cover
Contact Name
Ahmad Sururi
Contact Email
Ahmad Sururi
Phone
-
Journal Mail Official
prodiadmpublik@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Sawala : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : 23022231     EISSN : 25984039     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal Sawala is published two times a year in April and Oktober. This journal contains scientific articles on Public Administration science written in two languages: Bahasa Indonesia and English. The article is published in form of empirical research, conceptual or theoretical framework or issues related to the Public Administration sciences. Journal Sawala particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of public policies and administrations areas. It covers the Administration Development, The Regional Autonomy And Bureaucracy, The State Apparatus, Good Governance, Government, The Decentralisation, Public Services, The Public Management, The Governance And Its Policy, And Any Social Sciences, Politics and Regional Planning.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
EVALUASI KEBIJAKAN DIGITALISASI ADMINISTRASI PUBLIK MELALUI PENDEKATAN HUMAN-CENTERED GOVERNANCE DI KABUPATEN MINAHASA Rantung, Margareth Inof Riisyie; Abdussamad , Zuchri; Alhasni , Rahma A.
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 1 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13.i1.yj521h44

Abstract

Digital transformation in public administration is a crucial part of bureaucratic reform in Indonesia. However, the effectiveness of digital public administration implementation in Minahasa Regency faces obstacles such as low digital literacy, limited infrastructure, inadequate civil service capacity, and minimal community involvement. This study aims to evaluate the implementation of digitalization policies using a human-centered governance approach through the CIPP evaluation model. This research employs a descriptive qualitative method through interviews, observations, and document studies. The results indicate that digitalization needs have not fully considered the social-geographical conditions, infrastructure and HR limitations hinder implementation, the digital service socialization process is suboptimal, and the digital services provided have not fully improved public satisfaction. This study emphasizes that a human-centered governance approach is essential to enhancing the effectiveness of local digital services. The findings contribute to integrating the real needs of citizens into the planning, implementation, and evaluation of public administration digitalization policies.
Model Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Efektif dan Akuntabel, Studi pada Pemerintah Kota Metro, Lampung Pindo Riski Saputra; Yuditya Wardhana
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 1 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13.i1.wytxky47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis model tata kelola pemerintahan daerah yang efektif dan akuntabel di Kota Metro, Provinsi Lampung. Tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan partisipatif. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah daerah, observasi lapangan, serta telaah dokumen peraturan dan laporan kinerja instansi pemerintah Kota Metro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Metro telah mengadopsi prinsip-prinsip good governance seperti transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan partisipasi publik dalam beberapa aspek penyelenggaraan pemerintahannya. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal konsistensi pelaksanaan kebijakan, kapasitas aparatur, dan keterlibatan masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem evaluasi kinerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penggunaan teknologi informasi dalam tata kelola pelayanan publik. Model tata kelola yang efektif dan akuntabel membutuhkan komitmen politik yang kuat, koordinasi antarinstansi yang solid, serta partisipasi aktif dari masyarakat sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
ANALISIS PERMASALAHAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (Studi Kasus Pekerja Migran Indonesia Asal Kabbupaten Indramayu) Muthmainnah, Nidaul
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 1 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13.i1.k28s1j94

Abstract

Kabupaten Indramayu sebagai daerah dengan pengirim PMI terbanyak di Indonesia. Terdapat keyakinan bahwa PMI asal Indramayu lebih banyak tetapi mereka tidak terdata karena menjadi PMI Non-Prosedural. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni studi kepustakaan, data yang digunakan berasalkan dari berita online, laporan tahunan dan karya tulis ilmiah. Teknik analisa data yang digunakan terbagi menjadi empat, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Keimpulan dari artikel ini adalah terdapat dua permasalahan besar yang membayang-banyangi Pemkab Indramayu, yaitu penipuan lowongan kerja dan kekerasan di tempat kerja. Kesulitan akan dialami jikalau pekerja tersebut melalui skema PMI Non-Prosedural, sedangkan mayoritas pekerja yang bermasalah adalah PMI Non-Prosedural. Perlu adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara calon PMI, PMI, PemKab Indramayu dan P3MI untuk meminimalisir permasalahan terhadap PMI.
IMPLEMENTASI PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 46 TAHUN 2022 TENTANG KEDUDUKAN, STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI, URAIAN TUGAS, DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWALIAN RAKYAT DAERAH DI SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN Edi Suhaedi; Suwaib Amiruddin; Titi Stiawati
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 1 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13.i1.46bzsh22

Abstract

Article should be started by Title of Article followed by Authors Name and Affiliation The implementation of Banten Governor Regulation (Pergub) No. 46 of 2022 concerning the Position, Organizational Structure, Main Duties and Functions, Job Descriptions, and Work Procedures of the Banten Provincial DPRD Secretariat is a strategic step to strengthen the institutional governance of the regional legislature. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the regulation in improving the performance of the Banten Provincial DPRD Secretariat as the main support for the legislative, budgetary, and supervisory functions of the DPRD. The research method used a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with 10 informants (DPRD Secretariat officials, DPRD members, and related parties), document studies, and observation of work processes. The results showed that the implementation of Governor Regulation 46 Year 2022 has provided clarity on the organizational structure, division of tasks, and coordination mechanisms between units, thus improving the efficiency of administrative services and technical support to DPRD members. However, there are still challenges in optimizing the Secretariat's functions, such as limited qualified human resources (HR), lack of internal socialization of the new work procedures, and the need for technological adaptation to support the digitization of the legislative process. Other findings revealed that the pergub also emphasized the Secretariat's position as a neutral and professional regional apparatus, although local political dynamics sometimes affect performance independence. Recommendations include increasing the capacity of human resources through technical training, strengthening the internal monitoring system, and synergizing with local governments to ensure adequate budget allocations. This study concludes that the successful implementation of Governor Regulation 46 Year 2022 is highly dependent on the commitment of all stakeholders in translating the regulation into consistent operational practices, thus supporting the realization of transparent and accountable DPRD governance
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Inovasi Berbasis Ekologi Administrasi Di Indonesia Ramdani, Ari; Ade Iskandar
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 1 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13.i1.yythkw69

Abstract

Artikel ini menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia melalui pendekatan pelayanan publik yang inovatif. Meskipun penting bagi kesejahteraan masyarakat, penyediaan layanan publik di Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan, terutama di luar Jawa dan Bali, di mana kualitas layanan sering dinilai buruk. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas meliputi manajemen keuangan, representasi politik, korupsi, dan kurangnya transparansi. Artikel ini mengusulkan bahwa inovasi layanan publik harus didasarkan pada ekologi administratif, yang melibatkan pemahaman saling ketergantungan antara administrasi publik dan lingkungan di sekitarnya. Tiga aspek utama yang disoroti: ketergantungan publik, pembangunan masyarakat yang harmonis, dan pendekatan sistemik terhadap administrasi. Inovasi semacam itu dapat meningkatkan kualitas layanan, mendorong keterlibatan masyarakat, dan memastikan bahwa layanan relevan secara budaya. Pada akhirnya, mengintegrasikan kemajuan teknologi dan menyelaraskannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sangat penting untuk mencapai perbaikan jangka panjang dalam layanan publik.
Actor Collaboration in Extreme Poverty Alleviation Policy Formulation in Serang City Maulana, Delly
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 1 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13.i1.148mey58

Abstract

Poverty is generally defined as the lack of financial resources necessary to meet basic needs, such as food, shelter, and health care. However, poverty is not only limited to financial deprivation, but also includes limited access to essential services such as education, health, and nutrition, which exacerbates the impact of income poverty. Extreme poverty is a condition in which individuals or groups live below the international poverty line, with an income of less than $1.90 per day based on purchasing power parity. Therefore, this research examines the equalization and collaboration of actors and the formulation of poverty alleviation policies in Serang City. The method used is a qualitative method using primary and secondary data and using the Hierarchical Analysis Process (AHP) power analysis technique to obtain a policy strategy. The results showed that the actors that must be involved in poverty alleviation in Serang City are the Central Government, Banten Provincial Government, Serang City Government, Private Sector, Educational Institutions, and Non-Governmental Institutions/Community Organizations. Then the strategy of providing access to education and economic opportunities is a priority strategy to be formulated and implemented to reduce sustainable poverty.  
PERAN LEGISLATOR PEREMPUAN DAN KOMNAS PEREMPUAN TERHADAP KEBIJAKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL Muhammad Riyan Fitria Ramdlani; Dimas Purbo Pambudi; Nadhira Shania Tabrizia Azis
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 2 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13i2.nbt1sk72

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis legislator perempuan dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dalam perumusan dan advokasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual di Indonesia, terutama terhadap perempuan dan anak, yang menunjukkan perlunya perlindungan hukum yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi pustaka terhadap dokumen legislatif, jurnal akademik, dan laporan lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legislator perempuan pada periode 2019–2024 berperan aktif dalam diskusi publik, pembentukan koalisi, dan penyusunan undang-undang, yang mempercepat proses legislasi. Komnas Perempuan juga berkontribusi penting melalui kajian akademik, kampanye advokasi, dan pemantauan implementasi kebijakan. Sinergi antara kedua aktor ini terbukti krusial dalam pengesahan dan pelaksanaan awal UU TPKS. Kolaborasi berkelanjutan dengan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memastikan efektivitas implementasi undang-undang ini, termasuk melalui penyusunan peraturan pelaksana dan peningkatan kesadaran publik.  
Policy Evaluation Of Face Recognition Technology For  Railway Passengers At Surabaya Gubeng Station Raditya Adi Kartika; Sri Kamariyah; Zainal Fatah; Amirul Mustofa
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 2 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13i2.zwyzcb43

Abstract

Abstract This study evaluates the policy implementation of the face recognition system at Surabaya Gubeng Station as a digital innovation in public service by PT Kereta Api Indonesia (Persero). Using a qualitative approach and the policy evaluation model by William N. Dunn, the study assesses six key indicators: effectiveness, efficiency, adequacy, responsiveness, accuracy, and equity. The findings indicate that the system is effective in accelerating the boarding process, reducing queues, and improving passenger convenience. Efficiency is achieved through reduced staff workload and automated identity verification. However, several challenges remain, including technical disruptions, data input errors, and low digital literacy among users. Personal data protection is also a concern as most users are not fully aware of how their biometric data is managed. Therefore an adaptive governance strategy is needed, involving infrastructure improvement, staff training, public education, and greater transparency in data policy. With these measures, the face recognition system can serve not only as a tool for technical efficiency but also as a form of inclusive and sustainable public service transformation.
PELAYANAN DIGITAL LIBRARY DI DINAS ARSIP DAN   PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS Andika Prabaskoro; Aulia Wafiqna; Rosita Febrianti; Rafi Syarifulloh
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 2 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13i2.2xckbt98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas layanan perpustakaan digital di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Perkembangan teknologi dan inovasi menciptakan paradigma baru dalam proses pelayanan, salah satunya di Dinas Arsip dan Perpustakan Daerah Kabupaten Banyumas yang telah menerapkan Perpustakaan Digital . Penelitian ini menunjukkan bahwa dinas tersebut menerapkan Permenpan RB Nomor 30 Tahun 2014 tentang pedoman Inovasi Pelayanan Publik khususnya dalam pelayanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi lima aspek model Teori Parasuraman: bukti nyata, reliabilitas, tanggung jawab, jaminan, dan empati. Melalui analisis mendalam, penelitian ini berupaya memahami bagaimana masing-masing aspek tersebut berkontribusi terhadap pengalaman pengguna layanan perpustakaan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pada kelima aspek tersebut tergolong baik, yang menunjukkan adanya kemajuan dalam penyediaan layanan bantuan bagi pengguna perpustakaan digital di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Namun masih terdapat beberapa kendala, terutama terkait infrastruktur dan literasi digital yang perlu ditingkatkan. Keterbatasan ini dapat mempengaruhi aksesibilitas dan kepuasan pengguna terhadap layanan yang diberikan oleh Perpustakaan Digital Daerah Kabupaten Banyumas.   
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN PERNIKAHAN DINI DI DESA PURBADANA KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS Aulia Febriyanti; Ulfah Uly Nafisyah; Khofifah Nurul Hidayah
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 2 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v.13i2.y26zxr60

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial di Indonesia meskipun telah diberlakukan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan yang menetapkan usia minimal perkawinan 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pencegahan pernikahan dini di Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan mampu menurunkan angka pernikahan dini sebesar 51% pada tahun 2023–2024, meskipun praktik masih ditemukan terutama di wilayah pedesaan. Faktor pendukung implementasi meliputi peningkatan literasi masyarakat, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pengawasan terhadap dispensasi nikah. Hambatan yang dihadapi mencakup tradisi budaya yang kuat, keterbatasan ekonomi, serta rendahnya akses pendidikan. Secara praktis, penelitian ini menawarkan rekomendasi strategi lintas sektor bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menekan angka pernikahan dini di daerah dengan karakteristik serupa.