cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
Analisis Strategi Pemasaran Kopi Robusta (Studi Kasus Pada Siraja Coffee Di Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis) Rozak, Elmira Syahdanabila; Dharmawan, Budi; Zulkifli, Lutfi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.7

Abstract

Siraja Coffee merupakan usaha yang bergerak dalam industri pengolahan kopi. Siraja Coffee belum dapat bersaing dan melaksanakan pemasaran secara efektif yang berakibat pada penjualan yang terus menurun dalam tiga tahun terakhir serta sulit memperoleh dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam pemasaran kopi robusta pada Siraja Coffee, (2) mengidentifikasi faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman dalam pemasaran kopi robusta pada Siraja Coffee, (3) merumuskan alternatif strategi pemasaran dan menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan oleh Siraja Coffee. Penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga Februari 2023. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal pada usaha Siraja Coffee berada pada posisi sedang atau rata-rata dengan kekuatan utama yaitu faktor produk memiliki mutu dan citarasa tinggi; kelemahan utama yaitu faktor promosi yang dilakukan kurang optimal; peluang utama yaitu faktor tren masyarakat terhadap konsumsi kopi; serta ancaman utama yaitu faktor semakin banyaknya perusahaan kopi sejenis. Pemetaan posisi Siraja Coffee berada pada sel lima (Hold and Maintain) dan prioritas strategi terbaik yaitu meningkatkan daya saing produk untuk menciptakan loyalitas pelanggan.
Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap, Perikanan Tangkap Laut Dan Perikanan Budidaya Di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur Putra, Angga Pratama; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Hartati, Fadjar Kurnia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.3

Abstract

This study was conducted to identify the most important fisheries commodities in Trenggalek Regency and to provide data to related parties and investors interested in this sector. Trenggalek Regency is included in the category of districts that have a strategic location. Data analysis uses Location Quotient by utilizing data on the value of capture fisheries, sea capture fisheries, and aquaculture fisheries available from BPS Trenggalek Regency in 2023. The results of the analysis explain that the superior commodities for capturing fisheries at sea in Trenggalek Regency are in Panggul, Munjungan, and Watulimo. Meanwhile, the leading capture fishery commodities in Trenggalek Regency for inland public water fisheries are in Panggul, Munjungan, Kampak, Karangan, Suruh, Gandusari, Durenan, Pogalan, Trenggalek, Tugu, and Bendungan subdistricts. The leading marine fisheries commodities in Trenggalek Regency include Cakalang Fish in Watulimo District, Tuna Fish in Munjungan and Watulimo Districts, Tuna Fish in Watulimo District, and Lobster in Panggul, Munjungan, and Watulimo Districts. Meanwhile, superior aquaculture commodities include marine Floating nets in Watulimo District and semi-intensive ponds in Panggul, Munjungan, and Watulimo Districts. There are 9 sub-districts that need to be included in the 2021–2026 Trenggalek Regency RPJMD for land and freshwater fish cultivation areas, namely Munjungan, Watulimo, Kampak, Karangan, Suruh, Gandusari, Pogalan, Trenggalek, and Tugu sub-districts. Meanwhile, the capture fisheries and coastal aquaculture areas between the RPJMD and the research results are the same, namely that there are 3 sub-districts that have superior commodities, namely Panggul, Munjungan, and Watulimo sub-districts.
Strategi Penguatan Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani Mekar Dalam Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan Di Kalurahan Margomulyo Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman Syarifah Alfi Nurumami; Mesalia Kriska; Sri Peni Wastutiningsih
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.04.6

Abstract

Para pemimpin dunia telah mengesahkan 17 tujuan SDGs dengan salah satu poin tujuannya yaitu mengakhiri kelaparan. Proses tersebut diwarnai oleh pandemi Covid-19 hingga ada perubahan isu sentral baru, yaitu masyarakat dihimbau untuk mencukupi konsumsi pangan dengan cara bekerja dari rumah. Tahun 2020 Kementan membuat program P2L yang cocok dilakukan di lahan beralih fungsi dari sawah ke permukiman, seperti di Kalurahan Margomulyo. Implementasi P2L membutuhkan keterlibatan kaum wanita, khususnya KWT untuk meningkatkan ekonomi disamping mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Mengingat pentingnya peran modal sosial, diperlukan penguatan sebagai bentuk usaha ikut mendukung tujuan SDGs tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi implementasi modal sosial KWT Mekar dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan dan mengidentifikasi strategi penguatan modal sosial KWT Mekar dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan di Kalurahan Margomulyo Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis matriks TOWS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa KWT Mekar telah menerapkan unsur modal sosial dengan baik, ditandai dengan diterapkan keempat unsurnya, yaitu kepercayaan, norma, jaringan sosial, dan hubungan timbal balik dalam melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan yaitu budidaya tanaman. Strategi penguatan modal sosial yang dapat dilakukan, yaitu mengatur dan meningkatkan dukungan pihak eksternal dalam merealisasikan “Wisata Kuliner dan Edukasi Kebun Organik KWT Mekar”, optimalisasi keahlian anggota KWT Mekar, pelatihan atau edukasi studi banding manajerial kelompok, regenerasi pemuda, temu usaha, rotasi kerja, peningkatan kapasitas PPL, pengadaan lomba, serta penguatan relasi- relasi sosial.Kata kunci: KWT Mekar, Modal Sosial, Pemanfaatan Pekarangan, Strategi Penguatan, TOWS 
Evaluasi Program Penyuluhan Sistem Tanam Padi Jajar Legowo Terhadap Produksi Dan Pendapatan Di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Halid, Cindri A; Imran, Supriyo; Wibowo, Larasati Sukmadewi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Menganalisis evaluasi program penyuluhan sistem tanam padi jajar legowo di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. 2) Menganalisis produksi dan pendapatan petani sebelum dan setelah menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Lokasi penelitian di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dari bulan September sampai bulan November 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple random sampling), sehingga jumlah sampel adalah 32 petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan metode CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dipadukan dengan skoring dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Evaluasi program penyuluhan sistem tanam padi jajar legowo terjadi perkembangan pada penerapan program. Hasil evaluasi program menggunakan model CIPP programnya berhasil dengan nilai 50,44 adalah nilai yang berada pada range 41–52. 2) Hasil produksi petani sebelum menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo yaitu 37.770 kg, sedangkan hasil produksi petani setelah menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo yaitu 39.865 kg. Serta rata-rata pendapatan petani padi sebelum menerapkan program sistem tanam jajar yaitu Rp.9.547.078, dan rata-rata pendapatan petani padi setelah menerapkan program sistem tanam jajar legowo yaitu Rp. 10.171.063. Kata kunci : Evaluasi program penyuluhan, Model CIPP, Produksi, Pendapatan
Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani (Studi Kasus Pembangunan Jalan Tol Surakarta – Yogyakarta Di Kabupaten Boyolali Riptanti, Erlyna Wida; Raharjo, Zeino Heka; Khairiyakh, Refa’ul
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.30

Abstract

This paper aims to examine the effect of changes in the function of agricultural land on the socio-economic situation of farmers and to understand the social dynamics that occur when there is a change in the function of agricultural land, as well as identify the factors that encourage or inhibit the conversion of agricultural land into toll roads in Banyudono and Sawit District, Boyolali Regency. This study used a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis were carried out through data reduction and presentation to draw conclusions. Purposive sampling technique was used to select informants. The results of the study show that the change in the function of agricultural land into toll roads has social impacts, such as disruption of irrigation canals and resulting in a large number of dry lands. In addition, the economic impact can also be seen from the reduced yields because some of the land has been con erted. During the construction of the toll road, there was a change in people's livelihoods because they used the compensation they received to open new businesses.
Efisiensi Pemasaran Nanas Di Desa Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Yunita, Selvia; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.26

Abstract

Analisis efisiensi pemasaran merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah kegiatan pemasaran. Efisiensi dapat memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen, karena ketika efisiensi pemasaran bisa tercapai maka persentase pembagian keuntungan masing-masing lembaga sudah berjalan dengan adil sehingga tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten kayong Utara, Kalimantan Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran nanas, penarikan sampel dalam penelitian menggunakan metode sensus dimana seluruh populasi  di Desa Padu Banjar yang terlibat dijadikan responden. metode pengumpulan data dilakukan observasi secara langsung dan menggunakan teknik wawancara berdasarkan kuisioner yang telah disusun. Alat analisis yang digunakan adalah margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran nanas yaitu saluran 1 (petani-konsumen akhir), saluran 2 (petani-pedagang pengecer-konsumen akhir), saluran 3 (petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen akhir). Berdasarkan hasil dari margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran maka saluran pemasaran yang paling efisien adalah pemasaran 1.
Strategi Pengembangan Usahatani Alpukat Di Kecamatan Baruppu’kabupaten Toraja Utara Padang, Mayung Allo Toding; Viantika, NM; Bakri, Rasyidah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.1

Abstract

Alpukat merupakan tanaman hortikultura yang sangat cocok dibudidayakan di daerah pegunungan dan memiliki nilai jual yang tinggi. Khususnya di Kecamatan Baruppu’ memiliki Alpukat dengan cita rasa yang gurih seperti mentega, dan  produksi yang banyak, namun belum banyak dikenal oleh banyak orang, untuk itu perlu  dianalisis faktor internal dan eksternal yang menunjang pengembangan usahatani Alpukat di Kecamatan Baruppu, dan merumuskan strategi pengembangan usahatani Alpukat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Baruppu’ Parodo, Kecamatan Baruppu’, Kabupaten Toraja Utara.  Responden internal sebanyak 9 petani Alpukat dan informan eksternal sebanyak 3 menggunakan metode Snowall Sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan metode kualitatif. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis SWOT dan  QSPM. Hasilnya faktor kekuatan yaitu kualitas hasil panen, kesuburan lahan pertanian. Faktor kelemahan berupa kesadaran sumber daya manusia petani rendah, keterbatasan sarana prasarana. Sedangan faktor peluang berupa, potesi sumber daya alam yang mendukung, peluang pasar. Faktor ancaman berupa beralih ke komoditi lain. Hasil QSPM, diperoleh prioritas yaitu meningkatkan kesadaran  petani dalam hal pengembangan usahatani Alpukat, dengan cara menambah pendidikan dan pengajaran serta permodalan melalui kelembagaan yang menyentuh seluruh petani untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas Alpukat untuk memenuhi permintaan pasar sehingga informasi tentang pemasaran Alpukat dapat luas menjadi prioritas utama dalam mengembangkan usahatani Alpukat di desa Baruppu’ Parodo, skor yang diperoleh dari strategi 1 yaitu 7,21.Kata Kunci : Strategi; Pengembangan; Usahatani Alpukat.
Analisis Marketable Surplus Beras Merah Salimah, Winada Fajar; Rachmina, Dwi; Dewi, Triana Gita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.33

Abstract

Rice farmers generally have a dual role, namely as producers and consumers of the rice produced. The consumption of farmer households with a marketable surplus is inversely related. This research aims to analyze the marketable surplus of brown rice and the factors that influence the marketable surplus of brown rice. The analysis used is descriptive analysis, marketable surplus calculation, and regression models. The research results show that the marketable surplus for brown rice, taking into account sumbang sokong, is relatively small, namely 11.56 percent. Meanwhile, the marketable surplus of brown rice without taking into account the contribution is 46.89 percent. The sumbang sokong tradition greatly influences the amount of marketable surplus because the large proportion of brown rice allocated for sumbang sokong (35.33 percent). The marketable surplus of brown rice is significantly and positively influenced by the land area. Thus, increasing market surplus can be done through expanding land by encouraging farmer motivation through increasing market access. Besides that, the rising of productivity can be conducted to push the marketable surplus.
Analisis Finansial Usaha Agrowisata Kebun Kopi Rakyat Di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Assiddiq, Hasbi; Dolorosa, Eva; Fitrianti, Wanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.21

Abstract

Agrotourism is a type of tourism that utilizes agricultural businesses as a tourist attraction. The aim is to broaden the recreational experience, knowledge, and support the improvement of agricultural products and to grow businesses in the agricultural sector. The development of agro-tourism in the coffee plantation area of Punggur Kecil Village was initiated as an effort to develop tourism that can support the preservation of the robusta coffee plant which has the potential to increase income and support welfare for the local community. The location of this research is in Punggur Kecil Village, Sungai Kakap District. The data used in this study are primary data and secondary data. Data analysis is using financial analysis with indicators: Net Present Value, Internal Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio, Payback Period, Sensitivity Analysis. The results of this study indicate that: coffee plantation agrotourism is feasible by considering NPV = Rp. 303,591,645, IRR = 17%, Net B/C = 1.85, and payback period of 6.67 years. Sensitivity analysis with a 10% decrease in the number of visitors shows that this business is still feasible, while the sensitivity to changes in operational costs shows that this agro-tourism business is not feasible to run.
Analisis Komoditas Unggulan Sub-Sektor Perkebunan Di Propinsi Jambi Ronaldo, Steve David; Ibrahim, Jabal Tarik; Agustina, Yohana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.17

Abstract

Pertanian pada subsektor perkebunan di Propinsi Jambi merupakan mata pencaharian yang paling banyak diminati oleh penduduk. Sebagian besar penduduk mengandalkan perkebunan sebagai pekerjaan utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganilisis komoditas unggulan subsektor perkebunan dan sektor basis pada Propinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share dan Tipologi Klassen. Berdasarakan hasil analisis Location Quetient (LQ) yang menjadi sektor basis pada subsektor perkebunan adalah kelapa sawit dan karet karena memiliki nilai LQ>1. Komoditas lain seperti; kelapa, kopi, kakao, tebu, teh dan tembakau merupakan komoditas non basis atau memiliki nilai LQ < 1. Hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa komoditas perkebunan yang mengalami peningkatan pertumbuhan riil di Propinsi Jambi adalah Kelapa Sawit, Kelapa, Karet, Kopi, Tebu, Teh, Tembakau Dan Kakao. Peningkatan terbesar terjadi pada komoditas Kelapa Sawit dan Kelapa. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa komoditas kelapa sawit dan karet beradapada kuadran I atau menjadi sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat. Beberapa komoditas yang masih berada di Kuadaran IV yaitu komoditas Kelapa, Kopi, Kakao, Tebu, Teh dan Tembakau yang berarti sektor relative tertinggal (underdeveloped sektor).Kata kunci: komoditas unggulan, Analisis Location Quetient (LQ), Analisis Shift Share, Analisis Tipologi Klassen.