cover
Contact Name
Ahmad Sururi
Contact Email
Ahmad Sururi
Phone
-
Journal Mail Official
prodiadmpublik@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Sawala : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : 23022231     EISSN : 25984039     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal Sawala is published two times a year in April and Oktober. This journal contains scientific articles on Public Administration science written in two languages: Bahasa Indonesia and English. The article is published in form of empirical research, conceptual or theoretical framework or issues related to the Public Administration sciences. Journal Sawala particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of public policies and administrations areas. It covers the Administration Development, The Regional Autonomy And Bureaucracy, The State Apparatus, Good Governance, Government, The Decentralisation, Public Services, The Public Management, The Governance And Its Policy, And Any Social Sciences, Politics and Regional Planning.
Arjuna Subject : -
Articles 359 Documents
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2024 Ivan Dicksan Hasannudin; Agus Fatah Hidayat; Arifah Rosmajudi; Astri Siti Fatimah; Deni Sudrajat; M. Ikrar Budijaya; Tine Badriatin
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.10303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya pada tahun 2024. Dalam hal ini Pemerintahan Daerah terkait dengan pengelolaan anggaran merupakan aspek penting yang menentukan seberapa baik suatu daerah dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini berfokus pada pengumpulan data dari berbagai sumber yang relevan, termasuk dokumen resmi pemerintah, jurnal akademis, dan data-data pendukung lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai kebijakan dan praktik pengelolaan anggaran di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan APBD Kota Tasikmalaya tahun 2023, terdapat perhatian khusus terhadap pengalokasian dana kepada program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, hal tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan publik yang lebih baik. Program-program tersebut meliputi sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi daerah, dan dengan fokus pada program-program tersebut, diharapkan dapat tercipta dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat di Kota Tasikmalaya.
Eksplorasi Praktik Nilai-Nilai Kepemimpinan Spiritual Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi Di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso Ivana Septia Maharani; Nur Aini Mayasiana; Veby Rizma Imama
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.11377

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai kepemimpinan spiritual dipraktikkan oleh para pemimpin di lingkungan Kantor Kementerian Agama Bondowoso dan bagaimana praktik-praktik tersebut memengaruhi perkembangan budaya organisasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan model awal kepemimpinan spiritual yang kontekstual dan relevan dengan karakteristik lembaga publik berbasis nilai-nilai keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola nilai, perilaku kepemimpinan, dan dinamika budaya organisasi yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan: Bagi Kementerian Agama, kepemimpinan spiritual berarti memimpin dengan hati, membawa nilai-nilai agama dalam setiap langkah, pemimpin tidak hanya memberi perintah tetapi juga menjadi teladan. Dalam praktik sehari-hari, mereka berupaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Evaluasi kinerja rutin dilakukan setiap Senin setelah apel pagi, dengan setiap kepala bagian mempresentasikan kegiatan mereka selama seminggu. Evaluasi dan rencana ke depan dilakukan. Terdapat ruang diskusi. Konsistensi menjadi tantangan, hal ini dapat dipengaruhi oleh kesibukan atau tugas masing-masing.
Dampak Sosial Kehadiran Trans Jogja terhadap Mobilitas Masyarakat Perkotaan di DIY Febri Puja Rahayu; Dwi Afrika Puspita Ningrum; Aman
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.11540

Abstract

This study examines the technological innovation of Trans Jogja as a public transportation system that adapts to the dynamics of the Industrial Revolution 4.0 in the Special Region of Yogyakarta. The problem addressed in this research is the limited understanding of how digital transformation—such as electronic ticketing, GPS-based fleet monitoring, real-time information services, and smart mobility integration—contributes to improving the efficiency, accessibility, and sustainability of urban transportation. Using a qualitative descriptive method supported by document analysis, observations, and interviews, this study analyzes the operational system and technological features implemented in Trans Jogja. The findings show that technological innovation has enhanced service reliability, reduced transaction barriers, strengthened passenger data management, and supported environmentally sustainable mobility. However, challenges remain, including uneven digital literacy, infrastructure limitations, and inconsistent real-time accuracy. The study concludes that Trans Jogja represents a strategic model of technology-based public transportation capable of supporting smart city development and promoting sustainable urban mobility in Yogyakarta.
IMPLEMENTATION OF UNIVERSAL HEALTH COVERAGE (UHC) POLICY IN METRO CITY: SUCCESS FACTORS AS THE ONLY REGION TO WIN THE 2024 UHC AWARD IN LAMPUNG PROVINCE Yuditya Wardhana; Intan Destrilia; Syeni Rakhmadani
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.11683

Abstract

Abstract This study aims to examine the implementation of the Universal Health Coverage (UHC) policy in Metro City, which in 2024 successfully obtained the UHC Award and became the only region in Lampung Province to achieve this award. This achievement is interesting to examine considering the ongoing challenges at the national level, particularly in terms of increasing National Health Insurance (JKN) participation and equalizing access to health services. This study uses a descriptive qualitative approach, relying on primary data obtained through in-depth interviews with relevant stakeholders, as well as secondary data in the form of regional policy documents, BPJS Kesehatan participant reports, and official archives of the Metro City Government. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results of the study indicate that the success of UHC implementation in Metro City is influenced by several key factors, including strong political commitment from the regional head, budget support from the Regional Budget (APBD) for financing Regional Contribution Assistance Recipients (PBI), and integration and validation of participant data carried out across regional government agencies. Furthermore, public service innovations, such as a proactive approach and the use of digital health services, as well as solid coordination between the local government, BPJS Kesehatan, and health care facilities, also play a significant role in supporting the achievement of UHC. The findings of this study are expected to serve as a reference for other regions in accelerating the implementation of UHC in a sustainable manner.
DAMPAK PENERAPAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAH DAERAH (SIPD) TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH STUDI KASUS: DINAS PARIWISATA PROVINSI BANTEN Endah Kurniawati; Jumanah Jumanah
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.11832

Abstract

This study examines the implementation of the Regional Government Information System (Sistem Informasi Pemerintah Daerah / SIPD) in regional financial management at the Tourism Office of Banten Province, focusing on the influencing factors and its impact on efficiency, transparency, accountability, and public service delivery. This research employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through structured interviews, observation, and documentation involving key informants, including regional leaders, financial management officials, SIPD administrators, and technical support personnel. The results indicate that SIPD has been implemented as the main and mandatory system in all stages of regional financial management, including planning, budgeting, administration, reporting, and financial accountability. SIPD implementation improves efficiency by accelerating administrative processes, reducing manual work, minimizing data duplication, and saving time and operational costs. In terms of transparency, SIPD enhances the accessibility and traceability of financial information, while in terms of accountability, it strengthens financial responsibility through systematic recording and audit trails. The impact on public service delivery is indirect but significant, as improved financial governance supports the timely implementation of tourism programs and services. However, technical system instability and limited user competence remain challenges, indicating the need for continuous capacity building and institutional support.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENSASARAN PERCEPATAN PENGHAPUSAN KEMISKINAN EKSTREM (P3KE) DI KECAMATAN KASEMEN KOTA SERANG Titi Stiawati; Shafni Aprilia
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.12107

Abstract

Permasalahan kemiskinan ekstrem masih menjadi isu strategis dalam pembangunan sosial di Indonesia. Melalui  Program P3KE, Pemerintah berupaya meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program P3KE di Kecamatan Kasemen dengan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan Dinas Sosial, aparat Kecamatan dan kelurahan, pendamping sosial serta KPM. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program P3KE masih belum berjalan secara optimal. Hal tersebut terlihat dari masih rendahnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sumber daya, ketidaksesuaian data dengan kondisi nyata di lapangan, disposisi aparatur yang cenderung administrative, serta struktur birokrasi yang bersifat hierarkis dan kurang reposif. Oleh karena itu, penguatan komunikasi, peningkatan kapasitas sumber daya, penguatan komitmen pelaksana, serta penyempurnaan sistem dan fleksibilitas kebijakan agar pelaksanaan program menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
KAPASITAS KELEMBAGAAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SERANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SERANG Selviana Nur Febria Sari; Yeni Widyastuti
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.12143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas kelembagaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah di Kota Serang masih menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari  keterbatasan sumber daya hingga capaian pengelolaan sampah yang belum memenuhi target.  Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Penelitian ini menggunakan teori kapasitas kelembagaan Salvador dan Sancho yang mencakup empat aspek, yaitu kapasitas strategis, kapasitas analitis, kapasitas manajemen organisasi, dan kapasitas kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas kelembagaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang belum optimal. Secara strategis, kebijakan sudah ada tetapi pelaksanaannya terhambat keterbatasan SDM, sarana prasarana, dan kesadaran masyarakat. Secara analitis, pengelolaan data masih manual dan belum terintegrasi. Secara manajemen organisasi, koordinasi antarbidang tidak rutin dan penanganan sampah liar belum memiliki struktur jelas sehingga perlu dibentuk UPTD khusus di hulu. Secara kolaboratif, kemitraan dengan pihak eksternal seperti daerah lain, bank sampah, dan TPS3R sudah berjalan, namun keterlibatan akademisi, komunitas, dan media massa masih insidental. Penguatan kapasitas kelembagaan secara menyeluruh diperlukan agar pengelolaan sampah di Kota Serang dapat berjalan lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
STRATEGI PENGUATAN INTEGRASI PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) DALAM 7 (TUJUH) PROSES PEMBANGUNAN DI PROVINISI BANTEN Novy Dwi Remi Asih
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.12214

Abstract

This writing aims to ensure that the implementation of gender-responsive programs and activities can contribute to achieving the Key Performance Indicators (KPIs), namely the Gender Development Index (GDI) and the Gender Inequality Index (GII), as well as to formulate policy recommendations to address the low implementation of gender responsive programs and activities. The method used is a descriptive method with a qualitative approach. Data was collected through literature study, field observation, and interviews, then analyzed using qualitative data analysis methods with problem trees and the policy alternative selection method using Bardach's method. The Qualitative Data Analysis technique uses thematic analysis. The main result, which serves as the solution to the problem stated regarding the implementation of gender responsive programs and activities, is still low due to a lack of coordination and commitment across Regional Apparatuses because of the weak function and role of the Gender Mainstreaming Working Group institutions, namely: 1) Strengthening the Strategic Role of Regional Apparatuses in Implementing Gender Mainstreaming through the 7 Development Processes; 2) Formulating Gender-Responsive Policies, Programs, and Development Activities in an Integrated Manner; 3) Evaluating Gender Mainstreaming Implementation through the Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE). The recommended policy option is the Banten Governor Regulation on the Strategic Role of Regional Apparatuses in Implementing Gender Mainstreaming through the 7 Development Processes in Banten Province, which can provide a strong and clear legal foundation for gender equality development.
EVALUASI PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK TERPADU BERBASIS MASYARAKAT (PATBM) DI KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN Refha Repnita Arya; Ipah Ema Jumiati
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara (on Proses)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.12262

Abstract

Penelitian ini berfokus pada evaluasi Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Dalam pelaksanaan program tersebut masih ditemukan berbagai permasalahan, yaitu sarana dan prasarana yang kurang diperhatikan dalam pelaksanaan program PATBM di Kecamatan Pamulang, jumlah aktivis atau relawan yang ada di Kecamatan Pamulang masih belum mencukupi, dan kurangnya komitmen serta dukungan dari pemerintah terkait pelaksanaan program PATBM tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program PATBM yang dilaksanakan di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Pada penelitian menggunakan teori Evaluasi Kebijakan Leo Agustino yang terdapat lima dimensi, yaitu; a) Sumber Daya Aparatur; b) Kelembagaan; c) Sarana Prasarana dan Teknologi; d) Finansial; dan e) Regulasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PATBM di Kecamatan Pamulang belum berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Didapati beberapa poin penting, yaitu masih belum optimalnya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat, masih kurangnya jumlah aktivis PATBM, belum memadainya sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung, masih kurangnya anggaran dalam pelaksanaan program, serta belum adanya kebijakan turunan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan dari pemerintah, peningkatan sumber daya, serta dukungan kebijakan daerah yang lebih spesifik.