaan ibadah, mengedukasi umat, dan memastikan ibadah berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Untuk itulah, Tim Gugus Tugas Covid-19 berperan mengatasi persoalan dan kebutuhan ini. Metode: Adapun metode dan petahapan kegiatan yang dilakukan oleh Tim ini adalah: persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan feedback. Metode ini sifatnya siklus yang berulang. Persiapan mencakup perumusan kebijakan, sosialisasi dan edukasi model dan tata cara ibadah di masa normal baru. Pelaksanaan mencakup kegiatan melaksanakan ibadah sesuai protokol kesehatan. Evaluasi adalah penilaian keberhasilan dan dampak kegiatan. Feedback adalah memberikan input perbaikan pada siklus sebelumnya untuk diterapkan pada siklus berikutnya. Hasil: Hasil yang diperoleh ialah dengan kegiatan ini Paroki dan umat bisa melaksanakan ibadah sesuai protokol kesehatan. Umat bisa memeroleh hak ibadah sekaligus protokol kesehatan sekaligus. Kesimpulan: peran Tim Satgas Covid-19 sangat signifikan untuk melayani umat di Paroki Santo Mikhael Keuskupan Ruteng.
Pembelajaran Geometri Menggunakan Aplikasi Geogebra Versi Android Fitriani Fitriani; Sulasri Suddin; Abdullahi Abdullahi
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v9i2.5498

Abstract

Geogebra merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk mempelajarai topik geometri pada matapelajaran matematika. Aplikasi ini sudah tersedia dalam versi android yang dapat dijalankan melalui smartphone. Penggunaan smartphone khususnya di kalangan pelajar di Indonesia yang begitu besar menjadi landasan tim pengabdi memberikan pelatihan penggunaan Geogebra versi android. Pelatihan dibagi menjadi tiga sesi yaitu sesi pengenalan fitur-fitur Geogebra versi android, sesi pemaparan materi-materi geometri beserta contoh soal yang penyelesaiannya menggunakan Geogebra versi android dan sesi terakhir pemberian soal-soal latihan. Tim pengabdi juga memberikan angket pengetahuan awal mengenai geogebra dan tes kemampuan awal. Di akhir pelatihan diberikan pula tes akhir yang juga berisi pendapat siswa mengenai penggunaan geogebra versi andoid. Ditemukan peningkatan skor siswa antara tes awal dan tes akhir serta waktu pengerjaan yang lebih cepat dikarenakan penggunaan sogtware Geogebra versi android. Respon dan pendapat siswa mengenai penggunaan aplikasi ini juga positif dan sangat antusias.
Edukasi Masyarakat dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi COVID 19 Safriadi Muis; Rahmatulah Rahmatulah; Ashar Ashar
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1.5507

Abstract

Background: Salah satu permasalahan yang terjadi pada masa pendemik covid 19 adalah melemahnya ketahanan pangan pangan masyarakat sebagai akibat dari kebijakan untuk mengurangi aktivitas bekerja di luar rumah yang befrtujuan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Akibat dari berkurangnya aktivitas tersebut, masyarakat yang sumber penghasilannya berkurang khususnya mereka yang bekerja selama ini harus diluar rumah. Metode: Demikian yang dengan sendirinya berdampak pada pendapatan keluarga. Disisi lain kebutuhan pangan keluarga tidak berubah bahkan cenderung bertambah mengikut frekuensi tinggal dirumah sangat tinggi. Untuk itu diperlukan upaya dalam rangka pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang dapat dilakukan tampak beraktivitas diluar rumah. Permasalahan yang terjadi kemudian adalah masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan pangan terutama sayuran dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah. Hasil: Solusi yang ditawarkan adalah meningkatkan pengetahuan mereka dengan kegiatan edukasi berupa pembuatan video tentang pemanfaatan ruang sempit untuk bercocok tanam dan tata cara bercocok tanam sayuran yang efektif dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Kesimpulan: Video tersebut kemudian disebarkan di media dan diharapkan akan ditonton oleh masyarakat dan mengaplikasikannya rumah masing-masing.
Penyuluhan Pertanian Sehat Budi Daya Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) di Desa Jabung Kabupaten Ponorogo Nova Triani; Elly Syafriani; Medina Uli Alba Somala
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1.5515

Abstract

Para petani di Desa Jabung, Kabupaten Ponorogo belum membudidayakan sayuran, terutama bayam merah. Sedangkan di pasaran Ponorogo, bayam merah belum ada atau jarang ditemui di pasaran. Padahal bayam merah memiliki khasiat berupa kandungan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Hal ini menjadikan peluang bagi para petani untuk membudidayakan sayuran bayam merah, terutama dengan teknik budi daya daya secara sehat atau pertanian sehat. Penggunaan pupuk dan pestisida sintesis ditiadakan dan diganti dengan penggunaan pupuk organik serta pestisida nabati, sehingga hasil sayuran merupakan sayuran yang sehat dan bergizi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang pertanian sehat atau teknik budi daya secara sehat mengenai sayuran bayam merah. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, paparan, pemutaran video dan diskusi interaktif. Dari hasil penyuluhan dan responsi yang dilakukan, didapatkan data bahwa 60% pemahaman petani meningkat mengenai seluk beluk sayuran bayam merah, serta 100% pemahaman petani meningkat tentang pertanian sehat atau teknik budi daya bayam merah secara sehat. Petani organik peserta penyuluhan 100% bersedia membudidayakan bayam merah secara sehat.
Program Kewirausahaan Pembuatan Hiasan Penjor: Pemberdayaan Ibu PKK Berbasis Kearifan Lokal Ni Wayan Rustiarini; I Nyoman Kusuma Adnyana Mahaputra; I Made Sudiana; Ni Putu Nita Anggraini
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v9i2.5520

Abstract

Pemerintah Indonesia telah memfokuskan perhatian pada upaya pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan. Kegiatan pengabdian ini memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia bernilai ekonomi melalui program kewirausahaan di Desa Kaliakah dan Desa Baluk. Terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, seperti 1) rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai wirausaha, 2) kurangnya motivasi untuk melakukan wirausaha, serta 3) rendahnya kreativitas untuk memulai wirausaha. Bertitiktolak dari permasalahan tersebut, program kewirausahaan ini direalisasikan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan “mejejahitan” hiasan penjor. Program ini dilatarbelakangi pemikiran bahwa hiasan penjor merupakan kerajinan yang sering digunakan dalam kegiatan upacara agama dan adat di Bali. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta menyatakan pelatihan menarik dan bermanfaat. Selain itu, peserta juga mampu memahami materi yang diberikan sehingga memiliki keinginan untuk menjadi wirausaha, khususnya berkaitan dengan pembuatan hiasan penjor.
Peningkatan Pemahaman Kesehatan pada Ibu hamil dalam Upaya Pencegahan COVID-19 Juneris Aritonang; Lolita Nugraeny; Sumiatik; Ronni Naudur Siregar
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v9i2.5522

Abstract

Pemerintah Indonesia menetapkan bencana non alam penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional dikarenakan bencana ini berdampak meningkatnya jumlah korban jiwa, ekonomi dan luasnya wilayah yang terkena bencana ini. Ibu hamil tercatat salah satu kelompok rentan resiko terinfeksi COVID-19 dikarenakan pada masa kehamilan terjadinya perubahan fisiologi yang mengakibatkan penurunan kekebalan parsial. Pada studi awal dilakukan sebelum kegiatan ditemukannya masih banyak ibu hamil ketika beraktivitas di luar rumah ttidak sesuai dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, masih berbicara dengan tetangga tanpa menjaga jarak, dan sesekali tanpak masih ikut dalam kerumunan dan tingginya tingkat kecemasan ibu hamil pada era pandemi COVID-19 ini. Kecemasan yang di tunjukkan oleh ibu hamil yang diwawancarai tersebut tidak sesuai atau berbanding terbalik dengan perilaku ibu hamil dalam kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan kesehariannya. Sehingga dibutuhkan suatu cara yakni memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dengan tujuan untuk peningkatan pemahaman upaya pencegahan Covid-19 pada ibu hamil, sehingga mengurangi kecemasan ibu hamil selama pandemi COVID-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pengobatan Swasta Mariana, Deli Serdang Sumatera Utara. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapati adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dalam upaya pencegahan COVID-19, adanya penurunan kecemasan ibu hamil selama kehamilan di era pandemi COVID-19, perlu dilakukan kegiatan serupa secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik. Perlu adanya pemantauan lebih lanjut atas perubahan perilaku setelah dilakukan penyuluhan ini.
Pelatihan Literasi Media tentang Kesetaraan Gender bagi Siswa SMA Muhammadiyah Jakarta Selatan Sri Mustika; Tellys Corliana; Andys Tiara
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1s (2021): Spesial Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1s.5550

Abstract

Kini, remaja milenial lebih suka mengakses informasi dari media daring melalui telepon pintarnya. Sayangnya, media daring dalam menulis berita, khususnya tentang perempuan, cenderung tidak memperhatikan Kode Etik Jurnalistik. Alih-alih menampilkan perempuan sebagai mahluk mulia, media massa justru memandang perempuan sebagai warga kelas dua yang rendah derajatnya. Padahal sesuai dengan fungsinya, media massa harus menurunkan nilai-nilai yang baik kepada pembacanya. Ketika media massa menampilkan perempuan sebagai mahluk rendah, maka hal ini dapat berdampak buruk pada pembaca remaja. Mereka tidak memahami tentang kesetaraan dan keadilan gender, namun sebaliknya ”belajar” untuk mendiskriminasikan perempuan. Untuk meningkatkan pemahaman para remaja tentang kesetaraan gender, Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat UHAMKA (LPPM UHAMKA) bekerja sama dengan SMA Muhammadiyah 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengadakan pelatihan literasi digital tentang kesetaraan gender. Tujuannya untuk mengedukasi para siswa agar memiliki pemahaman tentang kesetaraan gender dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan ceramah, menonton film tentang kekerasan dalam berpacaran, menganalisis berita-berita kriminal yang menyudutkan perempuan, dan diskusi. Simpulan: para peserta sudah memahami konsep kesetaraan gender, namun mereka belum dapat menghubungkan benang merah antara konsep gender dengan praktik ketidaksetaraan gender.

Page 24 of 163 | Total Record : 1627